Artikelilmiahs
Menampilkan 16.361-16.380 dari 49.956 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16361 | 19669 | C2D015015 | IMPLEMENTASI AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk mendalami proses implementasi akuntansi berbasis akrual di Kabupaten Kotawaringin Barat, apa yang menjadi kendala dan bagaimana cara mengatasi kendala implementasi akuntansi berbasis akrual di Kabupaten Kotawaringin Barat. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Pemerintahan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelompok yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Inspektorat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan kajian dokumen. Penelitian ini menggunakan Luder’s contingency theory untuk menjelaskan sejumlah unsur yang menyertai dalam proses implementasi, analisis data menggunakan software Nvivo 10. Uji validitas data menggunakan metode penjodohan pola. Dari temuan dan analisis data, ada beberapa faktor yang paling berperan dalam keberhasilan pelaksanaan akuntansi pemerintahan berbasis akrual di pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, yaitu sumber daya manusia berkualitas yang memiliki komitmen afektif dan normatif diperlukan, dan dukungan sistem aplikasi terkomputerisasi berbasis internet | This research aimed to experience the process of accrual based accounting implementation in the Regency of Kotawaringin Barat, what was become the obstacle and how was way to overcome the obstacle of accrual based accounting implementation in the Regency of Kotawaringin Barat. The type of research was case study by using the qualitative approach. Location of research was in the Regency of Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Informan in this research was consisted from three group that were Regional Asset and Financial Management Board, Inspectorate and Regional Representative Council in the Regency of Kotawaringin Barat. Technique of data collection used the technique of interview and document examination. This research used Luder’s contingency theory to explain the number of elements that followed in the process of implementation, data analysis used software Nvivo 10. Test of data validity used method of pattern matching. From the finding and data analysis, there were some of factors that gave the most role in the success of accounting implementation based on the accrual in the Regency of Kotawaringin Barat, that was qualified human resource that had the affective commitment and normative that were needed and the support of computerized application system based internet. | |
| 16362 | 19670 | G1F013071 | Efektifitas Sinergis Kombinasi Asam Sinamat Hasil Sintesis dan Kloramfenikol Sebagai Agen Antibakteri Pada Vibrio cholerae | Latar belakang: Penggunaan antibiotik secara tidak rasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan terapi kombinasi antibiotik. Kombinasi antibiotik dengan senyawa alam diyakini berpotensi meningkatkan aktivitas dari suatu antibiotik yang digunakan. Salah satu senyawa alam yang telah dilaporkan dikombinasikan dengan suatu antibiotik adalah asam sinamat. Berbagai hasil penelitian memperlihatkan kombinasi antara asam sinamat dengan suatu antibiotik ternyata mampu memberikan efek yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas antibakteri yang dihasilkan dari kombinasi antara asam sinamat dengan kloramfenikol terhadap Vibrio cholerae. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi sintesis asam sinamat menggunakan metode kondensasi knoevenagel. Hasil penelitian: Asam sinamat yang diperoleh diidentifikasi menggunakan KLT dan spektroskopi NMR. Kombinasi asam sinamat dengan kloramfenikol diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Senyawa asam sinamat diperoleh sebanyak 130.1 mg dengan rendemen sebesar 88,6%. Hasil analisa data spektrum 1H-NMR dan 13C-NMR memperlihatkan kesesuaian bahwa senyawa hasil sintesis yang diperoleh adalah asam sinamat murni. Kombinasi asam sinamat hasil sintesis dengan kloramfenikol terhadap Vibrio cholerae memiliki aktivitas antibakteri kategori sinergis karena berada pada rentang ≤0,5. Kesimpulan: Kombinasi asam sinamat hasil sintesis dengan kloramfenikol terhadap Vibrio cholerae memiliki aktivitas antibakteri kategori sinergis | Background: The use of antibiotics are not rational can lead to the occurrence of bacterial resistance against antibiotics. One way to overcome these problems is to do a combination therapy of antibiotics. The combination of antibiotics with natural compound believed to potentially increase the activity of antibiotics used. One of the natural compounds that have been reported in combination with an antibiotic is cinnamic acid. Various research results showed the combination of cinnamic acid with an antibiotic apparently was able to give a better effect. This research aims to know the effectiveness of antibacterial activity and resulting from a combination of cinnamic acid with chloramphenicol against Vibrio cholerae. Methodology: This research is experimental research that includes the synthesis of cinnamic acid using the knoevenagel condensation method. Result: The cinnamic acid obtained was identified using thin layer chromatography and NMR spectroscopy. The combination of cinnamic acid with chloramphenicol are tested antibacterial activity using the method microdilution. The compound of cinnamic acid obtained as much as 130.1 mg with yield of 88,6%. The result of analysis of 1H-NMR and 13C-NMR spectrum data shows that the compound obtained from synthesis is pure cinnamic acid. The combination of cinnamic acid of the synthesis product with chloramphenicol against Vibrio cholerae has synergistic category antibacterial activity because it is in the range of ≤ 0.5. Conclusion: The combination of cinnamic acid with chloramphenicol againts Vibrio cholerae has synergistic category antibacterial activity. | |
| 16363 | 19671 | C2D015007 | ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG DANA BERGULIR PADA PEMERINTAH KABUPATEN BREBES | Pengelolaan dana bergulir di Kabupaten Brebes diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 016.A Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Pinjaman Modal Usaha Pertanian, Non Pertanian, Koperasi dan Usaha, Mikro Kecil dan Menengah APBD Kabupaten Brebes. Pada prakteknya terdapat kesalahan dalam pengelolaan dana bergulir. Hal ini berakibat pada pengembalian piutang dana bergulir menjadi tidak lancar/macet, dan menjadi temuan BPK. Maka sebagai upaya penghapusan piutang dana bergulir dari Neraca, Pemerintah Kabupaten Brebes akan memberikan kuasa kepada KPKNL Tegal untuk mengambil alih pengurusan beserta penagihannya sesuai Peraturan Bupati Brebes Nomor 048 Tahun 2013. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab piutang dana bergulir macet, menganalisis kendala/hambatan penghapusbukuan piutang dana bergulir, dan menganalisis solusi atas permasalahan penghapusan piutang dana bergulir. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam (In Depth Interview), studi dokumentasi dan trianggulasi. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan teknik analisis Model Miles & Hubberman. Teknik pengujian keabsahan data penelitian ini meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Hasil analisis menunjukkan faktor yang menyebabkan setoran dana bergulir macet, antara lain; karakter peminjam yang tidak baik, adanya hibah, pengaruh jaminan pinjaman, sanksi yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya, kondisi peminjam yang sudah bangkrut. Saran jika ada lagi pinjaman dari pemerintah adalah harus memperhatikan administrasi terkait persyaratan pinjaman harus lengkap sejak awal. Solusi dari KPKNL terkait kendala penghapusan piutang yaitu kelengkapan berkas (administrasi) terkait syarat wajib pengalihan pengurusan piutang ke KPKNL segera dipenuhi. | Revolving fund management in Regency of Brebes is regulated in the Regulation of Regent Number 016.A in 2007 about the Management Guidance of Agriculture Business Capital Loan, Non Agriculture, Cooperative and Micro, Small, Medium Enterprises of Regional Government Budget in Regency of Brebes. In reality there is mistake in revolving fund management. This causes in returning of revolving fund credit that becomes stuck, and becomes BPK finding. So the efforts to erase of revolving fund credit from balance sheet, the Government Regency of Brebes will give the authority to KPKNL Tegal to take over the registration and its collection bases on Regulation of Brebes Regent’s Number 048 in 2013. So the purpose of this research is to analyze the factors of credit which causes bad/stuck revolving fund, analyze the problem/obstacle to erase the revolving fund credit balance sheet, and analyze the solution for the problem of erasing the revolving fund credit. Method of research uses the method of quantitative research by using the case study, through In Depth Interview, documentation study and triangulation, analysis technique of Miles & Hubberman Models. Technique of data test legality in this research involve test of credibility, transferability, dependability, and corfirmability. The result of analysis shows the factors that causes the returning the bad/stuck revolving fund, such as; debtor character who is not good, grant, guarantee effect, sanction that is not implemented, debtor condition who has bankrupted. Suggestion if any more loan from the government is to pay attention to administration related loan terms must be complete from the beginning. Solution from KPKNL relates obstacles in the write-off of receivables are the complete file/administration that related to the obligated requirement of transferring credit to KPKNL to be fulfilled soon. | |
