Artikelilmiahs

Menampilkan 16.021-16.040 dari 49.934 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1602119328F1J013033ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI LIRIK LAGU KARYA TANIMURA SHINJI DALAM ALBUM BEST COLLECTION: II HI TABIDACHI (2008)Judul penelitian ini adalah analisis kohesi dan koherensi lirik lagu karya Tanimura Shinji dalam album Best Collection: Ii Hi Tabidachi (2008). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud piranti kohesi dan koherensi yang terdapat dalam wacana kumpulan teks lagu karya Tanimura Shinji. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode simak serta analisisnya dengan metode agih yang selanjutnya diuji dengan teknik triangulasi. Hasil dan kesimpulan penelitian ini adalah ditemukannya 54 data kohesi dan 7 data koherensi pada lirik lagu Ii Hi Tabidachi. Penanda kohesi yang paling dominan adalah penanda referensi persona yang menggambarkan ungkapan perasaan dari dalam diri penyair saat melangkah ke dalam perjalanan yang lebih jauh lagi, lepas dari masa kanak-kanak. Penanda koherensi yang paling dominan adalah penanda hubungan makna aditif temporal yang memiliki hubungan makna yang saling berkaitan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang, sedangkan pada lirik lagu Subaru ditemukan 42 data kohesi dan 6 data koherensi. Penanda kohesi yang paling dominan ialah penanda referensi persona yang menggambarkan ungkapan perasaan dari dalam diri penyair saat dirundung kesedihan yang mendalam. Penanda koherensi dalam lirik lagu Subaru tidak ada yang mendominasi karena unsur koherensi di dalamnya memiliki nilai yang seimbang.The present research are relating to the analysis of the cohesion and coherence of Tanimura Shinji’s song lyrics in album Best Collection: Ii Hi Tabidachi (2008). The objectives of this research are to describe cohesion and coherence device of Tanimura Shinji’s song lyrics. This is qualitative descriptive research which used simak as data collection method and agih as analyzing method, then it validated by triangulation technique. The result and conclusion of this research are Ii Hi Tabidachi song lyric found of 54 cohesion and 7 coherence data. The most dominant cohesion sign is persona reference that express of feelings from the poet of his further trip, apart from childhood. The most dominant coherence sign is connection of temporal additive that has connection in ideas which has relates to the meaning with past, present, and future time, while in Subaru song are consist of 42 cohesion and 6 coherence data. The most dominant cohesion sign is persona reference sign that express of feelings from the poet when depicted the deep sadness. There is no domination of cohesion sign in Subaru song lyric as it has balance coherence value in it.
1602218796F1J013027Variasi Pola -nai sebagai Penanda Bentuk Kalimat Negatif Bahasa JepangPenelitian ini berjudul “Variasi Pola –nai sebagai Penanda Bentuk Kalimat Negatif Bahasa Jepang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan sistem pola –nai sebagai penanda kalimat negatif bahasa Jepang serta fungsi yang terbentuk dari penggunaan pola –nai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis simak dan catat, sedangkan analisis dilakukan dengan metode agih. Data yang digunakan adalah semua kalimat negasi dengan pola –nai yang diperoleh dari novel berjudul Momose, Kocchi wo Muite karya Eiichi Nakata. Hasil penelitian menunjukan kalimat negasi dengan 11 bentuk penegasian pola –nai yang diperoleh dari sumber data, yaitu -nai, nai (aru), -nakatta, -masen, -masen deshita, -nakunaru, -kunai, -dewanai, -janai, -dewanaku, dan -dewanakatta. Pola pembentukan berbeda tergantung pada kata yang diikutinya. Fungsi umum dari penggunaan pola-pola tersebut adalah pengingkaran dan penyangkalan. Apabila dalam bahasa Indonesia, pola –nai yang mengikuti kelas kata doushi, i-keiyoushi, dan na-keiyoushi akan menghasilkan arti ‘tidak’, sedangkan pola –nai yang mengikuti meishi dapat diartikan ‘bukan’, beberapa ada yang diartikan ‘tidak’. This research is entitled “Variations of –nai Pattern in Japanese Negative Sentence”. This research aims to describe the form and system of –nai pattern as the marker of Japanese negative sentences and the function which is formed by the use of –nai pattern. This is a qualitative descriptive study by collecting the data through observation and taking notes. The data is analyzed by a method of distribution. The data are all of negation sentences with –nai pattern collected from a novel titled Momose, Kocchi wo Muite by Eiichi Nakata. The result shows that there are negative sentences with 11 form of –nai negation forms; they are –nai, nai (aru), - nakatta, -masen, -masen deshita, -nakunaru, -kunai, -dewanai, -janai, -dewanaku, and –dewanakatta. Each form has different way in negating the word and it depends on the word class, especially for the word of language. When in Indonesian language, -nai which follows doushi, i-keiyoushi, and na-keiyoushi will be interpreted as ‘tidak’, meishi that is followed by -nai can be interpreted as ‘bukan’ and some other are interpreted as ‘tidak’.
1602319332E1A013144PERLAWANAN YANG TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 01/Pdt.Plw/2015/PN.Pwt)Dalam eksekusi Hak Tanggungan sering kali dijumpai permasalahan salah satunya karena pihak Terlelang tidak mengosongkan objek eksekusi secara suka rela sehingga melakukan upaya hukum berupa perlawanan. Penelitian hukum ini berjudul “Perlawanan yang Tidak Dapat Diterima dalam Eksekusi Hak Tanggungan (Studi Terhadap Putusan Negeri Purwokerto Nomor 01/Pdt.Plw/2015/PN.Pwt). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim yang menyatakan perlawanan Pelawan tidak dapat diterima dalam Eksekusi Hak Tanggungan pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 01/Pdt.Plw/2015/PN.Pwt serta bagaimana akibat hukum bagi para pihak.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder yaitu diperoleh dengan cara inventarisasi peraturan perundang-undangan, buku teks, jurnal, artikel, hasil penelitian sebelumnya, dan putusan hakim. Jenis dan data yang digunakan dalam menganalisis dan mengumpulkan data dilakukan dengan cara normatif kualitatif.
Hasil penelitian dapat diketahui dari pertimbangan Majelis hakim dalam memutus perlawanan Pelawan menyatakan tidak dapat diterima karena Perlawanan Pelawan tidak memenuhi syarat formil berupa waktu pengajuan Perlawanan sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 4 Tahun 2014. Majelis hakim dalam mempertimbangkan putusannya telah sesuai dengan Pasal 136 HIR dan Pasal 200 ayat (11) HIR. Akibat hukum dari putusan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima, bagi Pelawan dapat mengajukan perlawanan kembali dengan cara memperbaiki formalitas perlawanannya dan menunggu hingga waktu diperbolehkannya mengajukan perlawanan yaitu setelah dikeluarkan Surat Penetapan Eksekusi Pengosongan oleh Pengadilan Negeri Purwokerto, atau terhadap Para Pihak yang merasa keberatan dapat mengajukan upaya hukum banding.
The execution of Mortgage Right often encounters problems, such as the third parties do not empty the object of execution voluntarily so that they make legal effort in the form of resistance. This legal research entitled “Unacceptable Resistance in the Execution of Mortgage Right (A Study on the Verdict of Purwokerto District Court No. 01/Pdt.Plw/2015/PN.Pwt). This research aimed to determine the Judge’s legal consideration declaring that resistor’s resistance can not be accepted in the execution of the Mortgage Right on the verdict of Purwokerto District Court No. 01/Pdt.Plw/2015/PN.Pwtand how the legal consequence for the parties.
This research used normative juridical approach method. The research specification used descriptive analysis. Data collection method was performed by collecting secondary data obtained by inventorying legislations, textbooks, journals, articles, previous researches results, and verdict of judge. The type and data used in analyzing and collecting data were performed by qualitative normative method.
The result indicated that the consideration of the Panel of Judges in deciding the resistor’s resistance declared unacceptable because the resistor’s resistance did not meet the formal requirements in the form of time of resistance submission as stipulated in SEMA No. 4 of 2014. The Panel of Judges in considering their decision have been in accordance with Article 136 HIR and Article 200 paragraph (11) HIR. The legal consequence of a verdict declares that the lawsuit was unacceptable, the Resistor may file the resistance back by fixing the formality of their resistance and waiting until the time allowed to file the resistance which was after the issuance of a Letter of Stipulation of Execution of Emptying the Object by Purwokerto District Court, or to the parties who object to file an appeal lawsuit.

