Artikelilmiahs

Menampilkan 1.441-1.460 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
14417457H1C007051STUDI ANALISIS PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK
DARI PENGGUNAAN BALLAST ELEKTRONIK PADA LAMPU NEON TABUNG
DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO
Lampu neon tabung masih digunakan masyarakat umum dan instansi walaupun telah diciptakan lampu neon kompak yang menggantikan lampu pijar tanpa harus mengganti komponen pada sistem instalasi sebelumnya. Lampu neon kompak memiliki efisiensi tinggi karena menggunakan ballast elektronik. Sedangkan lampu neon tabung umumnya menggunakan ballast elektromagnetik. Karena itu penelitian tugas akhir ini menganalisa tingkat penghematan yang didapatkan saat ballast elektromagnetik diganti dengan ballast elektronik pada rangkaian lampu neon tabung 18 Watt dan 36 Watt di RSUD Saras Husada Purworejo. Analisa kedua jenis ballast meliputi perbandingan konsumsi daya, faktor daya, analisa segi ekonomis, tingkat pencahayaan, harmonisa, dan bentuk gelombang.
Hasil yang didapatkan bahwa ballast elektronik konsumsi dayanya lebih rendah, faktor daya lebih baik, dan biaya listrik per bulan ballast elektronik lebih hemat dibanding ballast elektromagnetik. Namun ditemukan terjadi penurunan kuat pencahayaan, pada ballast elektronik 18 Watt THD I tidak memenuhi standar, dan bentuk gelombang arus pada ballast elektronik tidak lagi sinusoidal.
Fluorescent light tubes are still used by the general public and institutions in spite of the compact fluorescent lamp has been created to replace incandescent lamps without having to replace components on the previous installation of the system. Compact fluorescent lamps have a high efficiency electronic ballasts for use. While fluorescent light tubes commonly use electromagnetic ballasts . So this research analyzes the level of savings obtained when electromagnetic ballasts replaced with electronic ballasts on fluorescent tube light circuit 18 Watt and 36 Watt in hospitals Saras Husada Purworejo. Analysis of both types of ballast is the ratio of power consumption, power factor, economic analysis, illumination levels, harmonics, and waveform.
The results showed that electronic ballasts, have lower power consumption, better power factor, and the cost of electricity per month is more efficient than electromagnetic ballasts. However, the results found a decrease in the level of illumination, also the 18 watts electronic ballast THD I do not meet the standards , and the current waveform on an electronic ballast is no longer sinusoidal.
14427458F1C009059Strategi Komunikasi Antarpribadi Petugas LAPAS Dalam Membina Narapidana Kasus Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Kota SemarangLembaga Pemasyarakatan (LAPAS) memiliki tugas untuk melakukan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) disamping menjalankan fungsinya untuk membuat efek jera pada pelanggar hukum. Tujuannya agar WBP menyadari kesalahannya berlaku pada semua warga binaan termasuk pada WBP kasus terorisme. Komunikasi antarpribadi dipilih karena umpan balik (feedback) langsung didapatkan sehingga memudahkan dalam menetapkan langkah berikutnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, didapat dua informan utama dan lima informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan petunjuk umum, observasi dengan pola pemeran serta sebagai pengamat, dan penggunaan data resmi. Sumber data menggunakan kata-kata dan tindakan disamping juga menggunakan sumber tertulis serta foto. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis domain (Domain Analysis). Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk validitas data.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan Progressive Treatment Program pada pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) termasuk WBP kasus terorisme. Perbedaan perlakuan WBP kasus terorisme terjadi pada penanganan dan strategi komunikasi antarpribadi yang dilakukan petugas. Dalam komunikasi antarpribadinya strategi menggunakan teknik edukatif, informatif, koersif, dan persuasif yang berbeda dengan WBP kasus lainnya. Hambatan yang ada yaitu masih kesulitannya petugas dalam merubah WBP kasus terorisme ketika berbicara tentang masalah ideologi.
Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembinaan yang dilakukan petugas terbukti efektif karena ditandai dengan berjalannya remisi dan Pembebasan Bersyarat (PB) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Saran yang diberikan adalah memperbanyak jumlah pegawai yang berkompeten untuk melakukan pembinaan dengan pendekatan antarpribadi. Saran lainnya adalah adanya penguatan kerjasama antar pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pelatihan pada petugas dan pembinaan pada WBP kasus terorisme.
The correctional institutions has a duty to do correctional training to prisoners beside its function to create a detterent effect on lawbreakers. The goal is to make the prisoners realizing their error aplies to all citizens including the prisoners in cases of terorism. Interpersonal communication was chosen because of the feedback directly available to ease in determining the next step.
The research methods that is used is qualitative descriptive research methods. The informant selection techniques is purposive sampling, two were main informant and five informer main supporters. Data collection techniques that are used are interviews using general instructions, observation with cast patterns as well as observers and the use of official data. Data sources use words and actions while also using the written sources and photos. The collected data is analyzed using domain analysis techniques (Domain Analysis). This research uses triangulation
The result of the research indicates the presence of the use of progressive treatment program on the prisoners including the prisoners in cases of terrorism. Differences treatment for terrorist case occurs in handling and interpersonal communication strategy by officers. In interpersonal communication strategy using the technique of educational, informative, persuasive, and coercive that are different with other cases. The obstacle that the officer face is the difficulty to change the ideology of the prisoners in case of terrorism.
Through this research it can be concluded that the officer coaching strategy proved effective as it marked the passing of parole for the prisoners in cases of terrorism. The advice that is given is to multiply the number of employees who are competent to conduct the coaching approach to interpersonal communication. The other suggestion is the strengthening of cooperation between the correctional institutions with related parties to conduct training for the officer and coaching on prisoners in cases of terrorism.
14437460H1C007012ANALISIS ARUS HARMONIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFISIENSI
MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA SISTEM PEMAKAIAN SENDIRI
DI PABRIK PLASTIK SETIA KAWAN
Keandalan motor induksi seringkali kurang baik karena adanya harmonisa arus yang timbul akibat beban non linier yang terdapat pada inverter. Salah satu aplikasi dari inverter adalah VSI (voltage source inverter)untuk mengatur kecepatan motor induksi dengan mengubah nilai tegangan atau frekuensi pada inverter. Fenomena harmonisa ini membawa kerugian dalam proses industri yang menggunakan VSI dan motor induksi, karena tidak semua inverter yang dipakai menghasilkan gelombang sinusoidal. Dalam penelitian tugas akhir ini akan dilakukan analisa pengaruh harmonisa terhadap efisiensi motor induksi dengan studi kasus pada Pabrik Plastik Setia Kawan. Data yang didapatkan dari Pabrik Plastik Setia Kawan akan disimulasikan pada software PSIM Professional version 9.0.3.400. Dari hasil simulasi disimpulkan bahwa kenaikan dari frekuensi keluaran inverter akan diikuti kenaikan nilai efisiensi, kemudian pada frekuensi yang sama terjadi penurunan efisiensi motor induksi sebesar 1-13% , hal ini akan menyebabkan penurunan kinerja motor induksi.Induction motor reliability is often poor because of the current harmonics are present from the inverter.An application of the inverter is in voltage source inverter (VSI) to control the speed of an induction motor by changing the voltage or frequency of the inverter. This phenomenon brings harmonic losses in the process industry using VSI and induction motors, because not all inverters produce a pure sinusoidal wave. This research study would be analyzed the effect of harmonics on the efficiency of induction motor by case studies in the Plastic Factory Setia Kawan. The data obtained from the Plastic Factory will be simulated by PSIM Professional Version 9.0.3.400 software. From the simulation results concluded that the increase of the frequency inverter output will be followed by the increase value of efficiency, then at the same frequency induction motor efficiency decreased by 1-13%, this will cause a decrease in performance induction motor.
