Artikelilmiahs
Menampilkan 16.961-16.980 dari 50.008 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16961 | 20146 | C1L013035 | ANALYSIS OF HUMAN CAPITAL RECOGNITION AT FINANCIAL REPORTING IN PROFESSIONAL BASKETBALL CLUB IN JAKARTA | Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengakuan dan perlakuan akuntansi terhadap Professional Basketball Club di Jakarta lalu mengkomparasi kondisi praktik yang terjadi dengan best practice dari Professional Football Club yaitu Real Madrid. Metode riset yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikoleksi melalu in-depth interview dan analisis data berupa element laporan keuangan yang didapat dari objek peneliti serta Real Madrid FC sebagai pembanding (best practice). Metode analisis yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dari hasil data yang in-depth interview dan analisis atas element laporan keuangan. Analisis data dalam riset ini juga di bantu dengan aplikasi NVivo dalam proses koding data yang mana menghasilkan sebuah output berupa word frequency report. Simpulan riset ini menunjukkan bahwa pada praktik pada dua Professional Basketball Club di Jakarta belum mengakui pemain sebagai asset dan belum memberlakukan akuntansi untuk human capital. Jika di bandingkan dengan best practice nya, Real Madrid telah mengakui pemain sebagai pemain dan memberlakukan akuntansi untuk pemain secara sesuai dari recognition, measurement, hingga disclosure. | This research aims to find out how the recognition and accounting treatment of Professional Basketball Club in Jakarta and then comparing the practice conditions that occur with best practice from Professional Football Club that is Real Madrid. The research method used is descriptive qualitative. Data collected through in-depth interview and data analysis in the form of elements of financial statements obtained from the object of researchers and Real Madrid Football Club as a comparison (best practice). The method of analysis performed is qualitative approach from the result of data in-depth interview and analysis of element of financial statement. Data analysis in this research is also assisted with NVivo application in data coding process which produced an output in the form of word frequency report. This research conclusion shows that in practice at two Professional Basketball Clubs in Jakarta have not recognized players as assets and have not applied accounting for human capital. If compared with his best practice, Real Madrid has recognized players as players and enacted accounting for players accordingly from recognition, measurement, to disclosure. | |
| 16962 | 20147 | F1C013013 | HIPERREALITAS DALAM FILM (STUDI ANALISIS WACANA DALAM FILM “HER") | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi saat ini, dimana banyak orang yang merasa sepi ketika diantara kerumunan dan merasa ramai ketika berada dikesunyian. Itu semua karena teknologi telah membantu memangkas jarak dan waktu. Namun, manusia semakin menciptakan teknologi yang canggih, hingga menjadikan sebuah teknologi adalah duplikat manusia hanya dalam bentuk visual, sehingga semakin banyak manusia yang mengalami hiperrealitas tanpa disadari. Untuk itu penulis memilih film Her yang akan menggunakan Analisis Wacana Kritis Film menurut S.Jäger & F.Maier sebagai pisau analisis untuk menyebutkan beberapa kriteria yang diambil melalui sinopsis, analisis struktur aktansial (menentukan tokoh), praktik diskursif, praktik non-diskursif dan materialisasi wacana dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hiperrealitas terjadi dalam kegiatan sehari-hari hingga ke hal-hal yang lebih pribadi dan telah mengalami kegagalan berkomunikasi dengan sesama manusia. | The research motivated by nowadays technolgy development, where people feel become feel lonely when in crowd and conversely. The syndrome come out since technology already helped to cut out the timem and distance. But, human become obsesed in develop the technology, that their obesion drive them to make techonolgy as their visual duplicate, hence many people suffer unrealized hyperreality. Since the the writer choose her movie to show the syndrome using movie critical analyze discourse by S. Jäge& F. Maier as the analyze tool to mention some criteria picked from sinopsis, structural analyze, non-diskursif practice and discourse materialization with quantitative method. The result shows that hyperreality happen on daily basis and private need and so the human suffers communication failure among them. | |
| 16963 | 20149 | H1A013017 | VALIDASI METODE PENENTUAN SENYAWA KIRAL KETOKONAZOL DARI SAMPEL OBAT SECARA KROMATROGRAFI CAIR KINERJA TINGGI | Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) untuk menentuan kadar ketokonazol dalam sampel tablet. Pemisahan komponen senyawa kiral ketokonazol yang merupakan obat anti jamur secara KCKT dengan menggunakan kolom Astec CYCLOBOND (I 2000 HP-RSP, 5 μm) ukuran 25 cm x 4,6 mm dengan kondisi optimum fasa gerak asetonitril:air (0,1% HCOOH) 20:80 pada laju alir 1,0 mL/menit, volume injeksi 3 μL dan deteksi pada panjang gelombang 230 nm dengan hasil relosusi (Rs) terbaik sebesar 1,61. Hasil validasi metode diperoleh nilai koefisien korelasi (r) untuk masing masing enantiomer sebesar 0,9998 dan 0,9997, batas deteksi (LOD) sebesar 1,52 ppm dan 4,34 ppm, batas kuantifikasi (LOQ) sebesar 5,09 ppm dan 14,46 ppm, simpangan baku sebesar 0,176 dan 0,126 , nilai koefisien variasi (KV) sebesar 1,4 dan 1,3 , %recovery rata-rata sebesar 108,5 %, dan nilai faktor selektivitas (α) sebesar 1,37. Hasil ini memenuhi persyaratan, sehingga dapat digunakan untuk menentukan ketokonazol dalam sampel obat. Kadar ketokonazol rata-rata dalam sampel obat diperoleh sebesar 204,3 mg per tablet. | This study aims to establish the validation of high performance liquid chromatography (HPLC) method for chiral ketoconazole determining in tablet samples. The chiral separation of ketoconazole compound, an anti-fungal drug has been obtained by HPLC using column Astec CYCLOBOND (I 2000 HP-RSP, 5 μm) size 25 cm x 4.6 mm with optimum condition of mobile phase acetonitrile:water (0,1% HCOOH) 20:80, flow rate at 1.0 mL/minute, 3 μL injection volume and wavelength detection at 230 nm, with the best resolution (Rs) is 1.65. The results of the method validation obtained correlation coefficient(r) for each enantiomer is 0.9998 and 0.9992, limit of detection (LOD) is 1.52 ppm and 4.34 ppm, limit of quantification (LOQ) is 5.09 ppm and 14,46 ppm, standard deviation is 0.176 and 0.126, value of coefficient variation (KV) is 1.4 and 1.3, average %recovery is 108.5 %, and value of selectivity factor (α) is 1.7. This results could meet the requirements so that it can be used to determine ketoconazole in drug samples. The average ketoconazole content in the drug sample was obtained at 204.3 mg per tablet. | |
| 16964 | 20151 | A1C013060 | Analisis Optimalisasi Kombinasi Produksi Tahu Kuning di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (Studi Kasus pada Kelompok Perajin Tahu “Sari Delai”) | Kelompok perajin tahu “Sari Delai” di Desa Kalisari berdiri sejak tahun 2014. Sebagian anggota memproduksi tahu dua ukuran dan sebagian lainnya memproduksi tahu tiga ukuran. “Sari Delai” diduga belum berproduksi secara optimal karena belum melakukan perencanaan kombinasi produksi berdasarkan penghitungan. Penelitian ini bertujuan: menganalisis kombinasi produksi optimal dengan metode primal dan dual, menganalisis sensitivitas keluaran optimal dan membandingkan hasil keluaran optimal produksi tahu dua ukuran dengan produksi tahu tiga ukuran. Pengambilan data dilaksanakan dari 20 Maret hingga 24 April 2017 menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden 33 orang. Metode analisis yang digunakan: analisis biaya produksi, penerimaan, linear programming menggunakan Production and Operation Management (POM) for Windows, analisis primal, analisis dual dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan: kondisi optimal akan dicapai jika kelompok “Sari Delai” memproduksi Tahu Besar (X1) sebanyak 1450 potong tahu bagi perajin yang memproduksi tahu dua ukuran, tahu besar (X1) memiliki batas kenaikan infinity dan batas bawah sebesar Rp245,13 dari laba kontribusi awal, dan 1426 potong tahu pada produksi tahu