Home
Login.
Artikelilmiahs
20156
Update
MUHAMMAD HILMAN BANI SYAHIDIN
NIM
Judul Artikel
Kajian Finansial Lanting Pada Industri Rumah Tangga di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubikayu sebagai bahan makanan memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan makanan lainnya, pada kandungan karbohidrat, lemak, protein, kalori, fosfor dan cita rasanya yang lezat. Ubikayu sebagai tanaman yang cukup potensial, tentunya ubikayu sudah sepatutnya untuk dikembangkan. Diversifikasi produk olahan ubikayu yang sering ditemui adalah tepung tapioka, gethuk, keripik ubikayu, manggleng, namun terdapat olahan lain dari ubikayu yaitu lanting. Melihat potensi tersebut ubikayu sebagai bahan baku lanting tersedia secara cukup, walaupun tidak semua desa di Kecamatan Susukan menghasilkan ubikayu. Oleh karena ketersediaan bahan baku yang cukup, maka perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan ubikayu guna meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, keuntungan usaha, R/C, Rentabilitas Ekonomi, Break-even point, dan tingkat kelayakan usaha lanting. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai 9 Mei 2017 di Desa Karangsalam Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan karena hanya desa tersebut yang memproduksi lanting di Kecamatan Susukan. Analisis data meliputi: analisis biaya, keuntungan, R/C, Rentabilitas Ekonomi, Break-even point, analisis Kontribusi Margin, analisis Degree Operating Leverage, analisis Margin of Safety dan analisi Target Laba. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan pada usaha lanting sebesar Rp10.346.160,58, penerimaan rata-rata sebesar Rp11.839.666,70, dan keuntungan rata-rata sebesar Rp1.493.506,12. Nilai R/C rata-rata sebesar 1,14. Nilai Rentabilitas Ekonomi rata-rata sebesar 14,4 persen. Jumlah produk pada saat BEP sebesar 48,94 kilogram, penerimaan pada saat BEP sebesar Rp1.076.746,31, nilai kontribusi margin rata-rata sebesar 16,4%, nilai Degree operating Leverage rata-rata sebesar 1,25 nilai Margin of Safety rata-rata sebesar 87,38 persen Rp10.345.500,76 dan nilai Target Laba sebesar Rp2.173.816,32. Oleh karena itu usaha lanting di Kecamatan Susukan layak, karena R/C lebih besar dari 1. Penerimaan, biaya dan harga jual lebih besar dari BEP.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cassava has an upper hand than anpy other food when it comes to the nutrition contents such us more carbohydrate, fat, protein, calories, and not to mention it has better taste. As a potential commodity, it has to be developed. Many diversification product of cassava that are often be found such as tapioca flour, gethuk, cassava chips, manggleng, and lanting. After seeing a lot of potential that cassava has and a well stocked staple even when not every village at Susukan sub district cultivate it, cassava need to be utilized to increase its value. This study aim to find out the cost, revenue, R/C, Economical Rentability, Break-even point, and Lanting production feasibility level. Data was collected from April 10th to 9th may 2017 at Karangsalam Village, Susukan Sub-district, Banjarnegara. Location was determined purposely, by considering that Susukan is the only sub-dustrict that produce Lanting. Data was analyzed using cost, revenue analysis, R/C, Economical Rentability, Break-even point, Margin Contribution analysis, Degree Operating Lavarge analysis, Margin of Safety and Profit Target analysis. The result showed that the average total cost of Lanting production is Rp10.346.160,58 while Rp11.839.666,70 of the average total revenue and Rp1.493.506,12 of the average profit. The R/C ratio score is 1.14. The Economical Rentability score is 14,4 percent. The amount of the product on BEP state is 48,94 kilogram, with Rp1.493.506,12 of revenue on BEP state, the average margin contribution is 87,38 percent Rp10.345.500,76, and Degree operating Leverage score of 1.25, average margin of safety is 86 percent and the profit target of Rp2.173.816,32. Thus, The Lanting production business at Susukan sub-district is feasible because it has R/C ratio score bigger than 1. The revenue, cost and selling price are bigger that BEP.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save