Artikelilmiahs
Menampilkan 1.501-1.520 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1501 | 7522 | F1C009036 | Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam Mempengaruhi Pria Mengikuti KB MOP di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga | Program Keluarga Berencana merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi dari sejak dahulu program KB seringkali menunjukkan perbedaan perlakuan berdasarkan gender yang lebih dominan ditujukan kepada wanita berdasarkan status biologis. Padahal keberhasilan program KB ditentukan oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini, mengetahui peran PKB dalam mempengaruhi pria mengikuti KB MOP di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga dan hambatan-hambatan yang dihadapi PKB dalam menjalankan peran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil dari penelitian ini menggambarkan ada tiga peran Penyuluh Keluarga Berencana dalam mempengaruhi pria untuk mengikuti KB MOP, yaitu PKB melakukan koordinasi dengan kader desa untuk mengetahui kondisi masyarakat lebih detail, setelah PKB mengetahui calon akseptor mereka melakukan penyuluhan dengan cara menemui langsung, dan PKB bertanggung jawab membawa akseptor yang mengalami komplikasi KB ke bidan setempat atau rumah sakit bahkan menanggung biaya pengobatannya. Hambatan yang dialami PKB dalam menjalankan perannya, yaitu masyarakat Kecamatan Rembang kurang menganggap penting penyuluhan, pandangan masyarakat dipengaruhi oleh tokoh masyarakat yang menganggap bahwa KB adalah haram. Hal ini mengakibatkan, umumnya pria di Kecamatan Rembang masih bersikap egois menganggap bahwa KB hanyalah tanggung jawab wanita, dan berkembangnya isu yang menyatakan bahwa tindakan KB MOP membahayakan karena masyarakat kurang mengetahui informasi yang sebenarnya. | Family Planning program a collective responsibility. However, long ago of the family planning programs often show a difference in treatment based on gender is more dominant addressed to women based on biological status. In fact the success of family planning programs is determined by the participation of the whole society. The purpose of this study was to determine the role of Family Planning Counselors in affecting men to following the KB MOP on Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga and the obstacles that they are faced to do their role. The method used in this study is qualitative descriptive design. The results of this study illustrate three Family Planning Counselors role in influencing men to follow the KB MOP, the PKB coordinating with the society cadres to determine the condition of society in more detail, after the candidate acceptor PKB know how can they do counseling in way of a direct encounter, and PKB is responsible bringing acceptor with the risk of KB to the local midwife or hospital even cover the cost of the treatment. PKB obstacles experienced by carrying out its role, the Rembang Sub District society considers less important extension, public opinion is influenced by public figures who think that family planning is forbidden. This resulted, mostly men in Rembang Sub District still being selfish assume that Family Planning is only the responsibility of women, and development issues that states that the actions KB MOP dangerous because less people know the truth about KB MOP. | |
| 1502 | 7523 | H1F008051 | GEOLOGI DAN HIDROGEOLOGI DAERAH KEMUTUG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BATURADEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Lokasi Penelitian Tugas Akhir ini berada di Desa Kemutug dan sekitarnya, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) 9192000 mN – 9185000 mN dan 301000 mE – 309000 mE. Pemetaan Geologi dilakukan dengan luas 72 Km2 dengan skala peta 1 : 25.000. Daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan geomorfolgi, yaitu Satuan Perbukitan Curam Gunungapi (V6), Satuan Perbukitan Agak curam Gunungapi (V7), Satuan Perbukitan Aliran Lava (V9), Satuan Kaki Gunungapi Aliran Lahar (V11) dan Satuan Perbukitan Dike (S11). Stratigrafi daerah penelitan dibagi menjadi enam satuan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir - Batulempung, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Breksi Tuf, Satuan Lava Andesit, Satuan Lava Basalt dan Satuan Breksi Laharik. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitan adalah sesar mendatar kiri Kemutug berarah Baratlaut-Tenggara dan Sesar Turun mengiri Ketenger berarah Utara-Selatan. Litologi yang bersifat sebagai akifer di daerah penelitian adalah Satuan Batupasir – Batulempung, Satuan Breksi Tuf, Satuan Lava Andesit, Satuan Lava Basalt, dan Breksi laharik. Sedangkan Satuan Intrusi Diorit bersifat sebagai akifug. Curah hujan rata-rata di daerah penelitian adalah 2.797,8 mm/tahun, sedangkan evapotranspirasi rata-rata daerah penelitian adalah 2.037,4 mm/tahun. Berdasarkan analisis kesetimbangan air tersebut diketahui bahwa daerah penelitian memiliki kelebihan air sebesar 738,02 mm/tahun. | ABSTRACT Research area is located in Kemutug village and surrounding, Baturaden distric, Banyumas regency, Central Java, at coordinate 9192000 mN – 9185000 mN and 301000 mE – 309000 mE. The geological mapping has been done in area of 72 Km2 with a 1 : 25.000 scale. Geomorphology unit of the research area can be devided into five units, they are Volcanic Steep Hills Unit (V6), Volcanic Moderately Steep Hills Unit (V7), Volcanic Lava Flows Unit (V9), Volcanic Lahar Flows Unit (V11), Structural Dyke Unit (S11). Stratigraphy in this area consists of six stratigraphical units, from old to young are Sandstone – Mudstone Unit, Diorit Intrusion Unit, Tuff Breccia Unit, Andesit Lava Flow unit, Basalt Lava Flow Unit, and Laharic Breccia Unit. Geological structure that found in this area are Kemutug Left Slip Fault and Ketenger Left Normal Slip Fault. Litological unit that have aquifer characteristic are Sandstone – Mudstone Unit, Tuff Breccia Unit, Andesit Lava Flow unit, Basalt Lava Flow Unit, and Laharic Breccia Unit. Whereas Diorit Intrusion Unit have aquifuge characteristic. The average rainfall in this area is 2.797,8 mm/years, whereas the average of evaporation in this area is 2.037,4 mm/years. Based on the water balance analysis, have known that research area have 738,02 mm/years water surplus. | |
