Home
Login.
Artikelilmiahs
19331
Update
DEFTA RIZKI PRIMANDARU
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pekerja Pembuat Bata di Desa Kedondong Sokaraja Tahun 2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang :. Hasil pengukuran kapasitas paru 5 pekerja pembuat batu bata di Desa Kedondong Sokaraja pada bulan oktober 2016 didapatkan hasil bahwa 4 pekerja mengalami gangguan fungsi paru berupa 2 restriksi dan 2 gangguan campuran, Atas hasil diatas peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang faktor faktor yang berhubungan dengan gangguan fugsi paru pekerja pembuat bata di Desa Kedongdong Sokaraja dengan tujuan untuk mengetahui gangguan fungsi paru pekerja dan faktor yang mempengaruhinya Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian sebanyak 93 pekerja pembuat bata dengan jumlah sampel sebanyak 38 pekerja diambil menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil : penelitian menunjukan 16 pekerja mengalami gangguan restiksi , 6 pekerja mengalami obstruksi, dan 6 pekerja mengalami gangguan campuran. 29 pekerja (76.3%) berusia ≥ 40 tahun (beresiko), 20 pekerja (52.6%) merupakan perokok sedang (7-12 batang/hari), 32 pekerja (84.2%) mempunyai kebiasaan olahraga tidak baik, 25 pekerja (65.8%) memiliki status gizi normal, 26 pekerja (68.4%) memiliki masa kerja lama (≥ 5 tahun), 35 pekerja tidak (92.1%) pernah menderita penyakit paru, dan 28 pekerja (73.7%) belum pernah bekerja di tempat berdebu sebelumnya. Kesimpulan : Tidak ada hubungan variabel usia, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, status gizi, riwayat penyakit dan riwayat pekerjaan dengan kapasitas vital paru. Ada hubungan variabel masa kerja dengan kapasitas vital paru Saran : Pekerja sebaiknya memeriksakan kesehatan parunya segera ke dokter, pekerja sebaiknya merancang tempat kerja agar paparan asap dan debu pembakaran dapat dikurangi Kata Kunci : Kapasitas vital paru, gangguan fungsi paru, pekerja pembuat bata
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Measurement result on five worker of brick industry in kedongdong village sokaraja on October 2016 show that four worker had abnormality on their lungs, two workers had restriction while the other had mixed abnormality. Based on that survey result, the reseacher intend to do reseach about factors that correlate with lung vital capacity on worker of brick industry in Kedongdong village Sokaraja in order to know lung vital capacity of the brick worker and factors that correlate with Methods : This research is quantitative research with cross sectional design study. Sample of this research are 38 worker taken by randomly. This research use Chi Square. Result : Results of this research shows 16 workers had restriction, 6 had obstruction, and 6 workers had mixed abnormality on their lungs. Total 29 workers (76.3%) had risky age (≥ 40 years old), 20 workers (52.6%) are mid-smoker (7-12 cillinder/day), 32 workers (84.2%) had a bad habit on sport, 25 workers (65.8) had normal Body Mass Index, 26 workers (68.4%) had long year of work (≥ 5 years), 35 workers (92.1%) never had lung disease, and 28 workers (73.7%) never work on dusty place before. Conclusion : There is no correlation between age, smoking habit, sport habit, body mass index, history of lung disease, and histroy of work with lung vital capacity. There is correlation between years of work with lung vital capacity Keywords : Lung vital capacity, Lung abnormality, Brick worker
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save