Artikelilmiahs

Menampilkan 1.461-1.480 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
14617480H1K009053JENIS DAN KELIMPAHAN GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE TRITIH KULON KABUPATEN CILACAPPenelitian ini telah dilakukan dengan judul “Jenis dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Tritih Kulon Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan perbedaan kelimpahan gastropoda pada beberapa tingkat kerapatan ekosistem mangrove Tritih Kulon Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan stasiun dilakukan menggunakan secara random pada ekosistem mangrove di Desa Tritih Kulon Kabupaten Cilacap. Parameter utama penelitian meliputi gastropoda dan parameter pendukung berupa kualitas fisik-kimia air (pH, oksigen terlarut, salinitas, temperatur dan tipe substrat). Data kelimpahan gastropoda dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 spesies gastropoda yaitu Cerithidea alata, C. cingulata, C. quadrata, Littotaria scabra, L. anglifera, L. letuora, L. intermedia, Nerita balteata dan Chicoreus capucinus. Rata-rata kelimpahan gastropoda tertinggi terdapat pada stasiun III sebanyak 20 indv/m2, diikuti stasiun II sebanyak 17 indv/m2 dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun I sebanyak 13 indv/m2. Hal ini dikarenakan rusaknya vegetasi mangrove yang terdapat pada stasiun tiga sehingga lebih banyak spesies yang ditemukan di dasar substrat lumpur berpasir. Selain itu karena kualitas air berupa pH, oksigen terlarut, salinitas temperatur dan tipe substrat masih mendukung untuk kehidupan gastropoda pada ekosistem mangrove di Desa Tritih Kulon Cilacap.Dealt with types and abundance of gastropods on mangrove ecosystems Tritih Kulon Cilacap, a study had been done aiming to determine the type and abundance of gastropods on mangrove ecosystem in Tritih Kulon Cilacap. A survey method applied random sampling techniques in Tritih Kulon village mangrove ecosystem of Cilacap. Main parameters involved gastropods and physical-chemical water quality parameters (pH, dissolved oxygen, salinity, temperature and substrates). Gastropod samples were identified and quantified for abundance and water quality analysis in laboratory. The results showed gastropod species consisted of Cerithidea alata, C. cingulata, C. quadrata, Littotaria scabra, Littotaria anglifera, Littotaria letuora, Littotaria intermedia, Nerita balteata, and Chicoreus capucinus. Gastropod average abundance was highest at 3rd station (20.1 ind/m2), followed by 2nd station (17 ind/m2), and 1st station (13 indv/m2). This caused by mangrove vegetation destruction in all stations. More species were found at base of sandy mud substrate. Moreover, water quality such as pH, dissolved oxygen, salinity, temperature, and substrate types remained support gastropod life on mangrove ecosystem in Kulon Tritih village of Cilacap.
14627481G1G008034AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK BIJI PINANG (Areca catechu) TERHADAP PERTUMBUHAN ISOLAT Fusobacterium nucleatum PADA PERIODONTITIS Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri gram negatif yang berperan dalam terjadinya periodontitis. Periodontitis terjadi karena adanya akumulasi bakteri pada plak subgingiva. Alternatif pengobatan periodontitis adalah dengan memanfaatkan bahan alam. Biji pinang (Areca catechu L) merupakan bahan alam mengandung senyawa kimia tanin dan alkaloid yang mempunyai sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pinang dalam menghambat pertumbuhan bakteri F. nucleatum dan mencari konsentrasi ekstrak biji pinang yang mampu menghambat 50% pertumbuhan bakteri F. nucleatum yang dinyatakan dengan nilai IC50. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post test only control group design. Pembuatan ekstrak biji pinang menggunakan metode maserasi. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran untuk mengetahui diameter zona hambat. Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat yang dikonversikan untuk menentukan persentase daya hambat kemudian dilakukan analisis probit untuk mengetahui nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji pinang memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak biji pinang mempunyai efek antibakteri terhadap F. nucleatum yang dinyatakan dengan nilai IC50 sebesar 19,14%. Fusobacterium nucleatum is a gram negative bacterium that plays a role in the occurrence of periodontitis. Periodontitis occurs due to the accumulation of bacteria in subgingival plaque. Areca catechu L seed is one of the alternative natural substance contains chemical compounds tannins and alkaloids that have potential antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of Areca catechu seed extract inhibiting the growth of bacteria F. nucleatum and looking for concentrations of Areca catechu seed extract can inhibit 50% bacteria F. nucleatum expressed by IC50 values. This research method using laboratory experimental method with post-test only control group design. Preparation of Areca catechu seed extract using maceration method. The antibacterial inhibition test using cup-plate diffusion method, to find diameter of inhibition zone. The data obtained is diameter of inhibition zone was analyzed by probit analysis to determine IC50 values. The results showed that Areca catechu seed extract has antibacterial activity. Areca catechu seed extracts has an antibacterial effect to bacteria F. nucleatum expressed with IC50 values of 19,14%.
14637482G1D010032PENGARUH MASSASE EKSTREMITAS DENGAN AROMA TERAPI
LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA
HIPERTENSI DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO
PENGARUH MASSASE EKSTREMITAS DENGAN AROMA TERAPI
LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA
HIPERTENSI DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO
ABSTRAK
Latar Belakang: Proses penuaan terjadi secara alami dengan konsekuensi
timbulnya masalah fisik, mental, dan sosial. Salah satu masalah fisik yang
biasanya terjadi pada lansia adalah meningkatnya tekanan darah atau hipertensi.
Tujuan: mengetahui pengaruh massage ekstremitas dengan aroma terapi lavender
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan
Grendeng Purwokerto.
Metode: jenis penelitian pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group
pre test and post test design. Metode purposive sampling, penelitian pada tanggal
15 Desember – 29 Desember 2013. Instrumen menggunakan spigmomanometer
dan dianalisis dengan uji wilcoxon.
Hasil: Sampel penelitian sebanyak 38 responden , rentang usia 55-65 tahun.
Terdapat perbedaan jumlah responden laki-laki dan perempuan yaitu dari 3 lakilaki
dan 35 perempuan. Hasil rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi
adalah 140,00 mmHg dan rata-rata tekanan darah sistolik setelah intervensi adalah
133,95 mmHg dengan nilai p value= 0,000. Sedangkan tekanan darah diastolik
sebelum intervensi adalah 90,00 mmHg dan rata-rata tekanan diastolik setelah
intervensi adalah 80,00 mmHg dengan nilai p value=0.005.
Kesimpulan: ada pengaruh massage ekstremitas dengan aroma terapi lavender
terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi di Kelurahan Grendeng
Purwokerto.
Kata Kunci : Hipertensi pada lansia, massage, aroma terapi lavender
The influence of massage ekstrimitas with aroma therapy
lavender to a decrease in blood pressure for the elderly
hypertension in Kelurahan Grendeng Purwokerto
Abstract
The background : An aging process occurring naturally the onset of physical
problems, with the consequences mental, and social. Any physical problems that
occurs commonly in rheumatoid arthritis is the increase in blood pressure or
hypertension.
