Artikelilmiahs

Menampilkan 16.101-16.120 dari 49.935 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1610119417B1J012107KELIMPAHAN BAKTERI DAN FLAGELLATA PADA SERASAH DAUN MATOA (Pometia pinnata) TERDEKOMPOSISI DI HUTAN DAMAR BATURRADENDaun yang jatuh ke tanah mengalami proses dekomposisi setelah beberapa waktu. Perbedaan suhu, kelembaban tanah dan udara, dan wilayah geografis dapat mempengaruhi tingkat disintegrasi serasah. Aksi mikroorganisme tanah dalam mendekomposisi serasah bergantung pada kelembaban dan suhu. Bakteri dan protozoa merupakan kelompok mikroorganisme yang berperan dalam mengendalikan kapasitas lingkungan tanah melalui proses dekomposisi dan siklus nutrisi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan bakteri dan flagellata pada serasah daun matoa yang terdekomposisi di tanah hutan damar Baturraden, dan mengetahui laju dekomposisi serasah daun matoa di hutan damar Baturraden. Penelitian ini menggunakan metode survey dan cara pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih (Purposive random sampling). Perhitungan kelimpahan bakteri menggunakan metode TPC, dan penghitungan kelimpahan flagellata dilakukan secara langsung menggunakan mikroskop. Pengukuran laju dekomposisi serasah menggunakan metode litter bag experiment. Analisis korelasi antara laju dekomposisi serasah dengan kelimpahan bakteri dan flagellata berdasarkan data hasil dari TPC dan litter bag experiment. Parameter penelitian yang diamati meliputi kelimpahan bakteri dan flagellata yang terlibat dalam dekomposisi daun matoa, laju dekomposisi serasah daun matoa, rasio C:N, suhu, kelembaban, dan pH tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan bakteri dan flagellata semakin meningkat sering dengan lamanya waktu dekomposisi serasah matoa. Kelimpahan bakteri dan flagellata pada awal penelitian (hari ke-4) secara berturut-turut adalah 1,9 x 106CFU’s.g-1 dan 5,65 x 102ind.g-1 sedangkan pada akhir penelitian kelimpahan masing-masing mencapai 4,2 x 1012CFU’s.g-1 dan 2,3 x 103ind.g-1. Nilai laju dekomposisi serasah daun matoa di kebun Raya Baturraden petak 3 selama 49 hari adalah 0,0919 % per hari.
The leaves that fall to the ground will undergo a process of decomposition after some time. Differences in temperature, soil moisture and air, and geographic region can affect the level of disintegration of litter. The action of soil microorganisms in decomposing litter will be dependent on humidity and temperature. Bacteria and protozoa are a group of microorganisms that play a role in controlling the environmental capacity of the soil through the process of decomposition and nutrient cycling. The purpose of this study was to determine the abundance of bacteria and flagellates in leaf litter decomposed matoa forest land Baturraden resin, and knowing the rate of decomposition of leaf litter on the forest matoa Baturraden resin. This study used survey method and how sampling was randomly selected (random purposive sampling). Calculation of the abundance of bacteria using methods TPC, and counting abundance of flagellates done directly using a microscope. Litter decomposition rate measurements using the litter bag experiment. Analysis of correlation between the rate of decomposition of litter with an abundance of bacteria and flagellates based on data from the results of TPC and litter bag experiment. Parameter study observed abundance of bacteria and flagellates involved in the decomposition of leaves matoa, the rate of leaf litter decomposition matoa, C: N ratio, temperature, humidity, and pH of the soil. The results showed that the highest abundance of flagellates are shown at the end of the observation that the number reached 2.30 x 103, this is in line with the growth of bacteria at the end of the study amounted to 4,20 x 1012 CFU's.g-1. The higher the decomposition, the smaller the C / N ratio of his, it is seen by the decrease in C / N ratio on day 49 with a value of 21.54%. The rate of leaf litter decomposition in the Baturraden Botanical Garden plots 1 and 3 is 0,0919% per day.
1610219418G1H012050HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 2 PURWOKERTO WETANLatar Belakang : Anak pada usia sekolah sedang dalam masa perkembangan sehingga membutuhkan fisik yang sehat ditunjang oleh status gizi yang baik. Kenyataannya terdapat masalah gizi pada anak usia sekolah. Penyebab masalah gizi adalah multifaktor, oleh karena itu, pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor yang terkait dan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis serta pelayanan kesehatan saja. Pencegahan masalah gizi diperlukan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) dan gizi seimbang.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan gizi seimbang dengan status gizi anak sekolah dasar di SDN 2 Purwokerto Wetan.
Metode : Penelitian deskriftif analitik dengan design cross sectional di SDN 2 Purwokerto Wetan. Jumlah sampel 52 orang dengan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuisioner, pengukuran BB, dan TB. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil : Sebagian besar responden berusia 10 tahun yaitu sebesar 38,5%, 59,6% responden laki-laki, 65,4% PHBS responden kategori baik, 63,5% perilaku gizi seimbang responden kategori baik, 73,1% status gizi responden normal, hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara PHBS dengan status gizi (P = 0,996), dan tidak ada hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan status gizi anak sekolah dasar (P = 0,767).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara PHBS dengan status gizi dan tidak ada hubungan antara perilaku gizi seimbang dengan status gizi anak sekolah dasar.
Kata Kunci : Anak sekolah dasar, PHBS, Gizi Seimbang, Status Gizi
Background : The children of schooling age have a grow phase and they need physical health which supported by a good nutrition. In fact there are nutritional problems in school aged children. The nutrition problem was caused by a few factors. Therefore, the approachment of its countermeasures have to involved many related sectors and can not be done only by the approachment along with medical services. The prevention of nutrition problem needs a clean and healthy lifestyle behaviour, which is also called Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), and balanced nutrition.
Aims of research : To know the relations between clean and healthy lifestyle behaviour (PHBS) and balanced nutrition with nutritional status of elementary school students in SDN 2 Purwokerto Wetan.
Methods : Descriptive analytic research with the cross sectional designin SDN 2 Purwokerto Wetan. Amount of samples were 52 students with purposive sampling methods. The collected data are including fulfillment of questionnaire, measurement of weight and height. Data is analyzed by Pearson correlation test.
Results : Most of respondents aged 10 years are 38.5%, 59.6% respondents were boys, 65.4% PHBS were respondents with a good category, 63.5% balanced nutrition behaviour with a good category, 73.1% nutritional status of respondents were normal, the result of Pearson correlation test indicate that there are no relations between PHBS with nutritional status (P = 0.996), and there are no relations between balanced nutrition behaviour and nutritional status of elementary school students (P = 0.767).
Conclusion : No relations between PHBS with nutritional status and balanced nutrition behaviour with nutritional status of elementary school students did likewise
1610319419G1H012008HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN
GIZI LEBIH PADA ANGGOTA POLISI DI KOTA
PURWOKERTO
Latar Belakang: Gizi lebih merupakan keadaan patologis, yaitu terdapatnya
penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh normal.
Meningkatnya gizi lebih tak lepas dari berubahnya gaya hidup di pengaruhi kemajuan
teknologi yang menyebabkan seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Energi
yang masuk harus disesuaikan dengan pengeluaran energi agar terjadi keseimbangan.
Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara Pola Makan Dan Aktivitas Fisik
Dengan Gizi Lebih Pada anggota Polisi di Kota Purwokerto.
Analisis Data: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional,
dengan subjek penelitian sebanyak 70 anggota polisi di Kota Purwokerto.
Pengukuran status gizi lebih menggunakan IMT, pola makan diukur dengan
menggunakan FFQ, aktivitas fisik diukur menggunakan kusioner aktivitas fisik,
analisi bivariat menggunakan fisher exact.
Hasil:. Responden dengan status gizi obesitas sebanyak 57,1%, overweight sebanyak
14,3%, responden dengan pola makan buruk 37,1%, responden dengan aktivitas
