Artikelilmiahs

Menampilkan 16.141-16.160 dari 49.935 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1614119456C1F015022PENGARUH PERENCANAAN ANGGARAN, PELAKSANAAN ANGGARAN, DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA
TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN
(STUDI PADA UNIT BADAN LAYANAN UMUM
DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan kapasitas sumber daya manusia terhadap penyerapan anggaran pada unit badan layanan umum di lingkup Universitas Jenderal Soedirman. Pemilihan sampel pada penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode sampling jenuh (sensus) dan melibatkan seluruh populasi yaitu 27 unit badan layanan umum sebagai sampel. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa pertanyaan pada kuesioner memiliki validitas dan reliabilitas yang cukup sebagai alat ukur data penelitian. Untuk uji asumsi klasik memberikan hasil bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dan mutikolinearitas pada data, sementara untuk uji normalitas pada data penyerapan anggaran diperlukan transformasi dan eliminasi pada data yang terindikasi outlier sehingga didapatkan hasil berupa data yang terdistribusi secara normal dan dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan regresi linier berganda.
Dari hasil pengujian hipotesis dengan regresi linier berganda didapatkan bahwa terdapat pengaruh positif baik antara perencanaan anggaran terhadap penyerapan anggaran, pelaksanaan anggaran terhadap penyerapan anggaran, dan juga kapasitas sumber daya manusia terhadap yaitu penyerapan anggaran.
The objectives of this research are to understand and analyze the influence of budget planning, budget implementation, and capacities of human resource to the budget absorption at the unit of Badan Layanan Umum within the scope of Universitas Jenderal Soedirman. The sampel of this research are selected with the census method, by involving all of 27 units of Badan Layanan Umum (population) within the scope of Universitas Jenderal Soedirman. The statistical data analysis are conducted by applying multiple regression method.
The statictical data analysis in this research are including the validity and reliability test, classical assumption test, and hypothesis test. The result of the instrument test shows that the questionnaire has an enough validity and reliability as a data conducting tool. From the assestment of the classical assumption indicates that there is no multikolinearity and heteroskedastisity found, while data transformation and the outlier test needed to be conducted as a part of the normality test to get the normally distributed data, so the hypothesis assessment by applying multiple regression can be conducted.
The result of multiple regression of this research shows the positive influences between budget planning toward budget realization, as well as between budget implementation toward budget realization, and also between capacities of human resource toward budget absorption.
1614219457F1D011007EVALUASI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO. 14 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN REKLAME DI KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui bagaimana evaluasi implementasi perda nomor 14 tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana aspek politik seperti kepentingan aktor yang muncul dalam evaluasi implementasi perda nomor 14 tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dapat berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif Miles dan Huberman. Sedangkan validitas data menggunakan teknik triangulasi data.
Berdasarkan hasil penelitian, impelementasi perda nomor 14 tahun 2014 tentang penyelenggaraan reklame ternyata masih perlu di evaluasi. Mulai dari kecurangan yang melibatkan birokrasi dengan pengusaha dan pengusaha yang memanfaatkan kesempatan sebagai kepentingan komersialisme. Kecurangan birokrasi yaitu pemberian pelayanan istimewa dari birokrat kepada pengusaha sehingga pengusaha mendapatkan pelayanan yang cepat. Selain itu adapun kelemahan di bidang pengawasan yang berdampak pada banyaknya reklame ilegal yang masih terpasang, kelemahan tersebut seperti terbatasnya anggaran dari pemerintah untuk biaya penertiban reklame yang dilakukan oleh pihak Satpol PP. Kepentingan aktor juga menjadi salah satu permasalahan yang ada dalam implementasi perda ini, adanya aktor-aktor yang saling berebut citra politik dalam implementasi perda ini contohnya saja pihak pemrakarsa perda ini yaitu Dinas Cipta Karya, DPPKAD dan BPMPP dapat dikatakan mempunyai kepentingan masing-masing di dalamnya. Selain itu penyelenggaraan reklame menjadi lahan birokrasi untuk mencari keuntungan dibalik proses penyelenggaraan reklame ini. Pengusaha berebut akses perijinan pemasangan reklame dengan melakukan loby dan suap dengan tujuan lulus syarat ijin pemasangan. Menanggapi problematika tersebut, maka perda ini perlu di evaluasi karena hal ini banyak dikeluhkan oleh pihak pemerintah maupun swasta.
The purpose of this research is to assess and knowing how evaluation implementation of regulation no 14 2014 about advertisement organizing in district banyumas . Then this study aims to to understand how to political aspects like interests actor who appeared in evaluation implementation of regulation no 14 2014 about advertisement organizing in district banyumas .
Methods used in research this is the method the qualitative study with the approach phenomenology. Research locations was conducted in kabupaten banyumas . Technique data collection in this research was in-depth interviews, observation, and documentation. A source of data can be in the form of primary and secondary data. Analysis techniques the data used analytics miles and huberman interactive . While the validity of the data used technique triangulation data .
Based on the research done , impelementasi bylaw no 14 2014 about advertisement organizing there are still needs to be evaluation . Starting from cheating involving bureaucracy and the company and entrepreneurs who took the opportunity as interests of commercialism. Cheating bureaucracy that give service privilege of bureaucrats to businesspeople, so that entrepreneurs rapid treatment . In addition the weakness of supervision resulting in many illegal advertisement still attached, this weakness such as limited government budget for the cost of commercial control conducted by the officers. The interests of actor also became one of the existing problems for the implementation of this regulation , the actors mutually scrambling image political implementation of regulation this is the example just the initiators this regulation were dept. of Cipta Karya , DPPKAD and BPMPP can possibly have the interests of each in it . Besides implementation of advertising bureaucratic into land for profit in the process of are. Entrepreneurs scrambling access licensing the installation of ads by doing loby and bribery for the purpose pass requirements permission the installation . Responding to the problems, so this regulation need to evaluate in because it is much complained by the government and private.
1614319458G1F013025FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJERAWAT GEL MINYAK LAVENDER (Lavender Oil) TERHADAP Staphylococcus epidermidisLatar Belakang: Minyak atsiri bunga lavender memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung linalil asetat dan linalool. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan minyak atsiri bunga lavender menjadi sediaan gel dengan basis karbopol yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. epidermidis.