| 16364 | 19673 | C2D015006 | ANALISIS PELAKSANAAN BELANJA HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL DI KABUPATEN BREBES: MANFAAT DAN HAMBATAN | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan hibah dan bantuan sosial dari tahap penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban, monitoring dan evaluasi di Kabupaten Brebes Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2015, hambatan-hambatan dalam kegiatan belanja hibah dan bantuan sosial, serta kemanfaatan dan ketepatsasaran dari belanja hibah dan bantuan sosial tersebut. Selain itu juga dengan ditemukannya hambatan-hambatan dalam kegiatan hibah dan bantuan sosial dapat dirancang solusi bagi pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam mengantisipasi penyimpangan dalam kegiatan belanja hibah dan bantuan sosial yang mungkin terjadi pada tahun berikutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, untuk menganalisis pelaksanaan belanja hibah dan bantuan sosial, dengan menggunakan Luder Contingency Model. Political Economy of Accounting (PEA) untuk menganalisis manfaat dan ketepatsasaran belanja hibah dan bantuan sosial. Luder Contingency Model ini mengidentifikasi baik faktor kontekstual maupun faktor keperilakuan yang berpotensi menjelaskan outcome dari proses pembenahan atau inovasi akuntansi pemerintahan (Chan, 1994; Ouda, 2004; Upping & Oliver, 2011). PEA berupaya untuk memahami dan mengevaluasi fungsi akuntansi dalam konteks lingkungan ekonomi, sosial dan politik dimana akuntansi tersebut diterapkan (Hopwood, 1978; Burchell et al., 1980; Neimark and Tinker, 1986). Lokasi yang digunakan sebagai tempat penelitian yaitu di Kabupaten Brebes. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, FGD dan studi dokumentasi. Data kualitatif hasil wawancara dan FGD diolah dengan menggunakan software NVivo 11. Analisis bukti studi kasus yang digunakan adalah penjodohan pola, penjodohan pola dalam penelitian ini adalah membandingkan prediksi awal atau asumsi yang akan terjadi dengan fakta sebenarnya di lapangan. Penjodohan pola juga dilakukan dengan membandingkan antara fakta di lapangan dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Uji kualitas data yang digunakan adalah uji credibility, uji transferability, dan uji dependability | This study aims to analyze the implementation of grant and social assistance from the step of budgeting, implementation, and administration, reporting, and accountability monitoring and evaluation in Brebes Regency from 2012 to 2015, The constraints to grant spending and social assistance activities, also the benefit and right on target of grant spending and social assistance. In addition with the finding of constraints on grant spending and social assistance activities can be designed the solution for the local government and communities on anticipating of irregularities on grant spending and social assistance activities that may occurred in the following year. This research method used is qualitative case study, to analyze the implementation of grant spending and social assistance, using Luder Contingency Model. Political Economy of Accounting (PEA) to analyze the benefit and right on target of grant spending and social assistance. This Luder Contingency Model identified both the contextual and behavioral factors that potentially explain the outcomes of accounting reformation or innovation of the government (Chan, 1994; Ouda, 2004; Upping & Oliver, 2011). PEA seeks to understand and evaluate the accounting function in the context of economic environment, social and public where the accounting is applied (Hopwood, 1987; Burchel at al., 1980; Neimark and Tinker, 1986). The location used as the research place is in Brebes Regency. The technique of data collection using interviews, FGD and Documentation study. Qualitative Data of interview result and FDG were processed by using NVivo 11 Software. The evidence analysis of case study used is the pattern matching, on this research is to compare the initial prediction or the assumption that will occur with actual fact on the ground. The pattern matching also done by comparing between the fact on the ground and the result of the previous research. Data quality test used is credibility test, transferability test, and dependability test. | |
| 16365 | 19672 | E1A010078 | DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor : 0169/PDT.P/2016/P.A.PWT) | Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur batas usia perkawinan. Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 menganut prinsip bahwa untuk dapat melangsungkan perkawinan, calon suami maupun isteri harus matang jiwa raganya agar tujuan perkawinan dapat terwujud secara baik. Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa batas usia perkawinan yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita, namun dalam suatu keadaan yang betul-betul mendesak, ketentuan tersebut dapat disimpangi dengan Pasal 7 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan penyimpangan berupa Permohonan Dispensasi Kawin. Permohonan Dispensasi Kawin dalam tulisan ini dikabulkan karena calon isteri dari anak Pemohon sudah dalam keadaan hamil 3 (tiga) bulan, anak Pemohon sudah mempunyai penghasilan dan tidak ada larangan kawin antara keduanya. Sehingga apabila tidak segera melangsungkan perkawinan akan menimbulkan masalah-masalah baru seperti lahirnya anak luar kawin. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan perkara yang terjadi di Penetapan Pengadilan Agama Purwokerto dengan nomor register perkara 0169/PDT.P/2016/P.A.PWT. Simpulan di dalam penelitian ini adalah hakim dalam penetapan Permohonan Dispensasi Kawin mendasarkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan; Pasal 49 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 jo Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama; Pasal 89 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 jo Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 jo Undang-Undang Nomor 50 tahun 2009; kemampuan dan kemandirian dalam membangun rumah tangga; serta keadaan calon mempelai wanita yang telah hamil lebih-kurang 3 (tiga) bulan dan berdasar pada Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 32 dan Sunnah Rasul. | Law Number 1 Year 1974 on Marriage regulates the age limit of marriage. Law No. 1 of 1974 adheres to the principle that in order to be able to marry, the husband and wife must be physically and mentally matured so that the purpose of the marriage can be realized properly. Article 7 paragraph (1) of Law Number 1 Year 1974 concerning Marriage states that the marriage age limit is 19 years for men and 16 years for women, but in an urgent situation, it can be deviated by using Article 7 paragraph (2) Law Number 1 Year 1974 on Marriage with irregularities in the form of Application of Marriage Dispensation. Application for marriage dispensation in this paper granted because the wife of the applicant's child is pregnant within 3 (three) months, the applicant's child already has income and there is no prohibition of marriage between the two. So if they are not immediately hold a marriage, it will lead to new problems such as the birth of children outside marriage. In writing of this thesis, the authors use normative juridical approach method with the approach of legislation to know how the judge's judgment in determining the case that occurred in Purwokerto Religious Court Stipulation with register case number 0169 / PDT.P / 2016 / P.A.PWT. The conclusion in this research is that the judge in the determination of the Dispensation Application of Marriage based on Article 7 paragraph (2) of Law Number 1 Year 1974 On Marriage; Article 49 of Law Number 7 Year 1989 jo Law Number 3 Year 2006 jo Law Number 50 Year 2009 On Religious Courts; Article 89 Paragraph (1) of Law Number 7 of 1989 jo Law Number 3 of 2006 jo Law Number 50 of 2009; Ability and independence in building a household; As well as the circumstances of the prospective bride who has been pregnant for approximately 3 (three) months and based on the Qur'an Surah An-Nuur verse 32 and the Sunnah of the Prophet. | |
