Artikelilmiahs

Menampilkan 16.041-16.060 dari 49.934 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1604119351B1J013005Variasi Morfologi Mangga Cengkir (Mangifera indica ‘Cengkir’) Daerah Pesisir dan Bukan Pesisir di IndramayuMangga (Mangifera indica L.) merupakan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini tersebar secara luas di seluruh nusantara. Kabupaten Indramayu merupakan sentra produksi mangga di Jawa Barat dan mempunyai berbagai kultivar mangga. Kultivar mangga yang terkenal di Indramayu salah satunya mangga cengkir, oleh krena itu Indramayu dinamakan sebagai kota mangga. Indramayu termasuk dataran rendah yang sebagian besar daerahnya terdiri atas pesisir. Tanaman mangga yang ada di Indramayu tidak hanya tumbuh di daerah bukan pesisir, tetapi dapat juga tumbuh di daerah pesisir.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologi mangga Cengkir (Mangifera indica ‘Cengkir’) daerah pesisir dan bukan pesisir di Indramayu. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat yaitu variasi morfologi tanaman mangga cengkir dan variabel bebas meliputi ketinggian tempat, kelembaban, suhu udara, dan pH. Parameter penelitian meliputi batang, daun, bunga, buah, dan biji, serta faktor lingkungan (suhu udara, kelembaban udara, pH dan ketinggian tempat). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan uji t menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi antara tanaman mangga daerah pesisir dan bukan pesisir meskipun perbedaan itu tidak terlalu mencolok. Karakter morfologi yang menunjukkan perbedaan adalah bentuk ujung daun, warna bunga, rasa buah, panjang helaian daun, panjang bunga, diameter buah dan berat buah.
Mangoes (Mangifera indica L.) are fruit that have high economic value. This plant is widely spread throughout the archipelago. Indramayu Regency is a mango production center in West Java and has a variety of mango cultivars, but there are famous mango cultivars in Indramayu namely mango cengkir. Therefore, Indramayu is named as the mango city. Indramayu is a lowland area mostly coastal. Mango plants in Indramayu do only grow in non-coastal areas, but can also grow in coastal areas.
The purpose of this research is to know morphological variation of mangoes cengkir (Mangifera indica 'Cengkir') coastal area and not coastal in Indramayu. The research method used was survey method with purposive sampling sampling technique. The variables in this study consisted of the dependent variables of morphology variation of mango cengkir and free variables including altitude, humidity, air temperature, and pH. The research parameters included stems, leaves, flowers, fruits, and seeds, as well as environmental factors (air temperature, air humidity, soil pH and altitude). The data obtained were analyzed descriptively and t test using SPSS program.
The results showed that there were variation between mango plants and non-coastal areas, although the differences were not so obvious in the form of leaf blades, flower color and fruit flavor. The results of t test show that there are differences on long parameter of leaf strand, length of flower, fruit diameter and fruit weight.
1604219352E1A012220PERLINDUNGAN TERHADAP BARANG SITAAN HASIL PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR
(Studi di POLDA D.I Yogyakarta)
Masalah pengelolaan barang sitaan antara lain adalah tempat penyimpanan yang tidak memadai dan keterbatasan dalam memelihara/mengelola barang sitaan. Oleh karena itu permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Pertama, bagaimanakah bentuk perlindungan terhadap barang sitaan hasil pencurian kendaraan bermotor di POLDA D.I Yogyakarta? Kedua, Bagaimanakah akibat hukum apabila terjadi penyimpangan,penyalahgunaan, kerusakan dan hilang terhadap barang sitaan hasil pencurian kendaraan bermotor tersebut?. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan penelitian lapangan, dimana penelitian langsung dilakukan dengan peninjauan di lapangan serta mendapat data yang diinginkan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (DITTAHTI) POLDA D.I Yogyakarta. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, yaitu penelitian terhadap masalah dengan melihat dan memperhatikan norma hukum yang berlaku dihubungkan dengan fakta-fakta yang ditemui dalam penelitian. Pada penelitian ini penulis menemukan bahwa: Pertama, bentuk perlidungan berupa pengamanan terhadap barang sitaan kendaraan bermotor hasil pencurian berupa kendaraan bermotor dimasukan kedalam gudang penyimpanan khusus roda dua, ditata, pintu gudang dikunci dan dijaga. Perawatan dan pemeliharaan pada barang sitaan kendaraan bermotor tidak dilakukan karena lebih mengutamakan keamanannya, gudang penyimpanan yang kurang memadai menyebabkan rusaknya beberapa kendaraan bermotor sitaan. Kedua, selama ini belum pernah terjadi penyalahgunaan/penyimpangan terhadap barang sitaan kendaraan bermotor hasil pencurian, apabila itu terjadi maka bagi pelaku dapat dikenai hukuman berupa hukuman disiplin, hukuman kode etik, dan hukuman pidana/peradilan umum.

Kata Kunci: Perlindungan, Sitaan Kendaraan Bermotor, POLDA D.I Yogyakarta
The confiscation of confiscated goods is, among other things, inadequate storage facilities and limitations in maintaining/managing confiscated goods. Therefore, the problem studied in this research is First, how is the form of protection against confiscated goods result of motor vehicle theft in Police D.I Yogyakarta? Secondly, what are the legal consequences of deviations, misuse, damage and loss of confiscated goods resulting from the theft of such vehicles? Data collection method used in this research is conducting field research, where the direct research is done by field observation and get the desired data in Directorate of Prisoners and Evidence (DITTAHTI) Police D.I Yogyakarta . Approach method used in this research is juridical empirical, that is research to problem by seeing and pay attention to applicable legal norm related with facts encountered in research. In this study the authors found that: First, the form of protection in the form of securing of motor vehicle confiscated goods resulting from theft of motor vehicles included into the warehouse of two-wheeled special storage, laid out, locked and guarded warehouse doors. The maintenance and maintenance of motor vehicle confiscated goods is not done because of its security priority, inadequate storage warehouse causing damage to several confined motor vehicles. Secondly, there has never been any misuse of the seized vehicle confiscated goods, if it happens then for the perpetrator may be punished in the form of disciplinary punishment, penal code, and general criminal/court punishment.

Keywords: protection, motor vehicle confiscation, Yogyakarta regional police
1604319353G1B013045Hubungan Faktor Internal dengan Keluhan Low Back Pain pada Pekerja Pembuat Bata di Desa Pamijen Kecamatan SokarajaLatar Belakang: Industri Batu Bata di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja merupakan Industri informal yang memiliki risiko keluhan LBP diantaranya umur pekerja rata-rata >40 tahun, masa kerja >5 tahun, lama kerja rata-rata >8 jam/hari, perilaku merokok saat istirahat, jarang berolahraga dan sikap kerja yang tidak ergonomi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor internal dengan keluhan LBP pada pekerja pembuat bata di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja.

Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, dan dilakukan diIndustri informal batu bata Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja dari bulan Januari - Mei 2017. Populasi merupakan pekerja pembuat bata. Pengambilan sampel menggunakan tekniktotal samplingberjumlah 44. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisisbivariat dengan ujistatistik chi-square.

Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan keluhan LBPyaitu lama kerja (p-value = 0,001), masa kerja (p-value = 0,042) dan sikap kerja (p-value = 0,010), sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur (p-value = 0,619), status gizi (p-value = 0,119), kebiasaan olahraga (p-value = 0,413), kebiasaan merokok (p-value = 0,341), dan beban kerja (p-value = 0,649).

Kesimpulan: Ada hubungan lama kerja, masa kerja dan sikap kerja dengan keluhan LBP pada pekerja pembuat bata di desa Pamijen Kecamatan Sokaraja.

Kata Kunci: Low Back Pain (LBP), pembuat bata, lama kerja, masa kerja, sikap kerja.
Baground: Brick Industries in Pamijen Village Sokaraja District is an informal Industry that has LBP complaint risk including worker's age> 40 years old, working period> 5 years, average work length> 8 hours / day, smoking behavior at rest, rarely exercise and a non-ergonomic work attitude. The purpose of this research was to determine the relationship of internal factors with LBP complaints on brick maker workers in Pamijen Village, Sokaraja District.

Methods:This type of research is quantitative with cross sectional design, and done in informal brick industry of Pamijen Village, Sokaraja District from January to May 2017. The population are brick maker. Sampling using total sampling technique amounted to 44. Data processing using univariate analysis and bivariate analysis with chi-square statistical test.

Result:The result of bivariate analysis shows that the variables related to LBP complaints are the length of work (p-value = 0.001), work period (p-value = 0.042) and work attitude (p-value = 0.010), while the unrelated variable are age (p-value = 0.619), nutritional status (p-value = 0.119), exercise habits (p-value = 0.413), smoking habits (p-value = 0.341), and workload (p-value = 0.649).

Conclusion: There is a long working relationship, work period and work attitude with LBP complaint on brick maker in Pamijen Village Sokaraja District.

Keywords: Low Back Pain (LBP), brick maker, length of work, work period, work attitude.
1604419354E1A112119POLIGAMI SEBAGAI ALASAN MENGHINDARI PERZINAHAN
(Studi Putusan Nomor :0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb)
Tulisan hukum ini berjudul Poligami Sebagai Alasan Menghindari Perzinahan (Studi Putusan Nomor : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan poligami sebagai alasan menghindari perzinahan (Studi Putusan Nomor : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif.
Penelitian ini digunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia, di perpustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa poligami yang dilakukan oleh Pemohon termasuk tanggung jawab pemohon untuk menghindari perzinahan karena telah beberapa kali telah melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan calon isteri keduanya, Permohon izin poligami Pemohon di terima oleh Hakim Pengadilan Agama Banjarbaru karena telah memenuhi syarat-syarat poligami menurut perundang-undangan yang berlaku Dalam hal pertimbangan Hukum Hakim Pengadilan Agama Banjarbaru tidak melihat aspek lain selain perundang-undangan.
This research of law is entitled polygamy as an excuse to avoid adultery (Study Of Decision Number : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb). The purpose of this study was to determine the legal considerations of the judge in granting polygamy as an excuse to avoid adultery (Study Of Decision Number : 0223/Pdt.G/2015/PA.Bjb) Research methods used in this research is normative juridical.
This study used secondary data library materials which include official documents, library books, legislation, doctrine, as well as documents relating to research materials available in the library.
Based on the results, it can be deduced that polygamy carried out by the applicant including the responsibility of the aoolicant to avoid adultery due to the applicant had sexual intercourse several times with the woman who haven`t been come the applicant`s wife. The application for the permission of Polygamy is accepted by the judge of the Banjarbaru Religious Court because it has fulfilled the requirements of Poligamy according to the Judge`s Juducial Consideration and does not see any other aspect beside of the Constitution


1604519356F1I012045Upaya Uni Afrika Dalam Menangani Kasus Kelompok Militan Al-Shabaab Di Somalia Tahun 2012 – 2015Tulisan ini berjudul Upaya Uni Afrika Dalam Menangani Kasus Kelompok Militan Al-Shabaab di Somalia Tahun 2012 – 2015 yang mana bertujuan untuk; 1) memahami siapa itu kelompok militan Al-Shabaab; 2) menjelaskan bagaimana masalah tersebut bisa timbul di daratan Somalia; 3) Upaya Uni Afrika sebagai institusi regional menanggapi permasalahan terkait kelompok militan Al-Shabaab di Somalia. Dengan landasan dasar pendekatan institusionalis dalam organisasi internasional, dan peacekeeping. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana data diperoleh dengan teknik pengumpulan data secara pustaka.
Upaya Uni Afrika dalam menangani kasus tersebut dapat dikatakan bersifat operasi perdamaian bertujuan untuk menjaga kestabilan di Somalia, serta menerima bantuan humaniter dari komunitas internasional, dengan begitu dapat membuahkan hasil kerja selama beberapa dekade belakangan ini.
This research entitled “African Union Efforts on Al-Shabaab Case in Somalia Year 2012 – 2015” is explaining; 1) who is militant group Al-Shabaab; 2) explaining on how this militant group emerge in Somalia; 3) African Union’s efforts as regional institution response militant group such as Al-Shabaab in Somalia. Using institutionalist and peacekeeping to elaborate African Union efforts. Using qualitative or desk research methods which obtain the datas from library, books, journal, and working paper.
African Union effort in handling the case using peaceoperation approach aimed to maintain security and stability in Somalia, as well as receiving humanitarian aid from the international community, therefore on achieving progress.
1604619359F1I012054KEBIJAKAN “WAR ON TERRORISM” AMERIKA SERIKAT PADA MASA GEORGE W. BUSH DALAM PERSPEKTIF FEMINIST SECURITY THEORY Skripsi ini membahas Kebijakan Amerika Serikat dalam “War On Terrorism” terkait dengan peristiwa 9/11 yang dikeluarkan oleh Presiden George Walker Bush pada masa itu dilihat dan dianalisis dengan menggunakan perspektif feminist security theory. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pola deskriptif. Kritik dan pandangan feminist security theory terhadap negara Amerika dalam mengeluarkan kebijakan “War on Terror” menjadi fokus penelitian ini terkait dengan analisis kebijakan yang telah diimplementasikan. Penelitian ini memperlihatkan banyaknya kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Amerika dalam “War on Terrorism” bertentangan dengan nilai-nilai perdamaian dunia dan bias gender dilihat dari lensa feminist security theory. Menggunakan Teori Keamanan Feminis atau feminist security theory diharapkan mampu menunjukkan bagaimana kekurangan atau keberhasilan Amerika sebagai negara superpower dalam menciptakan perdamaian dunia. Selain itu, perspektif feminist security theory memperlihatkan solusi-solusi mengenai perdamaian dunia dengan mengkaitkan variabel gender dalam hubungan internasional.