Purpose : find out the influence of massage ektrimitas with aroma therapy
lavender to a decrease in blood pressure on for the elderly with hypertension in
Kelurahan Grendeng Purwokerto.
Method : the kind of research pre-eksperiment to a draft research one group pre
test and test post design. A method of purposive of sampling, research on
december 15 to 29 december 2013. An instrument to use spigmomanometer and
analyzed with the t-test but unormally data so alternative with wilcoxon.
The result : A sample of research as many as 38 respondents, 55-65 years, the
span of age there are differences the number of respondents men and women is
than 3 men and 35 women. the average blood pressure systolic before the
intervention is 140,00 mmHg and the average blood pressure systolic after the
intervention is 133,95 mmHg with the value of p value = 0,000. While blood
pressure diastolik before the intervention is 90,00 mmHg and the average pressure
diastolik after the intervention is 80,00 mmHg with the value of p value = 0.005.
Conclusions : there is the influence of massage ekstrimitas with aroma therapy
lavender to a decrease in blood pressure for the elderly hypertension in Kelurahan
Grendeng Purwokerto.
Keywords : Hypertension in the elderly, massage, aroma therapy lavender
14647484H1E009013PENGARUH TEMPERATUR ANNEALING TERHADAP KONDUKTIVITAS IONIK DAN STRUKTUR KATODA KACA ZINC-TELLURITE YANG DIDOPING Fe3O4 ALAMKatoda kaca zinc tellurite telah dibuat menggunakan metode melt quenching pada temperatur 900 C dengan komposisi 60 TeO2 : 15 ZnO : LiO2: 10 Fe3O4 (dalam persen mol). Karakterisasi sifat termal katoda yang meliputi temperature transisi kaca Tg dan Kristal Tc dilakukan dengan Differential Thermal Analysis. Pengaruh annealing selama 30 menit pada temperature Tg (300 C), Tc (400 C) dan temperature antara Tg-Tc (350 C) terhadap struktur dan konduktivitas ionik katoda dipelajari dengan X-ray Diffraction spectroscopy dan LCR meter. Pola difraksi x-ray menunjukkan bahwa struktur semua katoda setelah diannealing adalah amorf. Konduktivitas ionik katoda meningkat dengan meningkatnya temperatur annealing. Nilai konduktivitas ionik tertinggi katoda sebesar 6,71x10-7 S/cm ditunjukkan oleh katoda yang diannealing pada temperature Tc (400 C).Zinc-Tellurite glass cathodes have been synthetized using melt quenching method at 900 C with composition 60 TeO2 : 15 ZnO : LiO2: 10 Fe3O4 (in mol%nsiton). Thermal property characterization of the cathodes i.e. glass Tg and crystal Tc transition temperatures are conducted using Differential Thermal Analysis. Effect of annealing for 30 minutes at 300, 400 and 350 C on structural property and ionic conductivity of the cathodes are studied using X-ray Diffraction spectroscopy and LCR meter. X-ray diffraction patterns indicate that structure of the annealed cathodes is amorphous. Meanwhile ionic conductivity of the annealed cathodes increases with increasing temperature of annealing. Highest ionic conductivity of the annealed cathode i.e. 6.71x10-7 S/cm is exhibited by annealed cathode at 400 C.
14657485C1B010007ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN PADA KOPERASI PENGUSAHA
ANGKUTAN KOTA (KOPATA) PURWOKERTO
PERIODE 2007 – 2011
Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Pengusaha Angkutan Kota (KOPATA) Purwokerto dengan judul “ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN PADA KOPERASI PENGUSAHA ANGKUTAN KOTA (KOPATA) PURWOKERTO PERIODE 2007 – 2011”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan KOPATA Purwokerto periode 2007 sampai dengan 2011 dan kecenderungan perkembangan kesehatan keuangan KOPATA periode 2007 sampai dengan 2011.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tingkat kesehatan keuangan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No.14/Per/M.KUKM/XII/2009 yang terdiri dari 7 aspek (Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas, Kemandirian dan Pertumbuhan, dan Jati Diri Koperasi) dan analisis tren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah skor kinerja keuangan KOPATA Purwokerto periode 2007 sampai dengan 2011 sebesar 58,10 yang berada dibawah rentang 60 ≤ x ≤ 100, sehingga termasuk dalam predikat “Kurang Sehat”. Sementara itu, dari analisis tren diperoleh persamaan dengan koefisien kemiringan bertanda negatif (-0,125) yang berarti perkembangan kesehatan keuangan KOPATA cenderung menurun.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu koperasi sebaiknya mengoptimalkan harta, hutang dan modal yang dimiliki agar dapat mengoptimalkan keuntungan (SHU) yang diperoleh misalnya dengan pengoptimalan aktiva lancar untuk berbagai unit usaha yang dikelola koperasi seperti unit usaha simpan pinjam, toko dan bengkel, serta minimarket. Koperasi juga perlu memperhatikan penerapan analisis 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Condition of Economic dan Collateral untuk meminimalisir adanya pinjaman yang bermasalah dan beresiko.
This research was conducted at Cooperative of Public Transportation Business People / Koperasi Pengusaha Angkutan Kota Purwokerto entitled : “The Analysis of Financial Health at Koperasi Pengusaha Angkutan Kota (KOPATA) Purwokerto during 2007 to 2011.
The objectives of this research were to know the financial health of Koperasi Pengusaha Angkutan Kota (KOPATA) Purwokerto during 2007 to 2011 and to know the tendency of financial health of KOPATA Purwokerto during 2007 to 2011.
The methods used in this research were financial health analysis based on the decree of Minister of Cooperative, Small and Medium Business No.14/M.KUKM/XII/2009 consisting seven aspects such as Capital Structure, Asset Quality, Management, Efficiency, Liquidity, Independence and Growth, the Cooperative Identity and Trend Analysis.
The result of this research showed that the average of financial health scores of KOPATA Purwokerto during 2007 to 2011 was 58,10 located under the value 60 ≤ x ≤ 100, so it can be classified as “ Unhealthy”. Then, the result was based on trend analysis calculation showed that its equation had negative slope or negative sign (-0,125). It meant that the trend of financial health tend to decrease or projected to fall.
The implication of conclusion above was the Cooperative of Public Transportation Business People / Koperasi Pengusaha Angkutan Kota (KOPATA) Purwokerto should maximize its assets, debts and capital to get optimal profit for example, by optimizing current assets for various business units such as savings and loan business units, shops and machine shops, and minimarket. Cooperative of Entrepeneur Public Transportation / Koperasi Pengusaha Angkutan Kota (KOPATA) Purwokerto should pay attention the application of 5C analysis such as Character, Capacity, Capital, Collateral and Condition of Economic to minimize the risk and troubled loans.
