Artikelilmiahs
Menampilkan 16.221-16.240 dari 49.935 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16221 | 19536 | F1B012038 | MANAJEMEN PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul Manajemen Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga. Judul tersebut dilatarbelakangi dengan adanya berabagai fenomena permasalahan IMB. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelayanan izin mendirikan bangunan di DPMPTSP Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan aspek perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan/pengendalian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian bahwa proses manajemen dalam pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purbalingga sudah bisa dikatakan maksimal. 1) pada proses perencanaan hal ini dapat dilihat dengan kemampuan tim pelaksana pelayanan IMB dalam memahami tujuan IMB, perencanaan pembiayaan, penyusunan tim pelaksana, dan program kerja yang dilakukan oleh seluruh anggota yang termasuk dalam Tim Teknis pelayanan IMB di Kabupeten purbalingga. 2) pada tahap pengorganisasian menunjukkan bahwa sebagian besar pengorganisasian telah dilakukan dengan baik, namun dalam proses pelayanan IMB tidak adanya struktur yang nyata sehingga dalam pelaksanaannya tidak ada SOP yang mengikat seluruh Tim Teknis dalam proses pelayanan IMB. 3) pada tahap penggerakan fungsi kepemimpinan dikatakan berjalan baik dan dianggap mengedepankan kedemokratisan dalam menanggapi permasalahan dan komunikasi yang baik antar bagian Tim Teknis Pelayanan IMB, dalam hal motivasi terdapat support dari pemerintah daerah berupa tunjangan dan sarana prasarana penunjang proses pelayanan IMB namun dibalik itu keego sektoralan dari beberapa anggota tim yang menggap tidak perlu adanya motivasi dari pimpinan terhadap tugas dan pekerjaannya pada proses pelayanan IMB. 4) pengawasan/pengendalian yang dilakukan dengan mekanisme pengawasan, tindak lanjut atas pengawasan, dan sumber daya yang digunakan dalam pengawasan. Dalam proses pelayanan IMB ini pengawasan berdasarkan pengaduan dari masyarakat, program dari Satpol PP, seksi wasdal, dan pengawasan bersama OPD terkait karena sudah ada strategi-strategi untuk melakukan itu. Tindak lanjut dari pengawasan berupa peringatan secara lisan dan tertulis hingga berupa pembongkaran. Sumber daya yang digunakan lebih kepada sdm yang ada pada masing-masing OPD yang menjadi bagian dari Tim Teknis Pelayanan IMB. | This research entitled Management of Building Permit Services (IMB) in the Investment Service and One Stop Service (DPMPTSP) Purbalingga District. The title is motivated by the existence of various phenomena of IMB problems. The purpose of this research is to analyze and describe building permit service in DPMPTSP Purbalingga Regency by using planning aspect, organizing, actuating, and controlling. The research method used is qualitative descriptive and techniques of selecting informants using purposive sampling. Data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation. To ensure the validity of data used source triangulation techniques. Data analysis method used is interactive analysis method. The result of research that management process in building permit service at One Stop Service and One Stop Service Service (DPMPTSP) Purbalingga Regency can be said maximal. 1) in the Planning process this can be seen with the capability of IMB implementing team in understanding IMB objectives, financing planning, preparation of implementation team, and work program conducted by all members included in the technical team of IMB service in Purbalingga District. 2) at the Organizing stage shows that most of the organizing has done well, but in the process of IMB service there is no real structure so that in its implementation there is no SOP binding all the Technical Team in IMB service process. 3) at the stage of the Actuating of leadership function is said to run well and considered to put forward democratic in response to problems and good communication between the Technical Services Team IMB, in terms of motivation there is support from the local government in the form of allowances and infrastructure supporting services IMB service but behind it ego sector Of some team members who do not need to have a motivation from the leadership of the task and work on the IMB service process. 4) Controlling conducted by supervisory mechanism, follow-up on supervision, and resources used in supervision. In the process of this IMB service monitoring based on complaints from the community, the program from Satpol PP, wasdal sections, and supervision together with related OPD because there are already strategies to do that. Follow-up of supervision in the form of warnings orally and in writing to the form of dismantling. Resources used more to the existing human resources in each of the OPDs that are part of the IMB Service Technical Team. | |
| 16222 | 19537 | C1K013037 | THE DETERMINANT OF SUPPLY CHAIN PRACTICE AND THE ROLE OF COMPETITIVE ADVANTAGE AS MEDIATING VARIABLE TO PERFORMANCE IN SMALL MEDIUM ENTERPRISES ( SMEs BANJARNEGARA ) | Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketidakpastian informasi terhadap praktek supply chain dan pengaruh pengaruh ketidakpatian yang berasal dari pelanggan terhadap praktek supply chain, menganalisis pengaruh praktek supply chain terhadap competitive advantage, dan meneliti pengaruh praktek supply chain terhadap organization performance yang dimediasi oleh competitive advantage dan juga menganalisis pengaruh competitive advantage terhadap organization performance. Penelitian ini mengkobinasi 3 model Wang et.al, Arifin, et.al, and Li, et.al. sampel dari penelitian ini adalah 95 UMKM di Banjarnegara. UMKM yang dipilih ada tempat makan di Banjarnegara, yang memiliki penghasilan minimal Rp. 10.000.000. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada dampak negatif ketidakpatian informasi terhadap praktek supply chain, dampak negatif dari ketidakpastian yang berasal dari pelanggan terhadap praktek supply chain. Selain itu penunjukan bahwa ada damapak positif dari praktek rantai perusahaan, terhadap persainga kompetitif dan kinerja organisasi. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan diharapkan bisa menganalisis ketidak pastian informasi dan ketidakpastian yang berasal dari pelanggan. Selain itu perusahaan diharapkan mampu menerapkan praktek supply chain dengan baik agar mampu bersaing secara kompetitif dan juga untuk meningkatkan kinerja organisasi. Kata Kunci : Ketidakpastian Informasi, ketidakpastian yang berasal dari pelanggan, praktek supply chain, persaingan kompetitif, kinerja organisasi. | The purpose of this study is to analyze the uncertainty of information on supply chain practices and the influence of the effect of unconsciousness from customers on supply chain practices, to analyze the influence of supply chain practices on competitive advantage, and to examine the effect of supply chain practices on organization performance mediated by competitive advantage and also analyze The influence of competitive advantage on organization performance. This study modeled 3 models of Wang et.al, Arifin, et.al, and Li, et.al. Sample of this research is 95 SMEs in Banjarnegara. UMKM selected there are places to eat in Banjarnegara, which has a minimum income of Rp. 10,000,000. The results of this study indicate that there is a negative impact of information inaction on supply chain practices, the negative impact of uncertainty coming from customers on supply chain practices. In addition, the appointment that there is a positive impact of corporate chain practices, against competitive and organizational performance. The implication of this research is that the company is expected to be able to analyze uncertainty of information and uncertainty coming from customers. In addition, the company is expected to be able to apply supply chain practices well in order to compete competitively and also to improve organizational performance. Keywords: Uncertainty Information, uncertainty from customers, supply chain practices, competitive competition, organization performance. | |