14447505H1F007001GEOLOGI DAN ANALISIS EROSIONAL PADA PERBUKITAN KARST DAERAH ROWOKELE DAN SEKITARNYA KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAHGEOLOGI DAN ANALISIS EROSIONAL PADA PERBUKITAN KARST DAERAH ROWOKELE DAN SEKITARNYA KECAMATAN ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN PROVINSI JAWA TENGAH
Daerah Rowokele, Kecamatan Rowokele merupakan daerah perbukitan yang masuk ke dalam fisiografi Pegunungan Serayu Selatan. Geologi daerah ini terdiri dari Formasi Kalipucang dan Formasi Halang dengan litologi berupa Napal, Batugamping bioklastik, Batupasir dan Batulempung. Struktur geologi yang berkembang adalah Sesar Mendatar turun Kalisari dan dengan adanya Sesar Turun Tugu.
Daerah yang sebagian besar merupakan perbukitan karst menjadi hal penting untuk dikaji peruntukannya dengan analisis erosional pada Perbukitan Karst. Faktor pendukung yang digunakan meliputi analisis petrografi, pengukuran pada lapisan batuan kemudian membuat kolom sebagai hasil dari pelarutan pada Perbukitan karst. Hasil akhir dari analisis ini berupa kolom bentukan pelarutan pada Perbukitan Karst. Untuk Kolom hasil pelarutan ditujukan agar dapat melihat pola bentukan demi bentukan pelarutan yang terjadi sebagai proses pelarutan pada Perbukitan Karst dan kemudian dibandingkan dengan klasifikasi mikro karst.
GEOLOGY AND EROSIONAL ANALYSIS FOR KARST HILL ROWOKELE AREA AND AROUND DISTRICT REGENCY KEBUMEN CENTRAL JAVA
Rowokele area, District Rowokele a hilly area that goes into Mountains South Serayu physiographic. Geology of the area consists of Kalipucang Formation and Halang Formation with a marl lithology,limestone, sandstone and mudstone. Geological structure that develops is Kalisari Lag Right Slip Fault and Tugu Normal Fault.
Most of the work area is hilly karst be important to assess the allotment with erosional analysis on Karst hills. Supporting factors used include petrographic analysis, measurements on rock layers and then make the column as a result of the dissolution of the karst hills. The end result of this analysis in the form of column leaching Hills karst formations. For column leaching results are intended to be formed in order to see patterns formed by dissolution that occurs as the leaching process on Karst hills and then compared with the classification of micro karst.
14457478F1C009070STRATEGI PENCITRAAN INUL VIZTA KARAOKE PURWOKERTO DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIFUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 10. Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi termasuk karaoke bertujuan untuk pariwisata dan usaha ini tidak diperbolehkan berada di pemukiman penduduk. Inul Vizta Karaoke Purwokerto dianggap kurang mematuhi peraturan tersebut karena lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal penduduk sehingga berdampak pada stigma negatif masyarakat karena jam layanan sampai tengah malam sehingga mengganggu. Oleh karena itu penting bagi Inul Vizta Karaoke untuk membangun citra positif di tengah-tengah masyarakat.
Penelitian ini berjudul “Strategi Pencitraan Inul Vizta Karaoke Purwokerto Dalam Membangun Citra Positif” bertujuan mengetahui strategi Inul Vizta Karaoke Purwokerto dalam membangun citra positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu metode kualitatif deskriptif dengan model interaktif.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi Inul Vizta Karaoke dalam membangun citra positif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : membentuk citra dengan pendekatan masyarakat, yaitu dengan melakukan pendekatan pada masyarakat sekitar, dan tokoh masyarakat, mengoptimalkan fungsi hubungan masyarakat salah satunya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Karaoke Inul Vizta mengusung konsep karaoke keluarga, melalui kegiatan event tertentu pihak manajemen menyelipkan pesan-pesan yang menegaskan Inul Vizta Karaoke bebas dari segala persepsi negatif masyarakat, melalui pesan media elektronik, internet handphone, serta media massa seperti surat kabar, brosur dan pamflet dan membentuk citra dengan kualitas performance dengan menjaga kualitas lagu-lagu dan penampilan karyawan yang sopan.
The Law Number 10/2009 on Tourism explained that karaoke included in tourism businesses. In the regulation state that karaoke are not allowed in residential areas. In fact Inul Vizta Karaoke in Purwokerto arriving around the population. Consequently people feel less comfortable because hours of service until midnight. Base on the fact Inul Vizta Karaoke should be build a positive image.
This research entitle “The Imaging Strategies of Inul Vizta Karaoke Purwokerto in building a positive image” was aimed to find out Inul Vizta Karaoke Purwokerto strategies in building a positive image. This study uses descriptive research qualitative method with interactive model.
Base on the research have conclussion that the strategy of Inul Vizta Karaoke to building positive image with people approach. This approach such as communication with the public, community leaders and religious leaders. Beside it to improves the function of public relations to understanding that Inul Vizta Karaoke have family concept. The management should be often disseminate a positive message in the special event. Messages can be delivered via the mass media such as electronic media, the internet, mobile phones, newspapers, brochures and pamphlets. Finally Inul Vizta Karaoke should be increase the performances service quality, especially the quality of the songs and employees attitude.
14467503C1A010035IDENTIFIKASI POTENSI DAN KLASIFIKASI PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI DI KOTA BOGOR PERIODE 2005-2012Penelitian ini berjudul “IDENTIFIKASI POTENSI DAN KLASIFIKASI PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI DI KOTA BOGOR”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sektor dan subsektor ekonomi basis, sektor dan subsektor ekonomi potensial dan klasifikasi pertumbuhan sektor perekonomian di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Klassen Typology.
Berdasarkan hasil analisis LQ dari tahun 2005 sampai tahun 2012 yang teridentifikasi sebagai sektor basis adalah sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa. Jika dilihat per subsektor, maka terdapat 12 subsektor basis di Kota Bogor, yaitu subsektor gas kota, subsektor air bersih, subsektor perdagangan besar dan eceran, subsektor hotel, subsektor restoran, subsektor pengangkutan, subsektor komunikasi, subsektor bank, subsektor lembaga keuangan tanpa bank, subsektor sewa bangunan, subsektor jasa perusahaan dan subsektor swasta. Berdasarkan hasil analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP) menunjukkan bahwa sektor yang merupakan sektor kompetitif dengan adalah subsektor lembaga keuangan tanpa bank. Berdasarkan hasil analisis Overlay yang merupakan penggabungan dua kriteria, yaitu kriteria pertumbuhan yang diperoleh dari hasil MRP dan kriteria kontribusi yang diperoleh dari hasil analisis rata-rata Location Quotient (LQ) selama periode 2005-2012, menunjukkan bahwa subsektor air bersih, subsektor hotel, subsektor lembaga keuangan tanpa bank dan subsektor sewa bangunan merupakan subsektor ekonomi potensial di Kota Bogor. Hasil analisis Klassen Typology menunjukkan bahwa subsektor air bersih, subsektor lembaga keuangan tanpa bank dan subsektor sewa bangunan merupakan subsektor yang maju dan tumbuh dengan pesat di Kota Bogor.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah Kota Bogor sebaiknya lebih memperhatikan perkembangan dari sektor-sektor yang termasuk sektor potensial. Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut untuk bisa lebih mengoptimalkan sektor potensial tersebut, agar mampu menarik sektor lain yang belum potensial agar dapat menjadi sektor yang potensial. Perlu dilakukan upaya seperti menciptakan iklim investasi yang kondusif, kemudahan birokrasi serta peningkatan sarana dan prasarana sehingga mampu meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya di Kota Bogor.