berat sebanyak 95,7%. Tidak ada hubungan antara pola makan dan dengan gizi lebih
dengan nilai(p value 0,790 >0.05), tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan
gizi lebih dengan nilai (p value 1.000 >0.05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pola makan dengan gizi lebih anggota
polisi. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan gizi lebih pada anggota
polisi.
Background: Nutrition is a pathological state, namely the presence of excessive fat
storage than is necessary for normal body function. Increased nutrition is not
separated from changing lifestyles influenced technological progress which causes a
person less physical activity. Energy intake should be adjusted to energy expenditure
for a balance.
Objective: to examine relations between Diet and Nutrition Physical Activity With
overweight police members in Purwokerto.
Methods: This study used a cross-sectional study design, study subjects were 70
members of the police in the city of Purwokerto. Measurement of nutritional status
using BMI, diet was measured using the FFQ, physical activity was measured using a
questionnaire of physical activity, bivariate analysis using Fisher Exact.
Results:. Respondents with nutritional status of obesity as much as 57.1%,
overweight as much as 14.3% of respondents with a poor diet 37.1%, of respondents
with strenuous activities as much as 95.7%. There is no relations between diet with
overweight to police officers in Purwokerto city with (p value 0.790 >0.05). There is
no relations between physical activity and overweight to police officers in
Purwokerto city (p value 1.000 >0.05).
Conclusion: There is no relations between diet and overweight police officers. There
is no relations between physical activity with overweight on a police officer.
1610419422F1A013095Pemaknaan Tradisi Grebeg Suran oleh Masyarakat Desa Karangmangu Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasTradisi Grebeg Suran merupakan kegiatan yang sudah ada di Baturraden sejak dulu yang dilaksanakan pada Bulan Sura yang bertujuan untuk Tolak Bala dengan cara bermacam- macam seperti Ruwat Bumi, dan upacara selamatan dimakam leluhur. Sedekah bumi adalah semacam upacara atau jenis kegiatan yang intinya untuk mengingat kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rahmatNya kepada manusia di muka bumi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sasaran utama pada penelitian ini adalah Masyarakat Desa Karangmangu yang terlibat dalam Tradisi Grebeg Suran dengan Lokasi di Lokawisata Baturraden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan atau observasi, berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tradisi ini secara rutin diselenggarakan pada bulan sura. Rangkaian acara seperti arak-arakan, Festival Tenong, Gunungan, Rebut Gunungan, Tumpengan, Larung Sesaji, Wedhus Kendit, dan Pagelaran Wayang Kulit yang setiap acara berisi filosofi makna terkandung didalamnya yang dapat disimpulkan bahwa sebagai makhluk hidup harus hidup saling berbagi, saling menjaga dan mengucap syukur, dengan doa yang disertakan pada Tuhan agar diberi keberkahan dan keselamatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas yang menjadi acara festival budaya setiap tahunnya sehingga adanya pergeseran nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut menjadi pengembangan pariwisata Banyumas.Tradition of Grebeg Suran are the events that had been around since long time ago in Baturraden, that events was held in month of Sura, the aimed is to avoid misfortune ( Tolak Bala ) the kind of activities such as Ruwat Bumi, and thanksgiving ceremony in Ancestral tomb. The alms earth (Sedekah Bumi) is kind of ceremony or the activity that have the main purpose for people to remember their God, Who always gave mercy to all human being on this planet. The writer used Qualitative research methodology to analyze the data, and main objective of this research are villagers of Karangmangu who involved in that tradition, Grebeg suran, which located in Baturraden. Data collection was carried out by means of observation, participate, deep interviews, and documentation. This tradition routinely held on the month of Sura. The series of events such as procession (arak-arakan), Tenong festival, Gunungan, Rebut Gunungan, Tumpengan, Larung Sesaji, Wedhus Kendit, and the performances of leather puppet ( Wayang Kulit), each ceremony have a philosophy that cointain therein, we can colclude that as living creatures have to be sharing, maintaining, and grateful to God, in order to being blessed and protected by God. The event was held by the district government of Banyumas which be culture festival in every year, this tradition shifting value that contained in the tradition switch development of tourism in Banyumas.
1610519423E1A013097GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA YANG TIDAK DIDASARKAN PADA EKSEPSI DALAM SENGKETA JUAL BELI TANAH/BANGUNAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 13/Pdt.G/2016/PN.Pwt)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima (Niet ont van kelijk verklaard) yang tidak didasarkan pada eksepsi dari tergugat dalam perkara jual bei tanah/bangunan pada Putusan No.13/Pdt.G/2016/PN.Pwt serta bagaimana akibat hukum putusan tersebut bagi para pihak. Hakim memutus putusan negatif yaitu gugatan tidak dapat diterima dengan tidak mempermasalahkan mengenai eksepsi dari tergugat.
Putusan No.13/Pdt.G/2016/PN.Pwt merupakan putusan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena terdapat cacat formil pada gugatan (obscuur libel), dimana penggugat tidak memasukkan pihak yang seharusnya dimasukan untuk dijadikan sebagai tergugat dalam gugatannya dan apakah gugatan ini termasuk jual beli atau investasi.
Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian yang diperoleh, yakni : (1). Hakim menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima dalam Putusan Nomor 13/Pdt.G/2016/PN.Pwt karena kurang pihak (obscuur libel). Putusan hakim tersebut mendasarkan pada Yurisprudensi Mahkamah Agung tanggal 27 Februari 1986 Nomor 250 K/Pdt/1984, Putusan Mahkamah Agung tanggal 21 November 1985 Nomor 1145 K/Pdt/1984, Putusan Mahkamah Agung tanggal 29 November 1984 Nomor 1669 K/Sip/1983 tentang kelengkapan dari para pihak berperkara yang harus digugat dan apabila ada pihak yang seharusnya digugat akan tetapi tidak digugat, maka gugatan tersebut akan dinyatakan tidak dapat diterima. (2). Akibat hukum dari putusan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima adalah Hubungan hukum antara Penggugat dan Para Tergugat dalam perkara a quo kembali pada keadaan semula sebelum adanya gugatan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Pihak Penggugat adalah Penggugat memiliki hak untuk mengajukan gugatan baru dengan memasukan pihak yang seharusnya dimasukan dalam gugatan agar gugatan tersebut tidak cacat formal atau (obscuur libel).
This study aims to determine the legal considerations of judges who claim an unacceptable claim (Niet ont van kelijk verklaard) which is not based on the exception of the defendant in the case of sale of land / buildings in Decision No.13 / Pdt.G / 2016 / PN.Pwt As well as how the legal consequences of the decision are to the parties. The judge dismissed the negative decision that the lawsuit was unacceptable by not questioning the exception of the defendant.
Decision No.13/Pdt.G/2016/PN.Pwt constitutes a verdict which states the lawsuit is unacceptable due to a formal defect in the lawsuit (obscuur libel), in which the plaintiff does not include the party that should be included as a defendant in his lawsuit and whether the lawsuit This includes buying and selling or investing.
The method of this research approach is normative juridical. The results obtained, namely: (1). The judge declared the lawsuit unacceptable in Decision Number 13 / Pdt.G /2016/PN.Pwt for lack of parties (obscuur libel). The judge's decision was based on the jurisprudence of the Supreme Court of 27 February 1986 Number 250 K / Pdt / 1984, Supreme Court ruling dated November 21, 1985 Number 1145 K / Pdt / 1984, Supreme Court ruling dated 29 November 1984 Number 1669 K / Sip / 1983 The completeness of the litigants to be sued and where any party should be sued but not sued, the claim shall be declared unacceptable. (2). The legal consequence of a decision which states the lawsuit is unacceptable is the legal relationship between the Plaintiff and the Defendants in the a quo case back to its original state before the claim. The legal action that can be made by the Plaintiff is that the Plaintiff has the right to file a new lawsuit by entering the party that should be included in the lawsuit so that the suit is not formal or obscuur libel.

