Artikelilmiahs
Menampilkan 15.981-16.000 dari 49.934 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15981 | 19297 | E1A013323 | IMPLEMENTASI PEDOMAN PELAYANAN KESEHATAN DALAM PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LINGKUNGAN LAPAS (STUDI DI LAPAS KELAS II A PURWOKERTO) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pedoman pelayanan kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan warga binaan pemasyarakatan di lingkungan lapas kelas II A Purwokerto dan faktor yang mempengaruhi implementasi pedoman pelayanan kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan warga binaan pemasyarakatan. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan digunakan metode survey, kepustakaan dan dokumenter dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Lapas Kelas II A Purwokerto. Dengan resonden sejumlah 30 orang warga binaan pemasyarakatan. Sampel penelitian menggunakan Simple Random Sampling (sampel acak sederhana). Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dari wawancara, observasi dan kepuatakaan. Kemudian, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan editing, coding dan tabulasi yang secara keseluruhan disajikan secara naratif dan matriks data.Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa implementasi pedoman pelayanan kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan warga binaan pemasyarakatan di lingkungan lapas terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator tenaga kesehatan, sarana prasarana, unit pelayanan kesehatan, kuantitas kualitas, pembiayaan dan peningkatan derajat kesehatan. Faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi pedoman pelayanan kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan warga binaan pemasyarakatan di lingkungan lapas yaitu faktor fasilitas, faktor kedisplisinan dan faktor kerjasama. Kata kunci : Pedoman Pelayanan, Warga Binaan Pemasyarakatan, Derajat Kesehatan | ABSTRACT This research aims to determine the implementation of health service guidelines in enhancement a health of prisoners in the penitentiary environment class II A Purwokerto, and factors that influence implementation guidelines for health services in improving a health of prisoners. In this research used quantitative research methods with sociological juridical approach and used the survey method, literature and documentaries with a descriptive study specifications. This research took places in penitentiary Class II A Purwokerto Under 30 prisoners as a respondents, these research sample applying the simple random sampling method. Types and data sources include primary data and secondary data obtained from interviews, observations and literature. Thereafter, the collected data is processed by using editing, coding and tabulation of the overall narrative and matrix presented data. Applying the quantitative Analytical technique. Based on the result of the research, it can be concluded that the implementation of health service guidance in improving the health status of prisoners in penitentiary environment is well implemented. This is proven by indicators of health personnel, infrastructure, health care units, the quantity of quality, financing and improving health status as well as Factors that tend to influence the implementation of health service guidelines in improving the health status of prisoners in penitentiary environment that is facilities factor, discipline factors and factors of cooperation. Keywords: Service Guidelines, Correctional Residents, Health Status. | |
| 15982 | 19296 | A1C011025 | KAJIAN FINANSIAL DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DI PESISIR PANTAI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN | Semangka merupakan salah satu komoditas buah yang mempunyai prospek baik untuk dikembangkan. Jumlah produksi tanaman semangka di Kecamatan Mirit pada tahun 2014 adalah sebesar 31.485 kwintal dengan luas panen 195 hektar. Upaya yang dilakukan petani dalam rangka memperoleh pendapatan yang tinggi tergantung pada kombinasi yang tepat dalam menggunakan faktor-faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui analisis finansial usahatani semangka dan besarnya nilai Break Even Point (BEP) di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, 2) Mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi usahatani semangka di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen pada bulan Agustus sampai September 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Hasil survei luas lahan minimal 0,5 hektar dan luas lahan maksimal 4,0 hektar. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling dan diperoleh jumlah responden sebanyak 54 petani semangka yang terbagi dalam dua strata. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis Break Even Point, dan analisis fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktifitas semangka sebesar 14.121,92 Kg/Ha dengan total biaya sebesar Rp14.687.439,12/Ha dan penerimaan usahatani sebesar Rp28.243.842,36/Ha, sehingga pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp13.556.403,24/Ha. Usahatani semangka di Kecamatan Mirit sudah dilakukan secara efisien, yang ditunjukkan oleh nilai R/C lebih besar dari 1 yaitu R/C sebesar 1,92. Rata-rata BEP produk adalah 1.361,36 kg, BEP harga Rp1.040,44, dan BEP penerimaan adalah Rp2.722.727,06, artinya usahatani semangka sudah menguntungkan karena sudah melampaui volume produksi dan penerimaan pada saat BEP. Faktor produksi luas lahan (X1), benih (X2), pupuk organik (X3), pupuk anorganik (X4), pestisida padat (X5), pestisida cair (X6), dan tenaga kerja (X7) secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil produksi semangka. Sedangkan secara parsial faktor produksi yang berpengaruh adalah luas lahan, benih, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi semangka. | Watermelon is one of commodities that have good prospect to be developed. The amount of watermelon production in Mirit District in 2014 is 31,485 quintals with a harvested area is 195 hectares. Efforts by farmers in order to earn a high income depends on the right combination of production factors. The study aims: 1) to know the financial analysis of watermelon farming and the value of Break Even Point (BEP) in Mirit District Kebumen Regency, 2) To know the influence of the use of production factors on the production of watermelon farming in Mirit District Kebumen Regency. This research was conducted in Kebumen District of Mirit in August to September 2015. The research method used was survey method. The result of the survey is the minimum land area of 0.5 hectare and the maximum land area of 4.0 hectare.The sampling of farmers was done by Stratified Random Sampling method and obtained the number of respondents as much as 54 watermelon farmers divided into two strata. The analytical methods that used were cost and revenue analysis, R/C analysis, Break Even Point analysis, and Cobb Douglas production function analysis. The results showed that average of watermelon productivity 14.121,92 Kg/Ha with total cost equal to Rp14.687.439,12/Ha and farming income equal to Rp28.243.842,36/Ha, so that income earned by farmer equal to Rp13.556.403,24/Ha. Watermelon farming in Mirit District has been done efficiently, shown by the value of R/C greater than 1 that is R/C of 1,92. Average BEP products is 1.361,36 kg, BEP price Rp1.040,44, and BEP revenue is Rp2.722.727,06, meaning that the watermelon farming does not gain or loss at the production level 14.121,92 kg or at the time acceptance Rp28.243.842,36. The production factors of land area (X1), seed (X2), organic fertilizer (X3), inorganic fertilizer (X4), solid pesticide (X5), liquid pesticide (X6), and labor (X7) Watermelon production. While partially influential factor of production is land, seed, and labor significantly affect the production of watermelon. | |