| 1503 | 7524 | C1A010095 | EFEKTIVITAS PROGRAM RASKIN BERDASARKAN SASARAN, JUMLAH DAN HARGA DI KECAMATAN MAOS | Penelitian ini berjudul ‘‘EFEKTIVITAS PROGRAM RASKIN BERDASARKAN SASARAN, JUMLAH DAN HARGA DI KECAMATAN MAOS’’. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program raskin di Kecamatan Maos. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari 96 responden penerima raskin diKecamatan Maos yang menjadi sampel dan data sekunder di peroleh dari literatur serta instansi terkait yaitu Gudang Bulog 403 Maos dan Kelurahan di Kecamatan Maos. Alat analisis yang digunakan adalah deskriptif presentase, indeks ketepatan sasaran, indeks ketepatan jumlah dan indeks ketepatan harga. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah kombinasi antara teknik kuota sampling dan aksidental sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketepatan sasaran program raskin menurut indikator keluarga miskin BPS tidak efektif, namun ketepatan sasaran, ketepatan jumlah dan ketepatan harga program raskin menurut indikator keberhasilan program raskin di Kecamatan Maos sudah efektif dengan persentase 100 persen. Pencapaian tepat sasaran menurut indikator keluarga miskin BPS tidak efektif, sehingga pemerintah daerah perlu mengevaluasi kembali dalam pendataan keluarga miskin agar kriteria penerima program raskin sesuai dengan indikator keluarga miskin yang telah ditetapkan BPS. Selain itu Masih adanya biaya tambahan pada sebagian RTS untuk transportasi juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penentuan titik distribusi. Salah satunya adalah dengan pola distribusi yang berkembang tidak hanya melalui titik distribusi yang langsung disalurkan kepada RTS namun juga melalui Warung Desa (Wardes). Realisasi Wardes diharapkan dapat mengefisienkan penyaluran raskin ke RTS. Melalui Wardes, penyaluran Raskin menjadi lebih dekat kepada RTS sehingga RTS tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi. | This study is entitled ''EFFECTIVENESS BASED ON TARGET RASKIN, QUANTITY AND PRICE IN MAOS DISTRICT ''. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the program in the raskin Maos District. This study uses primary and secondary data. Primary data were obtained from 96 respondents of raskin recipients in Maos District into the sample and secondary data obtained from the literature as well as relevant agencies ie 403 Maos and the Bulog warehouse village in Maos District. The analytical tool which used is descriptive percentage , index target accuracy, precision index number and accuracy of the price index. The sampling method which used is a combination of quota sampling technique and accidental sampling. The results showed that the accuracy of the Raskin program targets poor indicator of BPS has not been effective , but the target accuracy , precision and accuracy of the amount of the price according to indicators of program success Raskin. Raskin program has been effective in Maos District with a percentage of 100 percent . Achievement of targeted indicators of poor families by BPS is ineffective, so that local governments need to reevaluate the criteria for data collection so that poor families Raskin beneficiaries in accordance with the indicators of poor families who have been assigned the BPS. In the other hand the additional cost for transport to most RTS also needs to be a concern of local governments in determining the distribution point. One of that is the growing distribution pattern not only through the distribution points are directly channeled to RTS, but also through the Village Shops (Wardes). Wardes realization is expected to streamline the distribution of Raskin to RTS. Through Wardes, Raskin distribution becomes closer to that of RTS does not incur additional costs for transportation. | |
| 1504 | 7588 | F1B007076 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP DAYA SAING RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL | ABSTRAK Judul skripsi ini adalah “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Daya Saing RSUD Dr Soeselo Kabupaten Tegal” latar belakang penelitian ini adalah semakin berkembangnya pelayanan kesehatan sekarang bukan hanya monopoli pemerintah melalui rumah sakit milik pemerintah namun sekarang banyak rumah sakit swasta yang juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum bahkan pelayanan yang diberikan melebihi apa yang diberikan rumah sakit milik pemerintah yang banyak dirasakan oleh masyarakat. Dari permasalahan tersebut maka perumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Daya Saing RSUD Dr Soeselo Kabupaten Tegal” dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan terhadap daya saing di RSUD Dr Soeselo Kabupaten Tegal. Teori yang digunakan adalah teori kualitas pelayanan dari Zeithaml, Parasuraman & Berry dan teori daya saing dari Zulian Yamit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik Insidental sampling dengan rumus slovin, metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara tidak struktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang, Kendall tau, dan regresi ordinal. Hasil penelitian ini adalah: Dari perhitungan secara statistik dengan menggunakan metode tabulasi silang, analisis kendall tau dan regresi ordinal menunjukan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap daya saing RSUD Dr Soeselo Kabupaten Tegal sebesar 0.497. Dengan asumsi semakin tinggi tingkat kualitas pelayanan maka akan semakin tinggi pula tingkat daya saingnya. Oleh karena itu hipotesis kerja (H1) mempunyai pengaruh positif dan diterima. Kata Kunci : kualitas, pelayanan, daya saing | ABSTRACT This minithesis title is "The Effect of Service Quality Competitiveness Against Hospital Dr. Soeselo Tegal" background of this research is the development of health services are now not only the monopoly of government through government hospitals but now many private hospitals are also providing health services to the general public even the services provided beyond what is given government-owned hospitals are widely perceived by the public. The formulation of the problem issues raised in this study is "The Effect of Service Quality Competitiveness Against Hospital Dr. Soeselo Tegal" in order to determine the relationship of service quality on competitiveness in Hospital Dr Soeselo Tegal. The theory used is the theory of the service quality of Zeithaml, Parasuraman & Berry and the theory of competitiveness of Yamit Zulian. The method used in this study is a quantitative method. Sampling technique is by incidental sampling technique with Slovin formula, method of data collection is done through questionnaires, interviews are not structures, observation and documentation. Data analysis techniques using frequency distribution, cross tabulation, Kendall tau, and ordinal regression. The results of this study are: From the statistical calculation using cross tabulation, analysis kendall tau and ordinal regression showed that the variables of service quality significantly affect the competitiveness of Tegal Hospital Dr. Soeselo of 0,497. Assuming the higher level of service quality, the higher the level of competitiveness. Therefore working hypothesis (H1) and received a positive influence. Keywords: quality, service, competitiveness | |
