Artikelilmiahs
Menampilkan 16.201-16.220 dari 49.935 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16201 | 19518 | C1K011003 | THE EFFECT OF RELATIONSHIP MARKETING AND BRAND CREDIBILITY ON CUSTOMER LOYALTY AND WORD OF MOUTH: ROLE OF CUSTOMER SATISFACTION AS INTERVENING VARIABLE (Survey on Customers of Bank Mandiri in Purwokerto) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemasaran hubungan dan kredibilitas merek terhadap loyalitas pelanggan dan word of mouth dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening. Jenis penelitian ini menggunakan survei. Populasi penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Mandiri di Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan teknik estimasi interval dan pendapat oleh Hair et al., Sehingga dapat ditentukan bahwa ukuran sampel dalam penelitian adalah 150 responden. Selanjutnya, teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis Model Persamaan Struktural (SEM). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa relationship marketing serta brand credibility berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, relationship marketing tidak berpengaruh nyata dari sisi mulut, hubungan pemasaran serta brand credibility berpengaruh positif terhadap Loyalitas pelanggan, kepuasan pelanggan tidak berpengaruh nyata dari mulut ke mulut, kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, kepuasan pelanggan tidak memediasi pengaruh pemasaran hubungan dari mulut ke mulut, kepuasan pelanggan menengahi pengaruh hubungan pemasaran terhadap loyalitas pelanggan, pelanggan Kepuasan memediasi pengaruh kredibilitas merek terhadap loyalitas pelanggan, dan loyalitas pelanggan memiliki efek positif dari mulut ke mulut. Mengacu pada kesimpulan tersebut, dapat disiratkan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, pengelolaan Bank Mandiri di Purwokerto perlu diprioritaskan pada kebijakan pemasaran hubungan dan kredibilitas merek. Selanjutnya, untuk memperbaiki komunikasi dari mulut ke mulut, manajemen Bank Mandiri di Purwokerto perlu lebih memperhatikan kebijakan loyalitas pelanggan. Cara yang bisa dilakukan dengan menjaga dan memperkuat kualitas pemasaran hubungan dan membangun dua cara komunikasi dengan pelanggan, selalu menindaklanjuti keluhan konsumen secara optimal, memberikan keamanan dan kenyamanan kepada konsumen yang terkait dengan layanan yang diberikan dan hubungan pribadi yang baik. | The aims of research were to analyze the effect of relationship marketing and brand credibility on customer loyalty and word of mouth with customer satisfaction as intervening variable. Type of this research uses survey. Population of this research was all customers of Bank Mandiri in Purwokerto. Sampling technique of this study used interval estimate technique and the opinion by Hair et al., so it could be determined that sample size within study was 150 respondents. Furthermore, technique data analysis of this study used Structural Equation Model (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that relationship marketing as well as brand credibility has a positive effect on customer satisfaction, relationship marketing has no effect on word of mouth, relationship marketing as well as brand credibility has a positive effect on customer loyalty, customer satisfaction has no effect on word of mouth, customer satisfaction has a positive effect on customer loyalty, customer satisfaction not mediates the effect of relationship marketing on word of mouth, customer satisfaction mediates the effect of relationship marketing on customer loyalty, customer satisfaction mediates the effect of brand credibility on customer loyalty, and customer loyalty has a positive effect on word of mouth. Refers to these conclusions, it could be implied that as an effort to increase the customer satisfaction and loyalty, management of Bank Mandiri in Purwokerto needs to make priority on the relationship marketing and brand credibility policies. Furthermore, in order to improve the word of mouth communication, management of Bank Mandiri in Purwokerto needs to pay more attention on the customer loyalty policy. The ways can be done by maintain and strengthen the relationship marketing quality and build two ways communication with the customer, always follow up the consumer complaints optimally, provide security and convenience to consumers associated with the services provided and a good personal relationship. | |
| 16202 | 19520 | B1J013137 | Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Lipid Mikroalga, Botryococcus braunii | Botryococcus braunii merupakan salah satu spesies mikroalga yang sangat potensial untuk dibudidayakan sebagai sumber energi atau biodiesel. Kandungan lipid mikroalga yang cukup tinggi merupakan salah satu alasan pengembangan biodiesel dari mikroalga. Botryococcus braunii memiliki kandungan lipid yang cukup tinggi dibandingkan dengan mikroalga lainnya yaitu sebesar 25 – 75 %. Hasil metabolisme lipid yang diproduksi oleh mikroalga memiliki peran dalam menyimpan energi. Produksi lipid dalam mikroalga dapat dilakukan dengan beberapa upaya salah satunya yaitu dengan cara mengondisikan mikroalga dalam keadaan stres atau tekanan tertentu. Keadaan stres dapat memacu mikroalga untuk mensintesis lipid lebih banyak dari keadaan normalnya, sebagai bentuk mekanisme perlindungan diri dan adaptasi terhadap kondisi lingkungannya.Kondisi lingkungan mikroalga yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga salah satunya adalah adanya perubahan salinitas pada lingkungan hidupnya. Tinggi rendahnya salinitas akan mempengaruhi tekanan osmotik sel mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga Botryococcus braunii dan menentukan salinitas yang optimal dalam meningkatkan produksi lipid pada Botryococcus braunii yang dikultur dengan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujikan berupa tingkat salinitas media kultur yang berbeda, yaitu 0 ‰ (S0), 5 ‰ (S1), 10 ‰ (S2), 15 ‰ (S3), 20 ‰ (S4), 25 ‰ (S5), dan 30 ‰ (S6) dengan masing-masing perlakuan memiliki 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah variabel terikat berupa pertumbuhan dan kadar lipid, serta variabel bebas yang digunakan adalah salinitas yang berbeda. Parameter utama dalam penelitian ini yaitu jumlah sel dan persentase kandungan lipid. Parameter pendukung yang digunakan berupa faktor lingkungan yaitu suhu, pH, dan intensitas cahaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan B. braunii pada kultur skala laboratorium. Hasil uji lanjut menunjukkan perlakuan dengan tingkat salinitas 25 ‰menghasilkan pertumbuhan B. braunii paling maksimal dan perlakuandengan tingkat salinitas 30 ‰ menghasilkan kadar lipid paling tinggi. | Botryococcus braunii is one of the most potent microalgae species to be cultivated as a source of energy or biodiesel. High microalgae lipid content is one of the reasons for the development of biodiesel from microalgae. Botryococcus braunii has a fairly high lipid content compared with other microalgae that is 25 - 75%. The results of lipid metabolism produced by microalgae have a role in storing energy. The productivity of lipids in microalgae can be done with several efforts, one of them is by conditioning the microalgae under stress or pressure. The state of stress can stimulate microalgae to synthesize lipids more than their normal state. This is done as a form of self-protection mechanism and adaptation to the condition of the environment. Microalgae environmental conditions that greatly affect the growth and the content of lipid microalga one of them is a change in salinity on the environment. High salinity will affect the osmotic pressure of microalgae cells. This study aims to determine the effect of salinity on growth and lipid content of Botryococcus braunii microalgae and to determine optimal salinity in increasing lipid production in Botryococcus braunii cultured by experimental method. The experimental design used in the form of Completely Randomized Design (RAL). The tested treatments were salinity levels of different culture media, ie 0 ‰ (S0), 5 ‰ (S1), 10 ‰ (S2), 15 ‰ (S3), 20 ‰ (S4), 25 ‰ (S5), dan 30 ‰ (S6) with each treatment having 3 replications. The variables observed in this research are dependent variable in the form of growth and lipid level, and the independent variable used is different salinity. The main parameters in this study were cell number and percentage of lipid content. Supporting parameters used in the form of environmental factors are temperature, pH, and light intensity. The results of variance test indicates that the salinity affect the increased growth of B. braunii on laboratory scale culture. The result of honestly significant difference (HSD) indicate the best treatment that produce the highest growth of B. braunii was culture medium with 25 ‰ of salinity and the best treatment that produce lipid the highest of B. braunii was culture medium with 30 ‰ of salinity. | |