Metodologi: Formula sediaan gel dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil uji sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, dan uji stabilitas fisik freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Sedangkan viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dilanjutkan dengan uji LSD. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi karbopol dapat meningkatkan viskositas dan daya lekat gel serta menurunkan daya sebar gel. Formula terpilih adalah gel minyak atsiri bunga lavender dengan konsentrasi karbopol 0,25% yang memiliki viskositas sebesar 28533-36507 cps, daya lekat 1,82-5,24 detik, daya sebar 5,6-6,95 cm, stabil pada uji freeze-thaw, serta diameter zona hambat terhadap S. epidermidis kategori kuat sebesar 18,83 mm.

Kesimpulan: Formula sediaan gel yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik yang paling baik adalah formula dengan konsentrasi karbopol 0,25% serta memiliki diameter zona hambat terhadap S. epidermidis sebesar 18,83 mm.
Background of the Study: Lavender oil has antibacterial activity because it contains linalyl acetate and linalool. This research aimed to formulate the lavender oil into gel preparation with a carbopol base which fulfills the requirements of physical characteristics and physical stability. It also has antibacterial activity against S. epidermidis.

Methodology: Gel formulations were made with variations in carbopol concentrations of 0.25%, 0.5%, 0.75% and 1%. The test results of physical characteristics including organoleptic, homogeneity, pH, and freeze-thaw physical stability test were analyzed descriptively. While the viscosity, adhesion and spreading power were analyzed using one way ANOVA test followed by LSD test. Selected formulas were tested for activity by well diffusion method.

Results: The results showed that the increased concentration of carbopol can increase the viscosity and gel adhesiveness and decrease the gel spreading power. The selected formula was a lavender oil gel with a concentration of 0.25% carbopol having a viscosity of 28533-36507 cps, gel adhesiveness power of 1.82 to 5.24 seconds, spreading power of 5.6-6.95 cm, stable on freeze-thaw test, as well as the inhibitory zone diameter against S. epidermidis strong category of 18.83 mm..

Conclusions: The gel formula that meets the requirements of physical characteristics and the best physical stability is a formula with a concentration of 0.25% carbopol and has an inhibitory zone diameter of S. epidermidis of 18.83 mm.
1614419459C1L012028FACTORS INFLUENCING ON AUDIT REPORT LAGFinancial report is note of financial information of company that is very important for making decisions by many parties. Companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX), it is an obligation for reporting financial statements and auditor’s report to the IDX on time. Constraint in auditing is called Audit Report Lag. For example in investasi.kontan.co.id on April 14, 2014 that there are 52 companies in 2012, 57 companies in 2013, and 52 companies in 2014 have not submitted audited financial statements to IDX. Therefore, this study aimed to determine the factors, consist of: Profitability, Company Size, Solvency, and Reputation of KAP on Audit Report Lag.
This study based on Agency Theory and Compliance Theory. Agency theory itself shows the relationship between the company as the principal, and the auditor as an agent, where the company expect that the auditor to complete the audit report on time. Compliance theory shows the compliance of companies involved in the Indonesian Stock Exchange to deliver annual financial statements of the company to the BAPEPAM on time.
This study uses quantitative data sourced from secondary data in the form of financial statements of 2012-2014 periods. Sample were selected using Purposive Sampling method from 90 listed companies in Indonesian Stock Exchange in the manufacturing sectors during year period 2012-2014, resulted in 270 from observation data. Data analysis was conducted using the multilinear regression method.
The result of this study show that (1) Profitability has negative affect on Audit Report Lag, (2) Company Size has positive affect on Audit Report Lag, (3) Solvency has positive affect on Audit Report Lag, (4) Reputation of KAP has negative affect on Audit Report Lag.
Financial report is note of financial information of company that is very important for making decisions by many parties. Companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX), it is an obligation for reporting financial statements and auditor’s report to the IDX on time. Constraint in auditing is called Audit Report Lag. For example in investasi.kontan.co.id on April 14, 2014 that there are 52 companies in 2012, 57 companies in 2013, and 52 companies in 2014 have not submitted audited financial statements to IDX. Therefore, this study aimed to determine the factors, consist of: Profitability, Company Size, Solvency, and Reputation of KAP on Audit Report Lag.
This study based on Agency Theory and Compliance Theory. Agency theory itself shows the relationship between the company as the principal, and the auditor as an agent, where the company expect that the auditor to complete the audit report on time. Compliance theory shows the compliance of companies involved in the Indonesian Stock Exchange to deliver annual financial statements of the company to the BAPEPAM on time.
This study uses quantitative data sourced from secondary data in the form of financial statements of 2012-2014 periods. Sample were selected using Purposive Sampling method from 90 listed companies in Indonesian Stock Exchange in the manufacturing sectors during year period 2012-2014, resulted in 270 from observation data. Data analysis was conducted using the multilinear regression method.
The result of this study show that (1) Profitability has negative affect on Audit Report Lag, (2) Company Size has positive affect on Audit Report Lag, (3) Solvency has positive affect on Audit Report Lag, (4) Reputation of KAP has negative affect on Audit Report Lag.
1614519460C1L012033THE INFLUENCE OF FIRM SIZE AUDIT FIRM SIZE, PROFITABILITY, SOLVABILITY,
AND PUBLIC OWNERSHIP TOWARD AUDIT DELAY
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ukuran perusahaan, ukuran audit perusahaan, profitabilitas, solvabilitas dan kepemilikan publik atas keterlambatan audit. Jenis penelitian ini adalah explanatory study dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan angkutan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2008-2015. Penelitian ini mengambil 64 sampel dari perusahaan publik dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini terbukti bermanfaat dan efisien. Ukuran perusahaan, ukuran perusahaan audit, solvabilitas tidak signifikan terhadap keterlambatan audit.This study aims to measure company size, company audit size, profitability, solvency and Public ownership of audit delay. This research type is explanatory study with quantitative approach. Population in this research is transportation company which listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) for the period of 2008-2015. This research took 64 samples from public company by using purposive Sampling method. Data were analyzed by using Multiple Regression Analysis. The results of this Study proved to be useful and efficient. Company size, audit firm size, solvency is not significant to Audit delay.