| 16366 | 19610 | G1F013038 | FORMULASI SEDIAAN SAMPO GEL MINYAK SERAI WANGI (Citronella Oil) DENGAN BASIS HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA SEBAGAI ANTIFUNGI Pityrosporum ovale | Minyak serai wangi memiliki kandungan citronella sebagai fungisida yang dapat dijadikan sampo sebagai pengobatan ketombe karena mikroorganisme Pityrosporum ovale. HPMC sebagai thickening agent dan foam stabilizer mempengaruhi sifat fisik sehingga perlu dilakukan variasi konsentrasi untuk menentukan viskositas sampo gel yang baik. Sampo gel minyak serai wangi dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 0,75%, 1,00%, 1,25%, dan 1,50%. Hasil uji sifat fisik organoleptis, homogenitas, dan pH dianalisis secara deskriptif, hasil uji kemampuan dan stabilitas busa, viskositas, dan persentase zat padat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan regresi linier. Uji stabilitas dilakukan selama 6 siklus uji Freeze-Thaw. Uji antifungi formula terpilih terhadap P. ovale menggunakan metode difusi sumuran. Peningkatan konsentrasi HPMC tidak mempengaruhi organoleptis, homogenitas, pH, kemampuan dan stabilitas busa, persentase zat padat, serta stabilitas fisik namun akan meningkatkan viskositas pada sediaan secara signifikan (p-value 0,000). Formula terpilih adalah Formula II (HPMC 1,00%) dengan pH 8,3-8,8, viskositas 1337-1547 cps, kemampuan dan stabilitas busa 37-81 ml, serta persentase zat padat 10,83-14,17%. Formula terpilih memiliki aktivitas antifungi terhadap P. ovale dengan zona hambat kategori sangat kuat 25,8±5,01 mm. Minyak serai wangi konsentrasi 1200 ppm dapat diformulasikan menjadi sampo antiketombe dengan basis HPMC 1,00%, natrium lauril sulfat 14%, cocamide DEA 2%, propilen glikol 10%, propil paraben 0,2% dan mentol 0,25%. | Citronella essential oil contains citronella as a fungicide which can be made as shampoo for dandruff treatment caused by Pityrosporum ovale. HPMC is a thickening agent and foam stabilizer which has an effect on the physical properties so it is necessary to vary the concentration to determine the best viscosity of gel shampoo. Citronella essential oil gel shampoo was made with variation of HPMC concentration of 0.75%, 1.00%, 1.25%, and 1.50%. The result of organoleptic, homogeneity, and pH were analyzed descriptively. The result of foam capability and stability, viscosity, and percentage of solids were analyzed using one-way ANOVA and linear regression. The stability test is conducted for 6 cycles of Freeze-Thaw test. The antifungal activity of the best formula was tested against P. ovale using a well diffusion method. The increasing of HPMC concentrations do not affect the organoleptic, homogeneity, pH, foam capability and stability, percentage of solids, and physical stability but it will increase the viscosity significantly (p-value 0.000). The selected formula is Formula II (HPMC 1.00%) with pH is 8.3-8.8, viscosity is 1337-1547 cps, foam capability and stability is 37-81 ml, and percentage of solids is 10.83-14.17%. Selected formula has antifungal activity against P. ovale with very strong inhibitory zone antifungal category 25.8±5.01 mm. Citronella essential oil concentration of 1200 ppm can be formulated into antidandruff shampoo with HPMC of 1.00%, sodium lauryl sulphate of 14%, cocamide DEA of 2%, propylene glycol of 10%, propyl paraben of 0.2%, and menthol of 0.25%. | |
| 16367 | 19678 | D1E012319 | KEKUATAN TARIK DAN KEMULURAN SHANK AYAM DENGAN PEMANFAATAN LEMAK AYAM NIAGA PEDAGING | Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak ayam niaga pedaging terhadap kekuatan tarik dan kemuluran. Materi yang digunakan adalah kulit shank ayam niaga pedaging umur 35 hari sebanyak 40 shank ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan yaitu 6% kontrol minyak ikan, 2%, 4% dan 6% konsentrasi lemak ayam niaga pedaging dengan lima kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu kekuatan Tarik dan kemuluran. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis variansi dan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi lemak ayam niaga pedaging berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kemuluran, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekuatan tarik. Rataan kekuatan tarik pada konsentrasi 6% minyak ikan, 2%, 4% dan 6% lemak ayam niaga pedaging berturut-turut sebesar 9,720 kg/cm, 8,844 kg/cm, 9,476 kg/cm dan 8,464 kg/cm. Rataan kemuluran berturut-urut sebesar 35,6 kg/cm, 20 kg/cm, 18,4 kg/cm dan 32 kg/cm. Penggunaan lemak ayam niaga pedaging 2 % dari bloten sebagai agensia fatliquoring dapat menghasilkan kekuatan tarik kulit shank ayam yang sama dengan minyak ikan 6 %. Penggunaan lemak ayam niaga pedaging 6 % dari bloten sebagai agensia fatliquoring menghasilkan kemuluran kulit shank ayam yang sama dengan minyak ikan 6 %. | The aim of this research is to study the influence of broiler fat concentration to the tensile strength and elongation. The researcher using Completely Randomized Design to conduct this research. There are four treatmentsd; 6 % of fish oil control, 2 %, 4 % and 6 % of broiler fat with five time repetition. Variables measured are strength and elongation. The data of the research analyzed by using analysis of variance and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of the research showed that the concentration of broiler fat have significant effect (P<0,01) againts the elongation but have no significant effect on tension of strength. The averages tension of strength of 6 % of fish oil, 2 %, 4 % and 6 % of broiller fat are 9,720 kg/cm, 8,844 kg/cm, 9,476 kg/cm, and 8,464 kg/cm. The average’s respectively based on elongation are 35,5 kg/cm, 20 kg/cm, 18,4 kg/cm and 32 kg/cm. 2 % of broiler fat from bloten as a agensia fatliquoring can produce 6 % or broiler fat as same as fish oil. 6 % of broiler fat from bloten as agensia faliquoring can produce 6 % of broiler’s elongation as same as fish oil. | |
| 16368 | 19684 | P2CC14017 | IDENTIFIKASI PERMASALAHAN IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) MELALUI PENGEMBANGAN ORGANISASI DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM yang memenuhi sarat kepesertaan dan ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Salah satu aktifitas penting dalam pelaksanaan Program PKH adalah Proses dampingan keluarga KPM oleh seorang pendamping. Dampingan tersebut meliputi sosialisasi, validasi, verifikasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam implementasi PKH di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas dan rekomendasi penanganannya permasalahan tersebut Berdasarkan hasil penelitian tentang peningkatan Identifikasi Permasalahan Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Melalui Pengembangan Organisasi di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas dapat ditarik kesimpulan diantaranya sebagai berikut : Bahwa dalam proses implementasi PKH di Kec. Kemranjen ditemukan berbagai permasalahan yaitu : kebijakan PKH bersifat mendadak dan tidak konsisten, fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan kurang koperatif, perpindahan pencairan bantuan tunai ke non-tunai belum siap dan latar belakang SDM pendamping yang beragam lemahnya koordinasi antar instansi/lembaga, data kemiskinan lemah dan belum akurat serta terintegrasi, butuh evaluasi program, rentan potensi KKN, dan sumber daya KPM masih rendah. Untuk mengatasi pemasalahan tersebut PKH Kecamatan kemranjen perlu melakukan langkah penanganan sebagai berikut yaitu ; PKH harus mampu secepatnya beradaptasi dan peka terhadap lingkungan sekitar, Pemerintah dari semua tingkatuan dan wewenang harus memiliki persamaan persepsi secara menyeluruh terkait PKH dan melakukan pembaruan data BPS. Data