1610619298B1J013087KEBERHASILAN IDENTIFIKASI GOLONGAN DARAH PADA SAMPEL DARAH KERING YANG TERPAPAR PADA SUBSTRAT DAN KONDISI BERBEDADarah selalu dijadikan barang bukti forensik yang cukup kuat untuk mengungkap kasus kejahatan. Golongan darah sistem ABO digunakan untuk keperluan penyidikan sebagai salah satu indikator identitas seseorang. Hasil uji kualitas darah segar lebih baik dibandingkan hasil uji darah kering, akan tetapi keberadaan darah segar tidak selalu dijumpai di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kualitas darah kering yang ditemukan di TKP dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing substrat, kondisi, waktu, dan interaksi ketiganya terhadap keberhasilan identifikasi golongan darah kering yang diuji.Metode yang telah digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama berupa substrat yang terdiri atas besi, tembok, jeans, dan kayu. Faktor kedua berupa kondisi yang terdiri atas di dalam ruangan dan di luar ruangan. Faktor ketiga berupa selang waktu yang terdiri atas 0, 24, 48, dan 72 jam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel bebas adalah substrat, kondisi, dan waktu, sedangkan variabel terikat adalah keberhasilan identifikasi golongan darah kering. Parameter yang diamati yaitu ada tidaknya aglutinasi pada sampel darah. Identifikasi golongan darah dilakukan menggunakan metode absorption elution blood group test. Jenis data yang digunakan yakni kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substrat, kondisi, dan interaksi keduanya mempengaruhi keberhasilan identifikasi golongan darah kering, sedangkan waktu paparan sampel darah tidak berpengaruh. Tekstur substrat mempengaruhi sampel darah tertahan pada substrat. Kondisi di dalam ruangan tidak berpengaruh, namun kondisi di luar ruangan dengan cuaca hujan dapat mempengaruhi keberhasilan identifikasi. Darah kering pada substrat besi di luar ruangan dengan kondisi hujan tidak dapat teridentifikasi, sedangkan pada substrat lain dengan kondisi sama dapat teridentifikasi. Blood has always been a valuable forensics evidence to reveal criminal cases. ABO blood group system is one of investigation indicators to know the person’s identity. Fresh blood test results are better than dried blood, however the availability of fresh blood is not always found in the crime scene. The quality of dried blood found in the crime scene can be affected by environmental factors. The aims of this research was to know the effect of each substrate, condition, time, and those interactions to successful identification of the tested dried blood. The method used in this research was experimental with Complete Randomized Design factorial pattern. The first factor was substrate, consisted of iron metal, walls, jeans, and wood. The second factor was condition, consisted of indoor and outdoor conditions. The third factor was time interval, consisted of 0, 24, 48, and 72 hours interval. Each treatment with 3 replications. The independent variable were the substrate, condition, and time, while the dependent variable was the successful identification of dried blood group. Parameter observed was the presence or absence of agglutination in blood samples. Blood type identification was performed using absorption elution blood group test method. The data obtained were qualitative data and analyzed descriptively. The results of this research indicated that substrate, condition, and the interaction of both factor affected the successful blood identification, while time didn’t affect. Substrate texture affected blood samples retained in the substrate. Indoor condition didn’t affect blood identification, while outdoor condition with rain affected the successful of blood identification. Dried blood on iron metal substrate in outdoor with rain condition couldn’t be identified, while dried blood on other substrates with the same conditions, could be identified.
1610719425F1A011010FENOMENA BUDAYA PEMAIN TOTO GELAP (TOGEL)
(Studi Mengenai Budaya Ngeramal, Arti Mimpi, Gaib dan Mitos di Kalangan Pemain Toto gelap di Kampung Kebonpolo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang)
Toto Gelap (Togel) bagi sebagian masyarakat merupakan salah satu permainan yang selalu trend di segala pelosok Indonesia selama hampir tiga dekade ini. Munculnya Toto Gelap berawal dari rezim orde baru, dulunya merupakan undian berhadiah yang dinamakan “Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah” (SDSB) dan dikelola langsung oleh pemerintah. SDSB dihapuskan atau dilarang pada tahun 90an karena mengandung unsur judi dan mendapat penentangan dari berbagai ormas di Indonesia. Setelah terjadinya pelarangan tersebut munculah istilah Toto Gelap (judi gelap) sebutan oleh masyarakat, diedarkan secara illegal oleh pihak tertentu dan dilakukan secara diam-diam oleh komunitas Toto Gelap.
Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk budaya dan sejarah yang berkembang di kalangan pemain Toto Gelap (Togel) di Kampung Kebonpolo Magelang. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui faktor apa saja yang membuat para pemain Togel tertarik untuk bermain. Tujuan tersebut berawal dari observasi dan menjadi landasan peneliti melakukan penelitian ini.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitiannya adalah para pemain Toto Gelap yang telah berpengalaman lama dalam bermain. Lokasi penelitian ini berada di Kampung Kebonpolo Kelurahan Wates Magelang Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan metode analisis interaktif dan validasi data yang digunakan dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena kecenderungan seseorang membeli Toto Gelap dikarenakan faktor keinginan mendapat penghasilan besar dalam sekejap. Selain itu permainan ini telah menjadi budaya tersendiri bagi kalangan komunitas penggemar Toto Gelap yang diyakini masih mempercayai adanya peruntungan, bahwa keluaran Toto Gelap dapat mereka prediksi dengan berbagai tindakan dan cara. Hingga kini masih banyak ditemukan aktifitas-aktifitas penggemar Togel yang sering mengaitkan fenomena tertentu dengan keluaran angka Toto Gelap. Hal ini tentu menjadi kebiasaan tersendiri bagi masyarakat yang mencintai permainan yang satu ini. Selain itu mereka juga memiliki beberapa faktor dan alasan tersendiri untuk selalu memainkan hal tersebut dalam kehidupan mereka.
Implikasi dalam penelitian ini yaitu adanya permainan Toto Gelap menjadi sebuah wadah kesempatan bagi orang-orang yang sedang mencoba peruntungan melalui permainan tersebut. Toto Gelap hingga kini terbukti dapat mempengaruhi banyak kalangan hanya dengan modal iming-iming dapat melipat gandakan uang. Dalam hal ini masyarakat seharusnya lebih selektif dalam menimbang keuntungan dan kerugian akan permainan tersebut, apalagi akar dalam kasus tersebut terdapat kebiasaan yang melekat pada komunitas pecinta Toto Gelap. Selain itu penelitian ini seharusnya dapat berguna sebagai gambaran masyarakat akan peran Toto Gelap yang sudah terlanjur menimbulkan beberapa informasi dan kebiasaan di masyarakat.
Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat beberapa faktor yang membuat komunitas pecinta Toto Gelap gemar bermain. Salah satunya adanya pengaruh pada kalangan masyarakat menengah kebawah yang terindikasi cenderung lebih gemar bermain permainan yang satu ini. Munculnya indikasi tersebut karena faktor ekonomi dan kebiasaan yang mendorong mereka untuk bermain. Dalam toto gelap yang menjadi kesenangan utama dalam bermain karena tawaran hadiah yang begitu besar, untuk kasus ini pola pikir masyarakat yang ingin mencoba peruntungan seakan-akan dapat terwujud pada permainan ini. Hal ini yang menjadi dasar munculnya kebiasaan-kebiasaan pada komunitas pecinta Toto Gelap, mereka menganggap judi undian dapat mereka prediksi melalui kemampuan mereka.
Toto Gelap (Togel) for some people is one of the most trendy games in all corners of Indonesia for almost three decades. The emergence of Toto Gelap originated from the New Order regime, formerly a lottery prize called "Social Donation Generous Contribution" (SDSB) and managed directly by the government. SDSB abolished or banned in the 90s because it contains elements of gambling and received opposition from various mass organizations in Indonesia. After the prohibition came the term Toto Gelap (illegal gambling) designation by the public, illegally circulated by certain parties and done secretly by the Toto Gelap community.
The purpose of this research is to know the form of culture and history that developed among the Toto Gelap (Togel) players in Kebonpolo Magelang. In addition, this study also aims to determine what factors that make the players interested to play Togel. The objective is based on observation and the foundation of the researcher to conduct this research.
This research is included in descriptive qualitative research. The target of his research is the Toto Gelap players who have long experience in playing. The location of this research is located in Kebonpolo, Wates, North Magelang. The sampling technique used purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis technique is done by interactive analysis method and data validation used with triangulation technique.
The results of this study indicate that the phenomenon of a person's tendency to buy Toto Gelap due to the desire factor to earn big in an instant. In addition, this game has become a separate culture for the Toto Gelap fan community is believed to still believe in the fortune, that the Toto Gelap output can be predicted by various actions and ways. Until now still found many activities Togel fans who often associate a particular phenomenon with the output of Toto figures. This certainly becomes a habit for people who love this one game. In addition they also have several factors and reasons to always play it in their lives.
The implication in this research is the existence of Toto Gelap game into a container of opportunity for people who are trying their luck through the game. Toto Gelap until now proven to affect many people only with the lure of capital can double the money. In this case the public should be more selective in weighing the advantages and disadvantages of the game, let alone the root in the case there are habits inherent in the community of lovers of Toto Gelap. In addition, this research should be useful as a picture of the public will the role of Toto Gelap that has already led to some information and habits in the community.
Conclusion in this research there are several factors that make the community of lovers of Toto Gelap likes to play. One of them is the influence on the middle to lower class who indicated tend to be more fond of playing this one game. The emergence of such indications is due to economic factors and habits that encourage them to play. In the Toto Gelap that is the ultimate pleasure in playing because of the huge gift offer, for this case the mindset of people who want to try their luck as if it can be realized in this game. This is the basis for the emergence of habits in the community of lovers of Toto Gelap, they assume gambling lottery can be predicted through their ability.
1610819426G1B013052PERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA ZEOLIT, KARBON AKTIF DAN PASIR KUARSA DALAM MENURUNKAN KABAR BESI (Fe) AIR SUMURPERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA ZEOLIT, KARBON AKTIF DAN PASIR KUARSA DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR

Chendy Prastika Sari1, Saudin Yuniarno2, Suratman3

1,2Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

Jl.Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Telp. 081225335771 E-mail:chendyprastikasari@gmail.com

Latar Belakang : besi (Fe) terdapat pada air sumur yang letaknya berdekatan dengan aliran sungai dan persawahan. Teknik filtrasi air dengan media zeolit, karbon aktif dan pasir kuarsa dapat mengurangi kandungan Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas media zeolit, karbon aktif dan pasir kuarsa dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur.

Metode : penelitian true experiment ini menggunakan pretest posttest control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah air sumur yang mengandung Fe dan sampel penelitian salah satu air sumur yang mengandung Fe tertinggi. Penelitian ini menggunakan filtrasi dengan media zeolit, karbon aktif dan pasir kuarsa dengan ketebalan media 80 cm. Terdapat empat perlakuan yaitu perlakuan zeolit, karbon aktif, pasir kuarsa dan tanpa perlakuan, dengan pengulangan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali. Uji statistik menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney .

Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan yang berbeda pada masing-masing media yaitu; zeolit 92,32%, karbon aktif 92,61% dan pasir kuarsa 98,05%.

Kesimpulan : media pasir kuarsa paling efektif dalam menurunkan kadar Fe pada air sumur dengan efektivitas sebesar 98,05%.

Kata Kunci : Besi, Zeolit, Karbon Aktif, Pasir Kuarsa.
THE DIFFERENCE OF EFFECTIVENESS OF ZEOLITES, ACTIVATED CARBON, AND QUARTZ SAND MEDIA IN REDUCING IRON (Fe) IN THE WELL WATER

Chendy Prastika Sari1, Saudin Yuniarno2, Suratman3
1,2Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman

Jl.Dr.Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Telp. 081225335771 E-mail:chendyprastikasari@gmail.com


Background: the well water located near fiver flow and rice fields contains iron (Fe). A technique of water filtration using media of zeolites, activated carbon and quartz sand can reduce the Fe levels. This study aimed at identifying the effectivity differenties of thes media in reducing the Fe levels in the well water.
Methods: This was a true experimental study using pretest posttest control group design with a completely randomized design (CRD). Population of this research was the well water containing Fe. Meanwhile, one of the wells with highest Fe levels was selected as a sampel of this study. This study use a zeolites, activated carbon and quartz sand (the thickness of each medium was 80 cm) for experimental media of filtration and one control. The repetitions of each treatment was 6 times. Data for analyze using a Kruskall Wallis test followed by Mann Whitney test.
Result: There were any differenties in the effectivity of thes 3 media, compare to control in decreasing the Fe levels in the well water namely; zeolites 92,32%, activated carbon 92,61% and quartz sand 98,05%.
Conclusion: Quartz sand was the most effective medium in diminishing the Fe levels in the well water with the effectivity level was equal to 98,05%.
Keywords: Iron, Zeolites, Activated Carbon, Quartz Sand