1614619461B1J013115STATUS PERMUDAAN MANGROVE DI SEGARA ANAKAN CILACAPEkosistem mangrove Segara Anakan setiap tahunnya mengalami penurunan luas. Penurunan luas ekosistem mangrove Segara anakan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti manusia dan alam. Proses permudaan hutan merupakan aspek ekologi yang cukup besar peranannya terhadap pembentukan struktur tegakan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status permudaan mangrove di Segara Anakan, Cilacap serta faktor lingkungan yang mempengaruhi status permudaan mangrove tersebut. Sampling dilakukan di 12 stasiun kawasan hutan mangrove Segara Anakan, dan masing-masing stasiun dibuat sebanyak plot dengan jarak antar plot 50 m. Parameter penelitian diukur pada plot kuadrat dengan ukuran 10 m x 10 m untuk menghitung pohon, 5 m x 5 m untuk menghitung pancang, dan 1 m x 1 m untuk menghitung semai, khusus untuk semai dilakukan 3 ulangan setiap plotnya. Faktor lingkungan yang diukur yaitu, suhu air dan suhu udara, salinitas, nilai pH tanah, kandungan air dalam tanah, dan kandungan bahan oganik dalam tanah. Status permudaan mangrove di Segara Anakan Cilacap adalah sangat baik. Faktor lingkungan yang berperan terhadap status permudaan mangrove di Segara Anakan Cilacap antara lain temperatur udara, kandungan air dalam tanah dan kandungan bahan organik dalam tanah..Segara Anakan mangrove ecosystem every year has decreased extensively. The decline of mangrove ecosystem area Segara Anakan can be caused by several factors, such as humans and nature. The process of forest regeneration is sufficient ecological aspects which affect the formation of the structure of forest stands. This study aims to determine the status of regeneration of mangroves in Segara Anakan, Cilacap and environmental factors that affect the status of regeneration of the mangrove. Sampling was done in 12 stations and in each station, a plot was built with 50m spacing between plots. Research parameter is measured on a quadratic plot with the size of 10 m x 10 m to measure the tree, 5 m x 5 m to measure the sapling, and 1 m x 1 m to measure the seedling, distinctive treatment which involves 3 times measurement is used for the seedling. Environmental factors that are measured consist of, water and air temperature, salinity, pH value, water content in the soil, and organic material content in the soil. The results collected from the research is regeneration status of mangroves in Segara Anakan Cilacap is very good but the tree category of its existence is very critical. Environmental factors that contribute to the regeneration status of mangrove in Segara Anakan Cilacap ie water temperature, air temperature, water content and organic material content.
1614719462G1B013090HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEBAKARAN PADA PEDAGANG DI PASAR WAGE PURWOKERTOKebakaran merupakan suatu peristiwa bencana yang tidak dikehendaki yang dapat menyebabkan kerugian materi maupun non-materi. Faktor penyebab dari kebakaran secara umum adalah faktor manusia dan tekhnis. Pasar Wage telah mengalami kebakaran sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2004 pada Blok C dan pada tahun 2008 pada Blok B. Pemadam Kebakaran yang turut menangani kejadian kebakaran Pasar Wage menjelaskan penyebab utama kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik yang disebabkan perilaku penggunaan stop kontak berlebihan (penumpukan stop kontak), penyambungan kabel yang tidak benar dan tidak melepas steker dari stopkontak setelah pemakaian. Perilaku dipengaruhi beberapa faktor yaitu pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan kebakaran pada pedagang di Pasar Wage Purwokerto.Fire is an undesire disaster incident that can cause material and non-material loss. Generally, fire can be ignited by human or by other technical factors. Pasar Wage had experienced two fires in 2004 on Blok C and in 2008 on Blok B. Fire fighter who handled fire incidents in Pasar Wage explained that the main cause of fire incidents in Pasar Wage was electrical short circuit. The electrical short circuit itself mau happen because of excessive use of electric socket, incorrect/unsafe cable connection and unremoved plug from the electrical socket after used. Behaviour is affected by knowledge and attitude factors. This research aims is to find out the correlation between knowledge and attitude with fire prevention behaviour of merchant in Pasar Wage Purwokerto
1614819463F1D012032PERAN PERSATUAN ISLAM (PERSIS) DALAM MENGHADAPI RADIKALISME AGAMA DI KABUPATEN GARUTPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Persatuan Islam (PERSIS) dalam menghadapi radikalisme agama di Kabupaten Garut. Persfektif yang melekat pada penelitian ini adalah strukturalis, paradigma yang mendasari penelitian ini adalah paradigma non-positivis khususnya konstruktuvisme dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik analaisis data menggunakan model interaktif Miles dan Haberman. Sasaran penelitian ini adalah pengurus Pimpinan Daerah dan masyarakat Kabupaten Garut, serta pengurus Kementerian Agama Kabupaten Garut. Pemilihan informan menggunakan teknik purpossive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam yang kemudian divalidasi dengan metode triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PERSIS berperan dalam menghadapi radikalisme agama di Kabupaten Garut. Meskipun PERSIS memiliki hubungan yang dekat dengan beberapa kelompok radikal, namun PERSIS justru melawan radikalisme. Peran PERSIS dalam menghadapi radikalisme agama hanya sebatas di lingkup internal saja. Salah satunya dengan cara memberikan himbauan kepada mahasiswa universitas yang dinaungi oleh PERSIS.
This purpose of this research is to describe the role of Persatuan Islam (PERSIS) in the face of religious radicalism in Garut regency. The perspectives inherent in this research are structuralist, the paradigm underlying this research is non-positivist paradigm especially constructivism and approach used is phenomenology approach. The research method used is qualitative method. Data analysis techniques used Miles and Haberman interactive models. The target of this research is the management of Regional Leaders and Garut Regency, and the board of the Ministry of Religious Garut Regency. Selection of informants using purposive sampling technique and data retrieval using in-depth interview which then validated by data triangulation method.
The results of this study show that PERSIS role in facing religious radicalism in Garut regency. Although PERSIS has close links with some radical groups, PERSIS is against radicalism. The role of PERSIS in the face of religious radicalism is limited to the internal sphere only. One of them is by giving an appeal to university students who are covered by PERSIS.