tiga ukuran, memiliki batas kenaikan laba kontribusi infinity dan batas bawah sebesar Rp219,59 dari laba kontribusi awal. Sumberdaya yang berpengaruh pada keuntungan yaitu bahan baku atau kedelai, pada produksi tahu dua ukuran setiap penambahan satu satuan kedelai (Kg) akan meningkatkan keuntungan sebesar Rp9.970,23, pada produksi tiga ukuran setiap penambahan satu satuan kedelai (Kg) akan meningkatkan keuntungan sebesar Rp7.977,89. | “Sari Delai” tofu producer group established since 2014. Some of “Sari Delai” member produce tofu in two sizes, others produce tofu in three sizes. The group is not expected to produce optimal yet because there is no production planning based on appropriate counting.The purposes of this study were: to analyze the optimization of combination of tofu product by dual and primal analysis,to analyze sensitivity of the optimization results and to compare between the optimization results of tofu two sizes and tofu three sizes. This study was conducted on March 20th until april 24th, 2017 used case study method with 33 respondents. Data analysis methods used were: production cost and revenue analysis, linear programming used Production and Operation Management (POM) for Windows, primal and dual analysis and sensitivity analysis. Results of this study showed that optimal point would be reached if “Sari Delai”produced Big Tofu(X1)1450 unist for the producers who produced tofu two sizes, Big Tofu (X1) has maximum contribution margin increase infinity and minimum Rp245.13 and 1426 units who produced tofu in three sizes, Big Tofu (X1) has maximum contribution margin increase infinity and minimum Rp219,59.The resources that influented the profit were raw material or soybean, on the production of tofu two sizes each addition of one unit of soybean (Kg) will increase profit as much as Rp9,970.23, on production of three sizes each addition of one unit of soybean (Kg) will increase profit as much as Rp7,977.89. | |
| 16965 | 20142 | E1A112073 | Tinjauan Yuridis Pemberian Suaka Diplomatik Studi tentang Asylum Case (ICJ Judgement 1950 - Columbia v. Peru) | Ketentuan hukum mengenai suaka sangatlah sedikit termasuk ketentuan hukum mengenai suaka diplomatik. Hanya beberapa aturan saja yang mengatur mengenai suaka diplomatik seperti Konvensi Wina 1961 Pasal 41 ayat 3 dan Konvensi Havana 1928 tentang suaka diplomatik. Meski pengaturannya sedikit, tetapi pada praktiknya hal itu tidak menghambat negara ataupun perwakilan diplomatik untuk memberikan suaka kepada orang yang meminta suaka. Sebagai contoh adalah kasus suaka diplomatik Victor Raul Haya De La Torre di mana dirinya mendapat suaka diplomatik dari perwakilan diplomatik Kolombia yang bertugas di Lima, ibu kota Peru pada tahun 1948. Haya De La Torre meminta suaka kepada perwakilan diplomatik Kolombia setelah pemberontakan terhadap Peru gagal dilakukan dan pemerintah Peru telah menjatuhkan hukuman kepadanya. Pemberian suaka yang dilakukan perwakilan diplomatik Kolombia membuat pemerintah Peru tidak senang sehingga timbul konflik antara kedua negara tersebut, yang menyebabkan kedua negara tersebut menyerahkan sengketa tersebut kepada Mahkamah Internasional setelah kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan bersama untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian yaitu Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) Universitas Jenderal Soedirman dan Pusat Informasi Ilmiah (PII) Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu beberapa literatur, aturan perundang-undangan serta situs internet sebagai pelengkap sumber data. Metode pengumpulan data adalah melalui studi pustaka. Metode pengolahan data adalah deskriptif analitis. Terakhir, metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu tidak banyak aturan hukum yang mengatur tentang suaka khususnya Suaka Diplomatik. Pada perkembangannya, suaka telah diakui dan telah diatur dalam beberapa aturan Hukum Internasional misalnya dalam ketentuan internasional yang bersifat universal seperti Konvensi Wina 1961 Pasal 41 ayat 3 sementara dalam ketentuan internasional yang bersifat regional seperti Konvensi havana 1928 tentang suaka diplomatik dan Konvensi Caracas 1954 tentang Suaka Diplomatik dan Suaka Teritorial. Dalam kasus Haya De La Torre, hakim memutuskan bahwa dengan suara bulat, gugatan utama Peru dan Kolombia tidak dapat diterima, dengan tiga belas suara berbanding satu orang, Kolombia tidak mempunyai kewajiban menyerahkan Victor Raul Haya De La Torre kepada Peru, dan dengan suara bulat, bahwa suaka yang diberikan kepada Victor Raul Haya De La Torre pada tanggal 3 Januari 1949, harus segera dihentikan/dicabut sesegera mungkin setelah putusan ini dijatuhkan. | Legal provisions on asylum are very few, including the legal provisions on diplomatic asylum. Only a few rules govern the diplomatic asylum as the Vienna Convention 1961 Article 41 verse 3 and the 1928 Havana Convention on diplomatic asylum. Although the arrangements are few, but in practice it does not impede the state or diplomatic representation to grant asylum to people who ask for asylum. An example is the case of diplomatic asylum Victor Raul Haya De La Torre which he received diplomatic asylum from a Colombian diplomatic representative who served in Lima, the capital of Peru in 1948. Haya De La Torre requested asylum for Colombian diplomatic representation after a rebellion against Peru failed and the Peruvian government has sentenced him. The granting of asylum by Colombian diplomatic representatives has make Peruvian government unhappy resulting in a conflict between both countries, causing both countries hand over the dispute to International Court of Justice after both sides did not reached a mutual agreement to settle the dispute. The approaching method used in this research is normative juridical with case approach. The research specification used is analytical descriptive. The research location is Unit Pelayanan Tekhnis (UPT) of Jenderal Soedirman University and Pusat Informasi Ilmiah (PII) Law Faculty of Jenderal Soedirman University. Sources of data used are secondary data that is some literature, rules of legislation and internet sites as a complement of data sources. Methods of data collection is through literature study. Data processing method is descriptive analytical. Finally, the analytical method uses qualitative normative. The conclusion that can be drawn from this research is that there are not many legal rules governing asylum especially Diplomatic Asylum. On its development, asylum has been recognized and regulated in several rules of International Law such as in universal international provisions such as Vienna Convention 1961 Article 41 paragraph 3 while in regional international provisions such Havana Convention1928 on diplomatic asylum and the 1954 Caracas Convention on Diplomatic Asylum and Territorial Asylum. In the case of Haya De La Torre, the judge decide that unanimously, Peru's and Colombia's main claims are unacceptable, with thirteen votes to one, Colombia has no obligation to assign Victor Raul Haya De La Torre to Peru, and unanimously, that the asylum given to Victor Raul Haya De La Torre on 3 January 1949 shall be stopped immediately as soon as possible after this ruling has been dropped . | |