| 16223 | 19539 | F1B010042 | Evaluasi Implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas | Penelitian ini menganalisis evaluasi implementasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses evaluasi implementasi PPIP di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini mendeskrispsikan pelaksanaan PPIP di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Setiap tahap pelaksanaan PPIP telah diatur dalam Pedoman Pelaksanaan PPIP yang harus dijadikan pedoman bagi setiap implementor pelaksana PPIP. Kepatuhan terhadap Pedoman Pelaksanaan PPIP menjadi faktor penentu keberhasilan dari program yang dijalankan. Tingkat keberhasilan implementasi kebijakan dapat di ukur dengan melihat tingkat kepatuhan (baik tingkat kepatuhan bawahan kepada atasan, atau kepatuhan implementor terhadap peraturan) dalam mengimplementasikan sebuah program. Kepatuhan tersebut mengacu pada perilaku implementor itu sendiri sesuai dengan standar dan prosedur serta aturan yang ditetapkan oleh kebijakan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa evaluasi implementasi PPIP di Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas dilaksanakan sesuai dengan aturan dan petunjuk yang tercantum di Pedoman Pelaksanaan PPIP. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kepatuhan implementor terhadap pelaksanaan PPIP, yaitu semua aktor pelaksana mengikuti alur dan prosedur yang terdapat pada pedoman pelaksana PPIP. Dalam tahap perencanaan PPIP dilakukan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan PPIP dan identifikasi masalah yang ada di Desa Karanggedang. Koordinasi yang terjadi antara pihak dinas dengan pihak desa cukup baik, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi sangat jarang terjadi kesalahpahaman dan tidak terjadi penyimpangan. | This study analyzes the evaluation of the implementation of Rural Infrastructure Development Program (PPIP) in Karanggedang Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas District. This research uses qualitative method. The purpose of this study is to find out and describe how the process of evaluating the implementation of PPIP in Karanggedang Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas District. The results of this study describe the implementation of PPIP in Karanggedang Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas District. Each stage of PPIP implementation has been set in the PPIP Implementation Guidelines which should be used as guidelines for every implementer of PPIP implementers. Compliance with the PPIP Implementation Guidelines is a critical success factor of the program being implemented. The success rate of policy implementation can be measured by looking at the level of compliance (either the subordinate's compliance level to the boss, or the compliance of the implementor to the rules) in implementing a program. Compliance refers to the behavior of the implementor itself in accordance with the standards and procedures and rules established by the policy. The result of the research concludes that the evaluation of PPIP implementation in Karanggedang Village, Sumpiuh Sub-district, Banyumas Regency is carried out in accordance with the rules and guidance contained in the PPIP Implementation Manual. This can be seen from the level of compliance of the implementor to the implementation of PPIP, ie all implementing actors follow the flow and procedures contained in the guidelines of the PPIP implementers. In the PPIP planning phase, socialization was conducted to introduce PPIP and identify problems in Karanggedang Village. Coordination between the agency and the village is quite good, from the planning stage to the evaluation is very rare misunderstandings and there is no deviation. | |
| 16224 | 19540 | I1F015040 | HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV DI POLI VCT RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV DI POLI VCT RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Joni Saefuloh1, Atyanti Isworo², Yunita Sari³ ABSTRAK Latar belakang: Kualitas hidup adalah derajat dimana seseorang menikmati kepuasan dalam hidupnya dan dapat melakukan segala aktivitas tanpa ada gangguan. Kualitas hidup dipengaruhi oleh banyak faktor diduga salah satunya adalah efikasi diri. Pasien HIV yang memiliki efikasi diri tinggi yakin terhadap kemampuannya dalam melakukan perawatan diri atau pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien HIV di Poli VCT RSUD Prof dr Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 54 diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dengan kuisioner kualitas hidup yang dimodifikasi dari WHO-QOL HIV-BREF. Sedangkan kuisioner efikasi diri disadur dari kuisioner penelitian yang dilakukan oleh Shively, Smith, Borrmann, Gifford (2002). Uji statistik menggunakan uji Pearson. Hasil Penelitian: Hasil uji Pearson didapatkan hasil p = 0,005 (p<0,05) artinya ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien HIV, dengan nilai r = 0,377. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien HIV. Kata kunci: efikasi diri, HIV, kualitas hidup, ¹ Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman ²˒³ Departemen Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY AND QUALITY OF LIFE HIV PATIENTS AT VCT POLICLINIC OF PROF. DR. MARGONO SOEKARJO REGIONAL PUBLIC HOSPITAL OF PURWOKERTO Joni Saefuloh1, Atyanti Isworo2, Yunita Sari3 ABSTRACT Background: Quality of life is a degree which an individual may enjoy satisfactions in his/her life and do various activities without any disturbance. Quality of life is influenced by many factors, one of which is self efficacy. HIV Patients with higher self efficacy believe in their ability in performing self treatment or medication. Objective: this research aims to examine the relationship between self efficacy and life quality HIV patients at VCT policlinic of Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional Public Hospital of Purwokerto. Method: this research is a qualitative correlational method with a cross-sectional approach. 54 samples are taken using a consecutive sampling technique. The data are collected with the questionnaires on quality of life adapted from WHO-QOL HIV-BREF. While the questionnaires on self efficacy are adapted from those previously conducted by Shively, Smith, Borrmann, and Gifford (2002). In addition, the statistical testing is conducted using Pearson test. Result: the Pearson testing results show that p = 0,005 (p<0,05). It means that there is a significant relationship between self efficacy and quality of life HIV patients, with the value of r = 0,377. Conclusion: there is a significant relationship between self efficacy and quality of life HIV patients. Keywords: self efficacy, HIV, quality of life ¹ Nursing Student – Health Sciences Faculty of Jenderal Soedirman University ²˒³ Surgical Nursing Department – Nursing Major - Health Sciences Faculty of Jenderal Soedirman University | |
| 16225 | 19541 | C1F015052 | FLYPAPER EFFECT PADA DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI BANGKA BELITUNG | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena flypaper effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah. Objek yang diteliti adalah pemerintah daerah kabupaten/kota di Bangka Belitung selama periode tahun 2010-2014. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan data sekunder. Data tersebut dianalisis dengan metode regresi sederhana dan berganda dan diolah dengan program SPSS versi 23. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa: (1) Ketika diuji secara terpisah, dengan menggunakan lag ataupun tanpa lag, PAD dan DAU menunjukkan pengaruh positif signifikan terhadap Belanja Daerah. (2) Ketika diuji secara simultan, dengan menggunakan lag ataupun tanpa lag, PAD menunjukkan pengaruh positif tidak signifikan terhadap Belanja daerah. Hal ini mengindikasikan telah terjadi flypaper effect. | This research aims to analyze the phenomenon of flypaper effect on General Allocation Fund (DAU) and Local Own Revenue (PAD) to Local Expenditure.. The object under research is local goverment districts/cities in Bangka Belitung with the period 2010-2014. The data collection method used in this research is documentation method with secondary data. Data were analyzed using simple and multiple regression methods and processed with SPSS program version 23.Statistical tests showed that: (1) When tested separately, with or wihout lag, PAD and DAU show a significant positive impact on Local Expenditure. (2) When tested simultaneously, with or without lag, PAD shows an insignificant positive influence on Local Expenditure. This indicates there has been a flypaper effect. | |
