Home
Login.
Artikelilmiahs
18796
Update
PINKA AULIA MARTIN
NIM
Judul Artikel
Variasi Pola -nai sebagai Penanda Bentuk Kalimat Negatif Bahasa Jepang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Variasi Pola –nai sebagai Penanda Bentuk Kalimat Negatif Bahasa Jepang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan sistem pola –nai sebagai penanda kalimat negatif bahasa Jepang serta fungsi yang terbentuk dari penggunaan pola –nai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis simak dan catat, sedangkan analisis dilakukan dengan metode agih. Data yang digunakan adalah semua kalimat negasi dengan pola –nai yang diperoleh dari novel berjudul Momose, Kocchi wo Muite karya Eiichi Nakata. Hasil penelitian menunjukan kalimat negasi dengan 11 bentuk penegasian pola –nai yang diperoleh dari sumber data, yaitu -nai, nai (aru), -nakatta, -masen, -masen deshita, -nakunaru, -kunai, -dewanai, -janai, -dewanaku, dan -dewanakatta. Pola pembentukan berbeda tergantung pada kata yang diikutinya. Fungsi umum dari penggunaan pola-pola tersebut adalah pengingkaran dan penyangkalan. Apabila dalam bahasa Indonesia, pola –nai yang mengikuti kelas kata doushi, i-keiyoushi, dan na-keiyoushi akan menghasilkan arti ‘tidak’, sedangkan pola –nai yang mengikuti meishi dapat diartikan ‘bukan’, beberapa ada yang diartikan ‘tidak’.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is entitled “Variations of –nai Pattern in Japanese Negative Sentence”. This research aims to describe the form and system of –nai pattern as the marker of Japanese negative sentences and the function which is formed by the use of –nai pattern. This is a qualitative descriptive study by collecting the data through observation and taking notes. The data is analyzed by a method of distribution. The data are all of negation sentences with –nai pattern collected from a novel titled Momose, Kocchi wo Muite by Eiichi Nakata. The result shows that there are negative sentences with 11 form of –nai negation forms; they are –nai, nai (aru), - nakatta, -masen, -masen deshita, -nakunaru, -kunai, -dewanai, -janai, -dewanaku, and –dewanakatta. Each form has different way in negating the word and it depends on the word class, especially for the word of language. When in Indonesian language, -nai which follows doushi, i-keiyoushi, and na-keiyoushi will be interpreted as ‘tidak’, meishi that is followed by -nai can be interpreted as ‘bukan’ and some other are interpreted as ‘tidak’.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save