The focus of this study is the United States Policy on "War On Terrorism" related to 9/11 incident issued by President George Walker Bush at that time was seen and analyzed using the feminist security theory perspective. This research is qualitative research with descriptive pattern. Criticism and feminist view of security theory against the United States in issuing the policy of "War on Terror" became the focus of this research related to policy analysis that has been implemented. This study shows that many of the policies made by Americans in "War on Terrorism" are contrary to world peace values and gender biases seen from the lens of feminist security theory. Using Security Theory Feminist or feminist security theory is expected to show how the lack or success of America as a superpower in creating world peace. In addition, the feminist security theory perspective shows solutions to world peace by linking gender variables into international relations.

1604719360B1J013033KARAKTERISTIK ANATOMI DAUN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC) MUTAN AKIBAT IRADIASI
SINAR COBALT-60
Kecipir merupakan salah satu jenis sayuran polong yang termasuk dalam famili kacang-kacangan (Fabaceae). Semua bagian tanaman kecipir kecuali batang dapat digunakan sebagai bahan pangan yang bernilai gizi tinggi terutama protein. Kandungan protein yang tinggi dalam biji kecipir dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Induksi mutasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman kecipir. Mutasi fisik menggunakan sinar Cobalt-60 merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pemuliaan tanaman. Karaktrisasi daun kecipir mutan merupakan bagian dari program pemuliaan tanaman untuk mengetahui keragaman genetik yang berpengaruh dalam peningkatan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui struktur anatomi daun kecipir polong pendek yang teradiasi sinar Cobalt-60 dengan dosis 75 Gy dan lama penyinaran 10 menit, dan mengetahui perbedaan karakter anatomi daun kecipir polong pendek pada tanaman tipe liar dan tanaman yang teradiasi sinar Cobalt-60 dengan dosis 75 Gy dan lama penyinaran 10 menit. Metode penelitian menggunakan survey dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Sampel daun dibuat preparat mikroskopis dengan membuat preparat segar dan preparat awetan (metode parafin). Variabel yang diamati adalah karakter anatomi daun kecipir, dengan parameter tebal kutikula, tebal epidermis, tebal mesofil, tebal daun, rasio palisade, ukuran stomata (panjang dan lebar) dan jumlah stomata. Metode analisis yang digunakan adalah secara deskriptif untuk mengetahui perbedaan karakter anatomi daun pada tanaman tipe liar dan tanaman yang termutasi sinar Cobalt-60.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur anatomi daun kecipir terdiri dari tiga sistem jaringan, yaitu epidermis, mesofil, dan jaringan vaskuler. Iradiasi sinar Cobalt-60 dengan dosis 75 x 10 menyebabkan penurunan terhadap tebal epidermis, tebal mesofil, tebal daun dan jumlah stomata per mm2 luas daun. Daun kecipir yang teradiasi memiliki tebal epidermis atas 8,3 µm, epidermis bawah 4,5 µm; tebal mesofil 58; tebal daun 75,5 µm; jumlah stomata atas 4,5 per mm2 daun; stomata bawah 15,5 per mm2.
Winged been is one type of vegetable pod that included in the family Fabaceae. All parts of the winged been plant except the stem can be used as food with high nutritional value, especially protein. The high amount of protein in winged been can be utilized as alternative food resource. Induced mutation is one way to increase genetic diversity for a sample the using Cobalt-60 rays. Induced mutation by using Cobalt-60 irradiation is a kind of plant breeding method. The characterization of mutant winged been leaf is a part of plant breeding program, in order to know the genetic diversity that affecting production enhancement. The aim of this study were to know anatomical structure of short winged been leaf that had been irradiated with Cobalt-60 light in 75 Gy dosage for 10 minutes, and to know the different of anatomical character between wild type and mutant type by Cobalt-60 irradiation of short winged been leaf. The study was conducted by survey method and random sampling. The leaf samples were made in two the different samples (fresh and preserved paraffin). The observed variables were the anatomical characters of winged leaves, with some parameters like the cuticle thickness, epidermis thickness, mesophyll thickness, leaves thickness, palisade ratio, stomata size (length and width) and the stomata density. The analytical method used was descriptive in order to know the differences of leaf anatomical characters between control and mutated by plant Cobalt-60.
The result showed that anatomical structure of winged been leaves consists of three tissue systems, namely epidermis, mesophyll, and vascular tissue. Irradiation of Cobalt-60 at 75 Gy, 10 minute causes the decrease in epidermis thickness, mesophyll thickness, leaves thickness and the number of stomata per mm2. The winged been mutant leaf is characterized by 8,3 μm upper epidermis, 4,5 μm lower epidermis; mesophyll thickness 58 μm; leaves thickness 75.5 μm; and number of upper stomata of 4.5 unit per mm2 and lower stomata 15,5 unit per mm2
1604819358B1J012174Pengaruh Perlakuan Suhu Pada Spesimen Cacing Ascaris lumbricoides Terhadap Kualitas Dan Kuantitas DNA
Pencegahan dan pengobatan infeksi usus dilakukan dengan obat cacing berulang kali lebih dari beberapa tahun ke depan memungkinkan terjadinya resistensi terhadap obat. Teknik yang digunakan untuk belajar adalah teknik PCR, tapi kualitas dan kuantitas DNA sangat rentan terhadap kontaminasi yang mungkin terjadi selama proses isolasi. Isolasi yang biasa dilakukan dengan menggunakan sampel feses memiliki beberapa kekurangan. Isolasi dapat dilakukan dengan spesimen Ascaris lumbricoides, tetapi struktur lapisan kutikula pada tubuhnya memerlukan metode kerja yang berbeda. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan suhu yang umumnya digunakan sebagai suhu penyimpanan yaitu, suhu kamar (± 25 º C), -20 ° C, -80 ° C dan nitrogen cair (-196 º C). variabel yang diamati adalah pemberian perlakuan suhu pada spesimen. Parameter yang diukur adalah konsentrasi (kuantitas) dan kemurnian (kualitas) hasil isolasi DNA. Hasil penelitian menunjukkan setiap perawatan suhu tidak memiliki perbedaan kualitas dan kuantitas DNA terisolasi. Hasil dari setiap perawatan suhu dapat digunakan dalam proses isolasi DNA untuk menghasilkan DNA baik dalam kualitas dan kuantitas.Prevention and treatment of intestinal infections is done with the anthelmintic repeatedly over the next few years allow the occurrence of resistance to the drug. Techniques used to study was PCR techniques, but the quality and quantity of DNA is very susceptible to contamination that may occur during the process of isolation. Isolation that is commonly carried out using samples of stool have some drawbacks. Isolation can be done with Ascaris lumbricoides specimens, but the structure of the cuticle layer on the body require different working methods. This research was performed experimentally using a complete Randomized Design with temperatures that are generally used as storage temperatures i.e., room temperature (± 25 º C),-20 ° C,-80 ° C and liquid nitrogen (-196 ° C). The observed variable represents the research grant of the treatment temperature on the specimen. Parameters measured (quantity) is the concentration and purity (quality) results in the isolation of DNA. The results showed every care temperature do not have differences of quality and quantity of the DNA isolated. The results of each treatment temperature can be used in DNA isolation process to produce DNA both in quality and quantity.
1604919361G1G013030PENGARUH LAMA DAN KECEPATAN PEMOLESAN PERMUKAAN GIGI MENGGUNAKAN MATERIAL ABRASIF BERBAHAN DASAR SILIKA NANOPARTIKEL TERHADAP PEMBERSIHAN DISKOLORASI EKSTRINSIKDiskolorasi ekstrinsik merupakan pewarnaan gigi yang paling sering terjadi karena pewarnaan ini dapat diakibatkan oleh kebiasaan sehari-hari salah satunya dikarenakan mengkonsumsi kopi. Perkembangan di bidang nanomaterial mendorong penggunaan material-material berbasis nano seperti silika nanopartikel yang memiliki sifat abrasif sebagai bahan dasar material abrasif untuk membersihkan diskolorasi ekstrinsik. Faktor yang dapat mempengaruhi pembersihan diskolorasi ekstrinsik di antaranya adalah lama dan kecepatan pemolesan yang berhubungan dengan gaya gesek dan laju abrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama dan kecepatan pemolesan material abrasif berbahan dasar silika nanopartikel terhadap efektivitas pembersihan diskolorasi ekstrinsik. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental laboratoris dengan rancangan pre-test post-test only group design. Sampel penelitian terdiri dari 9 kelompok dengan jumlah 6 sampel tiap kelompok dengan perlakuan lama dan kecepatan pemolesan berbeda yang terdiri dari kelompok 1a (15 detik, 1000 rpm), kelompok 1b (15 detik, 3000 rpm), kelompok 1c (15 detik, 5000 rpm), kelompok 2a (30 detik , 1000 rpm), kelompok 2b (30 detik, 3000 rpm), kelompok 2c (30 detik, 5000 rpm), kelompok 3a (45 detik, 1000 rpm), kelompok 3b (45 detik, 3000 rpm), serta kelompok 3c (45 detik, 5000 rpm). Hasil uji optik menunjukkan kelompok 1a memiliki nilai terendah dengan rerata 46,90 sedangkan kelompok 3c memiliki nilai tertinggi dengan rerata 94,97. Hasil uji Two-Way Anova dengan nilai p 0,016 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari lama dan kecepatan pemolesan terhadap pembersihan diskolorasi ekstrinsik. Rerata nilai perubahan warna yang tinggi menunjukkan pembersihan diskolorasi ekstrinsik yang semakin baik.Extrinsic stain is the most common tooth staining because can be caused by daily habits, for example due to coffee consumption. The development in the nanomaterial field has encouraged the used of nano-based materials such as silica nanoparticles with abrasion properties as a base material abrasive for cleaning of extrinsic stain. The factors that might affect the cleaning of the extrinsic stain include the time contact and rotary-speed of polishing associated with the frictional heat and abrasion rate. This study aimed to determine the effect of time contact and rotary-speed of polishing of abrasive materials based on silica nanoparticles on the extrinsic stain of tooth surface cleaning. This type of research was quasi experimental laboratory with pre-test and post-test group design. The study sample consisted of 9 groups with 6 samples each groups with different treatments of time contact and rotary-speed consisting of group 1a (15 seconds, 1000 rpm), group 1b (15 seconds, 3000 rpm), group 1c (15 seconds, 5000 rpm), group 2a (30 seconds, 3000 rpm), group 2c (30 seconds, 5000 rpm), group 3a (45 seconds, 1000 rpm), group 3b (45 seconds, 3000 rpm), and 3c group (45 seconds, 5000 rpm). The optical test results showed that group 1a has the lowest value with the mean of 46,90 while the group 3c has the highest value with the mean of 94,97. Two-Way Anova test result with p value 0,016 (p <0,05) showed that there was significant effects of time contact and rotary-speed of polishing to extrinsic stain cleaning. A high rate of color change value showed there was a tooth discoloration cleaning improved.
1605019362F1C013098DIGITALISASI KOMUNIKASI PEMASARAN OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA OLEH DINAS PEMUDA, OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN CILACAP DALAM MENARIK KUNJUNGAN WISATAWAN
Skripsi ini membahas mengenai digitalisasi komunikasi pemasaran Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Kabupaten Cilacap yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Penggunaan digitalisasi sebagai bentuk kegiatan komunikasi pemasaran merupakan hal yang sangat penting karena di era globalisasi ini bentuk pemasaran digital telah berkembang pesat bahkan keberadaannya dapat menggeser eksistensi pemasaran tradisional. Digitalisasi komunikasi pemasaran menjadi terobosan baru untuk melakukan kegiatan pemasaran pariwisata dengan cara yang lebih praktis dan efesien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kemasan digitalisasi objek dan daya tarik wisata yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dan untuk mengetahui kegiatan online marketing yang dilakukan oleh Dinas Olah Raga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Cilacap dalam menarik kunjungan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sehingga menghasilkan deskripsi mendalam mengenai kegiatan digitalisasi komunikasi pemasran ODTW yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olah Raga, dan pariwisata Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap melakukan digitalisasi komunikasi pemasaran melalui online marketing dengan menggunakan media-media yang dipilih yang dianggap sesuai dengan khalayak saat ini yaitu Website, Aplikasi, Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube.
This research discusses the digitalization of marketing communication of tourism objects and tourist attractions held by Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap in order to increase the number of visitors. The use of digitalization as a form of marketing communication is very important because in this globalization era the form of digital marketing communication has shifted the existence of traditional marketing. Digitalization of marketing communication became a new innovation to implement tourism marketing in effective and efficient way.
The purpose of this study is to know the forms of tourism objects and tourist attractions which covered in digital forms and online marketing activities done by Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap in order to increase the number of visitors. This research uses descriptive qualitative method. Result shows that Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Cilacap have done a digitalization process in their marketing communication activities with online marketing and using suitable medias that fit the society nowadays which consist of Website, Application, Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube.
1605119364B1J013207Pertumbuhan Planlet Anggrek Vanda sp. dengan Perlakuan Labu Kuning dalam Media Kultur In VitroAnggrek Vanda digemari karena keindahan bunganya. Vanda dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif secara in vitro pada media tumbuh dengan komposisi nutrisi yang lengkap. Media yang sering digunakan dalam budidaya anggrek secara in vitro adalah Vacin and Went (VW). Pembuatan media dapat ditambahkan bahan organik alami salah satunya dengan penambahan labu kuning. Komposisi labu kuning terdiri atas karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C dan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan planlet anggrek Vanda sp. dengan penambahan labu kuning pada media VW secara in vitro dan mengetahui bobot penambahan labu kuning terbaik pada media VW dalam meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek Vanda sp. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan bobot labu kuning yang berbeda, yaitu kontrol (tanpa labu kuning), labu kuning sebanyak 100 gr/l, 150 gr/l dan 200 gr/l ke dalam media VW. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan planlet, dengan parameter yaitu jumlah daun, panjang daun, jumlah akar dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance), perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan labu kuning dengan bobot 150 g/l merupakan bobot yang terbaik untuk pertumbuhan planlet pada media VW dengan jumlah daun 11,33, panjang daun 11,27 mm dan panjang akar 12,23 mm.Vanda are popular because of its beautiful flowers. Vanda can be propagated either by generative or vegetative with in vitro culture on growth media with a complete nutritional composition. Medium that often used in Orchid cultivation with in vitro culture is Vacin and Went medium (VW). The media can be added with natural organic ingredients such as pumpkin. The composition of pumpkin consists of carbohydrates, protein, calcium, phosphorus, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin C and water. The purpose of this research were to know the growth of Vanda sp. with the addition of pumpkin on VW media in vitro and to know the best weight of pumpkin addition on VW media in increasing the growth of Vanda sp. planlet. The research was conducted in a Completely Randomized Design, which consist of four treatments of weight pumpkin (0 g/l, 100 gr/l, 150 g/l and 200 g/l) into VW media. The parameters observed in this study were the planlet growth, including the number of leaves, the length of leaves, the number of roots and the root length. Data obtained will be analyzed with ANOVA (analysis of variance), treatment continued with BNT test. The results of the study showed that the pumpkin addition with 150 g/l was the best weight for the gorwth of Vanda sp. planlet with the number of leaves 11,33, the length of leaves 11,27 mm, and lenght of root 12,23 mm.
1605219363H1B013028PENENTUAN NILAI EIGEN PADA TRANSFORMASI FOURIER DALAM PENYELESAIAN MODEL ALIRAN FLUIDA NON-NEWTONIANFluida merupakan suatu zat yang mengalir karena adanya tekanan. Berdasarkan viskositasnya, aliran fluida non-Newtonian merupakan salah satu bentuk fluida yang tidak mengikuti hukum Newton tentang viskositas. Pada penelitian ini dikaji linierisasi model aliran fluida non-Newtonian. Selanjutnya, dengan menggunakan transformasi Fourier ditentukan nilai eigen. Nilai eigen diperoleh dengan menggunakan program Maple 13Fluid is a substance that flows because of the stresses. Based on the viscosity, non-Newtonian fluid flow is one of the fluid forms that does not follow the Newton's law of viscosity. In this research we discussed the linearization of non-Newtonian fluid flow models. Furthermore, by using Fourier transform we determine the eigen value which is investigated by using Maple 13 software
1605319365G1F013029FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) TERHADAP Staphylococcus aureusLatar Belakang: Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung sitronelal dan geraniol yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak serai wangi menjadi suatu sediaan gel hand sanitizer yang memenuhi sifat fisik dan stabilitas fisik serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.