| 15983 | 19209 | H1H012012 | MORTALITAS BENIH LELE DUMBO (Clarias gariepinus) UKURAN BERBEDA SAAT DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila | Variasi pertumbuhan yang tinggi berdampak pada perbedaan ukuran individu pada lele dumbo (Clarias geriepinus). Perbedaan ukuran individu pada lele dumbo ditengarai menyebabkan perbedaan daya tahan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Mortalitas benih lele dumbo yang berbeda ukuran pada saat diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Lele dumbo satu keturunan induk yang digrading menjadi 3 ukuran kemudian diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dengan metode perendaman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 ukuran dianggap perlakuan P1:Ukuran 1; P2:Ukuran 2; dan P3:Ukuran 3. Berdasarkan hasil penelitian, nilai Mortalitas ukuran 1 secara nyata lebih tinggi dibandingkan ukuran 2 dan 3. Hal ini menunjukkan perbedaan ukuran pada lele dumbo berkaitan dengan daya tahannya terhadap infeksi bakteri. | High variation of growth resulted on individual size differences in African catfish (Clarias gariepinus). Differences in size of individual of African catfish (Clarias gariepinus) predicted to cause differences in resistance against disease. This study aimed to determine mortality rate of African catfish (Clarias gariepinus) in different sizes after infection with Aeromonas hydrophila. African Catfish (Clarias gariepinus) from a parent offspring that was graded into 3 sizes was infected with Aeromonas hydrophila bacteria by immersion method. The study using Completely Randomized Design (CRD) consisted of 3 different sizes of fish as treatments, P1: Size 1; P2: Size 2; and P3: Size 3. Based on results of this study, mortality of size 1 was significantly higher than mortality of the other groups. It indicated size difference of african catfish is correlated with resistance against bacterial infection. | |
| 15984 | 19251 | F1B013062 | PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI, MOTIVASI DAN SEMANGAT KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kompetensi Pegawai, Motivasi Dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga”. Permasalahan utama adalah kinerja pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum di Kabupaten Purbalingga yang akan dipengaruhi oleh Kompetensi Pegawai, Motivasi dan Semangat Kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Kompetensi Pegawai, Motivasi dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian pegawai Perusahaan Daerah Air Minum di Kabupaten Purbalingga sebanyak 96 pegawai. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi egawai terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,224 atau 22,4 persen ; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,167 atau 16,7 persen ; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,219 atau 21,9 persen ; (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Kompetensi Pegawai, Motivasi dan Semangat Kerja terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,390 atau 39,0 persen. Oleh karenanya keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga sudah cukup baik namun masih ada beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan dan hal tersebut dapat di dorong oleh faktor – faktor pendukung seperti kompetensi pegawai, motivasi dan semangat kerja yang bila faktor tersebut di tingkatkan maka dapat meningkatkan kinerja pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga. | This research entitled "The Influence Of Employee Competence, Motivation And Working Spirit in the Regional Water Company in Purbalingga". The main problem is the performance of employees In Regional Water Company in Purbalingga Regency which will be influenced by Employee Competence, Motivation and Spirit of Work. The purpose of this study is to determine and analyze the magnitude of the influence of Employee Competence, Motivation and working spirit of Employee Performance at Regional Water Company in Purbalingga. This research uses quantitative research method associative with survey method approach, with data collection technique through questionnaire and observation. The analytical method used using Kendall Tau-c Correlation statistics, Correlation of Kendall W Concordance and Ordinal Regression,with the objective of research employees of Regional Water Company in Purbalingga Regency as 96 employees.Quantitative analysis results in this study can be explained as follows: (1) There is a significant influence between Employee Competence to Employee Performance of 0.224 or 22.4 percent ; (2) There is a significant influence between the Motivation on Employee Performance of 0.167 or 16.7 percent ; (3) There is a significant influence between working spirit on Employee Performance of 0.219 or 21.9 ; (4) There is a significant influence between Employee Competence, Motivation and Working Spirit on Employee Performance of 0.390 or 39 percent. Therefore the whole research hypothesis is acceptable.Based on the result of the research, it can be concluded that the performance of employees in the Regional Water Company of Purbalingga Regency is quite good but there are still some aspects that still need to be improved and it can be driven by supporting factors such as employee competence, motivation and working spirit Is increased so it can improve the performance of employees in the Regional Water Company in Purbalingga . | |
| 15985 | 19299 | E1A013213 | KEABSAHAN TINDAKAN PEMERINTAH TERHADAP PROYEK NORMALISASI SUNGAI CILIWUNG DI PROVINSI DKI JAKARTA | Keabsahan tindak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang merencanakan program normalisasi sungai ciliwung, ditempatkan pada wilayah Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan yang dicantumkan dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012, dan diperpanjang dengan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2181 Tahun 2014, setelah lewatnya waktu pelaksanaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melaksanakan proyek normalisasi sungai ciliwung dengan mekanisme pengadaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, dan melakukan penggusuran lahan dan bagungan wilayah bukit duri dengan diterbitkannya Surat Peringatan oleh Kepala Satpol PP pada saat persidangan berlansung. Metode Pendekatan yang dipakai adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan situs internet. Penelitian ini menjelaskan bahwa adanya penyalah gunaan wewenang pemerintah dan tindakan pemerintah yang tidak sesuai prosedur sehingga berakibat hukum merugikan masyarakat secara materil maupun imateril. Tindakan Pemerintah terhadap pelaksanaan proyek normalisasi sungai ciliwung di Provinsi DKI Jakarta, tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan tidak memenuhi asas Hukum Administrasi Negara yaitu Asas de tournement de puvoir dan Asas Legalitas. Implikasi hukum yang diciptakan atas adanya pelaksanaan proyek normalisasi sungai ciliwung berupa Surat Peringatan Kepala Satpol PP kota Jakarta Selatan dianggap tidak pernah ada karena tidak memenuhi persyaratan dalam pembuatan peringatan tertulis dan tidak memenuhi asas kepastian hukum. | The legitimacy of the Jakarta Provincial Government to plan the normalization program of Ciliwung River is placed in Bukit Duri area, Tebet subdistrict, South Jakarta which was stated in Jakarta Provincial Regulation Number 1 of 2012 and extended by Decree of Jakarta Governor Number 2181/2014. After the implementation time runs out, the Jakarta Provincial Government continues to carry out the normalization project of Ciliwung River with the procurement mechanism as stipulated in Law Number 2 of 2012, and conduct land evictions and building of Bukit Duri Hill areas with the issuance of Warning Letter by the Head of Satpol PP during the trial. Method Approach used is method of legal research with approach of legislation, data used is secondary data in the form of legislation, book, and internet site. This study explains that the existence of abuse of government authority and government actions that are not appropriate with procedures so it has legal consequence harms the society both materil and imateril. The Government's action on the implementation of the normalization project of the Ciliwung River in DKI Jakarta Province is not in accordance with the procedures and provisions stipulated in the laws and regulations and does not meet the principles of the State Administration Law namely the de tournement de puvoir Principles and Legality Principles. Legal implications created for the implementation of the normalization project of Ciliwung River in the form of Warning Letter of Satpol PP of South Jakarta is considered never exist because it does not meet the requirements in making written warning and does not meet the principle of legal certainty. | |