This research is entitled “The Identification of Potency And Classification of Economic Sector Growth In Bogor City 2005-2012 Period”. The purpose of this research is to identify the base sectosr and subsectors, the potential sectors and subsectors, and the classification of economic sector growth in Bogor City. The analysis methods used in this research are the Location Qoutient (LQ) analysis, Growth Ratio Model, Overlay and Klassen Typology.
Based on the result of Location Quotient analysis from 2005 until 2012, those which are identified as base sectors are electricity, gas and water supply, building, trade, hotel and restaurant, transportation and communication, finance, rental, and business service, and services. There are 12 base subsectors in Bogor City: gas, water supply, wholesale and retail trading, hotel, restaurant, transportation, communication, banking, other financial intermediaries, building rental, business service and private. Based on the results of the overlay analysis is the combination of the two criteria, which are the growth criteria obtained from the result of Growth Rasio Model and contribution criteria obtained from the result of the average Location Quotient analysis during 2005-2012 period, shows that water supply, hotel, other financial intermediaries and building rental are the potential economic subsectors in Bogor City. The result of Klassen Typology analysis is water supply, other financial intermediaries and building rental are developed and grew rapidly subsectors in Bogor City.
The implication of this research is the local governments of Bogor City should pay more attention to the development of sectors including sector potential. In addition, local governments are also required to be able to optimize the potential sectors, in order to be able to attract other sectors which have not been potential yet to be a potential sector. Such effort need to be done to create a conducive investment climate, ease bureaucracy and improving facilities and infrastructure so as to increase the interest of investors to invest in the Bogor City.
14477462D1E009216PERUBAHAN KADAR LEMAK TOTAL DAN ASAM LEMAK BEBAS KEJU SUSU KAMBING YANG MENGANDUNG PROBIOTIK SELAMA PEMERAMAN PADA SUHU YANG BERBEDA


Penelitian berjudul perubahan kadar lemak total dan asam lemak bebas keju susu kambing yang mengandung probiotik selama pemeraman pada suhu yang berbeda dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus 2013 sampai dengan 1 Oktober 2013. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar lemak total dan asam lemak bebas keju susu kambing yang mengandung probiotik selama pemeraman pada suhu yang berbeda. Materi penelitian yang digunakan yaitu 20 liter susu kambing PE, bakteri probiotik (L. casei dan B. Longum), 120 gram susu skim, 1 gram tablet kering rennet microbial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu suhu pemeraman 5oC + lama pemeraman 20 hari, suhu pemeraman 5o C+ lama pemeraman 40 hari, suhu pemeraman 5oC + lama pemeraman 60 hari, suhu pemeraman 10oC + lama pemeraman 20 hari, suhu pemeraman 10oC + lama pemeraman 40 hari, suhu pemeraman 10oC + lama pemeraman 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pemeraman yang berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar lemak total dan asam lemak bebas. Rataan kadar lemak total yang dihasilkan yaitu 34.34 ± 0.2559% dan asam lemak bebas yaitu 10.96 ± 0.521%. Kesimpulan kadar lemak total keju yang diperam pada suhu 10oC lebih tinggi dibandingkan keju yang diperam pada suhu 5oC dan semakin lama pemeraman maka kadar lemak total semakin tinggi. Asam lemak bebas yang diperam pada suhu 5oC lebih tinggi dibandingkan keju yang diperam pada suhu 10oC dan semakin lama pemeraman maka asam lemak bebas semakin tinggi.


A research entitled changes in total fat and free fatty acids contents of goat cheese containing probiotics under different ripening time and temperature was conducted from August 1st to October 1st, 2014. The research aimed to determine the changes in total fat and free fatty acids contents of goat cheese containing probiotics under different ripening time and temperature. The materials used in this research were 20 liters of PE goat’s milk, probiotics bacteria (L. casei dan B. Longum), 120 gram’s of skim milk, one gram of dried microbial rennet tablets. The experimental method used was Completely Randomized Design Factorial Pattern with 6 treatments and 4 replications. The treatments were 5oC ripening temperature for 20 days, 5oC ripening temperatures for 40 days, 5oC ripening temperature for 60 days, 10oC ripening temperature for 20 days, 10oC ripening temperature for 24 days, 10oC ripening temperature for 60 days. Results showed that the effects of ripening temperature and time on total fat and free fatty acids was highly significants. The average total fat was 34.34 ± 0.255 and free fatty acids was 10.96 ± 0.521%. In conclusion, total fat content of cheese which 10oC ripening higher than 5oC ripening and longer ripening time of total fat contents was higher. Free fatty acids content of cheese which 5oC ripening higher than 10oC ripening and longer ripening time of free fatty acids contents was higher.


14487463A1L009118PATOGENISITAS BAKTERI MERAH (Serratia sp.) TERHADAP
HAMA WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens STAL)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui faktor utama penyebab kematian wereng batang coklat (WBC); 2) mengetahui konsentrasi ekstrak bakteri merah yang paling efektif mematikan WBC. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan juli sampai Desember 2013. Penelitian terdiri dari 2 percobaan, yaitu: 1) Uji efek ekstrak BM dan suspensi BM,menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak bakteri merah, suspensi bakteri merah dengan konsentrasi 5ml/1000 ml, dan air sebagai kontrol. 2) uji patogenisitas ekstrak BM, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak BM dengan konsentrasi 5, 10, dan 15 ml/1000ml, dan air sebagai kontrol. Variabel yang diamati adalah mortalitas WBC, waktu timbulnya kematian, dan gejala infeksi WBC. Hasil penelitian menunjukkan faktor utama penyebab kematian WBC adalah racun (metabolit sekunder) yang dihasilkan BM. Kematian WBC tersebut terjadi mulai saat 6 jam setelah perlakuan. WBC yang mati terinfeksi bakteri merah ditunjukkan dengan tubuhberwarna merah dan busuk basah hari pertama sebanyak 68% dan hari kedua sebanyak 76%. Perlakuan ekstrak BM dapat menyebabkanmortalitas WBC sampai dengan 57,06%. Tingkat mortalitas tersebut tidak berbeda nyata antar konsentrasi BM dan berbeda sangat nyata dengan kontrol (air). Konsentrasi yang efektif mematikan WBC adalah konsentrasi 5ml/l000ml air.