| 16966 | 20072 | A1M013012 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI SELULASE DARI CAIRAN RUMEN KAMBING | Perkembangan penelitian bioetanol saat ini sudah memasuki generasi kedua dengan menggunakan bahan yang mengandung lignoselulosa. Hidrolisis lignoselulosa secara enzimatis, memiliki keuntungan yaitu produk yang dhasilkan cukup tinggi dibandingkan hidrolisis menggunakan asam. Salah satu alternatif untuk mendapatkan sumber selulase dengan harga yang cukup murah adalah dengan memanfaatkan cairan rumen kambing. Sifat atau karakteristik selulase yang diperoleh dari cairan rumen kambing belum banyak diteliti, sehingga perlu dilakukan isolasi dan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan isolat selulase dari cairan rumen kambing, dan 2) mengetahui tingkat aktivitas dan karakteristik ekstrak selulase kasar dari cairan rumen kambing di antaranya pH optimum, suhu optimum, dan parameter kinetika reaksi enzimatis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aktivitas selulase, aktivitas spesifik enzim, dan karakteristik enzim di antaranya ketahanan terhadap pH, ketahanan terhadap suhu, dan kinetika reaksi enzimatis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan pengendapan menggunakan garam amonium sulfat dengan tingkat konsentrasi 60% mampu mengendapkan protein paling optimum dengan supernatan sebesar 8,28%. Esktrak selulase kasar ini memiliki rata-rata aktivitas spesifik yaitu 1,6256 IU/mg. Isolat K1 (Kambing 1) digunakan untuk proses karakterisasi karena memiliki nilai aktivitas selulase tertinggi yaitu 0,8852 IU/ml. Karakteristik selulase kasar dari cairan rumen kambing optimum pada pH 6 dengan aktivitas enzim sebesar 1,0837 IU/ml, suhu 60oC dengan aktivitas enzim sebesar 0,7619 IU/ml, dan konsentrasi substrat CMC 2,5% dengan aktivitas enzim sebesar 0,2179 IU/ml, sehinga memiliki nilai Vmaks (laju reaksi maksimum) sebesar 0,0038 IU/ml dan KM (konstanta Michaelis-Menten) sebesar 0,0295%. | The development of bioethanol research has now entered the second generation by using materials containing lignocellulose. Enzymatic hydrolysis of lignocellulose, has the advantage that the product is higher than acid-hydrolysis. One alternative to get the source of cellulase with a fairly cheap price is to use rumen liquid goat. The nature or characteristic obtained from a liquid rumen goats not many meticulous, so needed isolation and characterization. This study attempts (1) get cellulase isolate from rumen fluid of goat, (2) to know the activity level and characteristic of rough cellulase from rumen fluid of goat such as optimum pH, optimum temperature, and kinetics of enzymatic reaction. This research is an experimental using five samples. The variables observed in this research were enzyme activity, enzyme specific activity and enzyme characteristic to know resistance to pH, resistance to temperature, and kinetics parameter of enzymatic reaction consisting. The data obtained were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that sedimentation using ammonium sulphate salt with a concentration level of 60% was able to precipitate the most optimum protein with supernatant of 8.28%. This crude cellulase extract has a specific activity average of 1.6256 IU/mg. Isolate K1 (goat 1) is used for the characterization process because it has the highest cellulase activity value of 0.8852 IU/ml. Characteristics of coarse cellulase from optimum rumen goat liquid at pH 6 with enzyme activity of 1.0837 IU/ml, temperature 60oC with enzyme activity of 0.7619 IU/ml, and 2.5% CMC substrate concentration with enzyme activity of 0.2179 IU/ml, so it has a Vmax value (maximum reaction rate) of 0.0038 IU/ml and KM (Michaelis-Menten constant) of 0.0295%. | |
| 16967 | 20090 | F1F012046 | The Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study. | Penelitian ini berjudul “The Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study”. Penelitian ini menggunakan novel berjudul A Study in Scarlet yang ditulis oleh Arthur Conan Doyle dan novel berjudul The Mysterious Affair at Styles yang ditulis oleh Agatha Christie sebagai objek penelitian yang secara umum menceritakan tentang pembunuhan misterius dan detektif menyelidiki kejahatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan formula cerita detektif yang digambarkan dalam A Study in Scarlet dan The Mysterious Affair at Styles. Peneliti menggunakan perbandingan sastra sebagai interdisipliner untuk mendukung analisis karya sastra. Penelitian ini juga didukung oleh teori formula cerita detektif yang dikemukakan oleh Cawelti. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengemukakan tafsiran disajikan dalam bentuk deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini dimulai dari membaca kedua novel, menemukan formula cerita detektif dalam setiap novel, menganalisis data menggunakan teori Cawelti dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat elemen dari formula cerita detektif yang digambarkan dalam kedua novel. Yang pertama adalah situasi. Yang kedua adalah pola tindakan yang terbagi dalam enam elemen: pengenalan detektif, kejahatan dan petunjuk, penyelidikan, pengumuman dari solusi, penjelasan mengenai solusi dan akhir cerita. Yang ketiga adalah karakter dan hubungan. Yang terakhir adalah tempat kejadian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adalah karya Doyle A Study in Scarlet dan karya Christie The Mysterious Affair at Styles mengikuti keempat elemen formula cerita detektif menurut Cawelti. Selain itu, di samping fokus penelitian tentang formula cerita detektif, peneliti menemukan perbedaan di kedua novel. Perbedaannya adalah dalam penggambaran karakter detektif yang didasarkan pada pengalaman hidup penulis. Dalam novel A Study in Scarlet, karakter Holmes sebagai seorang detektif digambarkan sebagai orang yang tertarik dalam sains. Ini adalah refleksi dari kehidupan Conan Doyle sebagai penulis yang berpengalaman belajar kedokteran di sekolah Kedokteran Universitas Edinburgh. Sebaliknya, dalam novel The Mysterious Affair at Styles Poirot sebagai detektif digambarkan sebagai orang yang tertarik dengan psikologi manusia. Ini adalah refleksi dari kehidupan Agatha Christie sebagai penulis yang suka berkontribusi dalam kegiatan sosial. Dapat disimpulkan bahwa karakter detektif di kedua novel berbeda karena hal ini dipengaruhi oleh pengalaman pribadi penulis | This research is entitled “The Formula of Detective Stories in Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles: A Comparative Study”. This research uses A Study in Scarlet written by Arthur Conan Doyle and The Mysterious Affair at Styles written by Agatha Christie as the research objects which generally tell about mysterious murder and detective who investigates the crime. The purpose of this research is to reveal the formula of detective story that depicted in A Study in Scarlet and The Mysterious Affair at Styles. The researcher uses comparative literature as an interdisciplinary to give a support for analyzing the works. This research is also supported by theory of formula of detective story proposed by Cawelti. To collect data in this research, the researcher used descriptive qualitative method which is proposed the interpretation presented in the descriptive form. The method of analyzing in this research is starting from reading both novels, finding out the formula of detective story in each work, analyzing the data using Cawelti’s theories, and concluding the result of analysis. The result of this research shows that there are four elements of detective story formula depicted in both novels. The first is situation. The second is pattern of action that are divided into six elements: introduction of the detective, crime and clue, investigation, announcement of the solution, explanation of the solution and denouement. The third is characters and relationships. The last is setting. In short, the analysis of this research is Doyle’s A Study in Scarlet and Christie’s The Mysterious Affair at Styles follow the four elements of formula detective story by Cawelti. In addition, beside of the focus of the research on formula of detective story, the researcher found a difference in both novels. The difference is in the depiction of detective character based on authors’ life experiences. In A Study in Scarlet, Holmes's character as a detective described as a people interested in science. This is a reflection of life of Conan Doyle as the author who has an experienced studied medicine at University of Edinburgh Medical School. On the contrary, in The Mysterious Affair at Styles Poirot as a detective describes as a person interested in psychology of human nature. This is a reflection of life of Agatha Christie as the author who likes to contribute to the social activities. It can be concluded that both detective character in both novels are different because it is influenced by authors’ personal experiences. | |