1614919464F1D013029POLITIK MULTIKULTURALISME DI TINGKAT LOKAL PASCAREFORMASI:
Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca-1998
Penelitian tentang Politik Multikulturalisme di Tingkat Lokal Pascareformasi: Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca 1998 ini bertujuan untuk: 1) Untuk memahami dampak yang ditimbulkan Kerusuhan Mei 1998 sebagai akibat dari kekerasan anti-Tionghoa terhadap relasi antara kelompok mayoritas dengan kelompok minoritas di Kota Surakarta; 2) Memahami bagaimana relasi yang tercipta antara masyarakat mayoritas dengan masyarakat minoritas melalui organisasi dan perayaan rakyat pascakerusuhan Mei 1998 di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan melalui perspektif pascastrukturalisme. Selain itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Streubert dan Carpenter yang menekankan pada subjektivitas pengalaman hidup dari kelompok etnis Tionghoa dalam Kerusuhan Mei 1998 dan pascakerusuhan tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas kondisi sosial di Kota Surakarta pada saat Kerusuhan Mei 1998 berada dalam kondisi kondusif, sehingga ketika kerusuhan tersebut terjadi membuat hubungan antaretnis merenggang. Pascakerusuhan Mei 1998 menimbulkan dampak fisik dan psikis. Dampak fisik berupa rusaknya bangunan sedangkan dampak psikis berupa rasa trauma dan rasa semangat untuk bangkit. Selain itu, Kerusuhan Mei 1998 juga berdampak pada hubungan antara kelompok etnis Tionghoa sebagai minoritas dan kelompok pribumi sebagai mayoritas yang menjadi renggang. Banyak dari kelompok etnis Tionghoa memilih meninggalkan Kota Surakarta, sementara sebagian kelompok etnis Tionghoa lain tetap ada yang tinggal. Kelompok etnis Tionghoa yang mengalami trauma tetapi memilih tinggal di Kota Surakarta menjadi pribadi yang lebih tertutup, sementara kelompok etnis Tionghoa yang mampu bangkit berusaha memperbaiki hubungan antaretnis melalui organisasi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan Himpunan Fu Qing. Selain itu, usaha lain yang dilakukan adalah dengan mengadakan Solo Imlek Festival (SIF) yang menyerupai pesta rakyat bagi seluruh masyarakat Kota Surakarta. Dengan hal ini menunjukkan, bahwa relasi antara kelompok mayoritas-minoritas nampak membaik, tetapi sentimen setnis antara kelompok pribumi terhadap kelompok etnis Tionghoa masih ada dalam ranah personal.
The research about Politik Multikulturalisme di Tingkat Lokal Pascareformasi: Relasi Mayoritas-Minoritas di Kota Surakarta Pasca 1998 has the purpose to: 1) Understanding the impact of Mei 1998 Riot as a result of anti-Tionghoa violence which concerning the relationship between majority group with minority group in Surakarta City; 2) Understanding how the relation which created between majority society with opposition society pass through organization and populace celebration after the Mei 1998 Riot’s in Surakarta City. These research using constructivism paradigm and through the post-structuralism perspective. Besides that, the method which used in this research is the qualitative method with Streubert and Carpenter phenomenology approach which emphasizes to subjectivity living experience from ethnic Tionghoa’s group in Mei 1998 Riot and after the riot.
The result of this research shown that social condition reality in Surakarta City when the Mei 1998 Riot happened made the inter-ethnic relationship stretchable. After the Mei 1998 Riot surface the physical and psychological impact. The physical effect as damage building whereas the psychological impact as trauma feeling and spirit was feeling to get up. Also, Mei 1998 Riot also impact to the relationship between Tionghoa ethnic group as minority and native group as majority became stretched. Many from Tionghoa ethnic group choose to left Surakarta City, while another Tionghoa ethnic group stay. Tionghoa ethnic group which have trauma feeling became more closed, even another Tionghoa ethnic group able to rise trying fixed the inter-ethnic relationship through Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) and Himpunan Fu Qing organization. Besides that, another try which done is launched the Solo Imlek Festival (SIF) similar to populace celebration for all Surakarta City citizenship. With this show, the relationship between majority-minority group looks better, but the ethnic sentiment between the native group to the Tionghoa ethnic group still there in the realm of personal.
1615019466C1F015049Pengaruh Komitmen Profesional, Komitmen Organisasional, dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Auditor (Studi Kasus pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Komitmen Profesional (KP), Komitmen Organisasional (KO), dan Motivasi Kerja (MK), terhadap Kepuasan Kerja Auditor (KK). Objek yang diteliti adalah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara.
Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampel Jenuh. Yaitu semua populasi dijadikan sampel penelitian. Data tersebut dianalisis dengan metode regresi berganda dan diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel dan SPSS versi 22.
Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa KP, KO, dan MK secara simultan berpengaruh terhadap KK. Komitmen Organisasional merupakan variabel paling berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, seluruh variabel independen dapat menjelaskan variansi pada variabel dependen sebesar 31,3% berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R2).


The Research aims to examine the effect of Profesional Commitment (KP), Organizational Commitment (KO), and Work Motivation (MK), to Job Satisfaction. The object under study is Auditor who work in the BPKP representative of Southeast Sulawesi Province.
The sampling method used in this study is saturated sample. Which all members of population is used as sample. Data were analyzed using multiple linear regression methods and processed with Ms. Excel and SPSS version 22 program.
Statistical test showed that simultaneously KP, KO and MK have significant effect on job satisfaction. Organizational commitment is the most dominant variable affect job satisfaction. The results of this study indicate that, all independent variables can explain the variance in the dependent variable 31,3% based on determination coefficient test (R2).
1615119467B1J013113PERBANDINGAN VEGETASI MANGROVE MAYOR DI SEGARA ANAKAN CILACAP TAHUN 2009 DAN 2016Mangrove mayor adalah tumbuhan yang membentuk spesialisasi morfologis seperti akar udara dan mekanisme fisiologis khusus untuk mengeluarkan garam agar dapat beradaptasi terhadap lingkungan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove mayor di Segara Anakan, mengetahui perubahan struktur komunitas mangrove mayor di Segara Anakan pada tahun 2009 dan 2016, serta untuk mengetahui parameter fisik dan kimia lingkungan yang mempengaruhi struktur komunitas vegetasi mangrove mayor di Segara Anakan pada tahun 2016.