The goals of research were to: 1) determine the main factor that caused mortality of brown planthopper (BPH); 2) determine the best concentration of bacterial extract in killing BPH. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Unsoed, Purwokerto, from July to December 2013. The research consisted of two experiments : 1) Test the effect of red bacteria extract and red bacteria suspension, used a completely randomized design with 3 treatments and 2 replications. Treatmets consisted of red bacteria extract, the red bacteria suspension 5ml/1000 ml of water, ad water as a control. 2) The pathogenicity test of red bacteria extract. The experimensuseda completely randomized design, with 4 treatments and 5 replications. The treatmens consisted of red bacteria extract of 5, 10, and 15ml/l000ml and water as a control.
The results showed the main factor that caused BPH was toxins (secondary metabolites) which produced of by red bacteria. The BPH deadh omlured at 6 hours after treatment. The insect that died due to be red bacteria showed their bodies red color and wet rot on first day 68% and the second day 76%. The red bacteria extract caused mortality up to 57.06%. the mortality rate was not significantly different between red bacteria concentrations, and significantly different to the control (water). The effective concentration was 5ml/1000ml of water.
14497464A1L010097UJI HASIL PENDEKOMPOSAN LIMBAH LEGUM OLEH EMPAT ISOLAT
Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh aplikasi kompos legum hasil pendekomposan jamur Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan tanaman mentimun, dan 2) menentukan isolat jamur Trichoderma sp. serta limbah legum yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2013 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis limbah legum yaitu kacang tanah dan orok- orok. Faktor kedua adalah jenis isolat Trichoderma sp. yaitu tanpa isolat jamur, Trichoderma sp. isolat bawang merah, Trichoderma sp. isolat jahe, Trichoderma sp. isolat nenas, dan Trichoderma sp. isolat pisang. Variabel pertumbuhan tanaman mentimun yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar tajuk, dan bobot segar akar. Hasil penelitian menunjukkan Trichoderma sp. mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun dengan peningkatan panjang tanaman hingga 137,17%, memperbanyak jumlah daun hingga 80,84%, memperbanyak cabang hingga 151,23%, meningkatakan bobot segar tajuk hingga
107,58%, meningkatkan bobot segar akar hingga 117,72% dan peningkatan bobot segar tanaman
hingga 120,77%. Pertumbuhan tanaman mentimun terbaik pada tanaman yang diberi kompos kacang tanah yang didekompos oleh Trichoderma sp. isolat nenas, bawang merah dan pisang.
The research aimed at: 1) knowing the influence of legume compost application with Trichoderma sp. on cucumber growth, and 2) determining the best isolate of Trichoderma sp. and legume waste compost for cucumber growth. The research was carried out on April to September
2013 in Plant Protection Laboratory and Green House Faculty of Agriculture, University of Jenderal
Soedirman, Purwokerto. The experimental design used Randomized Block Design (RBD) with two factor. The first factor is the type of legume waste they are peanut and Crotalaria sp. The second factor is the type of isolate of Trichoderma sp. they are without Trichoderma sp., Trichoderma sp. shallot isolate, Trichoderma sp. ginger isolate, Trichoderma sp. pineapple isolate, and Trichoderma sp. banana isolate. Plant growth variables observed were crop length, number of leaves, number of branches, root length, plant fresh weight, canopy fresh weight, and root fresh weight. The results of this research showed that Trichoderma sp. capable to increase cucumber vegetative growth, increase in plant length up to 137,17%, multiply the number of leaves up to 80,84%, multiply the branches up to 151,23%, to greater fresh weight of the canopy up to 107,58%, increasing the fresh weight of roots up to 117,72% and increase in plant fresh weight up to 120,77%. The best compost for cucumber growth was peanut compost with Trichoderma sp. of pineapple, shallot and banana isolates.
14507465A1G009002ANALISIS KAJIAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN TEH DI DESA PASIRAMAN LOR KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Kasus pada Usaha Pengolahan Teh Bapak Soedarso di Desa Pasiraman
Lor Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas)
Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Teh sebagai salah satu komoditas yang bertahan hingga saat ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa yang dihasilkan. Industri kecil pengolahan teh di Desa Pasiraman Lor merupakan usaha yang cukup diminati, tetapi pada kenyataannya menghadapi banyak kendala. Kendala yang dihadapi oleh para perajin diantaranya keterbatasan faktor produksi baik kualitas maupun kuantitas yaitu permodalan, tenaga kerja dan bahan baku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya produksi yang dikeluarkan, penerimaan dan besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usaha pengolahan teh Bapak Soedarso di Desa Pasiraman Lor Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, serta mengetahui kelayakan secara finansial usaha pengolahan teh Bapak Soedarso.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus pada pengolahan teh di Desa Pasiraman Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Analisis Rasio Penerimaan dan Biaya (R/C), Analisis Break Even Point dan Analisis Rentabilitas.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata penerimaan usaha pengolahan teh tahun 2012 sebesar Rp 521.196.000 dan biaya total sebesar Rp 467.336.600 sehingga diperoleh rata-rata pendapatan bersih per tahun sebesar Rp. 53.589.400,00. Nilai R/C usaha pengolahan teh sudah efisien, sebesar 1,12, artinya setiap Rp1.000,00 dari biaya total yang dikeluarkan untuk usaha pengolahan teh Bapak Sudarso, akan mendapatkan hasil sebesar Rp1.120,00, serta kemampuan dalam menghasilkan laba bersih dari modal sendiri sebesar 26,58%. Usaha pengolahan teh Bapak Soedarso perlu meningkatkan penerimaan dengan terus meningkatkan hasil produksi dan pemasaran. Efisiensi usaha dilakukan terhadap semua aspek pengolahan teh mulai dari bahan baku, modal, tenaga kerja dan pemasaran sehingga keuntungan usaha dapat terus ditingkatkan.