| 1505 | 7525 | H1K009035 | KARAKTERISTIK SUARA IKAN TERAPON (Terapon jarbua) SEBAGAI REPRESENTASI TINGKAH LAKUNYA | Famili Terapontidae termasuk golongan ikan yang menghasilkan suara, salah satunya Terapon jarbua. Karakteristik suara pada ikan merupakan representasi tingkah lakunya. Tingkah laku ikan di laut tidak mudah untuk diamati secara langsung karena faktor visibilitas, area pengamatan terlalu luas, dan adanya gaduh dari sumber suara lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik suara ikan Terapon jarbua dan wujud tingkah lakunya. Pendekatan pasif akustik skala laboratorium digunakan untuk mendapatkan karakteristik suara dan rekaman visual digunakan untuk memahami tingkah lakunya. Suara yang dihasilkan secara individu berbeda dengan suara saat berkelompok. Suara yang dihasilkan adalah suara ”klik”, ”katak”, dan ”percikan air”. Suara ”klik” sebagai suara stridulasi merepresentasikan tingkah laku ikan saat makan, berenang dan diam di shelter. Suara ”katak” sebagai suara drumming merepresentasikan tingkah laku agonistik ikan saat mempertahankan wilayahnya. Suara ”percikan air” sebagai suara hidrodinamika merepresentasikan tingkah laku ikan saat menyerang ikan lain secara agresif. | Famili Terapontidae termasuk golongan ikan yang menghasilkan suara, salah satunya Terapon jarbua. Karakteristik suara pada ikan merupakan representasi tingkah lakunya. Tingkah laku ikan di laut tidak mudah untuk diamati secara langsung karena faktor visibilitas, area pengamatan terlalu luas, dan adanya gaduh dari sumber suara lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik suara ikan Terapon jarbua dan wujud tingkah lakunya. Pendekatan pasif akustik skala laboratorium digunakan untuk mendapatkan karakteristik suara dan rekaman visual digunakan untuk memahami tingkah lakunya. Suara yang dihasilkan secara individu berbeda dengan suara saat berkelompok. Suara yang dihasilkan adalah suara ”klik”, ”katak”, dan ”percikan air”. Suara ”klik” sebagai suara stridulasi merepresentasikan tingkah laku ikan saat makan, berenang dan diam di shelter. Suara ”katak” sebagai suara drumming merepresentasikan tingkah laku agonistik ikan saat mempertahankan wilayahnya. Suara ”percikan air” sebagai suara hidrodinamika merepresentasikan tingkah laku ikan saat menyerang ikan lain secara agresif. | |
| 1506 | 7472 | H1C009009 | ANALISIS PEMASANGAN CAPACITOR BANK UNTUK MENGURANGI DROP TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH 20kV FEEDER LOMANIS 05 (LMS 05) PT. PLN (Persero) AREA CILACAP | Pada saat sekarang ini listrik sudah menjadi kebutuhan yang tuntutan pemenuhannya sudah pada tuntutan yang mutlak harus dipenuhi, energi listrik yang berjalan secara kontinyu dengan penyebaran merata dan mutu yang baik merupakan hal yang diinginkan. Permasalahan menyangkut kualitas dan mutu energi listrik yang cukup mengganggu salah satunya adalah drop tegangan yang terjadi pada proses penyaluran energi listrik mulai dari pusat pembangkitan hingga mencapai ke pengguna. Pada penelitian ini dilakukan analisis drop tegangan pada jaringan distribusi 20kV feeder Lomanis-05 serta pemasangan kapasitor bank untuk menjadi solusi mengatasi drop tegangan tersebut. Adapun analisa yang digunakan menggunakan simulasi dengan bantuan software ETAP Powerstation 7.5.0. Dari analisis yang dilakukan, didapatkan drop tegangan yang terjadi pada ujung feeder LMS-05 sebesar 10,17% dari tegangan keluaran trafo distribusi 20kV atau drop tegangannya sebesar 2,034kV, drop tegangan tersebut telah melewati batas drop tegangan yang diatur pada SPLN No. 72:1987 yaitu 10%. Setelah dilakukan simulasi, didapatkan penempatan kapasitor yang paling optimal untuk mengurangi drop tegangan pada feeder ini adalah pada busbar ujung jaringan tepatnya pada bus11, dengan kapasitas kapasitor sebesar 1,779MVAR. Pemasangan kapasitor sebesar 1,779 MVAR tersebut mampu mengurangi drop tegangan pada ujung feeder hingga drop tegagannya mencapai 2,07%. Efek lain dari pemasangan kapasitor yang dipasangkan adalah meningkatnya profil tegangan ujung yang awalnya sebesar 17,966kV naik hingga mencapai profil tegangan sebesar 19,587kV. | At this present, electricity has become an absolute requirement to be met , the electrical energy that existing continously with a unniform distribution and good quality is desired. One of the problem in quality of electrical power is drop voltage, that occur in the electrical distribution fromgenerator untiluser. In this research, the analysis of drop voltage on distribution network 20kV feeder Lomanis - 05 and the installation of capacitor banks to be a solution to overcome the drop voltage. This research used ETAP 7.5.0 to anaylyze with simulation. From that analysis, drop voltage was found 10,17% of the transformer output voltage 20kV or drop voltage is 2,034kV, that value has crossed the line determined by SPLN No. 72:1987 is 10%. After the simulation obtained the optimal placement of capacitors to reduce the voltage drop in the feeder LMS 05 is at the end of busbar precisely on bus11 , with a capacity of capacitor is 1,779 MVAR. Installation of 1,779 MVAR capacitor is able to reduce the voltage drop at the end of the feeder util reaches 2.07% . Another effect installation of the capacitor is the rising value of existing voltage is initially worth 17,966 and rose up to 19,587 kV. | |
| 1507 | 7526 | E1A008223 | PROSEDUR IZIN DAN PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN KERAMAIAN DALAM MASYARAKAT | Setiap kegitan keramaian dalam masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat umum harus mendapatkan izin dari Kepolisian sesuai dengan prosedur dan persyaratan tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan. Meskipun demikian, terdapat kegiatan keramaian yang tidak mendapatkan izin dari Kepolisian serta terjadinya berbagai kericuhan yang meluas di dalam masyarakat yang diakibatkan oleh kegiatan keramaian seperti konser. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat diambil rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana prosedur permohonan izin keramaian dalam kegiatan masyarakat dan (2) bagaimana mekanisme pengawasan terhadap kegiatan keramaian dalam masyarakat. Penelitian “Prosedur Izin Dan Pengawasan Terhadap Kegiatan Keramaian Dalam Masyarakat” yang dilakukan di Kepolisian Resor Banyumas bertujuan untuk (1) mengetahui prosedur permohonan izin keramaian dalam kegiatan masyarakat dan (2) menganalisis pengawasan terhadap kegiatan keramaian dalam masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) prosedur permohonan izin keramaian dalam kegiatan masyarakat yaitu pemohon membawa persyaratan dan mengajukan permohonan tertulis kepada Kepolisian sesuai dengan kewenangannya untuk dilakukan pemeriksaan administrasi, apabila pemohon telah memenuhi persyaratan administrasi maka surat izin keramaian akan diterbitkan selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan. (2) pengawasan terhadap kegiatan keramaian dalam masyarakat terdiri dari pengawasan intern, pengawasan ekstern, pengawasan preventif, dan pengawasan represif. | Every activity of the society crowds that could potentially cause disruption to public order and safety must obtain a permission from the Police with the appropriate procedures and requirements based on the legislation. Nevertheless, there are some activities which the crowd did not get permission from the Police as well as the occurrence of various widespread riot in society caused by crowd activities such as concert. Based on these problems can be taken formulation of the problems, namely (1) how is the permit application procedures crowds in community activities and (2) how is the mechanisms to control the crowds in community activities. The Research of “Permission Procedures and Supervision of Activities in the Community Crowd” which is located in Banyumas Police Resort was undertaken to (1) know the license application crowds procedure in community activities and (2) analyze the supervision of crowd activities in the community. The approach method used is normative juridical with prescriptive research specification. The results of this research revealed that (1) permit application procedures crowds in community activities that the applicant brings the requirements and submit a written application to the Police authority for the administration inspection, if the applicant has met the administrative requirements, the license crowds will be issued no later than 3 days prior to the activity. (2) the supervison of the crowd activities in a society conisits of internal supervision, external supervision, preventive supervision, and repressive supervision. | |