| 16226 | 19542 | F1B010077 | PERANAN KEPALA DESA DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA BERDASARKAN UU NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DI DESA MEJAGONG KECAMATAN RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa setelah adanya undang-undang yang secara khusus mengatur tentang keberadaan desa dan segala sesuatu yang berhubungan dengan desa, yang mana bisa penulis pastikan kepala desa akan memikul tanggung jawab yang semakin berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian yaitu Kepala Desa beserta Perangkatnya. Lokasi penelitian di Desa Mejagong Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi pada lokasi penelitian. Data sekunder diperoleh dari Kantor Balai Desa Mejagong berupa dokumen yang berkaitan dengan penelitian dan literature yang lain. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peranan kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sudah cukup baik, bisa dilihat dari transparansi penggunaan dana desa, urusan administrasi yang transparan dan pelayanan yang cukup memuaskan walaupun perlu adanya peningkatan lagi dari segi sumber daya manusianya. Selain itu kepala desa juga sudah ikut berpartisipasi dan berperan aktif di semua urusan dalam bidang yang menyangkut penyelenggaraan pemerintahan desa. Kepala desa juga berperan sebagai panutan atau motivator yang selalu memberikan bantuan, arahan dan pengawasan ketika perangkat atau bawahannya mengalami kesulitan atau kendala. Wujud nyatanya yaitu dengan mengadakan rapat kerja sebulan sekali untuk berkoordinasi dalam hal pekerjaan khususnya untuk meningkatkan kinerja pemerintah desa. Kata kunci: Kepala Desa, Peranan Kepala Desa. | ABSTRACT This study aims to find out how the role of village head in organizing village administration after a law that specifically regulates the existence of the village and everything related to the village, which can make the writer make sure the village head will assume increasingly heavy responsibilities. The research method used is qualitative descriptive. The target of the research is the Village Head and the Device. Research location in Mejagong Village, Randudongkal District, Pemalang Regency. The data used are primary data obtained from the interview and observation at the research location. Secondary data was obtained from the Mejagong Village Hall Office in the form of documents relating to research and other literature. The result of the research explains that the role of village head in the administration of village administration is good enough, can be seen from the transparency of the use of village funds, transparent administrative affairs and satisfactory services although there is a need to increase again in terms of human resources. In addition the village head has also participated and played an active role in all matters concerning the administration of the village administration. The village head also acts as a role model or motivator who always provides help, direction and supervision when the device or his subordinates experience difficulties or constraints. Its real form is by holding a monthly work meeting to coordinate in terms of work in particular to improve the performance of village government. Keywords: Village Head, Village Head's Role | |
| 16227 | 19543 | F1A010036 | PUDARNYA PENGGUNAAN BAHASA JAWA KRAMA DI KALANGAN REMAJA DESA PRUWATAN, KECAMATAN BUMIAYU, KABUPATEN BREBES | Menurut data yang ada, penutur bahasa Jawa di Indonesia adalah sebanyak 75,6 juta jiwa. pada masyarakat Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, penggunaan bahasa Jawa krama pun tidak lagi seperti dulu, dimana setiap individu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, masyarakat Desa Pruwatan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari, pun ketika mereka berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dari dirinya, mereka lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Jawa krama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Desa Pruwatan membawa pola interaksi dan cara berfikir yang lebih modern di masyarakat Desa Pruwatan setelah pulang dari sekolah. Penggunaan Bahasa Jawa Krama oleh kalangan remaja Desa Pruwatan mengalami pergeseran dan penurunan tingkat pengguna.Pergeseran dan penurunan penggunaan bahasa Jawa Krama disebabkan remaja Desa Pruwatan telah menggunakan Bahasa Indonesia baku yang didapatkan sewaktu di sekolah. Kata Kunci : Bahasa Jawa Krama, Remaja, Pergeseran budaya. | According to existing data, Javanese speakers in Indonesia are as many as 75.6 million people. In the community of Pruwatan Village, Bumiayu District, the use of Javanese krama is no longer the same as before, where every individual uses it in everyday life. Currently, Pruwatan villagers mostly use Indonesian as a colloquial language, even when they communicate with people older than themselves, they prefer to use Indonesian rather than Javanese krama. The research method used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted in Pruwatan Village, Bumiayu District. The results showed that the Pruwatan Village teenager brought a more modern pattern of interaction and ways of thinking in the community of Pruwatan Village after returning from school. . The use of Javanese Krama by teenagers of Pruwatan Village has shifted and decreased the user level. The shift and decrease of Javanese Krama usage caused the adolescent of Pruwatan Village to have used standard Indonesian language obtained in school. | |
| 16228 | 19544 | F1B010047 | PENGARUH PEMBERDAYAAN MELALUI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) OLEH PEMERINTAHAN DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dapat dilakukan antara lain dengan pemberian akses yang luas terhadap sumber-sumber pembiayaan bagi Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang ada di desa yang mempunyai kemauan dan kemampuan produktif. Meskipun kontribusi UKM dalam PDB semakin besar, namun hambatan yang dihadapinya besar pula, diantaranya kesulitan mengakses sumber-sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan formal, sehingga pemerintah desa dituntut turut serta memberdayakan LKM yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberdayaan melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) oleh Pemerintahan Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas” bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruhpemberdayaan LKM oleh Pemerintah Desa masyarakat terhadap kesejahteraan masyarakatdan mengetahui seberapa besarpengaruh pemberdayaan LKM oleh Pemerintah Desa terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif, dengan jumlah responden 48 orang dengan teknik yang di gunakan adalah sampling jenuh. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui kuesioner, sedang data sekunder bersumber dari dokumen laporan, peraturan- peraturan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, tulisan serta hasil penelitian mengenai pelayanan publik, dengan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruhpemberdayaan LKM oleh Pemerintah Desa masyarakat terhadap kesejahteraan masyarakatdan besarnyapengaruh pemberdayaan LKM oleh Pemerintah Desa terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas hanya 3,2%. | Efforts to improve the welfare of rural communities can be done, among others, by providing broad access to financing sources for small and micro enterprises (UKM) in the village who have the willingness and productive ability. Although the contribution of UKM in PDB is greater, but the obstacles it faces are large, such as the difficulty of accessing financing sources from formal financial institutions, so that village governments are required to participate in empowering LKM aimed at improving the welfare of the community. This research entitled "The Effect Of Community Participation And The Leadership Of Head Village On The Efectiveness Of Road Infrastructure Development In Beji Village Kedungbanteng District Banyumas Regency" aims to know whether or not there is influence of empowerment of LKM by Village Government of society to public welfare and to know how big influence of empowerment LKM by Village Government to society prosperity in Beji Village Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. This study uses quantitative research type, with the number of respondents 48 people with the technique in use is saturated sampling. The type of data consists of primary data obtained through questionnaires, while secondary data sourced from report documents, regulations relating to issues to be studied, posts and research results on public services, with quantitative analysis. The results of this study indicate that there is no influence of empowerment of LKM by the Village Government of the community to the welfare of the community and the influence of the empowerment of LKM by the Village Government to the welfare of the community in Beji Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency is only 3.2%. | |