Tea is one of the important commodities in Indonesia. Tea as one of the
commodities that survive to this day to provide a major contribution to the
Indonesian economy through foreign exchange generated. Small tea processing
industry in the village Pasiraman Lor is a business that is quite attractive, but in
reality facing many obstacles. Constraints faced by the artisans of factors including
the limitations of both the quality and quantity of production, namely capital, labor
and raw materials. The purpose of this study was to determine the level of production
costs incurred, receipts and revenue volume in tea processing business Mr Soedarso
in Pasiraman Lor Pekuncen Banyumas, and determine the financial feasibility of tea
processing business, Mr. Soedarso. Results of research show that the the average
acceptance processing businesses tea year 2012 amounting Rp 521.196 million and
cost of total amounting to Rp 467 336 600 so that obtained an average of income of
net per year amounting to Rp. 53,589,400.00. Value of R/C tea processing enterprises
are efficient, at 1,12, meaning that for every 1,000, 00 of the total costs incurred for
the processing of tea Mr Sudarso, will get the results of Rp1.120, 00, as well as the
ability to generate net income from equity of 26.58%. Mr Soedarso tea processing
enterprises need to increase revenues to continue to increase production and
marketing. Efficiency effort is made to all aspects of tea processing from raw
materials, capital, labor and marketing efforts so that profits can be increased
14517466A1L009020APLIKASI BUDIDAYA ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN BERMACAM PUPUK KANDANG DAN VARIASI DOSIS
POC LEACHATE PADA TANAMAN SELADA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) macam pupuk kandang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, 2) dosis pupuk organik cair yang optimum untuk menghasilkan produksi yang maksimum, 3) ada tidaknya interaksi antara pupuk kandang dengan dosis pupuk organik cair. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan yang berlokasi di Desa Melung, Kecamatan Kedung banteng, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat lebih kurang 580 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2012. Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang dicoba dalam penelitian ini yaitu dosis pupuk organik cair lindi 0,5; 0,75; 1 l/m² dan jenis pupuk kandang terdiri atas pupuk kandang ayam, kambing, dan sapi. Variabel pengamatan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar tajuk, dan bobot kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair leachate tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Pupuk kandang yang memberikan hasil terbaik pada tanaman selada adalah pupuk kandang ayam yang menghasilkan luas daun pertanaman tertinggi sebesar 40,23 cm, kemudian diikuti oleh pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang sapi. Terjadi interaksi antara dosis pupuk organik cair lindi dan jenis pupuk kandang pada variabel luas daun dan bobot kering tanaman.This research aimed at determining 1) the best manure for letucce growth and yield, 2) the optimum dosage of liquid organic fertilizer for maximum production of the crop, and 3) the interaction between the manure and the liquid organic fertilizer. This research was carried out at experimental field located at Melung Village, Kedung Banteng Subdistrict, Banyumas Regency at altitude of approximately 580 m above sea level, started from September to November 2012. Randomized block design (RBD) arranged by factorial was used. The factors tested were leachate dosage, i.e., 0.5; 0.75; 1 l/m and type of manure, i.e., chickens, goats, and cow manures. Variable observed was length of crop, number of leaves, leaf area, root volume, root dry weight, crop fresh weight, crop dry weight, shoot fresh and dry weight. The research result showed that the leachate fertilizer did not affect significantly all variables of lettuce growth and yield. The best manure for lettuce growth was chicken manure giving the highest leaf area as 40,23 cm, followed by goat and cow manures. There was an interaction between leachate fertilizer dosage and manures permofmed by leaf area and crop dry weight.
14527467D1E009236PENGGUNAAN MINYAK IKAN LEMURU SEBAGAI SUMBER OMEGA-3 DALAM RANSUM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL DAGING AYAM ARAB

(THE EFFECT OF LEMURU FISH AS A SOURCE OF OMEGA-3S FATTY ACID IN RATION ON THE LEVELS OF LIPID AND CHOLESTEROL OF ARABIC CHICKEN MEAT)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan yang dicampur minyak ikan lemuru sebagai sumber omega-3. Materi penelitian 60 ekor ayam Arab bentina umur 20 minggu.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pakan yang mengandung minyak ikan lemuru dengan R0 (tanpa pemberian minyak ikan lemuru), R1 (pemberian minyak ikan lemuru, 1,5%), R2 (pemberian minyak ikan lemuru, 3%), dan R3 (pemberian minyak ikan lemuru, 4,5% ). Peubah yang diukur adalah kadar lemak dan kolesterol daging. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan yang mengandung minyak ikan lemuru berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar lemak dan kolesterol daging Ayam Arab. Penggunaan pakan yang mengandung minyak ikan lemuru sebagai sumber omega - 3 sampai dengan 4,5 % menghasilkan kadar lemak dan kolesterol Daging Ayam arab yang relatif sama.
The aim of the study was to determine the effect of the use feed that was mixed with lemuru fish oil as the source of omega-3 fatty acid. The study was done using in vivo experimental method and Completely Randomized Design (CRD), with four treatments and five repetation. Each repetation consisted of three chickens. The treatments that were tested was the uses of feed that containedlemuru fish oil with R0 (without lemuru fish oil), R1 (plus 1,5%lemuru fish oil), R2 (plus 3% lemuru fish oil), and R3 (plus 4,5% lemuru fish oil). Variables that were measured werethe concentrations of lipid and cholestrol. The data were analized by using variance analysis. The result of variance analysis showed that the use of feed that containedlemuru fish oil did not affect significantly (P>0.05) on the concentrations of lipid and cholesterol. The use of feed that contained of lemuru fish oil as source of omega-3 fatty acid until 4,5 % could not reduce the concentrations of lipid and cholesterol of arabic chicken meat that have same relativity.
14537468A1H007036KAJIAN KARAKTERISTIK EROSI TANAH ANDOSOL DENGAN PEMBERIAN MULSA JERAMI DAN PUPUK KANDANG PADA DOSIS YANG BERBEDA
Erosi merupakan proses terlepasnya butiran tanah dari induknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atau angin kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terangkut di tempat yang lain. Salah satu upaya untuk mencegah erosi dengan metode konservasi secara langsung adalah menerapkan teknik-teknik pengendali erosi di lahan pertanian guna menurunkan laju erosi. Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarya runoff dan perkolasi tanah andosol pada skala laboratorium dengan bantuan Rainfall Simulator pada pemberian mulsa jerami dan pupuk kandang pada dosis yang berbeda , 2) Mengetahui besarya kehilangan tanah andosol pada skala laboratorium dengan bantuan Rainfall Simulator pada pemberian mulsa jerami dan pupuk kandang pada dosis yang berbeda, 3) Mengetahui dosis mulsa jerami dan pupuk kandang yang sesuai untuk mencegah erosi pada tanah andosol. Penelitian dilakukan dengan alat peniru hujan yang dinamakan Rainfall simulator yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dengan sampel tanah yang diambil dari Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, mulai Januari sampai Februari 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan non faktorial dengan tujuh macam perlakuan yaitu mulsa jerami (M) yang terdiri dari 3 ton/ha (M1); 5 ton/ha (M2); 7 ton/ha (M3), pupuk kandang (P) yang terdiri dari 5 ton/ha (P1); 10 ton/ha (P2); 15 ton/ha (P3), dan tanah kontrol (K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya runoff dan perkolasi pada tanah kontrol 14.840 ml dan 19.910 ml sedangkan pada mulsa jerami secara berurutan dari 0,3 kg/m2 atau 3 ton/ha (M1); 0,5 kg/m2 atau 5 ton/ha (M2); 0,7 kg/m2 atau 7 ton/ha (M3) sebesar 9.640 ml dan 25.110 ml; 8.970 ml dan 26.590 ml; 8.090 ml dan 27.770 ml dan pada pupuk kandang berurutan dari 0,5 kg/m2 atau 5 ton/ha (P1); 1 kg/m2 atau 10 ton/ha (P2); 1,5 kg/m2 atau 15 ton/ha (P3) sebesar 10.800 ml dan 34.270 ml; 12.230 ml dan 30.870 ml; 10.450 ml dan 28.070 ml. Persen kehilangan tanah dibandingkan dengan tanah kontrol pada mulsa jerami berurutan 3 ton/ha (M1); 5 ton/ha (M2); 7 ton/ha (M3) sebesar 45,42%; 49,85%; 52,61%; sedangkan pada pupuk kandang berurutan dari 5 ton/ha (P1); 10 ton/ha (P2); 15 ton/ha (P3) sebesar 35,53%; 39,29%; 42,78%, pemberian pupuk kandang dengan dosis 7 ton/ha (M3) dan pupuk kandang dengan dosis 15 ton/ha (P3) dianggap sesuai untuk mencegah terjadinya erosi.Erosion is a process of soil particle detachment from its main in somewhere and material transported by the movement of water or wind, and then followed by sedimentation of material which transported in somewhere else. One way to prevent erosion with direct conservation method is to apply the techniques of controlling erosion on agricultural land in order to reduce the rate of erosion. The objectives of this research are 1)to know the amount of runoff and percolation in andosol soil on a laboratory scale with Rainfall Simulator on mulching straw and manure at different doses 2) To know the amount of soil loss in andosol soil on a laboratory scale with the help of Rainfall Simulator on mulching straw and manure at different doses, 3) To know the doses of straw mulch and manure that suitable to prevent erosion on andosol soil. The study was conducted by a tool that can replicate the rain called Rainfall simulator were implemented in the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, with soil samples taken from the village of Serang District of Karangreja, Purbalingga, from January to February 2013. The experimental design used is non-factorial design with seven kinds of treatment that straw mulch (M) consisting of 3 tonnes / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3), manure (P) consisting of 5 tons / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3), and soil control (K). The results showed that the amount of runoff and percolation on soil control are 14.840 ml and 19.910 ml while the straw mulch in a sequence of 3 tonnes / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3) are 9.640 ml and 25.110 ml; 8.970 ml and 26.590 ml; 8.090 ml and 27.770 ml and the sequence of manure 5 tonnes / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3) are 10.800 ml and 34.270 ml; 12.230 ml and 30.870 ml; 10.450 ml and 28.070 m, percentage of soil loss compared to the soil controls on straw mulch in sequence of 3 tons / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3) amounted to 45.42%, 49.85%, 52.61%; whereas the sequence of manure of 5 tonnes / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3) of 35.53%, 39.29%, 42.78%, manure application at a dose of 0.7 kg / m2 or 7 tonnes / ha (M3) and manure at a dose of 1.5 kg/m2 or 15 tons / ha (P3) is considered appropriate to prevent erosion.
