Artikelilmiahs
Menampilkan 16.301-16.320 dari 49.956 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16301 | 19614 | C1C013128 | ANALISIS PENGARUH CAR, NPL, LDR DAN FBI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN PERIODE 2010-2014 | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Fee Based Income (FBI) terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang diproksi dengan Earning Power (EP). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSND) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2014. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data diperoleh dengan cara mendownload laporan tahunan bank umum swasta nasional devisa melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu: www.idx.co.id . Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Fee Based Income (FBI) tidak dapat meningkatkan Kinerja Keuangan Perbankan, dan Non Performing Loan (NPL) dapat menurunkan Kinerja Keuangan Perbankan. Implikasi dari penelitian diatas yaitu perbankan dalam upaya meningkatkan rasio CAR, NPL, LDR dan FBI sebaiknya memperhatikan peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan keempat rasio tersebut. Upaya untuk meningkatkan CAR dapat dilakukan dengan menambah modal yang berasal dari tingkat kepercayaan masyarakat untuk menabung. Upaya untuk mempertahankan NPL dapat dilakukan dengan memberikan kredit yang konservatif sehingga tingkat kredit bermasalah dapat ditekan. Serta upaya untuk meningkatakan rasio LDR dan FBI masing-masing dengan cara memberikan kredit yang berkualitas yang konservatif serta dengan memperbarui sistem, teknologi dan perbaikan pelayanan fasilitas perbankan. | The purpose of this research is to examine the influence of the Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) and Fee Based Income (FBI) on the Financial Performance of Banking proxed with Earning Power (EP). This research is a quantitive with documentation method and literature study. The population in this study is BUSND’banks in period 2010-2014. The sample selection used purposive sampling method with 25 samples as total sample. This research used secondary data. The data collected by downloading annual report of BUSND’banks through the official website of Indonesia Stock Exchange called: www.idx.co.id. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The results of this study proved that the Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR) and Fee Based Income (FBI) can not increase Financial Performance of bank, and Non Performing Loan (NPL) can decrease Financial Performance of banking. The implication of the research is banking in an effort to increase the ratios of CAR, NPL, LDR and FBI should pay attention to Bank Indonesia regulations related to the four ratios. The Efforts to increase CARs can be done by adding capital that comes from the level of public confidence to save their money. The Efforts to maintain NPLs can be done by providing conservative credit so that the level of problem loans can be reduced. And the efforts to increase LDR and FBI ratios respectively by providing quality conservative credit and by updating system, technology and repair banking service facilities. | |
| 16302 | 19615 | I1F015024 | HUBUNGAN AKTIVITAS SPIRITUAL TERHADAP DEPRESI PASIEN LANJUT USIA MUSLIM DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Depresi pada orang tua yang mengalami hospitalisasi merupakan masalah yang unik dan berpengaruh negatif terhadap fisik, psikologis, kesehatan sosial, dan fungsi. Depresi pada lansia diduga dipengaruhi oleh bagaimana lansia melakukan aktivitas spiritual. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas spiritual terhadap depresi pasien lanjut usia muslim di ruang rawat inap RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis quota sampling sebanyak 61 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan menggunakan kuesioner aktivitas spiritual. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan spearman rank test. Hasil: Hampir setengah dari responden responden berumur 65-69 tahun sebanyak 26 responden (42,6%), setengah dari responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 responden (57,4%), responden dengan pendidikan dasar sebanyak 46 responden (75,4%), serta responden dengan penyakit jantung (Congestive Heart Failure/CHF) sebanyak 33 responden (54,1%). Nilai tengan dari hasil data skor aktivitas spiritual responden sebesar 7 dari rentang skor 0 sampai 8 dengan nilai minimal 3 dan nilai maksimal 8 untuk hasil penelitian ini, dan nilai tengah dari skor depresi responden adalah 9 dari rentang skor 0 sampai 15, dengan nilai minimal 4 dan nilai maksimal 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara aktivitas spiritual terhadap depresi pasien lansia muslim yang dirawat (p= 0,000; r = -0,563). Kesimpulan: Semakin tinggi aktivitas spiritual maka semakin rendah depresi pasien lansia yang dirawat. | Background: Depression in hospitalized elderly is a unique problem and negatively affects in physical, psychological, social health, and function. Depression in the elderly is thought to be influenced by how the elderly doing the spiritual activity. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship of spiritual activity to the score of depression of elderly Muslim patients in inpatient wards RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods: This was an observational study with a cross-sectional design. Sampling using non-probability sampling technique with quotas sampling type counted 61 respondents. The study used a Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaire and used a questionnaire of spiritual activity. A bivariate analysis in this study using Spearman rank test. Results: More of respondents aged 65-69 years were 26 respondents (42.6%), male 35 respondents (57.4%), most respondents graduated from basic education 46 respondents (75.4%), and respondents with Congestive Heart Failure (CHF) as much as 33 respondents (54.1%). The median value of the data score spiritual activity of respondents was 7 with 3 minimum score and a maximum value of 8 for this study, from the score range 0 to 8, and the median value of the depressed respondents was 9 with a minimum score of 4 and a maximum score is 12, from the score range 0 to 15. The results showed that there was a significant correlation between spiritual activity to the depressed score of geriatric patients treated (p = 0,000; r = -0,563). Conclusion: Higher spiritual activity score can be decreased the depression score of geriatric patients being treated at RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo. | |
| 16303 | 19616 | C1J013020 | Determinants of Educated Unemploment Rate in Central Java Province | Pengangguran terdidik merupakan salah satu permasalahan ekonomi yang cukup serius dan menjadi perhatian pemerintah. Bonus demografi Indonesia yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2020-2030 bisa berubah menjadi ancaman apabila permasalahan pengangguran terdidik dan ketersedian lapangan pekerjaan belum teratasi. Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang masih mengalami permasalahan pengangguran terdidik. Meskipun tingkat pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan dari tahun 2009 sampai 2015, namun besarnya masih diatas tingkat nasional. Hal itu diduga terkait dengan besarnya upah minimum, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dimiliki tiap kabupaten/kota. Metode yang digunakan merupakan metode data kuantitatif. Metode analisis dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Variabel bebas dalam penelitian adalah upah minimum, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Seluruh variabel makroekonomi tersebut digunakan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap tingkat pengangguran terdidik di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model yang terbaik adalah model random. Upah minimum dan pertumbuhan ekonomi mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik. Sedangkan tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik. Implikasi dari hasil penelitian ini yang dapat diambil dalam mengembangkan kebijakan adalah upah minimum dan pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat pengangguran terdidik sehingga pemerintah perlu memperhatikan dalam penentuan upah minimum kabupaten/kota. Pentingnya peran pemerintah dalam menangani masalah pengangguran terdidik melalui penyediaan lapangan kerja. Pemerintah seharusnya mulai memperbanyah sekolah-sekolah kejuruan. Alasan utama dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan jumlah lulusan yang siap kerja. Terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan kuliah. | Educated unemployment is one of the most serious economic issues