| 16968 | 20148 | C1J012011 | ANALYSIS EFFICIENCY OF USAGE INPUT PRODUCTION ON SOYBEAN FARMING IN SOMAGEDE VILLAGE OF BANYUMAS REGENCY | Penelitian ini berjudul ’’Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Kedelai di Desa Somagede Kabupaten Banyumas’’. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan pestisida terhadap jumlah produksi dalam kegiatan usahatani kedelai, 2) untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dalam kegiatan usahatani kedelai, 3) untuk mengetahui apakah usahatani kedelai di desa Somagede sudah efisien secara ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 38 petani kedelai di desa Somagede dengan metode simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penggunaan faktor produksi berupa luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan pestisida secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai dengan nilai Fhitung sebesar 28,719. Dengan α = 0,10, secara parsial faktor produksi luas lahan, bibit dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai, tetapi faktor produksi luas tenaga kerja dan pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi kedelai dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut: Efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit dan pestisida belum efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani kedelai di Desa Somagede sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 1,4. | This research entitled ''Analysis Eficiency of Usage Input Production on Soybean Farming in Somagede Village of Banyumas Regency''. The purpose of this research are: 1) to analyze the influence of the land area, labor, seed, fertilizer, and pesticides against soybean production in Somagede village of Banyumas Regency, 2) to analyze the level of efficiency of the use of factors of production in the form of land, the amount of labor, the number of seeds, fertilizers, and pesticides used in the production of soybeanin Somagede village of Banyumas Regency, 3) to analyze the levels of economic efficiency of soybean farming in Somagede villageof Banyumas Regency. The research method used is survey method with primary data obtained through interview and questionnaire. The sample used in this research are 38 soybean farmers in Somagede village with simple random sampling method. The data analysis techniques used are Cobb-Douglas production function analysis, allocative efficiency analysis, and economic efficiency analysis with R / C ratio analysis. The results of this study indicate that: the use of production factors in the form of land area, labor, seeds, fertilizers, and pesticides together significantly affect the production of soybeans with a value of Fcount of 28.719. With α = 0,10, partially production factor of land area, seeds and pesticide have significant effect to soybean production, but production factor of labor and fertilizer have no significant effect to soybean production. The relationship between the use of production factors and soybean production is expressed in the Cobb-Douglas production function model as follows: Efficient use of production factors indicates that the use of production factors of land area, seeds and pesticides has not been efficient. The result of economic efficiency analysis shows that soybean farming in Somagede village is economically efficient with R / C ratio of 1.4. | |
| 16969 | 20150 | G1H012013 | KARAKTERISTIK DAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN DIARE AKUT BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS I SUMBANG | Latar Belakang: Diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya dengan frekuensi lebih dari biasa (>3 kali per hari) dengan atau tanpa lendir darah. Puskesmas I Sumbang merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penderita diare tertinggi di Kabupaten Banyumas. Metodologi: Menggunakan metode pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 85, dengan pengambilan sampel secara cluster random sampling. Data yang dikumpulkan dengan pengisian kuesioner pada ibu yang memiliki balita 1-4 tahun. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden pada penelitianberusia 20-35 tahun (85,9%), 54,1% responden berpendidikan dasar dan sebanyak 82,4% responden tidak bekerja. Responden memiliki perilaku cukup baik dalam pemberian makan 51,8%, dan 37,8% balita mengalami diare. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara usia ibu (p=0,692), pendidikan ibu (p=1.00), pekerjaan ibu (p=0,094) perilaku dalam pemberian makan (p=0,063) dengan kejadian diare balita. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik dan perilaku ibu dalam pemberian makan terhadap kejadian diare pada balita. | Background: Diarrhea is a disease characterized by changes in the shape and consistency of stools more dilute than usual with a frequency more than usual (> 3 times per day) with or without blood mucus. Puskesmas I Sumbang is one of the areas with the highest number of diarrhea sufferers in Banyumas. Methodology: Using cross sectional approach. Total sample 85, with cluster random sampling. Data collected by filling out questionnaires in mothers with 1-4 years old toddlers. Results: Most of the respondents were 20-35 years old (85.9%), 54.1% of respondents had basic education and 82.4% of respondents did not work. Respondents had good behavior in feeding 51.8%, and 37.8% of children under five had diarrhea. The result of bivariate test showed no relationship between maternal age (p = 0.692), maternal education (p = 1.00), maternal job (p = 0.094) behavior in feeding (p = 0.063) with occurrence of infant diarrhea. Conclusion: There is no relationship between mother's characteristics and behavior in feeding on diarrhea occurrence in infants. | |
| 16970 | 20154 | A1L013174 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK HAYATI MIKORIZA-TRICHODERMA DAN DOSIS PUPUK SINTETIK | Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza-trichoderma yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, (2) mengetahui dosis pupuk sintetik yang masih memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, (3) mengetahui kombinasi dosis pupuk hayati mikoriza-trichoderma dan pupuk sintetik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dengan ketinggian tempat 110 meter diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai bulan April sampai Juni 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu pemberian dosis pupuk hayati mikoriza-trichoderma dengan beberapa dosis yaitu 10 g mikoriza-0 g trichoderma per tanaman, 20 g mikoriza-10 g trichoderma per tanaman dan 30 g mikoriza-20 g trichoderma per tanaman. Faktor yang lain adalah pemberian pupuk sintetik dengan beberapa dosis yaitu 0% ( tanpa pemberian dosis pupuk sintetik), 50% ( pemberian setengah dari dosis anjuran pupuk sintetik) dan 100% ( sesuai dosis anjuran pupuk sintetik). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tajuk (g), bobot kering tajuk (g), bobot segar akar (g), bobot kering akar (g), dan luas daun (cm2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis pupuk hayati mikoriza-trichoderma dapat meningkatkan luas daun pakcoy, dengan nilai tertinggi dicapai pada dosis mikoriza 20 g dan trichoderma 10 gram tanaman-1 yaitu 1079,96 cm2. Pemberian pupuk sintetik berupa urea, SP 36 dan KCl sesuai rekomendasi tidak menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Kombinasi antara dosis pupuk hayati mikoriza-trichoderma dengan pupuk sintetik tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. | This study aimed to :1) to know the right dose of biological fertilizer of micorhyza-trichoderma on the growth and yield of pakcoy, 2) to know the inorganic fertilizer dose giving the best response of the pakcoy growth and yield, 3) to know the best combine dose of micorhyza-trichoderma and inorganic fertilizer to the pakcoy growth and yield. The research was carried out in a screenhouse at Agriculture Faculty Jenderal Soedirman University at Purwokerto, at 110 m altitude asl. The research was conducted over 3 months, from April until June 2017. The experiment used factorial randomized complete block design consisting of nine treatment and three blocks. The treatments were two factors, the first factor comprised micorhyza-trichoderma biological fertilizer at doses of 10 g micorhyza-0 g trichoderma, 20 g micorhyza-10 g trichoderma and 30 g micorhyza-20 g trichoderma. The second one was uses of synthetic fertilizer doses consisting of 0 % (without synthetic fertilizer), 50% ( half recommended dose), and 100% (suitable recommended dose). Observed variables were plant height (cm),leaf quantity (leaves), plant fresh weight (g), plant dry weight (g), root fresh weight (g), root dry weight (g), and leaf area (cm2). Research results performed that gift of dosage combination biofertilizer of micorhyza-trichoderma could increase pakcoy leaf area, with highest result was 1079,96 cm2 that came from 20 g micorhyza and 10 g trichoderma per crop dosage combination. The inorganic fertilizer doses applied did not significantly influence on growth and yield of pakcoy. Also, combined fertilizer did not affect on growth and yield of pakcoy. | |