terbaru akan meminimalisasi berbagai resiko dan konflik sosial yang mungkin terjadi di lapangan. Selain itu Pendamping perlu melakukan usaha-usaha pemberdayaan masyarakat. Usaha ini sekaligus memberikan pendidikan keluarga sejahtera yang tidak tergantung mutlak pada bantuan pemerintah. | Program Keluarga Harapan (PKH) is a conditional cash transfer program to beneficiary families (KPM that fulfills membership and is stipulated by the Ministry of Social Affairs One of the most important activities in the implementation of PKH Program is the process of assisting KPM's family by an assistant covering socialization, Validation, verification, and evaluation This research was conducted to identify various problems in the implementation of PKH in Kemranjen Sub-district of Banyumas Regency and the recommendation of handling the problem Based on the results of research on improving the Identification of Implementation Problems Program Family Hope (PKH) Through Organizational Development in District Kemranjen Banyumas district can be drawn conclusions include the following: Whereas in the process of implementing PKH in Kec. Kemranjen found a variety of problems, namely: PKH policy is sudden and inconsistent, health facilities and less cooperative education facilities, the movement of cash disbursements to non-cash is not ready and the background of companion human resources varying coordination between agencies / institutions, poverty data is weak and Not yet accurate and integrated, need program evaluation, susceptible potential of KKN, and KPM resources still low. To overcome these problems PKH Kemranjen sub-district need to perform handling steps as follows namely; PKH must be able to adapt quickly and sensitively to the environment, the Government of all levels and authority must have a comprehensive perception of PKH related and update BPS data. The latest data will minimize the various risks and social conflicts that may occur in the field. In addition, the Companion should undertake community empowerment efforts. This effort also provides a prosperous family education that is not absolutely dependent on government assistance. | |
| 16369 | 19679 | G1F013057 | Efektifitas Sinergis Kombinasi Asam Sinamat Hasil Sintesis dan Tetrasiklin Sebagai Agen Antibakteri Pada Vibrio cholerae | Penyakit infeksi mikroorganisme merupakan penyebab kematian yang cukup besar didunia. Salah satu strategi yang cukup potensial untuk mengurangi kejadian tersebut adalah dengan melakukan kombinasi antara bahan alam dengan antibiotik. Salah satu bahan alam yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri adalah asam sinamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari kombinasi asam sinamat hasil sintesis dan tetrasiklin pada Vibrio cholerae. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi sintesis asam sinamat dengan menggunakan reaksi knoevenagel. Sintesis asam sinamat dilakukan dengan mereaksikan asam malonat, benzaldehida, piridin, dan β-alanin selama 3 jam. Asam sinamat yang diperoleh diidentifikasi menggunakan KLT dengan menggunakan eluen n-heksan:etilasetat (1:1) dan spektroskopi NMR 1D-2D, serta diuji aktivitas antibakterinya dengan menggunakan metode mikrodilusi. Berdasarkan reaksi knoevenagel diperoleh asam sinamat sebanyak 130,1 mg dengan rendemen 88,6%. Data spektroskospi NMR 1D-2D menunjukkan kesesuaian bahwa asam sinamat yang diperoleh dari hasil sintesis merupakan asam sinamat. Kombinasi asam sinamat dan tetrasiklin memiliki aktivitas antibakteri yang sinergis terhadap V.cholerae dengan nilai FIC index< 0,5. Kombinasi asam sinamat hasil sintesis dengan menggunakan reaksi knoevenagel dan tetrasiklin memiliki aktivitas antibakteri kategorisinergis terhadap V.cholerae. | Microorganism infection disease causes high amount of deaths in the world. One of the potential strategies to decrease the death by microorganism infection is doing a combination of natural sources and antibiotics. One of the natural substances which has anti-bacteria activity is cinnamic acid. This research aimed to find out the anti-bacteria activity from the combination of synthesized cinnamic acid and tetracycline in Vibrio cholerae. This research is an experimental research which synthesizes cinnamic acid by using knoevenagel reaction. The synthesis of cinnamic acid is done by reacting malonic acid, benzaldehide, pyridine, and β-alanine for 3 hours. The final cinnamic acid is identified by using KLT with n-hexane:ethyl acetate (1:1) as a mobile phase and spectroscopy of NMR 1D-2D, the activity of the anti-bacteria is also examined by using the microdilution method. Based on knoevenagel reaction, it is shown that 130.1 mg cinnamic acid has 88,6% rendemen. The NMR 1D-2D spectroscopy data shows the conformity that cinnamic acid from the synthesis is cinnamic acid. The combination of cinnamic acid and tetracycline has synergistic effect of anti-bacteria activity with V.cholerae with the amount of FIC index <0.5. Combination of synthesized cinnamic acid and tetracycline has anti-bacteria activity which is synergistic with V.cholerae. | |
| 16370 | 19680 | C1A010059 | PENGARUH PDRB, TENAGA KERJA DAN BELANJA MODAL TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH 2004 – 2013 | ABSTRAK Sesuai dengan diberlakukannya otonomi daerah, kabupaten dan kota memiliki hak dan kewenangan yang lebih luas. Seperti tercantum dalam UU No. 32 Tahun 2004, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Otonomi daerah memberikan konsekuensi kepada kabupaten/kota untuk memiliki kemandirian keuangan daerah dalam pembiayaan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintah daerah. Kemandirian keuangan daerah tersebut direalisasikan dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh daerah tersebut setiap tahunnya.tinggi rendahnya PAD dipengaruhi banyak faktor, diantaranya, PDRB, Belanja Modal dan Tenaga Kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB, Belanja Modal dan Tenaga Kerja terhadap PAD. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa data panel 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan time series periode tahun 2004 – 2013. Untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel yang dibantu program EVIEWS. Pengujia dilakukan dengan menggunakan regresi data panel untuk tiga hipotesis yang diajukan. Penelitian ini memberikan hasil penelitian yang menunjukan bahwa: 1) PDRB berpengaruh positif signifikan terhadap PAD, 2) belanja modal berpengaruh positif signifikan terhadap PAD dan 3) tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap PAD terhadap 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. | SUMMARY In accordance with the central regional autonomy, district and citieshave broader right and authoritie, as stated in law No.32 of 2004, regional autonomy is the right, authority and autonomous region obligation to regulate and manage their own govemental affairs and the interest of local communities in accordance with the laws and regulation Region autonomy give a consequetion to region/city in the own financial to cost the region/city development and doing region/city govermental.the own financial that realized by revenue (PAD) that region/cityat every years.high or low of the revenue are affected by some factor, Gross Regional Domestic Product (GDRP), Capital Spending and Labour. The aim of this research to analyzing the influences of GDRP, Capital Spending and labour. Data in this research using secoundary data wihcih data formated panel from 35 region/city at Central Java whit time series at years 2004 – 2013. The anayized data were panel regression to four hypothesies proposed. The research give some result that shown: 1) GDRP had positive and signification affected to revenue. 2) Labour had positive and signification affected to revenue. 3) Capital Spending had positive and signification affected to revenue. | |