1610919435F1F011055FORGIVENESS AS PORTRAYED IN JEANNETTE WALLS' THE GLASS CASTLEPenelitian berjudul "Forgiveness as Portrayed in Jeannette Walls’ The Glass Castle " ini bertujuan untuk menganalisa isu pemaafan yang tergambar dalam The Glass Castle. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pemaafan yang tergambar dalam The Glass Castle melalui tokoh-tokoh anak dalam keluarga Walls, dan untuk menganalisa effek dari pemaafan terhadap keluarga Walls. Metode kualitatif digunakan dalam menganalisis data utama dari penelitian yaitu berupa narasi-narasi dan dialog-dialog yang ada di dalam novel The Glass Castle. Untuk data analisis, ada reduksi data, pemeriksaan data dan kesimpulan.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian, penulis menggunakan pandangan psikologis terhadap pemaafan serta teori pemaafan dari McCullough, dan manfaat pemaafan dari Paul Raj. Penulis juga menggunakan teori tokoh dan penokohan dari M.H. Abrams, serta teori komunikasi keluarga dari Anita L. Vangelisti karena konsep analisanya menggunakan tokoh dan keluarga.
Hasil dari penelitian dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah pemaafan yang digambarkan dalam The Glass Castle. Bagian ini dianalisa melalui konseptualisasi motivasional dalam memaafkan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemaafan. Konseptualisasi motivasional dalam memaafkan dibagi menjadi pemaafan sebagai motivasional dan memaafkan sebagai prososial. Sementara itu faktor-faktor yang mempengaruhi pemaafan dibagi menjadi lima lima. Faktor pertama adalah perenungan dan penekanan. Kedua adalah hubungan kedekatan, komitmen, dan kepuasan. Faktor ketiga adalah permintaan maaf. Faktor keempat yaitu kesediaan. Terakhir yaitu keseimbangan emosional. Sedangkan bagian kedua adalah efek-efek dari pemaafan yang dibedakan menjadi tiga, yaitu: meningkatkan rasa kesejahteraan, meningkatkan penerimaan diri, dan kemampuan menghadapi tantangan.
This research entitled "Forgiveness as Portrayed in Jeannette Walls’ The Glass Castle" aims to analyze forgiveness issue depicted in The Glass Castle. The focus of the research is to analyze forgiveness reflected in The Glass Castle through the children characters in Walls family, and to analyze the effect of forgiveness toward Walls family. Qualitative method is used in analyzing the main data of the research that are the narrations and dialogues in The Glass Castle novel. For data analysis, there are data reduction, data examination, and data conclusion.
To answer the research questions, the writer uses psychological views on forgiveness and theory of forgiveness by McCullough, and the benefits of forgiveness by Paul Raj. The writer also uses theory of character and characterization by M. H. Abrams, and theory of family communication by Anita L. Vangelisti since the concept of analysis uses character and family.
The result of the research is divided into two parts. The first part is forgiveness which is depicted in The Glass Castle. This part is analyzed through motivational conceptualization of forgiving and the factors which influence forgiveness. Motivational conceptualization of forgiving is divided into forgiveness as motivational and forgiving as prosocial. Meanwhile, the factors which influence forgiveness are divided into five. The first factor is rumination and suppression. The second is relational closeness, commitment, and satisfaction. The third factor is apology. The fourth factor is agreeableness. The last is emotional stability. Whereas, the second part is the effect of forgiveness which is divided into three parts: increasing the sense of well-being, increasing self-acceptance, and competence to deal with challenge.
1611019441F1B010036EFEKTIVITAS PELAYANAN KONSELING PADA PUSAT INFORMASI DAN KONSELING BERBASIS SEKOLAH DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Efektivitas Pelayanan Konseling pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data yang menyebutkan bahwa tingkat kenakalan remaja di Banyumas cenderung meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir meskipun pemerintah banyumas telah menyediakan Pusat Informasi dan Konseling Remaja pada setiap instansi atau lembaga masyarakat yang berkaitan langsung dengan para remaja.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sistem, prosedur, dan metode, personil, dan sarana dan prasarana terhadap efektivitas pelayanan konseling pada PIK Remaja. Teori yang digunakan yaitu dari pendapat Siagian (1996:60) mengenai efektivitas pelayanan meliputi waktu, kecermatan, gaya pemberian pelayanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan public dari Moenir (1995:8) yaitu mekanisme, personil, serta sarana dan prasarana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik sampling dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan menggunakan Proporsionate Random Sampling. Penelitian ini mengambil jumlah responden sebanyak 100 orang.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tingkat efektivitas pelayanan konseling pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas masih tergolong dalam kategori sedang, atau dapat dikatakan belum optimal. Mekanisme, Personil, serta Sarana dan Prasarana berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan konseling pada PIK Remaja di Purwokerto Timur meskipun pengaruh yang diberikan lemah. Diketahui bahwa faktor sarana dan prasarana menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan konseling pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja di Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.
This study entitled "The Effectiveness of Counseling Services at Teenage Information and Counseling Center in East Purwokerto District of Banyumas Regency". This research is motivated by data which states that the level of juvenile delinquency in Banyumas tends to increase in the last 5 years although the banyumas government has provided Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK) at every agency or community institution that is directly related to the teenagers.
The purpose of this research is to know how big influence of system, procedure, and method, personnel, and facility and infrastructure to effectiveness of counseling service at PIK Remaja. The theory used is from the opinion of Siagian (1996: 60) about the effectiveness of services include time, accuracy, service delivery style and the factors that affect public service from Moenir (1995: 8) namely mechanism, personnel, And infrastructure. The research method used is quantitative method with sampling technique in this research is probability sampling by using Proporsionate Random Sampling. This study took the number of respondents as many as 100 people.
The results concluded that the level of effectiveness of counseling services at Teenage Information and Counseling Center in East Purwokerto District Banyumas Regency is still classified as medium category, or it can be said not yet optimal. System, Procedures, and Methods, Personnel, and Facilities and Infrastructure affect the effectiveness of counseling service in PIK Remaja in East Purwokerto, although the influence given is weak. It is known that the factors of facilities and infrastructure become the most influential factor on the effectiveness of Teenage Information and Counceling Center in East Purwokerto District, Banyumas Regency.
1611119343I1F015041EFEKTIFITAS MEDIA VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN ROM PADA PASIEN POST STROKE NON HAEMORAGIK
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
EFEKTIFITAS MEDIA VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN ROM PADA PASIEN POST STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Endang Sugiani 1), Eva Rahayu 2), Iwan Purnawan3)
ABSTRAK
Latar Belakang: Rehabilitasi pasien post stroke salah satunya adalah dengan terapi ROM. Keterlibatan keluarga pasien sangat diperlukan. Upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga adalah dengan kegiatan pendidikan kesehatan. Media yang di mungkinkan efektif meningkatkan kemampuan keluarga adalah media video.
Tujuan Penelitian: mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan media video terhadap kemampuan keluarga melakukan ROM pada pasien post stroke non hemoragik.
Metodologi: Penelitian pre experiment bersifat kuantitatif dengan pendekatan one group pre post test design. Populasi penelitian keluarga pasien post stroke non hemoragik. Jumlah sampel 28 orang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner ceklist. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan analysis repeated Anova.
Hasil Penelitian: Karakteristik keluarga pasien sebagian besar berumur antara 36 – 45 tahun (46,4%), berjenis kelamin perempuan (57,1%) dan berpendidikan SMP (42,9%). Rerata skor kemampuan keluarga dalam melakukan latihan ROM sebelum dilakukan intervensi 4,6. Skor rerata setelah intervensi pertama adalah 28,5. Rerata skor setelah intervensi kedua adalah 48.5. Nilai signifikansi dari hasil analisis adalah p: 0,00 ( < 0,05).
Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media video efektiftas meningkatkan kemampuan kelurga melakukan ROM di RSUD Margono Soekarjo.
Kata Kunci : Efektivitas, media video, ROM, post stroke non hemoragik.
____________________
1) Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2) Bagian Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
3) Bagian Keperawatan Medikal Bedah Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
EFECTIFITY VIDEO MEDIA AGAINST THE ABILITY OF THE FAMILY DOING A ROM IN PATIENTS POST STROKE NON HEMORAGIK IN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Endang Sugiani 1), Eva Rahayu 2), Iwan Purnawan3)
ABSTRACT
Background: Rehabilitation of patients post stroke one is with therapy. the patient's family Involvement indispensable. Efforts to upgrade the family really needed them done by enhancing the knowledge and skills of families through health education activities. Some media is a pretty effective health education to increase knowledge, attitude to practice is the video.
Objective: To know the effectiveness of health education video media against the ability of familiy doing a ROM in patients post stroke non hemoragik.
Methodology: Research of the quantitative nature of the experiment with pre approach one group pre post test design. The population of family research patients post stroke non hemoragik. The number of samples 28 people taken using the technique of consecutive sampling. Instruments questionnaire research checklist.Data analysis using univariate analysis and bivariat.
Results: The patient's family the majority aged between 36 – 45 year 13 people (46.4%), female 16-sex people (57.1%) and educated JUNIOR 12 (42.9%). The average score on the ability of the family in exercising the ROM before the intervention, having first intervention 4.6 28.5 and after the second intervention 48.5. Health education using video media are effective in enhancing the ability of families do Rome in stroke patients of non hemoragik (p = 0.00).
Conclusions: There is a difference in the ability of the family doing a ROM in patients post stroke non hemoragik between before and after the given health education using video media.
Keywords: Effectiveness, video media, ROM, post stroke non hemoragik
____________________
1) Faculty of Health Sciences Department of Nursing at the University of General Sudirman
2) Medical
1611219428E1A113094ANALISIS YURIDIS PENERAPAN JAMINAN KESEHATAN BAGI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA.
Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) membagi pegawai pemerintah menjadi dua yakni: Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Undang – Undang tersebut keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, salah satunya yakni mendapatkan jaminan kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui penerapan jaminan kesehatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan untuk mengetahui hambatan normatif penerapan jaminan kesehatan bagi PPPK.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara normatif dengan metode analisis secara kualitatif yakni dengan cara melihat legal positif dan menjabarkan serta menafsirkan data yang diperoleh berdasarkan norma – norma atau kaidah – kaidah, teori – teori, pengertian – pengertian hukum dan doktrin – doktrin yang terdapat dalam ilmu hukum, terhadap permasalahan konkret yang dihadapi.
Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara didalam Pasal 106 ayat (1) huruf b terkait penerapan jaminan kesehatan bagi PPPK belum dilaksanakan dan diatur dalam perjanjian kerja yang dibuat oleh beberapa Kabupaten di Jawa Tengah, sehingga mengakibatkan PPPK tidak memiliki kepastian hukum untuk menuntut haknya terkait jaminan kesehatan. Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen merupakan contoh Pemerintah Daerah yang tidak memasukan jaminan kesehatan didalam perjanjian kerja. Sedangkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yogyakarta memasukan jaminan kesehatan di dalam perjanjian kerja.


Kata Kunci: Jaminan Kesehatan, Undang – Undang ASN, PPPK, Penerapan, Hambatan Normatif.
Law Number 5 Year 2014 on State Civil Apparatus (ASN) divides government employees into two namely: Civil Servants (PNS) and Government Employees With Work Agreement (PPPK). According to the Act both have the same rights and obligations, one of which is to get health insurance. The purpose of this research is to know the implementation of health insurance for Government Employee with Work Agreement (PPPK) and to know the normative barrier of health insurance implementation for PPPK.
This research uses normative approach method with qualitative method of analysis that is by seeing positive legal and describe and interpret data obtained based on norms or rules, theories, legal notions and doctrines contained in science Law, to the concrete problems faced.
Law Number 5 Year 2014 on State Civil Apparatus in Article 106 paragraph (1) letter b related to the implementation of health insurance for PPPK has not been implemented and regulated in work agreements made by some districts in Central Java, thus causing the PPPK not to have legal certainty to Demanding their rights related to health insurance. The Civil Service Police Unit (SATPOL PP) Banyumas District and Kebumen District are examples of local governments that do not include health insurance in employment agreements. Meanwhile, the Regional Personnel Agency (BKD) of Yogyakarta includes health insurance in the work agreement.