| 15986 | 19300 | C1B013041 | ANALISIS PENGARUH HARI PERDAGANGAN TERHADAP RETURN DAN VOLATILITAS SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2014-2016 | Penelitian ini merupakan studi empiris pada hari perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Hari Perdagangan terhadap Return dan Volatilitas Saham di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hari perdagangan pada return dan volatilitas saham di Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah data harga penutupan saham harian pada indeks LQ45 periode 2014-2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada data harga penutupan harian saham indeks LQ45 terdapat unsur heteroskedastisitas. Oleh karena itu, metode analisis yang digunakan berupa model GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) karena model tersebut dapat mengatasi heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hari perdagangan berpengaruh terhadap return dan volatilitas saham pada Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016 dengan return saham yang negatif pada hari Senin (Monday effect) dan return terbesar yang terjadi pada hari Rabu. Volatilitas saham pada hari Senin merupakan yang tertinggi sedangkan hari Kamis memiliki volatilitas saham terendah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu investor sebaiknya memperhatikan hari perdagangan saham sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Karena hari perdagangan saham berpengaruh terhadap return dan volatilitas saham. | This research was an empirical study on trading day at Indonesia Stock Exchange. This research entitled “Analysis of The Day of The Week Effect on Stock Return and Stock Market Volatility at Indonesia Stock Exchange 2014-2016 Period”. The purpose of this research is to analyze about the effect of the trading day on stock return and stock market volatility in Indonesia Stock Exchange. The sample used in this research is daily closing price data of stocks LQ45 index over 2014 to 2016. The analysis showed that the daily closing stock price data LQ 45 index there is an element heteroskedasticity. Therefore, the analysis method used is GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) model, because the model can cover heteroscedasticity. The results showed that the effect of trade on stock returns and stock volatility on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2016 which found negative stock returns on Monday (Monday Effect) and the greatest return that occurred on Wednesday. Volatility of stock return is highest on Monday and lowest on Thursday. | |
| 15987 | 19301 | G1H013045 | HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN TINGKAT ASUPAN ZAT GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Gangguan menstruasi sering terjadi dikalangan remaja putri. Gangguan siklus menstruasi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain status gizi, umur, aktivitas fisik, asupan makanan, penyakit, stres dan pengaruh rokok. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat asupan zat gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Metode: Desain penelitian adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan diperoleh 69 responden remaja. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner siklus menstruasi, antropometri, food recall 2x24 jam, alat bantu food picture dan food model. Hasil: Sebanyak 40,6% responden mengalami siklus menstruasi tidak normal. Status gizi (11,6%) tergolong tidak normal. Asupan energi (91,2%), asupan karbohidrat (94,5%), asupan protein (89,9%) dan asupan lemak (85,5%) tergolong tidak normal. Berdasarkan uji Chi Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan siklus menstruasi (p=0,041). Kesimpulan: Asupan lemak berhubungan dengan siklus menstruasi. | Background: Menstrual disorders often occur among adolescent girls. Menstrual disorder due to several factor including nutritional status, age, physical activity, nutrients intake, disease, stress and influence of cigarettes . Objective: To examined the association between nutritional status and level of nutrients intake with menstrual cycle among aldolescent in Distric Kedungbanteng Banyumas. Methods: Design research is analytic observation with cross sectional approach. Sampling technique used purposive sampling and obtained 69 respondent adolescent girls. The technique of data colelection used menstrual cycle questionnaire, antropometric, food recall 2x24 jam, food picture and food model. Result: There is 40.6% respondent have an abnormal menstrual cycle. Nutritional status (11.6%) classified abnormal. Energy intake (91.3%), carbohydrate (94.2%) protein intake (89.9%) and fat intake (85.5%) classified an abnormal. Based on analysis of Chi-Square test, there is a significant relation between fat intake with menstrual cycle (p=0.041). Conclusion: Fat intake associated with menstrual cycle.. Keyword : Nutritional Status, Nutrients Intake, Menstrual Cycle. | |
| 15988 | 19281 | F1F011058 | A CONVERSATIONAL ANALYSIS OF REPAIR UTTERED BY PAUL AND ALEX IN “IN TREATMENT SEASON 1” | Penelitian yang berjudul "A Conversational Analysis of Repair Uttered by Paul and Alex in In Treatment Season 1" ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan menjelaskan tipe perbaikan, (2) menjelaskan posisi perbaikan dan (3) menganalisis pola dari penyelesaian perbaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena temuan disajikan dalam deskripsi narasi atau tekstual. Data yang dikumpulkan dari seluruh ujaran dalam serial TV dan sampel diambil dari episode tertentu menggunakan purposive sampling. Pendekatan yang digunakan adalah analisis percakapan dalam ranah pragmatik, dan teori tentang perbaikan digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Peneitian ini menganalisis tipe dan posisi perbaikan dengan mengacu pada teori Schegloff. Kemudian, pola dari penyelesaian perbaikan dianalisis dengan menggunakan teori Tang dan Zhang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peneliti menemukan total 90 ujaran perbaikan yang disampaikan oleh para partisipan di serial In Treatment Season 1. Setiap data mempunyai 3 jenis karakteristik dari perbaikan. Pertama adalah tipe-tipe perbaikan, tipe ini terbagi menjadi empat tipe: 48 data untuk self-initiated self-repair, 3 data untuk self-initiated other-repair, 32 data untuk other-initiated other-repair dan 7 data untuk other-initated other-repair. Kedua adalah posisi perbaikan, terdiri dari 40 data untuk perbaikan pada ruang transisi, 39 data untuk perbaikan posisi kedua, dan 11 data untuk perbaikan pada giliran yang sama. Ketiga adalah pola yang diterapkan untuk menyampaikan penyelesaian perbaikan. Ada 31 data untuk elaborasi, 12 data untuk spesifikasi, 9 data meninggalkan dan mengolah kata, 8 data unutk reorganisasi dan pemberian contoh, 6 data untuk penggantian, 4 data unutk modifikasi dan 3 data untuk restrukturisasi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa repair yang paling sering dilakukan adalah percakapan yang meliputi tipe self-initiated self-repair, perbaikan pada ruang transisi dan pola elaborasi. | Muhimah, Fina. 2017. A Conversational Analysis of Repair Uttered by Paul and Alex in “In Treatment Season 1”. Thesis. Supervisor 1: Kristianto Setiawan, S.S., M.A., Supervisor 2: Tuti Purwati, S.S., M.Pd., Examiner: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto. Keywords : Pragmatic, Conversation Analysis, Repair, In Treatment Season 1, TV Series The research entitled "A Conversational Analysis of Repair Uttered by Paul and Alex in In Treatment Season 1" aims to: (1) identify and describe the types of repair; (2) describe the positions of repair, and (3) analyze the pattern of repair completion. This research employed a descriptive qualitative method since the findings were presented in narrative or textual description. Data were collected from the TV series and the samples were taken from certain episodes using purposive sampling. The researcher used conversational analysis in pragmatics as the approach and theory of conversation repair to answer the research questions. The study examined the types and the positions of repair by using Schegloff's theory. Then, the patterns of repair completion were investigated by using Tang and Zhang's theory. The result of the research shows that there are 90 total data for repair utterances uttered by the participants in In Treatment Season 1. Each datum represent 3 kinds of repair characteristic. First is the types of repair, it is divided into four types: 48 data of self-initiated self-repair, 3 data of self-initiated other-repair, 32 data of other-initiated self-repair, and 7 data of other-initiated other-repair. Second is the positions of repair, they are 40 data of transition space repair, 39 data of second space repair, and 11 data of same turn repair. Third is the patterns applied to deliver repair completions. There are 31 data of elaboration, 12 data of specification, 9 data of abandonment and rewording, 8 data of reorganization and exemplification, 6 data of replacement, 4 data of modification and 3 data of restructuring. In brief, the dominant data that are found in the series are the conversation that has self-initiated self-repair, transition space repair and elaboration pattern. The result of this research is expected to enrich the knowledge about conversation analysis especially repair. The researcher also hopes to the other researchers who want to have similar topic should analyze the topic more specifically. | |
| 15989 | 19304 | G1H013021 | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK MINGGUAN, TINGKAT KONSUMSI KARBOHIDRAT DAN SERAT DENGAN KADAR GULA DARAH LANJUT USIA AWAL DAN AKHIR DI POSBINDU SEHATI | Latar Belakang : Kejadian diabetes mellitus mengalami peningkatan. Seseorang dengan usia > 45 tahun memiliki risiko untuk terkena DM. Adanya peningkatan penyakit DM dapat meningkatkan risiko penyakit lain dan kematian. Penatalaksanaan pada orang yang terkena penyakit DM dapat dilakukan melalui asupan makan dan aktivitas fisik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, tingkat konsumsi karbohidrat dan serat dengan kadar gula darah puasa pada lanjut usia awal dan akhir di Posbindu Sehati Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 46 orang dengan metode total sampling. Data tingkat konsumsi karbohidrat dan serat diambil dengan menggunakan formulir recall 24 jam, aktivitas fisik menggunakan IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) dan kadar gula darah diukur menggunakan Accu Chek. Data dianalisis menggunakan Uji Pearson Product Moment. Hasil Penelitian : Responden berjumlah 46 orang dan seluruhnya berjenis kelamin perempuan dengan usia rata-rata 54,72. Sebagian besar responden yaitu 41 orang berpendidikan dasar (SD dan SMP). Rata-rata aktivitas fisik responden sebesar 4364,98. Tingkat konsumsi karbohidrat sebanyak 23 orang masuk dalam kategori kurang, sedangkan tingkat konsumsi serat responden seluruhnya sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel aktivitas fisik, tingkat konsumsi karbohidrat dan serat tidak memiliki hubungan dengan kadar gula darah puasa pada lanjut usia awal dan akhir dengan nilai p masing-masing 0,661; 0,327; dan 0,530. Kesimpulan : Aktivitas fisik, tingkat konsumsi karbohidrat dan serat tidak berhubungan dengan kadar gula darah puasa. | Background: The incidence of Diabetes Melitus has increased. Someone with age > 45 years has exposed the risk of Diabetes Melitus. Increasing of Diabetes Melitus can increase the risk of other diseases and death. Treatment on people affected by the disease of Diabetes Melitus can be done through the intake of food and physical activity. Research Purposes: Find out about relation between weekly physical activity, the level consumption of carbohydrates and fibers on blood sugar concetration of the beginning and end the elderly at Posbindu Sehati Methodology: Total of the respondents are 46 and all of them are female by the average age 54.72. 41 respondents are graduated from primary school and Junior High school. The average of physical activity respondents is 4364.98. 23 people included in the category of less of the level consumption of carbohydrates. While the level consumption of respondents entirely fiber was much less. The result showed that the physical activity, the level consumption of carbohydrates and fibers had no relationship with blood sugar fasting month in elderly the beginning and the end with p each 0.661; 0.327; and 0.530 Research Result: The results show that the variable physical activity, the level consumption of carbohydrates and fibers has no relationship with fasting blood sugar levels at the beginning and end of the elderly with value p each 0.661; 0.327; and 0.530. Conclusion: Physical activity, the level consumption of carbohydrates and fibers not related with fasting blood sugar levels. | |
| 15990 | 19303 | E1A013110 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM OLEH MASKAPAI PENERBANGAN PT INDONESIA AIRASIA (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1391 K/PDT/2011) | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis mengenai pembatalan secara sepihak yang dikualifisir sebagai perbutan melawan hukum yang dilakukan oleh maskapai penerbangan. Rumusan masalah yaitu bagaimana pertimbangan hukum hakim apakah dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ganti kerugian akibat Perbuatan Melawan Hukum dalam perkara tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tindakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PT Indonesia AiraAsia dalam melakukan pembatalan perjanjian secara sepihak dan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan pendekatan perundang-undangan. Jenis data yang digunakan adalah Data Sekunder yang terdiri dari tiga bagian yaitu Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder, Bahan Hukum Tersier dan analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, Tergugat yang melakukan pembatalan secara sepihak dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum karena memenuhi unsur bertentangan dengan hak subyektif orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum sendiri dan bertentangan dengan kepatutan yang terdapat dalam pergaulan masyarakat terhadap diri atau barang orang lain. Kerugian akibat dari perbuatan Tergugat berupa ganti rugi materiil sebesar Rp 806.000,- (delapan ratus enam ribu rupiah) untuk mengganti biaya transportasi. Ganti rugi materill tersebut dikategorikan kedalam biaya (kosten) dan rugi (shaden), sedangkan ganti kerugian immateriil sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), besarnya ganti rugi immateriil tersebut didasarkan pada kedudukan dari kedua belah pihak hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 1370 KUH Perdata. | This study was conducted to analyze the unilateral cancellation of qualified as unlawful perpetrators conducted by airlines. The formulation of the problem is how the judge's legal considerations can be qualified as an act against the law and how the judge's judicial consideration in granting compensation for the action against the law in the case. This