1602419334E1A013098EKSEPSI KOMPETENSI ABSOLUT YANG DIKABULKAN DALAM SENGKETA HAK ATAS TANAH
(Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 68/Pdt.G/2015/Pwt)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim yang memutus dengan menyatakan gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima pada putusan perkara nomor 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt serta bagaimana akibat hukum bagi para pihak.
Putusan Nomor 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt merupakan putusan dengan dictum yang mengabulkan eksepsi tergugat dan turut tergugat dan menyatakan Pengadilan Negeri Purwokerto tidak berwenang mengadili perkara, karena gugatan yang diajukan oleh penggugat melanggar Kompetensi Absolut.
Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder yaitu diperoleh dengan cara inventarisasi peraturan perUndang-Undangan, buku teks, jurnal, artikel,hasil penelitian sebelumnya, dan putusan hakim. Jenis dan data yang digunakan dalam menganalisis dan mengumpulkan data dilakukan dengan normatif kualitatif.
Hasil penelitian yang diperoleh, yakni: (1) Majelis hakim dalam memutus gugatan penggugat menyatakan gugatan tidak dapat diterima, karena gugatan penggugat diluar yurisdiksi absolut suatu pengadilan, sehingga dalam perkara Nomor 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt, Pengadilan Negeri Purwokerto tidak berwenang mengadili perkara tersebut dan perkara tersebut merupakan kewenangan Pengadilan Agama. Majelis Hakim dalam mempertimbangkan putusannya telah sesuai dengan Pasal 134 HIR dan pasal 132 Rv yaitu mengenai Kompetensi Absolut. (2) Akibat hukum dari eksepsi yang dikabulkan pada putusan perkara nomor 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt adalah gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima. Maka dalam hal ini Penggugat berhak mengajukan gugatannya kembali ke pengadilan dengan jalan memperbaiki gugatannya, dan mengajukan gugatannya ke pengadilan yang berwenang. Serta apabila salah satu pihak merasa keberatan dapat mengajukan upaya hukum banding dalam jangka waktu 14 hari
This research aimed to determine the legal consideration of the Judge who decides by declaring the plaintiff’s lawsuit declared unnaceptable to the verdict of the case number 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt and how the legal consequence for the parties.
Decision number 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt is a verdict with a dictum that grants the defendant and co-defendant and declares that Purwokerto District Court is not authorized to hear the case, because the lawsuit filled by the plaintiff violates Absolute Competence.
This research used normative juridical approach method. The research spesification used descriptive analysis. Data collection method was conducted by collecting secondary data obtained by inventorying the legislations, textbooks, journals, articles, previous researches results, and judge’s verdict. The type and data used in analyzing and collecting data were performed by normative qualitative.
The results obtained in this research were: (1) The Panel of Judges in deciding the plaintiff’s lawsuit declared that the lawsuit was unacceptable, because the plaintiff’s lawsuit was beyond the absolute jurisdiction of a court, so that in the case Number 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt, Purwokerto District Court was not authorized to hear the case and the matter was the authority of the Religious Court. The Panel of Judges in considering their verdict have been in accordance with Article 134 HIR and Article 132 Rv concerning Absolute Competence. (2) The legal consequence of the exception which was granted in the decision of the case number 68/Pdt.G/2015/PN.Pwt was that the Plaintiff’s lawsuit was declared unacceptable. Therefore, the Plaintiff had the right to file his lawsuit back to court by fixing his lawsuit, and file his lawsuit to an authorized court. If either party objects, he may file an appeal within 14 days.
1602519337E1A011205PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PENERAPAN PENGAMPUNAN PAJAK (STUDI DI KPP PRATAMA PURWOKERTO)
Pengampunan pajak merupakan hak setiap Wajib Pajak sehingga perlu adanya perlindungan hukum dan pelayanan yang maksimal sebagai konsekuensi diundangkannya ketentuan pengampunan pajak. Dimana penelitian ini mengkhususkan pada Wajib Pajak orang pribadi di KPP Pratama Purwokerto. Permasalahan penelitian ini adalah tentang bagaimana perlindungan hukum wajib pajak orang pribadi dalam pelaksanaan dan penerapannya, serta bertujuan mengkaji sekaligus menganalisa penerapan dan perlindungan hukum terhadap Wajib Pajak orang pribadi dalam pelaksanaan pengampunan pajak di KPP Pratama Purwokerto.
Melalui penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang disajikan secara kualitatif dan dianalisis secara deskriptif, diperoleh hasil penelitian bahwa Wajib Pajak orang pribadi di KPP Pratama Purwokerto mendapatkan perlindungan hukum preventif dan represif sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2016 tentang Pengaturan Lebih Lanjut Mengenai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Perlindungan hukum secara preventif diberikan melalui ketentuan pembatasan pemanfaatan data dan informasi, jaminan kerahasiaan data dan informasi Wajib Pajak, dan pengecualian penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak kepada subjek pajak tertentu yang memiliki penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak. Sedangkan perlindungan hukum represif diberikan dalam hal terjadi sengketa dengan mengajukan gugatan melalui peradilan pajak. Meskipun masih menemui kendala teknis, namun penerapan pengampunan pajak di KPP Pratama Purwokerto berjalan dengan baik yang ditunjukan dengan keberhasilan pencapaian jumlah uang tebusan di atas target.
Tax amnesty is the right of every taxpayer so there's necessary for legal protection and maximum service as the consequence of the tax amnesty provisions, where this research specializes in individual taxpayer in Tax Services Office (KPP) Pratama Purwokerto. The problem of this reseach is about how legal protection of individual taxpayer in implementation and application, and aims to examine and analyze the application and legal protection to individual taxpayer in the implementation of tax amnesty in KPP Pratama Purwokerto.
Through normative juridical research by using primary and secondary data that were presented qualitatively and analyzed descriptively it was obtained that individual taxpayers at KPP Pratama Purwokerto got preventive and repressive legal protection in accordance with the provision of Law No. 11 of 2016 on Tax Amnesty and the Regulation of General Director of Tax No. PER-11/PJ/2016 concerning Advanced Regulation on the Implementation of Law No. 11 of 2016 on Tax Amnesty.