| 16203 | 19521 | F1F010027 | AN ANALYSIS OF FACE THREATENING ACTS USED BY ONLINE PLAYER IN THE GAME OF "DEFENSE OF THE ANCIENT 2" | Putra, Difta Arifa. 2016. An Analysis of Face Threatening Acts Used by Online Player in the Game of “Defense of The Ancients 2”. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Diawasi olehDr. Chusni Hadiati, S.S, M.Hum dan Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. serta di uji oleh Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, tujuan, dan alasan penggunaan kalimat tindak ancaman muka didalam interaksi pemain daring “Defense of the Ancients 2”.Penulis menggunakan metode kualitatif dalam melaksanakan penelitian ini. Oleh karena itu, penulis telah mengkategorikan dan menganalisa ucapan-ucapan pemain daring didalam permainan “Defense of the Ancients 2” berdasarkan tipe-tipe tindak ancaman muka menurut teori Brown dan Levinson; dan menganalisa konteks situasi yang menyebabkan pemain daring menggunakan kalimat tindak ancaman muka. Sebagai hasil dari penelitian tersebut, penulis menemukan 52 tuturan yang disampaikan oleh pemain daring yang memuat 10dari 16jenis tindak ancaman muka; diantaranya adalahsindiran, kritik, kontradiksi, perintah, peringatan, tawaran, pujian, permintaan maaf, penerimaan pujian, dan luapan emosi. Kemudian, penulis juga menemukan bahwa masing-masing jenis tindak ancaman muka memiliki konteks situasi tertentu, dan konteks situasi tertentu juga hanya akan muncul pada jenis tindak ancaman muka tertentu.Dapat disimpulkan bahwa peneliti menemukan bahwa pemain daring tidak menggunakan semua jenis tindak ancaman muka. Penulis menemukan bahwa mereka hanya menggunakan 10 jenis tindak ancaman muka. Kemudian penulis juga menemukan bahwa beberapa konteks situasi membuat beberapa pemain memakai kategori tindak ancaman muka lebih dari satu. | Putra, Difta Arifa. 2017. An Analysis of Face Threatening Acts Used by Online Player in the Game of “Defense of The Ancients 2”. English Study Program. Humanities Department. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervised by Dr. Chusni Hadiati, S.S, M.Hum and Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A also examined by Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd This research is aimed to know the category of face-threatening-acts (FTA)’s used by online player in the “Defense of the Ancients 2” online game. I used qualitative method in conducting this research. Therefore, I categorized and analyzed the utterance of online player in the “Defense of the Ancients 2” online game into types of FTAs based on Brown and Levinson’s theory; and analyzed the situational context causing the player used certain FTAs.As the result of this research, I found 52 utterances that contain FTAs in 10 of 16 category.Those category are insults , criticism , contradictions,orders, warnings, offers, compliment, apologies, acceptance of compliments, and emotional leakages. Then, I also found that each of the FTAs category has its certain situational context, and certain situational context will appear in certain FTA categories.In conclusion, I find out that the online player does not produce all FTAs categories. I identify that they just produce 10 FTAs categories. Then I also found that certain situational context caused the player using FTAs categories more than one. | |
| 16204 | 19522 | F1A010090 | ANALISIS HERMENEUTIK TERHADAP NASKAH LYSISTRATA KARYA ARISTOPHANES | ABSTRAKSI Manusia mempraktikkan perlawanan, pertentangan, kompetisi, perjuangan, serta strategi-strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Manusia memiliki hubungan kekuasaan antara aktor-aktor sosial dalam masyarakat dalam bentuk hubungan individual maupun kolektif. Bentuk perlawanan ini pun kemudian termanifestasikan dalam karya sastra yang merepresentasikan pada unsur-unsur sosial. Salah satu bentuk karya sastra adalah naskah teater. Penelitian ini menganalisis naskah teater Yunani kuno berjudul Lysistrata, karya filsuf terkenal Aristophanes 446 SM-386 SM. Lysistrata merupakan salah satu naskah karya Aristophanes yang sangat menarik untuk diangkat dibandingkan naskah-naskah Aristophanes lainnya yang kebanyakan bercerita tentang isu-isu kekuasaan, ekonomi, politik, tirani, kebebasan dan lingkungan yang dikemas ke dalam mitologi. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yakni untuk mendeskripsikan perlawanan tokoh-tokoh perempuan yang direpresentasikan dalam naskah Lysistrata dan mendeskripsikan jenis atau ragam ideologi feminisme di dalam naskah Lysistrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika Hans Georg Gadamer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tokoh Lysistrata memiliki karakter yang cantik, baik, pintar, bijak, pemberani, dan bertanggung jawab. Lysistrata juga dikenal sebagai sesorang yang selalu toleran kepada kondisi orang lain, khususnya ketika melihat kondisi para perempuan Athena yang menderita. Bentuk perlawanan yang dilakukan Lysistrata dilakukan dengan berbagai bentuk. Pertama, Lysistrata mengajak perempuan Yunani menggunakan peran penting mereka untuk menghentikan perang dengan hidup tanpa laki-laki secara sementara. Lysistrata mengajak perempuan di Yunani untuk keluar dari rumah mereka, berkumpul bersama tanpa pria, dan Lysistrata bertanggung jawab atas kehidupan para perempuan Yunani. Dari perjuangan perempuan ini, para laki-laki menyadari bahwa perempuan memiliki peranan penting dalam hidup, terutama di dalam keluarga. Perjuangan ini berhasil menarik para lelaki di Yunani dari perang. Akhirnya, perlawanan perempuan yang diusung oleh Lysistrata berhasil menghentikan perang. Tokoh Lysistrata merupakan penganut ideology feminism radikal, dilihat dari caranya memandang masalah ketimpangan gender. | ABSTRACT Human being performs resistance, contradiction, competition, struggle, and another strategy to reach their own goals. Human being has a relation between social actors in society with individual relation or collective relation. The form of this resistance manifested in literature work. The literature work is representing social element. One of the literature work is theater text. This reaserch analyze the ancient Greece theater text titled Lysistrata, made by famous philosopher, Aristophanes (446 SM – 386 SM). Lysistrata is one of the Aristophanes’s literature work that very interesting to analyze, compared with the other his literature work that usually promote political economi, tyrant, and ecological issues with mythology as the cover. This research has two purposes, to describe the resistance of the female characters and to describe the varian of feminism. This research uses Hans Georg Gadamer’s hermeneutic approach. This research uses descriptive-qualitative method. The result of this research shows that Lysistrata character is a beautiful, kind, smart, wise and brave woman. She is known as tolerance people that really care with the other, especially the condition of Greece’s womans which is very suffer. The form of Lysistrata’s resistance is various. First, Lysistrata organize Greece woman to stop the war by leaving their husband. Lysistrata organize Greece woman to leave their house, gathering together without their husband, and Lysistrata take care of them. From this struggle, the male realize that woman have an important things in their life, especially in family. This struggle made the male stop the war. This struggle represents that Lysistrata is a radical feminist. | |
| 16205 | 19524 | F1D010045 | STRATEGI SURVIVABILITAS ANGGOTA DPRD FRAKSI PDI PERJUANGAN KABUPATEN BANYUMAS PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2004 – 2014 | Penelitian ini berjudul “Strategi survivabilitas anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas pada pemilu legislatif tahun 2004 - 2014". Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana strategi survivabilitas anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas pada pemilu legislatif tahun 2004 – 2014 serta faktor apa saja yang mempengaruhinya. Seperti kita ketahui pemilu di Indonesia pada tahun 2004, 2009, 2014 menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka yaitu setiap pemilih akan memilih calon anggota legislatif secara langsung, berbeda dengan sistem proporsional tertutup dimana pemilih hanya memilih tanda gambar partai. Sistem pemilu ini menjadikan persaingan dalam pemilu semakin kompleks. Persaingan antar partai bergeser menjadi persaingan antar calon anggota legislatif, baik dalam satu partai maupun persaingan kader antar partai. Perbedaan regulasi yang mengatur pemilu, kondisi pemilih dan dinamika yang ada dalam penyelenggaraan ketiga pemilu ini membuat tantangan yang dihadapi berbeda. Strategi yang diterapkan dalam menghadapi tantangan setiap pemilu agar dapat bertahan juga berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bagaimana Strategi survivabilitas anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas pada pemilu legislatif tahun 2004 – 2014. Ada enam anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan yang berhasil bertahan, mereka adalah Juli Krisdianto SE, Agus Supriyanto, H. Anang Agus Kostrad, S.Pt, H. Bambang Pudjianto, BE, Werdiningsih, Sardi Susanto, S.pt. Kemampuan bertahan menjadi anggota legislatif dalam tiga periode tidak terlepas dari penerapan strategi yang tepat. Strategi menurut Menurut Peter Schorder dalam bukunya yang berjudul Strategi Politik, strategi politik itu merupakan strategi atau teknik yang digunakan untuk mewujudkan suatu cita-cita politik. Dalam mewujudkan cita – cita politik memenangkan kontestasi pemilu strategi yang digunakan bermacam – macam, mulai dari tahapan perencanaan pemetaan pemilih dengan melakukan segmentasi (pengelompokan), targeting, positioning. Menggunakan teknik kampanye dengan metode kombinasi kampanye door to door, pembentukan Forum Group Discusion (FGD), dan dengan kampanye langsung. Sebagai calon anggota pertahana pada pemilu 2009 dan 2014 ada strategi jitu yang digunakan dalam upaya mempertahankan jabatan menjadi anggota legislatif, yaitu dengan menjadi anggota legislatif yang memiliki