| 16229 | 19545 | C1G014133 | PENGARUH TEKANAN ANGGARAN WAKTU, LOCUS OF CONTROL EKSTERNAL, KOMPETENSI, DAN SUPERVISI TERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR (STUDI EMPIRIS PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA BARAT) | Indonesia berada pada peringkat 88 dari 168 negara dari daftar Corruption Perception Index. Sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi yang dtinggi di dunia, profesi akuntansi terutama auditing menjadi sorotan utama karena munculnya skeptisme atau ketidakpercayaan terhadap kualitas hasil laporan audit yang dibuat oleh para auditor pemerintah. Audit yang baik adalah proses yang mampu memberikan peningkatan kualitas informasi. Melalui proses audit diharapkan akan dihasilkan sebuah informasi yang handal dengan penilaian secara objektif oleh auditor yang kompeten dan independen serta bebas dari perilaku disfungsional audit. Dalam rangka menghasilkan informasi Audit yang berkualitas, diperlukan auditor yang memiliki kompetensi dan supervisi yang memadai sehingga tidak terjadi perilaku disfungsional audit. Proses audit tidak akan lepas dari berbagai macam kendala. Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam audit adalah time budget pressure dan locus of control. Penelitian ini menggunakan teori agensi dan teori pengharapan. Kedua teori tersebut digunakan untuk membuktikan peranan auditor dalam pelaksanaan tugas terkait hubungan antara pemerintah dan kementerian/lembaga dalam hal pertanggungjawaban keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tekanan anggaran waktu, locus of control eksternal, kompetensi, dan supervisi terhadap Perilaku Disfungsional Audit (PDA). Prilaku Disfungsional Audit adalah suatu kekhawatiran berkelanjutan pada profesi akuntan publik yang pada gilirannya dapat memberikan dampak negatif pada profesi akuntan publik itu sendiri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer berupa hasil kuisioner dimana objek penelitian adalah auditor yang bekerja pada Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Barat di Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan 74 responden yang memenuhi persyaratan. Hipotesis penelitian ini diuji menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekanan anggaran waktu, locus of control eksternal, kompetensi, dan supervisi berpengaruh positif terhadap Prilaku Disfungsional Audit secara signifikan. Namun, hasil penelitian juga menerangkan bahwa locus of control eksternal dan supervisi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Perilaku Disfungsional Auditor karena p value 0,113 > α (0,05). | Indonesia is ranked 88th out of 168 countries from the list of Corruption Perception Index. As one of the highest corruption countries in the world, accounting professions are primarily auditing the main focus due to the emergence of skepticism or distrust of the quality of audit reports made by government auditors. A good audit is a process which is able to provide improved quality of information. The audit process is expected to produce a reliable information with an objective assessment by a competent and independent auditor. In order to produce high quality information, it required auditors who have the competence and have sufficient supervision, so that the quality of the audit report can be maintained. The audit process will not escape from a variety ofobstacles. One of the obstacle encountered in the audit is the time budget pressure and locus of control eksternal. This research uses agency theory and expectancy theory. Both theories are used to prove the role of auditors in performing the tasks related to the relationship between the government and the ministries/agencies in terms of financial accountability. This research is aimed at finding out the influence oftime budget pressure locus of control eksternal, competence, and supervision on Dysfunctional Audit Behavior. Dysfunctional Audit Behavior is a continuing concern for the auditing profession that can in turn have negative effects on the auditing profession. The data used in this research are primary data in form of questionnaire and the research objects are auditors working for Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat. The sample taken using Stratified Random sampling and there were 74 qualified respondents. The hypotheses were examined by using SPSS versi 23 program. The results of the study can be concluded that time budget pressure locus of control eksternal, competence, and supervision are significantly positively influential on Dysfunctional Audit Behavior. However, the result also shows that locus of control eksternal and supervision has no influence on DAB because p value is 0,113 > α (0,05). | |
| 16230 | 19546 | C1G014118 | PENGARUH KARAKTERISTIK DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi pada LKPD Kabupaten/Kota Provinsi Riau Periode 2011-2014) | Akuntabilitas dan transparansi menjadi hal yang semakin berkembang di masyarakat dewasa ini sebagai bentuk kepedulian dan tuntutan atas haknya kepada pemerintah daerah. Sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi kepada publik, pemerintah daerah wajib membuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang disertai dengan pengungkapan yang lengkap. Kehadiran Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) mewajibkan adanya pengungkapan item-item tertentu dalam LKPD. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh karakteristik pemerintah dan kemandirian keuangan daerah terhadap tingkat pengungkapan LKPD Kabupaten/Kota di Provinsi Riau periode 2011-2014. Sampel penelitian sebanyak 13 LKPD Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Total sampel ialah 52 LKPD dari 4 tahun pengamatan Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan menggunakan software E-views 7.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua variabel yang menggambarkan karakteristik pemerintah, hanya ukuran pemerintah daerah yang berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan LKPD, sedangkan variabel kekayaan pemerintah daerah tidak berpengaruh. Sementara variabel rasio kemandirian keuangan daerah dan intergovernmental revenue terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat pengungkapan LKPD. | Accountability and transparency becomes increasingly growing in today's society as cares and demands form of their rights to local governments. As a form of accountability and transparency to the public, local governments have to make the Local Government Financial Report (LGFR) completed with full disclosure. The presence of Government Accounting Standards (GAS) requires a disclosure of certain LGFR items. The purpose of this study is to determine the effect of the government characteristics and regional financial independence on the disclosure level of LGFR in Riau Province for period 2011-2014. Samples are 13 LGFR in Riau Province. Then, total sample is 52 observations LGFR of 4 years. The analytical method used is panel data regression using E-views 7.0 software. The results showed, from two variables that describe the characteristics of government, only size of local goverment which has positive effect on the disclosure level of LGFR, whereas other variables such as wealth of local government has no effect. While, from the regional financial independence, regional financial independence ratio variable and intergovernmental revenue has no effect on the disclosure level. | |