14667486D1E009232Penggunaan Pakan Fungsional Mengandung Omega 3 dan Probiotik Pengaruhnya Terhadap Warna dan Indeks Kuning Telur Ayam KampungPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pakan fungsional mengandung omega 3 dan probiotik terhadap warna dan indeks kuning telur ayam kampung. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam kampung petelur umur 30 minggu. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah penggunaan pakan fungsional 0% (R0), 2,5% (R1), 5% (R2), dan 7,5% (R3). Peubah yang diukur adalah warna dan indeks kuning telur. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap warna dan indeks kuning telur. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan pakan fungsional sampai 7,5% menghasilkan warna dan indeks kuning telur ayam kampung yang relatif sama.The objectives of this research was to investigate the effect of the use of functional feed containing omega-3 fatty acid and probiotics on the colour and index of native chicken egg yolk. The materials in this study were 60 laying chickens of 30 week old. The research was conducted with the experimental method, using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. As the treatments were useds functional feeds containing lemuru fish iol as much as 0% (R0), 2,5% (R1), 5% (R2), and 7,5% (R3). Variables measured were colour and index of yolk. The data were analyzed using analysis of variance. The results of variance analysis showed that the treatment did not significant by effect (P>0.05) colour and index of native chicken egg yolk. The conclusion of this research is that, the uses of functional feed until 7,5%, do not result different colour and index of native chicken eggs yolk.
14677487H1G009016Kualitas Perairan Pulau Pramuka Berdasarkan Indeks Saprobik PlanktonMenurunnya kualitas perairan dapat diindikasikan dengan menggunakan indeks saprobik. Indeks saprobik merupakan suatu metode yang dapat menggambarkan tingkat pencemaran perairan dengan menggunakan pendekatan biologis. Plankton merupakan organisme yang sering dijadikan objek dalam studi kualitas air dibandingkan organisme lainnya. Penelitian yang dilakukan pada bulan Agustus 2013 di Perairan Pulau Pramuka bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton serta kualitas perairan Pulau Pramuka berdasarkan Indeks Saprobik Plankton. Data kelimpahan plankton kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan plankton sebesar 96.920 individu/L yang terdiri dari 62 genera yang terdiri dari 3 divisi fitoplankton dan 5 filum zooplankton. Kelas dengan kelimpahan tertinggi yaitu kelas Bacillariophyceae sebesar 39.248 individu/L dan kelimpahan terendah yaitu kelas Sagittidae sebesar 28 individu/L. Suhu permukaan air laut berkisar antara 28 – 310C, salinitas 31-34 ‰, pH 8, kecepatan arus 0-0,17 m/s, nitrat 0,71 - 3,99 ppm serta fosfat 0,100 - 0,023 ppm. Indeks Saprobik plankton berkisar +1,03 hingga +1,22 sehingga Pulau Pramuka dalam fase β-Meso/ oligosaprobik dengan sedikit senyawa organik dan anorganik serta tingkat pencemaran yang ringan atau rendah. Indeks Saprobik tertinggi pada Stasiun II dan terendah pada Stasiun IV, Kualitas perairan Pulau Pramuka dengan demikian tergolong sebagai perairan tercemar ringan.Declining water quality can be indicated by using the saprobic index. Saprobic index is a method that can be describe the level of water pollution by using a biological approach. Planktons are often used as an object in the study of water quality compared to other organisms. This study was conducted in August 2013. The method used in this study was survey method with Purposive Random Sampling on 4 sampling stations. The data of plankton abundance was analyzed descriptively. The results showed that the plankton abundance was 96,920 individuals/L that consists of 62 genera divided into 3 divisio and 5 phylums. The highest abundance is Bacillariophyceae classes in the amont of 39,248 individuals/L and the lowest abundance is Sagittidae class at 28 individuals/L. The temperature of water were 28 - 310C, salinity were 31-34 ‰, pH were 8, the current speed were between 0 to 0.17 m/s, nitrate were 0.71 to 3.99 ppm and phosphate were from 0.10 to 0.023 ppm. Plankton saprobic index which was obtained revolved between +1,03 until +1,22 hence Pramuka Island was categorized of β-Meso/ oligosaprobic phase with a little organic and anorganic compounds. The highest saprobic index found at Station II and the lowest found at Station IV. The waters quality of Pramuka Island was classified as lightly polluted water.
Keyword: Plankton, Saprobic Index, Pramuka Island, Water Quality.
14687508G1F009055ANALISIS KUALITATIF KEPUASAN PASIEN TERHADAP PEMBERIAN KONSELING OLEH APOTEKER DI KABUPATEN BANYUMAS



Ketidakpatuhan dan ketidaksepahaman pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Konseling obat diharapkan tidak hanya memberikan informasi tentang obat tetapi sekaligus memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pengobatannya dan memastikan bahwa pasien dapat menggunakan obat dengan benar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien mengenai pelayanan konseling serta mendeskripsikan kepuasan pasien terhadap pelayanan konseling di apotek.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif. Informasi didapatkan dari wawancara mendalam (indepth interview) terhadap 5 informan utama yaitu pasien yang mendapatkan konseling,
3 informan pendukung yang terdiri dari apoteker yang memberikan pelayanan konseling dan dosen yang memberikan mata kuliah konseling. Analisis data diperoleh dengan cara mengkategorikan hasil wawancara ke dalam beberapa kategori, melakukan koding terhadap hasil wawancara, serta memilah mana yang penting dan selanjutnya mengambil kesimpulan sehingga mudah dipahami.
Hasil penelitian menyatakan informan merasa puas dengan pelayanan konseling karena informan mengatakan bahwa apoteker telah memberikan pelayanan konseling dengan baik, informasi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat dipercaya, penampilan serta kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan. Informan juga memberikan beberapa saran untuk memperbaiki pelayanan konseling yang ada saat ini, diantaranya adalah perlu dibuat ruangan khusus untuk melakukan konseling di apotek, apoteker diharapkan dapat memberikan informasi lebih banyak lagi dalam melakukan konseling, membiasakan 3S (senyum, salam, sapa) dalam setiap pelayanan di apotek, termasuk pelayanan konseling. Informan yang merasa puas terhadap pelayanan konseling yang diberikan, tidak merasa keberatan apabila diharuskan membayar.
Non-compliance and non corcondance patients in pharmacy therapy is one of the causes of treatment failure. Counseling is expected to not only provide information about the drug but also provide education and understanding of the treatment and ensure that patients can use the drug correctly.The purpose of this study was to determine the patient's perception of counseling services and describe patient satisfaction with counseling services in pharmacies.
This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. Information obtained from in-depth interviews to 5 key informants that patients who receive counseling, support 3 informants consisting of pharmacists who provide counseling services and faculty who provide counseling courses. Analysis of the data obtained by categorizing the interview into several categories, coding the interviews, as well as sorting out what is important and then draw conclusions so easily understood.