eksistensi, aspiratif, dan berkomitmen tinggi. Faktor yang mempengaruhi kemampuan bertahan anggota legislatif berasal dari faktor internal yaitu popularitas, elektabilitas dan kompetensi. Faktor eksternal yang berupa partai pengusung, sistem pemilu, dan kondisi pemilih. | The tittle of this research is “Survivability strategy of Parliament member of Banyumas Region at PDI Perjuangan fraction in the legislative election period of 2004-2014”. The aim of this research to understand and describe how survivability strategy of Parliament member of Banyumas Region at PDI Perjuangan fraction in the legislative election period of 2004-2014 and what the factors influence. As we know that election in Indonesia of year 2004, 2009, 2014 using opened proportional election system that is electors will be choose legislative member directly, different with closed proportional election when the electors only choose sign of party image. This election system will be make the complex competition in the election. Competition between party switch become competition between candidate of legislative member, in the one party or different. Different regulation that manage the election, condition and dynamics of election that implementate in this three elections make different challenge to face. Implementation strategy to face the challenge in every election to survive is different too. Method of this research is descriptive qualitative method with case study approach. Data obtained by result of observation, interview and dokcumentation study. Data were analyze by using interactive model analysis method of Miles and Huberman. This research using triangulation data technique to secure data validity. Result of this research describing how Survivability strategy of Parliament member of Kebumen Region at PDI Perjuangan fraction in the legislative election period of 2004-2014. There are six Parliament members from PDI Perjuangan fraction who succes to survive, they are Juli Krisdianto SE, Agus Supriyanto, H. Anang Agus Kostrad, S.Pt, H. Bambang Pudjianto, BE, Werdiningsih, Sardi Susanto, S.pt. The ability to survive become legislative member in the three periods by using appropriate strategy. Based on Peter Schorder in his book Politic Strategy, Politic Strategy is strategy or technique that use to realize the Politic’s goals. To realize the politic’s goals win the contestation strategy of election that using is various, start from stage of electors plane mapping by doing segmentation, targetting and positioning. Using combine campaign method like door to door, make Forum Group Discusion (FGD), and direct campaign. As the incumbent candidate on election of 2009 and 2014 there are accurate strategy that used to survive the position as legislative member, to be legislative member which have existence, aspirative, and high commitment. The influence factor of survive ability origin from intern factor that are popularity, electability and competence. From external factor there are the bearer party, election system and electors condition. | |
| 16206 | 19421 | F1A010067 | Studi Gaya Hidup Santri Pondok Pesantren Assalafiyyah Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas | Tujuan dari penelitian untuk mendiskripsikan gaya hidup santri di Pesantren Assalafiyyah, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan menemukan sebab-sebab, alasan bagi santri untuk mempertahankan gaya hidup santri di pesantren. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Sasaran penelitian ini adalah santri mukim pesantren Assalafiyyahh. Penelitian ini menggunakan teori tindakan social Max Weber. Hasil penelitian, bahwa gaya hidup yang dilakukan santri antara lain pola berpakaian, pola makan, pola mandi, pola tidur, sikap ketika berhadapan dengan orang lain, dan kepemilikan barang, merupakan ciri khas dari kehidupan pesantren salaf dalam mempertahankan kesalafannya sesuai dengan ajaran yang diajarkan dan dianut oleh pesantren Assalafiyyah seperti adanya hubungan yang erat akrab antara murid dan kyai, para santri harus tunduk pada kiai dan menganggap bahwa menentang kiai selain tidak sopan juga menentang perintah agama. Pola hidup hemat dan sederhana. Pola hidup mandiri. Pola hidup suka menolong dan hidup dalam suasana pergaulan dan persaudaraan, pola hidup disiplin dan pola hidup prihatin. Gaya hidup yang dipertahankan dipengaruhi oleh ajaran kyai kepada santri, kitan-kitab yang dipelajari santri seperti kitab Ta`lim Muta`alim, selain karena pengaruh kitab juga karena pengaruh karisma kyai, kepatuhan santri dengan kyai, kyai sebagai panutan di pesantren dan untuk melestarikan warisan gaya hidup pesantren. | The purpose of this research is to describe the lifestyle of students at Pesantren Assalafiyyah, Karangwangkal Subdistrict, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency and to find the reasons for the santri to maintain the lifestyle of students in pesantren. Researcher use qualitative method by using data retrieval method using observation and interview. Target of this research is santri mukim pesantren Assalafiyyahh. This study uses the theory of social action Max Weber. The results of the study, that the lifestyle of the students, among others, the pattern of dress, eating patterns, bathing patterns, sleep patterns, attitude when dealing with others, and ownership of goods, is characteristic of salaf pesantren life in maintaining kesalafannya in accordance with teachings and Embraced by Assalafiyyah pesantren as a close relationship between students and kyai, the santri must bow to the kiai and assume that against the kiai other than not polite also against religious orders. The lifestyle is frugal and simple. Independent lifestyle. Lifestyle and prefer living in an atmosphere of social and fraternal, lifestyle and lifestyle discipline concerned. The lifestyle that is maintained is influenced by the teachings of kyai to santri, the kits studied by santri like the book of Ta'lim Muta`alim, besides because the influence of the book is also due to the influence of kyai charisma, the adherence of santri with kyai, kyai as role model in pesantren and to preserve inheritance Lifestyle of pesantren. | |
| 16207 | 19525 | F1A010027 | TRAVELLING DAN LIFE STYLE (Studi tentang Motivasi Travelling dan Cliff Jumping di Komunitas Cliff Jumping Purwokerto) | Penelitian ini menggambarkan pemaknaan dan motivasi Komunitas Cliff Jumping Purwokerto terhadap kegiatan travelling dan cliff jumping. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua pemaknaan yang dilakukan komunitas Cliff Jumping Purwokerto terkait kegiatan travelling. Pertama adalah travelling dimaknai sebagai sebuah gaya hidup dan kedua adalah travelling sebagai sarana hiburan. Terkait aktivitas cliff jumping, komunitas Cliff Jumping Purwokerto memaknainya sebagai candu yang membuat peminatnya ketagihan dan juga cara lain menikmati objek wisata curug. Terdapat dua motivasi yang melandasi para anggota komunitas Cliff Jumping Purwokerto melakukan travelling, yakni motivasi untuk belajar dan untuk mengeksplorasi objek wisata baru. Sementara itu, para anggota komunitas Cliff Jumping Purwokerto melakukan aksi cliff jumping karena dimotivasi dua hal, yakni untuk melatih fisik dan mental, serta untuk menunjukan eksistensi diri. | This research describes the meaning and motivation of Cliff Jumping Purwokerto Community to the activities of traveling and cliff jumping. The results showed that there are two meanings conducted by Cliff Jumping Purwokerto community related to travel activities. First is traveling interpreted as a lifestyle and the second is traveling as a means of entertainment. Related to cliff jumping activity, Cliff Jumping community Purwokerto interpreted it as an addict that made the addicted enthusiasts and also other ways to enjoy the tourist attraction curug. There are two motivations underlying the members of Cliff Jumping Purwokerto community to travel, namely the motivation for learning media and to explore new attractions. Meanwhile, members of the Cliff Jumping community Purwokerto cliff jumping action because motivated by two things, namely to train the physical and mental, and for the existence of self. | |
| 16208 | 19526 | F1A013022 | Strategi Pendekonstruksian Wacana Masyarakat Patriarkhi Dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami (2015) | Artikel ini merupakan hasil penelitian untuk menjelaskan strategi pendekonstruksian wacana masyarakat patriarkhi dalam novel Si Parasit Lajang (2015). Untuk mendapatkan analisis data lebih mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pembacaan novel berulang-ulang serta menggunakan validitas intrarater dan expert judgment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat bentuk-bentuk wacana patriarkhi dan strategi pendekonstruksian wacana masyarakat patriarkhi dalam novel Si Parasit Lajang (2015) yaitu pengetahuan seksual yang masih dianggap tabu, hal-hal yang dilekatkan kepada perempuan, dan mengagungkan pernikahan serta strategi pendekonstruksiannya. | This article is the result of research to explain about the strategy of discourse patriarchal society in novel Si Parasit Lajang by Ayu Utami (2015). To get in-depth data analysis, this research used qualitative method which by repeatedly reading with ontracer validation and expert judgment. The research shows that the forms of patriarchal discourse and the strategy of patriarchy discourse in the novel Si Parasit Lajang (2015). Possessed of taboo, the things that women should, and adoration the marriage whith deconstruction strategy. | |