| 16231 | 19547 | F1B010058 | Kepuasan Masyarakat terhadap Kualitas Infrastruktur Jalan Kabupaten di Purbalingga | Jalan merupakan prasarana transportasi pendukung utama aktivitas manusia. Pemerintah bertanggung jawab menyediakan jaringan jalan yang bagus. Infrastruktur jalan kabupaten di Purbalingga belum bisa dikatakan sangat berkualitas. Kualitas infrastruktur jalan kabupaten tersebut belum dapat mencapai target dan harapan masyarakat, sehingga mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas infrastruktur jalan kabupaten di Purbalingga dan untuk mengetahui gap antara harapan masyarakat terhadap kualitas infrastruktur jalan kabupaten dengan kenyataan yang dirasakan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Purbalingga. Sasaran penelitian ini publik pengguna jalan kabupaten yaitu pemilik kendaraan bermotor dan ditetapkan bahwa sampel yang diambil sebanyak 400 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam adalah proporsional area simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu Importance and Performance Analysis. Variabel dalam penelitian ini yaitu kualitas harapan dan kualitas kenyataan, dengan delapan dimensi yaitu performance, range and type features, reliability and durability, maintainability and serviceability, sensory characteristics, and ethical profile and image, yang disusun ke dalam 18 atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 atribut yang diujikan, hanya 2 atribut dengan tingkat kepuasan masyarakat relatif tinggi yaitu jalan kabupaten menghubungkan pusat – pusat kegiatan dan jalan kabupaten memudahkan perjalanan. Terdapat 7 atribut dengan kepuasan masyarakat cukup bagus yaitu alat pengatur lalu lintas, rambu – rambu lalu lintas, marka jalan, zebra cross, jalur hijau, keamanan berkendara, dan kelancara lalu lintas. Atribut yang perlu ditingkatkan kualitasnya ada 9 karena kepuasan masyarakat masih rendah yaitu kondisi jalan, trotoar, drainase, kenyamanan berkendara, kekuatan jalan, keawetan jalan, perbaikan secepatnya, kecepatan proses perbaikan, dan kehalusan jalan. Hasil penelitian juga membuktikan adanya gap antara harapan masyarakat terhadap kualitas insfrastruktur jalan kabupaten dengan kenyataan yang dirasakan. Dengan demikian, maka Ho dalam penelitian ini ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat kepuasan masyarakat relatif masih rendah karena masih ada gap antara harapan dengan kenyataan. Sehingga, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualias infrastruktur jalan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat. Kata kunci : kualitas harapan, kualitas kenyataan, kepuasan masyarakat | Road is the main supporting infrastructure of human activities. The government is responsible for providing a good road network. Infrastructure of district roads in Purbalingga can not be said to be highly qualified. The quality of the district road infrastructure has not been able to achieve the target and the expectations of the community, thus affecting the level of community satisfaction. The purpose of this study is to determine the level of community satisfaction on the quality of district road infrastructure in Purbalingga and to know the gap between the expectations of the community on the quality of district road infrastructure with the perceived reality. The location of this research was conducted in Purbalingga District. The target of this research is public of regency road user that is owner of motor vehicle and determined that sample taken counted 400 people. The sampling technique used in the proportional area is simple random sampling. Data analysis used is Importance and Performance Analysis. The variables in this study are quality expectation and quality of reality, with eight dimensions of performance, range and type features, reliability and durability, maintainability and serviceability, sensory characteristics, and ethical profile and image, organized into 18 attributes. The results show that of the 18 attributes tested, only 2 attributes with a relatively high level of community satisfaction is the district road connecting the centers of activity and the district roads facilitate travel. There are 7 attributes with a pretty good public satisfaction that is traffic control, traffic signs, road markings, zebra cross, green lines, driving safety, and traffic noise. Attributes that need to be improved in quality are 9 because the satisfaction of the community is still low ie road conditions, sidewalks, drainage, driving comfort, road strength, road durability, immediate repair, speed of repair process, and smoothness of the road. The research also proves that there is a gap between public expectation on the quality of district road infrastructure with perceived reality. Thus, Ho in this study was rejected. The conclusion of this research is the level of community satisfaction is still relatively low because there is still a gap between expectations with reality. Thus, the government is expected to increase the quality of road infrastructure to increase public satisfaction. Keywords: quality of hope, quality of reality, community satisfaction | |
| 16232 | 19170 | C1G014134 | PENGARUH PENYERTAAN MODAL, EFISIENSI, TARIF, SDM, DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) DI PROVINSI ACEH | Kinerja merupakan hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi, baik profit oriented maupun nonprofit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu tertentu. Dalam rangka menghasilkan kinerja yang baik, diperlukan modal yang cukup, sumber daya manusia yang berkompeten, dan pengendalian internal yang memadai. Pengaturan tarif yang tepat dan produksi yang efisien juga diperlukan untuk menghaslkan kinerja keuangan yang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modal, efisiensi, tarif, sumber daya manusia, dan pengendalian internal terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan teori stakeholder, resources based theory dan teori keagenan. Ketiga teori tersebut digunakan untuk membuktikan peranan vaiabel modal, efisiensi, sumber daya manusia, dan pengendalian internal terhadap kinerja suatu perusahaan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan daerah air minum (PDAM) di Provinsi Aceh. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 13 PDAM dari populasi sebesar 19 PDAM. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan hasil audit kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 (lima) hipotesis penelitian yang diajukan, terdapat 1 (satu) hipotesis yang diterima dan 4 (empat) hipotesis yang ditolak. Hipotesis yang diterima adalah hipotesis terkait tarif. Hipotesis yang ditolak adalah modal, efisiensi, sumber daya manusia, dan pengendalian internal. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kualitas hasil audit dapat dijelaskan sebesar 73,58% berdasarkan variasi dari variabel-variabel independen dalam penelitian, sedangkan sisa sebesar 26,42% tidak dijelaskan oleh model regresi dan dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model regresi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan: (1) tidak terdapat pengaruh modal terhadap kinerja perusahaan, (2) tidak terdapat pengaruh efisiensi terhadap kinerja perusahaan, (3) terdapat pengaruh tarif terhadap kinerja perusahaan, (4) tidak terdapat pengaruh sumber daya manusia terhadap kinerja perusahaan dan (5) tidak terdapat pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja perusahaan. | Performance is the result obtained by an organization, both profit oriented and nonprofit oriented generated during a certain period of time. In order to produce good performance, sufficient capital, competent human resources and adequate internal control are required. Proper tariff setting and efficient production are also needed to generate a good financial performance. This study aims to examine the effect of capital, efficiency, tariff, human resources, and internal control on company performance. This research uses stakeholder theory, resources based theory and agency theory. These three theories are used to prove the role of capital variables, efficiency, human resources, and internal