Artikel Ilmiah : E1A008253 a.n. NANA NARUNDANA
| NIM | E1A008253 |
|---|---|
| Namamhs | NANA NARUNDANA |
| Judul Artikel | SENGKETA WILAYAH SABAH ANTARA PEMERINTAH MALAYSIA DENGAN KESULTANAN SULU TAHUN 2013 MENURUT HUKUM INTERNASIONAL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sengketa wilayah sering terjadi antara dua negara atau lebih yang memperebutkan suatu wilayah, namun dalam perkembangannya tidak hanya negara yang mengklaim suatu wilayah tetapi suatu entitas masyarakat. Salah satu contoh sengketa yang melibatkan suatu entitas masyarakat dengan negara ialah sengketa Sabah antara Malaysia dengan Kesultanan Sulu. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui kedaulatan wilayah Sabah menurut Hukum Internasional serta untuk mengetahui penyelesaian sengketa wilayah Sabah menurut Hukum Internasional. Tipe penelitian yang digunakan ialah yuridis normatif dengan metode analisis data secara kualitatif. Kedaulatan wilayah atas Sabah menurut Hukum Internasional sah milik Malaysia didasarkan kepada prinsip Uti Possidetis dan pada tahun 1963 dilakukan referendum. Penyelesaian sengketa wilayah Sabah antara Malaysia dan Filipina telah diselesaikan secara damai. Namun pada tahun 2013, sengketa antara Malaysia dengan Kesultanan Sulu yang merupakan bagian dari Filipina diselesaikan dengan jalan kekerasan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The disputed territory is common between two or more countries over a territory, but the development is not only the state that claims a territory but a public entity. One example of a dispute involving a public entity is the state of Sabah dispute between Malaysia and the Sultanate of Sulu. The purpose of this study was to determine the sovereignty of Sabah under International Law as well as to determine the region of Sabah dispute resolution by the International Law. This type of research is the normative method of qualitative data analysis. Sovereignty over the territory of Sabah by Malaysia's International Law valid based on the principle of Uti possidetis and referendum in 1963. Settlement of disputes between the Sabah region of Malaysia and the Philippines have been resolved peacefully. But in 2013, a dispute between Malaysia and the Sultanate of Sulu which is part of the Philippines resolved by violence. |
| Kata kunci | Sengketa, Wilayah, Kedaulatan, Pemerintah Malaysia, Kesultanan Sulu |
| Pembimbing 1 | Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H |
| Pembimbing 2 | Sarsiti, S.H.,M.H. |
| Pembimbing 3 | Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |