Home
Login.
Artikelilmiahs
20072
Update
NOVA DAMAYANTI
NIM
Judul Artikel
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SELULASE DARI CAIRAN RUMEN KAMBING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan penelitian bioetanol saat ini sudah memasuki generasi kedua dengan menggunakan bahan yang mengandung lignoselulosa. Hidrolisis lignoselulosa secara enzimatis, memiliki keuntungan yaitu produk yang dhasilkan cukup tinggi dibandingkan hidrolisis menggunakan asam. Salah satu alternatif untuk mendapatkan sumber selulase dengan harga yang cukup murah adalah dengan memanfaatkan cairan rumen kambing. Sifat atau karakteristik selulase yang diperoleh dari cairan rumen kambing belum banyak diteliti, sehingga perlu dilakukan isolasi dan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendapatkan isolat selulase dari cairan rumen kambing, dan 2) mengetahui tingkat aktivitas dan karakteristik ekstrak selulase kasar dari cairan rumen kambing di antaranya pH optimum, suhu optimum, dan parameter kinetika reaksi enzimatis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah aktivitas selulase, aktivitas spesifik enzim, dan karakteristik enzim di antaranya ketahanan terhadap pH, ketahanan terhadap suhu, dan kinetika reaksi enzimatis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan pengendapan menggunakan garam amonium sulfat dengan tingkat konsentrasi 60% mampu mengendapkan protein paling optimum dengan supernatan sebesar 8,28%. Esktrak selulase kasar ini memiliki rata-rata aktivitas spesifik yaitu 1,6256 IU/mg. Isolat K1 (Kambing 1) digunakan untuk proses karakterisasi karena memiliki nilai aktivitas selulase tertinggi yaitu 0,8852 IU/ml. Karakteristik selulase kasar dari cairan rumen kambing optimum pada pH 6 dengan aktivitas enzim sebesar 1,0837 IU/ml, suhu 60oC dengan aktivitas enzim sebesar 0,7619 IU/ml, dan konsentrasi substrat CMC 2,5% dengan aktivitas enzim sebesar 0,2179 IU/ml, sehinga memiliki nilai Vmaks (laju reaksi maksimum) sebesar 0,0038 IU/ml dan KM (konstanta Michaelis-Menten) sebesar 0,0295%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of bioethanol research has now entered the second generation by using materials containing lignocellulose. Enzymatic hydrolysis of lignocellulose, has the advantage that the product is higher than acid-hydrolysis. One alternative to get the source of cellulase with a fairly cheap price is to use rumen liquid goat. The nature or characteristic obtained from a liquid rumen goats not many meticulous, so needed isolation and characterization. This study attempts (1) get cellulase isolate from rumen fluid of goat, (2) to know the activity level and characteristic of rough cellulase from rumen fluid of goat such as optimum pH, optimum temperature, and kinetics of enzymatic reaction. This research is an experimental using five samples. The variables observed in this research were enzyme activity, enzyme specific activity and enzyme characteristic to know resistance to pH, resistance to temperature, and kinetics parameter of enzymatic reaction consisting. The data obtained were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that sedimentation using ammonium sulphate salt with a concentration level of 60% was able to precipitate the most optimum protein with supernatant of 8.28%. This crude cellulase extract has a specific activity average of 1.6256 IU/mg. Isolate K1 (goat 1) is used for the characterization process because it has the highest cellulase activity value of 0.8852 IU/ml. Characteristics of coarse cellulase from optimum rumen goat liquid at pH 6 with enzyme activity of 1.0837 IU/ml, temperature 60oC with enzyme activity of 0.7619 IU/ml, and 2.5% CMC substrate concentration with enzyme activity of 0.2179 IU/ml, so it has a Vmax value (maximum reaction rate) of 0.0038 IU/ml and KM (Michaelis-Menten constant) of 0.0295%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save