| 16371 | 19681 | F1F010081 | THE ANALYSIS OF ENGLISH COMPOUND ADJECTIVES IN SIR ARTHUR CONAN DOYLE’S SHERLOCK HOLMES, A STUDY IN SCARLET | Kurnia, Septian Wahyu. 2017. The Analysis of English Compound Adjectives in Sir Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Skripsi. Pembimbing 1: Kristianto Setiawan, S.S., M.A., Pembimbing 2: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Penguji: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan sastra, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Kata Kunci: Morfologi, Proses Pembentukan Kata, Kata Sifat Majemuk Bahasa Inggris, Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Judul penelitian ini adalah The Analysis of English Compound Adjectives in Sir Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kata sifat majemuk bahasa Inggris pada novel Sherlock Holmes, A Study in Scarlet, untuk mengetahui makna dari kata sifat majemuk bahasa Inggris pada novel, dan untuk menganalisis cara makna dari kata sifat majemuk bahasa Inggris dalam menentukan tipenya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan yaitu kata sifat majemuk bahasa Inggris yang diambil dari novel Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Data dianalisis menggunakan teori penggabungan dari Katamba. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 115 kata sifat majemuk bahasa Inggris yang di klasifikasikan ke dalam konstruksi endosentrik sebanyak 98 kata dan konstruksi eksosentrik sebanyak 17 kata. Makna kata sifat majemuk bahasa Inggris yang ditemukan di dalam novel merupakan makna yang hiponim dan bukan hiponim dari elemen utama. Makna sebagai hiponim merupakan makna yang dapat di prediksi karena mempunyai elemen utama di dalamnya. Sebaliknya, makna tidak sebagai hiponim merupakan makna yang tidak dapat di prediksi karena tidak mempunyai elemen utama di dalamnya. Kemudian, makna tidak sebagai hiponim serupa dengan idiom karena mempunyai makna yang sangat berbeda dengan elemen - elemen pembentuknya. Makna tidak sebagai hiponim juga serupa dengan kolokasi karena makna yang di hasilkan merupakan kesatuan dari makna masing – masing elemen yang mirip terhadap sesuatu. Cara untuk menentukan tipe kata majemuk dapat diketahui dari keberadaan elemen utama pada maknanya. Jika sebuah kata majemuk mengandung elemen utama maka dapat di klasifikasikan ke dalam konstruksi endosentrik. Namun, jika kata tersebut tidak mengandung elemen utama maka dapat di klasifikasikan ke dalam konstruksi eksosentrik. | Kurnia, Septian Wahyu. 2017. The Analysis of English Compound Adjectives in Sir Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Thesis. Supervisors 1: Kristianto Setiawan, S.S., M.A., Supervisor 2: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., External Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Language and Litereture Department, English Literature Study Program, Purwokerto. Keywords: Morphology, Word Formation Processes, English Compound Adjective, Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. The title of this research is The Analysis of English Compound Adjectives in Sir Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. The purposes of this research are to find the types of English compound adjectives in the novel Sherlock Holmes, A Study in Scarlet, to know the meanings of English compound adjectives in the novel, and to analyze the way of the meanings of English compound adjectives in determining the types of the compounds. This study used qualitative method. The main data were English compound adjectives taken from Sir Arthur Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet novel. The data were analyzed by compounding theory from Katamba. The result revealed that there were 115 English compound adjectives which were classified into 98 endocentric constructions and 17 exocentric constructions. The meaning of English compound adjectives found in the novel was the meaning as a hyponym and the meaning as not a hyponym. The meaning as a hyponym is predictable meaning because it has a head element in the compound. On the other hand, the meaning as not hyponym is unpredictable meaning because it has no head within the compound. Furthermore, the meaning as not hyponym can be identical with idiom because the meaning is totally different from the elements. It can also be identical with collocation because the meaning is the unity of the meaning from elements which are identical with something. The way of the meaning determined the compound’s type came from the presence of head element in the meaning. If a compound contains a head, it belongs to endocentric construction. On the other hand, if it is headless, it belongs to exocentric construction. | |
| 16372 | 19682 | G1F013044 | PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN N-HEKSAN DAUN SLATRI (Calophyllum soulattri Burm. F.) DAN AKTIVITAS PADA Candida albicans | Latar Belakang: Ekstrak etanol daun slatri (Calophyllum soulattri Burm. F.) memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans. Etanol, etil asetat, dan n-heksan memiliki tingkat kepolaran yang berbeda sehingga ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun slatri memiliki perbedaan komposisi flavonoid, triterpen, steroid, dan xanthone yang dapat diketahui dari profil KLT. Perbedaan komposisi flavonoid, triterpen, steroid, dan xanthone menyebabkan perbedaan aktivitas antifungi. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode studi eksperimental laboratoris. Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun slatri (C. Soulattri Burm. F.) dibuat menggunakan metode maserasi. Uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase diam plat silika gel Merck Kieselgel 60 GF254 0,25 mm, fase gerak kloroform 100% dan kloroform : metanol (10:1), pereaksi amonia, lieberman burchard, dan H2SO4 9,8% dan analisis dengan aplikasi imageJ® digunakan untuk mengetahi profil KLT masing-masing ekstrak. Uji antifungi dengan metode difusi cakram dilakukan untuk melihat aktivitas masing-masing ekstrak terhadap Candida Albicans. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil: Dari penelitian ini terbukti bahwa Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun slatri (Calophyllum Soulattri Burm. F.) mengandung senyawa flavonoid, triterpen, steroid, dan xanthone. Ekstrak etanol dan etil asetat dengan konsentrasi 10% memiliki aktivitas antifungi terhadap C. Albicans dengan rata-rata daya hambat 5,5 mm, sedangkan ekstrak n-heksan dengan konsentrasi 10% memiliki aktivitas antifungi terhadap C. Albicans dengan rata-rata daya hambat 6 mm. Kesimpulan: Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun slatri (C. soulattri Burm. F.) mengandung senyawa flavonoid, steroid, dan xanthone. Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan daun slatri (C. soulattri Burm. F.) dengan konsentrasi 10% memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans dengan kategori sedang. | Background The ethanolic extract of slatri leaves (Calophyllum soulattri Burm F.) has antifungal activity against Candida albicans. Ethanol, ethyl acetate, and n-hexane have different polarity levels so that ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extract of slatri leaves have different flavonoid, triterpen, steroid, and xanthone compositions which can be known from the KLT profile. Differences in the composition of flavonoids, triterpenes, steroids, and xanthones cause different antifungal activity. Methodology: This research was conducted by laboratory experimental study method. The ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extract of slatri leaves (C. Soulattri Burm F.) were prepared using the maceration method. Thin Layer Chromatography (TLC) used silica gel silica gel plate phase Merck Kieselgel 60 GF254 0,25 mm, mobile phase chloroform 100% and chloroform: methanol (10: 1), ammonia, lieberman burchard, and H2SO4 9.8% reagent and analysis with the imageJ® application is used to determine the TLC profile of each extract. An antifungal test by disc diffusion method was performed to see the activity of each extract on Candida Albicans. The data obtained were analyzed descriptively. Result: From this research proved that ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extract of slatri leaves (C. Soulattri Burm F.) contain flavonoid, triterpen, steroid, and xanthone compound. Extract of ethanol and ethyl acetate with a concentration of 10% had antifungal activity against C. Albicans with average inhibitory power of 5.5 mm, while n-hexane extract with 10% concentration had antifungal activity against C. Albicans with mean of inhibitory power 6 mm. Conclusion: Extracts ethanol, ethyl acetate, and n-hexane of slatri leaves (C. soulattri Burm F.) contain flavonoid compounds, steroids, and xanthones. Extract ethanol, ethyl acetate, and n-hexane of slatri leaves (C. soulattri Burm F.) with a concentration of 10% had antifungal activity against Candida albicans with moderate category. | |