Keywords: Health Insurance, ASN LAW, PPPK, Application, Normative Obstacles.
1611319429C1F015034Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Karakteristik Perusahaan terhadap Luas Pengungkapan Corporate Social Resonsibility (Studi Empiris pada Perusahaan Terdaftar di BEI)Penelitian ini merupakan penelitian atas luas pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 sampai dengan 2015. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Karakteristik Perusahaan terhadap Luas Pengungkapan Corporate Social Resonsibility (Studi Empiris pada Perusahaan Terdaftar di BEI)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh struktur kepemilikan (diwakili oleh konsentrasi kepemilikan, kepemilikan direktur, kepemilikan pemerintah, dan kepemilikan mayoritas non pemerintah) dan karakteristik perusahaan (diwakili oleh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan daya saing industri) terhadap luas pengungkapan Corporate Social Responsibility pada laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan laporan tahunan periode 2013 sampai dengan 2015. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan dengan periode 3 tahun. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Perusahaan yang dipilih menjadi sampel harus memiliki laporan tahunan yang lengkap pada periode 2013 sampai dengan 2015, melaporkan laporan keuangan dengan mata uang Rupiah, melakukan pemeringkatan pemegang saham terbesar di perusahaan dan melaporkannya dalam laporan tahunan, mengungkapkan ada atau tidaknya kepemilikan manajer/ direktur/ eksekutif atas saham perusahaan, serta memenuhi syarat dan pertimbangan untuk menjadi sampel penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Konsentrasi kepemilikan berpengaruh negatif terhadap luas pengungkapan CSR, (2) Kepemilikan manajer/ direktur/ eksekutif tidak berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR, (3) Kepemilikan pemerintah berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR, (4) Kepemilikan mayoritas non pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR, (5) Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR, (6) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR, dan (7) Daya saing industri tidak berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR.
This research study about disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) on annual report of firms that is registered in Indonesian Stock Exchange on 2013 until 2015. This research took “The Effects Analysis of Ownership Structure and Firm’s Characteristics to CSR Disclosure (Empirical Study on Firms Listed in Indonesian Stock Exchange)”.
This research purpose is to test the effects of ownership structure (presented by the concentrate of ownership, the director ownersip, government ownership, and the majority non governmental ownership) and the firm’s characteristics (presented by the firms’ size, ,profitability, and industrical competitive level) to Corporate Social Responsibility’s disclosure on firms’ annual report registered on Indonesian Stock Exchange.
This research population is all firms listed in Indonesian Stock Exchange that publish annual report on 2013 until 2015. The number of sample of this research is 30 firms within 3 years. Purposive sampling method is used to take the samples. Firms that is chosen as sample have to possess a complete annual report on 2013 until 2015, report financial statement with Rupiah as it’s currency, rank the biggest stock owner of the firm and list it on the annual report, disclose the director own of the stocks, and fulfill the requirement and consideration as being this research’s sample.
Based on the result and data’s analysis using SPSS shows that: (1) Owner concentrate has the negative effect to CSR disclosure, (2) Director’s ownership has no significsnt effect on CSR’s disclosure, (3) Government ownership has positive effects on CSR’s disclosure, (4) Majority non government ownership has no significant effect on CSR’s disclosure, (5) Firm’s size has positive effect on CSR’s disclosure, (6) Profitability has positive effects on CSR’s disclosure, (7) Industrial competitive level has no significant effects on CSR’s disclosure.
1611419415E1A012167GUGATAN GANTI KERUGIAN AKIBAT
PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS PENGGELAPAN DALAM JABATAN (Tinjauan YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA NOMOR 4/Pdt.G/2015/PN.BNR)
Peristiwa hukum di dalam kehidupan bermasyarakat dapat menimbulkan adanya interaksi, kontak atau hubungan antara satu sama lain. Kontak dapat berarti hubungan yang menyenangkan atau hubungan yang menimbulkan pertentangan atau konflik. Pasal 1365 KUHperdata yang menyatakan bilamana terdapat seseorang yang mengalami kerugian karena akibat dari suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan orang lain terhadap dirinya, orang yang dirugikan tersebut dapat mengajukan gugatan ganti rugi melalui pengadilan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan gugatan ganti kerugian akibat dari perbuatan melawan hukum penggelapan dalam jabatan di KSP UTAMA KARYA berdasarkan pasal 1365 KUHPerdata dalam Putusan Pengadilan Negeri Banjarnegara No 4/Pdt.G/2015/PN.Bnr.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Metode analisa data menggunakan normatif kualitatif..
Pertimbangan hukum Hakim mengenai perbuatan melawan hukum pada putusan Nomor 4/Pdt.G/2015/PN.Bnr. adalah unsur-unsur dari pasal 1365 KUHPerdata yang sudah terpenuhi sudah tepat untuk dinyatakannya perbuatan melawan hukum dan harus adanya penggantian kerugian yang timbul.
Perbuatan melawan hukum yang dilakukan memenuhi unsur melanggar hak subyektif orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat, juga bertentangan dengan keharusan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai orang lain atau benda
Law events in social life can lead to interactions, contacts or relationships between each other. Contact can mean a pleasant relationship or a conflicting relationship or conflict. Article 1365 of the Criminal Code which states that if any person suffers a loss due to an unlawful act committed by another person to him or her, the aggrieved person may file a lawsuit by court. This research intends to know the consideration of the Panel of Judges who granted compensation claims resulting from the act against the embezzlement law in the position of KSP UTAMA KARYA based on article 1365 Civil Code in the Decision of the District Court of Banjarnegara No.4/Pdt.G/2015/ PN.Bnr.
This research is a research with normative juridical research method with case approach. The data used is secondary data that is data obtained from library materials. Methods of data analysis using normative qualitative.
Judge's legal considerations regarding unlawful acts in decision Number 4 / Pdt.G / 2015 / PN.Bnr. Are the elements of article 1365 of the Civil Code which have been fulfilled is appropriate for the declared act against the law and there should be compensation for the losses arising.
Unlawful acts that do meet the element of violating the subjective rights of others, contrary to the legal obligations of the creator, are also contrary to the imperative that must be ignored in the community association of other people or objects
1611519431B1J013027Biomassa dan Struktur Bentuk Talus Rumput Laut pada Berbagai Substrat di Pantai Karapyak, Pangandaran, Jawa BaratPantai Karapyak terletak di bagian wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai ini memiliki panorama yang indah dan ditumbuhi oleh berbagai jenis rumput laut. Rumput laut merupakan organisme bertalus yang hidup dengan melekatkan diri pada substrat perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, biomassa dan struktur bentuk talus rumput laut yang terdapat pada substrat pasir, karang dan campuran di Pantai Karapyak. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat acak terpilih. Sebanyak 6 garis transek dibuat secara tegak lurus dengan garis pantai dengan jarak antar transek 50 m. Parameter utama terdiri dari jumlah jenis, berat jenis dan struktur bentuk talus rumput laut yang tumbuh di Pantai Karapyak. Parameter pendukung meliputi suhu, salinitas, derajat keasaman (pH), frekuensi gelombang, dan kedalaman air yang diukur pada tiap transek. Rumput laut yang didapat diidentifikasi dan dianalisis nilai indeks kepadatan dan dominansi pada setiap substrat.
Hasil penelitian didapatkan 11 jenis rumput laut yaitu Bornetella nitida, Chaetomorpha crassa, Udotea flabellum, Valoniopsis pachynema, Acanthophora muscoides, Glacilaria coronopifolia, Hormophysa triquetra, Padina australis, Sargassum binderi, Sargassum policystum, dan Turbinaria ornata. Biomassa tertinggi pada setiap substrat didapat oleh G. coronopifolia. Struktur bentuk talus rumput laut bentuknya bervariasi seperti silindris, lembaran tipis menyerupai kipas, penampang segitiga, gepeng dan corong. Struktur bentuk talus rumput laut yang mendominasi pada berbagai substrat adalah berbentuk silindris. Pengukuran faktor fisik didapatkan bahwa suhu pada semua substrat yaitu 31oC, salinitas 30 o/oo, pH 7, frekuensi gelombang sebanyak 8x per menit dan kedalaman air laut pada substrat pasir sekitar 0,5-0,15 m, pada substrat karang antara 0,10-0,43 m dan substrat campuran berkisar 0,5-0,30 m. Nilai kepadatan tertinggi didapatkan pada substrat karang yaitu 0.121, kemudian pada substrat pasir yaitu 0.034, sedangkan substrat campuran yaitu 0.055. Nilai dominansi paling tinggi terdapat pada substrat karang 0.549, kemudian substrat pasir 0.469 dan yang paling kecil terdapat pada substrat campuran 0.442.