Legal protection was preventively administered by limiting the use of data and information only for purposes of taxation, secrecy guarantee of taxpayers data and information, and the exception of the implementation of Article 18 of Law No. 11 of 2016 on Tax Amnesty for certain tax subjects who gained earnings under Untaxed Income. While repressive law protection was conducted in the case of a dispute by filing a lawsuit through a tax court. Despite several technical problems, tax amnesty at KPP Pratama Purwokerto was well-implemented and successful shown by the achievement of ransom amount that was over the target.
1602619336C1B013121ANALISIS PENGARUH PENEMPATAN KERJA PENGHARGAAN DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi pada Karyawan Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Serayu Citanduy Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Penempatan Kerja Penghargaan dan Jaminan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja Karyawan sebagai variabel mediasi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah lima puluh. Metode yang digunakan adalah metode sampling jenuh (sensus) responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Regresi Berganda, Regresi Sederhana, dan Sobel Test yang menunjukan bahwa: Penempatan kerja Penghargaan dan Jaminan Sosial berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja Karyawan, dan Kepuasan Kerja Karyawan berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan, serta Kepuasan Kerja Karyawan memediasi hubungan antara Jaminan Sosial terhadap Kinerja Karyawan Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Serayu Citanduy Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah Kepuasan Kerja Karyawan dapat meningkat bila dilakukan dengan cara yang tepat, seperti penempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian karyawan, pemberian penghargaan sesuai dengan output atau hasil kerja karyawan, dan pemberian jaminan sosial sesuai dengan apa yang dibutuhkan karyawan. Dengan kepuasan kerja karyawan yang tinggi, maka kinerja karyawan meningkat.This research aims to find out and analyze the influence of Work Placements and Social Security against the Performance of Employees with Employee Job Satisfaction as variables of mediation. The number of respondents that were taken in this study there is fifty. The method were used is method of sampling of saturated (census) respondents. Based on the results of research and data analyze using Multiple Regression, Simple Regression, and Sobel Test showed that: A work Placement Awards and Social Security have a positive effect toward Employee Satisfaction, Employee Satisfaction effeced positive effect on Performance of Employees, Employee Job Satisfaction as well mediate the relationship between Social Security toward Employees Performance Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Serayu Citanduy Purwokerto. The implication of this research is the Job Satisfaction of Employees can be increased when it is done the right way, such as work placements to suit the capabilities and expertise of the employees, award in accordance with the outputs or results of the work of employees, and the granting of social security in accordance with what kind of required the employees. With high employee job satisfaction, then the employee's performance increases.
1602719338C1C013007PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN DENGAN PEMODERASI FAKTOR EKSTERNALJudul Penelitian ini adalah pengaruh sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas informasi laporan keuangan pada pemerintah Kabupaten Banyumas dengan pemoderasi faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas informasi laporan keuangan pada pemerintah daerah Kabupaten Banyumas dengan pemoderasi faktor eksternal.
Populasi dalam penelitian ini adalah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Banyumas. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 53 OPD. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji moderasi Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia secara parsial berpengaruh positif terhadap kualitas informasi laporan keuangan pada pemerintah daerah Kabupaten Banyumas, faktor eksternal memoderasi sistem pengendalian intern terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah Kabupaten Banyumas, sedangkan faktor eksternal tidak dapat memoderasi pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya terhadap kualitas informasi laporan keuangan pada pemerintah daerah Kabupaten Banyumas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan organisasi perangkat daerah di Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan kualitas informasi laporan keuangan melalui peningkatan sistem pengendalian intern, pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia.
This study is entitled the influence of internal control system, information technology utilization and human resources competencies on local government quality of financial report information in Banyumas Regency with external factors as moderating variable. This study aimed to examine the effect of internal control system, information technology utilization and human resources competencies on local government quality of financial report information in Banyumas Regency with external factors as moderating variable.
The population in this study is Organisasi Perangkat Daerah (OPD) in Banyumas Regency. Purposive sampling technique used in this study as many as 53 OPD. Data collection in this study using questionnaire. The data were processed using multiple linear regression analysis and moderated regression analysis (MRA).
The results of this study indicate that internal control system, information technology utiization and the competence of human resources partially have a positive effect on local government quality of financial report information in Banyumas Regency. External factors able to moderate the influence of internal control system to local government quality of financial report information in Banyumas Regency, while external factors cannot moderate the tecnology information utilization and human resources competencies to local government quality of financial report information in Banyumas Regency. Hope this study can be applied in Banyumas Regency to improve the quality of financial report information through improved internal control system, information technology utilization and human resources competencies.
1602819331G1B013039Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pekerja Pembuat Bata di Desa Kedondong Sokaraja Tahun 2017Latar belakang :. Hasil pengukuran kapasitas paru 5 pekerja pembuat batu bata di Desa Kedondong Sokaraja pada bulan oktober 2016 didapatkan hasil bahwa 4 pekerja mengalami gangguan fungsi paru berupa 2 restriksi dan 2 gangguan campuran, Atas hasil diatas peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang faktor faktor yang berhubungan dengan gangguan fugsi paru pekerja pembuat bata di Desa Kedongdong Sokaraja dengan tujuan untuk mengetahui gangguan fungsi paru pekerja dan faktor yang mempengaruhinya