Metode yang digunakan yaitu dengan survey dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampling dilakukan di 12 stasiun kawasan hutan mangrove Segara Anakan, dan masing-masing stasiun dibuat sebanyak 3 plot. Parameter penelitian yang diukur pada plot kuadrat dengan ukuran 10 m x 10 m untuk menghitung pohon, 5 m x 5 m untuk menghitung pancang, dan 1 m x 1 m untuk menghitung semai. Faktor lingkungan yang diukur yaitu, suhu air dan suhu udara, salinitas, nilai pH tanah, kelembaban tanah, kandungan air dalam tanah, dan kandungan bahan oganik dalam tanah. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah 12 spesies mangrove mayor dari 4 familia. Sebagian besar stasiun memiliki indeks keanekaragaman dan indeks similaritas rendah. Kondisi hutan mangrove di Segara Anakan pada tahun 2009 dan 2016 mengalami penurunan spesies, seperti dari kekayaan species, kerapatan, keanekaragaman, dan kesamaannya.
Major mangrove or true mangrove is vegetation that growth in intertidal area, do not extend into terrestrial plant community and are morphologically, physiologically and reproductively adapted to saline, waterlogged and anaerobic condition. True mangrove may change in community structure due to environmental changes. This research aims to evaluate the differences of true mangrove community structure on different time (2009 and 2016), and to find out the environmental parameters which influence to the structure community of true mangrove in Segara Anakan in 2016.
Survey method was used in this research with purposive sampling technique. Sampling was done in 12 stations and data were measured in each station within quadratic plot of 10 m x 10 m for tree catagory, 5 m x 5 m for sapling, and 1 m x 1 m for seedling. Environmental factors consist of water and air temperature, salinity, pH value, water content in the soil, and organic material content in the soil. The results shown 12 species of true mangrove belong to 4 family were found in Segara Anakan. Community structure of true mangrove is differnt between 2009 and 2016 which has reduced in species diversity, and density
1615219468F1D012036EVOLUSI GAGASAN KEWARGAAN UNTUK LEGALISASI PERNIKAHAN SESAMA JENIS DI AMERIKAPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan evolusi gagasan kewargaan untuk legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika; 2) Menjelaskan tentang kaum homoseksual yang ditempatkan sebagai golongan “the other” dalam masyarakat multikultural di Amerika, sehingga mengalami diskriminasi dalam berbagai hak kewargaan, seperti hak memilih orientasi seksual, hak menikah sesama jenis, hak adopsi, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan perspektif pascastrukturalisme. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana historis dari Ruth Wodak dalam perencanaan dan pemahaman wacana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan kewargaan yang ber-evolusi mendorong legalisasi pernikahan sesama jenis di Amerika. Evolusi gagasan kewargaan memunculkan perubahan-perubahan baru, seperti perubahan gerakan, pemikiran, sikap, generasi, dan identitas. Hal inilah yang kemudian membuat evolusi gagasan kewargaan berpengaruh pada pandangan terhadap kaum homoseksual, lebih jauh lagi pada pernikahan sesama jenis.This research purpose to: 1) Describe the concept “Evolusi Gagasan Kewargaan untuk Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis”; 2) Describe homosexuals which placed as "the other" groups in American multicultural societies, and

create discrimination in various citizenship rights, such as the right to choose sexual orientation, same-sex marriage rights, adoption rights, and so on. This research using constructivism paradigm with post-structuralism perspective. Also, this study also using the qualitative method with historical discourse analysis approach from Ruth Wodak in planning and understanding of discourse. The results of this study showed the evolution of citizenship discourse encourages the legalization of same-sex marriage in America. The evolution of citizenship discourse created a change, such as changes in movement, idea, attitude, generation, and identity. In this case, some of the changes made the evolution of citizenship discourse affect the view of homosexuals, then on same-sex marriage.
1615319465F1B013023PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE
DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS
(STUDI TENTANG PEMBUATAN KTP-EL)
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas adalah instansi pemerintah yang memberikan pelayanan publik berupa pelayanan administratif, salah satunya pelayanan KTP-el. Dalam rangka pelakasanaan reformasi birokrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dituntut untuk menerapkan prinsip good governance dalam memberikan pelayanan publik.
Di Kabupaten Banyumas masih banyak masyarakat yang belum membuat KTP-el. Hal ini dikarenakan masih adanya pemberitaan pelayanan yang buruk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil pengamatan awal pelayanan KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas masih ada permasalahan yang muncul seperti masyarakat tidak mengetahui prosedur pembuatan KTP-el, tidak ada petugas pusat informasi, penerbitan KTP-el yang tidak pasti, fasilitas, sarana dan prasarana yang kurang memenuhi.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan KTP-el di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Jenis Penelitian ini adalah kuanitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, dokumentasi dan observasi. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dan untuk analisis menggunakan distribusi frekuensi, nilai maksimal, nilai minimal, modus dan mean.
Berdasarkan asil analisis yang dilakukan kepada 379 responden menjelaskan bahwa penerapan prinsip good governance pada pelayanan KTP-el masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 143,32. Berarti bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas telah menerapkan prinsip good governance dalam pelayanan KTP-el namun belum optimal. Dilihat dari hasil empat dimensi, dimensi akuntabilitas, transparansi, dan aturan hukum yang menunjukan pada kategori sedang. Sedangkan dimensi keterbukaan pada kategori tinggi.
Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency is a government institution that provides public services in the form of administrative services, one of which is the electronic ID card (KTP-el) service. In the implementation of bureucratic reform, the Department of Population and Civil Registration is required to apply the principle of good governance in providing public services.
In Banyumas Regency, there are many people who have not made electronic ID card. In addition, there is a slowing of public interest in making electronic ID card, this is because there is poor service reporting at Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency. Based on the initial observation of electronic ID card service at Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency, there are arising problems, such as the community who does not know the required requirements, no information center officer, the uncertain issuance of electronic ID card, and inadequate facilities and infrastructure
The purpose of this research was to find out how the application of principles of good governance in the electronic ID card service at Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency. The type of this research was descriptive quantitative. Data collection techniques used were questionnaires, documentation and observation. Sampling technique used accidental sampling and the analysis used frequency distribution, maximum value, minimum value, modus and mean.
Based on the result of analysis, conducted to 379 respondents explained that the application of good governance principles in the electronic ID card service included in the medium category with an average of 143.32. This meant that Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency has applied the principles of good governance in the electronic ID card service but not optimal. Based on the results of four dimensions, the dimensions of accountability, transparency, and rule of law were in the medium category, while the dimension of openness was in the high category.