control over the performance of a company. The population of this study is a regional water company (PDAM) in Aceh Province. The sampling method used is purposive sampling with 13 PDAMs from a population of 19 PDAMs. The data used are secondary data in the form of performance audit report. The results showed that from 5 (five) proposed hypothesis, there were 1 (one) hypothesis accepted and 4 (four) hypothesis rejected. The accepted hypothesis is the tariff-related hypothesis. The rejected hypothesis is capital, efficiency, human resources, and internal control. Determination coefficient value indicate that the quality of audit result can be explained equal to 73,58% based on variation from independent variables in research, whereas residual equal to 26,42% not explained by regression model and explained by other causes outside regression model. Based on the result of research can be concluded: (1) there is no influence of capital to company performance, (2) there is no effect of efficiency to company performance; (3) there is influence of tariff to company performance; (4) there is no influence of human resources to performance Company and (5) there is no influence of internal control on company performance. Keywords: capital, efficiency, tariff, human resources, internal control, company performance | |
| 16233 | 19548 | F1B010104 | PENGARUH TEKNOLOGI FACEPRINT DAN REWARD AND PUNISHMENT TERHADAP DISIPLIN KERJA DI KABUPATEN BANYUMAS | Disiplin kerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu organisasi ataupun instansi. Organisasi pemerintahan memerlukan adanya disiplin kerja pegawai agar dapat mencapai tujuan dari organisasi yang telah ditetapkan. Instansi pemerintah, dalam hal ini adalah kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKDD) Kabupaten Banyumas berupaya memperbaharui sistem absensi pegawai sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini yaitu berupa faceprint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh efektivitas teknologi faceprint (X1) terhadap disiplin kerja (Y), besarnya pengaruh reward and punishment (X2) terhadap disiplin kerja (Y), dan besarnya pengaruh efektivitas teknologi faceprint (X1) dan reward and punishment (X2) terhadap disiplin kerja (Y) di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKDD) Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan populasi total sampling. Hasil penelitian yang diperoleh dari regresi ordinal menunjukan bahwa dari dua variabel yang terdiri dari efektivitas faceprint dan reward and punishment berpengaruh signifikan positif terhadap disiplin kerja. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap variabel dependen yaitu disiplin kerja. | Employee discipline is a very important thing in an organization or agency. Government organizations require employee discipline in order to achieve the goals of the organization. Government agencies, in this case is the Office of Employment Agency, Education, and Regional Training (BKDD) Banyumas Regency trying to update the attendance system of employees in accordance with the latest technology in the form of faceprint. The purpose of this study is to know the influence of faceprint technology effectiveness (X1) on work discipline (Y), the influence of reward and punishment (X2) on work discipline (Y), and the influence of faceprint technology (X1) and reward and punishment effectiveness (X2) on work discipline (Y) at the Office of the Employment Agency, Education and Training Agency (BKDD) of Banyumas Regency. This research method is quantitative method. The sampling technique of this research is total population sampling. The results obtained from ordinal regression showed that two variables consisting of faceprint technology and reward and punishment effectiveness have a positive significant influence on work discipline. This proves that all independent variables have a significant and positive influence on the dependent variable,that is work discipline. | |
| 16234 | 19549 | G1F010079 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Mahasiswa Farmasi di Perguruan Tinggi di Provinsi Jawa Tengah | INTISARI Pemenuhan kebutuhan apoteker dalam berbagai bidang praktik kefarmasian, tidak lepas dari peran perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan mahasiswa farmasi. Pemilihan karir pada bidang praktik kefarmasian dipengaruhi faktor-faktor seperti keuntungan kerja, penghargaan finansial, lingkungan kerja, fleksibilitas jam kerja, kesempatan maju, dan lokasi geografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi minat karir dan perbedaan tingkat kepentingan faktor-faktor umum pemilihan karir serta distribusi tingkat kepentingan faktor-faktor spesifik pemilihan karir pada mahasiswa di perguruan tinggi farmasi di Provinsi Jawa Tengah. Metode pengambilan data dilakukan secara cross sectional pada mahasiswa di 8 Perguruan Tinggi Farmasi di Jawa Tengah menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari savage et al. (2009) dan Ubaka et al. (2013) dan telah diuji readibilitas, validitas, dan realibilitas. Terdapat 369 responden yang di ambil dengan teknik proportional stratisfied sampling. Data yang didapat berupa tingkat kepentingan terhadap faktor-faktor umum pemilihan karir kemudian dilakukan uji beda kruskal walls dengan signifikansi 0,5% berdasarkan minat karir di bidang farmasi. Hasil penelitian menunjukan faktor umum yang paling penting pemilihan karir pada mahasiswa farmasi adalah kesempatan maju dengan persentase tanggapan positif 98,4% dan nilai rata-rata 3,73 dan minat karir dengan persentase tertinggi adalah karir di Rumah sakit yaitu 60%. Hasil uji beda menunjukan tidak ada perbedaan bermakna nilai kepentingan setiap faktor umum antara minat karir farmasi yang berbeda. Pada faktor-faktor spesifik pemilihan karir, faktor interaksi dengan masyarakat merupakan faktor tertinggi pada minat karir di apotek, interaksi dengan pegawai kesehatan lain pada minat karir di rumah sakit, imbalan keuangan yang besar pada minat karir di Industri dan kesempatan pendidikan pada minat karir di pendidikan. | ABSTRACT Fullfillment of pharmacy career field has pressure pharmacy college to produce more pharmacy undergraduate. Undergraduate career choice influence by benefits, sallary, work environment, flexible work schedule, advancement opportunities, and geographic location. The objectives of this study to identify career choice, general and specified factor that influence career choice pharmacy graduate on Jawa Tengah Provincy. Method of this study is cross sectional with questionaire adaptation from savage et al. (2009) and Ubaka et al. (2013) and has readibility, validity, and reliability test. Theres 369 respondence on this study with propotional stratified sampling. Information about career choice, general and specified factor influence career choice analysed by kruskall wallis test significance 0,5%. Result of this study showing advance opportunity is most impotance factor in general factor influence career choice with positive respond 98,4% and average value 3,74. Career in hospital is most enthuased career with 60% respondence choice. Result of comparative test showing there is not sigificanly affected beetween all general factor influence career choice with respondence career choice. Interaction with general public is most importance specific factor in comunity career, daily interaction with other health worker is most importance specific factor in hospital career, high financial reward is most importance specific factor in pharmacy industry career, and academic opportunities is most importance specific factor in academics career. | |