| 16373 | 19683 | F1F010054 | An Analysis of Euphemism in Big Bang Theory TV Series Season 1 From Episode 1-10 | Karim, Nabil Karim. 2017. Analisis Euphemisme dalam Serial TV Teori Big Bang Season 1 dari Episode 1-10. Tesis. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Pemeriksa: Chusni Hadiati S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Bahasa Inggris, Purwokerto. Penelitian ini berjudul "Analisis Euphemisme dalam The Big Bang Theory TV Series Seri 1 dari Episode 1-10" berfokus pada bagaimana ekspresi eufemisme digunakan dan terjadi pada The Big Bang Theory TV Series Seri 1 dari Episode 1-10. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk 2 tujuan yaitu: (1) Mengidentifikasi jenis ekspresi eufemisme yang ditemukan di The Big Bang TV Series Seri 1 dari Episode 1-10 (2) untuk mengidentifikasi strategi penyampaian eufemisme yang digunakan dalam Seri TV. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) enam jenis eufemisme menurut Allan dan Burridge's Theory (2012) diimplementasikan dalam keseluruhan data. Mereka adalah 26 ekspresi protective euphemism, 21 ungkapan underhand euphemism, 13 ungkapan uplifting euphemism, 19 ungkapan provocative euphemism, 13 ungkapan cohesive euphemism, dan 17 ungkapan ludic euphemism. (2) ketiga strategi sesuai teori Allan dan Burridge (2012) diimplementasikan dalam ungkapan eufemisme yang ditemukan di The Big Bang TV Series Seri 1 dari Episode 1-10. Ada 72 ungkapan eufemisme yang menggunakan strategi analogi, 25 ungkapan eufemisme yang menggunakan strategi distorsi, dan 12 ungkapan eufemisme dengan menggunakan strategi pinjaman. Berdasarkan hasil tipe eufemisme, eufemisme pelindung adalah tipe yang paling dominan yang muncul pada The Big Bang Theory TV Series Season 1 dari Episode 1-10. Hal ini terjadi karena peran eufemisme itu sendiri yang berfungsi untuk melindungi pembicara, pendengar maupun pihak ketiga dari rasa tersinggung. Hal ini juga terkait dengan pentingnya kesopanan itu sendiri dalam komunikasi masyarakat umum yang mampu menciptakan ikatan antara pembicara dan pendengar dengan baik. Hasil strategi eufemisme menunjukkan bahwa strategi analogi adalah tipe strategi yang paling dominan dalam menyampaikan ungkapan eufemisme. Fenomena ini terjadi karena aplikasi praktis dari strategi analogi yang cenderung sangat mudah dan juga sangat efektif. Orang cenderung menggunakan ungkapan yang pertama kali muncul untuk mengganti ekspresi yang tidak diinginkan daripada mengambil banyak waktu untuk memikirkan penggantian terbaik, dan analogi adalah strategi yang biasanya muncul pertama kali di pikiran orang. | Karim, Nabil. 2017. An Analysis of Euphemisms in Big Bang Theory TV Series Season 1 from Episode 1-10. Thesis. Supervisor 1: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Examiner: Chusni Hadiati S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto. This Research, entitled “An Analysis of Euphemisms in Big Bang Theory TV Series Season 1 from Episode 1-10”, focuses on how euphemism expression is used and occured in The Big Bang TV Series Season 1 from Episode 1-10. This research, using descriptive qualitative method, is aimed for 2 purposes which are: (1) to identify the type of euphemism expressions found in The Big Bang TV Series Season 1 from Episode 1-10 and (2) to identify the strategy of delivering euphemism used in the TV Series. The result shows that all six types of euphemism according to Allan and Burridge’s Theory (2012) are implemented in the whole data. They are 26 expressions of protective euphemism, 21 expressions of underhand euphemism, 13 expressions of uplifting euphemism, 19 expressions of provocative euphemism, 13 expressions of cohesive euphemism, and 17 expressions of ludic euphemism. Then all three strategies according to Allan and Burridge’s theory (2012) are implemented in euphemism expressions found in The Big Bang TV Series Season 1 from Episode 1-10. There are 72 euphemism expressions using the analogy strategy, 25 euphemisms expressions using the distortion strategy, and 12 euphemism expressions using the borrowing strategy. Based on the result of euphemism type, the protective euphemism is the most dominant type that occur in The Big Bang Theory TV Series Season 1 from Episode 1-10. This occurred because of the euphemism role itself which function is to protect the speaker, the hearer or some third party from being offended. This also related with the importance of politeness itself general people’s communication which is able to create bond between the speaker and the hearer excellently. The result of the euphemism strategy shows that the analogy strategy is the most dominant type of strategy in delivering the euphemism expressions. This phenomenon occurred because of the practical application of analogy which tend to be very easy and also very effective. People tend to use the expressions that first come up in mind to replace the undesired expression rather than taking much time in thinking about the best replacement, and analogy is the strategy that first come up in people’s mind. | |
| 16374 | 19688 | F1F010061 | The Depiction of Prabowo Subianto in Jakarta Post (A Discourse Analysis in Jakarta Post’ Articles about Prabowo Subianto issued from 4th June to 5th July) | Salah satu cara untuk mngungkap makna di balik sebuah text, misalnya, koran adalah dengan menggunakan Social Actor Representation (SAR) oleh van Leeuwen (2008). Penelitian ini menggunakan kerangka kerja aktor ocial untuk menganalisis artikel The Jakarta Post, salah satu koran Indonesia. Topic ini di pilih di latar belakangi artikel yang di terbitkan oleh The Jakarta Post menyatakan dukungannya pada salah satu kandidat yang membuat Prabowo meragukan kejujuran pada rivalitasnya. Karena itulah penulis ingin mengetaui apakah The Jakarta Post memakai strategi SAR pada artikel mereka terkait pada pengunaan kata, klausa dan ungkapan pada artikelnya. Design penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan juga analisis wacana kritis. Terdapat 6 artikel yang di unduh dari versi publikasi online dari The Jakarta Post pada bulan Juni sampai Juli 2014. Data dianalisis pada beberapa tahap. Pertama, membaca artikel secara menyeluruh. Kedua, menganalisis data berdasarkan teori dari van Leeuwen. Data di kategorikan ke dalam inklusi karena fokus penelitian ini adalah bagaimana The Jakarta Post menempatkan Prabowo di artikelnya dan inklusi adalah bagaimana penulis text menunjukan dan menempatkan artor sosial ke dalam teks. Terakhir adalah menarik kesimpulan perdasarkan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis, terungkap bahwa penulis menggunakan strategi inklusi dalam 17 kalimat pada 6 artikel yang memberitakan Prabowo. Strategi inklusi itu antara lain Differentiation–Indifferentiation, Objectivation–Abstraction, Nomination–Categorization, Nomination–Identification, Determination-Indetermination, and Assimilation–Individualization as well as Association–Dissociation. Hasilnya, dari 17 data hanya 4 yang bersifat negatif sementara sisanya bersifat netral. Hanya sedikit penggabaran netagif Prabowo yang dapat di liat dari pemilihan katanya. The Jakarta Post hati-hati dalam pemilihan kata untuk menghindari gambaran negative. | Social Actor Representation (SAR) proposed by van Leeuwen (2008) is one of the ways to uncover the intended meaning or perspective behind a certain text, for example, newspaper. In this research, the social actor framework is adopted to analyze Indonesian newspaper, The Jakarta Post as one of the prominent Indonesian newspapers. The issue was chosen based on an article posted by the Jakarta post declaring the newspaper’s support to the other candidate which made Prabowo doubtful about the fairness in the rivalry. Therefore, the researcher wanted to analyze whether the newspapers articles adopted particular SAR strategies in reporting its news related to that speculation through investigating the use of words, clauses and expressions were written in the text. This research adopted descriptive qualitative as well as Critical Discourse Analysis approach as the research design. The data were 6 articles downloaded from The Jakarta Post online version published on June to August 2014. The data were analyzed on some stages. First was reading the whole articles in order to get slightly overview about data. Second was analyzing the data based on the theory proposed by van Leeuwen. The data were categorized into inclusion as the focus on this research was in how The Jakarta Post put Prabowo in the articles since inclusion is where the writers showed and performed the existence of certain actor in the text. The last was making a conclusion based on the result of the data analysis. Based on the analysis, the findings revealed that the writer of the article adopted inclusion in 17 sentences from 6 articles on reporting issued on Prabowo. The inclusion strategy consist of Differentiation–Indifferentiation, Objectivation–Abstraction, Nomination–Categorization, Nomination–Identification, Determination-Indetermination, and Assimilation–Individualization as well as Association–Dissociation. As the result, from total of 17 data 4 data can be classified as a negative representation of Prabow Subianto and the rest 13 data are neutral representation. There are only a few representation of Prabowo that can be categorized as negative representation by the choice of the word. Jakarta post still carefully chose the word to depict Prabowo in the articles. | |