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian sebanyak 93 pekerja pembuat bata dengan jumlah sampel sebanyak 38 pekerja diambil menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square.

Hasil : penelitian menunjukan 16 pekerja mengalami gangguan restiksi , 6 pekerja mengalami obstruksi, dan 6 pekerja mengalami gangguan campuran. 29 pekerja (76.3%) berusia ≥ 40 tahun (beresiko), 20 pekerja (52.6%) merupakan perokok sedang (7-12 batang/hari), 32 pekerja (84.2%) mempunyai kebiasaan olahraga tidak baik, 25 pekerja (65.8%) memiliki status gizi normal, 26 pekerja (68.4%) memiliki masa kerja lama (≥ 5 tahun), 35 pekerja tidak (92.1%) pernah menderita penyakit paru, dan 28 pekerja (73.7%) belum pernah bekerja di tempat berdebu sebelumnya.

Kesimpulan : Tidak ada hubungan variabel usia, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, status gizi, riwayat penyakit dan riwayat pekerjaan dengan kapasitas vital paru. Ada hubungan variabel masa kerja dengan kapasitas vital paru

Saran : Pekerja sebaiknya memeriksakan kesehatan parunya segera ke dokter, pekerja sebaiknya merancang tempat kerja agar paparan asap dan debu pembakaran dapat dikurangi

Kata Kunci : Kapasitas vital paru, gangguan fungsi paru, pekerja pembuat bata
Background : Measurement result on five worker of brick industry in kedongdong village sokaraja on October 2016 show that four worker had abnormality on their lungs, two workers had restriction while the other had mixed abnormality. Based on that survey result, the reseacher intend to do reseach about factors that correlate with lung vital capacity on worker of brick industry in Kedongdong village Sokaraja in order to know lung vital capacity of the brick worker and factors that correlate with

Methods : This research is quantitative research with cross sectional design study. Sample of this research are 38 worker taken by randomly. This research use Chi Square.

Result : Results of this research shows 16 workers had restriction, 6 had obstruction, and 6 workers had mixed abnormality on their lungs. Total 29 workers (76.3%) had risky age (≥ 40 years old), 20 workers (52.6%) are mid-smoker (7-12 cillinder/day), 32 workers (84.2%) had a bad habit on sport, 25 workers (65.8) had normal Body Mass Index, 26 workers (68.4%) had long year of work (≥ 5 years), 35 workers (92.1%) never had lung disease, and 28 workers (73.7%) never work on dusty place before.

Conclusion : There is no correlation between age, smoking habit, sport habit, body mass index, history of lung disease, and histroy of work with lung vital capacity. There is correlation between years of work with lung vital capacity

Keywords : Lung vital capacity, Lung abnormality, Brick worker
1602919340I1F015004ASOSIASI HUBUNGAN KERJA PERAWAT NON PEGAWAI NEGERI SIPIL TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Latar Belakang: Hubungan kerja perawat Non PNS merupakan suatu hal penting dalam pekerjaan perawat Non PNS sehingga jika hubungan kerja perawat Non PNS itu baik maka diharapkan kualitas pelayanan keperawatan juga baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi hubungan kerja perawat Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan efek terhadap kualitas pelayanan keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi: Penelitian deskriptif asosiasi ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 73 responden perawat Non PNS, sampel diambil secara proporsional random sampling dengan menggunakan pengisian kuesioner. Uji asosiasi antara data demografi dan kualitas pelayanan keperawatan menggunakan uji Chi square, sedangkan untuk uji asosiasi hubungan kerja perawat Non PNS terhadap kualitas pelayanan keperawatan menggunakan uji Gamma. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa data demografi (umur, jenis kelamin, pendidikan, pernikahan, lama bekerja) secara statistik tidak ada asosiasi yang bermakna terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Uji Gamma pada hubungan kerja terhadap kualitas pelayanan keperawatan memiliki nilai p 0,001 (<0,005) yang menunjukkan nilai kebermaknaan, sedangkan nilai asosiasi sebesar 0,532 menunjukkan arah positif dengan kekuatan asosiasi sedang. Kesimpulan: Hubungan kerja dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan, jika hubungan kerja perawat Non PNS baik maka kualitas pelayanan keperawatan juga baik.Background: Work relationship is the important things in the work of non-civil servant nurse so that if the work relationship goes well, then the quality of nursing service will goes well too as expected. This study aims to know about work relationship of non-civil servant nurse and effect toward quality of nursing services in Margono Soekarjo Hospital. Methodology: This descriptive association research was using cross sectional design with involving 73 respondents of non-civil servant nurse. The sample was taken by proportional random sampling using the questioner form filling. Chi square test was used in association test between demography data and nursing service, while gamma test was used in the association test in the non- civil servant work relationship against the quality of nursing services. Research result: The result of this research is showing that demography data (age, sex, study, married, length of work) there is no statistically significant association to the quality of nursing services. Gamma test on work relationship against quality of nursing service has score p 0,001 (<0,005) which indicates a significant value, while the association score by 0,532 in showing positive direction with medium association strength. Summary: Work relationship could affect the quality of nursing service. If the non-civil servant nurse has good work relationship, the quality of nursing services will be good as well.
Keyword: Non-civil servant nurse, Work relationship, The quality of nursing services.