Karapyak beach is located on the southern coast of Pangandaran regency of West Java. This beach is renowned for its beautiful panoramic landscapes and the variety of seaweed that it hosts. Sea weed is a type of thallus organism that lives on the surface of a certain substrate. The purpose of this research is to know the species, biomass and the structure of thallus on three different substrates; sand, coral and mixture of both on Karapyak Beach, Pangandaran, West Java. This research employs the survey method. A randomly selective squared transect line method is used as the sampling method. 6 transect lines are drawn perpendicular to the coast line leading to the ocean with a 50 m distance from each line. The main parameter consists of the number and weight of the species and also the thallus structure of seaweeds in Karapyak beach, Pangandaran. Supporting parameter includes temperature, salinity, pH level, wave frequency and water depth measured on each transect. The seaweed obtained is identified and analyzed to obtain the species diversity index, total density and dominance on each substrate.
From this research 11 species of seaweed are obtained, namely Bornetella nitida, Chaetomorpha crassa, Udotea flabellum, Valoniopsis pachynema, Acanthophora muscoides, Glacilaria coronopifolia, Hormophysa triquetra, Padina australis, Sargassum binderi, Sargassum policystum, and Turbinaria ornata. The highest biomass of every substrate belongs to G. Coronopifolia. The thallus structure of each seaweed varies as cylindrical, thin sheet resembles a fan, triangular cross section, flattened and funnel. Measurements of physical factors results in similar factors across all substrates which is 31 oC, salinity of 30 o/oo, pH level of 7, 8x per minute wave frequency and water depth on the sand, coral and mixed of 0,5-0,15 m, 0,10-0,43 m, and 0,5-0,30 m respectively. The highest density index of 0,121 goes to the coral substrate, followed by the sand substrate of 0,034, and the mixed substrate of 0,055. The highest dominance index goes to the coral substrate 0,549, followed by sand 0,469 and mixed substrate 0,442.
1611619430B1J013045Analisis Kekerabatan Genetik Piper spp. Di Daerah Purwokerto Berdasarkan Penanda RAPDPiper merupakan anggota suku Piperaceae yang mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, salah satunya sebagai tanaman obat dan rempah-rempah. Piper mempunyai keanekaragaman terutama di bagian daun dan buahnya serta mampu tumbuh secara alami di berbagai daerah. Studi keanekaragaman dan kekerabatan genetik di antara Piper spp. perlu diketahui untuk mengoptimalisasi pengelolaan dan pemanfaatannya. Salah satu penanda DNA yang umum digunakan pada tumbuhan yaitu Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kekerabatan genetik Piper spp. di daerah Purwokerto berdasarkan penanda RAPD. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak di daerah Purwokerto. DNA genom dari tujuh spesies Piper digunakan untuk proses amplifikasi DNA dengan menggunakan teknik PCR-RAPD. Tujuh primer yang digunakan yaitu OPA-1, OPA-2, OPA-3, OPA-4, OPA-9, OPA-11, dan OPB-11. Hasil penelitian menunjukkan dari tujuh primer yang digunakan, diperoleh pita polimorfik sebanyak 95 pita (97,9%) dan pita monomorfik sebanyak 2 pita (2,1%). Rata-rata pita yang dihasilkan dari tiap primer yaitu 13 pita dengan ukuran berkisar 185-2000 bp. Fenogram yang dibuat menggunakan metode UPGMA program MEGA 6.06 menunjukkan bahwa pada koefisien 20% terbentuk 3 kelompok. Kelompok pertama beranggotakan P. longum, P. umbellatum, P. retrofractum, dan P. crocatum; kelompok kedua beranggotakan P. betle dan P. nigrum; serta kelompok ketiga yang beranggotakan P. aduncum. Hubungan kekerabatan genetik Piper spp. didukung dengan persamaan karakter morfologi, dimana kekerabatan paling dekat ditunjukkan oleh P. longum dan P. umbellatum dengan jarak genetik sebesar 0,221, sedangkan spesies yang memiliki hubungan kekerabatan paling jauh yaitu P. longum dengan P. aduncum dengan jarak genetik mencapai 0,484.Piper is a member of family Piperaceae that has high economic potential as medicinal and spice plants. Piper has variations in the leaves, fruits and natural growth in various regions. Genetic diversity and phylogenetic relationship amongst Piper spp. need to be studied to optimize the management and utilization. One of the most common DNA markers used in plants is Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). The study was purposed to know the genetic diversity and phylogenetic relationship of Piper spp. in Purwokerto based on RAPD markers. The method used in this study was survey with random sampling technique. Genomic DNA of seven Piper species were used for DNA amplification by using the PCR-RAPD technique. The seven primers used were OPA-1, OPA-2, OPA-3, OPA-4, OPA-9, OPA-11, and OPB-11. The results showed that 95 bands were obtained with 93 polymorphic bands (97.9%) and 2 monomorphic bands (2.1%). The average number of bands produced from each primer was 13 bands with 185 to 2000 bp in length. Further analysis by using UPGMA in MEGA 6.06 resulted in phenogram showing that in coefficient of 20%, 3 groups were formed. The first group consists of P. longum, P. umbellatum, P. retrofractum, and P. crocatum; the second group consists of P. betle and P. nigrum; and the third group consists of P. aduncum. The phylogenetic relationship of the seven Piper coresponds to the morphological characteristics. The closest phylogenetic relationship was showed between P. longum and P. umbellatum with genetic distance of 0.221, while the most distantly related one is between P. longum and P. aduncum with genetic distance of 0.484.
1611719432B1J012152PERAN BAKTERI RIZOSFER PENGHASIL ACC DEAMINASE PADA PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KEDELAI (Glycine max) DI TANAH SALINLahan salin memiliki kandungan ion Na+ dan Cl- yang tinggi. Kandungan kedua ion tersebut dapat bersifat toksik bagi tanaman dan menyebabkan produksi hormon etilen meningkat. Peningkatan konsentrasi hormon etilen dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan perakaran. Enzim ACC (1-Aminocyclopropane-1-carboxylic acid) deaminase diketahui mampu mengendalikan biosintesis hormon etilen yang diproduksi secara berlebih. Bakteri rizosfer adalah salah satu kelompok bakteri yang mampu menghasilkan enzim ACC deaminase.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri rizosfer dalam menghasilkan enzim ACC deaminase, mengetahui pengaruh lingkungan (suhu, salinitas, pH dan herbisida) terhadap kemampuan isolat bakteri rizosfer dalam menghasilkan ACC deaminase dan peran isolat bakteri rizosfer penghasil ACC deaminase dalam mendukung perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai (Glycine max) di tanah salin. Penelitian tentang kemampuan isolat bakteri rizosfer dalam menghasilkan enzim ACC deaminase dan pengaruh lingkungan (temperatur, salinitas, pH dan herbisida) terhadap kemampuan isolat bakteri rizosfer dalam menghasilkan ACC deaminase dilakukan secara deskriptif. Penelitian secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dilaukan untuk mengetahui peran isolat bakteri rizosfer pada perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai (Glycine max) di tanah salin.
Medium DF (Dworkin Foster) dengan penambahan ACC sebagai substrat digunakan untuk menguji kemampuan isolat bakteri rizosfer dalam menghasilkan ACC deaminase secara kualitatif. Uji ninhidrin dilakukan untuk mengukur kadar ACC sisa pemecahan ACC deaminase. Pengaruh isolat bakteri rizosfer penghasil ACC deaminase terhadap tanaman kedelai (Glycine max) dilihat dari kemampuan perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai (Glycine max) pada media pasir pantai. Data parameter pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max) dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95 %. Isolat bakteri dilakukan karakterisasi kemampuan fisiologis sebagai kandidat PGPR.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa isolat bakteri asal rizosfer mampu menghasilkan enzim ACC deaminase. Pengaruh lingkungan (temperatur, salinitas, pH dan herbisida) berpengaruh terhadap kemampuan isolat bakteri dalam menghasilkan ACC deaminase. Isolat bakteri rizosfer penghasil ACC deaminase berpengaruh terhadap bobot basah, bobot kering dan tinggi tajuk tanaman kedelai namun tidak berpengaruh terhadap panjang akar tanaman. Isolat bakteri uji asal rizosfer memiliki karakter fisiologis sebagai kandidat PGPR dengan kemampuan penambatan N2, menghasilkan IAA, melarutkan fosfat, menghasilkan enzim protease dan selulase.
Saline fields have a high content of Na+ and Cl- ions. The content of these two ions can be toxic to plants and cause the production of ethylene hormones to increase. Increased concentrations of ethylene may inhibit the growth and development of rooting. The enzyme ACC (1-Aminocyclopropane-1-carboxylic acid) deaminase is known to control the biosynthesis of excessively produced ethylene hormones. Rizosphere bacteria is one of the groups of bacteria capable of producing enzyme ACC deaminase.
This study aims to determine the ability of bacteria rhizosphere in generating enzyme ACC deaminase, determine the effect of the environment (temperature, salinity, pH and herbicides) on the ability of bacteria rhizosphere in producing ACC deaminase and the role of bacteria rhizosphere producing ACC deaminase in favor germination and vegetative growth Soybean plant (Glycine max) in saline soil. Research on the ability of bacteria in the rhizosphere produce ACC deaminase enzyme and the influence of the environment (temperature, salinity, pH and herbicides) on the ability of bacteria to produce ACC deaminase rhizosphere descriptively. Experimental research to take place completely randomized design to determine the role of bacteria in the rhizosphere of germination and vegetative growth of soybean (Glycine max) in saline soil.