14547469E1A010137EKSISTENSI ASAS LEGALITAS MATERIIL DALAM HUKUM PIDANA INDONESIAUntuk adanya inventarisir secara normatif-koordinatif terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat, maka penelitian ini dilakukan. Normatif-koordinatif merupakan prosedural hukum yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam rangka berkordinasi dalam menjalankan kewajibannya selama penegakkan hukum. Sebuah adagium “verba volant scripta manent”, bermakna bahwa kata-kata saja biasanya tidak berbekas sedangkan apa yang ditulis tetap ada. Keformalistikan minimalis dalam asas legalitas justru terbelenggunya law enforcement di Indonesia. Demi terciptanya keseimbangan, lahirlah asas legalitas materiil. Inventarisir yang dimaksud itu terhadap eksistensi asas legalitas materiil dalam hukum pidana Indonesia yakni dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, filsafat hukum, maupun pendekatan secara historis. Peneliti juga merumuskan permasalahan secara komperhensif, selain dari sisi pidana materiil, namun juga mengkaji implikasi yang terjadi pengakuan secara de jure asas legalitas materiil terhadap hukum acara pidana Indonesia. Pengkritisan terhadap pelaksanaan hukum yang hidup dalam masyarakat yang senantiasa menjalankan apa yang ada, bukan apa yang seharusnya, sebagaimana teori intuisi (Intuition of theory). Dengan demikian, pembentuk undang-undang pun semestinya dapat secara futuristik menentukan arah politik kriminal dari eksistensi asas legalitas materiil yang sesuai dengan gaya yuristik pidana Indonesia. Pada akhirnya dalam penegakkan hukum pun, dalam hal ini oleh Polisi, Jaksa, Hakim, serta Pemangku Adat dapat mengaplikasikan hukum sesuai dengan hukum yang hidup di masyarakat.


This research was undertaken to inventorize normative-coordinative toward of law in the community. Normative-coordinative is a legal procedure performed by the authority when coordinating their responsibilities as law enforcers. A Latin idiom “verba volant scripta manent” means words alone leave no trace, while those written will remain. Minimum formalization in legality principles apparently results in challenges to law enforcement in Indonesia. To create balance, material legality principles were introduced. The inventorization here refers to the existence of material legality principles in criminal law in Indonesia. It includes regulatory framework, legal philosophy, and historical approaches.

Researchers also formulate issues comprehensively, not only from the material perspective of criminal law, but also their relevant implications by recognizing by law (de jure) the material legality principles of criminal laws in Indonesia. Criticizing the practice of law in the community, i.e. by executing what is available, rather than what should have been done, following the theory of intuitions. Therefore, the establishment of law should be able to envision the political direction of criminal law from the existence of material legality principles, which is in line with juristic style of criminal laws in Indonesia.

In the end, in enforcing the law, the police, attorneys, judges, and community leaders can apply laws in the community.

Keywords: material legality principles, the theory of intuition, and juristic style of criminal laws in Indonesia.
14557470D1E008033HUBUNGAN MODAL SOSIAL DENGAN DINAMIKA KELOMPOK PADA KELOMPOK TANI TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWAH DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modal sosial kelompok peternak kambing perah, mendeskripsikan dinamika kelompok peternak kambing perah dan menganalisis hubungan modal sosial dengan dinamika kelompok pada kelompok peternak kambing perah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Responden diambil sebanyak 54 orang dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Variabel yang diamati adalah dinamika kelompok meliputi tujuan kelompok, struktur kelompok dan fungsi tugas serta modal sosial yang meliputi kerjasama dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal sosial peternak yang tergabung dalam kelompok tani ternak kambing PE di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas tergolong sedang, hal ini disebabkan kerjasama dan interaksi telah optimal dijalankan atau diterapkan oleh masing-masing individu anggota kelompok yang tergabung dalam kelompok ternaknya. Tingkat dinamika kelompok tergolong sedang, hal ini disebabkan anggota kelompok belum mampu sepenuhnya menjalankan fungsi tugas dan struktur kelompok dengan baik. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan rendah yaitu 0,633 (P<0,05) antara modal sosial dengan dinamika kelompok peternak kambing PE di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.The research were aim to describe the social capital of PE farmers, describe the group dynamic of PE farmers and to analize the correlation of social capital and group dynamic in whole of PE farmers. The research used a survey method. 54 respondents were involved, and the record were taken using purposive sampling. Observed variables were group dynamics, and social capital (collaboration and social interaction). The results showed that the level of social capital of members in PE farmers group in was moderate. This is due to the cooperation and interaction have been optimally implemented or applied by each individual members of the group. Levels of group dynamics was moderate cause the members of group run the function of work and group structure not regularly yet. Spearman rank correlation analysis indicated that social capital and group dynamics has positive significant relationship 0,633 (P<0,05) between social capital with group dynamic of Ettawa Crossed (PE) farmer in Gumelar Sub District, Banyumas Regency.
14567483A1L009080UJI KEMAMPUAN Trichoderma viride UNTUK MENGENDALIKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM TANAMAN TOMATABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1). Mekanisme antagonis jamur T. viride terhadap Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici, 2). kemampuan T. viride dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Maret 2013 sampai Oktober 2013, di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan di Lahan Pekarangan di Desa Sokaraja Tengah, Banyumas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu: in vitro dan in planta. Penelitian in vitro menggunakan metode deskriptif dan in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 7 perlakuan dengan 4 ulangan.Perlakuan yang diuji terdiri atas kontrol, aplikasi air, aplikasi fungisida dan aplikasi T. viride (5 hari sebelum tanam, saat tanam, dan 5 hari setelah tanam). Fol diinokulasikan bersamaan saat tanam.Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah : mekanisme penghambatan, masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot segar akar, dan panjang akar. Secara in vitro T. viride mampu menekan pertumbuhan Fol sebesar 76,67%, melalui mekanisme hiperparasit. Pemberian T. viride 5 hari sebelum tanam, 5 hari setelah tanam dan pada saat tanam mampu memperlambat masa inkubasi selama 20,75 hari dan menekan intensitas penyakit sebesar 93,27%. Pemberian T. viride mampu meningkatkan pertumbuhan pada tanaman tomat sebesar 32,68%.
