Home
Login.
Artikelilmiahs
19419
Update
RAHAYU YULIA NINGRUM
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GIZI LEBIH PADA ANGGOTA POLISI DI KOTA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Gizi lebih merupakan keadaan patologis, yaitu terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh normal. Meningkatnya gizi lebih tak lepas dari berubahnya gaya hidup di pengaruhi kemajuan teknologi yang menyebabkan seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Energi yang masuk harus disesuaikan dengan pengeluaran energi agar terjadi keseimbangan. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Gizi Lebih Pada anggota Polisi di Kota Purwokerto. Analisis Data: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dengan subjek penelitian sebanyak 70 anggota polisi di Kota Purwokerto. Pengukuran status gizi lebih menggunakan IMT, pola makan diukur dengan menggunakan FFQ, aktivitas fisik diukur menggunakan kusioner aktivitas fisik, analisi bivariat menggunakan fisher exact. Hasil:. Responden dengan status gizi obesitas sebanyak 57,1%, overweight sebanyak 14,3%, responden dengan pola makan buruk 37,1%, responden dengan aktivitas berat sebanyak 95,7%. Tidak ada hubungan antara pola makan dan dengan gizi lebih dengan nilai(p value 0,790 >0.05), tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan gizi lebih dengan nilai (p value 1.000 >0.05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pola makan dengan gizi lebih anggota polisi. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan gizi lebih pada anggota polisi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Nutrition is a pathological state, namely the presence of excessive fat storage than is necessary for normal body function. Increased nutrition is not separated from changing lifestyles influenced technological progress which causes a person less physical activity. Energy intake should be adjusted to energy expenditure for a balance. Objective: to examine relations between Diet and Nutrition Physical Activity With overweight police members in Purwokerto. Methods: This study used a cross-sectional study design, study subjects were 70 members of the police in the city of Purwokerto. Measurement of nutritional status using BMI, diet was measured using the FFQ, physical activity was measured using a questionnaire of physical activity, bivariate analysis using Fisher Exact. Results:. Respondents with nutritional status of obesity as much as 57.1%, overweight as much as 14.3% of respondents with a poor diet 37.1%, of respondents with strenuous activities as much as 95.7%. There is no relations between diet with overweight to police officers in Purwokerto city with (p value 0.790 >0.05). There is no relations between physical activity and overweight to police officers in Purwokerto city (p value 1.000 >0.05). Conclusion: There is no relations between diet and overweight police officers. There is no relations between physical activity with overweight on a police officer.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save