The study states informants were satisfied with counseling services as informants said that the pharmacist has provided counseling services with good, easy to understand information presented and trustworthy, appearance and alertness of personnel in providing services. The informant also gave some suggestions to improve counseling services are currently available, which are needed to be made a special room for counseling at the pharmacy, the pharmacist is expected to provide more information in counseling, familiarize 3S (smile, greeting, and hello) in each ministry in pharmacy, including counseling services. Informants who are satisfied with the counseling services provided, no reservations when required to pay.

14697488D1E009250Penggunaan Pakan Fungsional Mengandung Omega 3 dan Probiotik Pengaruhnya Terhadap Konsumsi Lemak dan Kolesterol Darah Ayam KampungPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan fungsional dalam ransum terhadap konsumsi lemak dan kolesterol darah ayam kampung. Materi yang digunakan adalah ayam kampung betina umur 30 minggu sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pakan fungsional dengan R0 (tanpa pakan fungsional), R1 (pakan fungsional 2,5%), R2 (pakan fungsional 5%), dan R3 (pakan fungsional 7,5%). Peubah yang diukur adalah konsumsi lemak dan kolesterol darah. Data di analisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan uji ortogonal polinomial. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi lemak dan kolesterol ayam kampung. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan konsumsi lemak 2,33-32,81g dan untuk rataan kolesterol darah 75,68-164,86 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan minyak ikan lemuru dan probiotik dalam pakan fungsional sampai level 7,5% berpengaruh sama terhadap konsumsi lemak dan kolesterol darah ayam kampung.The aim of this research was knowing the effect use functional feed in Kampung chicken diet with fat consumption and its effect on blood cholesterol. Materials used were Kampung chicken females of 30 weeks old as many as 80 heads. This research was conducted by invivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD), with four treatments and five replications, each replication consisting of 3 chickens. The tested treatments were R0 (without functional feed), R1 (functional feed 2,5%), R2 (functional feed 5%), R3 (functional feed 7,5%). Variables were measured is fat consumption and its effect on blood cholesterol. Data were analyzed using analysis of variance. Variance analysis results showed that use functional feed in diet of Kampung chicken had no significant (P>0.05) fat consumption and its effect on blood cholesterol. The results showed that the average of fat consumption 2,33-32,81g and the average of its effect on blood cholesterol 75,68-164,86 mg/dL. The conclusion of this study is the use of fish oil and probiotics in feed lemuru functional up to the level of 7.5% did same effect on fat intake and blood cholesterol chicken.
14707491H1K009044KELIMPAHAN UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TRITIH KULON, CILACAPPenelitian ini telah dilakukan dengan judul Kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis) pada Ekosistem Mangrove di Tritih Kulon, Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis) pada ekosistem mangrove dan mengetahui hubungan kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis) dengan kualitas air pada ekosistem mangrove di Tritih Kulon, Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode survei, pengambilan sampel dengan menggunakan metode random sampling. Sampel diambil dari tiga titik dengan berdasarkan tingkat kerapatan mangrove pada stasiun I tingkat kerapatannya cukup tinggi (80%), stasiun II kategori sedang (50%) dan stasiun III kategori rusak (30%).dan dilalukan empat kali ulangan berdasarkan bulan terang dan bulan gelap. Alat tangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah jaring lingkar dengan mata jaring 2 ml. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2013 selama satu bulan di ekosistem mangrove, Desa Tritih Kulon, Kabupaten Cilacap. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis tertinggi pada stasiun I (1.6715 ind/m2), diikuti stasiun II (1.445 ind/m2), dan terendah adalah stasiun III (1.24975 ind/m2). Kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis) dipengaruhi oleh kualitas air, parameter yang berpengaruh terhadap kelimpahan Udang Putih (Penaeus merguiensis) adalah bahan organik, oksigen terlarut, salinitas, suhu, pH.A research, entitled White Shrimp (Penaeus merguiensis) Abundance on the Mangrove Ecosystem in Tritih Kulon, Cilacap, has been carried out, aiming to determine White Shrimp (Penaeus merguiensis) abundance on the mangrove ecosystem and relationship between White Shrimp (Penaeus merguiensis) abundance with water quality in mangrove ecosystem of Tritih Kulon, Cilacap. A survey method applied random sampling techniques from three points based on mangrove density, i.e. the first station density levels high enough (80%), station II medium category (50%) and station III damaged category (30%), in quadruplicates during full and quarter moons. An encircling net was used consisting of 0.2 cm mesh size. The study was conducted during December 2013 in mangrove ecosystem of Tritih Kulon village, Cilacap regency. Data were analyzed for variance followed with Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that highest White Shrimp abundance was at station I (1.6715 ind/m2), followed by station II (1.445 ind/m2), and the lowest was the third station (1.24975 ind/m2). White Shrimp abundance was affected by water quality parameters, i.e. organic matter, dissolved oxygen, salinity, temperature, and pH.
14717492A1L009195PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA LOKAL PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill) SECARA ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dosis pupuk kandang kambing yang optimal pada produksi tanaman tomat, 2) mengetahui konsentrasi PGPR yang optimal pada produksi tanaman tomat, 3) mengetahui kombinasi terbaik antara dosis pupuk kandang dan konsentrasi PGPR yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilakukan di Screenhouse di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan mulai bulan November 2012 sampai April 2013. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas 16 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua fakor, faktor pertama adalah dosis pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : kontrol (pupuk N, P, K 1:2:1) , 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR terdiri dari 4 taraf, yaitu : 0 cc/l (tanpa PGPR), 6 cc/l, 12 cc/l, dan 18 cc/l. Variabel yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil, bobot kering tanaman, bobot segar tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kambing memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah pertanaman, dan jumlah buah pertanaman. Dosis kompos terbaik pada pemberian 20 ton/ha. Perlakuan PGPR memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman, tetapi tidak nyata terhadap hasil tanaman. Bobot segar tanaman mengalami penurunan setiap peningkatan konsentrasi PGPR. Interaksi antara pupuk kandang kambing dengan PGPR tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua variabel. Hasil tomat tertinggi setara 17 ton/ha (kombinasi perlakuan dosis pupuk kandang 10 t/ha dan konsentrasi PGPR 0 cc/l (kontrol)).This study was aimed to: 1) determine the optimum dosage of goat manure on tomato’s production, 2) determine the optimal concentration of PGPR on tomato’s production, 3) determine the best combination between the dose of goat manure and concentration of PGPR on the growth and yield of tomato. The research was carried out in the screen house at Banjarsari Wetan village, Sumbang district, Banyumas regency. The research was done from November 2012 until April 2013. The experimental design was Randomized Complete Block Design (RCBD), which consists of 2 factors with 3 replications. The first factor was the dose of goat manure consisting of 4 levels : control (N, P, K fertilizer 1:2:1), 10 tons / ha, 20 tons / ha, and 30 tons / ha. The second factor was the concentration of PGPR consists of 4 levels: 0 cc / l (without PGPR), 6 cc / l, 12 cc / l, and 18 cc / l. Observed variables were plant height, number of leaf, number of chlorophyll, plant dry weight, plant fresh weight, number of fruits per plant, and fruit weight per plant. The result showed that treatment of goat manure gave significant effect on plant height variable, leaf number, the weight of the fruit crop, number of fruit crops. The dose that gave the best growth and yield was goat manure at 20 tons / ha. PGPR treatments gave significant effect on the variable plant fresh weight, and plant dry weight, but that was not significant for yield. Plant fresh weight decreased every increased of PGPR concentration. The interaction between goat manure with PGPR did not give significant effect on all variables. The highest yield of tomato was at 17 Tons/ha (combination of goat manure 10 tons/ha and PGPR concentration 0 cc/l (control)).