and the concern of government. Indonesia's demographic bonus predicted to occur in 2020-2030 could turn into a threat if educated unemployment problems and the availability of employment has not been resolved. Central Java is one of the provinces still experiencing the problem of educated unemployment. Although the educated unemployment rate in Central Java Province has decreased from 2009 to 2015, it still above the national average level. It might be caused by minimum wage, inflation rate and economic growth in each regencies/municapilities. The method in this research is using quantitative data method. These research has been using panel data regression as the analysis technique. The independent variables in the research are minimum wage, inflation rate and economic growth. All macroeconomic variables are used to analyze the effect on educated unemployment rate. Based on the results shows that the best model is random effect. Minimum wage and economic growth has a negative and significant effect on educated unemployment rate. Meanwhile, inflation rate has insignificant effect on educated unemployment rate. The implication that may imply to improve the policy is that minimum wage and economic growth has significant effect on educated unemployment rate implying that the government needs to pay more attention to decide the regency/city minimum wage and provincial minimum wage. The important role of government to handle the educated unemployment problems by provide the suitable jobs that can absorb them. Government should begin expanding the vocational schools. The main reason for this policy is to increase the graduates who are ready to work, especially among these who do not continue to college. | |
| 16304 | 19617 | G1F013064 | PERSEPSI DAN KESIAPAN MAHASISWA PROFESI JURUSAN KEDOKTERAN, FARMASI, DAN KEPERAWATAN DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) | Kolaborasi dokter, apoteker, dan perawat merupakan hal penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di Indonesia, kolaborasi profesi kesehatan masih jauh dari ideal karena masih terjadi tumpang tindih peran antar profesi kesehatan. Oleh karena itu, perlunya pembelajaran Interprofessional Education (IPE) untuk mahasiswa pada tahap profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan kesiapan mahasiswa tahap profesi jurusan kedokteran, farmasi, dan keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap IPE. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendeketan cross sectional dan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner Interprofessional Education Perception Scale (IEPS) dan Readiness for Interprofessional Scale (RIPLS). Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling kepada 144 mahasiswa profesi jurusan kedokteran, farmasi, dan keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa profesi jurusan kedokteran, farmasi, dan keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo memiliki persepsi (78,71%) dan kesiapan (80,79%) yang baik terhadap IPE. Hasil analisis uji komparatif non parametrik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara jurusan, jenis kelamin, dan lama praktik terhadap persepsi dan kesiapan mahasiswa tentang IPE (p > 0,05). Persepsi yang baik dan kesiapan mahasiswa profesi jurusan kedokteran, farmasi, dan keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap IPE menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran IPE. | The collaboration of doctors, pharmacists, and nurses are important for improving the quality of health care. In Indonesia, collaboration among care givers are still far from ideal because there were incompatibilities in care giver’s role. So that, student at the clinic stage need to learn about Interprofessional Education (IPE). This study aimed to determine how profession students of medical, pharmacy, and nursing perceived about IPE and readiness in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto about IPE. This study was a descriptive study with cross sectional method. Quantitative data were obtained through Interprofessional Education Perception Scale (IEPS) and Readiness for Interprofessional Scale (RIPLS) questionnaires. The sampling technique was an accidental sampling with 144 of profession students of medical, pharmacy, and nursing in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The result showed that profession students of medical, pharmacy, and nursing in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto have a good perception (78,71%) and readiness (80,79%) of the IPE. Comparative analysis of nonparametric showed that there were no significant differences between department, gender, and length of practice of students to perception and readiness about IPE (p > 0,05). Good perception and readiness of profession students of medical, pharmacy, and nursing in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto about IPE could became a reference for applying IPE. | |
| 16305 | 19619 | D1E012286 | PENGARUH PENAMBAHAN ASAM CUKA APEL PADA PROSES PEMBUATAN KEJU TIPE MOZZARELLA TERHADAP YIELD, KEASAMAN (pH), DAN DAYA LELEH | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan asam cuka apel terhadap yield, pH, dan daya leleh keju tipe mozzarella dan mengetahui konsentrasi asam cuka apel yang optimal untuk meningkatkan yield, pH, serta daya leleh terhadap keju tipe mozzarella. Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi segar dari Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, asam cuka apel, asam cuka dapur, dan rennet sebagai bahan koagulan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur adalah yield, keasaman (pH), dan daya leleh. Perlakuan yang diterapkan terdiri atas 4 level asam cuka apel yaitu 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8%. Selain itu juga menggunakan control asam cuka dapur 0,2%. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji ortogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level asam cuka apel berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap yield, keasaman, dan daya leleh keju tipe mozzarella. Yield yang paling baik didapatkan pada konsentrasi asam cuka apel 0,4% (Y= 7,01 + 3,22 X ) (r = 0,79) . pH yang paling baik didapatkan pada level asam cuka apel 0,8% (Y= 5,558 – 0,428 X) (r = 0,98). Daya leleh terbaik didapatkan pada level asam cuka apel 0,8% (Y= 0,624 + 1,137 X) (r = 0,91). Hasil dari penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan asam cuka apel pada proses pembuatan keju tipe mozzarella dapat digunakan sebagai bahan pengasam alternatif lain selain asam cuka dapur dengan level terbaik pada penambahan asam cuka apel 0,8%. | ABSTRACT This study aims to examine the effect of apple cider vinegar on yield, pH, and mozzarella cheese meltability, and also aims to determine the optimal concentration of apple cider vinegar to increase yield, pH, and meltability against mozzarella cheese. The research material used is fresh cow's milk from Experimental Farm Faculty of Animal Husbandry Jenderal Soedirman Purwokerto, apple cider vinegar, vinegar acid kitchen, and rennet as coagulant material. The research method used is experimental method using Completely Randomized Design (RAL). The measured variables were yield, acidity (pH), and meltability. The applied treatment consisted of 4 levels of apple cider vinegar ie 0.2%, 0.4%, 0,6% and 0.8%. It also uses 0.2% vinegar control kitchen. Each treatment was repeated as many as 5 repetitions. The data obtained were analyzed by variance analysis followed by orthogonal polynomial test. The results showed that apple vinegar level had a very significant effect (P>0,01) on yield, acidity, and mozzarella cheese meltability. The best yield was obtained at 0.4% apple cider vinegar concentration 0,4% (Y= 7,01 + 3,22 X ) (r = 0,79). The best pH is obtained at the 0.8% apple cider vinegar level (Y= 5,558 – 0,428 X) (r = 0,98). The best meltability was obtained at apple cider vinegar level of 0.8% (Y= 0,624 + 1,137 X) (r = 0,91). The results of this research can be concluded that the addition of apple cider vinegar in the process of making mozzarella cheese type can be used as alternative acidizer other than the best vinegar acid with the best level of apple acid addition of 0.8%. | |