| 16209 | 19527 | B1J013116 | POTENSI Schizophyllum commune DALAM MENGHASILKAN β-GLUKAN PADA MEDIUM DAN MASA INKUBASI YANG BERBEDA | Jamur memiliki keragaman yang besar dan telah diketahui manfaatnya dalam bidang pangan dan kesehatan seperti Schizophyllum commune. Jamur ini memiliki manfaat sebagai immunomodulator karena mengandung β-glukan yang disebut schizophyllan. β-glukan dapat diekstraksi dari tubuh buah, miselium dan filtrat kultur. Jenis medium mengandung nutrisi yang penting untuk pertumbuhan miselium dan produksi β-glukan. Masa inkubasi yang optimal juga akan berpengaruh pada biomassa miselium dan bobot β-glukan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis medium dan masa inkubasi yang sesuai terhadap pertumbuhan miselium jamur S. commune serta mengetahui jenis medium dan masa inkubasi yang menghasilkan β-glukan yang tertinggi dari jamur S. commune. Metode yang digunakan ialah eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis medium yang terdiri atas Tien & Kirk Medium (TaK), Yeast Malt Extract Medium (YM), dan Mushroom Complete Medium (MCM); sedangkan faktor ke dua berupa masa inkubasi yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu. Data bobot miselium kering dan bobot β-glukan yang diperoleh dari setiap medium dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) pada tingkat ketelitian 95% dan 99% kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara medium dengan masa inkubasi yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot kering miselium. Bobot kering miselium S. commune tertinggi yaitu medium TaK pada inkubasi 3 minggu sebesar 1,167 g/100 ml. Interaksi antara medium dengan masa inkubasi tidak berpengaruh nyata (P>0,01) terhadap bobot kering β-glukan, namun terdapat pengaruh tunggal yaitu medium. Bobot kering β-glukan S. commune tertinggi pada medium TaK sebesar 0,1796 g/100 ml. | Mushrooms have great diversity and are known to be beneficial in the fields of food and health like Schizophyllum commune. It has the benefit as immunomodulator because it contains β-glucans called schizophyllan. β-glucan can be extracted from the fruit body, mycelium and culture filtrate. The kind of medium contains important nutrients for the growth of mycelium and β-glucans weight. The optimal incubation period will affect mycelium and β-glucans weight. The aims of this research are to know the appropriate medium and incubation period on the growth of S. commune mycelium and produce the highest β-glucans from S. commune. The method used was experimental. The experimental design that used was Completely Randomized Design (CRD) of factorial pattern with two factors. The first factor is the kinds of medium consisting of Tien & Kirk Medium (TaK), Yeast Malt Extract Medium (YM), and Mushroom Complete Medium (MCM); while the second factor is the incubation periods that are 1, 2, 3, and 4 weeks. The data of dry weight and β-glucan weight obtained from each medium were analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA) at 95% and 99% accuracy level then continued by Duncan test. The result shows that there is very significant interaction effect between medium and incubation period (P<0.01) on dry weight of mycelium. The highest dry weight of mycelium S. commune is TaK medium in 3 weeks incubation which is 1,167 g/100 ml. The interaction between medium and incubation period has no significant effect (P> 0.01) on β-glucan dry weight; however, there is single effect which is medium. The highest dry weight of β-glucan S. commune in TaK medium is 0.1796 g/100 ml. | |
| 16210 | 18846 | F1G013015 | POTRET DISKRIMINASI SOSIAL DALAM NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA | Penelitian ini berjudul “Potret Diskriminasi Sosial dalam Novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra”. Diskriminasi merupakan pembedaan perlakuan, diskriminasi terjadi seringkali diawali dengan prasangka dan makin diperparah dengan cap buruk. Novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra mengangkat diskriminasi sosial yang terjadi karena adanya prasangka, cap buruk, dan tindakan-tindakan yang menyudutkan Islam yang dikemas secara menarik. Penelitian ini mendeskripsikan unsur intrinsik yang mencakup tokoh dan penokohan, alur, dan latar dilanjutkan dengan analisis diskriminasi sosial dan faktor penyebab diskriminasi sosial dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori sosiologi sastra dan teori diskriminasi. Fokus penelitian berupa diskriminasi sosial dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Teknik pengumpulan data, yakni membaca intensif, menginventarisasi data berupa kalimat, dan mengklasifikasikan data dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Teknik analisis dilakukan dengan mendeskripsikan tokoh dan penokohan, alur, latar, diskriminasi sosial, dan faktor penyebab diskriminasi sosial dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Hasil analisis unsur intrinsik yang telah dilakukan, terbukti bahwa unsur tokoh dan penokohan, alur, dan latar adalah unsur pembangun yang paling dominan memunculkan diskriminasi sosial dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Hasil analisis yang dilakukan dalam novel Bulan Terbelah Di Langit Amerika Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dapat disimpulkan bahwa diskriminasi sosial muncul karena penyebab sejarah masa lalu, yaitu tragedi 9/11 dan kekecewaan yang dialami keluarga korban 9/11. Islam dan muslim selalu disudutkan pasca tragedi tersebut. Phillipus Brown, dengan kisahnya mampu mengubah pandangan orang-orang terhadap prasangka yang ditujukan kepada Islam dan muslim. | This study is entitled “the Profile of Social Discrimination contained in the Novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra”. Discrimination is a different treatment which frequently happens starting from a prejudice and then followed with a bad image labeling. This interestingly packaged novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra mainly discusses the social discrimination is taking place due to a prejudice, bad image labeling, and conducts that put Islam in corner. This research describe several intrinsic elemants covering characterization, plot, and setting continued with analysis on social discrimination and its causing factors contained in the novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. This descriptive-qualitative research employs both sociology of literature and discrimination theory. The research focuses on the social discrimination contained in the novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. The data are collected through intensive reading, data inventory in the form sentences, and classification of data contained in the novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. The results of analysis on the novel intrinsic elements show that the character and characterization, plot, and setting are the most developing elements which trigger the social discrimination in the novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra. The results of analysis conducted on the novel of Bulan Terbelah di Langit Amerika written by Hanum Salsabiela Rais and Rangga Almahendra conclude that social discrimination has taken place prior to the historical event, that is, the tragedy of 11 September (11/9) with its victims’ disappointment. Islam and Muslims are then put in corner people’s perspectives on prejudice addressed to Islam and Muslims. | |
| 16211 | 19485 | F1G013040 | Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Amangkurat karya Ardian Kresna | RINGKASAN Skripsi ini berjudul “Hegemoni Kekuasaaan dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna”, yang meneliti tentang hegemoni kekuasaan tokoh utama Amangkurat Agung yang terdapat pada novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik novel yang meliputi alur, tokoh dan penokohan serta latar pada novel Amangkurat karya Ardian Kresna serta mendeskripsikan hegemoni kekuasaan tokoh utama dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Fokus penelitian ini yaitu hegemoni kekuasaan tokoh utama Amangkurat Agung pada Novel Amangkurat karya Ardian Kresna. Teknik pengumpulan data yaitu dengan membaca, mencatat dan mencari sumber data lain yang mendukung penelitian serta mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu dengan mendeskripsikan struktur novel yang meliputi alur, tokoh dan penokohan serta latar. Menganalisis dan mendeskripsikan data yang sesuai dengan teori yang berkaitan dengan rumusan masalah dan menyimpulkan hasil analisis yang berkaitan rumusan masalah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hegemoni kekuasaan yang dilakukan oleh Amangkurat dibagi menjadi tiga bagian yaitu otoritarianisme, feodalisme dan vandalisme. Di dalam novel Amangkurat juga terdapat dua bentuk hegemoni kekuasaan yang beroperasi, yaitu masyarakat sipil dan masyarakat politik yang masing-masing melakukan hegemoni dan korban hegemoni. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam novel Amangkurat karya Ardian Kresna, Amangkurat sebagai tokoh utama yang banyak melakukan dominasi kekuasaan baik secara halus atau dengan paksaan hingga kekerasan dengan memerintahkan bawahannya untuk menghukum dan membunuh terhadap orang yang bersalah maupun tidak bersalah karena dianggap mengganggu kepemimpinannya. Amangkurat ingin menguasai semuanya dengan mengerahkan kemampuan serta memaksakan agar Kerajaan Mataram menjadi kerajaan yang paling berkuasa di bumi Jawadwipa dan sumber pendapatannya dapat dikuasainya untuk kepentingan diri sendiri. | SUMMARY The study entitled “Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Amangkurat karya Ardian Kresna”, particularly discusses the hegemony of power Amangkurat Agung, the main character of the novel Amangkurat written by Ardian Kresna. This reseach aims at describing the novel intrinsic elements covering plot, setting, character and characterization. The significance of this reseach is theoretically expected to provide benefits for further literary studies, especially related to the sociological ones. This reseach uses a descriptive analytical method specifically focusing on the hegemony of power Amangkurat Agung, the main character of the novel Amangkurat written by Ardian Kresna. The data are collected through reading, recording, finding the other supporting data sources, and describing those data based on the formulated reseach problems. The data are analyzed by describing the novel structures which consist of plot, setting, character and characterization. Then, analyzing and describing thise data based on the related theories, and finally concluding the analytical results based on the formulated reseach problems. The reseach result show the picture of Amangkurat Agung’s hegemony of power which are divided into three covering authoritarianism, feudalism and vandalism. In the novel Amangkurat there are also two forms of power hegemony in operation, namely civil society and political society each of which performs hegemony and victims of hegemony. This research concludes tha Amangkurat Agung, as the main of the novel Amangkurat written by Ardian Kresna, frequently made various discriminations of power either diplomatically of by force that numerous violence took place as he assigned his subordinates to punish and kill those considered guilty or even the innocent people due to the instability of his leadership. In addition, Amangkurat Agung was also eager to control everything with all his power forcing Mataram to become the most powerful kingdom in Jawadwipa land that he might use the entire revenues to satisfy himself. | |
| 16212 | 19528 | C1F015017 | ANALISIS PENGELOLAAN ENDOWMENT FUND LPDP UNTUK MEWUJUDKAN INTERGENERATIONAL EQUITY | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan dana abadi yang dibuat oleh LPDP itu baik dan dapat mewujudkan persamaan antargenerasi. Studi ini dilakukan dengan membandingkan praktik pengelolaan yang dilakukan oleh LPDP dengan prinsip manajemen yang dikeluarkan oleh Commonfund Institute, sebuah lembaga yang mengkhususkan diri dalam pengembangan pengelolaan dana abadi. Selain itu, juga diuji hasil investasi dengan menggunakan perhitungan net return on spending dan inflasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja investasi LPDP selama 2012-2017 tidak optimal karena memberikan return bersih negatif. Dengan adanya pengelolaan dana endowmen LPDP, ekuitas antar negara tidak akan terwujud. Implikasi dari penelitian ini, LPDP harus secara tegas menetapkan kebijakan untuk mempertahankan dana endowmen daya dan daya beli, mengingat tujuan utama pembentukan dana abadi adalah untuk mewujudkan ekuitas antar negara. | This study aimed to determine whether the management of endowment fund made by LPDP is good and can realize intergenerational equity. The study was conducted by comparing the management practices undertaken by LPDP with management principles issued by the Commonfund Institute, an agency specializing in the development of endowment fund management. In addition, also tested the results of the investment using the calculation of net return on spending and inflation. The results shown that LPDP investment performance during 2012-2017 was not optimal because it gave negative net return. With LPDP existing endowment fund management, intergenerational equity will not be realized. The implications of this study, LPDP should firmly establish a policy to maintain its value and purchasing power endowment fund, given the main purpose of establishing endowment funds is to realize intergenerational equity. | |
| 16213 | 19529 | C1F015041 | ANALISIS PENGARUH TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS TERHADAP PENCAPAIAN TUJUAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (STUDI PADA SMP SE – KABUPATEN PURWOREJO) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Transparansi Dan Akuntabilitas Terhadap Pencapaian Tujuan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Studi Pada SMP Se – Kabupaten Purworejo)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh transparansi dan akuntabilitas terhadap pencapaian tujuan dana BOS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMP baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel 74 SMP baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Purworejo Penelitan ini menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari jawaban kuisioner yang dipilih dengan metode Simple random sampling, sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan variabel dependennya adalah teknik analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas berpengaruh postif dan signifikan terhadap pencapaian tujuan dana BOS. Adapun implikasi dari penelitian ini, Para pengelola BOS pada tingkat sekolah sebaiknya lebih meningkatkan prinsip transparansi dan memberikan kemudahan akses masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan untuk memperoleh informasi dari sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan penyaluran dana BOS. Para pengelola BOS tingkat sekolah sebaiknya lebih meningkatkan prinsip akuntabilitas dan informasi yang berkaitan dengan sebuah kebijakan manajemen sekolah harus lengkap dan akurat. Adanya pelatihan terhadap pengelolaan dana BOS di sekolah yang berkesinambungan agar pelaksanaan nya menjadi lebih baik di masa yang akan datang. | This study entitled "analysis of the influence of the transparency and accountability towards the achievement of the objectives of school Operational Assistance Funds (Study On Junior High School in Purworejo Regency)". The purpose of this research is to analyze the effect of transparency and accountability towards the achievement of the objectives of the Fund boss. The population in this research is the entire Junior High School both public and private that is in Purworejo. The research was conducted using a sample of 74 Junior High School both public and private that is in Purworejo. The Research using primary data. Primary data obtained from the questionnaire answers are selected with Simple random sampling method, while the techniques used to analyze the effect between the independent variable and the variable dependennya is a multiple linear regression analysis technique. Based on the results of the research show that transparency and accountability and significant positive effect towards the achievement of the objectives of the Fund BOS As for the implications of this research, The BOS Managers at school level should further enhance the principle of transparency and provide ease of access of communities and parties associated with the education to obtain information from the schools that are associated with the implementation of the activities of the Fund's channelling boss. The school-level BOS Managers should further enhance the principle of accountability and information related to a school's management policies should be complete and accurate. The existence of training towards the management of the BOS Fund in a sustainable school in order for his execution to be better in the future. | |
| 16214 | 19530 | F1D010061 | Analisis Perbandingan Sistem Rekrutmen Cabup dan Cawabup PDIP Dalam Pilkada Kabupaten Purbalingga Tahun 2010 dan Tahun 2015 | Penelitian ini berjudul “Perbandingan Sistem Rekruitmen Cabup dan Cawabup PDIP pada Pilkada Kabupaten Purbalingga Tahun 2010 dan Tahun 2015”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanakah perbandingan sistem rekruitmen cabup dan cawabup PDIP dalam pilkada Kabupaten Purbalingga tahun 2010 dan tahun 2015 dan mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sistem rekruitmen cabup dan cawabup PDIP pada pilkada Kabupaten Purbalingga Tahun 2010 dan Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penetapan informan menggunakan purposive sampling.Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, Sistem rekruitment cabup dan cawabup PDIP Kabupaten Purbalingga tahun 2010 menggunakan sistem rekruitment terbuka. Dalam sistem rekruitmen terbuka dasar penilaian dilaksanakan melalui proses dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, melalui pertimbangan-pertimbangan yang objektif rasional, dimana setiap orang yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan politik yang dipilih oleh rakyat mempunyai peluang yang sama dalam melakukan kompetisi untuk mengisi jabatan baik jabatan politik maupun jabatan administrasi dan pemerintah. Hasil dari proses rekrutmen cabup dan cawabup tahun 2010 tersebut DPP PDIP menetapkan calon petahana/incumbent dan non kader pada pilkada Kabupaten Purbalingga tahun 2010 DPP PDIP yakni menetapkan pasangan Drs. Heru Sudjotmoko,M.Si sebagai (cabup) dan Drs. Sukento Ridho Marhaendriyanto,M.Si. sebagai (cawabup). Kedua pasangan cabup dan cawabup terpilih tersebut merupakan pasangan calon yang berasal dari luar partai atau non kader. Sedangkan sistem rekrutment cabup dan cawabup PDIP Kab.Purbalingga tahun 2015 menggunakan sistem rekrutment tertutup yakni mengutamakan calon cabup dan cawabup dari kader internal/kader struktural partai. Dalam rekrutmen tertutup, syarat dan prosedur pencalonan tidak dapat secara bebas diketahui umum. Partai berkedudukan sebagai promotor elit yang berasal dari dalam tubuh partai itu sendiri. Pasangan cabup dan cawabup yang ditetapkan dan diusung oleh DPP PDIP untuk Daerah Kabupaten Purbalingga tahun 2015 adalah H. Tasdi, SH, MM sebagai (cabup) dan Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.ECON. H. sebagai (cawabup). Dalam proses rekrutment cabup dan cawabup tentunya terdapat faktor – faktor yang sistem rekrutmen cabup dan cawabup PDIP Kabupaten Purbalingga Tahun 2010 dan 2015 adalah sebagai berikut : Rekomendasi bacabup dan bacawabup dari tingkat ranting, Rekomendasi bacabup dan bacawabup dari Pengurus Anak Cabang (PAC) disetiap kecamatan, Rekomendasi bacabup dan bacawabup dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Purbalingga, Rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. . Kata Kunci: Sistem Rekrutment, PDIP Kabupaten Purbalingga | Abstract This research entitled "Comparison of Recuperation System Cabup and CPRUPUP PDIP at Pilkada Purbalingga Regency Year 2010 and Year 2015". The purpose of this study was to describe how the comparison of the recruitment system and cawabup cabup The Purbalingga PDIP in the elections of 2010 and 2015 and describe the factors that influence the recruitment system and cawabup cabup PDIP on the elections, Purbalingga Regency Year 2010 and Year this 2015.Penelitian Using qualitative research methods with the techniques of determining informants using purposive sampling and snowball sampling. Data collection in this study through interviews, and documentation. The results of this research, System recuperation cabup and cawabup PDIP Purbalingga district in 2010 using an open recruitment system. In the recruitment system open basis of the assessment carried out through a process with the conditions that have been determined, through considerations of objective rational, where every person qualified to fill political positions elected by the people has an equal chance of doing the competition to fill the job well Political positions as well as administrative and governmental positions. The results of the recruitment process and cawabup 2010 cabup the PDIP establish incumbent candidate / incumbent and non-cadre in the local elections in 2010 Purbalingga it PDIP the set a couple Drs. Heru Sudjotmoko, M. Si as (cabup) and Drs. Sukento Ridho Marhaendriyanto, M.Si. As (cawabup). Both couples and cawabup cabup elected is a pair of candidates who come from outside the party or non-cadres. While the recuperation system cabup and cawabup PDIP Kab.Purbalingga in 2015 using a closed recruitment system that prioritizes candidates and cables from the internal cadres / cadres structural party. In closed recruitment, the terms and procedures of nomination can not be freely known publicly. The party is based as an elite promoter from within the party's own body. Couple cabup and cawabup defined and promoted by PDIP for 2015 Purbalingga regency is H. Tasdi, SH, MM as (cabup) and Hayuning Dyah Pratiwi, SE, B.ECON. H. as (cawabup). In the recruitment process cabup and cawabup of course there are factors - factors that system rekruitmen cabup and cawabup PDIP Purbalingga 2010 and 2015 is as follows: Recommendation bacabup and bacawabup of the level of twigs, Recommendation bacabup and bacawabup of the Board of Children Branch (PAC) in each sub-district, Recommendations bacabup and bacawabup from Branch Board (DPC) PDIP Purbalingga District, Recommendation from the Central Executive Board (DPP) PDIP. Keywords: Recruitment System, PDIP Purbalingga district. | |
| 16215 | 19531 | B1J010158 | STUDI ANATOMI DAUN DAN KLOROFIL RUMPUT RAJA Pennisetum purpupoides PADA NAUNGAN DENGAN INTENSITAS CAHAYA BERBEDA | Rumput raja Pennisetum purpupoides merupakan hijauan pakan ternak berkualitas unggul. Luas lahan budidaya rumput raja merupakan faktor utama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, ada kendala untuk memenuhi lahan budidaya yang semakin sempit. Untuk itu perlu memanfaatkan lahan yang belum terpakai di bawah tegakan pohon di perhutani. Lahan di bawah tegakan pohon di perhutani mempunyai tingkat naungan yang tinggi dan akan mengganggu pertumbuhan rumput raja.Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui karakter anatomi dan kandungan klorofil daun rumput raja sebagai respon terhadap naungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) di lahan percobaan, laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan dan laboratorium Fisiologi Tumbuhan Biologi Unsoed. Perlakuan yang dilakukan adalah intensitas cahaya berbeda dengan menggunakan peranet pada empat taraf, yaitu f0= tanpa naungan, f1= naungan 55%, f2= naungan 65%, dan f3= naungan 75%. Variabel yang diamati adalah tebal kutikula, tebal mesofil daun, jumlah stomata per mm2, jumlah trikomata per mm2, dan kandungan klorofil (a, b, total). Pembuatan preparat anatomi menggunakan metode paraffin dengan pewarnaan safranin 1% dalam alkohol 70% dan spektrofotometer untuk mengukur kandungan klorofil. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin rendah intensitas cahaya matahari menyebabkan semakin tipis ukuran tebal kutikula dan tebal mesofil, serta kerapatan stomata dan trikomata semakin menurun. Kandungan klorofil daun terjadi peningkatan pada setiap intensitas cahaya yang lebih rendah. | The king grass is a high quality of fodder corps. The vast area of kings root cultivation is the main factor to fullfill the need of the livestocks food, there is a problem to fulfill the cultivation area where it goes smaller and smaller. Therefore, it is needed to use the area which has not been used, it uses free spaces among tress in Perhutani forest. The free spaces among trees in the forest have high level of shade and it will disturb the growed of king grass. The aim of this research was to findout the anatomical character and the chlorophyll content as the respons to its shade. This research was conducted using experimental with the Completely Randomized Design Pattern in a research area, the Structure and Plant Development laboratory and the Plant Physiology laboratory of biology unsoed. The conducted treatment was giving different light intesity by using Paranet to four level, they were f0 = without shade, f1= 55% shaded, f2= 65% shaded, and f3= 75% shaded. The variable observed were the thick of cuticle, the thick of leave mesophyll, the number of stomata per mm2, the number of trichomata per mm2 and the content of chlorophyll (a, b, and total). The production of anatomical slide used paraffin method with 1% safranin dye mixed 70% alcohol and spektrofotometer which was used to measure the chlorophyll content. The result of data was analyzed using ANOVA and continued through BNT test. The result of the research was the fewer of light intenisty of the sun effect to the cuticle thicknes and the mesophil thicknes which were thinner, with dense of stomata and trichoma got rarer. The number of leaves chlorophyll showed an improvement on each light intensity which was smaller. | |
| 16216 | 19533 | F1B111046 | IDEALIZED POLICY JAM MALAM PADA KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Implementasi kebijakan merupakan tahap yang sangat penting dalam proses kebijakan publik. Tujuan dari suatu kebijakan yang telah disusun sebelumnya dapat tercapai atau tidak, akan nampak dalam tahap ini. Implementasi kebijakan pada prinsipnya merupakan cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Respon Kelompok Sasaran, Kemampuan Organisasi Pelaksana, dan Daya Dukung Lingkungan terhadap Idealized Policy Jam Malam Pada Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi ordinal menunjukkan bahwa:(1) Terdapat pengaruhpositif dan signifikan antara variabel Respon Kelompok Sasaran terhadap Idealized Policy sebesar 44 persen; (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Kemampuan Organisasi Pelaksana terhadap Idealized Policy sebesar 85 persen; (3) Terdapat pengaruhpositif dan signifikan antara variabel Daya Dukung Lingkungan terhadap Idealized Policy sebesar 59 persen; (4) Terdapat pengaruhpositif dan signifikan antara variabel Respon Kelompok Sasaran, Kemampuan Organisasi Pelaksana, dan Daya Dukung Lingkungan secara bersama-sama terhadap Idealized Policy sebesar 15,1 persen. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Respon Kelompok Sasaran terhadap Idealized Policy Jam Malam Pada Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, Kemampuan Organisasi Pelaksana terhadap Idealized Policy Jam Malam Pada Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, Daya Dukung Lingkungan terhadap Idealized Policy Jam Malam Pada Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, serta pengaruh secara bersama-sama Respon Kelompok Sasaran, Kemampuan Organisasi Pelaksana, dan Daya Dukung Lingkungan terhadap Idealized Policy Jam Malam Pada Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. | Policies implementation is an important part in the public policy process. In this part the achived of purpose of a previously prepared policy will be seen. Implementation of policies in principle is a way for a policy to achieve its objectives. This study aims to determine and analyze the magnitude of the influence of Target Group Response, Organizational Ability Implementer, and Environmental Supporting Power of Idealized Policy Night Clock At Student Activities Jenderal Soedirman University. Survey method approach in quantitative research method is uses to analyse this research, there are data collection technique through questionnaire, observation, and documentation. The analytical method used using Kendall Tau-c Correlation statistics, Correlation of Kendall W Concordance and Ordinal Regression. The results of research and data analysis using ordinal regression analysis showed that: (1) There is a positive and significant influence between Target Group Response variable to Idealized Policy of 44 percent; (2) There is positive and significant influence between Implementation Organization Capability variable to Idealized Policy of 85 percent; (3) There is a positive and significant influence between the Variables of Environmental Supportability to Idealized Policy of 59 percent; (4) There is a positive and significant influence between the Target Group Response, Organizational Ability, and Environmental Capacity Support to Idealized Policy of 15,1 percent. Based on the results of the research can be concluded that there are positive and significant influence between the Target Group Response to Idealized Policy Night Hour on Student Activity of Jenderal Soedirman University, Ability of Implementing Organization against Idealized Policy Night Hour at Student Activities of JenderalSoedirman University, Environmental Supporting Power to Idealized Policy Night Hour Student Activity of Jenderal Soedirman University, and influence together Response Target Group, Organizational Ability of Implementer, and Environmental Capacity Support to Idealized Policy Night Hour at Student Activities Jenderal Soedirman University. | |
| 16217 | 19490 | F1A012089 | POTRET KEHIDUPAN PSKL (PEKERJA SEKS KOMERSIAL LESBIAN) DI PURWOKERTO | Pekerja Seks Komersial Lesbian (PSKL) merupakan sebuah fenomena dimana seorang perempuan dengan orientasi seksual sesama jenis yang memiliki profesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Penelitian ini dilakukan di Kota Purwokerto. Kota Purwokerto dipilih karena di kota ini terdapat tempat-tempat yang menyediakan jasa PL (Pemandu Lagu) diantaranya tempat karaoke (District lounge & karoake, The President, dan E-max), hotel yang menyediakan karaoke (Hotel astro, Java Heritage dan Wisata Niaga) dan klub malam (Cheers Cafe, Zone Baturaden, dan King atau Puri). Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan dramaturgi dari Pekerja Seks Komersial Lesbian (PSKL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling dengan unit analisis Pekerja Seks Komersial Lesbian (PSKL). Teknik analisis data menggunakan model interaktif (Interaktif Model of Analisis). Pekerja Seks Komersial Lesbian (PSKL) dan pasangannya dipilih sebagai Informan atas dasar tema yang diangkat dalam penelitian yaitu seorang perempuan yang memiliki orientasi seksual sesama jenis namun bekerja melayani nafsu seksual lawan jenis. Keunikan dari penelitian ini adalah pasangan kekasih (perempuan) dari PSKL tersebut mengetahui profesi dari kekasihnya namun hal tersebut tidak menjadi masalah. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena Pekerja Seks Komersial Lesbian (PSKL) di Kota Purwokerto adalah akibat kemiskinan, rendahnya pendidikan dan sempitnya lowongan pekerjaan yang memaksa perempuan dengan keterbatasan keterampilan memilih bekerja di jalan pintas yaitu menjadi Pekerja Seks Komersial. Sebagian besar Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwokerto berkedok sebagai PL atau Pemandu Lagu. Praktek-praktek perilaku ini biasa terjadi di tempat karaoke, hotel atau klub malam. Lingkungan pekerjaan yang bebas membuat perempuan-perempuan tersebut terjerat dalam hubungan cinta sesama jenis. Alasannya adalah karena terbiasa bersama perempuan yang memiliki orientasi seksual sesama jenis hingga lama-lama terlibat hubungan tersebut. Dengan orientasi seksual tersebut tidak menyurutkan perempuan PSK dalam bekerja melayani pelanggan yang notabe laki-laki (lawan jenis). Pekerjaan tersebut dilakukan dengan alasan profesionalitas kerja bukan karena kepuasan pribadi. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pasangan kekasih sesama jenis dari PSKL tersebut yang tidak melarang pasangannya bekerja sebagai PSK meskipun merasa cemburu dengan alasan kebutuhan hidup. Dalam kehidupan pasangan kekasih lesbian ada peran yang dipertukarkan. Pekerja seks komersial yang notabene femm (dalam pasangan lesbian berperan sebagai perempuan) mengambil peran sebagai pencari nafkah dan butch (dalam pasangan lesbihan berperan sebagai laki-laki) mengambil peran sebagai yang diberi nafkah. Meskipun begitu pada prakteknya saat PSKL bekerja, sang butch yang akan bertugas sebagai pengantar dan sesekali pelindung jika perempuannya dilecehkan. Dalam kehidupannya PSKL memiliki front stage yaitu sebagai Pemandu Lagu dan back stage yaitu PSKL. Front stage PSKL sendiri terbagi dua yaitu setting dan front personal. Setting yaitu tempat karaoke (tempat bekerja) dan front personal yaitu dengan berdandan cantik (rambut panjang, make up tebal, pakaian minim) serta gaya mengoda. | Lesbian Prostitute (LP) is a phenomenon where a homosexual woman works as a prostitute. This study was conducted in Purwokerto. Purwokerto was chosen as it provided places with Lesbian Prostitutes services such as karaoke houses (District lounge & karoake, The President, and E-max), hotel with karaoke booth (Hotel astro, Java Heritage and Wisata Niaga) and night clubs (Cheers Cafe, Zone Baturaden, and King or Puri). The objective of the study is to explain the dramaturgy of Lesbian Prostitutes (LP) and their partners. The approach of this study is qualitative using descriptive methods. The informants were chosen using snowball sampling technique with Lesbian Prostitutes (LP) as the unit of analysis. Technique of data analysis uses interactive model (Interactive Model of Analysis). Lesbian Prostitutes (LP) and their partners were chosen as the informants in line with the theme of this study which is a homosexual woman who works to satisfy the needs of men. The uniqueness of this study is that the (woman) partners of the prostitutes are aware of their respective partner but are not having problem with it. The result of the study shows that the phenomenon of Lesbian Prostitutes (LP) exists because of the poverty, low education, and lack of job vacancy resulting in the women with limited abilities choose to work as Lesbian Prostitutes (LP). Most of the Lesbian Prostitutes (LP) in Purwokerto act as PL or Pemandu Lagu (Karaoke Candygirl). These practices usually happen in karaoke houses, hotels, or night clubs. The too liberal work environment causes these women fall into homosexual relationship. The main reason for this is because they are used to being together with homosexual women so they somehow adapt the kind of relationship. The homosexuality does not hinder them in doing their job to pleasure male customers. The job is done merely due to professionalism instead of private satisfaction. The result of the study also shows the partners of those LP do not forbid them to work as LP, despite the jealousy, because of life necessities. In the life of lesbian couples there is a changing role. The prostitutes who are femm (act as the woman of the couple) take role as bread winners, and butch (act as the man of the couple) take role bread receiver. Nevertheless, in practice, when the LP is working, the butch are sending them out and sometimes protecting LP should any molestation happen. In their life, LP has front stage as Pemandu Lagu and backstage as LP. Front stage of LP are divided into two which are setting and front personal. Setting means karaoke place (work place) and front personal means full on makeup (long hair, heavy makeup, mini clothes) and seduction. | |
| 16218 | 19534 | G1B012100 | ASPEK SOSIAL BUDAYA TERKAIT TERJADINYA KEHAMILAN USIA MUDA PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Kehamilan usia muda/remaja sangat membahayakan untuk kesehatan ibu dan bayi karena beresiko perdarahan ketika persalinan dan rentan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Penyebab terjadinya kehamilan usia muda pada remaja didominasi oleh pernikahan dini dan kehamilan di luar nikah serta faktor sosial budaya merupakan salah satu faktor kuat yang mempengaruhi pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aspek sosial budaya terkait terjadinya kehamilan usia muda pada remaja. Metode : Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subyek penelitian adalah remaja hamil di bawah usia 20 tahun dan informan pendukungnya adalah orang tua, teman sebaya dan tokoh masyarakat, tokoh agama serta tenaga kesehatan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil Penelitian : Subyek penelitian telah mengetahui batasan usia ideal bagi seorang perempuan untuk hamil dan punya anak, memiliki pengetahuan mengenai kehamilan usia muda pada remaja meliputi, dampak, penyebab, pencegahan dan faktor pendorong dari hal tersebut. Orang tua mereka telah memberikan pola asuh terbaik, memberi kontrol pergaulan dan edukasi terkait dengan bahaya kenakalan remaja, hanya saja masih kurang dalam pendidikan kesehatan reproduksi/seks. Teman sebaya mereka tidak pernah melakukan tindakan/perilaku yang mendorong untuk terjadinya kehamilan usia muda pada remaja, dibuktikan dalam pergaulan di sekolah yang baik dan tidak menyalahgunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Peranan tokoh masyarakat masih dirasa kurang terkait pencegahan kehamilan usia muda pada