14727423H1G009004EFEKTIVITAS PENURUNAN BOD5 LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA PADA BERBAGAI MEDIA TRICKLING FILTERLimbah cair rumah tangga sebagian mengandung bahan organik biodegradable dalam kadar tinggi sehingga menyebabkan turunnya kadar DO di dalamnya. Hal tersebut akan mengganggu kehidupan biota air yang membutuhkan oksigen. Trickling Filter (TF) adalah pengelolaan limbah cair secara biologi yakni proses pengolahan limbah cair yang memanfaatkan aktivitas kehidupan mikroorganisme untuk menguraikan polutan. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui efektifitas media TF dalam menurunkan kadar BOD5 limbah cair rumah tangga dan mengetahui kadar BOD5 hasil pengolahan limbah cair rumah tangga menggunakan TF dibandingkan dengan standar baku mutu air limbah.Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Faktor perlakuan yaitu variasi media (kontrol, batu kali, potongan PVC, tempurung kelapa, dan arang) dengan setiap perlakuan diulang 4 kali.Hasil penelitian menujukkan bahwa TF mampu menurunkan kadar BOD5 limbah cair rumah tangga dengan media batu kali sebesar 71,24%, potongan PVC sebesar 40,85%, tempurung kelapa sebesar 50,1%, arang sebesar 30,63%, dan kontrol sebesar 23,24%.Media TF yang paling efektif menurunkan kadar BOD5 limbah cair rumah tangga dan merupakan satu-satunya media yang sesuai dengan standar baku mutu air limbah menurut KMNLH No. 112 tahun 2003 yaitu media batu kali (V1) yang mampu menurunkan kadar BOD5 limbah cair rumah tangga sebesar 63,15 mg/L (71,24%).Domestic wastewater mostly contains biodegradableorganic substances in high level causing a decrease in dissolved oxygen levels. It will disrupt aquatic life that requires oxygen. Trickling filter (TF) is biological wastewater treatment management using microorganisms to decompose pollutants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of TF media in lowering domestic wastewater BOD5 and determine BOD5 results levels of domestic wastewater treatment using TF compared with wastewater quality standards. An experimental method applied a completely randomized design to examine treatments,i.e. variation of media (control, stones, PVC pieces, coconut shell, and charcoal ) in quadruplicates. The results showed that TF was able to reduce household wastewater BOD5 levels with stones (71.24%), piece of PVC (40.85%), coconut shell (50.1%), charcoal (30.63%), and control (23.24%). TF was the most effective media to reduce household wastewater BOD5 levels and was the only media suitable wih quality standards according to KMNLH No. 112/2003 which stone (V1) isable to reduce of household wastewater BOD5 levels to 63.15 mg/L (71.24%).
14737493E1A008087KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANAKebijakan Hukum Pidana tentang bagaimana hukum pidana dirumuskan dengan baik dan memberikan pedoman kepada pembuat Undang-Undang (kebijakan legislatif), kebijakan aplikasi (kebijakan yudikatif), dan pelaksanaan hukum pidana (kebijakan eksekutif).Prinsip perlindungan hukum dalam peradilan anak harus di tujukan untuk kepentingan anak itu sendiri tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat, maka Kebijakan Hukum Pidana dalam upaya perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana mengatur bagaimana mengetahui perkembangan di masa ini dan masa yang akan datang.
Perlindungan Hukum terhadap anak diatur dalam Undang-undang No.23 tahun 2002 yang memenuhi di dalam kesejahtaraan anak di dalam Undang-Undang No.4 tahun 1979 serta sebab, akibat hubungan orang tua dengan anak tercantum di dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Ketika anak dihadapkan sebagai pelaku tindak pidana upaya perlindungan yang diberikan oleh pemerintah terdapat di dalam Undang-Undang No.3 tahun 1997 beserta mekanisme yang berkaitan dengan pelaksanaannya.
Anak Pelaku tindak pidana mendapat perlindungan khusus ketika mereka dihadapkan kepada permasalahan hukum, upaya anak pelaku tindak pidana pada dasarnya memberikan pertanggung jawaban kepada anak, akan tetapi tidak semata-mata agar anak dihukum bagaimana kebijakan hukum pidana mengatur dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana yang tidak hanya peraturan yang sudah ada akan tetapi bisa diupayakan melalui proses Restoratif Justice dimana penyelesaian menggunakan jalur di luar pengadilan dengan tujuan agar orang tua, anak pelaku tindak pidana dan korban jadi satu membahas pemulihan tersebut, yang didasari pada konsep diversi agar tercapai perdamaian dan menyelesaikan perkara di luar pengadilan sesuai program diversi yaitu, Mediasi, Restitusi, Pelayanan korban, Restorasi masyarakat, Pelayanan langsung kepada korban dan Denda Restoratif
Criminal Law Policy on how the criminal law is well defined and gives guidance to law makers (legislative policy), the policy application (judicial policy), and the implementation of the criminal law (executive policy). Principle of legal protection in the juvenile justice must be addressed for the benefit of children themselves without sacrificing the interests of the public, the criminal Law Policy in the protection of the law against child criminals know how to regulate development in the past and the future.

Legal Protection against child stipulated in Law No. 23 of 2002 which meet in the welfare of children in the Law No. 4 of 1979 as well as the cause, due to the relationship with the child's parents are listed in Law No.1 of 1974 on Marriage. When children are exposed as a criminal protective measures provided by the government contained in the Act No.3 of 1997 and its implementation mechanisms relating to.

Juvenile deliquency of the crime of child special protection when they are faced with legal problems, criminal attempt child basically give an account to the child, but not solely for children convicted of criminal laws regulating how policies in providing legal protection against criminal child that not only the existing regulations but can be pursued through the Restorative Justice process using a lane where settlement out of court in order for a parent, Juvenile deliquency and victims together to discuss the recovery, which is based on the concept of diversion in order to achieve peace and resolve case out of court diversion program is appropriate, mediation, restitution, victim services, community restoration, direct services to victims and Fine Restorative.