| 16375 | 19689 | F1F010006 | The Conditions of Women in Britain in late Eighteenth-Century: A Semiotic Analysis of Vision of the Daughters of Albion by William Blake | Judul penelitian ini adalah " Kondisi wanita di Inggris abad 18 terakhir: analisis Semiotik terhadap Vision of the Daughters of Albion dari William Blake ". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi wanita di Inggris yang tergambarkan dalam puisi dari William Blake berjudul Vision of the Daughters of Albion. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan data tertulis dalam puisi Vision of the Daughters of Albion oleh William Blake. Penelitian perpustakaan digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini juga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan subjek. Pendekatan semiotik oleh Charles Peirce digunakan untuk memahami kecemasan Blake tentang kondisi di Inggris. Penelitian ini menemukan bahwa puisi "Vision of the Daughters of Albion" mencerminkan kondisi wanita di Inggris Abad Delapan belas akhir. Vision of the Daughters of Albion oleh William Blake terdiri dari 11 , masing-masing lempeng memiliki tulisan dan gambar. Dalam puisi ini, Blake memiliki 3 tokoh yaitu Oothon, Theotormon dan Bromion. Setiap karakter memiliki penggambaran yang berbeda. Penelitian ini lebih menekankan karakter Oothon yang menggambarkan wanita Inggris saat itu. Dalam Visions, Oothon digambar secara tragis. | The title of this research is “The Condition of Women in Britain in late Eighteenth-Century: A Semiotic Analysis of Vision of the Daughters of Albion by William Blake”. The purpose of this research is to know how women conditions in Britain are reflected in poem by William Blake’s Vision of the Daughters of Albion. This is a descriptive qualitative with written data in Vision of the Daughters of Albion by William Blake. Library research is used for collecting the data. This research also requires approach which is suitable with the subject. Semiotic approach by Charles Peirce is used to understand Blake’s anxiety about condition in Britain. The research finds that “Vision of the Daughters of Albion” poem reflects the women conditions in late Eighteenth-Century Britain.Visions of daughter of Albion by William Blake which consists of 11 plates has both writing and drawing on each plates. In this poetry, Blake has 3 characters. The characters are Oothon, Theotormon and Bromion. Each character has different depictions. This research has more emphasis on the character of Oothon which describes the British woman at that time. In the Visions, Oothon is drawn tragically. | |
| 16376 | 19690 | F1F010060 | AN ANALYSIS OF SEMIOTIC MEANINGS IN THE LOGOS OF SCOUT MOVEMENT INTERNATIONAL EVENTS | Penelitian yang berjudul “An Analysis of Semiotic Meanings in the Logos of Scout Movement International Events” ini bertujuan untuk menemukan unsur elemen dan representasi pada setiap data yang muncul di logo kegiatan internasional organisasi pandu dunia. Keseluruhan data merupakan logo kegiatan internasional yang ditampilkan pada website www.scout.org yang dianalisis menggunakan Order of Signification yang dikemukakan oleh Barthes. Selanjutnya, Order of Signification diaplikasikan untuk menganalisis 20 data yang muncul pada website resmi gerakan pandu dunia yang telah dibuat dari tahun 2007 sampai 2019. Order of signification adalah cara analisis objek semiotik dengan dua kategori utama, Metabahasa dan Konotasi. Kemudian, analisis tersebut diproses dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur teknologi merepresentasikan jenis peristiwa yang dilakukan, unsur alam merepresentasikan tentang pesan konservasi, dan unsur budaya merepresentasikan tentang obyek dan budaya yang menjadi destinasi wisata negara tertentu. Data nomor 4 dan 16 secara khusus merepresentasikan tema dan pesan kepada peserta yang tergabung dalam acara tersebut. | This research, entitled “An Analysis of Semiotic Meaning in the Logos of Scout Movement International Events” is aimed to find out the elements and representations of each data occuring in international event logos of world organization of scout movement. The main data source is all of international event logos occurring in website www.scout.org which are analysed by using Barthes’ Semiotic order of signification. Furthermore, order of signification is applied to analyse 20 data that occurred in world organization of scout movement official website that is made from year 2007 until 2019. Order of signification is the way of analyzing semiotic object with two main categories, Metalanguage and Connotation. Then, analysis is presented by qualitative method. The finding shows that technological element occurred represented the meaning of events undertaken, natural elements represented messages of conservation, and cultural elements represented about the tourisms object of certain country. Data number 4 and 16 specially represented the themes and messages to the participants who joined the events. | |
| 16377 | 19691 | F1F012015 | ASSOCIATIVE MEANING ANALYSIS OF ADVERTISEMENT SLOGANS ON HARPER’S BAZAAR MAGAZINE | ABSTRAK Putri, Karina Hadistari. 2017. Associative Meaning Analysis of Advertisement Slogans on Harper’s Bazaar Magazine. Skripsi. Pembimbing 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Pembimbing 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Penguji: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi S1 Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian ini berjudul "Associative Meaning Analysis of Advertisement Slogans on Harper’s Bazaar Magazine". Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari makna asosiatif dalam teks tulis yang terkadang lebih ambigu daripada teks lisan. Peneliti menentukan jenis dan fungsi makna asosiatif yang dikumpulkan dari majalah Harper's Bazaar yang terbit dari bulan Juni sampai Agustus 2016. Selanjutnya, penelitian ini difokuskan pada iklan slogan majalah tersebut karena terdapat banyak makna asosiatif yang ditemukan. Peneliti menganalisis makna asosiatif berdasarkan teori dari Leech. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mempunyai dua tujuan yaitu: (1) mendeskripsikan jenis makna asosiatif yang digunakan dalam slogan iklan di Majalah Harper’s Bazaar; (2) menjelaskan fungsi makna asosiatif yang terkait dengan slogan iklan di Majalah Harper's Bazaar. Peneliti menemukan semua jenis makna asosiatif dalam sumber data. Terdapat makna konotatif (13), makna kolokatif (7), makna afektif (9), makna sosial (2), dan makna reflektif (3). Peneliti menemukan bahwa makna konotatif adalah tipe yang paling banyak ditemukan (13 data). Sementara itu, peneliti menemukan bahwa makna sosial adalah tipe yang paling jarang ditemukan (2 data). Selain itu, fungsi makna asosiatif yang sering digunakan adalah makna konotatif. Ini merupakan aspek penting bagi karakteristik majalah Harper's Bazaar yang lebih fokus membuat iklan yang tidak hanya menarik namun juga informatif dan persuasif. | ABSTRACT Putri, Karina Hadistari. 2017. Associative Meaning Analysis of Advertisement Slogans on Harper’s Bazaar Magazine. Thesis. Supervisor1: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Supervisor 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Examiner: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto. This research is entitled “Associative Meaning Analysis of Advertisement Slogans on Harper’s Bazaar Magazine”. This research aims to study associative meanings in written text since sometimes comprehending the meaning of the text is more difficult or more ambiguous than in speech. The researcher determines the types and functions of associative meanings gathered from the Harper’s Bazaar Magazine published from June until August 2016. Furthermore, it focused on the advertisement slogans of the magazine since there are many associative meanings found. The researcher analyzed the associative meanings based on Leech’s theory. This research uses descriptive qualitative method is aimed at two purposes: (1) to describe the types of associative meanings used in advertisement slogans in Harper’s Bazaar Magazine; (2) to explain the functions of associative meanings related to the advertisement slogans in Harper’s Bazaar Magazine. The researcher found all types of associative meanings in the data source. Those are connotative meaning (13), collocative meaning (7), affective meaning (9), social meaning (2), and reflected meaning (3). The researcher found that connotative meaning is the highest type than others (13 data). Meanwhile, the researcher found that social meaning is the lowest type (2 data). Additionally, connotative meaning is the most frequent function of associative meaning in the advertisement slogans on Harper’s Bazaar Magazine. It is important aspect for Harper’s Bazaar Magazine’s characteristic as it focuses more on the selling branded products which does not only make advertisement attractive, but also make them informative and persuasive. | |