remaja, dibuktikan dengan belum adanya program atau kegiatan dari instansi kesehatan terkait masalah tersebut. Budaya menikah muda bagi remaja putri di wilayah tersebut sudah tidak ada. Simpulan : Tidak ada budaya untuk menikah muda bagi remaja putri, peran orang tua dan teman sebaya sudah baik dan perlunya peningkatan peranan dari tokoh masyarakat, tokoh agama sesuai dengan bidangnya masing-masing serta tenaga kesehatan terkait pencegahan kehamilan usia muda pada remaja. | Background: Pregnancy of young age/teenagers were very dangerous for the health of mothers and babies because of the risk of bleeding when labor and vulnerable to deliver babies with low birth weight. The cause of early pregnancy in teenagers was dominated by early marriage and pregnancy out of wedlock and as well as socio-cultural factors was one of the strong factors that affect early marriage. This reasearch aims to know the role of socio-cultural aspects related to the occurrence of young pregnancies in adolescents. Method: This research was qualitative with phenomenological approach. Subjects of research were pregnant teenagers under 20 years old and supporting informants were parents, peers and community leaders, religious leaders and health workers. Data collection techniques used in-depth interviews. Results: Subjects of the study have known the ideal age limit for a woman to become pregnant and have children, have knowledge about youth pregnancy in adolescent include, impact, cause, prevention and driving factors of that. Their parents have provided the best parenting pattern, providing social and educational controls related to the dangers of juvenile delinquency, but still lacking in reproductive health education/sex. Their peers never undertaken actions/behaviors that encourage the occurrence of teenage pregnancy in adolescents, evidenced in the association in good schools and do not misuse the use of information and communication technology. The role of community leaders is still considered less related to the prevention of young pregnancy in adolescents, evidenced by the absence of programs or activities of health agencies related to the problem Culture to married at a young age for teenage girl in the region was gone. Conclusion: There is no culture to married at a young age for teenage girl, the role of parents and peers was good and the need for improvement the role of community leaders in according to their respective fields, religious leaders and health workers related to prevention of early pregnancy in adolescents. | |
| 16219 | 19535 | C1F015019 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI WAJIB PAJAK TERHADAP PENGGUNAAN LAYANAN E-FILING | Judul penelitian ini adalah analisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi wajib pajak terhadap penggunaan e-filing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan norma subjektif terhadap penggunaan layanan e-filing di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto sebanyak 144.091 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah convenience sampling yang mengambil 100 wajib pajak sebagai sampel. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis data primer. Data primer diperoleh dengan cara mendistribusikan kuesioner. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda, kualitas uji data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan norma subyektif secara simultan berpengaruh positif terhadap penggunaan e-filing, persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap penggunaan e-filing, persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap penggunaan e-filing, norma subyektif berpengaruh positif terhadap penggunaan e-filing, dan persepsi kegunaan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi penggunaan e-filing. | The title of this research is analyze factors that affects taxpayer perception toward e-filing usage. This research aimed to examine the effects of perceived ease of use, perceived usefulness, and subjective norms toward e-filing usage at Purwokerto. The population in this research were all taxpayer that registered at KPP Pratama Purwokerto totaling 144.091 taxpayers. The sampling method in this research was convenience sampling that took 100 taxpayers as the sample. The type of research was quantitative research with primary data analysis method. The primary data obtained by distributing the questioner.The research used multiple regression analysis model, the test data quality, classic assumption test, and hypothesis tests using SPSS software.The results of the research showed that perceived ease of use, perceived usefulness, and subjective norms were simultantly had positive effect towarde-filing usage, perceived ease of use had positive effect towarde-filing usage, perceived usefulness had positive effect toward e-filing usage, subjective norms had positive effect toward e-filing usage, and perceived usefulness was the dominant factor that affected e-filing usage. | |
| 16220 | 19333 | B1J013135 | KAJIAN STRUKTUR ANATOMI TALUS Sargassum polycystum C. Agardh ASAL PANTAI MENGANTI DAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE | Sargassum polycystum merupakan salah satu rumput laut coklat penghasil alginat. Usaha peningkatan hasil panen dari rumput laut ini masih perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat di berbagai sektor industri. S. polycystum di Pantai Menganti dan Karimunjawa belum diproduksi secara maksimal karena faktor tumbuh yang fluktuatif sehingga diperlukan usaha untuk memodifikasi faktor tumbuh. Optimalitas faktor tumbuh terhadap struktur anatomi dapat dijadikan bahan acuan untuk melihat baik tidaknya faktor tumbuh yang ada di suatu tempat. Pengamatan karakter anatomi diharapkan dapat membantu proses identifikasi dan menunjang informasi terkait usaha yang sesuai untuk diterapkan dalam peningkatan produktivitas alginat. Scanning Electron Microscope (SEM) merupakan mikroskop dengan daya resolusi yang lebih besar dibandingkan mikroskop cahaya, sehingga pengamatan sampel menggunakan alat ini diharapkan akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan detail. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui struktur anatomi pada berbagai bentuk talus S. polycystum dan perbedaan struktur anatomi talus S. polysystum asal Pantai Menganti dan Karimunjawa menggunakan SEM. Pengambilan rumput laut S. polycystum di Pantai Menganti dan Karimunjawa dilakukan dengan metode purposive random sampling. Metode preparasi yang digunakan adalah teknik pembuatan preparat Simple Air-Drying without Pre-Treatment, kemudian diamati menggunakan SEM. Parameter yang diamati meliputi tebal talus, tebal epidermis, dan tebal korteks. Data dianalisis deskriptif untuk menggambarkan struktur anatomi dan dilakukan uji t untuk mengetahui perbedaan struktur anatomi di kedua tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur anatomi yang teramati pada S. polycytum asal Pantai Menganti dan Karimunjawa menggunakan SEM yaitu pada talus bentuk batang dan daun terdiri atas tiga bagian utama yakni lapisan epidermis, korteks, dan medulla, sedangkan pada talus bentuk vesikel hanya terdiri atas lapisan epidermis dan korteks. Tebal talus dan tebal korteks pada talus bentuk batang antara Pantai Menganti dan Karimunjawa memiliki perbedaan, sedangkan tebal epidermis pada talus bentuk batang, serta tebal talus, tebal epidermis, dan tebal korteks pada talus bentuk daun dan vesikel tidak memiliki perbedaan antara kedua tempat. | Sargassum polycystum is one of alginate-producing brown seaweed. Efforts to increase the yield of seaweeds are still need to meet the increasing demand in various industrial sectors. S. polycystum at Menganti and Karimunjawa beaches have not been fully incorporated due to fluctuating growth factors so it takes effort to. The optimality of the growth factor on the anatomical structure can be used as a reference to see whether or not the existing growth factor is in place. Observation of anatomical characters is expect to assist the process of identifying and supporting appropriate business-related information to be applied in improving alginate productivity. Scanning Electron Microscope (SEM) is a microscope with a greater resolution power than a light microscope, so observation of samples using this tool is expected to produce a clearer picture and detail. This research was conducted with the aim to know the anatomical structure in various forms of thallus S. polycystum and the difference of anatomical structure of thallus S. polysystum from coast Menganti and Karimunjawa using SEM. Seaweeds were taken by purposive random sampling method. Simple Air-Drying without Pre-Treatment technique is used to prepared sample, then observed using SEM. Parameters associated with thick talus, thick epidermis, and thick cortex. Results were analyzed descriptively for structures and anatomy in place. The results showed that the anatomical structure observed in S. polycytum from Menganti and Karimunjawa beaches using SEM was in the stem and leaf’s thallus were consist of three main parts ie epidermal layer, cortex, and medulla, whereas in vesicle’s thallus was consist only epidermal layer and cortex. The thickness of the thallus and cortex on the stem’s thallus between Menganti and Karimunjawa beaches have differences, whereas the thickness of the epidermis in the stem’s thallus, then thickness of thallus, epidermis, and cortex layer on the leaf and vesicle’s thallus have no differences between the two sites. |