1603019341B1J013197AKTIVITAS ANTIFUNGI ISOLAT AKTINOMISETES TANAH PERAKARAN MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicansAktinomisetes adalah kelompok bakteri Gram positif, filamen, membentuk spora, dan mampu menghasilkan senyawa antifungi. Isolasi aktinomisetes telah dilakukan dari sampel tanah mangrove Segara Anakan Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui isolat aktinomisetes yang menghasilkan aktivitas antifungi, inkubasi optimal untuk menghasilkan aktivitas antifungi tertinggi, dan karakteristik senyawa bioaktif isolat aktinomisetes. Hasil penelitian ditemukan 15 dari 24 isolat aktinomisetes memiliki aktivitas antifungi, dan 3 isolat di antaranya memiliki aktivitas antifungi tertinggi yang menghambat pertumbuhan C. albicans. Inkubasi optimum untuk memproduksi senyawa antifungi adalah 14 hari. Diameter zona hambat tertinggi dibentuk oleh ekstrak antifungi isolat aktinomisetes C dengan ukuran diameter 19,7 mm pada inkubasi 14 hari, yang diekstraksi dengan pelarut etil asetat (1:1 v/v). Karakteristik ekstrak kasar memiliki nilai Rf antara 0,64 - 0,95 pada pelarut kloroform, etil asetat, dan asam asetat (3:3:1 v/v/v). Berdasarkan morfologi, biokimia, sumber karbon dan sekuen gen 16S rRNA, aktinomisetes C memiliki kemiripan terhadap Streptomyces sp. SCSIO 04777.Actinomycetes are Gram positive bacteria, filamentous, spore forming, and are capable to producing antifungal compound. Isolation of actinomycetes has been done from mangrove soil sample Segara Anakan Cilacap. The purpose of this research was to know the actinomycetes isolate produced antifungal activity, optimal incubation period to produced highest antifungal activity, and characteristic of bioactive compound actinomycetes isolate against C. albicans. The results of the study were found 15 from 24 actinomycetes isolates has antifungal activity, and 3 isolates among them has highest antifungal activity on growth of C. albicans. Optimum incubation period to producing antifungal compound was 14 days. The highest inhibitory zone diameter was formed by an antifungal extract from actinomycetes C with diameter size 19.7 mm at 14th days incubation, which was extracted with ethyl acetate solvent (1:1 v/v). The characteristic of crude extract has Rf values between 0,64 - 0,95 in the cloroform, ethyl acetate, and acetic acid solvents (3:3:1 v/v /v). Based on morphological, biochemical, carbon source and 16S rRNA gene character, actinomycetes C has similarity belonged to Streptomyces sp. SCSIO 04777.
1603119342F1I012049PERAN UNIFIL II (UNITED NATION FORCE IN LEBANON II) DALAM PENYELESAIAN KONFLIK HIZBULLAH – ISRAEL DI LEBANON 2006 - 2015Penelitian ini membahas bagaimana peran Organisasi Internasional sebagai pihak ketiga pada konflik antara Hizbullah dan Israel yang terjadi di wilayah Lebanon. Konflik antara kelompok Hizbullah dengan Negara Israel yang berlangsung sejak lama membutuhkan pihak ketiga untuk menginisiasi perdamaian antar keduanya. Organisasi Internasional dalam hal ini PBB membentuk sebuah pasukan yang dikenal sebagai UNIFIL, tujuannya adalah sebagai inisiator dalam mendamaikan dan mengkondusifkan konflik yang terjadi di Lebanon tersebut. UNIFIL datang ke Lebanon dalam misi peacekeeping operation, sebagai pasukan penjaga perdamaian agar konflik mereda. UNIFIL II melaksanakan tugasnya sebagai peacekeeper dengan cara memonitoring pergerakan tentara Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah rawan konflik. Tindakan yang UNIFIL II ambil pun tidak mengutamakan persenjataan dan power mereka sebagai pasukan perdamaian, tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dari salah satu pihak karena UNIFIL II hadir bersifat netral dan membangun kepercayaan kedua belah pihak.This research talk over how the role of International Organization as a third party on the conflict between Hizbullah and Israel that occurred in the Lebanese region. The conflict between Hizbollah and Israel required a third party to initiate peace Hizbullah and Israel. The International Organization in this case, the United Nations, established a force known as UNIFIL, its objective is being as an initiator in reconciling and conducting the conflict in Lebanon. UNIFIL came to Lebanon on a peacekeeping operation mission, as peacekeeping troops for the conflict to subside. UNIFIL II performs its duties as a peacekeeper by monitoring the movement of Israel soldiers and Hizbollah groups in troubled areas. The action that UNIFIL II took did not give priority to their armament and power as peacekeeping forces, the goal was to avoid misunderstanding from one of the parties because UNIFIL II was present neutral and built the trust of both parties.
1603219274E1A013315PERLINDUNGAN HUKUM PERAWAT DALAM MENJALANKAN PRAKTIK KEPERAWATAN (Studi Sinkronisasi Pengaturan Hak-Hak Perawat Dalam Struktur Perundang-Undangan Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum perawat dalam menjalankan praktik keperawatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia.
Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, dan digunakan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), studi pustaka serta studi dokumenter dengan spesifikasi penelitian inventarisasi hukum dan sinkronisasi hukum. Penelitian ini berlokasi di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum dan Unit Pelaksana Teknis Universitas Jenderal Soedirman. Jenis dan sumber bahan hukum meliputi bahan hukum sekunder yang diperoleh dari kepustakaan dan dokumen. Kemudian, bahan yang terkumpul diolah secara normatif kualitatif yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional yang dihubungkan satu dengan yang lainnya disesuaikan dengan pokok permasalahan yang diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum perawat pada praktik keperawatan dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa peraturan yang mengandung perlindungan hukum perawat dengan derjat lebih rendah didasarkan pada peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi. Dan dengan telah adanya undang-undang perawat yang mengatur secara khusus berdampak pada semakin kuatnya perlindungan hukum in abstracto terhadap perawat, yakni hak dan kewajiban perawat telah diatur secara terperinci. Kemudian, Bentuk perlindungan hukum terhadap perawat dalam menjalankan praktik keperawatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia meliputi advokasi atau pembelaan, perlindungan, memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan, atau keluarganya, menerima imbalan jasa, memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, memperoleh perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama, mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan profesinya, menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan peraturan, dan memperoleh fasilitas kerja sesuai standar.
This research aims to determine the synchronization of legal protection arrangements and forms of legal protection of nurses as well as implementing the Nursing practice on the structure of Indonesian regulation.
This research used qualitative research method with normative juridical approach, and also applying the method of statue approach, analytical approach. Literature studies and documentary studies with legal research specifications and legal synchronization. The research is located in the Scientific Information Center of the Faculty of Law and Technical Executive Unit of Universitas Jenderal Soedirman. The types and sources of legal materials included secondary legal materials obtained from literature and documents. Thereafter, the collected material is processed by normative qualitative as a whole qualitative description. presented in the form arranged in a systematic, logical, and rational which are related to each other by adjusting with the main proposition of the research.
Based on the results of the research, it can be concluded that the arrangements regarding the legal protection of nursing on the practice of nursing in the structure of Indonesia legislation proves adequate for synchronization. It means that the regulation containing the legal protection of nursing with lower range are based on regulations that have higher range. And with the existence of laws that regulate nurses in particular proposition resulted in a strong-protection law in abstracto against nurses. which is, the rights and obligations of nurses have been regulated in detail. Then the form of legal protection arrangements and forms of legal protection of nurses as well as implementing the Nursing practice on the structure of Indonesian regulation includes advocacy, protection or pleading, gaining complete and correct information from recipients of health care services, or their family, receiving in Exchange for services, obtain the protection of the safety and occupational health, obtain the appropriate treatment in accordance with the human diginity, morals, ethics, As well as religious values. Receive an opportunity to develop their profesion, have a right to reject the urge along recipients of health services that is contrary with the regulation,and receive the appropriate standard of working facilities.