| 16306 | 19621 | C1B013036 | PENGARUH KEPERCAYAAN, RISIKO PERSEPSIAN, KUALITAS PERSEPSIAN, HARGA PERSEPSIAN DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT BELI PRODUK MELALUI TOKO ONLINE DENGAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASI | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei pada mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang pernah melakukan pembelian produk pada toko online. Penelitian ini menggunakan regresi berganda sebagai alat pengujuan hipotesis. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel merupakan mahasiswa dengan usia minimum 18 tahun dan pernah melakukan pembelian produk melalui toko online. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Dari hasil penelitian didapatkan : (1) kepercayaan berpengaruh positif terhadap niat beli, (2) Risiko persepsian berpengaruh negatif terhadap niat beli, (3) Kualitas persepsian berpengaruh positif terhadap niat beli, (4) Harga persepsian berpengaruh positif terhadap niat beli, (5) Electronic Word of Mouth (eWOM) berpengaruh positif terhadap niat beli, (6) Gender tidak memoderasi pengaruh antara kepercayaan terhadap niat beli, (7) Gender tidak memoderasi pengaruh antara risiko persepsian terhadap niat beli, (8) Gender tidak memoderasi pengaruh antara electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap niat beli. Implikasi dari penelitian ini yaitu pihak manajemen toko online perlu menerapkan berbagai kebijakan pemasaran secara tepat khususnya yang terkait dengan kepercayaan konsumen, persepsi konsumen terhadap risiko belanja di toko online, persepsi konsumen terhadap kualitas toko online, persepsi konsumen terhadap harga produk di toko online dan electronic Word of Mouth (eWOM). | This research is a descriptive study with survey method of the student Faculty of Economics and Business Jenderal Soedirman University Purwokerto who ever make a purchase of products on online store. This research using multiple regression as a tool of testing the hypothesis. Sampling technique using purposive sampling. The sample is a student with minimum age of 18 years and have made purcahse of products through online store. The sampling size of study is 100 respondents. The results of this research indicates that: (1) trust has a positive effect on purchase intention, (2) perceived risk has a negative effect on purchase intention, (3) perceived quality has a positive effect on purchase intention, (4) perceived price has a positive effect on purchase intention, (5) Electronic Word of Mouth (eWOM) has a positive effect on purchase intention, (6) gender does not moderating the effect between trust to purchase intention, (7) gender does not moderating the effect between perceived risk to purchase intention, (8) gender does not moderating the effect between electronic Word of Mouth (eWOM) to purchase intention. The implications of this research is the online store management needs to implement a variety of marketing policies specifically related to consumer confidence, consumers perception of shopping risks in online stores, consumer perceptions of quality in online stores, consumer perceptions of product perceptions of quality in online stores, consumer perceptions | |
| 16307 | 19620 | G1D013066 | HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang: Efikasi diri merupakan keyakinan akan kemampuannya untuk mengatur dan melaksanakan serangkaian tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Efikasi diri akan mendorong individu untuk melakukan suatu perilaku. Perilaku caring dilakukan sebagai inti sentral dari praktik keperawatan dengan pendekatan yang dinamis, dimana perawat lebih meningkatkan keperduliaannya kepada klien. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring mahasiwa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto angkatan 19 yang berjumlah 78 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner efikasi diri dan perilaku caring dengan skala Likert. Korelasi kedua variabel diuji dengan uji Somers’d. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan p=0,003 (p value <0,05) dan nilai r=0,446 bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan perilaku caring mahasiswa dengan kekuatan kolerasi sedang. Kesimpulan: Efikasi diri yang baik dapat meningkatkan perilaku caring mahasiswa. Kata kunci: Caring, efikasi diri, profesi Ners | Background: Self-efficacy is a belief in its ability to organize and implement a set of actions needed to achieve the desired outcome. Self-efficacy will encourage individuals to perform a behavior. Caring behavior as a central core of nursing practice with a dynamic approach, whereby nurses increase their awareness to clients. Purpose: The aim of this study is to determine the relation of self efficacy with caring behaviour. Method: This study used analytical correlation research design with cross-sectional approach. The sampling technique used is total sampling. Respondents in this study are students of the Ners profession of Jenderal Soedirman University class of 19 which amounted to 78 students. The questionnaire used is self-efficacy questionnaire and caring behavior with Likert scale. The correlation of the two variables was tested by the Somers'd test. Results: The results showed p= 0,003 (p value <0,05) and r= 0,446 that there is a significant relationship between self efficacy with student caring behavior with moderate correlation strength. Conclusion: Good self efficacy can improve student caring behavior. Keywords: Caring, Ners profession, self efficacy | |
| 16308 | 19622 | G1D013020 | PENGARUH VIDEO GIZI SEIMBANG SEHAT (GIMBANGSE) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI SEIMBANG PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN SOKARAJA | Latar Belakang: Pendidikan gizi yang menarik sangat penting untuk peningkatan pengetahuan dan sikap bagi remaja. Berbagai penelitian menyatakan bahwa media video efektif untuk pendidikan kesehatan pada remaja. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan pendidikan gizi menggunakan media video gizi seimbang sehat (Gimbangse). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video gizi seimbang sehat (Gimbangse) terhadap pengetahuan dan sikap terhadap gizi seimbang pada remaja putri. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan pre-post test with control group, masing-masing kelompok ada 66 siswi. Kelompok perlakuan diberikan video gizi seimbang sehat (Gimbangse). Pengambilan data untuk mengukur pengetahuan dan sikap dilakukan pada hari pertama (pretest) dan pada hari ke tujuh (posttest). Uji yang digunakan uji dan Wilcoxonuji Mann-Whitney. Hasil: Ada perbedaan skor pretest dan posttest pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) pada kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai (p=0,077) dan (p=0,157). Sedangkan Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan antara pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,011) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan video gizi seimbang sehat (Gimbangse). Kesimpulan: Pemberian video Gimbangse dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap gizi seimbang pada remaja putri. | Background: An interesting nutrition education is important to enhance the knowledge and attitude among female teenage. Previous studies explained that video is an effective media to provide health education for teenagers. This study developed a balance nutrition video (Gimbangse) as a health promotion media. Aims: This study aimed to examine the effect of balance nutrition video (Gimbangse) on the balance nutrition knowledge an attitude among female teenage. Method: This study was a Quasy Experimental with pre-post and control group design. Both intervention and control group had 66 females teenage. Intervention group was provided a balanced nutrition video (Gimbangse). Pre-test was performed in the first day while posttest was performed at the 7st day. The data normality was evaluated using a Kolmogorov-Smirnov test. Since the data did not normally distribute, the data were examined using a Wilcoxon and Mann-Whitney test. Results: There were differences between the knowledge (p=0,000) and attitude (p=0,000) pretest and posttest scores among the intervention and control group (p=0,077) and (p=0,157). In addition, the Mann-Whitney test showed that there were differences between the knowledge (p=0,000) and attitude (p=0,011) posttest scores among intervention and control group. Conclusion: A balance nutrition video may enhance the balance nutrition knowledge and attitude among female teenagers. | |
