Home
Login.
Artikelilmiahs
19628
Update
ALFIN RESYA VIRGIAWAN
NIM
Judul Artikel
Sebaran dan Faktor Risiko Infeksi HIV (Human Immunodefficiency Virus) pada Populasi LSL (Lelaki Suka seks dengan Lelaki) Provinsi Bengkulu.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Provinsi Bengkulu masih mengalami masalah dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus), terdapat 499 orang hidup dengan HIV dan 84 kasus HIV baru pada tahun 2016. LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) menjadi populasi paling berisiko dimana terdapat 4300 orang yang diduga LGBT. Populasi LGBT Bengkulu didominasi oleh LSL (Lelaki Suka seks dengan Lelaki) yaitu sekitar 60.02% atau 2581 orang. Penelitian ini dilakukan di beberapa lokasi antara lain, kantor LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kos-kosan, perguruan tinggi, mall dan lokasi wisata yang terletak di pusat kota Bengkulu. Penelitian bertujuan melihat sebaran dan faktor risiko infeksi HIV pada populasi LSL. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling. Hasil menunjukkan bahwa umur, lama menjadi LSL, pasangan seks lebih dari satu dan pemakaian kondom merupakan faktor risiko infeksi HIV pada populasi LSL, sedangkan tingkat pendidikan, cara mendapatkan pasangan seks dan posisi seks anal bukan merupakan faktor risiko. Penelitian merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar dapat melakukan peningkatan penyuluhan dan jangkauan kesehatan terhadap populasi LSL secara tepat. Penelitian ini juga memberikan informasi pentingnya perilaku seks yang aman bagi LSL untuk mengurangi risiko terinfeksi HIV.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bengkulu Province is still experiencing have problems with HIV (Human Immunodefficiency Virus), there are 499 people living with HIV and 84 new HIV cases in 2016. LGBT (Lesbi, Gay, Bisexsual and Transgender) became the most risk population with 4300 people suspected of LGBT. The population of LGBT Bengkulu is dominated by MSM (Men who have Sex with Men) which is about 60.02% or 2581 people. The research was conducted in several locations, among others, the offices of NGOs (Non-Govermental Organizations), boarding house, universities, malls and tourist sites located in downtown Bengkulu. The study aimed to look at the spread and risk factors of HIV infection in MSM populations. Sampling was done by snowball sampling. The results showed that age, prolonged being MSM, more than one sex partner andcondom use were risk factors for HIV infection in MSM populations, whereas education levels, how to get sex partners and anal sex positions were not a risk factor. The study reccomends the Health Office and the Provincial Goverment of Bengkulu in order to improve the extent of health education and coverage to MSM populations appropriately. The study also provides information on the importance of safe sex behaviors for MSM to reduce the risk of HIV Infection.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save