| 16235 | 19550 | H1K013042 | ANALISIS SPASIAL FORAMINIFERA SEBAGAI BIOINDIKATOR LINGKUNGAN PERAIRAN WILAYAH LAUT JAWA,SELAT MAKASSAR, DAN LAUT FLORES | Foraminifera merupakan bioindikator potensial untuk mengetahui lingkungan perairan modern maupun purba karena penggunaannya yang mudah, murah, dan dapat mencerminkan kondisi lingkungan secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi foraminifera pada sedimen di Laut Jawa, Selat Makasar dan Laut Flores serta menganalisis spesies serta kelimpahannya sebagai bioindikator lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah penelitian lapang dan laboratorium yang meliputi pengambilan sampel, identifikasi, koleksi dan analisis foraminifera sebagai bioindikator lingkungan perairan. Pengambilan sampel sedimen dilakukan di Laut Jawa, Selat Makassar, dan Laut Flores dari24 stasiun. Jumlah spesies terbanyak adalah pada Selat Makassar (63 spesies), kemudian Laut Jawa (46 spesies) dan terendah Laut Flores (43 spesies). Jumlah individu terbanyak pada Laut Flores (2911 individu/gr), kemudian Laut Jawa (1956 individu/gr) dan yang terendah Selat Makassar (1930 individu/gr). Distribusi spasial foraminifera menunjukan pola bahwa kelimpahan dan jumlah spesies foraminifera planktonik paling tinggi terdapat di Laut Flores, kemudian Selat Makassar, dan paling rendah di Laut Jawa.Spesies foraminifera yang merupakan bioindikatorsuhu perairan hangat adalah Globigerinoides rubra dan Globigerinoides saculifer, bioindikator terjadinya upwelling adalah Globigerina bulloides dan Globorotalia menardii, bioindikator lapisan termoklin adalah Pulleniatina obliqueloculata dan Neogloboquadrina dutertrei, bioindikator jenis sedimen adalah Asterorotalia pulchella, Discorbis sp., Cibicides sp., Uvigerina sp.,dan Spiroloculina depressa. | Foraminifera is a potential bioindicator to recognize the modern and the ancient marine environment because it is easily treated, cheap, and can refract marine environment condition accurately. The aims of this research are to inventory foraminifera on the sea bottom of Java Sea, Makassar Strait and Flores Sea and analize its species and abundance as environment bioindicator. The method that used were field research and laboratory research. Field research was sediment sample collected from Java Sea, Makassar Strait, and Flores Sea include 24 stations.The largest number of foraminifera species is in Makassar strait (63 species), then Java Sea (46 species), and the least is Flores Sea (43 species). The largest number of individual is in Flores Sea (2911 individuals/gr), then Java Sea (1956 individuals/gr), and the least is Makassar Strait (1930 individuals/gr). Spatial distribution of foraminifera show that the largest abundance and species amount of planctonic foraminifera is in Flores Sea, then Makassar Strait, and the least is Java Sea. Foraminifera species which are warm water bioindicators are Globigerinoides rubraand Globigerinoides saculifera, upwellingbioindicators areGlobigerina bulloides and Globorotalia menardii, thermocline layer bioindicatorsare Pulleniatina obliqueloculata and Neogloboquadrina dutertrei, and sediment type bioindicators are Asterorotalia pulchella, Discorbis sp., Cibicides sp., Uvigerinasp.,and Spiroloculina depressa. | |
| 16236 | 19596 | C1A010083 | ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DURIAN DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran durian di Desa Karangsalam, dan menganalisis tingkat efisiensi pemasaran durian di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas berdasarkan analisis efisiensi operasional dan harga. Jenis penelitian ini adalah survei terhadap petani durian di Desa Karangsalam. Metode penentuan ukuran sampel minimal menggunakan rumus Slovin sehingga jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 52 petani. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana), sedangkan untuk penentuan sampel penebas dan pengecer menggunakan metode snowball sampling. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan teknik tabulasi, korelasi dan regresi berdasarkan penghitungan tingkat efisiensi operasional (operational efficiency) dan efisiensi harga (pricing efficiency). Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat lebih dari satu saluran pemasaran durian di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Secara operasional saluran pemasaran durian di Desa Karangsalam sudah efisien, namun ditinjau dari harga, saluran pemasaran durian di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas belum efisien. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan pendapatan dari usahatani duriannya, para petani di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen sebaiknya menjual hasil produksinya melalui saluran pemasaran II yang memiliki farmer’s share lebih tinggi dibandingkan dengan saluran pemasaran I. Di samping itu, para petani juga perlu untuk terus menjual hasil produksi duriannya kepada konsumen secara langsung dengan tetap mempertimbangkan kapasitas produksi dan jumlah permintaan pasar. Sebagai upaya untuk mewujudkan efisiensi harga dalam pemasaran durian, para petani di Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen sebaiknya melakukan kerja sama dengan para lembaga pemasaran yang terlibat dalam menetapkan tingkat harga yang saling menguntungkan dan adil serta sesuai dengan kemampuan finansial konsumen agar terjadi integrasi harga secara sempurna antar pasar di tingkat petani dengan pasar di tingkat konsumen | Aims of this research were to analyze the marketing channel of durian at Karangsalam Village, and to analyze the marketing efficiency level of durian at Karangsalam Village, Kemranjen District in Banyumas Regency based on operational and price efficiency. Type of this research was survey on durian farmers at Karangsalam Village. Method to determine the minimum sample size used Slovin formula, so number of respondents within study of 52 farmers. Sampling method used simple random sampling technique, while to determine sample of fruit shoppers and retailers used snowball sampling method. Furthermore, technique of data analysis used tabulation, correlation and regression analysis techniques based on calculation of operational and price efficiency level. Based on the analysis results, it could be concluded that there were some marketing channels of durian at Karangsalam Village, Kemranjen District in Banyumas Regency. Operationally, marketing channel of durian at Karangsalam Village has been efficient, but in terms of price, marketing channel of durian at Karangsalam Village, Kemranjen District in Banyumas Regency was inefficient. Refers to these conclusion, it could be implied that durian farmers at Karangsalam Village of Kemranjen District should sell their products through marketing channel of II which has the higher value of farmer's share if compared with marketing channel of I. Additionally, durian farmers also need to continue to sell their durian product to consumers directly, keeping in mind the production capacity and the amount of market demand. As an effort to realize the price efficiency in durian marketing, farmers at Karangsalam Village, Kemranjen District should collaborate with marketing agencies involved in establishing the mutually beneficial price levels and equitable with the financial capabilities of consumers in order to achieve price integration perfectly between markets at the farm level and markets at the consumer level | |
| 16237 | 19552 | C1K010046 | THE EFFECTS OF PRODUCT QUALITY, SERVICE QUALITY AND PRICE ON CUSTOMER SATISFACTION AND CUSTOMER LOYALTY | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, kualitas layanan, dan harga terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan (penelitian empiris restoran Mayasi Puwokerto). Sampel acak menemukan 110 responden dan data dianalisis dengan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, namun harga berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. | The aim of this research was to analyze the effect of product quality, service quality, and price on customer satisfaction and customer loyalty ( an empirical study customer Mayasi restaurant Puwokerto). The random sampling found 110 respondents and data were analyzed by Structural Equation Model (SEM). The result of this research indicated that the product quality has a positive effect on customer satisfaction, the service quality has a positive effect on customer satisfaction, the price has a positive effect on customer satisfaction, the customer satisfaction has a positive effect on customer loyality. | |
