Artikel Ilmiah : A1L013105 a.n. EGI LYSTANTO

Kembali Update Delete

NIMA1L013105
NamamhsEGI LYSTANTO
Judul ArtikelEVALUASI STATUS HARA P PADA LAHAN SAWAH IRIGASI TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui besarnya kandungan unsur hara P pada tanah sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, (2) memetakan status hara P pada lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum di Kabupaten Banyumas, dan (3) mengetahui korelasi ketersediaan unsur hara P dengan produksi padi sawah yang ada. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum wilayah Kabupaten Banyumas dan analisis tanah dilakukan di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Semarang. Pengambilan sampel berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Terdapat 7 SLH yang terbentuk dari overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan cara komposit. Hasil penelitian menunjukan : 1) P-total pada SLH 1 yaitu 40,24 mg/100g; SLH 2 yaitu 51,98 mg/100g; SLH 3 yaitu 57,52 mg/100g; SLH 4 yaitu 82,17 mg/100g; dan SLH 5 yaitu 83,93 mg/100g. P-tersedia pada SLH 1 yaitu 16,19 ppm; SLH 2 yaitu 20,62 ppm; SLH 3 yaitu 23,96 ppm; SLH 4 yaitu 43,72 ppm; dan SLH 5 yaitu 25,10 ppm. C-organik pada SLH 1 yaitu 2,13%; SLH 2 yaitu 1,51%; SLH 3 yaitu 1,13%; SLH 4 yaitu 2,34%; dan SLH 5 yaitu 1,38%. pH pada SLH 1 yaitu 6,69; SLH 2 yaitu 6,74; SLH 3 yaitu 6,92; SLH 4 yaitu 6,23; dan SLH 5 yaitu 6,47. KTK pada SLH 1 yaitu 18,9 cmol(+)/kg; SLH 2 yaitu 19,87 cmol(+)/kg; SLH 3 yaitu 17,38 cmol(+)/kg; SLH 4 yaitu 15,23 cmol(+)/kg; dan SLH 5 yaitu 40,62 cmol(+)/kg. KB pada SLH 1 yaitu 15,01%; SLH 2 yaitu 14,00%; SLH 3 yaitu 15,45%; SLH 4 yaitu 13,69%; dan SLH 5 yaitu 8,61%. 2) Status hara P-total pada lahan sawah yang teraliri irigasi Tajum termasuk dalam kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi, sedangkan status P-tersedia termasuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi. 3) Korelasi P-total dengan hasil produksi yaitu r = -0,09504 dan tidak signifikan. Sedangkan korelasi P-tersedia dengan hasil produksi yaitu r = 0,36253 dan tidak signifikan. 4) Rekomendasi pemupukan pada SLH satu perlu ditambahkan pupuk P sebanyak 23,8 kg/ha P2O5.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to: (1) know the amount of nutrient content of P in paddy field irrigated Tajum in Banyumas Regency, (2) map the nutrient status of P in rice field irrigated Tajum in Banyumas Regency, and (3) to know the correlation of availability nutrient P elements with existing paddy rice production. The research method used survey method. The research was conducted in paddy field which was irrigated by Tajum of Banyumas Regency and the soil analysis was conducted in the laboratory of Agricultural Technology Assessment Institute (BPTP) Semarang. Sampling based on homogeneous land units (SLH). There are 7 SLHs formed from overlay of land type map, slope slope and land use. Soil sampling is done by purposive random sampling method by composite method. The results showed the following results: 1) 1) P-total at SLH 1 is 40.24 mg / 100g; SLH 2 is 51,98 mg / 100g; SLH 3 is 57,52 mg / 100g; SLH 4 is 82,17 mg / 100g; and SLH 5 is 83,93 mg / 100g. P-available at SLH 1 that is 16,19 ppm; SLH 2 is 20.62 ppm; SLH 3 is 23,96 ppm; SLH 4 is 43,72 ppm; and SLH 5 is 25,10 ppm. C-organic at SLH 1 is 2,13%; SLH 2 is 1.51%; SLH 3 is 1.13%; SLH 4 is 2,34%; and SLH 5 is 1.38%. pH at SLH 1 is 6.69; SLH 2 is 6.74; SLH 3 is 6.92; SLH 4 is 6.23; and SLH 5 is 6.47. CEC at SLH 1 is 18.9 cmol (+) / kg; SLH 2 is 19.87 cmol (+) / kg; SLH 3 is 17,38 cmol (+) / kg; SLH 4 is 15.23 cmol (+) / kg; and SLH 5 is 40.62 cmol (+) / kg. KB at SLH 1 is 15.01%; SLH 2 is 14.00%; SLH 3 is 15.45%; SLH 4 is 13.69%; and SLH 5 is 8.61%. 2) The total nutrient status of P-total on irrigated Tajum irrigated rice fields is categorized as medium, high, and very high, while P-available status is included in high and very high category. 3) The correlation of P-total with production yield is r = -0.09504 and not significant. Whereas the correlation between P-available and rice yield r = 0.36253 and not significant. 4) Fertilizer recommendation on SLH one need to add P fertilizer as much as 23.8 kg / ha P2O5.
Kata kunciKata kunci: P-total, P-tersedia, pupuk, korelasi
Pembimbing 1Ir. Begananda, M.S.
Pembimbing 2 Ir. Joko Maryanto, M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2017-11-13 08:03:27.846287
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.