1603319344B1J013205PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU
FUSARIUM PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)
Tanaman melon (Cucumis melo) memiliki potensi ekonomi untuk dibudidayakan karena buahnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan niacin. Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum menyebabkan produksi melon mengalami penurunan. Salah satu cara pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman melon yang ramah lingkungan adalah penggunaan musuh alami atau pengendalian secara hayati. Salah satu mikroorganisme yang dapat menjadi agen pengendali hayati adalah Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 dosis MVA campuran (0 g/tanaman, 10 g/tanaman, 12,5 g/tanaman, 15 g/tanaman, 17,5 g/tanaman) dan 2 cara inokulasi yang dikombinasikan (inokulasi saat biji ditanam, inokulasi saat bibit dipindahtanamkan). Masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan dan setiap ulangan adalah tiga tanaman, sehingga jumlah seluruhnya ada 30 unit percobaan atau 90 tanaman. Parameter yang diamati yaitu masa inkubasi penyakit dan munculnya penyakit layu fusarium pada tanaman melon dan parameter pendukung yaitu pH, temperatur, kelembapan, dan derajat infeksi. Dosis 15 g/tanaman saat biji di tanam dan dosis 15 g/tanaman saat bibit dipindahtanamkan merupakan dosis yang paling efektif untuk memperpanjang masa inkubasi penyakit layu fusarium pada tanaman melon.Melon (Cucumis melo L.) has economic potential to be cultivated because the fruit contains protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, fiber, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, and niacin. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum will decrease melon crop production. One of controlling method to Fusarium wilt diseases on melon plants which safe for environtmental by using biological control. One of microorganisms which can be biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM). This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 5 doses of VAM mixture ( 0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. Each treatment was repeated 3 times and each unit consist of three plant, so there are 30 units of experiments or 90 plants. The main variabels are observed consist of the incubation periode of the disease and the intensity of fusarium wilt and the supporting variabels consist of pH, temperature, humidity, and the scale of infection. The mixed MVA 15 g/plant dosage inoculated when seeds are planted and 15 g/plant dosage inoculated when the seedlings are replanted is the most effective to suppress incubation period of Fusarium wilt disease.
1603419696F1F010063PSYCHOLOGICAL TRAUMA OF PATRICK CHARACTER DEPICTED
IN LIZ FIELDING’S BABY ON LOAN
Fenomena saat ini terdapat banyak novel yang menceritakan sisi psikologis tokoh.
Sebagian besar novel tersebut menceritakan unsur psikologis tokoh berkaitan dengan
peristiwa traumatik dalam hidup. Dalam hal ini, penting untuk menganalisis sebabakibat
dari trauma psikologis agar pembaca mudah dalam memahami unsur
psikologis dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik
literature review dari teori sebab-akibat. Data dikumpulkan dengan cara membaca
dan mencatat kutipan dalam novel. Data dikumpulkan dalam bentuk paragraph,
kalimat, dialog, maupun monolog yang berisi atau berkaitan dengan unsur trauma
psikologis. Kemudian data dianalisis dan diklasifikasikan menjadi sebab, sedangkan
akibat dianalisis dalam bentuk respon umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat empat penyebab utama terjadinya trauma psikologis pada tokoh Patrick,
yaitu percakapan tentang masa lalu, munculnya hal yang berkaitan dengan kejadian
traumatik, belum adanya pengganti atas kehilangan sesuatu yang berharga, serta
adanya perasaan tidak ingin peristiwa traumatik terulang. Selanjutnya, terdapat 53
data dalam bentuk respon umum yang menunjukkan akibat dari trauma psikologis.
Respon umum ini terdiri dari respon emosional, kognitif, perilaku, dan respon
fisiologis. Penyebab yang paling dominan pada psychological trauma yang dialami
Patrick adalah munculnya hal yang berkaitan dengan peristiwa traumatik. Sedangkan
respon umum yang paling sering muncul akibat psychological trauma yaitu terus
menerus mengingat peristiwa traumatik. Penelitian ini akan berdampak pada
kemudahan pembaca dalam memahami masalah psikologis yang dialami tokoh
dalam novel.
The current phenomenon shows that many novels tell the psychological side of the
character. Most of the novels telling the psychological side of the character are
connected with the traumatic story in life. It is important to analyze the cause-effect
of psychological trauma to help the reader understand the psychological side of the
novel. This research aims to determine the cause-effect of psychological trauma on
Patrick character. The research is qualitative research with literature review
technique of cause-effect theory. The data are collected by reading and writing the
novel. Data collection is in the form of sentences, paragraph, dialogues, and
monologues that are related or contain elements of psychological trauma. The data
are analyzed and classified to the causes, while the effects are showed as general
responses. The result of the research shows that there are four main causes of
psychological trauma of Patrick character. Then, they are 53 data of general
responses to show the effect of psychological trauma. The general responses consist
of emotional response, cognitive response, behavior response, and physiological
response. The most dominant cause of Patrick's psychological trauma is appearing of
problem related to traumatic events. While the general response that most often
arises due to psychological trauma is constantly remembering traumatic events. This
research will help the reader to understand the psychological problem of character in
novel.
1603519345F1A013002“Manaqib”: Antara Simbol, Identitas dan solidaritasAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi manaqib pada TQN Suryalaya, menganalisis makna pada setiap simbol yang terdapat dalam prosesi manaqib. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif pada jamaah TQN yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi manaqib TQN sebagai media silaturahmi bagi pengikut TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Pelaksanaan Manaqib dilakukan setiap tanggal 11 pada bulan hijriah, manaqib dibagi menjadi dua rangkaian yaitu manaqib asgor (kecil) dan manaqib akbar. Manaqib mempertemukan masyarakat khususnya anggota TQN dalam satu tempat, bersama-sama melaksanakan manaqib dan diakhiri dengan ziarah ke makam Abah Anom sebagai mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Selanjutnya, manaqib menciptakan makna dari rangkaian prosesi tersebut. Masing-masing prosesi merupakan simbol yang dimaknai oleh jamaah. Manaqib sebagai sarana memperkuat integritas dan keakraban antar jamaah manaqib. Pada saat pelaksanaan manaqib, terutama saat makan bersama terjadi perbincangan informal antar jamaah manaqib. Hal ini memungkinkan masyarakat lebih terbuka dan saling memahami satu sama lain. Abah Anom sebagai simbol ketokohan dan TQN Pondok Pesantren SuryalayaABSTRACT: The research head for describing the. The research was done by using qualitative manaqib procession in TQN Suryalaya, to analyze the meaning of each symbol contained in the manaqib procession. The research was done by using qualitative descriptive method in TQN congregation which was determined by purposive sampling. The result of this research shows that TQN Manaqib procession as the media in growing a good relationship for the member of TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Manaqib is conducted every 11th in Hijriah month. Manaqib is divided into two, Manaqib asqor (small) and manaqib akbar (big). Manaqib unites the society, especially the member of TQN of Pondok Pesantren Suryalaya in one place, together do Manaqib and ended with devotional visit to Abah Anom grave as TQN Mursyid of Pondok Pesantren Suryalaya. Then, Manaqib creates sense from those sequence processions. Each of them is the symbol that is meant by Jemaah. Manaqib is as the tool to strengthen integrity and familiarity among Manaqib Jemaah. At the day of Manaqib, especially when they eat together, they talk in informal way among Jemaah. This allows the community to be more open and understand each other. Next, the dish in Manaqib asgor is the symbol of social status. This emerges individual control to one another. Abah Anom is the symbol of prominent figure in TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
1603619346E1A012038“Peranan Toksikologi Forensik Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Kriminalistik di Polda Jawa Tengah).”ABSTRAK

Toksikologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang penggunaan berbagai bahan kimiawi yang dapat menyebabkan efek toksik terhadap tubuh. Seiring dengan kemajuan teknologi, produksi dari bahan–bahan kimiawi beracun pun semakin banyak dan beredar luas. Oleh karena itu, dalam pengungkapan suatu kasus keracunan yang disebabkan oleh bahan–bahan kimiawi berbahaya, memerlukan suatu cabang ilmu lain, yaitu toksikologi forensik. Peran toksikologi forensik dalam mengekspresikan ketidakadilan adalah membantu semua penegak hukum khususnya dalam menganalisis racun. Penelitan ini menggunakan metode analisis yuridis empiris. Dalam penelitian ini meneliti tentang peranan toksikologi forensik dan kekuatan pembuktian toksikologi forensik dalam pengungkapan kasus pembunuhan di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Penelitian didasarkan atas kasus pembunuhan dengan menggunakan racun yang pernah terjadi di wilayah hukum Polda Jawa Tengah pada tahun 2015 dimana kasus tersebut tidak terekspos secara maksimal oleh media massa.
ABSTRAC

Toxicology is one of a branch of science that focus on chemicals that can cause toxic effect for human bodies. As a rapid development of technology, the chemical product is produced more than before and spread wider. Because of that, we need another branch of science that called as forensic toxicology. Forensic role toksicology in expressing doing an injustice is assist all enforcer punish specially in analysing poison. This research uses empirical juridical analysis method. In this study examined the role of forensic toxicology and forensic force of forensic evidence in the disclosure of murder cases in the jurisdiction of Central Java Police. The study was based on murder cases using poison that had occurred in the jurisdiction of Central Java Police in 2015 where the case was not exposed maximally by the mass media.
1603719357H1B013017MODEL REGRESI SPLINE LINIER MULTIVARIABEL DALAM PDRB SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI KABUPATEN PURBALINGGAPada tahun 2002 hingga 2015 Kabupaten Purbalingga masih menjadi Kabupaten yang terbilang miskin di Provinsi Jawa Tengah. Banyak faktor yang mempengaruhi persentase penduduk miskin di Kabupaten Purbalingga, salah satunya adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang menjadi gambaran pertumbuhan ekonomi dalam suatu daerah. PDRB terdiri dari 9 sektor ekonomi dan sektor utama di Kabupaten Purbalingga adalah sektor pertanian. Sektor pertanian terdiri dari 5 subsektor yang belum diketahui sektor mana yang paling mempengaruhi persentase penduduk miskin. Regresi spline adalah salah satu metode yang dapat digunakan, dengan sifat tersegmen yang dimilikinya memungkinkan menyesuaikan diri secara efektif terhadap karakteristik data. Regresi spline linier digunakan untuk mengestimasi persentase penduduk miskin di Kabupaten Purbalingga terhadap 5 subsektor PDRB sektor pertanian dengan masing-masing sebanyak 14 data amatan dan dengan kriteria MSE dan metode OLS untuk estimasi parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB subsektor tanaman perkebunan dan subsektor perikanan paling berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin di Kabupaten Purbalingga. Jumlah titik knot yang digunakan sebanyak 10 titik knot dengan K1 = 4,70; K2 = 4,92; K3 = 5,01; K4 = 5,02; K5 = 5,20; K6 = 1,39; K7 = 1,46; K8 = 1,49; K9 = 1,53, K10 = 1,58. MSE yang dihasilkan sebesar 0,004256661 dengan koefisien determinasi 99,98%.In the year 2002 until 2015 Purbalingga Regency is still considered a poor Regency in Central Java. There are a lot of factors are influencing the percentage of poor people in Purbalingga Regency, one of them is Gross Regional Domestic Product (GRDP) as a benchmark for economic growth in a region. GRDP consists of 9 economic sectors, and the main sector in Purbalingga Regency is the agriculture sector. Agriculture sector consists of 5 subsectors, and it havent been known which subsectors influence poverty the most. Spline regression is one of methods can be used, with its segmented property enable to effectively fitted itself based on the data characteristics. Linear spline regression is used to estimate percentage of poor people in Purbalingga Regency for 5 GRDP subsectors of agriculture sector with 14 data’s each factor and with MSE criteria and OLS method for parameter estimation. The results showed that gardening plant subsectors and fishery subsectors are the most factor to influence percentage of poor people in Purbalingga Regency. The number of knot points are used as many as 10 knot points with K1 = 4,70; K2 = 4,92; K3 = 5,01; K4 = 5,02; K5 = 5,20; K6 = 1,39; K7 = 1,46; K8 = 1,49; K9 = 1,53; and K10 = 1,58. MSE resulted is 0,004256661 with coefficient of determination 99.98%.
1603819348G1B013069FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PENGRAJIN BATA DI KECAMATAN SOKARAJALatar Belakang: Pengrajin batu bata berisiko menderita penyakit akibat kerja maupun kecelakaan kerja. Dampak yang mungkin terjadi akibat pembuatan batu bata antara lain dermatitis, penyakit cacingan, terkena percikan api dan ISPA. Pengendalian dan pencegahan penyakit dan kecelakaan akibat kerja salah satunya yaitu dengan alat pelindung diri (APD). Pemakaian alat pelindung diri sangat di pengaruhi oleh perilaku pekerja. Hasil studi pendahuluan pada pengrajin bata di Kecamatan Sokaraja menunjukkan angka yang rendah dalam pemakaian APD yaitu, dari 6 pengrajin bata, 1 diantaranya menggunakan sepatu boots, 2 diantaranya menggunakan sarung tangan dan sisanya 3 pengrajin tidak memakai alat pelindung diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pemakaian alat pelindung diri pada pengrajin bata di Kecamatan Sokaraja.
Metodologi: Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 82 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dan Regresi logistik dengan metode Backward LR.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara peran rekan kerja (p=0.004) dan akses informasi (p=0.030) dengan perilaku pemakaian APD pada pengrajin bata di Kecamatan Sokaraja. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa peran rekan kerja (p=0.004) dan akses informasi (p=0,030) merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan perilaku pemakaian APD pada pengrajin bata di Kecamatan Sokaraja. Kekuatan hubungan yang paling kuat adalah peran rekan kerja dengan nilai OR = 3,237 dan akses informasi dengan nilai OR = 2.479.
Kesimpulan: Variabel peran rekan kerja dan akses informasi berhubungan dengan perilaku pemakaian alat pelindung diri pada pengrajin bata di Kecamatan Sokaraja.