| 16309 | 19623 | G1D013070 | Pengaruh Akupresur Pada Titik Shenmen (HT7) Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III | Latar Belakang: Kualitas tidur yang buruk merupakan masalah umum selama kehamilan. Akupresur merupakan salah satu terapi komplementer yang mudah, murah, dan aman untuk mengatasi masalah kualitas tidur buruk. Namun pengaruhnya terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III (28-36 minggu) belum diketahui. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh akupresur pada titik shenmen terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III (28-36 minggu). Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan non-randomized pretest-postest with control group design. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 17 pada kelompok intervensi dan 16 responden pada kelompok kontrol. Setelah informed consent dilakukan, responden diukur kualitas tidurnya dengan menggunakan kuisoner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebagai data Pre-test. Kemudian responden diajarkan cara melakukan akupresur pada titik shenmen, akupresur dilakukan sebanyak 3 kali dalam 1 minggu pada hari ke-2, ke-4, dan ke-6, dengan durasi 2 menit pada titik di tangan kanan dan 2 menit pada titik di tangan kiri. Responden yang menolak melakukan akupresur masuk kedalam kelompok kontrol. Setelah 1 minggu, dilakukan pengukuran ulang skor PSQI sebagai data post-test. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kualitas tidur yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Akupresur pada titik shenmen dapat meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III (28-36 minggu). | Background: Poor sleep quality is the common problem during pregnancy. Accupresure is one of the complementary therapy that easy, cheap, and safe to treat poor sleep quality. However, it’s effect to increase sleep quality on third trimester of pregnancy (28-36 weeks) is still unknown. Aim: The aim of this study was to investigate the effect of acupressure at shenmen point (HT7) on sleep quality during third trimester of pregnancy. Methods: This study used a quasi experiment with non-randomized pretest-postest with control group design. This study used purposive sampling method with 17 respondents in the intervention group and 16 respondents in the control group. After informed consent had been obtained, sleep quality was measured according to Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) as pre-test data. Then respondents were taught how to do acupressure at the shenmen point, the accupresure was performed 3 times in a week in the 2nd, 4th, and 6th days with duration 2 minutes of each point in either hand. Respondents refuse to acupressure were considering as the control group. After 1 week, a second questionnaire was complet as post-test data. Data were analysed by Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The result showed that there were significant differences in the sleep quality between the intervention group and the control group with a significance value was 0,000 (p<0,05). Conclusion: Accupresure at the shenmen point can increase the sleep quality of the third trimester pregnant women. | |
| 16310 | 19648 | G1D013009 | DETERMINAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | DETERMINAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Senna Mawaddatul Fithri1 Eva Rahayu2 Rahmi Setiyani3 Sennamfithri22@yahoo.com ABSTRAK Latar Belakang : Perilaku merokok dikalangan mahasiswa Indonesia ditemukan cukup tinggi setiap tahunnya. Perilaku merokok ini dapat dilakukan oleh mahasiswa ilmu kesehatan. Faktor teman sebaya, motivasi merokok dan psikologis dimungkinkan memiliki hubungan terhadap perilaku merokok mahasiswa laki-laki FIKes Unsoed. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teman sebaya, motivasi merokok dan psikologis terhadap perilaku merokok mahasiswa FIKes Unsoed. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dengan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FIKes Unsoed yang berstatus aktif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang. Hasil Penelitian : Mayoritas mahasiswa FIKes Unsoed berada pada kelompok perokok ringan (90,4%). Sebagian besar tidak ada hubungan teman sebaya, sebagian besar memiliki motivasi rendah (73,1%) dan psikologis rendah (67,3%) terhadap perilaku merokok. Tidak terdapat hubungan teman sebaya, motivasi dan faktor psikologis dengan perilaku merokok (p=0,161, p=0,226, p=521). Kesimpulan : Determinan teman sebaya, motivasi dan psikologis tidak berhubungan dengan perilaku merokok mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Kata kunci : Motivasi merokok, perilaku merokok, psikologis, teman sebaya 1Mahasiswa jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman. 2,3Bagian Keperawatan Komunitas FIKes Universitas Jenderal Soedirman. | DETERMINANT OF SMOKING BEHAVIORS AMONG MALE STUDENTS IN HEALTH SCIENCES FACULTY JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Senna Mawaddatul Fithri1 Eva Rahayu2 Rahmi Setiyani3 Sennamfithri22@yahoo.com ABSTRAK Background: The consumption of cigarettes among students is found quite high. This behavior also can be found among health sciences student. There many determinants of their action. The influence of peers, smoking motivation and psychological condition can be the reason of the smoking behavior. Aims: This study aims to figure out the influences of peers, smoking motivation and psychological condition on smoking behavior among male students in health sciences. Method: This study is a comparative descriptive research with cross sectional approach. Data collection with questionnaire. The population in this study is all students of health sciences jenderal soedirman university with active status. Sampling used total sampling technique with 52 samples. Results: Result show that students of FIKes Unsoed dominant in the group of light smokers (90.4%), most have no peer relationships, most have low motivation (73.1%) and low psychologically (67.3%) of smoking behavior. Test result showed that there are no relationship between peers smoking behavior (p=0,161), motivation, psychological and smoking behavior (p=0,226), (p=0,521). Conclusion: Peer determinant, motivation and psychological are not related to smoking behavior among male health sciences student of jenderal soedirman university. Keywords: Peers, psychological condition, smoking behavior, smoking motivation. 1 Students of Nursing Department FIKes Unsoed 2,3 Department of Nursing Community Nursing Department FIKes Unsoed | |
| 16311 | 19551 | G1F013027 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa acuminata x balbisiana) TERHADAP Shigella dysenteriae DAN Shigella flexneri PENYEBAB DISENTRI | Disentri merupakan jenis diare yang sering menyerang anak-anak disebabkan oleh infeksi bakteri. Kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) secara tradisional sering digunakan dalam pengobatan disentri dan diare. Kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang ditunjukkan dengan nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) terhadap bakteri penyebab disentri seperti Shigella dysenteriae dan Shigella flexneri. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan melakukan ekstraksi kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) dengan pelarut etanol 96%. Untuk mengetahui kandungan yang dimiliki dilakukan skrining fitokimia menggunakan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) terhadap flavonoid, alkaloid, tanin dan uji forth untuk senyawa saponin. Metode dilusi padat digunakan untuk menentukan nilai KHM dan KBM ekstrak etanol kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) terhadap S.dysenteriae dan S.flexneri, ekstrak etanol kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) dibuat 5 variasi konsetrasi yaitu 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm,125 ppm dan 62,5 ppm. Kontrol positif yang digunakan adalah antibiotik ciprofloxacin sedangkan kontrol negatif yaitu DMSO 10%. Pengujian antibakteri direplikasi sebanyak 3 kali kemudian hasil dianalisis secara deskriptif. Ekstrak etanol kulit buah pisang kepok mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol kulit buah pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) pada konsentrasi 1000 ppm menunjukkan persentase penghambatan sebesar 9,67% terhadap S.dysenteriae dan 6,45% terhadap S.flexneri, namun pada konsentrasi tersebut belum mencapai nilai KHM dan KBM. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah pisang kepok masih kategori lemah dalam menghambat pertumbuhan S.dysenteriae dan S.flexneri. Kata Kunci : M.acuminata x balbisiana, Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, Dilusi Padat, Disentri | Dysentery is a type of diarrhea that often affects children caused by bacterial infections. The banana peel (Musa acuminata x balbisiana) is traditionally used in the treatment of dysentery and diarrhea. Musa acuminata x balbisiana’s peel contains flavonoids, alkaloids, tannins and saponins are efficacious as an antibacterial. This study aims to determine antibacterial activity as indicated by the MIC (Minimum Inhibitory Cconcentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) against dysentery-causing bacteria such as Shigella dysenteriae and Shigella flexneri This experimental study was conducted by extracting kepok banana’s peel (Musa acuminata x balbisiana) with 96% ethanol. To determine the content of the compounds in the extract ethanol of kepok banana’s peel using phytochemical screening by TLC (Thin Layer Chromatography) to flavonoids, alkaloids, tannins and forth method for saponins compound. Solid dilution method is used to determine the MIC and MBC ethanol extract of kepok banana’s peel (Musa acuminata x balbisiana) of S.dysenteriae and S.flexneri, ethanol extract of kepok banana’s peel (Musa acuminata x balbisiana) made five variations of a concentration of 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm and 62,5 ppm. Positive controls used ciprofloxacin antibiotics while the negative control was DMSO 10%. Antibacterial testing was replicated 3 times then the results were analyzed descriptively. Ethanol extract of kepok banana’s peel contains flavonoid, alkaloid, tanin and saponin. The ethanol extract of kepok banana’s peel (Musa acuminata x balbisiana) at a concentration of 1000 ppm showed inhibition percentage 9,67% to S.dysenteriae and 6,45% to S.flexneri, but at that concentration has not reached the MIC and MBC values. The antibacterial activity of extract ethanol kepok’s banana peel is still weak category in inhibit S.dysenteriae and S.flexneri growth. Keywords : M. acuminata x balbisiana, Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, Solid Dilution, Dysentery | |
| 16312 | 19624 | G1D013007 | PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar belakang : Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi secara dua arah, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi interpersonal sangat penting bagi mahasiswa Keperawatan sebagai bekal pendidikan profesi Ners, karena dalam melakukan asuhan keperawatan kepada pasien dibutuhkan komunikasi yang baik agar tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampel dipilih dengan teknik total sampling sejumlah 246 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Zuhara (2014). Analisis bivariat menggunakan one way ANOVA. Hasil : Karakteristik responden dominan perempuan (85,4%). Mayoritas mahasiswa berasal dari Jawa Tengah (61%), dan indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan (61,8%). Hasil uji one way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed dengan nilai p=0,015 (p<0,05). Berdasarkan analisis Post Hoc terdapat perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal antara mahasiswa tingkat II dan tingkat III dengan nilai p=0,004 (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal yang bermakna pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed. | Background: Interpersonal communication is two-way communication that allow the participant to catch the other people’s reaction directly both verbally and nonverbally. Interpersonal communication is very important for nursing as education provision of ners profession because good communication is needed when they are doing nursing care to patient so nursing care’s goal can be achieved. Objective: The purpose of this study is to determine the differences of interpersonal communication on Nursing students of Jenderal Soedirman University (Unsoed). Method: This research is a quantitative study with cross sectional design. The sampling technique was choosen for this research by using a sampling total technique for 246 students. The instrument of research used questionnaire which was adopted from Zuhara’s research (2014). Bivariate analysis uses one-way ANOVA. Result : Majority of respondents are women (85.4%). The majority of students came from Central Java (61%), and very good Grade Point Average (GPA) (61,8%). The result of one-way ANOVA test showed there were differences on interpersonal communication ability of Nursing student, Jenderal Soedirman University with p-value is 0.015 (p<0.05). Based on Post Hoc analysis, there were differences on interpersonal communication ability between stage II and stage III academic year with p-value is 0.004 (p<0.05). Conclusion: There are valuable differences on Nursing student, Jenderal Soedirman University. | |
| 16313 | 19625 | G1F013034 | PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK PASIEN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT DAN PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN | Penggunaan antibiotik yang tidak tepat memicu terjadinya resistensi bakteri. Ketidaktepatan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan. Penanggulangan rendahnya pengetahuan penggunaan antibiotik dilakukan dengan pemberian informasi obat oleh Apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan antibiotik dengan pemberian informasi obat oleh Apoteker dan tanpa Apoteker di Puskesmas Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan desain penelitian cross sectional. Penentuan sampel dilakukan secara total sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 80 pasien yang diberikan antibiotik dan mendapatkan pemberian informasi obat oleh Apoteker di Puskesmas Purwokerto Barat dan 95 pasien tanpa Apoteker di Puskesmas Purwokerto Selatan. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan antibiotik diperoleh kategori sedang dengan total skor rata-rata 8.35 untuk pelayanan informasi obat oleh Apoteker dan 6.95 untuk pelayanan informasi obat tanpa Apoteker. Terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna pada karakteristik pendidikan dengan nilai p-value 0.000 dan 0.004 pada masing-masing kelompok Puskesmas.Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara pasien yang diberikan informasi obat oleh Apoteker dan tanpa Apoteker dengn nilai p-value 0.000 Kata Kunci : Pemberian Informasi Obat, Pengetahuan pasien, Puskesmas, Apoteker, Antibiotik. | Antibiotics were used for infection therapy. Inappropriate use of antibiotics that was influenced by patient’s knowledge can caused bacterial resistance. Patient’s knowledge of the use of antibiotics can increased by giving drug information from Pharmacist. This study aimed to determine the level of patient’s knowledge in using antibiotics with drug information from Pharmacists and without drug information from Pharmacists in Public Health Centre. This study was an observational study with cross sectional method. The sampling technique was total sampling of 80 patients who were given antibiotics with drug information from pharmacists in Puskesmas Purwokerto Barat and 95 patients without drug information from pharmacists in Puskesmas Purwokerto Selatan. Level of patient’s knowledge was measured by Knowledge of Antibiotics Questionnaire. Data was analyzed by univariate and bivariate. The results of this study showed that the level of patient’s knowledge in using antibiotics was in moderate category with total score 8.35 with drug information from Pharmacists and 6.95 without drug information from Pharmacists. There was a significant difference between level of knowledge to patient education background with p-value 0.000 and 0.004 in each Puskesmas. There was a significant difference between level of knowledge patients who were given drug information from Pharmacists to patients who were not given drug information from Pharmacists with a p-value of 0,000. Keyword : Pharmaceutical Care, Patient knowledge, Puskesmas, Pharmacist, Antibiotic | |
| 16314 | 19627 | F1G010047 | ANALISIS TEMATIK KUMPULAN CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI | Penelitian ini berjudul “Analisis Tematik Kumpulan Cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi alur, tokoh, dan latar serta mendeskripsikan tema utama yang terdapat dalam delapan cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Ada lima belas cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari namun hanya delapan cerpen saja yang di analisis karena certanya menarik dan yang dimat dalam majalah Kompas dan majalah Kartini saja. Data penelitian ini berupa kedelapan cerpen yang ada di buku cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini berupa unsur intrinsik dan tematik dari kedelapan Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode membaca, kemudian mencatat bagian-bagian penting dari kedelapan cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari yang berhubungan dengan tema dan unsur-unsur intrinsik. Metode analisis data penelitian ini menggunakan teori struktural. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan bahwa terdapat tema-tema mayoritas di cerpen Mata Yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Kedelapan cerpen tersebut bertemakan tentang tatanan hidup masyarakat pinggiran dan alam pedesaan yang kental dalam setiap cerpennya. Tema ke delapan cerpen tersebut adalah “Mata Yang Enak Dipandang” karya Ahmad Tohari tentang masalah orang-orang kecil, kalangan bawah, orang-orang terpinggirkan, dan kaum marginal dengan segala problematika dan diaelektinya masing-masing. Para pembaca pun dapat merasakan jadi bagian nyata dalam realitas sehari-hari saat membaca cerpen ini. Kedelapan cerpen tersebut menceritakan masing-masing dari masalah yang ada dalam setiap ceritanya seperti “Mata Yang Enak Dipandang” tentang kisah seorang pengemis Mirta dan penuntunnya Tarsa, “Bila Jebris Ada di Rumah Kami” tentang seorang pelacur bernama Jebris, “Penipu Yang Keempat” tentang penipu yang meminta uang dengan kedok seperti tertimpa musibah, anaknya sakit dan ia habis kecopetan, dan ia mengelola panti asuhan yang membutuhkan dana, “Daruan” tentang Daruan yang bermimpi bisa menjadi novelis terkenal, “Warung Panajem” tentang Jum yang memberi panajem kepada dukun yang mampu membuat warungnya laris, “Paman Doblo Merobek Layang-Layang” tentang perubahan yang terjadi pada Paman Doblo setelah ia bekerja sebagai satpam di perusahaan kilang minyak, “Kang Sarpin Minta Dikebiri” tentang pertobatan cucuk senthe yang memiliki nafsu birahi yang meledak-ledak diakhir hidupnya, “Pemandangan Perut” tentang kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: cerpen, struktur, unsur intrinsik. | The research is entitled “Analisis Tematik Kumpulan Cerpen Mata Yang Enak Dipandang written by Ahmad Tohari”. The purposes of this research are to describe the intrinsic elements covering plot, character, and setting as well as to explain the major themes of those eight short stories contained in the short story collection Mata Yang Enak Dipandang written by Ahmad Tohari”. There are actually fifteen short stories contained in the short story collection “Mata Yang Enak Dipandang” written by Ahmad Tohari, but only eight of those short stories are analyzed in this research as the stories are interesting and have been published in Kompas and Kartini Magazine. The research data are the eight short stories contained in the short story collection “Mata Yang Enak Dipandang” written by Ahmad Tohari. This descriptive-qualitative research focuses on the intrinsic and thematic elements of the eight short stories contained in the short story collection “Mata Yang Enak Dipandang” written by Ahmad Tohari. The research data are collected through reading, recording the important parts of those eight short stories contained in the short story collection Mata Yang Enak Dipandang by Ahmad Tohari related to the intrinsic and thematic elements. The data are then analyzed using a structural theory. Based on the results of analysis and discussion, it shows that there are some major major themes contained in the short story collection Mata Yang Enak Dipandang written by Ahmad Tohari. Those themes are related to the marginal society life orders and the village natural atmospheres perfectly wrapped in each of thoses eight short stories. The themes of those eight short stories are also related to “Mata Yang Enak Dipandang” written by Ahmad Tohari which explains about the problems faced by people with low income, low social level, marginalized, ignored, and also have various dialectic problems. The readers may also deeply perceive the feeling and become parts of those daily realities when reading the short stories tell abouts various problems contained in each of those eight short stories, such as the story of beggar named Mirta and her loyal guiding companion, Tarsa, in the short story “Mata Yang Enak Dipandang”, the story of a prostitute named Jebris in the short story “Bila Jebris Ada di Rumah Kami”, the story of a deceiver who asks for money by pretending as a natural disaster victim, of having a sick child, that her purse has just been stolen, and of organizing an orphanage which requires funding in the short story “Penipu yang ke Empat”, the story “Daruan”, the story of Jum who takes Panajem to a shaman who has the ability to make her warung ([coffee] shop) is in demand, easily, and immediately sold out in the short story “Warung Panajem” the story of uncle Doblo’s life changes after working as a security guard at an oil refinery company in the short story “Paman Doblo Merobek Layang-layang”, the story of Cucuk Senthe’s redemption who has ustoppable lust at the end of his life in the story “Kang Sarpin minta dikebiri”, and the story about social life in the short story “Pemandangan Perut”. Keywords: short story, structura, intrinsic element. | |
| 16315 | 19628 | B2A015012 | Sebaran dan Faktor Risiko Infeksi HIV (Human Immunodefficiency Virus) pada Populasi LSL (Lelaki Suka seks dengan Lelaki) Provinsi Bengkulu. | Provinsi Bengkulu masih mengalami masalah dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus), terdapat 499 orang hidup dengan HIV dan 84 kasus HIV baru pada tahun 2016. LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) menjadi populasi paling berisiko dimana terdapat 4300 orang yang diduga LGBT. Populasi LGBT Bengkulu didominasi oleh LSL (Lelaki Suka seks dengan Lelaki) yaitu sekitar 60.02% atau 2581 orang. Penelitian ini dilakukan di beberapa lokasi antara lain, kantor LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kos-kosan, perguruan tinggi, mall dan lokasi wisata yang terletak di pusat kota Bengkulu. Penelitian bertujuan melihat sebaran dan faktor risiko infeksi HIV pada populasi LSL. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling. Hasil menunjukkan bahwa umur, lama menjadi LSL, pasangan seks lebih dari satu dan pemakaian kondom merupakan faktor risiko infeksi HIV pada populasi LSL, sedangkan tingkat pendidikan, cara mendapatkan pasangan seks dan posisi seks anal bukan merupakan faktor risiko. Penelitian merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar dapat melakukan peningkatan penyuluhan dan jangkauan kesehatan terhadap populasi LSL secara tepat. Penelitian ini juga memberikan informasi pentingnya perilaku seks yang aman bagi LSL untuk mengurangi risiko terinfeksi HIV. | Bengkulu Province is still experiencing have problems with HIV (Human Immunodefficiency Virus), there are 499 people living with HIV and 84 new HIV cases in 2016. LGBT (Lesbi, Gay, Bisexsual and Transgender) became the most risk population with 4300 people suspected of LGBT. The population of LGBT Bengkulu is dominated by MSM (Men who have Sex with Men) which is about 60.02% or 2581 people. The research was conducted in several locations, among others, the offices of NGOs (Non-Govermental Organizations), boarding house, universities, malls and tourist sites located in downtown Bengkulu. The study aimed to look at the spread and risk factors of HIV infection in MSM populations. Sampling was done by snowball sampling. The results showed that age, prolonged being MSM, more than one sex partner andcondom use were risk factors for HIV infection in MSM populations, whereas education levels, how to get sex partners and anal sex positions were not a risk factor. The study reccomends the Health Office and the Provincial Goverment of Bengkulu in order to improve the extent of health education and coverage to MSM populations appropriately. The study also provides information on the importance of safe sex behaviors for MSM to reduce the risk of HIV Infection. | |
| 16316 | 19626 | B1J012087 | IDENTIFIKASI DAN ANALISIS FILOGENETIK BAKTERI ENDOSIMBION PADA KAPANG Rhizopus spp. BERDASARKAN GEN PENYANDI 16S rRNA | Tempe merupakan salah satu produk fermentasi yang berasal dari Indonesia, berbahan dasar kacang kedelai, dibuat melalui proses fermentasi yang melibatkan kapang Rhizopus spp.. Penemuan terakhir menjelaskan bahwa telah ditemukan bakteri endosimbion dari kelompok Burkholderia spp.pada miselium kapang R.microsporus yang diketahui mampu menghasilkan mikotoksin berupa rhizonin dan rhizoxin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bakteri endosimbion yang ditemukan pada kapang Rhizopus spp. dari beberapa sampel asal Indonesia, untuk mengetahui hubungan kekerabatan isolat Rhizopus spp. dengan Rhizopus spp. yang telah dilaporkan, serta mengetahui filogenetik bakteri-bakteri endosimbion pada kapang Rhizopus spp. asal Indonesia dengan bakteri endosimbion Burkholderia yang telah dilaporkan. Isolat-isolat bakteri endosimbion diisolasi dari 9 strain sampel isolat kapangRhizopus spp,(kode ATH Pr, ATH 1, ATH 10, ATH 24, ATH 27, ATH 35, ATH 40, ATH 53, dan ATH 63). Proses karakterisasi dan identifikasi bakteri endosimbion dilakukan melalui metode pewarnaan Gram serta teknik molekuler melalui beberapa tahapan, di antaranya; purifikasi isolat bakteri, penumbuhan isolat bakteri pada medium NA, ekstraksi DNA dan perbanyakan DNA melalui proses PCR (Polymerase Chain Reaction) menggunakan KAPA3G®, elektroforesis gel, sekuensing DNA, analisis sekuen DNA melalui program Chromas Pro®, dan analisis filogenetik menggunakan aplikasi MEGA 6.0. Amplifikasi DNA dilakukan