ABSTRACT
The aims of this research were: 1). Knowing the antagonist mechanism of T. viride to Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici, 2). Knowing the ability of T. viride in increasing of the growth of tomato plant. This research was conducted from March 2013 to October 2013, in Laboratorium of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and in the garden at central Sokaraja, Banyumas. This research was conducted in 2 steps, which were: in vitro and in planta. In vitro research used descriptive method and in planta used RBD (Randomized Block Design)which consisted of 7 treatments and 4 repetitions. The treatment consisted of control, water application, fungicide application, T. viride application (5 days before planting, at planting and 5 days after planting). Fol was inoculated at planting. The variables observed were: inhibitory mechanism, incubation period, disease intensity, final konidia density, plant height, number of leaves, canopy fresh weight, canopy dry weight, root fresh weight, and root length. In the In vitro tested T. viride was able to suppress Fol growth as 76,67%, through hiperparasit mechanism. Application of T. viride 5 days before planting, 5 days after planting and at planting could slow the incubation period for 20, 75 days and suppress disease intensity up to 93,27%. application of T. viride was able to increase the growth of tomato plant up to 32,68%.
14577471D1F011007PENGGUNAAN TEPUNG BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DALAM RANSUM TERHADAP VISKOSITAS DAN HAUGH UNIT (HU) TELUR AYAM ARABPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) terhadap Haugh Unit dan viskositas telur ayam arab. Materi yang digunakan adalah ayam arab umur 8 bulan sebanyak 60 ekor dan ransum menggunakan tepung bunga rosella. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah penggunaan tepung bunga rosella R0 (tanpa bunga rosella), R1 (penggunaan tepung bunga rosella 2%), R2 (penggunaan tepung bunga rosella 4%), R3 (penggunaan tepung bunga rosella 6%) dan setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Masing-masing ulangan terdiri dari tiga ekor ayam arab. Peubah yang diamati dan dicatat adalah Haugh Unit dan viskositas telur ayam arab. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut Orthogonal Polinomial. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa oenggunaan tepung bunga rosella dalam ransum tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap Haugh Unit dan viskositas telur ayam arab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) sampai 6% dapat digunakan sebagai pakan imbuhan ayam arab menghasilkan Haugh Unit dan viskositas telur ayam arab yang relatif sama.The objectives of this research were to determine the effect of the use rosella powder on Haugh Unit and viscosity of Arabians hens eggs. The materials used were were 60 chicken at age of 8 month and rations using flour rosella flower. The study was conducted using experimental methods in vivo andusing completely randomized design (CRD). Treatments which tested were the use of rosella powder RO (no rosella powder), R1 (use of rosella powder 2%), R2 (use of rosella powder 4%), R3 (use of rosella powder 6%) and each treatment was repeated five times. Each repetition consisted of three chickens. The cariable measures were Haugh Unit and viscosity pf chicken eggs. Data were analyzed using analysis of variance followed Orthogonal Polinomials testing. Results of analysis of variance showed that use of rosella powder in the ration did not affect significantly (p>0,05) on Haugh Unit and viscosity of chicken eggs. The connclusion of this study is the use of rosella powder until 6% can be use as chicken feed with the relative same on Haugh Unit and viscosity.
14587473E1A010112PENERAPAN PASAL 197 AYAT (1) HURUF K KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (Studi Putusan Perkara Korupsi Susno Duadji No. 899/K/Pid.Sus/2012)Hukum acara pidana sebagai hukum formil dari adanya hukum pidana mempunyai tujuan yakni bagaimana melaksanakan aturan-aturan yang telah diatur dalam hukum pidana. Ketentuan dalam hukum acara pidana lebih bersifat teknis yang artinya bahwa hukum acara pidana lebih mengatur tentang bagaimana seorang yang telah terbukti melanggar pasal-pasal yang telah ditentukan dalam hukum pidana seharusnya untuk dilakukan penanganan. Penanganan yang dimaksud adalah apabila seorang setelah diperiksa dalam sidang pengadilan yang kemudian dijatuhkan pidana namun belum mengerti akan tujuan dia dijatuhi pidana leh hakim, karena itu hukum acara pidana sebagai alat-alat negara bermaksud untuk memberikan arahan tentang pelaksanaan hukuman yang telah dijatuhkan tersebut.
Salah satu isi dalam hukum acara pidana adalah mengenai putusan pemidanaan. Pemidanaan yang dimaksud adalah apabila pengadilan yakin bahwa soerang telah melakukan tindak pidana dan terhadapnya dijatuhkan pidana (pasal 193 ayat (1) KUHAP). Salah satu putusan pemidanaan adalah putusan Mahkamah Agung No. 899/K/Pid.Sus/2012 dimana dalam amarnya hanya berisikan menolak permohonan dan pembayaran biaya perkara. Ketentuan pasal 197 ayat (1) huruf K KUHAP tentang perintah penahanan menjadi hal yang penting adanya, karena jika tidak dimuat maka menyebabkan suatu putusan batal demi hukum.
Namun dengan adanya perkembangan setiap bunyi undang-undang tidak selamanya harus diikuti karena apabila terbukti bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 maka ketentuan undang-undang tersebut dapat dibatalkan yakni adanya putusan Mahkamah Kontitusi No. 69/PUU-X/2012 tentang pengujian pasal perintah penahanan yang pada pokoknya menyatakan ketentuan perintah penahanan tersebut tidak lagi mempunyai kekuatan hukum mengikat, sehingga tidak dimuatnya perintah tersebut maka tidak menyebabkan putusan batal demi hukum. Oleh karena itu dengan ditolaknya permohonan kasasi yang diajukan oleh seorang terdakwa karena tidak terbukti kesalahan judex factie dalam memeriksa perkara a quo hakim pada tingkat kasasi sama saja dengan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yang terbukti bersalah melakukan suatu tindak pidana.

Kata kunci: hukum acara pidana, putusan pemidanaan, putusan Mahkamah Konstitusi, judex factie.
Criminal procedure law as a formal law from the existence of the criminal law which has a goal about how to implement the rules that have been set in the criminal law. The regulation of criminal procedure law has been more technical, it means that criminal procedural law has more regulate how to people who have been proven guilty of violating the regulation of criminal procedure law, it should be handled. The point of handling is if people has been examined in the court and also given a punishment from judges but unfortunately he/she does not understand the purpose of that punishment, because that the law of criminal procedure as a means of state intends has a goal to provide guidance on the implementation of the punishment that has been imposed.