14747510G1A009035HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN MIKROPENIS ANAKLatar Belakang : Mikropenis adalah penis dengan ukuran panjang kurang dari rerata -2,5 standar deviasi (SD) berdasarkan usia. Mikropenis dapat menimbulkan masalah psikososial karena penis merupakan identitas jenis kelamin, serta terkait dengan posisi berkemih normal, dan fungsi seksual normal.
Tujuan : menganalisis hubungan obesitas dengan mikropenis anak, mengetahui kejadian mikropenis, dan mencari perbedaan rerata bermakna antara anak dengan obesitas dan tanpa obesitas pada siswa SDN 1 Mersi Purwokerto.
Metode : penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan total sampling.Subjek penelitian adalah siswa laki-laki kelas 1 sampai dengan 5 sebanyak 71 orang. Obesitas didefinisikan sebagai indeks BMI lebih dari persentil 95 menurut CDC 2000 berdasarkan jenis kelamin dan usia. Pengukuran panjang penis menggunakan metode Real Stretched Lenght (RSL) diukur dalam keadaan lemas dengan peregangan maksimal dari simpisis pubis sampai glans penis.
Hasil : Terdapat 16 siswa (22,5%) dengan obesitas, tanpa obesitas 55 siswa (77,5%). Dari 16 siswa obesitas terdapat 15 siswa (93,8%) dengan mikropenis dan 1 siswa normopenis (6,3%), sedangkan dari 55 siswa tanpa obesitas terdapat 6 siswa (10,9%) dengan mikropenis dan 49 siswa (89,1%) normopenis. Analisis chi square didapatkan nilai p=0,000 terdapat hubungan antara obesitas dengan panjang penis, analisis independent t-test nilai p=0,000 terdapat perbedaan panjang penis yang signifikan antara siswa dengan obesitas dan tanpa obesitas, dan analisis uji pearson didapatkan nilai r=-0,526; p=0,000. Terdapat korelasi negatif sedang antara obesitas dengan mikropenis anak.
Background :Micropenis is penis with lenght less than -2,5 standard deviations (SD) by mean of age. Micropenis can lead to psychosocial problems because penis is a gender identity, as well as related to position of normal urinary and normal sexual function.
Objective : The objective of this study is to analize the relationship of obesity with micropenis children, knowing micropenis prevalence, analize significant of mean difference between obese children and without obesity children in SDN 1 Mersi Purwokerto.
Methods : This study is cross-sectional with a total sampling. The subjects were male student grade 1 trought 5 as many as 71 children. Obesity was defined as BMI indeks over the 95th percentile according to CDC 2000 by sex and age. Penis measurement using Real Stretched Lenght (RSL) measured in maximal stretched flaccid penis of the symphysis pubis to the glans penis.
Results : There are 16 children (22,5%) with obesity, without obesity 55 childrens (77,5%). 16 children of obesity, there are 15 children (93,8%) with micropenis and 1 child (6,3%) with normopenis. 55 childrens without obesity, there are 6 children (10,9%) with micropenis and 49 children (89,1%) with normopenis. Chi-square analysis p=0,000 there is a relationship between obesity and penis lenght, independent t-test analysis of the value of p=0,000 are significant differences in penis lenght between children with obesity and without obesity, and pearson analysis test of the value of r=-0,526;p=0,000. There is negative correlation between obesity and micropenis in child.
14757734G1D009072PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DENGAN
RETARDASI MENTAL
Latar belakang: Kebersihan organ reproduksi sangat penting bagi wanita. Namun demikian, keterbatasan kognitif yang dialami remaja putri dengan retardasi mental seringkali mempengaruhi kemampuannya untuk melakukan perawatan kebersihan diri terutama organ reproduksi saat menstruasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kebersihan organ reproduksi saat menstruasi pada remaja putri dengan retardasi mental.
Metode: Penelitian ini bersifat pre experimental; pretest-posttest without control grup design. Populasi adalah remaja putri dengan retardasi mental di SLB Kuncup Mas Banyumas yang sudah menstruasi. Sampel terdiri dari 9 remaja retardasi mental. Pendidikan kesehatan diberikan 2 kali masing-masing selama 15 menit. Pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kebersihan organ reproduksi dianalisis dengan uji-t.
Hasil: Responden berusia antara 13-18 tahun dengan kelas antara 3 SD sampai dengan kelas 7. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan pretest adalah 3,56 dan skor post test adalah 6,22. Rata-rata skor keterampilan setelah pendidikan kesehatan mencapai 7,56. Uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre dan post test (p=0,000)
Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan tentang kebersihan reproduksi saat menstruasi pada remaja dengan retardasi mental.
Background: Hygiene is important for women's reproductive organs. However, cognitive limitations experienced by teenager girls with mental retardation often affect their ability to carry out personal hygiene care, especially reproductive organs hygiene during menstruation.
Purpose: This research aim to examine the effect of health education on knowlege of reproductive organs hygiene knowledge during menstruation among teenagers girl with mental retardation.
Methods : This research used a pre experimental design (pretest-posttest without control grup design). Population in this research is adolescent with mental retardation at SLB Kuncup Mas Banyumas who have been experiencing menstruation. A total of 9 adolescents with mental reterdation was participated in this study. Health education was given twice each for 15 minutes. The effect of health education on the knowlege of reproductive organs hygiene is analyzed using t-test.
Result : Respondents aged between 13-18 years are on the 3rd to 7th grade. Mean of cognitive score before and after treatment (health education) were 3.56 and 6.22 respectively. Mean of psychomotor score was 7.56. T-test showed that there were significant differences in pre and post test scores (p = 0.000)
Conclusion : Health education has a significant effect on reproduction organs hygiene knowledge during menstruation among teenagers girl with mental retardation.