| 16971 | 20155 | E1A013121 | ISBAT NIKAH POLIGAMI (Studi Putusan Pengadilan Agama Tasikmalaya No.1246/Pdt.G/2015/PA.Tmk) | ABSTRAK Pasal 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menganut asas monogami, yaitu seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. Seorang suami yang hendak melakukan poligami harus memenuhi syarat-syarat yang terdapat dalam Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menentukan bahwa setiap perkawinan harus dicatat oleh petugas yang berwenang, maka apabila perkawinan tidak dicatatkan dapat mengajukan permohonan isbat nikah, seperti salah satu perkara yang terjadi di Pengadilan Agama Tasikmalaya Nomor 1246/Pdt.G/2015/PA.Tmk. Berdasarkan uraian di atas, peneliti merumuskan masalah yaitu bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan Isbat Nikah Poligami terhadap Putusan Pengadilan Agama Tasikmalaya Nomor 1246/Pdt.G/2015/PA.Tmk. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan, metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan isbat nikah poligami mendasarkan pada Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan serta Pasal 7 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti, pertimbangan hukum hakim kurang lengkap karena tidak mendasarkan pada Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 6 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam. | ABSTRACT Article 3 of Law Number 1 Year 1974 About Marriage adheres to the principle of monogamy, a man may only have a wife and a woman may only have a husband. A husband seeking to polygamy must meet the requirements contained in Article 4 and Article 5 of Law Number 1 Year 1974 on Marriage. Article 2 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974 Concerning Marriage determines that every marriage shall be recorded by authorized officers, then if the marriage is not registered can apply for marriage, such as one of the cases that occurred in Tasikmalaya Religious Court Number 1246/Pdt.G /2015/PA.Tmk. Based on the above description, the researcher formulates the problem of how is the judge's legal consideration in granting Isbat Nikah Poligami to the Decision of Religious Court of Tasikmalaya Number 1246 / Pdt.G / 2015 / PA.Tmk. The research method used in this research is normative juridical approach, analytic prescriptive research specification, data source used secondary data, data collection method with literature study, normative qualitative data analysis method. The result of the research shows that judge's legal consideration in granting polygamy marriage application is based on Article 5 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 regarding Marriage and Article 2 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage and Article 7 paragraph (3) Compilation of Islamic Law. According to the researcher, judge's legal consideration is not complete because it does not base on Article 4 paragraph (2) Law Number 1 Year 1974 About Marriage and Article 6 paragraph (1) Compilation of Islamic Law. | |
| 16972 | 20153 | D1E012102 | PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR PADA LARUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN AWAL KEBUSUKAN | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi jahe merah terhadap penurunan jumlah bakteri dan lama waktu awal kebusukan. Pengambilan data dimulai tanggal 31 Agustus sampai dengan 6 September 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan yaitu daging dada ayam petelur afkir, jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum), aquades, media NA (Nutrien Agar), dan Pb asetat. Metode penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut orthogonal polinominal. Terdapat 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 percobaan. Perlakuan yang diberikan R0(tanpa perendaman), R1 (larutan jahe merah 5%), R2 (larutan jahe merah 10%), R3 (larutan jahe merah 15%), dan R4 (larutan jahe merah 20%). Peubah yang diukur adalah jumlah bakteri dan waktu awal kebusukan. Hasil analisis variansi jumlah bakteri berpengaruh tidak nyata (P>0,05) sedangkan waktu awal kebusukan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Rataan hasil perlakuan R0, R1, R2, R3, dan R4 secara berurutan pada jumlah bakteri yaitu 2.57 x 106 CFU/g, 2.28x 106 CFU/g, 2.20x 106 CFU/g, 1.94x 106 CFU/g, dan 1.75x 106 CFU/g, sedangkan waktu awal kebusukan yaitu 453.4 menit, 569.6 menit, 640.6 menit, 821.6 menit, dan 867,4 menit. Kesimpulan penggunaan konsentrasi larutan jahe merah sampai dengan 20% menghasilkan jumlah bakteri yang sama dan belum memenuhi SNI, akan tetapi dapat memperlambat waktu awal kebusukan. | The research aimed to determine the effect of red ginger concentration on the decrease of bacterial count and the time of early decay.The data was collected from 31th August until 6th September 2017 at the Livestock Product Technology laboratory of Faculty of Animal Husbandry, Jenderal SoedirmanUniversity Purwokerto. The material used is culled layer chicken chest, red ginger (Zingiber officinale var Rubrum), aquades, NA medium (Nutrien Agar), and Pb acetate.The experimental method used Completely Randomized Design (CRD) and advanced orthogonal polynomial test. There are 5 treatments and 5 repetitions, so there are 25 experiments. The treatment are R0 (without immersion), R1 (5% red ginger solution), R2 (10% red ginger solution), R3 (15% red ginger solution), and R4 (20% red ginger solution). The variables were bacterial count and initial time of decay. The result of variance analysis of bacterial counts was not significant (P> 0.05) while the initial time of decay was very significant (P <0.01). The average treatment outcomes R0, R1, R2, R3, and R4 sequentially in the bacterial counts were 2.57 x 106 CFU/g, 2.28 x 106 CFU/g, 2.20 x 106 CFU/g, 1.94 x 106 CFU/g, and 1.75 x 106 CFU/g, while the initial time of decay is 453.4 minutes, 569.6 minutes, 640.6 minutes, 821.6 minutes, and 867.4 minutes. The conclusion of the use of red ginger solution concentration up to 20% produces the same amount of bacteria and not yet fulfill SNI, but can slow the time of early decay. | |
| 16973 | 20162 | A1C013014 | KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA GULA AREN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Desa Sunyalangu merupakan salah satu penghasil gula aren di Kabupaten Banyumas. Sumber pendapatan rumah tangga perajin gula aren yaitu pendapatan yang diterima oleh perajin yang berasal dari usaha gula aren maupun di luar usaha gula aren. Pendapatan rumah tangga perajin yang berasal dari luar usaha gula aren terbagi menjadi dua yaitu pendapatan di sektor pertanian dan diluar sektor pertanian. Pendapatan yang diterima perajin dari usaha gula aren dapat memberikan sumbangan atau kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian bertujuan untuk: 1) menghitung besarnya biaya produksi dan pendapatan bersih dari usaha gula aren yang diterima perajin 2) mengetahui besarnya kontribusi usaha gula aren terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2017 di Desa Sunyalangu. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus dan diperoleh responden sebanyak 18 perajin gula aren. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) analisis biaya produksi 2) analisis penerimaan 3) analisis pendapatan 4) analisis pendapatan rumah tangga perajin 5) analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan perajin yaitu sebesar Rp659.073,00 dan penerimaan sebesar Rp836.538,00 per bulan. Pendapatan dari usaha gula aren yaitu sebesar Rp177.465,00. Pendapatan perajin di luar usaha gula aren yaitu sebesar Rp1.606.120,00 per bulan. Pendapatan total rumah tangga perajin yaitu sebesar Rp1.783.585,00. Besarnya kontribusi pendapatan usaha gula aren terhadap pendapatan rumah tangga perajin yaitu 9,95 persen. | ABSTRACT Sunyalangu Village is one of palm sugar producer in Banyumas Regency. The source of income households of palm sugar farmer is the income received by the artisans derived from the industry of palm sugar or outside the industry of palm sugar. The household income of farmer comes from outside the palm sugar industry is divided into two, there are income in the agricultural sector and outside the agricultural sector.The amount of production and selling price affects the income of the farmer. The income earned by craftsmen from business can contribute to household income. The study aims to: 1) calculate the amount of production costs and net income from palm sugar industry that receive by farmer 2) know the amount of contribution of palm sugar industry to household income. The research was held on July 2017 in Sunyalangu Village. The place selection is done purposively (purposive). Determination of respondents was done by census method and obtained 18 farmer of palm sugar. The data were collected by observation and interview using questionnaire. Analytical methods used are: 1) production cost analysis 2) revenue analysis 3) income analysis 4) household income of crafters analysis 5) Revenue contribution analysis. The results showed that the average cost of production is Rp659.073,00 and Rp836.538,00 for receive per month. The income from sugar palm industry is Rp177.465,00 for receive per month. The income outside the business is Rp1.606.120 per month The total income of household craftsmen is Rp Rp1.783.585,00. The amount revenue contribution of palm sugar to household income is 9,95 percent. | |
| 16974 | 20156 | A1C112036 | Kajian Finansial Lanting Pada Industri Rumah Tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara | Ubikayu sebagai bahan makanan memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan makanan lainnya, pada kandungan karbohidrat, lemak, protein, kalori, fosfor dan cita rasanya yang lezat. Ubikayu sebagai tanaman yang cukup potensial, tentunya ubikayu sudah sepatutnya untuk dikembangkan. Diversifikasi produk olahan ubikayu yang sering ditemui adalah tepung tapioka, gethuk, keripik ubikayu, manggleng, namun terdapat olahan lain dari ubikayu yaitu lanting. Melihat potensi tersebut ubikayu sebagai bahan baku lanting tersedia secara cukup, walaupun tidak semua desa di Kecamatan Susukan menghasilkan ubikayu. Oleh karena ketersediaan bahan baku yang cukup, maka perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan ubikayu guna meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, keuntungan usaha, R/C, Rentabilitas Ekonomi, Break-even point, dan tingkat kelayakan usaha lanting. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai 9 Mei 2017 di Desa Karangsalam Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan karena hanya desa tersebut yang memproduksi lanting di Kecamatan Susukan. Analisis data meliputi: analisis biaya, keuntungan, R/C, Rentabilitas Ekonomi, Break-even point, analisis Kontribusi Margin, analisis Degree Operating Leverage, analisis Margin of Safety dan analisi Target Laba. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan pada usaha lanting sebesar Rp10.346.160,58, penerimaan rata-rata sebesar Rp11.839.666,70, dan keuntungan rata-rata sebesar Rp1.493.506,12. Nilai R/C rata-rata sebesar 1,14. Nilai Rentabilitas Ekonomi rata-rata sebesar 14,4 persen. Jumlah produk pada saat BEP sebesar 48,94 kilogram, penerimaan pada saat BEP sebesar Rp1.076.746,31, nilai kontribusi margin rata-rata sebesar 16,4%, nilai Degree operating Leverage rata-rata sebesar 1,25 nilai Margin of Safety rata-rata sebesar 87,38 persen Rp10.345.500,76 dan nilai Target Laba sebesar Rp2.173.816,32. Oleh karena itu usaha lanting di Kecamatan Susukan layak, karena R/C lebih besar dari 1. Penerimaan, biaya dan harga jual lebih besar dari BEP. | Cassava has an upper hand than anpy other food when it comes to the nutrition contents such us more carbohydrate, fat, protein, calories, and not to mention it has better taste. As a potential commodity, it has to be developed. Many diversification product of cassava that are often be found such as tapioca flour, gethuk, cassava chips, manggleng, and lanting. After seeing a lot of potential that cassava has and a well stocked staple even when not every village at Susukan sub district cultivate it, cassava need to be utilized to increase its value. This study aim to find out the cost, revenue, R/C, Economical Rentability, Break-even point, and Lanting production feasibility level. Data was collected from April 10th to 9th may 2017 at Karangsalam Village, Susukan Sub-district, Banjarnegara. Location was determined purposely, by considering that Susukan is the only sub-dustrict that produce Lanting. Data was analyzed using cost, revenue analysis, R/C, Economical Rentability, Break-even point, Margin Contribution analysis, Degree Operating Lavarge analysis, Margin of Safety and Profit Target analysis. The result showed that the average total cost of Lanting production is Rp10.346.160,58 while Rp11.839.666,70 of the average total revenue and Rp1.493.506,12 of the average profit. The R/C ratio score is 1.14. The Economical Rentability score is 14,4 percent. The amount of the product on BEP state is 48,94 kilogram, with Rp1.493.506,12 of revenue on BEP state, the average margin contribution is 87,38 percent Rp10.345.500,76, and Degree operating Leverage score of 1.25, average margin of safety is 86 percent and the profit target of Rp2.173.816,32. Thus, The Lanting production business at Susukan sub-district is feasible because it has R/C ratio score bigger than 1. The revenue, cost and selling price are bigger that BEP. | |
| 16975 | 22061 | F1C014087 | Hubungan Antara Penggunaan Media Youtube Dengan Perilaku Hedonis Remaja SMA Di Purwokerto | Perkembangan jaman yang semakin modern berpengaruh pada perkembangan teknologi dan pengetahuan, terutama perkembangan teknologi komunikasi yang pesat. Modernisasi dan globalisasi memunculkan berbagai media baru atau new media, salah satunya adalah situs youtube. Sebagian besar dari masyarakat yang menggunakan situs youtube adalah kalangan muda yang masih dalam masa remaja, pada masa remaja merupakan masa yang labil dan mudah terpengaruh. Salah satunya adalah pengaruh dari penggunaan media youtube , karena setiap penggunaan suatu media pasti akan membawa dampak baik positif maupun negatif kepada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media youtube dengan perilaku hedonis remaja SMA di Purwokerto. Dalam penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Respons (S-O-R), dengan metode penelitian kuantitatif eksplanatif. Sampel dalam penelitian sejumlah 98 responden melalui teknik pengambilan sampel yaitu propotionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan koefesisen korelasi sebesar 0,224 dan nilai siginifikan sebesar 0,026, dengan nilai yang siginifikan berarti menghasilkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan media youtube dengan perilaku hedonis remaja SMA di Purwokerto. Tayangan youtube yang berkonten hedonisme seperti tayangan vlog yang mayoritas berisi hiburan semacam video nongkrong, liburan ke luar negeri , dan lainnya dapat mempengaruhi perilaku remaja ke arah perilaku hedon. | The development of an increasingly modern era influenced the development of technology and knowledge, especially the rapid development of communication technology. Modernization and globalization bring new media or new media, one of them is youtube site. Most of the people who use youtube sites are young people who are still in adolescence, in adolescence is a period of unstable and easily affected. One of them is the influence of the use of youtube , because every use of a media will bring positive impact and negative to the users. This study aims to determine the relationship between the use of youtube media with high school adolescent hedonist behavior in Purwokerto. In this study using Stimulus-Organism-Response theory (S-O-R), with explanative quantitative research methods. Sample in the research of 98 respondents through sampling technique that is propotionate stratified random sampling. The results showed the correlation coefficient of 0.224 and the significance value of 0.026, with significant value means that there is a relationship between the use of youtube media with the behavior of high school adolescent hedonists in Purwokerto. Hands-on youtube impressions such as vlog impressions that contain the majority of entertainment such as hanging out videos, overseas holidays, and others can influence teen behavior toward hedon behavior. | |