1615419470G1B013050EFEKTIFITAS LUMPUR AKTIF DENGAN BERBAGAI WAKTU RETENSI DALAM MENURUNKAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG HEWANLatar Belakang : Limbah cair mengandung BOD tinggi yang menyebabkan pencemar. Limbah cair dengan nilai BOD tinggi yaitu limbah RPH. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan dengan lumpur aktif sebelum dibuang ke badan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai waktu retensi dalam menurunkan kadar BOD.
Metode : penelitian quasi experiment dengan the non equivalent control group design dengan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi penelitian ini adalah limbah cair RPH yang mengandung BOD lebih dari 100 mg/l dan sampel bagian dari populasi yang dimasukan ke kelompok perlakuan dan kontrol. Terdapat 8 perlakuan yaitu perlakuan kontrol, waktu retensi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari dengan pengulangan 3 kali. Uji statistik menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan BOD pada waktu retensi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari adalah sebagai berikut: 65,10%, 66,07%, 70,13%, 86,17%, 91,16%, 95,49%, dan 98,37%. Dalam pengolahan menggunakan lumpur aktif terjadi penurunan suhu dan kenaikan pH. Pengolahan lumpur aktif dengan waktu retensi 6 dan 7 hari telah sesuai dengan baku mutu PERDA JATENG No 05 Tahun 2012 sebesar 100 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai masukan untuk mengolahan RPH yang belum memiliki sistem pengolahan limbah.
Kesimpulan : Waktu retensi pada lumpur aktif paling efektif dalam menurunkan beban BOD pada limbah cair RPH adalah 7 hari (98,37%).
Background: Liquid water which contains high BOD is very dangerous and it will caused pollution. Liquid water which has high BOD is liquid waste of slaughterhouse. Therefore it is necessary to do the processing with active sludge before being discharged into the river, it needed treatment with active sludge.. This study purposed to identifying effectivity of active sludge with many retention time in reducing BOD levels of liquid waste of slaughterhouse.
Method : The study is using quasi experiment with the non-equivalent control group design with a completely randomized design (CRD). The population of the research are liquid water of slaughterhouse which has BOD more than 100mg/l and also the sample which is part of liquid waste of slaughterhouse which grouping to treatment and control. The study use 8 treatment , there are control, retention time 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 and 7 days treatment with 3 repetitions. Analyzing data used a Kruskall Wallis continued with Mann Whitney test.
Results: There are many different effectivity in reducing BOD in retention time 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7 days, the result are 65,10%, 66,07%, 70,13%, 86,17%, 91,16%, 95,49%, and 98,37%. In processing using active sludge there is a decrease in temperature and an increase in pH. Active sludge treatment with retention time of 6 and 7 days has been in accordance with the standard of Regional Regulation JATENG No. 05 Year 2012 of 100 mg / l. Based on the results of these studies can be used as inputs to process slaughterhouse that does not have a waste treatment system.
Conclusion : Active sludge with retention time which most effective in reducing BOD in liquid waste of slaughterhouse is 7 day (98,27%).
1615519469F1B113036Pengaruh Partisipasi Masyarakat Dan Kemampuan Pelaksana Terhadap Efektivitas Bank Desa Dalam Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Di Wlahar Wetan, Kalibagor, BanyumasBank Desa Wlahar Wetan merupakan salah satu dari kegiatan dari Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Wlahar Wetan. Efektivitas dari bank desa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan partisipasi masyarakat dan kemampuan pelaksana. Untuk itu, menarik untuk dikaji: (1) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap efektivitas bank desa dalam BUM Desa di Wlahar Wetan?; (2) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan pelaksana terhadap efektivitas bank desa dalam BUM Desa di Wlahar Wetan?; (3) Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara partisipasi masyarakat dan kemampuan pelaksana terhadap efektivitas bank desa dalam BUM Desa di Wlahar Wetan? Sesuai dengan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah menjawab ketiga permasalahan penelitian tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mengambil jenis penelitian survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah probability sampling dengan metode simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Pengujian validitas instrumen menggunakan teknik analisis butir, dan pengujian reliabilitas instrumen menggunakan teknik Alpha Cronbach. Metode analisis data yang menggunakan adalah korelasi kendall’s tau-c, korelasi konkordansi kendall W, dan regresi ordinal.
Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap efektivitas bank desa. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk partisipasi masyarakat akan semakin menurunkan efektivitas bank desa Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas bank desa yang dapat dijelaskan oleh partisipasi masyarakat sebesar 77,1%; (2) Kemampuan pelaksana berpengaruh terhadap efektivitas bank desa. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk kemampuan pelaksana akan semakin menurunkan efektivitas bank desa Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas bank desa yang dapat dijelaskan oleh kemampuan pelaksana sebesar 60,7%; dan (3) Partisipasi masyarakat dan kemampuan pelaksana berpengaruh terhadap efektivitas bank desa. Hal tersebut tampak pada model parameter estimate regresi ordinal di mana semakin buruk partisipasi masyarakat dan kemampuan pelaksana akan semakin menurunkan efektivitas bank desa Selain itu, tampak pada Pseudo R Square regresi ordinal yang menjelaskan efektivitas bank desa yang dapat dijelaskan oleh partisipasi masyarakat dan kemampuan pelaksana sebesar 79,8%.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwasemua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu efektivitas Bank Desa Wlahar Wetan.

Kata kunci : Partisipasi Masyarakat, Kemampuan Pelaksana, dan Efektivitas Bank Desa
Wlahar Wetan Village Bank is one of the activities of the Village Owned Enterprise (BUM Desa) Wlahar Wetan. The effectiveness of the village bank can not be separated from the participation of the community and the ability of the implementers. Therefore, it is interesting to examine: (1) Is there a significant influence between community participation on the effectiveness of rural banks in BUM Desa in Wlahar Wetan ?; (2) Is there a significant influence between the executing capability on the effectiveness of rural banks in BUM Desa in Wlahar Wetan ?; (3) Is there a significant influence between community participation and the ability of executors to the effectiveness of village banks in BUM Desa in Wlahar Wetan? In accordance with the problem, the purpose of this study is to answer the three problems of the study.
This research uses quantitative research methods by taking the type of survey research. Sampling technique is probability sampling with simple random sampling method. Data collection method in this research is by questioner, supported by observation and documentation. Testing instrument validity using grain analysis techniques, and testing instrument reliability using Cronbach Alpha technique. The data analysis method used is the correlation of kendall's tau-c, the correlation of the concatenation of the W-block, and the ordinal regression.