14767744H1C008015ANALISIS PERBAIKAN RUGI-RUGI TEGANGAN DENGAN METODE PENEMPATAN BANK KAPASITOR PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG RAWALO 04 PT. PLN (PERSERO) UPJ WANGONSistem distribusi tenaga listrik merupakan suatu sistem penyalur energi listrik pada tingkat tegangan yang diperlukan. Pada suatu sistem penyaluran sistem tenaga listrik terdapat kemungkinan besar akan terjadi drop tegangan. Permasalahan drop tegangan bukanlah hal yang aneh atau bisa dikatakan hal yang wajar dan pasti terjadi pada jaringan distribusi. Namun, yang menjadi pertanyaan penting dari permasalahan ini adalah apakah nilai rugi-rugi tegangan yang terjadi pada suatu jaringan distribusi telah memenuhi ketentuan SPLN 72:1987 yaitu rugi tegangan yang diperbolehkan adalah 10% atau tidak. Oleh karena itu, permasalahan rugi tegangan harus diperhitungkan secara telitit untuk menjaga kualitas tegangan hingga sampai kepada konsumen. Salah satu cara untuk melakukan perbaikan terhadap permasalahan rugi tegangan adalah dengan melakukan pemasangan kapasitor dan menentukan lokasi yang paling optimal untuk penempatanya. Dalam tugas akhir ini, penulis akan melakukan analisis dan usaha untuk perbaikan rugi-rugi tegangan pada salah satu penyulang di wilayah Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Wangon yaitu penyulang Rawalo 04 (RWO-04) dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0. Berdasarkan hasil anaisis dan simulasi menggunakan ETAP 7.0.0 dengan melakukan pemasangan kapasitor secara berpindah yang dimulai dari busbar section 1 – Section 15 dengan nilai kapasitor sebesar 2.224 MVAR, maka terjadi penurunan rugi-rugi tegangan dari 10.23% atau sebesar 2, 046 kV menjadi 2.97 % atau sebesar 0.594 kV untuk penempatan kapasitor pada busbar section 15Power distribution system is a supply system of electrical energy on the demand of voltage level. drop voltage is very possible to occur in distribution power system. Drop voltage is a general problems or could be said ordinary things occured at a distribution network. But, the important question about this issue is the value of the voltage losses that occur in a distribution network have been compliance with requirements of SPLN 72:1987 or not. It has been explained about value of voltage losses is not be more than 10%. Therefore, the problem of drop voltage must be calculated and considered carefully to maintain the quality of the voltage up to the consumer. One of the ways to make improvements for the problem of drop voltage is by installing capacitor at the busbar and determining the optimal location for capacitor. In this thesis, the writter will try to analysis and efforts improvement for voltage losses at one of feeders in the area of Network Services Unit (UPJ) Wangon for feeder Rawalo 04 (RWO-04) using ETAP software 7.0.0. Based on analysis and simulation using ETAP 7.0.0 by installing capacitors at busbar from section 1 - section 15 with a value of capacitor is 2,224 MVAR, then percentage of the drop voltage has been decreased from 10,23% or equal 2, 046 kV to 2.97% or equal to 0.594 kV with capacitor placement on the busbar section 15
14777494E1A008253SENGKETA WILAYAH SABAH ANTARA PEMERINTAH MALAYSIA DENGAN KESULTANAN SULU TAHUN 2013 MENURUT HUKUM INTERNASIONALSengketa wilayah sering terjadi antara dua negara atau lebih yang memperebutkan suatu wilayah, namun dalam perkembangannya tidak hanya negara yang mengklaim suatu wilayah tetapi suatu entitas masyarakat. Salah satu contoh sengketa yang melibatkan suatu entitas masyarakat dengan negara ialah sengketa Sabah antara Malaysia dengan Kesultanan Sulu.
Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui kedaulatan wilayah Sabah menurut Hukum Internasional serta untuk mengetahui penyelesaian sengketa wilayah Sabah menurut Hukum Internasional. Tipe penelitian yang digunakan ialah yuridis normatif dengan metode analisis data secara kualitatif.
Kedaulatan wilayah atas Sabah menurut Hukum Internasional sah milik Malaysia didasarkan kepada prinsip Uti Possidetis dan pada tahun 1963 dilakukan referendum. Penyelesaian sengketa wilayah Sabah antara Malaysia dan Filipina telah diselesaikan secara damai. Namun pada tahun 2013, sengketa antara Malaysia dengan Kesultanan Sulu yang merupakan bagian dari Filipina diselesaikan dengan jalan kekerasan
The disputed territory is common between two or more countries over a territory, but the development is not only the state that claims a territory but a public entity. One example of a dispute involving a public entity is the state of Sabah dispute between Malaysia and the Sultanate of Sulu.
The purpose of this study was to determine the sovereignty of Sabah under International Law as well as to determine the region of Sabah dispute resolution by the International Law. This type of research is the normative method of qualitative data analysis.
Sovereignty over the territory of Sabah by Malaysia's International Law valid based on the principle of Uti possidetis and referendum in 1963. Settlement of disputes between the Sabah region of Malaysia and the Philippines have been resolved peacefully. But in 2013, a dispute between Malaysia and the Sultanate of Sulu which is part of the Philippines resolved by violence.
14787495G1D009081PENGARUH TERAPI EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOPENGARUH TERAPI EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Mudzati Nur ‘Ulumi1 Atyanti Isworo2 Sulistiani3

ABSTRAK

Latar Belakang : Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Payudara merupakan organ vital terutama untuk perempuan. Sehingga, apabila seorang wanita mengetahui bahwa dirinya mempunyai kelainan pada payudaranya, pasti akan merasa terpukul. Berbagai macam pengobatan menimbulkan efek buruk pada fisik yang dapat memicu rasa malu, cemas, penurunan harga diri sampai amarah. Banyak tindakan untuk menurunkan kecemasan, salah satunya dengan terapi EFT (Emotional Freedon Technique). Proses mengetuk pada EFT akan mengirimkan sinyal untuk menenangkan otak.
Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pasien kanker payudara di RSUD Prof. Dr.Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan pra eksperimen dengan one group pre and postest design. Metode pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah 50 responden. Analisa data menggunakan uji t-tes berpasangan.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan kecemasan ringan sebesar 92 %, kecemasan sedang 4%, kecemasan berat 2%, dan panik 2%, sedangkan rata-rata kecemasan sebelum terapi adalah 13,74 dan rata-rata sesudah terapi adalah 9,70. Hasil analisa statistik menggunakan uji t-tes berpasangan menghasilkan nilai p = 0,000 (p<α = 0,05).
Kesimpulan : Terdapat penurunan skor kecemasan antara sebelum dan sesudah terapi EFT pada pasien kanker payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Kata Kunci : kanker payudara , kecemasan , terapi EFT
THE EFFECT OF EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE THERAPY (EFT) TOWARD ANXIOUSNESS LEVEL OF BREAST CANCER PATIENTS AT PROF DR MARGONO SOEKARJO HOSPITAL PURWOKERTO

Mudzati Nur ‘Ulumi1 Atyanti Isworo2 Sulistiani3

ABSTRACT

Background: Breast cancer is malignant tumor which attacks breast tissue. Breast are vital organ for women. So, if woman is known suffer of this cancer, they would feel sad. There many kinds of medical treatment that can cause bad effect for our physic like embarrassment, anxiety, decreased self-confidence to anger. There are many ways to decrease those. One of them is EFT therapy. EFT process will send signal to make calm brain.
Purpose: The purpose of this study is to prove the effect of EFT therapy to anxiousness level of breast cancer patients at Prof Dr Margono Soekarjo Hospital in Purwokerto.
Method: this research use a pre- experimental design with one group pre and post test design. The sampling method is quota sampling with 50 respondents. To analysis the data use Paired t-tests .