| 16238 | 19553 | C1C013004 | EVALUASI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PT. HYUP SUNG INDONESIA | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjudul “Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dan Pengupahan PT. Hyup Sung Indonesia, Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah kinerja sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan ditinjau dari indikator throughput, response time, audabilitas, kelaziman komunikasi, kelengkapan sistem dan toleransi kesalahan. Objek yang akan digunakan di dalam penelitian ini adalah kinerja sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan. Subjek penelitian adalah pengguna atau karyawan yang berkaitan dengan sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan seperti manajer personalia, staf keuangan, staf akuntansi, dan staf pengawas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara dan teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi data Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan PT. Hyup Sung Indonesia ditinjau dari indikator throughput, response time, audabilitas, kelaziman komunikasi, kelengkapan, dan toleransi kesalahan telah berkinerja. Berdasarkan hasil penelitian kinerja sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan ditingkatkan dari aspek audabilitas dan kelaziman komunikasi ditingkatkan dengan perbaikan prosedur penggajian dan pengupahan. Sistem informasi akuntansi dapat disempurnakan dengan penggunaan sistem yang otomatis agar sistem informasi akuntansi lebih berkinerja ditinjau dari throughput, response time, kelengkapan serta toleransi kesalahan. | This research is a qualitative research with the title " Evaluation of Performance Wage and Salary Accounting Information System PT. Hyup Sung Indonesia, Purbalingga ". The purpose of this study is the performance wage and salary accounting information system in terms of indicators throughput, response time, audability, communication prevalence, system completeness and fault tolerance. The object to be used in this research is the performance wage and salary accounting information system. Research subjects are users or employees associated with wage and salary accounting information systems such as personnel manager, finance staff, accounting staff, and supervisory staff. Data collection techniques in this study by conducting interviews and data analysis techniques used are triangulation of data. The results showed that the wage and salary accounting information system PT. Hyup Sung Indonesia has performed in terms of indicators of throughput, response time, audability, communication prevalence, completeness, and tolerance error. Based on the results of research wage and salary accounting information systems performance improved from aspects of audability and prevalence of communication improving wage and salary procedure. A ccounting information system can be enhanced with the use of an automated system for accounting information systems more performance in terms of throughput, response time, completeness and fault tolerance. | |
| 16239 | 19163 | C1F015023 | PENGARUH SIZE, BELANJA MODAL, LEVERAGE, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH (Studi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Periode 2011-2015) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh dari size, belanja modal, leverage, dan indeks pembangunan manuasia tehadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2011-2015. Data penelitian merupakan data sekunder. Data size, belanja modal, dan leverage diperoleh dari laporan keuangan masing-masing pemerintah daerah melalui situs www.djpk.depkeu.go.id dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sedangkan data indeks pembangunan manusia diperoleh melalui situs www.bps.go.id. Metode pusposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 130 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa size dan indeks pembangunan manusia mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah, sedangkan belanja modal dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. | This research is a quantitative research. The purpose of this research is to find out and analyze the influence of size, capital expenditure, leverage, and human development index to the region’s financial independence of City/Regency`s Government in Central Java on fiscal year 2011-2015. The Data of this research are secondary data. Data of size, capital expenditure, leverage were obtained from the financial statements each local government through the website www.djpk.depkeu.go.id and Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), while human development index data’s were obtained through the website www.bps.go.id. The purposive sampling method is used to determine the number of samples. Based on the method obtained 130 samples. After that, data were analyzed by using regression method. The results indicate that size and human development index has positive and significant influence on region’s financial independence, while capital expenditure and leverage dit not significant effect on the region’s financial independence. | |
| 16240 | 19603 | F1G010006 | Pembentukan Kata Majemuk Dalam Majalah Misteri. | Penelitian ini berjudul ”Pembentukan Kata Majemuk dalam Majalah Misteri”. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna yang dihasilkan kata majemuk dalam Majalah Misteri. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan unsur-unsur pembentuk serta jenis makna yang dihasilkan dalam Majalah Misteri. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalimat dalam Majalah Misteri yang diduga di dalamnya terdapat kata majemuk. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini metode simak yaitu menyimak kalimat-kalimat yang diduga di dalamnya terdapat kata majemuk. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dan diteruskan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak dan diteruskan dengan teknik lanjutan kedua berupa teknik catat. Metode analisis data adalah metode agih. Penelitian ini menggunakan metode agih karena alat penentunya bahasa itu sendiri. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sisip, teknik balik dan teknik perluas. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa kata majemuk yang terdapat dalam Majalah Misteri berdasarkan unsur pembentuknya terbentuk dari kata tunggal dan kata tunggal, kata tunggal dan kata berimbuhan, kata berimbuhan dan kata tunggal. Jadi, lebih banyak yang terbentuk dari kata tunggal dan kata tunggal serta kata berimbuhan dan kata tunggal. Kata majemuk yang terdapat dalam Majalah Misteri menghasilkan makna idiom penuh, idiom sebagian dan non idiom. Pemakaian kata majemuk dalam Majalah Misteri akan mempunyai dampak terhadap pembaca yang tidak sepenuhnya memahami makna tersebut sehingga mengabaikan kata majemuk bahkan mengabaikan ceritanya. Di sisi lain dapat menambah perbendaharaan kata bagi pembaca. | This research is entitled "Pembentukan Kata Mejemuk dalam Majalah Misteri”. The purpose of this research is to describe the forms and meanings generated from the plural words contained in Mystery Magazine. This descriptive-qualitative research describes the formation elements and the meaning types generated from the Mystery Magazine. The data source of this research is sentences contained in the Mystery Magazine predicted having the plural words. The data are collected through listening the predicted sentences containing plural words. Tapping is considered as the basic technique used in this research and then continued with listening and recording as the further techniques. The data are analyzed using a distributional (agih) method since the determining instrument is the language itself. This research also uses inserting, reversing, and extending techniques. The results of data analysis are informally presented. The research results show that plural words contained in the Mystery Magazine are based on their formation elements covering the combination of singular word with singular word, singular word with the affixed word, as well as the affixed word with singular word that more words are formed from the combination of singular word with singular word and the affixed word with singular word. The plural words contained in Mystery Magazine result in simultaneous, partial, and non idiomatic meaning. The plural words used in Mystery Magazine negatively influence the readers' who do not fully understand its meaning so they disregard the plural words even the story it self. In the other side, it obviously enrich the vocabularies to the readers. |