Metodologi: Sediaan gel hand sanitizer minyak serai wangi dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 1,25%, 1,5%, 1,75% dan 2%. Hasil uji organoleptis, pH, homogenitas dan Freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dbandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif sediaan hand sanitizer yang ada di pasaran.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variasi konsentrasi HPMC dapat meningkatkan viskositas dan daya lekat, tetapi menurunkan daya sebar gel hand sanitizer. Formula terpilih adalah gel dengan konsentrasi HPMC 1,75% merupakan formula yang stabil selama penyimpanan, memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan gel, dan menghasilkan persentase daya hambat antibakteri terhadap S. aureus sebesar 58,33% dengan zona hambat sebesar 12 mm.

Kesimpulan: Formula terpilih pada konsentrasi HPMC 1,75% memiliki kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.


Kata Kunci: Formulasi, Cymbopogon nardus, HPMC, Hand sanitizer, Staphylococcus aureus
Background: Citronella (Cymbopogon nardus L.) is one of the plants contain citronellal and geraniol which is potential as antibacterials compound. This research are aimed to formulate the citronella oil as the dosage of hand sanitizer gel that completely fulfill the physics character and the physics stability, also to find out antibacterials activity towards Staphylococcus aureus.

Methodology: The dosage of Citronella oil as hand sanitizer gel was made by variations of HPMC concentration 1,25%, 1,5%, 1,75%, and 2%. The result of organoleptic test, pH, homogeneity, and Freeze-thaw were examined in descriptive. Viscosity test, both adhesive and dispersive energy were examined using one way ANOVA and followed by LSD test. The selected formula was tested antibacterials activity used well diffusion method compared to negative and positive control of hand sanitizer dosage in markets.

Result: The research result showed that variation increase of HPMC concentration can enhance the viscosity and the adhesive energy, nonetheless reduce the dispersive energy oh hand sanitizer gel. The selected formula was gel with HPMC concentration 1,75% is a stabil formula while in despository, completely fulfill the physics character and the physics stability the dosage of gel, and had antibacterials resistor energy to S. aureus 58,33% percent of inhibitory with 12 mm inhibition zone.

Conclusion: The selected formula on HPMC concentration 1,75% had antibacterials ability to Staphylococcus aureus.

Keywords: Formulation, Cymbopogon nardus, HPMC, Hand sanitizer, Staphylococcus aureus
1605419366B1J013095STRUKTUR KOMUNITAS TERIPANG DI PULAU MATAKUS KEPULAUAN TANIMBAR KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Penurunan populasi terjadi di sebagian besar negara eksportir, termasuk Indonesia. Hal ini menyebabkan timbul wacana untuk memasukkan teripang dalam Apendiks II CITES (The Convention on Trade in Endangered Speces of Wild Fauna and Flora). Namun, penentuan status Apendiks CITES teripang masih sulit dilakukan akibat minimnya data biologi dan ekologi teripang dari negara-negara eksportir. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar struktur komunitas teripang di Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat (MTB) dan faktor lingkungan yang diduga mempengaruhi struktur komunitas tersebut. Hasil penelitian menemukan 9 spesies teripang dengan jumlah 320 individu teripang. Komunitas teripang di Pulau Matakus memiliki kepadatan yang rendah, yaitu 9,7 ind.100m-2. Keanekaragaman teripang tergolong rendah (H’= 1,1750), kemerataan spesies yang sedang (e = 0,6438), dan dominansi spesies yang relatif rendah (D = 0,3562). Berdasarkan pola pengelompokan struktur komunitas teripang dengan faktor lingkungan yang diukur, hasil pengelompokkan menunjukkan bahwa parameter faktor lingkungan yang diamati tidak mempengaruhi struktur komunitas teripang di Pulau Matakus, Kepulauan Tanimbar, MTB.The population of sea cucumber was reported to decline in all sea cucumber exporting countries including Indonesia. This condition has led CITES (The Convention on Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) to include sea cucumbers in Appendix II. However, the rationale of the inclusion of sea cucumbers in the list of Appendix II is rather difficult due to the lack of biological and ecological data of sea cucumber populations from exporting countries, including Indonesia. This research aimed to obtain baseline data on the sea cucumber community structure and their environmental factors in Matakus Island, Tanimbar Islands, Maluku Tenggara Barat. This study identified 9 species of sea cucumbers from a total sample of 320 individuals. The Matakus Island has sea cucumber density counted at 9,7 ind.100 m-2, the diversity index measured was H' = 1.17, the evenness index was e = 0.64, and the species dominance index was D = 0.36. The cluster analysis found that the environmental factors did not contribute to the establishment of sea cucumber community structure on Matakus Island.
1605519370I1F015046GAMBARAN LAMA WAKTU DAN PEMAKAIAN ALAT DALAM PROSES PEMASANGAN INFUS PADA PASIEN DEWASA DI IGD RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar belakang: Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan tindakan yang sering dilakukan di rumah sakit. Proses pemasangan infus membutuhkan waktu yang lama dan menggunakan alat habis pakai yang berlebihan.