pada gen lestari 16S rRNA. Ekstraksi dan perbanyakan DNA kapang melalui PCR menggunakan Plant Genomic DNA Mini Kit (GP100) (Genaid, Taiwan) dan GoTaq® Green Master Mix pada daerah ITS, dan identifikasi morfologi melalui pembuatan preparat slide culture. Sebanyak 11 isolat bakteri berhasil diperoleh dalam penelitian ini. Kesebelas isolat tersebut adalah 1a, 1b, 1c, 5c berasal dari isolat ATH Pr; 1d berasal dari ATH 24; 5a, 5b dari isolat ATH 27; 3c dari isolat ATH 35; 8a dari isolat ATH 53; 4d, 4e dari isolat ATH 63. Hasil identifikasi menggunakan analisis filogenetik molekuler menunjukkan bahwa isolat 1a adalah Staphylococcus sp.. Isolat 1d adalah S. arlettae. Isolat 4e adalah S.saprophyticus. Isolat 4d, 5c, 3c adalah Bacillus sp.. Isolat 5a dan 5b adalah B. cereus. Isolat 1b dan 1c adalah Pseudomonas sp.. Isolat 8a tidak dapat dianalisis secara filogenetik karena hasil sekuensing tidak terlalu bagus yang ditunjukkan dengan banyaknya basa nukleotida yang tidak dapat terbaca identitasnya.Hasil analisis morfologi dan filogenetik kapang Rhizopus menunjukkan bahwa kesembilan isolat merujuk pada dua galur utama, yaituR. microsporus dan R. delemar. | Tempe is one of Indonesian indigenous soybean-based fermentation products that involves Rhizopus spp.during the fermentation process. Several studies reported that bacterial belong to Burkholderia spp. forming endosymbiotic association with mycelium of R. microsporus. These bacteria have been detected capable to produce mycotoxins namely rhizonin and rhizoxin. This study aims to determine the types of endosimbion bacteria found in Rhizopus spp. from several samples in Indonesia, to know the relationship Rhizopus spp. isolates with Rhizopus spp. that have been reported and to know the relationship between endosymbiotic bacteria in Rhizopus spp. from Indonesia with endosymbiotic bacteria (Burkholderia) that have been reported. Endosymbiotic bacterial isolates were isolated from 9 strains of Rhizopus spp. (codeATH Pr, ATH 1, ATH 10, ATH 24, ATH 27, ATH 35, ATH 40, ATH 53, and ATH 63). Morphological characterization was carried out using Gram staining method and identification was conducted by molecular technique through several stages such as purification of bacteria, the growth of bacteria on medium NA, DNA extraction and propagation of DNA through PCR (Polymerase Chain Reaction) using KAPA3G®, electrophoresis, analysis of DNA sequences through the Chromas Pro® program, and phylogenetic analysis using MEGA 6.0 software. DNA amplification was conducted based on sequence from 16S rRNA gene. The DNA extraction and propagation of Rhizopus through PCR using Plant Genomic DNA Mini Kit (GP100) (Genaid, Taiwan) and GoTaq® Green Master Mix, based on sequence from ITS region, and morphological identification through the manufacture of slide culture preparations. A total eleven bacterial isolates were succesfully obtained in this study. There are 1a, 1b, 1c, 5c derived from ATH Pr; 1d derived from ATH 24; 5a and 5b isolates derived from ATH 27; 3c isolate derived from ATH 35; 8a isolate derived from ATH 53; 4d, 4e isolates derived from ATH 63. Identification using molecular phylogenetic analysis showed that 1a sequence is Staphylococcus sp. The 1d isolate is S. arlettae. The 4e isolate is S. saprophyticus. The 4d, 5c, 3c isolates are Bacillus sp. The 5a and 5b isolates are B. cereus. The 1b and 1c isolates are Pseudomonas sp.The 8a isolate is still unidentified due to unreadable sequence data.Phylogenetic and morphological analyses of Rhizopus showed that all nine isolates refer to the two strains, namely R. microsporus and R. delemar. | |
| 16317 | 24674 | F1J013019 | Representasi Ganbaru Pada Tokoh Utama Sayaka Dalam Film Birigyaru | Penelitian ini berjudul representasi ganbaru pada tokoh utama Sayaka dalam film Birigyaru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi ganbaru pada tokoh utama Sayaka yang terdapat dalam film Birigyaru. Data yang digunakan berupa kalimat maupun bahasa tubuh yang menunjukkan sikap ganbaru yang muncul pada karakter Sayaka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi ganbaru tercermin pada karakter tokoh utama Sayaka yaitu: (1) suka tantangan, yang didukung dua data (a) memiliki ambisi yang positif dan (b) siap menghadapi masalah; (2) pantang menyerah, yang terdiri dari enam data, mencakup sikap: (a) kegigihan dalam menghadapi tantangan (b) memotivasi diri untuk menjadi orang yang lebih baik lagi (c) semangat yang muncul karena dorongan dari orang yang disayangi (d) semangat yang muncul akibat dari rasa takut mengecewakan orang yang di sayangi (e) berani menghadapi masalah seberat apapun (f) selalu terus berusaha hingga mendapatkan apa yang ingin diraih (g) semangat yang muncul karena motivasi dari orang terdekat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ganbaru adalah sikap dan pemikiran yang mengarah pada pantang menyerah. | This research is entitled representation of ganbaru on the main character Sayaka in the Birigyaru film.The purpose of the research is to analyze the representation of ganbaru on the main character Sayaka in the Birigyaru film.This study aims to examine the representation of ganbaru on the main character Sayaka in the Flying Colors film by Hiroshi Hashimoto. The data used was in the form of sentences and body language which showed the attitude of ganbaru expressed by Sayaka's character. This research was conducted using descriptive qualitative methods and data collection techniques with note taking techniques and note-taking techniques. The results showed that ganbaru had 2 (two) different groups, namely: (1) Like challenges, which are supported by two data: (a) have positive ambitions and (b) ready to face problems; (2) never give up, which consisted of 6 pieces of data, includingattitude of : (a) perseverance in facing challenges (b) motivate himself to become a better person (c) passion that arises because of the encouragement of the person who is loved (d) passion that arises from the fear of choosing someone who is loved (e) dare to face any problems (f) always trying to get what he want to achieve. (g) spirit arises because of the motivation of the closest person. Based on the results of these studies it can be concluded that ganbaru is an attitude and thought that leads to abstinence. | |
| 16318 | 19629 | P2BA14009 | AKTIVITAS HARIAN DAN PRODUKSI KROTO SEMUT RANGRANG Oecophylla smaragdina Fab. DENGAN PEMBERIAN PAKAN PROTEIN TINGGI | Semut rangrang Oecophylla smaragdina Fab. sebagai serangga sosial yang memiliki aktivitas harian meliputi perilaku grooming, trophallaxis, pencarian makan, dan pemindahan koloni. Semut rangrang dimanfaatkan sebagai agen biokontrol dan pakan hewan piaraan. Pemanfaatan ganda ini menyebabkan eksploitasi yang berlebihan akan mengancam populasi semut rangrang di alam, sehingga usaha konservasi yang dilakukan dengan kultur. Jangkrik dan ulat Hongkong merupakan serangga yang memiliki potensial sebagai pakan, sedangkan royal jelly merupak produk lebah madu yang memiliki nutrisi kompleks. Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk mengetahui aktivitas harian dan produksi kroto semut rangrang yang diberi pakan berbagai jenis protein tinggi. Perlakuan pakan protein tinggi yang digunakan terdiri dari jangkrik, ulat Hongkong, dan berbagai dosis royal jelly. Penelitian dilakukan bulan November 2016 sampai Februari 2017 di Purwokerto. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 eksperimen, dengan perlakuan pakan royal jelly dan air (1:1), campuran royal jelly dan madu (1:1), campuran royal jelly dan larutan gula 7% (1:1), larutan gula 7 % (kontrol) sebanyak 10 ml/hari; untuk percobaan 1 dengan pakan tambahan jangkrik 5 ekor/hari dan ulat Hongkong 2 ekor/hari. Hasil dari penilitian ini adalah aktivitas harian semut rangrang meliputi grooming dilakukan dengan membuang semut yang mati; tidak ada perilaku yang khas dalam trofalaksis larva; pencarian makan diatas 70% mengindikasikan semut dalam kondisis sehat; dan tidak terjadi pemindahan larva karenakoloni belum cukup untuk dipecah. Hasil uji ANOVA produksi kroto pada tabel 1 menunjukkan hasil bahwa nilai F hitung 3,911 < F tabel 4,07, maka tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap produksi kroto. Hasil ANOVA percobaan 2 menunjukkan hasil bahwa nilai F hitung 4,543 > F tabel 4,07, maka terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap produksi kroto, karena setiap unit perlakuan mendapatkan nutrisi yang berbeda dalam pakan. Maka, produksi kroto semut rangrang dipengaruhi oleh pakan protein tinggi. | As a social ant, O. smaragdina daily activity are grooming, trophallaxis, foraging, and colony translocation. The Weaver Ant utilized as biocontrol agents and feed pets. This double utilization causes excessive exploitation that would threaten a population of weaver ants in nature, so conservation efforts is made by cultur. Crickets and Hongkong worms is insects that have potential as feed, while royal jelly is honey bee products that has complex nutrients. The goal of this research is to know the daily activities and weaver ant’s production that is given various types of high protein feed. The high protein feed treatment consists of crickets, Hongkong worms, and various doses of royal jelly. This study was conducted in Grendeng, Purwokerto from November 2016 to February 2017. A Completly Randomized Design method was employed, with 4 experiments that consisted of 10ml/day of: 1). 7 % sugar solution (control), 2). A mixture of royal jelly and sugar solution 7 % (1:1), 3). a mixture of royal jelly and bee honey (1:1), and 4). a mixture of royal jelly and water (1:1). All these treatments were given during 49 day experimets and used 3 replicates. For ekperimentation 1 there were additional high-protein Hongkong worms (Tenebrio molitor) as many as 5 woms/days, and crickets (Gryllus assimilis) as many as 2 cricket nymphs/day. Result of this research is the daily activity of weaver ants include grooming is done by removing the dead ants; there is no typical behavior in trophallaxis larvae; foraging above 70% indicate an ant in the healthy condition; and does not occur the colony transfer larvae because its has not been enough to split. The results of the ANOVA experiment 1 showed that the value of F calculate 3,911 < F tabel 4,07 table, then there is a real not differences between the treatment of kroto’s production. The results of the ANOVA experiment 2 showed that the value of F calculate 4.543 > 4.07 F table, then there is a real differences between the treatment of kroto’s production, because every treatment get different nutrients in feed. Then, the production of kroto in weaver ants influenced by the high-protein diet. | |
| 16319 | 19630 | C1J013014 | DETERMINANTS OF THE PROFITABILITY OF FOOD PROCESSING SMEs IN BANJARNEGARA | Tujuan utama kebijakan yang dibuat oleh Indonesia sebagai negara berkembang adalah diarahkan untuk menghilangkan permasalahan mendasar yang masih belum terselesaikan. Dalam program pembangunan berkelanjutan, Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Peran penting dari kehadiran UKM di Indonesia dapat mengurangi masalah mendasar seperti mengurangi kemiskinan, pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, dan urbanisasi. UKM olahan pangan merupakan salah satu potensi bisnis yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten Banjarnegara. UKM olahan pangan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dijadikan sebagai suatu usaha di Kabupaten Banjarnegara yang dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran di wilayah sekitarnya melalui kesempatan kerja. Peran UKM olahan pangan akan tercapai apabila usahanya dapat berjalan secara berkelanjutan, dan keberlanjutan suatu usaha dapat terwujud jika UKM mendapatkan keuntungan. Keuntungan merupakan pencapaian keberhasilan perusahaan yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi keuntungan UKM olahan pangan di Kabupaten Banjarnegara. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah aset tetap, ukuran perusahaan, umur perusahaan, lama pendidikan, produktivitas tenaga kerja, dan media sosial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan wawancara kuesioner kepada pengusaha UKM olahan pangan di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel - variabel yang berpengaruh terhadap keuntungan UKM olahan pangan di Kabupaten Banjarnegara adalah aset tetap, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan produktivitas tenaga kerja. Lamanya pendidikan dan media sosial tidak berpengaruh terhadap keuntungan. Upaya peningkatan keuntungan UKM olahan pangan di Kabupaten Banjarnegara dapat dilakukan dengan memperbaiki aset tetap, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan produktivitas tenaga kerja. | The main objective of policies made by Indonesia as a developing country is directed to eliminate the fundamental problems that are still unresolved. In a sustainable development program, Small Medium Enterprises (SMEs) have a strategic role in national development. The important roles of the presence of SMEs in Indonesia can be reduce fundamental problems such as reducing poverty, unemployment, inequal distribution of income, and urbanization. Food processing SMEs is one of the potential bussiness that contributed greatly to the GRDP of Banjarnegara regency. Food processing SMEs can provide an opportunity for the community as businesses in Banjarnegara Regency to be able to contribute to the reduction of unemployment in the surrounding region through employment opportunities. The role of food processing SMEs will be achieved when the business is sustainable, and the sustainability of a business can be realized if SMEs get a profit. Profit is an achievement of success of the company that measure how the effective of a company in running its business. This research aimed to analyze the determinants of the profitability of food processing SMEs in Banjarnegara Regency. The variables used in this research are consist fixed assets, firm size, age of firm, length of education, labor productivity, and social media. Data used in this research is primary data with questionnaire-based interview to the food processing SMEs entrepreneurs in Banjarnegara regency. This research has been using multiple linear regression as the analysis technique. The result of this research shows that the variables that have effect to the profitability of food processing SMEs in Banjarnegara Regency are fixed assets, firm size, age of firm, and labor productivity. Length of education and social media does not effect to the profitability. Effort to increase the profitability of food processing SMEs in Banjarnegara Regency can be done by improve fixed assets, firm size, age of firm, and labor productivity. | |
| 16320 | 19632 | G1F013010 | EVALUASI PENERAPAN PELAYANAN FARMASI KLINIK DI APOTEK KOTA PURWOKERTO | Dalam melakukan pelayanan kefarmasian di apotek, apoteker harus menerapkan standar yang telah ditetapkan pada Permenkes RI No 35 Tahun 2014. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang penerapan pelayanan farmasi klinik di apotek Kota Purwokerto berdasarkan Permenkes RI No 35 Tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi bagaimana pelayanan farmasi klinik di apotek Kota Purwokerto. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified sampling kemudian dilakukan pemilihan sampel secara acak dengan jumlah sampel sebanyak 44 apotek. Responden penelitian adalah Apoteker Pengelola Apotek atau Apoteker Pendamping di apotek yang telah ditetapkan. Cara pengumpulan data melalui kuesioner dari standar pelayanan kefarmasian di apotek yaitu pelayanan farmasi klinik. Seluruh data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan rata-rata skor penerapan pelayanan farmasi klinik di apotek Kota Purwokerto pada tahun 2017 adalah 72,44% termasuk kategori cukup. Penerapan setiap kegiatan pelayanan farmasi klinik di apotek Kota Purwokerto yaitu pengkajian resep 95,25%; dispensing 88,07%; pelayanan informasi obat (PIO) 56,25%; konseling 89,02%; pelayanan kefarmasian di rumah (home pharmacy care) 40,26%; pemantauan terapi obat (PTO) 31,17%; dan monitoring efek samping obat 24,24%. | A pharmacist should apply the standards that have been regulated by Permenkes RI No 35 Year 2014 when performing pharmaceutical care in pharmacy. Therefore, evaluation of clinical pharmaceutical service according to Permenkes RI No 35 Year 2014 is needed to assess the practice of pharmacist in Pharmacy at Purwokerto. The aim of this study was to evaluate the clinical pharmaceutical services in pharmacies of Purwokerto. This study was a descriptive study with cross sectional method. The sampling technique was stratified sampling. Random sampling selection was conducted with 44 pharmacies. Respondents was the appointed pharmacists (APA) or co-pharmacists (APING) in pharmacies of Purwokerto. Evaluation of clinical pharmaceutical services was measured by Clinical Pharmaceutical Service in Pharmacy Questionnaire. The data was analyzed descriptively. The result showed that clinical pharmacy service in pharmacy of Purwokerto during 2017 was at the level of “fair” with an average was 72,44%. Clinical pharmaceutical service in pharmacy of Purwokerto included drug prescribing 95,25%; drug dispensing 88,07%; drug information services 56,25%; patient counseling 89,02%; home pharmacy care 40,26%; monitoring of drug therapy 31,17%; and monitoring of drug side effects 24,24%. |