research was conducted with the aim to know the act of unlawful acts committed by PT Indonesia AirAsia in unilaterally canceling the agreement and to know the judge's legal considerations in granting compensation for unlawful deeds. The research method used is the normative juridical method with the approach used approach of legislation. The type of data used is secondary data consisting of three parts namely Primary Legal Material, Secondary Legal Material, Tertiary Law Material and normative qualitative analysis. Based on the results of the analysis, the Defendant who performs unilateral cancellation is qualified as an unlawful act because it fulfills the element contrary to the subjective rights of others, is contrary to his own legal obligations and is contrary to the propriety contained in the society's association with himself or other person's goods. Loss for what a defendant of compensation material IDR 806.000, - (eight hundred six thousand rupiah) The compensation of the material is categorized into cost (kosten) and loss (shaden), while the immaterial compensation is IDR 50.000.000, - (fifty million rupiah), the amount of the immaterial compensation is based on the position of both parties this is in accordance with the provisions of Article 1370 Civil Code. | |
| 15991 | 19305 | E1A011273 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGUNJUNG OBJEK LOKAWISATA BATURRADEN APABILA ADA KERUGIAN AKIBAT RUSAKNYA BARANG YANG DITITIPKAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | ABSTRAK Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggungjawab pengelola objek Lokawisata Baturraden sebagai pelaku usaha dalam hal terjadinya kerugian pada pihak konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analisis, lokasi penelitian di Lokawisata Baturraden, sumber data primer sebagai data utama, data sekunder sebagai data pendukung, pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancar dan observasi, disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional, dianalisa secara normative kualitatif. Berdasarkan pembahasan atas permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :Pelaku usaha sebagai pengelola objek wisata Baturraden dalam menyediakan sarana dan prasarana serta fasilitas umum harus bertanggung jawab dan beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. Konsumen berhak atas masalah kenyamanan, keamanan dan keselamatan untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerusakan apabila ada kerugian akibat rusaknya barang yang dititipkan, hal tersebut merupakan hal yang paling pokok dan utama dalam perlindungan konsumen. | ABSTRACT Target of which will reach in this research is to know Baturraden Tour object organizer responsibility as perpetrator of[is effort in the case of loss him on the side of consumer pursuant to Law No. 8 Year 1999 About is Consumerism. To reach the target used by method approach of sosiologisyuridis, specification of research having the character of is descriptive of analysis, research location in LokawisataBaturraden, source of primary data as especial data, secondary data as supporter data, data collecting through bibliography study, observation and interview, presented in the form of breakdown of which is compiled systematically, rational and logical, analysed by normative qualitative. Pursuant to solution to the problems which is raised in this research, hence can be concluded as follows : Perpetrator of is effort as Baturraden Tour object organizer in providing facilities and basic facilities and also public facility have to hold responsible and good driven atin conducting its business activity,Treating or serving consumer real correctly and downright and also do not diskriminatif. Consumer is entitled to to the problem of freshment, safety and security to get compensation, compensatory and/or replacement to the damage if there is loss of damage effect of entrusted goods, the mentioned represent most especial and fundamental matter in is consumerism. | |
| 15992 | 19306 | F1F011034 | An Analysis of Presupposition Uttered by Riggan Thomson in Birdman Movie | Meinindar, Aditya. 2017. An Analysis of Presupposition Uttered by Riggan Thomson in Birdman Movie. Skripsi. Pembimbing 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum., Penguji: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Bahasa Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul "An Analysis of Presupposition Uttered by Riggan Thomson in Birdman Movie" berkenaan dengan identifikasi jenis prasangka dan untuk menafsirkan makna tersirat dari ujaran yang diucapkan oleh Riggan Thomson dalam film Birdman. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data dengan teknik total sampling. Teori Yule mengenai prasangka digunakan untuk melakukan penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 28 prasangka yang ditemukan dalam ucapan yang diucapkan oleh Riggan Thomson. Ada 10 prasangka yang dianggap sebagai prasangka eksistensial, 7 presuposisi sebagai prasangka struktural, 5 prasangka sebagai prasangka faktual, 4 prasangka sebagai prasangka leksikal, sedangkan non-faktual dan kontrafaktual hanya memiliki masing-masing 1 prasangka. Makna tersirat dari ujaran diperoleh dengan menganalisis konteks melalui teori Holmes yang menjelaskan tentang empat faktor dalam konteks. Mereka adalah peserta, setting, topik, dan fungsi dari percakapan. Ke-28 data makna tersirat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis makna atau ucapan tersirat, menggunakan teori Searle. Ada 2 data yang didapat sebagai representatif, 18 data sebagai direktif, dan sisanya diklasifikasikan sebagai ekspresif dengan 8 data. | Meinindar, Aditya. 2017. An Analysis of Presupposition Uttered by Riggan Thomson in Birdman Movie. Thesis. Supervisor 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum., Examiner: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto. The research entitled “An Analysis of Presupposition Uttered by Riggan Thomson in Birdman Movie” is concerned to identify the types of presupposition and to interpret the implied meaning of the utterances uttered by Riggan Thomson in Birdman movie. Descriptive qualitative method is used to analyze the data with total sampling technique. Yule’s theory of presupposition is used to conduct this research. The result shows that there are 28 presuppositions found in the utterances uttered by Riggan Thomson. There are 10 presuppositions found as existential presupposition, 7 presuppositions as structural presupposition, 5 presuppositions as factive presupposition, 4 presuppositions as lexical presupposition, non-factive and counterfactual have only 1 presupposition each. The implied meanings of the utterances are gained by analyzing the context through Holmes theory which tells about the four factors of the context. They are the participants, the setting, the topic, and the function of the conversation. The 28 data of the implied meaning are classified into some types of implied meaning or speech act, using Searle theory. There are 2 data gained as representative, 18 data as directive, and the rest are classified as expressive with 8 data. | |