Result: The research showed that there were 92% of respondents obtained mild anxiety, moderate anxiety were 4%, severe anxiety were 2%, and panic were 2%, while the average anxiety before therapy was 13,74 and after therapy was 9,70. The results of statistical analysis using paired t-test score is p = 0.000 (p < α = 0,05).
Conclusion: There is decrease in anxiety level between before and after EFT therapy for patient breast cancer at Prof Dr Margono Soekarjo Hospital Purwokerto.

Key word: anxiousness, breast cancer, EFT therapy.
14797496E1A008139Kriteria dan Prosedur Penetapan Cagar Budaya (Studi di Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tangerang)Indonesia merupakan negara yang kaya akan benda cagar budaya yang memiliki nilai –nilai, antara lain nilai kultural, sosial, religi, edukatif, rekreatif, dan komersial, oleh karena itu menjadi kewajiban adanya upaya pelestarian cagar budaya dengan sebuah penetapan. Urusan Cagar Budaya merupakan sub bagian dari urusan kebudayaan, dan salah satu urusan wajib pemerintah daerah oleh karena itu Pemerintah Kota Tangerang berwenang serta wajib melakukan pelestarian cagar budaya berdasarkan amanat Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. Pemerintah kota tangerang dalam Penetapan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Walikota Tangerang Nomor:430/Kep.337-Disporbudpar/2011. Penetapan tersebut dilakukan namun belum ada peraturan daerah yang mengatur tentang cagar budaya dan khususnya hal utama dalam penetapan tersebut adalah kriteria serta prosedur penetapan cagar budaya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif, lokasi penelitian di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota tangerang(Disporbudpar), sumber bahan hukum terdiri dari primer, sekunder, dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum dalam bentuk teks naratif, dan metode analisa yang dipergunakan analisa normatif kualitatif dengan interpretasi sistematik dan gramatikal.
Kriteria maupun prosedur penetpan cagar budaya di Disporbudpar kota tangerang didasarkan pada ketentuan Undang – undang nomor 11 tahun 2010 dan dengan beberapa ketentuan kementrian pendidikan dan kebudayaan yang ada. Permasalahan terjadi bersumber dari internal pemerintah pusat (kementrian pendidikan dan kebudayaan) dan daerah (Disporbudpar Kota Tangerang).
ABSRTACT
Indonesia is a country rich in cultural heritage objects which have values , including the value cultural , social , religious , educational , recreational, and commercial , therefore, the duty of cultural heritage preservation efforts with a determination . Cultural heritage as a sub part of cultural affairs , and one of the obligatory functions of local government, therefore Tangerang City Government is authorized and obligated to the preservation of cultural heritage by mandate - Law No. 11 Year 2010 on cultural heritage . Determination of Tangerang city government in cultural heritage based on Decree No. Tangerang Mayor : 430/Kep.337-Disporbudpar/2011. Determination was carried out but no local regulations governing cultural heritage and in particulary in the determination of the main things is the criteria and procedures for the determination of cultural heritage .
The method used in this study is a normative approach , the specification of the research is prescriptive , the location of the research in the Department of Youth , Sports , Culture , and Tourism Tangerang City ( Disporbudpar ) , a source of legal material consists of primary , secondary , and tertiary methods of collecting legal materials inventory done by legislation , documentation and literature study , the method of presentation of legal materials in the form of narrative text , and the method of analysis used qualitative normative analysis with systematic and grammatical interpretation .
Criteria and procedures penetpan cultural heritage in the city of Tangerang Disporbudpar based on the provisions of Law - Law No. 11 of 2010 and by some provisions of the ministry of education and culture there . Problems occur internally sourced from the central government ( ministries of education and culture ) and area ( Disporbudpar Tangerang City ) .
14807497C1A010011Marjin Pemasaran, Efisiensi Usaha dan Pendapatan Perajin Bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten BanyumasPenelitian ini mengambil judul “Margin Pemasaran, Efisiensi Usaha dan Pendapatan Rumah Tangga Perajin Bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung marjin pemasaran pada perajin, pengepul dan pedagang, efisiensi usaha pada usaha perajin bambu dan pendapatan rumah tangga, serta kemampuan pendapatan perajin bambu dalam memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunankan metode purposive sampling dengan menggunakan data primer.
Untuk mengetahui marjin pemasaran pada perajin, pengepul dan pedagang menggunakan perhitungan rumus marjin pemasaran. Untuk mengetahui efisiensi usaha pada usaha perajin bambu menggunakan R/C Ratio. Untuk mengetahui pendapatan perajin bambu menggunakan analisis tabulasi, sedangkan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga yang dilihat dari pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) digunakan perbandingan pendapatan perkapita terhadap KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas bulan Oktober 2013.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data data diperoleh kesimpulan bahwa marjin pemasaran terbesar terdapat pada perajin bambu dan pedagang. Efisiensi usaha pada perajin bambu sudah dikatakan efisien. Pendapatan rumah tangga perajin bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Implikasi yang dapat disamapaikan yaitu hendaknya pedagang membeli langsung kerajinan bambu pada perajin karena jika membeli pada pengepul harga beli dan harga jual kerajinan bambu akan menjadi lebih tinggi, mengingat marjin pemasaran timbul dari biaya tambahan yang di keluarkan oleh lembaga tata niaga. Sebaiknya para perajin kerajinan bambu berusaha mempertahankan tingkat efisiensi yang sudah baik. Dalam upaya meningkatkan pendapatan hendaknya perajin dapat meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan.
This research entitled "Marketing Margin, Business Efficiency and Household Income of Bamboo Craftsman in Banjarsari Village Ajibarang Sub-regency Banyumas Regency. This research aims to measure marketing margin of the craftsman, collector and merchant, business efficiency on bamboo craftsman business and household income,.and also income ability of bamboo craftsman in fulfilling Decent Life Needs (KHL). This research conducted by using purposive sampling method using primary data.
To determine marketing margins on crafters, collectors and traders use margin calculation formula marketing. To determine the efficiency of business on the business of bamboo craftsman using the R / C ratio. To determine income using a bamboo craftsman tabulation analysis, whereas to determine the level of household welfare is seen from the fulfillment of the Living Needs (KHL) used per capita income comparisons against KHL established by the Department of Labor and Transmigration Banyumas on October 2013.
Based on the research result and data analysis obtained conclusion that the biggest marketing margin is in bamboo craftsman and merchant. Household income of bamboo craftsman can be said already efficient. Household income of bamboo craftsman in Banjarsari village Ajibarang sub regency Banyumas Regency has not achieved the standard of Decent Life Needs (KHL).
Implication that can be proposed is supposedly merchant buys bamboo craft directly from the craftsman because if buy from the collector the buying price and selling price of bamboo craft will be higher, considering marketing margin occurs from additional cost spent by trade agency. Supposedly bamboo craftsmen try to maintain on to the good efficiency level. In order to increase the income supposedly merchant can increas the amount of product that generated.