| 1508 | 7527 | C1C009103 | PENGARUH PEMAHAMAN STANDAR AUDIT APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH TERHADAP MUTU HASIL REVIU PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH APARATUR INSPEKTORAT KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada aparatur Inspektorat Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman Standar Audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah aparat Inspektorat Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian adalah seluruh aparat Inspektorat Kabupaten Banyumas. Jumlah responden yang diambil sebanyak 31 responden. Purposive sampling method digunakan untuk menentukan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pemahaman Standar Audit APIP berpengaruh positif signifikan terhadap mutu hasil reviu pengawasan keuangan daerah. Implikasi: upaya meningkatkan pemahaman Standar Audit APIP terutama meningkatkan independensi dan due professional care, dapat dilakukan dengan memperhatikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan independensi dan due professional care aparatur Inspektorat Kabupaten Banyumas dengan memotivasi seluruh aparatur untuk mengikuti pelatihan profesional berkelanjutan seperti manajemen kepegawaian, pengendalian teknis, audit komprehensif dan pelatihan lainnya yang berkaitan dengan independensi dan profesionalisme auditor. Upaya Inspektorat Kabupaten Banyumas untuk memaksimalkan waktu pemeriksaan dan mengurangi intensitas tekanan waktu pengawasan yang dialami auditor dapat dilakukan dengan menambah soft skill auditor melalui kegiatan-kegiatan seperti pelatihan, outbond, study trip, dan kegiatan lainnya secara rutin sehingga dapat mengurangi tingkat stres. | This research is a survey on inspectorate apparatus of Banyumas Regency. The purpose of this research was to determine the Influence of the understanding of the Governmental Apparatus Internal Control Auditing Standard toward the Quality of the Banyumas Regency Inspectorate Financial Review Report. The research population is the whole apparatus of the Banyumas regency Inspectorate. The number of respondents was 31 respondents. Purposive sampling method was used to determine the respondents. Based on the result of research and data analysis using simple linear regression shows that the understanding of the Governmental Apparatus Internal Control Auditing Standard has a significantly positive effect toward the Quality of the Banyumas Regency Inspectorate Financial Review Report. Implications: in order to improve the understanding of the Governmental Apparatus Internal Control Auditing Standard primarily promotes independence and due professional care, Governmental Apparatus Internal Control leaders should pay attention to the various policies related to the independence of auditors and due professional care. Efforts to do is to motivate all auditors for continuous professional training such as personnel management, technical management, comprehensive audit and other training related to the auditor's independence and professionalism. Banyumas Inspectorate effort to maximize the examination time and reduces the intensity of supervision time pressure experienced by the auditor can be done by adding the auditors' soft skills through activities such as training, outbound, study trips, and other activities on a regular basis so as to reduce stress levels. | |
| 1509 | 14796 | F1G012055 | PESAN MORAL DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN | Penelitian ini berjudul “Pesan Moral dalam Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan”. Ini merupakan sebuah penelitian dengan objek karya sastra yang berbentuk novel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi alur, latar, tokoh dan penokohan dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan, (2) menganalisis tema dan pesan moral dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang dikumpulkan berupa teks dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data, kemudian mengklasifikasikan data, dan data dipisahkan berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian. Hasil penelitian dari unsur intrinsik dalam novel tersebut yaitu alur yang digunakan adalah alur sorot balik atau flashback. Latar tempat sebagian besar berada di rumah 131. Latar waktu menunjukkan waktu pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Latar sosialnya yaitu mengenai kebiasaan berburu babi, kisah harimau jadi-jadian, dan tradisi merantau. Tokoh yang dibahas adalah Margio, Komar, Nuraeni, Mameh, Mayor Sadrah, Anwar Sadat, dan Maharani. Tema yang diangkat adalah tentang pentingnya komunikasi. Hasil penelitian dari analisis pesan moral dalam novel tersebut adalah akibat menyiksa keluarga, bertanggung jawab, bersikap berani demi kebaikan, rendah hati, teguh pada pendirian, cinta ibu, berkata jujur, dan dampak dari mabuk. | The title of this study is “Pesan Moral dalam Novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan”. The object of this study is taken from the novel. The aim of the study are (1) describing the intrinsic element includes plot, setting, and character in the novel entitled Lelaki Harimau by Eka Kurniawan, (2) analysing the theme and the moral value in the novel Lelaki Harimau by Eka Kurniawan. The method used in this study is descriptive. Data collected is texts taken from the novel Lelaki Harimau by Eka Kurniawan. Method of collecting data done by reading the data source, verifying them, and then data is divided based on the issues and the objectives of the study. The intrinsic element’s result is that the plot used is reverse plot or flashback. The setting of place is mostly taken in the house 131. The time settings are at the morning, noon, and evening. The social background is about pig hunting, story about the fake tiger, and the tradition of urban migration. The characters are Margio, Komar, Nuraeni, Mameh, Mayor Sadrah, Anwar Sadat, and Maharani. The theme is communication. The result from moral value’s perspective is the consequence from family abuse, responsibility, always brave in a good will, humble, keep in faith, love within family, honesty, and the effects from the drunken. | |