| 15993 | 19308 | F1B112046 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA JALAN TOL GOLONGAN V RUAS JAKARTA - CIKAMPEK | Ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek merupakan akses alternatif berkendara roda 4 atau lebih. Pada dasarnya Kepuasan Pengguna akan terwujud jika harapan pengguna sesuai dengan keinginanya. Berdasarkan fakta tersebut peneliti ingin mengkaji seperti apa Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Pengguna Jalan Tol Golongan V Ruas Jakarta – Cikampek. Penelitian ini dilakukan beberapa tempat istirahat pada ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori menurut Tjiptono dan Diana menggungkapkan bahwa Kualitas Pelayanan merupakan tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut memenuhi keinginan pelanggan. Definisi tersebut mengungkapkan bahwa Kualitas Pelayanan dapat diwujudkan apabila pemberi layanan dapat mempertahankan kinerja yang baik untuk memenuhi harapan bagi pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya Pengaruh Kualitas Pelayanan yang meliputi terhadap Kepuasan Pengguna. Metode penelitian ini menggunakan survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-C dan Regresi Ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 19,293 signifikan pada taraf 0,0002 dan berpengaruh sebesar 0,071 atau 7,1%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa variabel independent mempunyai pengaruh dependent. Dengan demikian hipotesis kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pengguna jalan tol golongan v ruas Jakarta – Cikampek diterima. | Toll Road Jakarta – Cikampek is an alternative access 4 or more wheel drive. Basiclly user satisfaction will be realized if the expectations of users in accordance with the wishes. Based on these fact, researchers want to examine what impact the quality of service on toll road users of Jakarta – Cikampek. This research was conducted by some Resting Place on Jakarta – Cikampek Toll Road. In this study, researchers used the theory according to Tjiptono and Diana revealed that the quality of service is the expected level of excellence and control over the level of excellence is to meet customer desires. The definition reveals that service quality can be realized if service providers can maintain good performance to meet user expectations. The purpose of this study is to determine and analyze the influence of the quality of service that includes the user satisfaction. This research method used survey by using quantitative approach. Data analysis technique used is Kendall Tau-C Correlation and Ordinal Regression. The results of quantitative analysis in this study indicate: There is a positive and significant influence between Quality of Service to User Satisfaction equal to the value of regression coefficient of 19,293 significant at the level of 0,0002 and an effect of 0,071 or 7,1%. | |
| 15994 | 19307 | C1C013024 | Pengaruh Komite Audit, Opini Going Concern dan Indikator Keuangan dalam Memprediksi Kondisi Kesulitan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa empiris ketepatan dari variabel independen dalam memprediksi kondisi kesulitan keuangan di suatu perusahaan. Varabel dalam penelitian ini menggunakan jumlah komite audit independen, opini audit going concern dan indikator keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan secara terus menerus menerbitkan laporan keuangan pada tahun 2012-2015. Bersasarkan metode purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 243 data observasi. Adapun kriteria kesulitan keuangan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan interest coverage ratio, sedangkan analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasio profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan dalam memprediksi kesulitan keuangan suatu perusahaan. opini audit going concern berpengaruh positif tapi tidak signifikan dalam memprediksi kesulitan keuangan di suatu perusahaan. Jumlah komite audit independen dan rasio likuiditas berpengaruh negatif tapi tidak signifikan dalam memprediksi kesulitan keuangan suatu perusahaan. | This study aimed to investigate the effect of independen variable to predict probability of financial distress in the company. Variable in this study using the proportion of audit committee Independent, going concern opinion and financial indocator’s like liquidity ratio and profitability ratio. The population in this study are all of the manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange and continuously published statements in the year 2012-2015. Based on purposive sampling method, samples obtained are 84 companies in the period 2012-2015, so obtain 243 observations. As for the criteria of financial distress in this study was measured by using interest coverage ratio, whilst statistic analysis that used in this study was logistic regression. The result of this research showed that profitability ratio have negative significant value to predict financial distress in the company, going concern opinion have positive but not significant value to predict financial distress in the company, proportion of audit committee independent and liquidity ratio have negative but not significant to predict financial distress in the company. | |
| 15995 | 19309 | E1A013083 | PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Perkara Pidana Pengadilan Negeri Banjarmasin No. 812/Pid.Sus/2010/PN.BJM) | ABSTRAK Tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh korporasi merupakan fenomena yang berkembang pesat saat ini. Tindak pidana tersebut dilakukan dengan berbagai modus dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku dengan tujuan untuk menguntungkan korporasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pertanggungjawaban pidana korporasi menurut Peraturan Perundang-undangan di Indonesia, dan mengetahui bentuk Pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi yang melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara pidana No. 812/Pid.Sus/2010/PN.BJM. Metode Penelitian yang digunakan penelitian ini yaitu Metode Pendekatan yuridis-normatif, Spesifikasi Penelitian deskriptif analitis, Lokasi Penelitian di UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman dan Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Sumber data Sekunder, Pendekatan Masalah yang digunakan meliputi analisis data normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa Pertanggungjawaban pidana korporasi menurut Peraturan PerUndang-Undangan di Indonesia, ada 2 bentuk pidana yaitu Pidana Pokok berupa pidana denda. Selain pidana denda terhadap korporasi juga dapat dijatuhkan pidana tambahan berupa : Pengumuman putusan hakim, Pembekuan sebagaian atau seluruh kegiatan usaha korporasi, Pencabutan izin usaha, Pembubaran dan/atau pelarangan koporasi, Perampasan aset korporasi untuk negara, dan/atau Pengambilalihan korporasi oleh negara, Bentuk Pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi yang melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara pidana Pengadilan Negeri Banjarmasin No. 812/Pid.Sus/2010/PN.BJM yaitu menggunakan model pembebanan. Pertanggungjawaban pidana kepada pengurus dan korporasi pertanggungjawaban yang diberikan kepada PT. GJW berupa pidana Denda sebesar Rp 1.300.000.000.000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Juta Rupiah) dan pidana tambahan berupa Penutupan Sementara PT. GIRI JALADHI WANA selama 6 (enam) bulan. Kata Kunci : Tindak Pidana Korporasi Dalam Tindak Pidana Korupsi | ABSTRACT Criminal acts of corruption committed by the Corporation is a rapidly growing phenomenon today. The crime was committed with a variety of modes and violated the provisions of the applicable law with the purpose to benefit corporation. The purpose of this research is to know the Corporate Criminal Liability according to the Legislation in Indonesia, and knowing the form of Criminal Liability against the corporations who do the criminal offence of corruption in criminal case No. 812/Pid.Sus/2010/PN.BJM. Research methods used in this study which is the juridical-normative Approach Methods, descriptive Research analytical specifications, location research at the UPT Library University of Jenderal Soedirman and the scientific information centre Faculty of law University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. Secondary data sources, approach the issue used include normative qualitative data analysis. Based on the results of the research, that corporate criminal Liability according to the Legislation in Indonesia, there are two forms of crime that is a staple in the form of Criminal criminal fines. In addition to the criminal fine against the Corporation can also dropped an additional form of criminal: the announcement of the verdict of the judge, the freezing of a part or all of the business activities of the corporation, revocation of business, dissolution and/or prohibition of corporation, The usurpation of corporate assets for the State, and/or corporate Takeover by the State, a form of Criminal Liability against the corporations who do the criminal offence of corruption in Criminal District Court No. 812/Banjarmasin Pid. Sus/2010/PN. BURUNDI, namely using the model loading. Criminal accountability to the Executive Board and corporate responsibility given to GJW Corp. form criminal fine of Rp 1,300,000,000,-(one billion three hundred million Rupiah) and additional criminal form of temporary closure ofGIRI JALADHI WANA Corp. for 6 (six) months Keyword : Criminal acts of the Corporation in a criminal Corruption\ | |
| 15996 | 19310 | F1D012038 | Pola Pembentukan Koalisi Partai Islam pada Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2013 | Penelitian ini berjudul “Pola Pembentukan Koalisi Partai Islam pada Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola pembentukan koalisi partai-partai Islam. Hal ini menarik untuk diteliti karena dalam Pilkada Kabupaten Banyumas terdapat dua macam tipe koalisi partai Islam yaitu koalisi sesama partai Islam dan koalisi antara partai Islam dengan parta nasionalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi tidak lagi menjadi suatu hal yang kaku dan bukan hal mendasar untuk menentukan arah pembentukan sebuah koalisi bagi partai-partai Islam. Pertimbangan pragmatis untuk meraih kekuasaan justru yang menjadi hal utama dalam pembentukan koalisi. Ideologi hanya dijadikan sebagai platform resmi partai Islam tersebut tanpa ada pengaplikasian pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2013. Pola pembentukan koalisi yang terjadi sebagian besar adalah sekedar untuk mencapai tujuan kemenangan atau setidaknya tetap dapat ikut serta dalam pilkada. | This study, entitled “The Pattern of Establishment of Islamic Party Coalition in 2013 Banyumas Regency Election” aims to describe the pattern of coalition formation of Islamic parties. It is interesting to study because in the election there are two types of Islamic party coalition which are fellow coalition of Islamic parties and coalitions of Islamic parties with nationalist parties. This research uses descriptive qualitative method with phenomenology approach. The results show that ideology is no longer held rigidly and is not fundamental to determining the direction of forming coalition for Islamic parties. A pragmatic consideration for power is precisely the main thing in the formation of a coalition. Ideology is only used as an official platform of the Islamic party without any application on the implementation of 2013 Banyumas Regency election. The Pattern of coalition formation that that occurs in this local election mostly is just to achieve a victory or at least still be able to participate in the election. | |
| 15997 | 19311 | B1J013107 | Studi Prevalensi Staphylococcus aureus pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode September 2016-Februari 2017 | Otitis media supuratif kronis (OMSK) didefinisikan sebagai peradangan jangka panjang pada bagian telinga tengah dan rongga mastoid yang disertai dengan keluarnya cairan/otorrhoea dan perforasi timpanik. Menurut WHO, insidensi penyakit ini tergolong tinggi di negara-negara berkembang kawasan Asia. Persentase kematian akibat komplikasi OMSK berdasarkan populasi cukup beragam. Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum jelasnya diagnosis OMSK yang hampir serupa dengan otitis media akut (OMA). Berdasarkan agen bakteriologis penyebabnya, Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang sering dijumpai pada sampel klinis OMSK. Pemberian antibiotik umumnya dilakukan untuk menangani infeksi bakteri lebih lanjut, namun pemberian dosisnya belum terstandardisasi dengan baik. Hal ini diketahui dapat memicu kemunculan isolat bakteri yang resisten terhadap berbagai jenis obat. Tingkat prevalensi S. aureus pada sampel klinis OMSK dapat diketahui melalui berbagai langkah karakterisasi dan identifikasi. Langkah tersebut meliputi metode mikrobiologis, molekuler dengan teknik PCR, dan MALDI-TOF. Adapun untuk memantau pola sensitivitas antibiotik isolat bakteri dapat menggunakan metode Kirby-Bauer. Tujuan penelitian untuk mengetahui prevalensi S. aureus, pola sensitivitas isolat S. aureus terhadap berbagai jenis antibiotik, dan mendeteksi ada tidaknya MRSA pada sampel klinis OMSK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017. Penelitian dilaksanakan melalui pendekatan epidemiologi berbasis survei dengan desain potong lintang terhadap 40 sampel OMSK dari 34 pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Variabel penelitian yang diamati adalah prevalensi isolat S. aureus dan MRSA yang teridentifikasi pada sampel OMSK, serta pola sensitivitas antibiotik isolat S. aureus. Parameter utama penelitian yang diamati adalah karakter makromorfologi dan mikromorfologi isolat S. aureus pada medium MSA dan SBA, hasil uji mikrobiologis isolat S. aureus yang mencakup hasil uji katalase, oksidase, dan koagulase, amplikon gen nuc dan mecA, skor dan spektra MALDI-TOF yang terbentuk, dan diameter zona hambat pertumbuhan isolat S. aureus oleh antibiotik uji. Parameter pendukung adalah kuantitas dan kemurnian DNA isolat S. aureus. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan menghitung persentase prevalensi S. aureus dan sensitivitasnya terhadap antibiotik uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi S. aureus dijumpai pada 12 (35,29%) pasien OMSK di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017. S. aureus terdeteksi pada 41,18% sampel OMSK yang positif mengandung bakteri. Persentase sensitivitas S. aureus adalah 100% terhadap cefoxitin dan trimethoprim-sulphamethoxazole, 92,86% terhadap gentamicin, 85,71% terhadap oxacillin, erythromycin, dan chloramphenicol, 78,57% terhadap clindamycin, dan 64,27% terhadap tetracycline. Isolat MRSA tidak terdeteksi pada pasien OMSK RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode September 2016-Februari 2017. | Chronic suppurative otitis media (CSOM) is defined as long period inflammation in the middle ear and mastoid cavity with otorrhoea and tympanic perforation. According to WHO, the incidence rate of CSOM is high in developing countries in Asia. This is due to unclear CSOM diagnosis, which is almost similar to acute otitis media (AOM). Based on bacteriology profile, Staphylococcus aureus is bacteria that generally found in CSOM infection. Treatment of CSOM infection is generally performed by prescribing antibiotic, but actually it has not been standardized well. The inappropriate use of antibiotics will lead to the emergence of resistant S. aureus isolates. The prevalence rate of S. aureus in CSOM samples can be determined by various bacterial characterization and identification steps including microbiological method, molecular method by PCR technique, and MALDI-TOF. As for monitoring the antibiotic susceptibility pattern of bacteria, the disc diffusion method can be used. The aims of this study are to determine the prevalence rate, the antibiotic susceptibility pattern of S. aureus and MRSA in CSOM patients at Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto in the period September 2016 to February 2017. The study was conducted through a survey-based epidemiological approach with cross sectional design on 40 samples from 34 CSOM patients at Margono Soekarjo hospital. The main parameters of the study were macromorphology and micromorphology characters of S. aureus on MSA and SBA medium, the result of microbiological test of S. aureus including the result of catalase, oxidase, and coagulase test, amplicon of nuc and mecA genes by PCR technique, spectra and MALDI-TOF score, and the diameter of S. aureus inhibition zone arround antibiotics disc.The supporting parameter of the study is DNA quantity and purity. The result showed that S. aureus infection was found in 12 (35,29%) CSOM patients at Margono Soekarjo Hospital in the period September 2016 to February 2017. All S. aureus isolates were susceptible to cefoxitin and trimethoprim-sulphamethoxazole, followed by gentamicin (92,86%), oxacillin, erythromycin and chloramphenicol (85,71%), clindamycin (78,57%), and tetracycline (64,27%). MRSA isolate was not detected in CSOM samples of this study. | |
