Home
Login.
Artikelilmiahs
19629
Update
ARIF DWI JAYANTO
NIM
Judul Artikel
AKTIVITAS HARIAN DAN PRODUKSI KROTO SEMUT RANGRANG Oecophylla smaragdina Fab. DENGAN PEMBERIAN PAKAN PROTEIN TINGGI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Semut rangrang Oecophylla smaragdina Fab. sebagai serangga sosial yang memiliki aktivitas harian meliputi perilaku grooming, trophallaxis, pencarian makan, dan pemindahan koloni. Semut rangrang dimanfaatkan sebagai agen biokontrol dan pakan hewan piaraan. Pemanfaatan ganda ini menyebabkan eksploitasi yang berlebihan akan mengancam populasi semut rangrang di alam, sehingga usaha konservasi yang dilakukan dengan kultur. Jangkrik dan ulat Hongkong merupakan serangga yang memiliki potensial sebagai pakan, sedangkan royal jelly merupak produk lebah madu yang memiliki nutrisi kompleks. Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk mengetahui aktivitas harian dan produksi kroto semut rangrang yang diberi pakan berbagai jenis protein tinggi. Perlakuan pakan protein tinggi yang digunakan terdiri dari jangkrik, ulat Hongkong, dan berbagai dosis royal jelly. Penelitian dilakukan bulan November 2016 sampai Februari 2017 di Purwokerto. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 eksperimen, dengan perlakuan pakan royal jelly dan air (1:1), campuran royal jelly dan madu (1:1), campuran royal jelly dan larutan gula 7% (1:1), larutan gula 7 % (kontrol) sebanyak 10 ml/hari; untuk percobaan 1 dengan pakan tambahan jangkrik 5 ekor/hari dan ulat Hongkong 2 ekor/hari. Hasil dari penilitian ini adalah aktivitas harian semut rangrang meliputi grooming dilakukan dengan membuang semut yang mati; tidak ada perilaku yang khas dalam trofalaksis larva; pencarian makan diatas 70% mengindikasikan semut dalam kondisis sehat; dan tidak terjadi pemindahan larva karenakoloni belum cukup untuk dipecah. Hasil uji ANOVA produksi kroto pada tabel 1 menunjukkan hasil bahwa nilai F hitung 3,911 < F tabel 4,07, maka tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap produksi kroto. Hasil ANOVA percobaan 2 menunjukkan hasil bahwa nilai F hitung 4,543 > F tabel 4,07, maka terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan terhadap produksi kroto, karena setiap unit perlakuan mendapatkan nutrisi yang berbeda dalam pakan. Maka, produksi kroto semut rangrang dipengaruhi oleh pakan protein tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
As a social ant, O. smaragdina daily activity are grooming, trophallaxis, foraging, and colony translocation. The Weaver Ant utilized as biocontrol agents and feed pets. This double utilization causes excessive exploitation that would threaten a population of weaver ants in nature, so conservation efforts is made by cultur. Crickets and Hongkong worms is insects that have potential as feed, while royal jelly is honey bee products that has complex nutrients. The goal of this research is to know the daily activities and weaver ant’s production that is given various types of high protein feed. The high protein feed treatment consists of crickets, Hongkong worms, and various doses of royal jelly. This study was conducted in Grendeng, Purwokerto from November 2016 to February 2017. A Completly Randomized Design method was employed, with 4 experiments that consisted of 10ml/day of: 1). 7 % sugar solution (control), 2). A mixture of royal jelly and sugar solution 7 % (1:1), 3). a mixture of royal jelly and bee honey (1:1), and 4). a mixture of royal jelly and water (1:1). All these treatments were given during 49 day experimets and used 3 replicates. For ekperimentation 1 there were additional high-protein Hongkong worms (Tenebrio molitor) as many as 5 woms/days, and crickets (Gryllus assimilis) as many as 2 cricket nymphs/day. Result of this research is the daily activity of weaver ants include grooming is done by removing the dead ants; there is no typical behavior in trophallaxis larvae; foraging above 70% indicate an ant in the healthy condition; and does not occur the colony transfer larvae because its has not been enough to split. The results of the ANOVA experiment 1 showed that the value of F calculate 3,911 < F tabel 4,07 table, then there is a real not differences between the treatment of kroto’s production. The results of the ANOVA experiment 2 showed that the value of F calculate 4.543 > 4.07 F table, then there is a real differences between the treatment of kroto’s production, because every treatment get different nutrients in feed. Then, the production of kroto in weaver ants influenced by the high-protein diet.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save