Kata Kunci: Perilaku Pekerja, Alat Pelindung Diri (APD), Pengrajin Batu Bata
Background: The craftsman of bricks are at risks for occupational diseases and occupational accidents. Impacts that can occur due to brick making are dermatitis, helminthes diseases, exposure to sparks and respiratory infection. Control and prevention of occupational diseases and accidents one of them with personal protective equipment (PPE). The use of personal protective equipment is greatly influenced by workers' behavior. The results of preliminary studies on brick craftsmen in Sub Distric Sokaraja showed a low number in the use of PPE that is, from 6 brick craftsmen, 1 of them using boots, 2 of them using gloves and the remaining 3 crasftmans didn’t wear personal protective equipment. The purpose of this study is to determine the factors that affect the behavior of the use of personal protective equipment on brick craftsmen in District Sokaraja.
Methods: The research method used is quantitative analytic with cross sectional design. The sample is 82 respondents with sampling technique that is simple random sampling. The statistical test used is Chi-square and logistic regression with Backward LR method.
Result: The result of the research shows that there are significant relationship between the role of co-workers (p = 0.004) and information access (p = 0.030) with the behavior of PPE usage on the brick craftsman in Sub Distric Sokaraja. The result of multivariate analysis showed that the role of co-workers (p = 0.004) and acces information (p=0,030) was the most influential factor with the behavior of PPE usage on brick craftsmen in Sub Distric Sokaraja. The strongest strength of the relationship is the role of co-workers with OR value = 3,237 and acces information with OR value = 2,479
Conclusion: Variables role of co-workers and information access are associated with the behavior of PPE usage on the brick craftsman in Sub Distric Sokaraja
Keyword: Behavior worker, Personal Protective Equipment (PPE), Brick Craftsman
1603919349B1J013049KARAKTERISTIK DAUN SALAK PONDOH (Salacca zalacca ꞌPondohꞌ) JANTAN DAN BETINA BERDASARKAN KARAKTER ANATOMISalak (Salacca zalacca 'Pondoh') merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak disukai dan memiliki prospek baik untuk diusahakan. Salak termasuk tanaman berumah dua, sehingga penyerbukan akan terjadi apabila terdapat pohon salak betina dan pohon salak jantan dalam satu lokasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur dan karakter anatomi daun salak pondoh jantan dan betina di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Madukara, serta mengetahui perbedaan karakter anatomi daun salak pondoh jantan dan betina antara Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Madukara. Metode penelitian menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling, adapun pembuatan preparat anatomi daun menggunakan metode parafin.Variabel yang digunakan adalah karakter anatomi daun salak jantan dan betina antara Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Madukara. Parameter yang diukur meliputi ketebalan kutikula, epidermis, mesofil, ukuran stomata (panjang dan lebar), jumlah stomata dan trikoma per 1 mm2 luas daun. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menginterpretasikan struktur dan karakter anatomi daun salak pondoh jantan dan betina antara Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Madukara, serta analisis Uji t untuk mengetahui perbedaan karakter anatomi daun salak pondoh jantan dan betina antara Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Madukara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun salak pondoh jantan dan betina di Kecamatan Baturraden dan Madukara memiliki struktur anatomi daun yang sama tersusun dari tiga sistem jaringan yaitu epidermis, mesofil, dan berkas pembuluh. Epidermis daun salak pondoh memiliki derivat yaitu stomata dan trikoma. Perbedaan karakter anatomi daun hanya terdapat pada tebal mesofil daun salak pondoh jantan antara Kecamatan Baturraden dan Madukara, sedangkan tebal mesofil pada daun salak pondoh betina, tebal kutikula, tebal epidermis, panjang dan lebar stomata, serta jumlah stomata dan trikomata tidak terdapat perbedaan antara Kecamatan Baturraden dan Madukara.
Salak (Salacca zalacca 'Pondoh') is a native Indonesian plant that is widely preferred and have good prospects for cultivation. Salak includes dioceous plants, so pollination will occur when there are female and male salak trees located in one place. The purpose of this research are to know the anatomical structure and character of male and female salak pondoh leaf in Baturraden and Madukara subdistrict, and to know the difference of anatomical characteristics of male and female salak pondoh leaf between Baturraden and Madukara subdistricts. The method that used in this reseach was survey method with Purposive Random Sampling, while making leaf anatomical preparation was used paraffin method. The variable that used in this research was the anatomical character of male and female salak pondoh leaf between Baturraden and Madukara subdistricts. The parameters measured includes the thickness of cuticle, epidermis, mesophyll, stomata size (length and width), the number of stomata and trichomes per 1 mm2 leaf area. The data obtained were analyzed descriptive to interpreting the anatomical leaf structure and character of male and female salak pondoh leaf between Baturraden and Madukara subdistricts, and t test analysis used to find out the differences of anatomical character male and female salak pondoh leaf between Baturraden and Madukara subdistricts.
The results of this research showed that the male and female salak pondoh leaf in Baturraden and Madukara subdistrict have the same anatomical structure which are composed of the three tissue system that are epidermis, mesophyll, and the vessels. The derivates of the epidermis salak leaf are stomata and trichomes. The differences in the anatomical characters only found in the thickness of mesophyll of the male salak pondoh leaf between Baturraden and Madukara subdistricts, while thickness of mesophyll of the female salak leaf, the thickness of cuticle and epidermis, the length and width of stomata, and the amount stomata and trichomata there were not difference between Baturraden and Madukara subdistricts.
1604019350H1E013036APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
UNTUK EKSPLORASI SUMBER AIR TANAH
DI DESA SOKAWERA, KEC. SOMAGEDE, KAB. BANYUMAS
Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta potensi air tanah di Desa Sokawera Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Wenner sebanyak satu lintasan dan konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi penampang 2D konfigurasi Wenner terdapat tiga lapisan yang terdiri dari tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas 218,00 – 268.,00 Ωm, breksi dengan komponen andesit dengan nilai resistivitas 90,00 – 217,00 Ωm dan batu pasir tufan dengan nilai resistivitas 52,30 – 89,00 Ωm. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan yang terdiri batu pasir tufan dengan nilai resistivitas 82,76 Ωm, breksi dengan komponen andesit dengan nilai reisistivitas 116,02 – 216,42 Ωm dan nilai resistivitas sekitar 108,93 – 218,73 Ωm diinterpretasi sebagai tanah penutup (top soil) untuk yang dekat permukaan. Potensi akuifer terdapat di lintasan SS-L3 yang diinterpretasi sebagai batu pasir tufan dengan nilai resistivitas 82,76 Ωm yang terdapat di kedalaman >50 m dengan ketebalan >20 m dan akuifer ini termasuk dalam akuifer tidak tertekan (unconfined aquifer).

The research using resistivity geoelectrical method has been done to determine subsurface structure and groundwater potency at Sokawera Village Somagede District Banyumas Regency. The configuration that used on this method is a line of Wenner configuration and three lines of Schlumberger configuration with the length of 200 m respectively. The result of 2D cross-section inversion on Wenner configuration showed three layers consisting of top soil with the resistivity value 218.00 – 268.00 Ωm, breccia with andesit component with the resisitivity value 90.00 – 217.00 Ωm, and tuff sandstone with the resisitivity value 52.30 - 89.00 Ωm. The result of 1D cross-section log on Schlumberger configuration showed three layers consisting of tuff sandstone with the resistivity value 82.76 Ωm, breccia with andesit component with the resistivity value 100.03 – 216.42 Ωm, and the resistivity value of 116.02 – 218.73 Ωm interpreted as top soil near surface. Aquifer potency is at SS-L3 line that interpreted as tuff sandstone with the resistivity value 82.76 at the depth more than 50 m with the thickness is more than 20 m. This aquifer is not qualified as an unconfined aquifer.