| 16976 | 21438 | A1H012028 | Rancang Bangun Mesin Peniris Minyak (Spinner) MendoanTipe Circle Rack | Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju, manusia dituntut untuk berpikir kreatif serta berusaha mencari alternatif lain bagaimana agar dapat mempermudah pekerjaan, memaksimalkan kualitas dan mengefektifkan sumber daya yang ada. Salah satu cara yang dapat ditempuh antara lain dengan memodifikasi alat yang sudah ada atau menciptakan suatu alat bantu pekerjaan yang baru. Tujuan dari penelitian adalah : 1) Merancang mesin peniris minyak untuk gorengan mendoan tipe Circle rack, 2) Menguji kinerja mesin peniris minyak mendoan tipe Circle rack. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alat dan Mesin Universitas Teknologi Pertanian Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dalam 3 tahapan : 1) Tahap perancangan mesin, 2) Tahap pembuatan mesin, dan 3) Tahap Pengujian mesin. Pengujian dilakukan dalam bentuk uji kinerja mesin dalam keadaan tanpa beban dan tanpa beban, dengan variabel pengamatan meliputi massa Circle Rack (m), massa mendoan (m), waktu penirisan (t) dan persentase minyak (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan mesin peniris (Spinner) minyak mendoan tipe Circle Rack berhasil dilakukan dengan prinsip kerja memanfaatkan kekuatan penekanan dan gaya dorong dari gaya sentrifugal. Mesin peniris (Spinner) minyak mendoan tipe Circle Rack mampu meniriskan minyak dari beban mendoan rata – rata 2,2 Kg, dengan kapasitas ruang maksimal untuk mendoan adalah 40 buah per penirisan. Uji Kinerja mesin menunjukkan bahwa mesin mampu meniriskan persentase minyak sebesar 17,09% untuk waktu penirisan selama 1 menit, dan 7,2 % untuk waktu penirisan selama 2 menit. | In the middle of science and technology advances, humans are being accused to be more creative and to finding alternatives in the purpose of simplify their jobs, to maximizes job’s quality, and to increase the effectiveness of sources usage. One of the methods that can be carried out, is with modifying tools and machines, or inventing new ones.The oil drying process that usually did by the food sellers while doing the job, oftenly is not optimum, causing the fried foods still containing too many oil within its, and decreased the quality of the fried food. The research was aimed to : 1) Design Oil Separator machine (Spinner) for mendoan Type Circle Rack. 2) Examine the machine ability to works like how it designed to. This research was conducted in the Laboratory of Tools and Machine in University of General Soedriman. This Research did in several stages : 1) Machine designing stage, 2) Machine manufacturing stage, and the last 3) Machine’s ability examining stage. The examines was carried out in the form of ability testing of The oil separator machine (spinner) for mendoan type Circle Rack with variable observed is the mass of Circle Rack (m), the mass of mendoan (m), oil separating time (t) and oil percentage (%).The Result shows that the machine is successfully designed and works using principle of pressing power and pushing force from centrifugal force. The oil separator machine (Spinner) for mendoan type Circle Rack, able to works with weight given to the rack for average of 2,2 Kg, and maximum space capacity is 40 pieces of mendoan per process. The ability examining result shows, the total oil percentage separated from mendoan has value of 17, 09% for 1 minute working time, and 7,2 % for 2 minutes working time. | |
| 16977 | 20158 | F1F012030 | Multicultural Identity in Queen | Penelitian yang berjudul “Multicultural Identity in Queen” ini menganalisa bagaimana Queen menunjukkan isu identitas multikultural. Objek dari penelitian ini adalah sebuah band bernama Queen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian budaya yang dicetuskan oleh Michael Ryan, teori identitas yang dicetuskan oleh Thomas Nakayama, dan multikulturalisme yang dicetuskan oleh Bhikhu Parekh. Selain itu, metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Identitas-identitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah identitas gender, identitas rasial dan etnik, identitas religius, identitas kelas, dan identitas umur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Queen mengangkat isu identitas multikultural dengan menghadirkan isu tersebut di berbagai aspek. Pertama, Queen mengangkat isu identitas gender yang multikultural dengan menunjukkan berbagai macam gender melalui pakaian yang digunakan dalam sampul album, pakaian yang digunakan dalam foto, pakaian yang digunakan dalam video klip, penampilan panggung, lirik lagu, latar belakang akademis, alat musik, dan nama band. Kedua, Queen mengangkat isu identitas ras dan etnik yang multikultural dengan menunjukkannya melalui latar belakang personil band, nama panggung vokalisnya, penampilan panggung, lirik lagu, genre lagu, aransemen lagu, dan logo band. Ketiga, isu identitas religius yang multikultural direpresentasikan Queen dengan menunjukkannya melalui latar belakang personil band, dan lirik-lirik lagu mereka. Keempat, identitas kelas yang multikultural direpresentasikan Queen dengan menunjukkannya melalui genre dan lirik lagu, pengalaman-pengalaman personil band, penampilan panggung, dan nama band. Terakhir, Queen merepresentasikan isu identitas umur yang multikultural melalui popularitas lagu, isu yang diangkat dalam lagu, aransemen lagu, pengalaman para personil band, cangkupan usia penggemarnya, dan figur sang vokalis, Freddie Mercury. | This research, entitled “Multicultural Identity in Queen”, analyses how multicultural identity issue is represented by Queen. The object of this research is a band named Queen. The approach of cultural studies by Michael Ryan, the theory of identity by Thomas Nakayama, and the theory of multiculturalism by Bhikhu Parekh, are used to analyze the object of the research. Further, the method that is used to analyzed is descriptive qualitative method. The identities that are used in this research are gender identity, racial and ethnic identity, religious identity, class identity, and age identity. The result of this research shows that the way Queen represents multicultural issue is by displaying it through many aspects. First, Queen represents multicultural identity of gender by displaying various gender identity through their fashion in album cover, photoshoot, and music video, stage performance, lyrics of the songs, academic background, instruments the band plays, and the name of the band. Second, Queen displays multicultural identity of race and ethnic by displaying various racial and ethnic identity through the background of its member, the stage name of the vocalist, stage performance, lyrics, genre and arrangement of the songs, and the band logo. Third, the multicultural identity of religion is represented by Queen by having various religious identity in the background of the members of the band and the lyrics of its songs. Fourth, multicultural identity in social class in Queen is represented through the genres and lyrics of the songs, personal experiences of the members, stage performance, and the name of the band. The last, Queen represents multicultural identity of age through the popularity, issue, and arrangements of Queen’s songs, the personal experience of the members of the band, the range of age of Queen’s fans, and the figure of the vocalist, Freddie Mercury. | |