Tujuan:Untuk mengetahui gambaran lama waktu dan pemakaian alat dalam proses pemasangan infus pasien dewasa di IGD RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Metode:Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang melakukan pemasangan infus dan pasien dewasa yang dipasang infus. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan sampel proses pemasangan infus yang dilkukan oleh perawat terhadap pasien dewasa selama 10 hari. Pengambilan data menggunakan alat ukur berupa observasi dengan checklist. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis univariat.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah seluruh lama waktu yang dibutuhkan oleh perawat dalam proses pemasangan infus dengan waktu tercepat selama 13,52 menit sebanyak 2 orang (2%) dan waktu terlama selama 23,11 menit sebanyak 1 orang (1,0%), Sedangkan peralatan yaitu 1 pasang sarung tangan dan cairan infus 1 buah sebanyak 98 orang (100%); pemakaian 1 buah jarum infus sebanyak 94 orang (95,9%) dengan pemakaian jarum infus lebih yaitu 4 buah sebanyak 1 orang (1%), pemakaian 1 selang infus sebanyak 97 orang (99%); 3 buah kapas alkohol 70% sebanyak 49 orang (50%) dengan pemakaian kapas alkohol 70% lebih yaitu 3 buah sebanyak 50 orang (51%); pemakaian 3 buah plester atau hypavix sebanyak 62 orang (63,3%).

Kesimpulan: Lama waktu proses pemasangan infus di IGD RSUD Margono Soekarjo Purwokerto rata-rata 17,4 menit, dan ada pemakaian alat melebihi kebiasaan.