The results of quantitative analysis in this study indicate: (1) Community participation has an effect on the effectiveness of rural banks. This is seen in the ordinal estimate regression parameter model where the worse public participation will decrease the effectiveness of the village bank. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of village banks that can be explained by the community participation of 77.1%; (2) The ability of executors to influence the effectiveness of rural banks. This is seen in the ordinal estimate regression parameter model where the poorer the executor ability will decrease the effectiveness of the village bank. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of the village bank which can be explained by the performing ability of 60.7%; And (3) Community participation and implementation capability affect the effectiveness of rural banks. This is evident in the ordinal estimate regression parameter model where the worse the participation of the community and the ability of the implementer will further decrease the effectiveness of the village bank. In addition, it appears in the Pseudo R Square ordinal regression that explains the effectiveness of the village bank which can be explained by the community participation and the ability of the implementer for 79 , 8%.
The conclusion of this study is that all independent variables have a positive and significant influence on the dependent variable is the effectiveness of Wlahar Wetan Village Bank.
Keywords: Community Participation, Implementing Capacity, and Village Bank Effectiveness
1615619471H1K010056HUBUNGAN ANTARA LEBAR JALUR HIJAU MANGROVE TERHADAP LEBAR PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR INDRAMAYUKabupaten Indramayu merupakan daerah pesisir yang memiliki pantai sepanjang 115,5 km. Permasalahan lingkungan pesisir Indramayu adalah kenaikan muka air laut terparah selama 10 tahun terakhir, abrasi garis pantai yang mencapai 8,23 Ha/tahun yang merupakan laju abrasi terbesar di pesisir Pantura. Penelitian bertujuan untuk menganalisis luas dan lebar jalur hijau mangrove di pesisir Indramayu, memetakan perubahan garis pantai di pesisir Indramayu dan menganalisis hubungan antara lebar mangrove dengan lebar perubahan garis pantai. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2016. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian Luasan mangrove di Indramayu pada tahun 1990 sampai pada tahun 2016 mengalami penurunan luasan. Lebar perubahan garis pantai pada tahun 1990 hingga tahun 2016 mengalami pengurangan garis pantai (Akresi). Hubungan antara lebar mangrove dan lebar perubahan garis pantai di daerah Indramayu memiliki hubungan yang tidak erat.The Indramayu regrency has shore line coastal 115.5 km, but it has enviromental problem for examples are the hight sea level rise dury ten years ago, abrasion reach 8.23 ha as the largern abrasion in pantura. This research end hed the relation between the width of mangrove green belt with the width of shoreline change in Indramayu. This research aims to analysis width and area of mangrove green belt and map. The research method used descriptive method. Result of research of mangrove area in Indramayu from 1990 until 2016 decreased area. The width of coastline change from 1990 to 2016 has decreased shoreline (Akresi). The relationship between the width of the mangrove and the width of the shoreline changes in the Indramayu area has a close relationship.
1615719472G1B013025Hubungan Tanda-tanda Organoleptik dengan Keberadaan Boraks pada Bakso yang Dijual di Purwokerto UtaraLatar Belakang : Keamanan bakso masih sangat minim terhadap penggunaan boraks. Boraks termasuk bahan tambahan pangan yang berbahaya. Keberadaan boraks pada makanan bisa dilihat dengan mengamati ciri fisiknya terlepas dari jumlah boraks yang terkandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tanda organoleptik dengan keberadaan boraks pada bakso yang dijual di Purwokerto Utara.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan crosssectional. Uji yang dilakukan adalah uji organoleptik terhadap 30 sampel bakso dari kedai yang berbeda dengan 20 panelis tidak terlatih, dilanjutkan pemeriksaan boraks menggunakan Boraks Test Kit. Data hasil uji organoleptik dan Boraks TestKit dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan 23 sampel bakso diduga positif mengandung boraks. Tanda organoleptik tekstur, rasa, aroma tidak menunjukkan adanya hubungan dengan keberadaan boraks pada bakso dengan nilai p = 0,190, 0,190, dan 0,372, sedangkan warna menunjukkan adanya hubungan dengan keberadaan boraks pada bakso yang dijual di Purwokerto Utara dengan nilai p < 0,05, p = 0,007.
Kesimpulan : Ada hubungan warna dengan keberadaan boraks pada bakso yang dijual di Purwokerto Utara.
Background: Meatball handling is still less in using borax. Borax is including in dangerous food additives. The existence of borax in food is seen in its physical characteristic. This research has a goal to reveal the relationship of organoleptic signs with the existence of borax on meatballs that sold in the North Purwokerto.
Methodology: This research uses crossectional approach. The test performed by the researcher is organoleptic test on 30 samples of meatballs from different stores by 20 untrained panelists. The next steps are the examination of borax using Borax Test Kit. The result data of organoleptic and Borax Test Kit were analyzed by univariate and bivariate analysis with Fisher’s Exact test.
Research Result: The result of this research showed 23 samples of meatballs which assumed containing borax. Organoleptic signs of texture, taste, and flavor do not indicate any relationship with the existence of borax in meatballs with value p = 0.190, 0.190, and 0.372. Where as color indicates a relationship with the existence of borax in meatballs that sold in North Purwokerto with p-value < 0.05, p= 0.007
Conclusion: There is a relationship between color and the existence of borax on meatballs that sold in North Purwokerto.
1615819473G1F013082EVALUASI PENGGUNAAN SEDIAAN FAKTOR VIII PADA PASIEN HEMOFILIA A DI RSUD BANYUMAS PERIODE JANUARI - MARET 2017Hemofilia A merupakan gangguan koagulasi herediter karena adanya defisiensi faktor VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan sediaan faktor VIII pada pasien hemofilia A di RSUD Banyumas berdasarkan kriteria indikasi, rekomendasi dosis, monitoring, dan kejadian efek samping yang dilaporkan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara retrospektif. Sampel penelitian diambil secara total sampling berupa data rekam medis pasien hemofilia A yang mendapatkan terapi sediaan faktor VIII di RSUD Banyumas periode Januari-Maret 2017. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan kriteria indikasi, rekomendasi dosis, monitoring, dan kejadian efek samping yang sudah dibuat berdasarkan guidelines, textbook dan jurnal-jurnal ilmiah.
Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian indikasi penggunaan sediaan faktor VIII sebagai terapi episodik dan terapi profilaksis terjadi pada 21 pasien (100%). Kesesuaian rekomendasi dosis sediaan faktor VIII terjadi pada 19 pasien (90,47%). Monitoring yang dilakukan adalah pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, pemeriksaan evaluasi perdarahan pada pasien, skrining rasa nyeri, status alergi dan pemeriksaan data laboratorium terkait hemostasis. Dalam penelitian ini, tidak dilaporkan adanya efek samping berupa reaksi alergi atau anafilaksis, nyeri pada tempat injeksi dan resiko trombosis. Penggunaan sediaan faktor VIII pada pasien hemofilia A di RSUD Banyumas telah sesuai dengan kriteria indikasi, proses indikator dosis, proses indikator monitoring dan tidak ada efek samping yang dilaporkan.
Hemophilia A is a hereditary bleeding disorder that can be treated with factor VIII replacement therapy. This study aimed to evaluate efficacy and safety of factor VIII replacement therapy in hemophilia A patients in RSUD Banyumas. This study was an observasional retrospective study. The sampling technique was a total sampling of 21 patients. Sample were obtained from medical records of hemophilia A patients who received factor VIII replacement therapy in RSUD Banyumas during January-March 2017. Data was descriptively evaluated according to indication, dosage, monitoring process, and adverse effects criteria that have been made based on guidelines, textbooks and scientific journals.
The results showed that indication suitability for factor VIII replacement therapy as on-demand treatment and prophylaxis treatment occurred in 21 patients (100%). The suitability of dosage recommendation occurred in 19 patients (90,47%). Monitoring of patient vital sign, bleeding evaluation, pain screening, allergy status, and hemostasis functions were performed to all patients. In this study, there were no reported adverse effects of allergic or anaphylactic reactions, pain at the site of injection and risk of thrombosis occurring on hemophilia A patients in RSUD Banyumas. The use of factor VIII replacement therapy in hemophilia A patients in RSUD Banyumas has been in accordance with the indication, dosage, and monitoring process criteria. There were no reported adverse effects occurring in hemophilia A patients.
1615919481F1A012090Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri dalam Pengembangan Desa Wisata Panusupan di Kecamatan Rembang Kabupaten PurbalinggaPokdarwis adalah kunci utama dalam mengembangkan desa wisata. Seperti Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Ardi Mandala Giri yang memberikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin berwisata di desa wisata Panusupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pokdarwis Ardi Mandala Giri dalam pengembangan Desa Wisata Panusupan di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga dan perubahan kehidupan masyarakat sebelum dan sesudah menjadi desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Terdapat empat peran Pokdarwis Ardi Mandala dalam pengembangan wisata di Desa Panusupan, antara lain; peran penggalian potensi wisata, peran sosialisasi masyarakat, peran pelatihan para pelaku wisata, dan peran penyediaan dan peningkatan fasilitas penunjang wisata. Selain itu, terbentuknya Desa Panusupan menjadi desa wisata juga memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat. Sebelum menjadi desa wisata, Desa panusupan merupakan salah satu desa termiskin di Kecamatan Rembang dengan banyaknya pengangguran. Akan tetapi, sejak berubah menjadi desa wisata, masyarakat Desa Panusupan mendapat pekerjaan baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan berkembangnya Desa Panusupan menjadi sebuah desa wisata maka ikut mengembangkan industri kerajinan tangan lokal dan kuliner tradisional khas Desa Panusupan. Banyaknya wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Desa wisata Panusupan ikut meningkatkan pementasan kesenian tradisional Desa Panusupan khususnya seni tari Dayakan.Pokdarwis is the main key in developing a tourist village. Like Group Awareness Tours (POKDARWIS) Ardi Mandala Giri which provides facilities for people who want to travel in the tourist village Panusupan. This study aims to determine the role of Pokdarwis Ardi Mandala Giri in the development of Panusupan Tourism Village in Rembang District Purbalingga District and changes in community life before and after becoming a tourist village. The results show some points of conclusion. There are four roles Pokdarwis Ardi Mandala in developing tourism in Panusupan Village, among others; The role of tourism potential excavation, the role of socialization of the community, the role of training of tourism actors, and the role of providing and upgrading of tourism support facilities. In addition, the formation of Panusupan Village into a tourist village also provides a change for people's lives. Before becoming a tourist village, Panusupan Village is one of the poorest villages in Kecamatan Rembang with a lot of unemployment. However, since it turned into a tourist village, Panusupan Village community got a new job that can improve the economy of the community. With the development of Panusupan Village into a tourist village then participate to develop local handicraft and traditional culinary industry typical of Panusupan Village. The number of local and foreign tourists visiting the village tour Panusupan participate in improving the traditional art performances Panusupan Village Dayakan dance art especially.
1616019474C1C011047ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS KEUANGAN DANA DESA DI KABUPATEN KEBUMENJudul Penelitian ini adalah analisis faktor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas keuangan dana desa di Kabupaten kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penyajian laporan keuangan, aksesibilitas laporan keuangan dan transoaransi anggaran terhadap akuntabilitas keuangan dana desa di Kabupaten Kebumen.

Populasi dalam penelitian ini adalah desa-desa di Kabupaten Kebumen. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 82 desa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei kuesioner dan wawancara. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan, aksesibilitas laporan keuangan dan transoaransi anggaran secara parsial berpengaruh positif terhadap akuntabilitas keuangan dana desa di Kabupaten Kebumen. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Kebumen untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan dana desa melalui peningkatan penyajian laporan keuangan, aksesibilitas laporan keuangan dan transoaransi anggaran.
This study is entitled the analysis factors effect of the financial report, the accessibility of financial report, and the transparency of budget to the financial accountability of village fund in Kebumen regency. This study aimed to examine the effect of the financial report, the accessibility of financial report, and the transparency of budget to the financial accountability of village fund in Kebumen regency.

The population in this study is villgaes in Kebumen regency. Purposive sampling technique used in this study as many as 82 villages. Data collection in this study using a questionnaire survey and interviews. The data were processed using multiple linear regression analysis.

The results of this study indicate that the financial report, the accessibility of financial report, and the transparency of budget have a positive effect on the financial accountability of village fund in Kebumen regency.. Hope this study can be applied in Kebumen regency to improve the financial accountability of village fund through improved the financial report, the accessibility of financial report, and the transparency of budget.