Home
Login.
Artikelilmiahs
19345
Update
ERNA ANGGRAENI
NIM
Judul Artikel
“Manaqib”: Antara Simbol, Identitas dan solidaritas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi manaqib pada TQN Suryalaya, menganalisis makna pada setiap simbol yang terdapat dalam prosesi manaqib. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif pada jamaah TQN yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi manaqib TQN sebagai media silaturahmi bagi pengikut TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Pelaksanaan Manaqib dilakukan setiap tanggal 11 pada bulan hijriah, manaqib dibagi menjadi dua rangkaian yaitu manaqib asgor (kecil) dan manaqib akbar. Manaqib mempertemukan masyarakat khususnya anggota TQN dalam satu tempat, bersama-sama melaksanakan manaqib dan diakhiri dengan ziarah ke makam Abah Anom sebagai mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Selanjutnya, manaqib menciptakan makna dari rangkaian prosesi tersebut. Masing-masing prosesi merupakan simbol yang dimaknai oleh jamaah. Manaqib sebagai sarana memperkuat integritas dan keakraban antar jamaah manaqib. Pada saat pelaksanaan manaqib, terutama saat makan bersama terjadi perbincangan informal antar jamaah manaqib. Hal ini memungkinkan masyarakat lebih terbuka dan saling memahami satu sama lain. Abah Anom sebagai simbol ketokohan dan TQN Pondok Pesantren Suryalaya
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT: The research head for describing the. The research was done by using qualitative manaqib procession in TQN Suryalaya, to analyze the meaning of each symbol contained in the manaqib procession. The research was done by using qualitative descriptive method in TQN congregation which was determined by purposive sampling. The result of this research shows that TQN Manaqib procession as the media in growing a good relationship for the member of TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Manaqib is conducted every 11th in Hijriah month. Manaqib is divided into two, Manaqib asqor (small) and manaqib akbar (big). Manaqib unites the society, especially the member of TQN of Pondok Pesantren Suryalaya in one place, together do Manaqib and ended with devotional visit to Abah Anom grave as TQN Mursyid of Pondok Pesantren Suryalaya. Then, Manaqib creates sense from those sequence processions. Each of them is the symbol that is meant by Jemaah. Manaqib is as the tool to strengthen integrity and familiarity among Manaqib Jemaah. At the day of Manaqib, especially when they eat together, they talk in informal way among Jemaah. This allows the community to be more open and understand each other. Next, the dish in Manaqib asgor is the symbol of social status. This emerges individual control to one another. Abah Anom is the symbol of prominent figure in TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save