| 1510 | 7529 | C1A010004 | SEKTOR UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI KABUPATEN DALAM KAWASAN BARLINGMASCAKEB | Penelitian ini berjudul Sektor Unggulan dalam Meningkatkan Perekonomian dan Pembangunan Wilayah di Kabupaten dalam Kawasan BARLINGMASCAKEB. Berdasarkan hasil penelitian analisis “Location Quotient”, dapat diketahui bahwa sektor pertanian merupakan sektor basis di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Kebumen. Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor basis di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Banyumas. Kabupaten Cilacap merupakan wilayah basis sektor industri pengolahan. Kabupaten Banyumas merupakan wilayah basis sektor listrik, gas, dan air bersih. Sektor bangunan merupakan sektor basis di Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Banyumas. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran merupakan sektor basis di Kabupaten Cilacap. Sektor pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor basis di Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Kebumen merupakan wilayah basis sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa. Berdasarkan hasil penelitian analisis Klassen Typology, dapat diketahui bahwa di Kabupaten Banjarnegara sektor pertanian; sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; dan sektor jasa- jasa merupakan sektor maju dan berkembang cepat. Disusul oleh sektor bangunan yang merupakan sektor maju tetapi tertekan. Kabupaten Purbalingga diketahui bahwa sektor Pertanian; Bangunan; Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; Jasa- jasa merupakan sektor maju dan berkembang cepat. sektor pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor maju tetapi tertekan. Sektor Pertanian; Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan; Jasa- jasa merupakan sektor maju dan berkembang cepat, disusul oleh sektor Pertambangan dan penggalian; Listrik, gas, dan air bersih; Bangunan; Pengangkutan dan komunikasi merupakan sektor maju tetapi tertekan di Kabupaten Banyumas. Sektor Pertambangan dan penggalian merupakan sektor maju dan berkembang cepat. Sektor Industri pengolahan; Perdagangan, hotel, restoran merupakan sektor maju tetapi tertekan di Kabupaten Cilacap. Sedangkan sektor Pertanian; Pertambangan dan penggalian; Jasa- jasa merupakan sektor maju dan berkembang cepat di Kabupaten Kebumen. | This study titled Leading Sector in Boosting the Economy and Regional Development in the Area of BARLINGMASCAKEB. Based on the analysis of research results “Location Quotient”, can be known that the agricultural sector is the sector base in Banjarnegara Regency, Purbalingga Regency, Banyumas Regency, and Kebumen Regency. Mining and quarrying sector was the sector of the base in the District of Cilacap, Kebumen Regency, and Regency of Banyumas. Cilacap Regency is the processing industry sector base. Banyumas Regency is the base of the power sector, gas, and clean water. The building sector is a sector base in Purbalingga Regency, Banjarnegara Regency, and Banyumas Regency. Trade, hotels and restaurants sector was base in Cilacap Regency. The transport and communication sector is a sector base in Purbalingga and Banyumas Regency. Banjarnegara Regency, Purbalingga Regency, Banyumas Regency, and Kebumen Regency is a sector financial base distric, rentals and company service with service sector. Based on analysis research Klassen Typology, can be know if in Banjarnegara Regency agriculture sector; financial sector; rentals and company service; and services sector is a progress sector and rapidly developed composed by building sector which are a progress sector but suppressed. Purbalingga regency ascertainable that the Agriculture sector; Building; Financial, rentals, and company service; Services it is a progress sector and rapidly developed, travel sector and communication sector which are a progress sector but suppressed. Agriculture sector; Financial, rentals and company service; services is a progress sector and rapidly developed, composed by minning and disinterment; Electricity, gas, clean water; Bulding; Transportation and communication sector which are a progress sector but suppressed in Banyumas regency. Minning and disinterment sector is a progress sector and rapidly developed. Industry manufacture sector; Trade, hotels and restaurants sector which are a progress sector but suppressed in Cilacap Regency. Whereas agriculture sector; minning and disinterment; services is a progress sector and rapidly developed in Kebumen regency. | |
| 1511 | 7373 | A1H005014 | Uji Kinerja Alat Pemanggang yang Dilengkapi dengan Sistem Termoelektrik | Pengembangan energi alternative semakin dibutuhkan untuk memberi solusi konkret dalam penghematan bahan bakar fosil. Salah satu pengembangan energi alternative adalah pemanfaatan panas buang. Energi listrik adalah energi yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan listrik atau dapat dikatakan sebagai kemampuan yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik dari satu titik ke titik yang lain. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kinerja alat pemanggang yang digunakan untuk mengkonversi energi panas menjadi energi listrik, mengetahui karakteristik energi panas yang terbuang dan dimanfaatkan efisiensi penggunaan energi panas yang dihasilkan dari alat tersebut. Variabel yang diukur adalah suhu yang diterima, tegangan dan kuat arus yang dihasilkan oleh termoelektrik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengujian ini diperoleh energi listrik yang telah dikonversikan oleh termoelektrik yang berasal dari energi panas. Hasil yang diperoleh adalah nilai tegangan sebesar 3,99 V, kuat arus 0,57 A, dengan suhu tertinggi sebesar 263°C sehingga menghasilkan daya listrik sebesar 2,2743 Watt dan energi listrik sebesar 682,29 Joule. | Alternative energy development are increasingly required to provide concrete solutions to fossil fuel savings.One of the development of alternative energy is waste heat utilization. Electrical energy is the energy that has the ability to generate electricity or can be said as the capacity needed to move electric charge from one point to another. The purpose of the study was to determine the performance of the grill that is used to convert thermal energy into electrical energy, knowing the characteristics of heat energy is wasted and utilized the efficient use of heat generated from the tool. The measured variable is the acceptable temperature, voltages and strong currents generated by the thermoelectric.It can be concluded that in this test is obtained electrical energy that has been converted by thermoelectric energy derived from the heat. The result is a voltage value of 3.99 V, 0.57 A strong currents, with the highest temperature of 263°C to produce electric power and energy of 2.2743 watts of electricity at 682.29 Joule. | |