| 16978 | 20160 | C1B013080 | RISIKO RANTAI PASOK MAKANAN TAHU DALAM PERSPEKTIF SISTEM TRACEABILITY (Studi pada industri tahu desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas) | Judul penelitian ini adalah: Risiko Rantai Pasokan Makanan Tahu Dalam Perspektif Sistem Traceability (Studi pada Industri Tahu Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Flexibility Supply, Postponemen, Strategy Stock, dan Fleksibilitas Transportasi berpengaruh terhadap Manajemen Risiko Rantai Pasokan terhadap pengusaha tahu desa Kalisari. Sampel penelitian sebanyak 72 responden dari total 252 anggota populasi diambil secara simple random sampling. Hipotesis dari penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan kuesioner untuk dibagikan kepada responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta, pendapat, tindakan dan karakteristik responden yang merupakan populasi. Popolasi dalam penelitian ini adalah pengusaha mengenal desa Kalisari. Hasil penelitian ini menunjukkan Fleksibilitas Supply, Posponement, dan Fleksibilitas Transportion memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Risiko Manajemen Rantai Pasokan yang mengetahui pengusaha desa Kalisari, sedangkan untuk Strategy Stock memiliki pengaruh negatif tidak signifikan dan tingkat keberhasilan model regresi berganda dalam penelitian ini sebesar 69,8 persen. | The title of this research is : Supply Chain Risk Tofu food In Perspective Traceability System (Study on Industry Tofu Kalisari Village, Cilongok Sub-district, Banyumas Regency). The purpose of this research is to find out whether Flexibilit Supply, Postponement, Stock Strategy, and Flexibility Transportation have an influence on Supply Chain Risk Management to tofu businessman Kalisari village. The research sample about 72 respondens of total 252 members of population, taken by simple random sampling. The hypothesis of this research are This type of research is a survey research using questionnaires to be distributed to respondents. This research is intended for information on the facts, opinions, actions and characteristics of the respondents who are the population. Popolation in this research is entrepreneur know the village of Kalisari. The results of this study indicate Flexibility Supply, Postponement, and Flexibility Transportion has a significant positive effect on Supply Chain Management Risk entrepreneurs know the village of Kalisari, while for the Stock Strategy has a negative influence is not significant and the success rate of multiple regression model in this study amounted to 69.8 percent. | |
| 16979 | 20159 | D1E013076 | PERBANDINGAN PANJANG BADAN, LINGKAR DADA, DAN TINGGI PUNDAK ANTARA KAMBING PERANAKAN ETAWAH BETINA DEWASA DI KECAMATAN GUMELAR DAN KALIGESING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari ukuran linier tubuh (panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak) kambing Peranakan Etawah betina dewasa di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas dan Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey secara purposive sampling dan pengambilan data ternak kambing Peranakan Etawah betina dewasa dilakukan dengan metode snowball sebanyak 49 ekor untuk masing-masing kecamatan. Variabel yang diukur dan diamati adalah panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui jumlah, rata-rata dan ukuran linier tubuh. Uji t digunakan untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang tidak saling berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran panjang badan dan lingkar dada kambing Peranakan Etawah betina dewasa di Kecamatan Gumelar berbeda sangat nyata dengan di Kecamatan Kaligesing (P < 0,01), sedangkan ukuran tinggi pundak dinyatakan terdapat perbedaan yang nyata (P < 0,05). Genetik, lingkungan, dan manajemen pemeliharaan adalah penyebab perbedaan ukuran panjang badan, lingkar dada, dan tinggi pundak di dua kecamatan tersebut. Kualitas dan ukuran tubuh kambing di Kecamatan Kaligesing lebih unggul dibandingkan di Kecamatan Gumelar. | This research purpose to identify and examine the linear size (length of body, girth of chest, and height of back) Etawah Offspring doe in the Gumelar District of Banyumas Regency and the Kaligesing District of Purworejo Regency. Research was used survey method by purposive sampling and data collection of Etawah Offspring doe was conducted by snowball method on 49 goats for each different district. The variable that were measured in this research were length of body, girth of chest, and height of back. The data obtained were analyzed descriptively to know the number, mean and linear size of the body. t-Test were used to compare the mean of the two unrelated groups. The results showed the very real difference length of body and girth of chest between Etawah Offsprings doe in Gumelar District and Kaligesing District (P < 0.01), while there is a difference for height of back (P < 0.05). These differences was caused genetic, environment, and treatment management that were difference between both area. Quality and linear size of the body goats in Kaligesing District is more superior than Gumelar District. | |
| 16980 | 20161 | C1B013032 | ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED, MARKET VALUE ADDED,DAN FINANCIAL VALUE ADDED PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul ”Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Merger dengan Menggunakan Metode Economic Value Added, Market Value Added, dan Financial Value Added pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kinerja keuangan sebelum dan setelah merger menggunakan metode Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA) dan metode Financial Value Added (FVA) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan aktivitas merger selama periode tahun 2010-2014. Berdasarkan teknik purposive sampling, maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 perusahaan. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan sebelum dan sesudah merger menggunakan metode Economic Value Added (EVA), tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger menggunakan metode Market Value Added (MVA), dan terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan sebelum dan sesudah merger menggunakan metode Financial Value Added (FVA). Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya, pihak manajemen perusahaan go public terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menerapkan kebijakan merger perlu memprioritaskan upaya-upaya strategis yang terkait dengan peningkatan nilai tambah ekonomis perusahaan melalui peningkatan laba bersih operasional setelah pajak (NOPAT) serta pengelolaan modal dan aktiva tetap (fixed asset) perusahaan secara efektif dan efisien. Kata kunci: Merger, Kinerja Keuangan, Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Financial Value Added (FVA). | This research was entitled “Comparison Analysis of Financial Performance Before and After Merger Activity by Using Economic Value Added, Market Value Added, and Financial Value Added Methods of Companies Listed on Indonesia Stock Exchange”. The aims of research were to find out and to analyze the differences in financial performance before and after merger activity by using Economic Value Added, Market Value Added, and Financial Value Added Methods of companies listed on Indonesia Stock Exchange. Type of this research was comparative with quantitative approach. Population of this research was all companies listed on Indonesia Stock Exchange which conducts the merger activity during the period of 2010-2014. Based on purposive sampling technique, it known that sample size within study was 21 companies. Furthermore, data analysis techniques within study uses Kolmogorov-Smirnov test and Wilcoxon Signed Rank Test. Based on the results of data analysis, it could be concluded that there was a difference in financial performance before and after merger activity by using Economic Value Added (EVA) method, there was no difference in financial performance before and after merger activity by using Market Value Added (MVA) method, and there was a difference in financial performance before and after activity by using Financial Value Added (FVA). Refered to these conclusions, it could be implied that as an effort to continuously improve its financial performance, management of public companies listed on Indonesia Stock Exchange which conduct the merger activity need to prioritize the strategic efforts related to improving the company’s economic value added through increasing net operating profit after tax (NOPAT), increase the management of company’s capital and fixed asset effectively and efficiently. Keywords: Merger, Financial Performance, Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA), Financial Value Added (FVA). |