Artikel Ilmiah : B1J013205 a.n. NAJMAH FARHATI
| NIM | B1J013205 |
|---|---|
| Namamhs | NAJMAH FARHATI |
| Judul Artikel | PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tanaman melon (Cucumis melo) memiliki potensi ekonomi untuk dibudidayakan karena buahnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan niacin. Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum menyebabkan produksi melon mengalami penurunan. Salah satu cara pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman melon yang ramah lingkungan adalah penggunaan musuh alami atau pengendalian secara hayati. Salah satu mikroorganisme yang dapat menjadi agen pengendali hayati adalah Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 dosis MVA campuran (0 g/tanaman, 10 g/tanaman, 12,5 g/tanaman, 15 g/tanaman, 17,5 g/tanaman) dan 2 cara inokulasi yang dikombinasikan (inokulasi saat biji ditanam, inokulasi saat bibit dipindahtanamkan). Masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan dan setiap ulangan adalah tiga tanaman, sehingga jumlah seluruhnya ada 30 unit percobaan atau 90 tanaman. Parameter yang diamati yaitu masa inkubasi penyakit dan munculnya penyakit layu fusarium pada tanaman melon dan parameter pendukung yaitu pH, temperatur, kelembapan, dan derajat infeksi. Dosis 15 g/tanaman saat biji di tanam dan dosis 15 g/tanaman saat bibit dipindahtanamkan merupakan dosis yang paling efektif untuk memperpanjang masa inkubasi penyakit layu fusarium pada tanaman melon. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Melon (Cucumis melo L.) has economic potential to be cultivated because the fruit contains protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, fiber, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, and niacin. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum will decrease melon crop production. One of controlling method to Fusarium wilt diseases on melon plants which safe for environtmental by using biological control. One of microorganisms which can be biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM). This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 5 doses of VAM mixture ( 0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. Each treatment was repeated 3 times and each unit consist of three plant, so there are 30 units of experiments or 90 plants. The main variabels are observed consist of the incubation periode of the disease and the intensity of fusarium wilt and the supporting variabels consist of pH, temperature, humidity, and the scale of infection. The mixed MVA 15 g/plant dosage inoculated when seeds are planted and 15 g/plant dosage inoculated when the seedlings are replanted is the most effective to suppress incubation period of Fusarium wilt disease. |
| Kata kunci | Cucumis melo L., F.oxysporum, MVA |
| Pembimbing 1 | Dra. Purnomowati, S.U. |
| Pembimbing 2 | Drs. Uki Dwiputranto, Grad.Dip.Sc., MSc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2017-08-12 14:21:01.832843 |