| 1512 | 7530 | E1A008243 | KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN | ABSTRAK KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Oleh : GALIH PAMUNGKAS E1A008243 Lembaga Negara MPR atau Majelis Permusyawaratan Rakyat merupakan lembaga Negara yang paling menonjol pasang surutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam pembentukan perundang-undangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam pembentukan perundang-undangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dalam pembentukan Ketetapan MPR hal ini seperti diatur dalam Pasal 7 ayat (1) b Undang-udang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Oleh karena itu TAP MPR sebaiknya diberi penjelasan mengenai jenis TAP MPR. TAP MPR tetap saja boleh ada dan dikeluarkan oleh MPR, tetapi terbatas hanya untuk penetapan yang bersifat beschikking (kongret dan individual). Sebaiknya dipertimbangkan kembali kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara, sehingga sistem kenegaraan lebih sistematis melalui amandemen UUD 1945 atau Yudisial Review Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Kata Kunci: Kewenangan, Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Pembentukan Perundang-Undangan | ABSTRACT CONSULTATIVE ASSEMBLY OF THE AUTHORITY IN THE FORMATION OF LEGISLATION UNDER THE LAW NUMBER 12 OF 2011 CONCERNING THE ESTABLISHMENT OF REGULATION LEGISLATION By: GALIH PAMUNGKAS E1A008243 State agency People's Consultative Assembly is the country 's most prominent institutions ebb and flow. This study aims to analyze the authority of the Assembly in the formation of legislation by Law No. 12 Year 2011 on the Establishment Regulation Legislation. To achieve these objectives the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The results stated that, the authority of the Assembly in the formation of legislation by Law No. 12 Year 2011 on the Establishment Regulation Legislation in the formation of MPR Decree as it is stipulated in Article 7 paragraph ( 1) of Law No. 12 of Shrimp 2011 on the Establishment of legislation. Therefore People's Consultative Assembly should be given an explanation of the types of MPR. MPR still be there and issued by the Assembly, but limited only to the determination of the nature beschikking ( kongret and individual ). MPR should be reconsidered position as the highest state body, so the system is more systematic state through the 1945 amendment or the Judicial Review Act No. 12 Year 2011 on the Establishment Regulation Legislation. . Keywords: Authority, the People's Consultative Assembly, and Formation Legislation | |
| 1513 | 7531 | A1L109020 | PENGARUH APLIKASI MIKORIZA, PUPUK ORGANIK, DAN PUPUK UREA-KCl-SP 36 TERHADAP SIFAT FISIK ULTISOLS DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN | Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk hayati mikoriza campuran dari genus gigaspora dan glomus, pupuk organik dan pupuk Urea-KCl-SP36 terhadap beberapa sifat fisik tanah Ultisols dan produksi bawang daun telah dilakukan di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan rancangan perlakukan factorial 23 dan diulangan 3 kali. Perlakuan yang dicoba yaitu, 1) P0 (kontrol/tanpa perlakuan), 2) O (di beri pupuk organik), 3) H (diberi pupuk hayati), 4) K50 (diberi pupuk Urea+KCl+SP 36 dengan dosis sebesar 50 dari dosis anjuran), 5) HO (diberi pupuk hayati dan organik), 6) K50O (diberi pupuk Urea+KCl+SP 36 dan organik), 7) K50H (diberi pupuk Urea+KCl+SP 36 dan hayati), dan 8) K50HO (diberi pupuk Urea+KCl+SP 36, hayati, danorganik). Variabel yang diamati adalah beberapa sifat fisik tanah setelah panen bawang daun yaitu, Berat Jenis Isi (BJI), Berat Jenis Partikel, Porositas, Kadar Air Batas Berubah Warna (BBW) Kadar Air Batas Gulung (BL) Kadar air Batas Lekat (BL) dan produksi buncis. Analisis data dilakukan dengan UJI Ragam Faktorial dan dilanjutan dengan Uji Banding Ganda Tukey dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk mikoriza campuran genus gigasporadanglomus menunjukkan tidak pengaruh nyata terhadap semua variable sifatfisik tanah. Pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap porositas dan variabel BJI. Perlakuan K50HO berpengaruh nyata terhadap BBW. Perlakuan pemberian pupuk Urea-KCl-SP36 menunjukkan pengaruh yang nyata pada hasil tanaman bawang daun. | Abstract The study aimed to assess the effect of mycorrhizal biofertilizer mixture of the genus Gigaspora and glomus , organic fertilizers and urea - KCl - SP36 on some soil physical properties of Ultisols and scallion production has been done in the village Suro , District Kalibagor , Banyumas . The experimental design used a randomized block design ( RBD) with 23 factorial treatment design and replicated 3 times . The treatments were tried , namely , 1) P0 (control / no treatment) , 2) O (in the given organic fertilizer) , 3) H (given the biological fertilizer) , 4) K50 (given urea + KCl + SP 36 with a dose of 50 of the recommended dose) , 5 ) HO (biological and organic fertilizers) , 6) K50O (given urea + KCl + SP 36 and organic) , 7) K50H (given urea + KCl + SP 36 and biological), and 8) K50HO (given urea + KCl + SP 36, biological, danorganik). The variables measured were some physical properties of soil after harvest onion leaves is, Content Specific Gravity (CSG), Particle Density, Porosity, Moisture Limit Changed Color (MLC), Roll Moisture Limit (RML), moisture content limit Gluey (MCL) and bean production. Data analysis was performed with Variety TEST Factorial and Double Appeal Tukey test with 95% confidence level. The results showed that the fertilizer mixture mycorrhizal genus gigasporadanglomus showed no apparent effect on all variables sifatfisik ground. Organic fertilizer significantly affect the porosity and variable CSG. Treatment K50HO significant effect on MCL. Urea fertilizer treatment - KCl - SP36 showed a marked influence on the results of leek plants. | |
| 1514 | 7545 | E1A008311 | PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN NETRALITAS MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG LARANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL MENJADI ANGGOTA PARTAI POLITIK | Pegawai Negeri Sipil berkedudukan sebagai unsur aparatur negara, bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan. Dalam kedudukan dan tugas tersebut, Pegawai Negeri Sipil harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Upaya menjaga netralitas dari pengaruh partai politik dan untuk menjamin keutuhan, kekompakan, dan persatuan agar Pegawai Negeri Sipil dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaganya pada tugas yang dibebankan kepadanya. Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 dengan tegas melarang Pegawai Negeri Sipil menjadi anggota partai politik dan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 ditetapkan larangan Pegawai Negeri Sipil menjadi Anggota Pengurus Partai Politik. Menurut ketentuan Peraturan Pemerintah ini Pegawai Negeri Sipil yang menjadi Anggota dan/atau Pengurus Partai Politik diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pemberhentian tersebut dapat dilakukan dengan hormat atau tidak dengan hormat. Tata cara pemberhentiannya, yaitu dengan mengajukan pengunduran diri karena akan menjadi anggota/pengurus politik diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil terhitung mulai akhir bulan ia mengajukan pengunduran diri, kecuali terdapat alasan-alasan yang sah yang menyebabkan pengunduran diri itu ditangguhkan. | Civil servant serves as the elements of the State apparatus, is in charge of providing service to the community as a professional, honest, fair, and equitable in implementing the task of the State, governance and development. In position and the duties, civil servants must be neutral from the influence of all the political parties as well as group and not discriminatory in providing service to the community. Efforts to maintain neutrality from the influence of political parties and to ensure the integrity, compactness, and unity so that civil servants can focus all their attention, thoughts, and her energy on a task that is charged at him. Act No. 43 of 1999 hereby expressly forbade civil servants to be members of political parties and with the Government Regulation Number 35 of 2004 set a ban on civil servants to be Members Of a political party. According to the provisions of this Regulation the Government civil servant who became a member of the Executive Board and/or political parties dismissed as a civil servant. The termination can be carried out with respect or not with respect. Procedures that his dismissal, namely by tender his resignation in order to become a member of the political / honorably discharged as civil servants starting from the end of the month he proposed resignation letter, unless there are legitimate reasons that causes the resignation of was suspended. | |
| 1515 | 7532 | E1A008317 | KAJIAN YURIDIS KETATANEGARAAN SISTEM POLITIK YANG DEMOKRATIS BERDASARKAN TAP MPR NOMOR VII TAHUN 2001 TENTANG VISI INDONESIA MASA DEPAN | ABSTRAK KAJIAN YURIDIS KETATANEGARAAN SISTEM POLITIK YANG DEMOKRATIS BERDASARKAN TAP MPR NOMOR VII TAHUN 2001 TENTANG VISI INDONESIA MASA DEPAN Oleh : TRI SUSILO E1A008317 Upaya dalam mewujudkan cita-cita reformasi untuk menyelesaikan masalah bangsa dan negara, Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia menetapkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor V/MPR/2000 tentang Pemantapan dan Kesatuan Nasional menugasi Badan Perkerja Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk merumuskan etika Kehidupan Berbangsa dan Visi Indonesia Masa Depan. Adapun dengan adanya rumusan Visi Indonesia Masa Depan maka di buatlah Tap MPR Nomor VII Tahun 2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan dengan dibuatnya aturan tersebut diharapkan Negara Indonesia penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya, dan pelaksanaan rekonsiliasi nasional untuk memantapkan kesatuan dan persatuan nasional pada khususnya, lebih berlandaskan pemahaman Visi Indonesia Masa Depan. adapun sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan, kemudian bahan hukum tersebut dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa TAP MPR Nomor VII Tahun 2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan, terdapat salah satu cita-cita untuk mewujudkan sistem politik yang Demokratis dan sistem tersebut ditargetkan dalam 2020 akan tercapai, tidak mudah memang untuk menjadikan masyarakat yang demokratis. Partai politik di negara ini juga semakin banyak hingga masyarakat harus lebih teliti dalam memilih pemimpian dan wakil rakyat sehingga bisa mencapai apa yang di cita-citakan oleh negara selama ini dan Sistem politik demokratis adalah sistem yang tepat bagi Negara Indonesia, karena masyarakat dan pemimpin saling bekaitan serta yang menjamin kemajuan negara adalah rakyat dan pemimpin itu sendiri, di dalam sistem demokratis terdapat hal yang berpengaruh yaitu pemisahan kekuasaan, pemilihan umum, faktor budaya politik dan kedaulatan rakyat. Di harapkan Negara Indonesia bisa tetap berkomitmen bahwa negara ini menganut sistem politik demokratis yang didukung oleh faktor politik, budaya, sistem politik dan kedaulatan rakyat sehingga pemerintahan bisa menjadi lebih baik bukan hanya mengejar kemimpinan dan kekuasaan semata karena masyarakat tidak semua mengetahui sistem politik yang berlaku pada saat ini di Negara Indonesia. Kata kunci: , sistem, politik demokratis | ABSTRACT STUDY JURIDICAL CONStTITUTIONAL DEMOCRATIC POLITICAL SYSTEM BASED ON NUMBER MPR VII INDONESIA YEAR 2001 REGARDING FUTURE VISION By: TRI SUSILO E1A008317 Efforts to realize the ideals of reform to resolve the problems of the nation and the state, the Indonesian People's Consultative Assembly MPR decree establishes the Republic of Indonesia No. V/MPR/2000 on Stabilization and National Unity Workers' Agency assigns the Indonesian People's Consultative Assembly to formulate ethical life of the nation and the Future Vision Indonesia. As with the formulation of the Future Vision Indonesia make it in the MPR No. VII of 2001 on the Future Vision Indonesia with the establishment of the rule of Indonesian state administration expected life of the nation in general, and implementation of national reconciliation to strengthen national unity, in particular, be based on the understanding of Indonesian Future Vision. This research used the approach of normative juridical by using the descriptive research specification, and the source of material law uses the material law of primary and secondary that have been collected through the identification and inventory to the the law regulation and literary book, and inventory to the the law regulation and literary book, then the material law is analyzed by using the method of qualitative normative. Based on the results of research and discussion we concluded that MPR Decree No. VII of 2001 on the Future Vision Indonesia, there is one to realize the ideals of the democratic political system and the system is targeted to be achieved in 2020, it is not easy to make a democratic society. Political parties in the country are also more and more to the public should be more careful in choosing leaders and representatives of the people so they can achieve what is aspired by the state for democratic and political system is the right system for the State of Indonesia, because the people and leaders of interrelated and that ensures the progress of the country is the people and the leaders themselves, in a democratic system there are things that affect the separation of powers, elections, political and cultural factors sovereignty. State of Indonesia is expected to remain committed to that country is embracing democratic political system that is supported by political factors, cultural, political systems and people's sovereignty which the government could be a better leader and not just the pursuit of power simply because people do not all know the political system prevailing in currently in the State of Indonesia. Keywords: amendment, hierarchy, the law regulation | |