| 15998 | 19312 | G1B013060 | HUBUNGAN SUHU PANAS DENGAN KEJADIAN HEAT STRAIN PEKERJA MESIN MIXER SEMEN DI PASIR WETAN, KARANGLEWAS, BANYUMAS | Latar Belakang : Kegiatan operasional industri di Indonesia sebagian besar menggunakan dan mengeluarkan panas. Panas berlebih di tubuh baik akibat proses metabolisme tubuh maupun paparan panas dari lingkungan kerja dapat menimbulkan masalah kesehatan (heat strain).Kenyamanan termal yang dirasakan oleh tubuh manusia dipengaruhi oleh faktor suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, aktivitas, dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian heat strain pada pekerja produksi mesin mixersemen. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan dengan mengukur suhu ruang tempat kerja, mengukur kecepatan aliran udara, dan wawancara dengan kuesioner Heat Strain Score Index (HSSI). Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil Penelitian : Bedasarkan hasil pengukuran, diperoleh suhu ruang tempat kerja tertinggi 36°C dan terendah 29°C dengan suhu rata-rata 34°C. Kecepatan aliran udara 0,33 m/s. Bedasarkan hasil penelitian pekerja yang mengalami heat strain sebanyak 15 orang (42,9%). Hasil uji korelasi pearson adalah signifikan senilai 0,002 (p<0,05), yang berarti bahwa ada hubungan antara suhu panas dengan kejadian heat strain pekerja produksi mesin mixer semen. Simpulan : Terdapat hubungan antara suhu panas dengan kejadian heat strain pekerja produksi mesin mixer semen. Kata Kunci : Paparan panas, heat strain, kenyamanan termal, suhu ruang, Heat Strain Score Index | Background : Industry operational activity in Indonesia majority use and generate the heat. Excessive heat in the body either due to metabolic processes and exposure to heat from the work environment can cause health problems (heat strain). Thermal comfort perceived by the human body is influenced by factors of air temperature, humidity, wind speed, activity, and humans. The purpose of this research is to know heat strain experience in workers at mixer machine production. Methods : This research used analitycal observation research with cross sectional study. The samples used are thirty five workers with total sampling technic. The data collected with measuring workplace temperature, measuring wind speed, and interviewing workers with Heat Strain Score Index(HSSI) questionaire. Analysis use correlation rank spearman test. Results : The measurement result show that the highest and lowest thermal workplace air temperature was 36°C and 29°C with average temperature was 34°C. Wind speed of 0,33 m/s. The result showed that there were fifteen workers (42,9%) who experienced heat strain. The result of correlation test with significance value is 0,002 (p<0,05), mean there is a relationship between heat temperature with heat strain in workers at mixer machine production. Conclusion : There is a positive significance relationship between heat temperature with heat strain in workers at mixer machine production. | |
| 15999 | 19368 | H1H013030 | MASKULINISASI LARVA LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI PERENDAMAN MADU DENGAN DOSIS BERBEDA | Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menambah nilai ekonomis lobster air tawar adalah dengan mempercepat pertumbuhannya melalui pengarahan kelamin menjadi monosex jantan. Lobster air tawar jantan memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding betina pada umur yang sama. Populasi monosex jantan dapat dihasilkan melalui metode sex reversal dengan maskulinisasi. Metode sex reversal dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami madu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis perendaman madu pada larva lobster air tawar berumur 14 hari terhadap persentase jantan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan dosis madu saat perendaman yaitu 0, 5, 10 dan 15 mL. Perendaman madu dilakukan selama 10 jam, setelah itu lobster dipelihara selama 60 hari. Hasil pengamatan menunjukkan perendaman madu dengan dosis berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap tingkat persentase jantan, tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan berat dan panjang mutlak lobster air tawar. Kisaran kualitas air selama penlitian masih dinyatakan layak untuk pemeliharaan lobster air tawar. | Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus) are considered to have aquaculture potential. One of methods who can use to improve economical value of this species is accelerate the growth by sex reversal to change the population to be monosex by masculinization. Freshwater crayfish male grow more faster than the female in same stage. The honey can be used as natural ingredient for masculinization. The aim of this study was to determine honey immersion doses of freshwater crayfish which has 14 days age to male percentation. This study used completely randomized design (CRD) method with 4 treatments and 4 repetitions. The treartements were differentiated based on honey immersion doses that is 0, 5, 10 and 15 mL. C. quadricarinatus were submerged for 10 hours by honey, and then they maintened for 60 days. Result of this research shows that the application of honey by deeping method on the different doses has non significant (P>0,05) effect into male percentation, survival rate, absolute weight and length growth freshwater crayfish. Water quality during this study were proper for freshwater crayfish mainteded. | |
| 16000 | 19262 | F1I013005 | KEBANGKITAN REGIONALISME ASEAN DAN PEMBENTUKAN ASEAN+3 SERTA PERANANNYA DALAM KERJASAMA PEMBANGUNAN INTERNASIONAL | ASEAN Plus Three (ASEAN+3 /APT) adalah forum kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dan tiga negara dari Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea Selatan. Kerjasama APT merupakan dampak dari krisis keuangan yang melanda kawasan ini pada tahun 1997, dan juga karena kepentingan strategis negara-negara di kawasan dan momentum lebih lanjut untuk pembentukan kemitraan ini. Tujuan utama penyelenggaraan kerjasama internasional adalah untuk memenuhi kepentingan nasional suatu negara yang tidak ada di rumah. Untuk itu, sebuah negara perlu mendamaikan kepentingan kerja sama internasional dengan interstate nasional. Perbedaan yang dimiliki masing-masing negara sebagai teknologi, tingkat harga, struktur ekonomi, dan struktur perdagangan internasional. . Tapi juga, Kerjasama yang dilakukan oleh APT menyebabkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. | ASEAN Plus Three (ASEAN+3/APT) is a forum of cooperation that undertaken by countries that are in the Southeast Asian region and three countries from East Asian such as China, Japan and South Korea. APT co-operation was the impact of the financial crisis that hit the region in 1997, and also due to the strategic interests of countries in the region and further momentum to the formation of this partnership. The main purpose of the holding of international cooperation is to comply with the national interest of a country that does not have at home. To that end, a country needs to reconcile the interests of international cooperation with national interstate. The differences possessed by each country such as technology, price levels, economic structure, will lead to social and political basis of the needs that will be mutually beneficial, then there was an exchange process that occurs widely and is known as the process of international trade. But also, Cooperation performed by APT cause various impacts both positive and negative impacts. |