One of the content of the criminal procedure law is about punishment verdict. The meaning of punishment is that if the court has satisfaction that people have been done a crime and get a punishment to them ( Article 193 paragraph ( 1 ) Criminal Code). One of the punishment verdict is the decision of Supreme Court. 899/K/Pid.Sus/2012 which has the decision contains only refuse the petition and payment of court fees. The provisions of Article 197 paragraph ( 1 ) of the Criminal Procedure Code letter K which has a content about the order of restrain becomes important presence because if there is not loaded, it will causes a decision null and void.
Nevertheless, there are any development of provision laws. It should not be followed regularly, because if the provision of laws has contrary with the 1945 constitution of the Republic of Indonesia, the provision of laws can be canceled in accordance with the Constitution Court decision No.69/PUU-X/2012 article about testing the order of restrain that essentially state the terms of the restraining order no longer has binding legal force, so that the orders can not publish because the decision null and void. Therefore, the refuse of an appeal filed by a defendant because it is not proven judex factie error in examining judge a quo case on appeal is similar to convict the defendant found guilty of a crime.

Keywords : law of criminal procedure, punishment verdict, the Constitutional Court, judex factie.
14597475D1E009134HUBUNGAN ANTARA UKURAN VITAL STATISTIK AMBING DENGAN PRODUKSI SUSU KAMBING SAPERAPenelitian yang berjudul “Hubungan Antara Ukuran Vital Statistik Ambing dengan Produksi Susu Kambing Sapera” dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2013. Data diambil dari C.V. Origin Dairy Farm, Kabupaten Cilacap dan C.V. Bangun Karso Farm, Kabupaten Bogor. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu (1) untuk mengetahui hubungan ukuran vital statistik ambing terhadap produksi susu dan (2) untuk mengetahui tentang sumbangan yang diberikan dari ukuran vital statistik ambing terhadap produksi susu kambing Sapera. Materi penelitian yang digunakan adalah kambing Sapera laktasi sebanyak 34 ekor, yang berasal dari Cilacap 18 ekor dan 16 ekor. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda. Independent variable yang digunakan adalah lingkar ambing, panjang ambing, tinggi ambing, lingkar puting, dan panjang puting dan dependent variable yang digunakan adalah produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan ukuran vital kambing Sapera di Cilacap untuk lingkar ambing, panjang ambing, tinggi ambing, lingkar puting, dan panjang puting masing-masing yaitu 39,381 cm; 24,091 cm; 18,859 cm; 11,304 cm; 9,991 cm dan di Bogor masing-masing yaitu 39,685 cm; 24,644 cm; 20,196 cm; 11,106 cm; dan 8,325 cm. Nilai rataan produksi susu kambing di Cilacap adalah 1,230 liter/hari dan di Bogor 1,210 liter/hari. Nilai rataan ukuran vital statistik ambing dan produksi susu di Cilacap dan Bogor tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang erat antara lingkar ambing dengan produksi susu kambing Sapera, tetapi tidak ada hubungan antara panjang ambing, tinggi ambing, lingkar puting dan panjang puting dengan produksi susu kambing Sapera. Hubungan tersebut dapat diformulasikan sebagai Y = -2.236 + 0,067 (LA) - 0,03 (PA) + 0,009 (TA) + 0,038 (LP) + 0,033 (PP). Selain itu, lingkar ambing, panjang ambing, tinggi ambing, lingkar puting dan panjang puting secara bersama-sama mempunyai sumbangan effektif yang besar terhadap produksi susu, sehingga seluruh faktor tersebut mempengaruhi kemampuan kambing Sapera dalam memproduksi susu.A study entitled "The Relationship Between Udder Vital Statistic Measures and Milk Production of Sapera Goat" was conducted from April-May 2013. The data were obtained from C.V. Origin Dairy Farm, Cilacap Regency and C.V. Bangun Karso Farm, Bogor Regency. This study has two purposes: (1) to determine the relationship between udder vital statistic measures and milk production of Sapera goats and (2) to asses the contributions of udder vital statistic measures on the milk production of Sapera goat. The materials used were lactating Sapera dairy goats as many as 34 tails (18 from Cilacap and 16 from Bogor). This data were analyzed with Multiple Linear Regression. The independent variables were the udder girth, udder length, udder height, teat girth and teat length and the dependent variable was the daily average of milk production. The result showed that the average udder girth, udder length, udder height, teat girth, and teat length of Cilacap goats are 39,381 cm; 24,091 cm; 18,859 cm; 11,304 cm and 9,991 cm and in Bogor the average are 39,685 cm; 24,644 cm, 20,196 cm; 11,106 cm; 8,325 cm, respectively. The daily average of milk production of Cilacap goats is 1,230 litre/day and of Bogor goats is 1,210 litre/day. Udder vital statistic measures and the milk production of Cilacap goats and Bogor goats are not different (P>0,05). The conclusion of this research is that there is close relationship between udder girth to milk production of Sapera goat, but there are no relationship between udder length, udder height, teat girth, teat length to the milk production of Sapera goat. The relationship can be formulated as Y = -2.236 + 0,067 (LA) - 0,03 (PA) + 0,009 (TA) + 0,038 (LP) + 0,033 (PP). Besides that, udder girth, udder length, udder height, teat girth and teat length jointly have big effective contribution to milk production of Sapera goat so that all factors have effect on milk production of Sapera goat
14607479F1A008025Reggae Berselera Jawa (Studi Lirik Lagu Tony Q Rastafara)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Jawa yang disampaikan Tony Q Rastafara lewat lirik lagunya yang berbahasa Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Hermeneutika, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu-lagu Tony Q yang liriknya berbahasa Jawa memiliki muatan nilai-nilai Jawa yang berkaitan dengan nilai kearifan lokal yang terdapat pada lagu “Ngayogjokarto” tentang keramahan masyarakat Yogyakarta. Refleksi kehidupan manusia atas hidupnya ada dalam lagu “Ojo Lali”, kebersamaan dalam masyarakat Jawa pada lagu “Witing Tresno”. Lagu “Reggae Dot Com” berisi tentang nilai esensi dari sebuah ajaran atau spiritualitas, teladan sifat kepemimpinan dalam wayang terdapat di lagu “Politik”. Keseimbangan alam atau lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan spiritual yang ada pada lagu “Bumi Menunggu”. Pesan moral yang terkandung dalam lagu “Mental Kere” yaitu tentang nafsu manusia. Ketujuh lagu tersebut berisikan tentang beberapa nilai-nilai budaya Jawa yang kini sudah mulai ditinggalkan karena pengaruh budaya luar.The research purpose to know Java values that Tony Q Rastafara was directied song lyrics with it Javanese. The research method used was descriptive qualitative method with Hermeneutika, while the data collection tehnic used is documentary study tehnical. The result of this research show that Tony Q songs that with Javanese lyric have so many Java point load that interrelate with local wisdom point that obtain in “Ngayogjokarto” about the kindness of Yogyakarta society. The human life reflection from their life way is obtain in “Ojo Lali” song, gatherness in Java society in “Witing Tresno” song. The title of “Reggae Dot Com” song is about essential point from a learning point or spirituality, character leadership model in puppet is obtain “Politik” song. The nature balance or environmental, as well physics environmental and spiritual environmental that obtain in “Bumi Menunggu” song. The trusteeship that obtain in “Mental Kere” song is about human passionate. This seventh song contains about the value of Javanese culture that now is leaved because of westernization. Key Words: Reggae, Tony Q Rastafara, Java Culture