| NIM | D1E012102 |
| Namamhs | PUTRI |
| Judul Artikel | PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR PADA LARUTAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN AWAL KEBUSUKAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi jahe merah terhadap penurunan jumlah bakteri dan lama waktu awal kebusukan. Pengambilan data dimulai tanggal 31 Agustus sampai dengan 6 September 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan yaitu daging dada ayam petelur afkir, jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum), aquades, media NA (Nutrien Agar), dan Pb asetat. Metode penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut orthogonal polinominal. Terdapat 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 percobaan. Perlakuan yang diberikan R0(tanpa perendaman), R1 (larutan jahe merah 5%), R2 (larutan jahe merah 10%), R3 (larutan jahe merah 15%), dan R4 (larutan jahe merah 20%). Peubah yang diukur adalah jumlah bakteri dan waktu awal kebusukan. Hasil analisis variansi jumlah bakteri berpengaruh tidak nyata (P>0,05) sedangkan waktu awal kebusukan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Rataan hasil perlakuan R0, R1, R2, R3, dan R4 secara berurutan pada jumlah bakteri yaitu 2.57 x 106 CFU/g, 2.28x 106 CFU/g, 2.20x 106 CFU/g, 1.94x 106 CFU/g, dan 1.75x 106 CFU/g, sedangkan waktu awal kebusukan yaitu 453.4 menit, 569.6 menit, 640.6 menit, 821.6 menit, dan 867,4 menit. Kesimpulan penggunaan konsentrasi larutan jahe merah sampai dengan 20% menghasilkan jumlah bakteri yang sama dan belum memenuhi SNI, akan tetapi dapat memperlambat waktu awal kebusukan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aimed to determine the effect of red ginger concentration on the decrease of bacterial count and the time of early decay.The data was collected from 31th August until 6th September 2017 at the Livestock Product Technology laboratory of Faculty of Animal Husbandry, Jenderal SoedirmanUniversity Purwokerto. The material used is culled layer chicken chest, red ginger (Zingiber officinale var Rubrum), aquades, NA medium (Nutrien Agar), and Pb acetate.The experimental method used Completely Randomized Design (CRD) and advanced orthogonal polynomial test. There are 5 treatments and 5 repetitions, so there are 25 experiments. The treatment are R0 (without immersion), R1 (5% red ginger solution), R2 (10% red ginger solution), R3 (15% red ginger solution), and R4 (20% red ginger solution). The variables were bacterial count and initial time of decay. The result of variance analysis of bacterial counts was not significant (P> 0.05) while the initial time of decay was very significant (P <0.01). The average treatment outcomes R0, R1, R2, R3, and R4 sequentially in the bacterial counts were 2.57 x 106 CFU/g, 2.28 x 106 CFU/g, 2.20 x 106 CFU/g, 1.94 x 106 CFU/g, and 1.75 x 106 CFU/g, while the initial time of decay is 453.4 minutes, 569.6 minutes, 640.6 minutes, 821.6 minutes, and 867.4 minutes. The conclusion of the use of red ginger solution concentration up to 20% produces the same amount of bacteria and not yet fulfill SNI, but can slow the time of early decay. |
| Kata kunci | Jahe merah, jumlah bakteri dan waktu awal kebusukan |
| Pembimbing 1 | Ir. Kusuma Widayaka, MS. |
| Pembimbing 2 | Ir. Mardiati Sulistyowati, MP. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2017-11-11 10:24:08.185554 |
|---|