Kata Kunci: Lama Waktu, Pemakaian Alat, Proses Pemasangan Infus, Pasien Dewasa.
Background: Peripheral intravenous catheter cannulation is an invasive procedure and frequently performed in the hospital. The infusion process takes a long time uses excessive consumables.
Objective: This study aims to determine the description of the time and use of tools in the process of infusion of adult patients in IGD RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods:
This research is descriptive quantitative, non experimental research using descriptive observational method and cross sectional research design. Population in this study is the whole process of the infusion performed by nurses on adult patient in the IGD RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.Technique of sampling with total sampling technique with sample ofinfusion process done by nurse to adult patient for 10 days. Data collection using measuring instrument in the form of observation with checklist.
Results: The results showed that the total length of time required by the nurses in the infusion process with the fastest time for 13 minutes 52 scond, the longest time for 23 minutes 11 scond,andavaraged 17,4 minutes.While the equipment that is 1 pair of gloves and infusion fluid 1 fruit as many as 98 people (100%); 1 vein catheter as many as 94 people (95,9%) with the use of more catheter vein that is 4 pieces as much as 1 person (1%), 1 set infusion as many as 97 people (99%); 3 pieces of 70% alcohol cotton as many as 49 people (50%) with 70% more cotton consumption 3 pieces of 50 people (51%); 3 pieces of plaster or hypafix as many as 62 people (63,3%).
Conclusion: The duration of the process of infusion in IGD RSUD Margono Soekarjo Purwokerto avaraged 17,4 minutes, and there is still excess tool usage in the process of infusion.
Keywords: Time Duration, Tool Usage, Infusion Installation Process, Adult Patient
1605619372A1C013049KAJIAN FINANSIAL DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI TEMPE TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DESA KARANGNANAS KECAMATAN SOKARAJA
KABUPATEN BANYUMAS
Setiap usaha dalam perkembangannya dihadapkan pada beberapa kendala. Hal tersebut juga dialami oleh industri tempe di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kendala yang dihadapi antara lain harga bahan baku, ketersediaan bahan baku dalam proses produksi, biaya produksi, dan produk yang dihasilkan, serta modal yang dimiliki masih terbatas. Kendala-kendala tersebut dapat berpengaruh pada pendapatan yang diperoleh perajin. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada industri tempe; 2) Mengetahui besarnya R/C Ratio pada industri tempe; 3) Mengetahui titik impas pada industri tempe; 4) Mengetahui besarnya kontribusi pendapatan industri tempe terhadap pendapatan total rumah tangga.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2017. Desa Karangnanas dipilih secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan yaitu memiliki jumlah perajin terbanyak di Kecamatan Sokaraja. Metode analisis yang digunakan, antara lain: 1) Analisis biaya dan pendapatan; 2) Analisis R/C ratio; 3) Analisis titik impas; 4) Kontribusi Pendapatan Industri Tempe terhadap Pendapatan Rumah Tangga.
Berdasarkan hasil analisis pada bulan Februari 2017, rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 8.501.408,44 dengan perolehan rata-rata pendapatan sebesar Rp 5.933.151,56. Nilai R/C yang diperoleh sebesar 1,61. Nilai titik impas unit sebesar 1.199,55 bungkus, titik impas penerimaan sebesar Rp 706.179,80 dan titik impas harga sebesar Rp 1.525,63 per bungkus. Kontribusi pendapatan industri tempe terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 59,18 persen menunjukkan bahwa industri tempe merupakan sumber penghasilan utama bagi perajin.
Every business in its development faced some problem. It was also experienced by tempe industry in Karangnanas Village, Sokaraja Sub-District, Banyumas District. The problem that encountered included raw material prices, the availability of raw materials in the production process, the cost of production, the production of tempe, and the capital owned by tempe producers is still limited. These problems could affected the income that earned by tempe producers. The purpose of this research was to: 1) Discovered the cost and income in tempe industry; 2) Discovered the value of R/C ratio in tempe industry; 3) Discovered the value of break even point in tempe industry; 4) Discovered the contribution of tempe industry income to household income.
The research method was using survey method. The research was conducted from February to March 2017. Karangnanas village was selected purposively or deliberately with the consideration that it has the largest number of producers in Sokaraja Sub-district. The methods of this research included: 1) Cost and revenue analysis; 2) R/C ratio analysis; 3) Break even point analysis; 4) Contribution of tempe industry income to household income.
Based on the results of the analysis on February 2017, the average total cost which expanded by tempe producers was Rp 8.501.408,44 and the income was sebesar Rp 5.933.151,56. The value of R/C was 1,61. The break even points of the unit was 1.199,55 packs of tempe, break even point of revenue was Rp 706.179,80 and break even point of price was Rp 1.525,63 per pack. The contribution of tempe industry income to household income was 59,18 percent indicating tempe industry was the main source of income for tempe producers.
1605719388E1A013270PERLINDUNGAN HAK CIPTA TERHADAP MOTIF TRADISIONAL BATIK TULIS BANYUMAS
Motif tradisional batik tulis yang dimiliki setiap daerah berbeda-beda. Hal tersebut karena kondisi geografis dan corak masyarakat setiap daerah yang berbeda. Motif tradisional batik tulis, merupakan kekayaan intelektual tradisional yang perlu dilindungi Hak Cipta. Salah satu motif tradisional batik tulis yang khas adalah motif batik tulis Banyumas. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana perlindungan hak cipta terhadap motif tradisional batik tulis Banyumas yang dalam Pasal 38 UUHC 2014 dikategorikan sebagai Ekspresi Budaya Tradisional seni rupa tekstil. Apakah pemerintah sebagai pemegang hak cipta telah melaksanakan amanat UUHC 2014.
Penelitian ini menggunakan metode normatif yuridis dengan pendekatan perundang-undangan. Data primer dan data sekunder yang telah dikumpulkan diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa, Karakteristik batik tulis Banyumas bersifat komunalistik sedangkan karakterisitik hak cipta bersifat individualistik. Sehingga perlindungan hak cipta terhadap motif tradisional batik tulis Banyumas tidak cocok karena terdapat perbedaan prinsip. Hingga saat ini Peraturan pelaksana yang berupa peraturan pemerintah pun belum diterbitkan. Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk melindungi motif tradisional batik tulis Banyumas hampir tidak ada, Pemkab Banyumas hanya rutin mengadakan sosialisasi HKI secara umum, mengajak para perajin motif tradisional batik tulis Banyumas ke pameran-pameran baik di dalam kota maupun di luar kota. Namun tidak ada dokumentasi fisik yang akurat seperti catatan inventarisasi motif tradisional batik tulis yang dimiliki Kabupaten Banyumas.
Traditional batik motifs that exist every region is different. This is because the condition and pattern of the community of each region is different. Traditional batik motif, is a traditional intellectual property that needs to be protected. One of the traditional batik motifs are the typical batik motif Banyumas. The problem in question is the copyright to the traditional batik motif of Banyumas which in Article 38 UUHC 2014 is categorized as Cultural Expression. Does the government as the copyright holder have implemented the mandate of UUHC 2014.
This research uses normative juridical method with approach of legislation. Primary data and collected secondary data are processed and presented in the form of narrative text.
From the results of the study known, Batik characteristic Banyumas important communal spaces characteristic of copyright for individualistic. The nature of the copyright to the traditional batik motif of Banyumas is not suitable because there are differences of principle. Until now the implementing regulations on which the government regulation has not been published. Efforts Banyumas Regency Government to protect traditional batik motif Banyumas almost none, Banyumas regency is only regularly held socialization IPR in general, invites the artisans of traditional batik motifs Banyumas to exhibitions both in the city and outside the city. But there is no accurate physical documentation such as inventory records of traditional batik motifs owned by Banyumas Regency.
1605819369I1F015052HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN
TUMOR OTAK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN TUMOR OTAK DI
RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Indriyani
Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman,Purwokerto
Iinindriyani436@gmail.com
Abstrak
Tumor otak merupakan 10 besar penyebab kematian terkait tumor. Kontrasepsi hormonal sebagai
salah satu faktor risiko terjadinya tumor otak. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan
quota sampling sejumlah 46 responden yang terbagi dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok 23
responden. Data diambil dari rekam medis dan wawancara lewat telepon menggunakan panduan
kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi square. Mayoritas responden pada rentang usia dewasa
tengah ( 41 – 65 tahun) yaitu 58,7% dengan pendidikan mayoritas adalah pendidikan dasar untuk
kelompok kasus (47,8%) responden kelompok kontrol lebih banyak pada tingkat pendidikan menengah
(56,5%), responden kelompok kasus mayoritas bekerja (60,9%) pada kelompok kontrol mayoritas tidak
bekerja (56,5%). Jenis kontrasepsi yang dipakai responden mayoritas adalah kontrasepsi hormonal
(69,6%). Hubungan usia dengan tumor otak (p= 0,549) OR 1,72 (95% CI; 0,53-5,63) pendidikan
(p=0,578) OR 0,582 (95% CI; 0,18-1,90), pekerjaan (p=0,376) OR 0,495 (95% CI; 0,15-1,60). Hubungan
antara pemakaian kontrasepsi hormonal dengan tumor otak (p=0,109) OR 3,654 (95% CI; 0,94-14,12).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pemakaian kontrasepsi hormonal dengan
kejadian tumor otak di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Kata kunci: Tumor otak, Kontrasepsi hormonal.
RELATIONSHIP BETWEEN HORMONAL CONTRACEPTION USE AND THE
INCIDENCE OF BRAIN TUMOR IN RSUD.Prof.Dr. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
Indriyani
Nursing Dept., Faculty of Healthy Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto
Iinindriyani436@gmail.com
Abstract
Brain tumors are the leading cause of death in the top 10 causes of cancer related deaths. Hormonal
contraception as one of risk factors for brain tumor. This research aims to determine the relationship of
hormonal contraception use with the incidence of brain tumor in RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo
Purwokerto that used case control design with quota sampling technique that consist of 46 respondents
devided into 2 groups, which each group consist of 23 respondents. Data were taken from medical records
and interviews by telephone using a questionnaire guide that were analyzed with Chi Square test. The
majority of respondents were in the middle of adult age range (41-65 years) 58,7% with the majority basic
education for case group (47,8%) and secondary level for control group (56,5%), respondents majority at
work (60,9%) and no work (56,5%). The majority of contraception type used were hormonal
contraception (69,6%). There were no relationship between age and brain tumor (p=0,549) OR=1,719
(95% CI 0,53-5,63) education level (p=0,578) OR=0,582 (95% CI 0,18-1,90) occupation (p=0,376)
OR=0,495 (95% CI 0,15-1,60. There is no relationship between hormonal contraceptive use and brain
tumor (p=0,109) OR=3,654 (95% CI 0,94-14,12).
Conclusion: There was no significant relationship between hormonal contraceptive used and brain tumor
incidence in RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto.
Keywords: Brain tumor, hormonal contraception.
1605919367G1F013031PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI BERDASARKAN REAKSI PENGURAIAN PRUSSIAN BLUE UNTUK ANALISIS KADAR KLOR BEBAS DALAM PRODUK DISINFEKTANLatar Belakang: Spektrofotometri merupakan metode sederhana yang dapat dikembangkan untuk penetapan kadar klor. Klor mampu mengoksidasi fero menjadi feri sehingga prussian blue yang terbentuk melalui reaksi antara FeSO4 dengan K3Fe(CN)6 menjadi terurai. Jumlah prussian blue yang terurai akan diukur intensitasnya menggunakan spektrofotometer UV/VIS. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi metode spektrofotometri visible berdasarkan reaksi penguraian prussian blue untuk analisis kadar klor dalam produk disinfektan.
Metodologi: Metode analisis dimulai dengan menstandarisasi bahan klor yang akan dijadikan larutan kerja. Penentuan panjang gelombang,optimasi pembentukan prussian blue, penetapan operating, dan vaidasi metode. Selanjutnya metode yang telah dikembangkan dan divalidasi diaplikasikan terhadap produk disinfektan berbahan aktif klor yang beredar dipasaran.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang didapatkan yaitu konsentrasi bahan larutan standar adalah 560 mM. Panjang gelombang pengukuran 750 nm. Konsentrasi optimal FeSO4 2 mM, K3Fe(CN)6 3 mM, dan HCl 0,5 M, dengan operating time 15 menit. Parameter validasi yang didapatkan yaitu linearitas (r2) 0,97 pada rentang 2,8-11,2 mM, akurasi (% recovery) 91,67-100,41%, presisi interday (% RSD) 1,87-8,72%, presisi intraday (% RSD) 2,46-11,69%, selektivitas dengan penambahan eksipien mendapatkan % recovery 103,17-105,41%, batas deteksi 0,70 mM, dan batas kuantifikasi 2,34 mM. Hasil aplikasi metode terhadap produk disinfektan berbahan aktif klor menghasilkan % recovery terhadap klaim label sebesar 27,24-86,5 8%.
Kesimpulan: Penguraian prussian blue oleh klor dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri visible, memenuhi persyaratan parameter validasi linearitas, akurasi, dan selektivitas, namun tidak memenuhi syarat parameter presisi. Aplikasi metode kurang sesuai dengan klaim label.
Background: Spectrophotometric determination of chlorine is a simple method to develop. Chlorine can oxidize ferro into ferri, therefore prussian blue that form from the reaction between FeSO4 with K3Fe(CN)6 become decompose. The value of decomposes prussian blue and its intensity will be measured using spectrophotometer UV/VIS. This study aims to develop and validate visible spectrophotometric method using using the prussian blue desomposition reaction for the analysis of free chlorine in disinfectant products.