| 16378 | 19744 | D1E010144 | PEMBUATAN SILASE RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DENGAN PENAMBAHAN POLLARD PADA LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP BAU DAN WARNA | Penelitian berjudul “Pembuatan Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan Penambahan Pollard Pada Level yang Berbeda Terhadap Bau dan Warna”. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Juli sampai 26 Juli 2017 di Experimental Farm dan Laboratorium Agrostologi Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mengevaluasi pembuatan silase rumput odot dengan penambahan pollard dengan persentase level yang berbeda terhadap bau dan warna. Materi penelitian menggunakan Rumput odot 40 Kg (umur 50 hari setelah tanam) dan pollard sebanyak 8 kg. Alat yang digunakan selama penelitian yaitu kantong plastik transparan volume 5 Kg sebanyak 40 lembar (kantong), karet untuk mengikat plastik, pisau, timbangan dan label. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan yaitu: R0: 2 kg rumput odot (50 HST) + 0% pollard, R1: 2 kg rumput odot (50 HST) + 10% pollard, R2: rumput odot (50 HST) + 20% pollard, R3: 4 kg rumput odot (50 HST) + 30% pollard, R4: 2 kg rumput odot (50 HST) + 40% pollard. Data dianalisis menggunakan analisis variansi, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap karakteristik kualitatif fisik silase yaitu bau dan warna silase rumput odot. Hasil uji lanjut uji orthogonal polinomial menunjukkan perbedaan (P<0,05) antara perlakuan R0 dengan R1, R2, R3 dan R4. Perlakuan memberikan hasil peningkatan bau dan warna silase rumput odot. Semakin tinggi perlakuan penambahan level pollard pada silase, maka semakin tinggi pula skor bau dan warna silase serta semakin baik kualitas silase yang dihasilkan. | The Title of the research was “Grass Silage Making of Odot Grass (Pennisetumpurpureum cv. Mott) With the Addition of Pollard with Different Levels On Smell And Colour”. The Research was conducted from july 3rd until on july 26th, 2017 at the Experimental Farm and the Laboratory of Research,Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this research was to examine and evaluate the making of odot grass silage with different levels of pollard addition on smell and colour. The materials of the research were 40 kg of odot grass (50 Day Past Planting) and 8 kg of pollard. The used equipments of the research were 40 transparant of plastic bags with 5kg volume, rubber string, chopper, pair of scales and labels of paper. The study was done experimentally using a Completely Randomized design. The treatments tested were R0 : 2 kg of odot grass (50 DPP) + 0% of pollard, R1 : 2 kg of odot grass (50 DPP) + 10% of pollard, R2 : 2 kg of odot grass (50 DPP) + 20% of pollard, R3 : 2 kg odot grass (50 DPP) + 30% of pollard and R4 : 2 kg odot grass (50 DPP) + 40% of pollard. The treatments were five doses of pollard, the analysis of data were variance analysis. The results of the research showed, there was a significant effect of treatment (P<0.05) on the smell and colour of odot grass. The results of orthogonal polynomial test showed differences (P<0.05) between R0, R1, R2, R3 and R4 treatments. The higher the treatment of pollard level, the higher the score of smell and colour of silage, therefore, the better the quality of silage. | |
| 16379 | 19692 | A1L010229 | Kajian Aplikasi Aerator Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Hijau Dan Bayam Merah Secara Hidroponik DFT (Deep Floating Technique) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemberian oksigen dengan menggunakan aerator pada siang hari dan malam hari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam hijau dan bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan didalam screen house yang berlokasi di Jl. Let. Jend. Pol Soemarto Gg Tampomas No. 149 Purwanegara, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, dengan ketinggian tempat ± 100 m dpl. Penelitian tersebut berlangsung selama satu bulan (Mei - Juni 2017). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, menggunakan split plot dengan rancangan dasar yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dan diulang sebanyak 3 kali. Main plot terdiri dari 3 periode aerasi, yaitu tanpa aerasi, aerasi 12 jam pada siang hari, dan aerasi 12 jam pada malam hari. Sub plot terdiri dari 2 varietas bayam yaitu bayam hijau dan bayam merah. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel tinggi tanaman pada pemberian lama aerasi 12 jam siang hari memberikan hasil yang terbaik pada varietas bayam hijau. Sedangkan pada varietas bayam merah hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan aerasi 12 jam malam hari. | ABSTRACT This research aims to know the effect of length at aeration by using the aerator at day and night towards growth and crops of green spinach and red spinach. This research was conducted in the screen house located on the street Let. Jend. Pol Soemarto alley Tampomas No. 149 Purwanegara, North Purwokerto Utara, Banyumas regency, with place altitude are ±100 meters above sea level (masl). The study lasted for one month (may-june 2017). This research was conducted by experimental method, using split plot with basic design that is Randomized Block Design (RBD) and repeated 3 times. Main plot consists of 3 aeration period, that is without aeration, 12 hour aeration at day, and 12 hours aeration at night. The sub plot consists of 2 varieties of spinach namely green spinach and red spinach. The results showed that at high plant variable, giving of 12 hours aeration gave the best results on green spinach varieties. While red spinach varieties showed the best result was the treatment on 12 hours aeration at night. | |
| 16380 | 19693 | C1B010038 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN PASIEN TERHADAP CITRA RUMAH SAKIT DENGAN DIMEDIASI OLEH KEPUASAN PASIEN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan pasien terhadap citra rumah sakit yang dimediasi oleh kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 100 pelanggan sampel dalam pengujian hipotesis dan 30 di antaranya digunakan untuk menguji validitas dan reabilitas. Persamaan regresi diuji dengan analisis asumsi klasik normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Dan untuk pengujian antara variabel independen dan dependen menggunakan uji-T, koefisien determinasi dan koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kepercayaan pasien berpengaruh positif terhadap citra rumah sakit dengan dimediasi oleh kepuasan pasien. | The purpose of this research was to analyze the effect of service quality and patient trust on hospital image with mediated by patient satisfaction. This research used a survey method with 100 customer being sampled in hypotesys testing and 30 of them are used to test validity and reability. The regression equation was tested by analysis classical assumption of normality, multicollinearity and heteroscedasticity. And the for assessment of the effect between the independent and dependent variable using T-test, coeffecient of determination and correlation coefficient. The result showed that the service quality and patient thrust has effect positive influence toward hospital image with mediated by patient satisfaction. |