Medium DF (Dworkin Foster) with the addition of ACC as a substrate was used to test the ability of rhizosphere bacterial isolates to produce ACC deaminase qualitatively. The ninhydrin test was performed to measure ACC levels of residual breakage of ACC deaminase. Effect of rhizosphere bacterial isolates producing ACC deaminase on soybean (Glycine max) seen from the ability of germination and vegetative growth of soybean (Glycine max) on beach sand media. The data of soybean plant growth parameter (Glycine max) was analyzed using Analysis of Variety (ANOVA) at 95% confidence level. Bacterial isolates performed characterization of physiological abilities as PGPR candidates.
The results showed that some bacterial isolates from rhizosphere were able to produce ACC deaminase enzyme. The influence of the environment (temperature, salinity, pH and herbicide) influences the ability of bacterial isolates to produce ACC deaminase. Isolate of ACC deaminase producing rhizosphere bacteria had an effect on wet weight, dry weight and height of canopy of soybean crop but did not affect the root length of the plant. Rhizosphere bacterial isolates original test has physiological characteristics as a candidate PGPR with tethering capability N2, produce IAA, dissolving phosphate, produces an enzyme protease and cellulase.
1611819433B1J013182KAJIAN KARAKTER ANATOMI DAUN TUJUH KULTIVAR SALAK PONDOH (Salacca zalacca ‘Pondoh’)
DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] merupakan tanaman asli Indonesia. Salacca zalacca dibedakan atas dua varietas yaitu Salacca zalacca var. zalacca yang tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Salacca zalacca var. amboinensis yang tersebar di Bali dan Ambon. Karakterisasi anatomi merupakan salah satu aspek biologi yang penting dalam identifikasi taksonomi dan klasifikasi maupun dalam pengembangan kultivar unggul tanaman salak pondoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan karakter anatomi daun tujuh kultivar salak pondoh dan mengetahui perbedaan karakter anatomi daun tujuh kultivar salak pondoh di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih (purposive random sampling). Pembuatan preparat anatomi menggunakan metode paraffin dan preparat segar. Parameter yang diamati adalah karakter anatomi daun meliputi tebal kutikula, tebal epidermis, tebal mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), kerapatan stomata dan kerapatan trikomata per 1 mm2 luas daun. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi untuk menginterpretasikan karakter anatomi daun tujuh kultivar salak pondoh dan data pengukuran dianalisis dengan ANOVA model random dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJ. Ketujuh kultivar salak pondoh yaitu ‘Gading’, ‘Ketek’, ‘Linting’, ‘Madu’, ‘Manggala’, ‘Nglumut’ dan ‘Pondoh super’ memiliki struktur anatomi yang terdiri dari 3 sistem jaringan yaitu epidermis, mesofil, dan berkas pengangkut. Karakter anatomi daun tujuh kultivar salak pondoh memiliki perbedaan pada tebal kutikula permukaan atas, tebal epidermis permukaan bawah, tebal mesofil, panjang stomata permukaan atas, panjang stomata permukaan bawah dan kerapatan stomata permukaan bawah. Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] is an indigenous plant in Indonesia. Salacca zalacca divided into two varieties namely Salacca zalacca var. zalacca spread in Java, Sumatera, Sulawesi and Salacca zalacca var. amboinensis spread in Bali and Ambon. Anatomical characterization of the important biological aspects in the identification of taxonomy classification and the development of superior cultivars of salak pondoh. This research aims to determine the structure and character of leaves anatomy of seven cultivars of salak pondoh and differentiation of leaves anatomy character of seven cultivars of salak pondoh in Banjarnegara. This research used survey method with purposive random sampling on seven cultivars of salak pondoh leaves. Anatomy preparations were made using paraffin method and fresh preparations. The parameter measured including thickness of cuticle, epidermis, mesophyll, stomata size (lenght and width), the density of stomata and trichomata per 1 mm2 of the leaves area. The data obtained were analyzed by random models of ANOVA with significant level of 95% then continued by HSD test. The result showed that the anatomycal structure of seven salak pondoh leaves cultivars ‘Gading’, ‘Ketek’, ‘Linting’, ‘Madu’, ‘Manggala’, ‘Nglumut’ dan ‘Pondoh super’ observed consisted of three systems that were epidermis, mesophyll, and vascular bundle. The anatomical character of seven leaves salak pondoh cultivars showed the differences of the cuticle thickness, epidermis thickness, mesophyll thickness, stomata size and density of stomata.
1611919434F1A013008Persepsi Konsumen terhadap Desain Kaus Banyumasan di PurwokertoTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen pada desain kaus banyumasan dan untuk mengetahui makna kaus banyumasan bagi konsumennya. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Mead. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan analisis data model interaktif dari Miles dan Huberman, dan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah konsumen kaus banyumasan Dablongan dan Ngapak dan menggunakan accidental sampling sebagai penentuan sampelnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain kaus banyumasan telah menciptakan persepsi dan makna bagi konsumennya. Persepsi konsumen pada kaus banyumasan Ngapak dan Dablongan lebih menekankan pada kualitas kaus baik dari segi bahan kaus, tulisan, terutama desain kaus yang semakin inovatif untuk mengangkat budaya lokal banyumas. Adapun makna kaus banyumasan bagi konsumennya yaitu sebagai identitas diri bahwa mereka adalah bagian dari warga banyumas, dan juga sebagai identitas budaya karena desain yang diciptakan sepenuhnya mengangkat budaya yang ada di Banyumas. Selain itu, bagi sebagian konsumen kaus ini bisa dijadikan sebagai media pengenalan budaya pada masyarakat.This research is aimed at figure out the customer’s perception to banyumasan t-shirt design and to examine the meaning of banyumasan t-shirt design for customer. This process applies Symbolic Interactionism theory by Mead. Qualitative method is used with Interactive Model analysis from Miles and Huberman. This research uses three techniques in collecting data i.e. interview, observation, and documentation. Subject of this research is the customer of Dablongan and Ngapak banyumasan t-shirt and uses accidental sampling for determining the sample. The result of this research shows that banyumasan t-shirt design has created perception and meaning for the customer. Customer’s perception at Ngapak and Dablongan banyumasan t-shirt focuses more on the quality of the t-shirt whether it is from the fabric, writing, especially for the design that looks innovative to reveal Banyumas local cultures value. Meanwhile, the meaning of banyumasan t-shirt are as the self-identity that they are part of Banyumas society, as the culture-identity because it is designed to preserve banyumas culture and as the customer, this t-shirt can be used as a cultural recognition media.
1612019436F1A013003ADAT KALUAR TI KAMPUNG SAATOS NIKAH DI KAMPUNG PULO, DESA CANGKUANG, KECAMATAN LELES, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT. Artikel ini merupakan hasil penelitian untuk menjelaskan tentang makna dibalik adat kaluar ti kampung saatos nikah di Kampung Pulo. Untuk mendapatkan analisis data lebih mendalam, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna di balik adat kaluar ti kampung saatos nikah yaitu melatih kemandirian anak yang sudah menikah, karena rasa kemandirian anak akan tumbuh ketika tidak satu atap lagi dengan orang tuanya. Menambah rasa cinta dan kasih sayang pada orangtua, jika anak tidak satu atap dengan orang tuanya maka rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang tuanya akan semakin tumbuh. Tidak adanya persaingan dalam mencari nafkah, karena di Kampung Pulo itu tidak diperkenankan kepala keluarga untuk mencari nafkah diluar Kampung Pulo. Menghindari permasalahan dan perpecahan dalam keluarga, karena jika dalam satu rumah terdapat dua kepala keluarga atau lebih maka rentan akan terjadinya permasalahan karena setiap orang memiliki pendirian dan pandangan masing-masing. Menjaga ciri khas adat Kampung Pulo, salah satu ciri khas Kampung Pulo yaitu hanya terdapat tujuh bangunan dan hanya terdapat enam kepala keluarga. This article is the result of research to explain about the meaning behind adat kaluar ti kampung Saatos marriage in Kampung Pulo. To get more in-depth data analysis, this research uses descriptive qualitative method and sample determination using purposive sampling. The results of this study indicate that the meaning behind the custom kaluar ti kampung moment marriage is to train the independence of married children, because the sense of independence of children will grow when not one roof again with his parents. Adding a sense of love and affection to parents, if the child is not one roof with his parents then the love and affection towards his parents will grow. There is no competition in making a living, because in Kampung Pulo it is not allowed the head of the family to earn a living outside Kampung Pulo. Avoiding problems and divisions in the family, because if in one house there are two heads of family or more then vulnerable to the occurrence of problems because everyone has their own stance and views. Keeping the typical custom of Kampung Pulo, one of the hallmark of Kampung Pulo is that there are only seven buildings and there are only six families.