Methodology: The development start with standarized chlorine material for working standart. The measurement wavelenght choosen by scanning the maximum wavelenght of prussian blue that form from dari 1 ml of FeSO4 2 mM, 1 ml of K3Fe(CN)6 2.5 mM, 1 ml of HCl 2 M and chlorine standard 11.2: 2.8 Mm; 1.12 mM respectively in range 400-800nm. The formation of prussian blue optimized by the optimation of FeSO4, K3Fe(CN)6, and HCl concentration. The operating time choosen using chlorine standard 2.8 mM in time range between 0-60 minutes. The conducted validation variables were linearity, range, accuracy, precision, selectivity, detection limit and quantitation limit. Then the method that have been develop and validated were applied for the determination of free chlorine in disinfectant products.

Result: The result of this study were, the consentration of reference standard material was 560mM. The measurement wavelength was 750nm, the optimal consentration of FeSO4 was 2 mM, K3Fe(CN)6 was 3 mM and HCl 0.5 M, with 15 minutes operating time. The value of validation variable linearity (r2) was 0.97 on range 2.8-11.2 mM, accuracy (% recovery) was 91.67-100.41%, interday precision (% RSD) was 1.87-8.72%, intraday presicion (% RSD) was 2.46-11.69%, selectivity for excipients with a recovery rate was 103.17-105.41%, limit of detection was 0.70 mM, and limit of quantitation was 2.34 mM. The result of this method application % recovery was 27.24-86.58% from label claim.

Conclusion: The decompose prussian blue can be analyzed using visible spectrophotometric, fulfilled the requirement of validation variable like linearity, accuracy, and selectivity, but did not fulfill the precision requirement. The application of this method were not approprite enough with the label claim.
1606019373F1F013012JOE’S LOVE NEEDS IN CAROLINE KEPNES’S YOUManusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan membuat manusia dapat hidup dengan bahagia, sebaliknya, kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan menyebabkan efek negatif pada tubuh dan pikiran. Karena fakta tersebut, tokoh utama, sebagai seorang lelaki dewasa, rela melakukan hal yang berbahaya untuk memenuhi kebutuhannya terutama kebutuhan cintanya yang dia anggap sangat penting.Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk menganalisa usaha Joe untuk memenuhi kebutuhannya. Psikologi sastra digunakan karena riset ini menganalisa tingkah laku manusia. Untuk mendukung analisis, maka hierarki kebutuhan Maslow dan teori cinta digunakan. Selanjutnya, metode kualitatif digunakan untuk menganalisa data yaitu narasi, dialog, dan aksi yang terdapat dari novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan cintanya, tokoh utama harus memenuhi kebutuhan fisiologis dan keamannya terlebih dahulu. Tokoh utama terpaksa menggunakan cara yang dapat merugikan orang lain untuk mencapai kebutuhan cintanya karena dia tidak akan bisa memenuhinya jika tidak melakukan cara ini. Peningkatan aksi ini terjadi karena adanya peningkatan ancaman terhadap kebutuhan dasarnya. Demikian, tokoh utama pun melakukan segalanya baik dengan cara legal maupun tidak selama dia bisa memenuhi kebutuhannya.People have needs to be fulfilled. Fulfilling them enables human to live happily, otherwise, it affects body and mind negatively. Due to that fact, main character, as an adult, puts his life in danger to achieve his needs especially his love need which he values the most. Regarding to this issue of love, this research aims to analyze Joe’s effort to fulfill his needs. Psychology in literature is applied since this research analyzes human behavior. To support the analysis, Maslow’s hierarchy of need and theory of love are used. Afterward, descriptive qualitative method is used to analyze the data which include narration, dialogues and actions from the novel. The findings show that to fulfill his love needs, the main character has to fulfill his physiological and safety needs first. Main character urges to take destructive way to achieve his love needs because he cannot satisfy his needs if he does not do this way. This increasing action happens because there is the increasing threat to his basic human need. Thus, main character does everything both legal and illegal way as long as he can fulfill his needs.