| 1516 | 7533 | E1A007107 | KEKERASAN SUAMI TERHADAP ISTRI (TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN PASAL 44 AYAT (1) TENTANG KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA),UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA PUTUSAN NOMOR 50/PID.SUS/2011/PN PWT.) | ABSTRAK Rumah tangga seharusnya adalah tempat berlindung bagi seluruh anggota keluarga. Namun, pada kenyataannya, justru banyak rumah tangga men¬jadi tempat penderitaan dan penyiksaan karena terjadi tindakan kekeras¬an. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan unsur Pasal 44 ayat (1) UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dalam pertimbangan hakim pada Putusan Nomor : 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Selain itu penelitian ini ditujukan pula untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan pada Putusan Nomor : 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdakwa pada Putusan Nomor : 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt telah memenuhi kesemua unsur Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam lingkup Rumah Tangga. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor : 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt terbagi menjadi dua antara lain pertimbangan yuridis hakim bahwa perbuatan terdakwa sesuai dengan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga selain itu juga. pertimbangan sosiologis terdakwa bahwa terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa sopan dan mengaku terus terang di persidangan, terdakwa dan saksi Susanti telah saling memaafkan dan Terdakwa berjanji untuk kembali berumah tangga dengan saksi Susanti lagi, dan terdakwa melakukan pemukulan tersebut dikarenakan khilaf maka hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 bulan. Namun hakim dalam hal ini kurang cermat menafsirkan dan menerapkan genus dan spesies, sehingga dengan serta merta mengambil dasar hukum Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam lingkup Rumah Tangga. Seharusnya juga Hakim didalam membuktikan lebih memilih Pasal 44 ayat (4) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam lingkup Rumah Tangga sebagai spesialisasi dari lingkup rumah tangga, karena korban dalam kasus tersebut adalah istri, bukan orang lain dalam lingkup rumah tangga. Seharusnya Jaksa mendakwa terdakwa dengan dakwaan tunggal yaitu Pasal 44 ayat (4) Undang-Undang 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kata Kunci: Kekerasan, Suami, dan terhadap Istri | ABSTRACT Household should have is a haven for the whole family. However, in reality, just a lot of men household so the place of suffering and torture due to the persistence of action ment. This study aimed to determine and analyze the application of the elements of Article 44 paragraph (1) of Law No. 23 Year 2004 on the Elimination of Domestic Violence in the consideration of the judges on Decision Number: 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. In addition this study also aimed to determine the consideration of sentencing judges in decisions on Decision Number: 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt. To achieve these objectives the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The results stated that the defendant in Decision Number: 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt has met all the elements of Article 44 paragraph (1) of Law No.. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence in scope. Legal considerations in imposing criminal judge in Decision Number: 50/Pid.Sus/2011/PN.Pwt divided into two inter alia judge juridical considerations that the defendant in accordance with Article 44 paragraph (1) of Law 23 of 2004 on the Elimination of Violence Household besides also. sociological consideration of the defendant that the defendant has not been convicted, the defendant polite and frankly admitted in the trial, the defendant and witnesses Susanti have forgiveness and promised to return the defendant to the witness Susanti married again, and the defendant committed the beating because the District Court err then dropped Purwokerto the criminal defendant therefore to imprisonment for 10 months. But the judge in this case less carefully interpret and apply the genus and species, so by immediately taking legal basis of Article 44 paragraph (1) of Law No.. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence in scope. It should also prove rather judge in Article 44 paragraph (4) of Law No.. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence Within the scope of the specialties of the domestic sphere, as the victim in the case was the wife, not others within the domestic sphere. It should Prosecutors charged the defendant with a single indictment, namely Article 44 paragraph (4) of Law 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence. Keywords: Violence, husband, and the wife | |
| 1517 | 7534 | E1A008123 | FUNGSI INFRASTRUKTUR POLITIK (STUDY TENTANG MEDIA KOMUNIKASI POLITIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS) | ABSTRAK Pers merupakan media komunikasi massa yang memiliki kebebasan dalam menyampaikan aspirasinya ,hal ini sesuai dengan amanat pasal 28 Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu kemerdekaan berserikat dan berkumpul , mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang – undang . Hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat ini diwujudkan dalam kemerdekaan pers sebagai pilar ke empat demokrasi. Kebebasan pers menjadi syarat mutlak agar pers secara optimal dapat melakukan peranannya.Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dewasa ini juga tidak terlepas dari pengaruh media massa. Artinya masyarakat sangat tergantung dengan kehadiran media yang mempunyai fungsi-fungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Sebagai agen politik, media melakukan proses pengemasan pesan dan proses inilah yang sesungguhnya menyebabkan sebuah peristiwa atau aktor politik memiliki citra tertentu.Media massa itu sendiri harusnya bisa menjalankan perannya dengan baik sesuai dengan peranan yang terdapat dalam Undang – undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Perssebagai media informasi, pendidikan dan kontrol sosial tidak semata – mata hanya menjalankan fungsinya sebagai lembaga ekonomi yang berorientasi pada nilai ekonomis belaka. Kata Kunci : Pers , Peranan media massa, Kebebasan pers. | ABSTRACT The press is mass communications which have the freedom in presenting the aspiration. The freedom conform with the mandate of Article 28 in 1945 constitution, that is the freedom of united and assemble, propose the thought verbally and in writing and others provided by the law. These rights are realized in the independence of press as the fourth pillar of democracy in Indonesia. The freedom of press is the absolute rules that needed by the press to perform their role optimally. Nowadays, the growth and the development of the society are really influenced by the press. It means the society very depend on the existence of the media with its functions to fulfill the society’s necessity. Media as the political agent do the message packaging process and such process actually is the cause when an event, incident, and politician have a certain image. The mass media itself should perform their role well as instructed in Act Number 40 1999 about Press. According to the act, the press as the information media, education, and social control should not run their function merely based on profit orientation. Keyword: Press, Mass Media Role, Freedom of the Press. | |
| 1518 | 7535 | E1A008226 | SUMBER DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PARTAI POLITIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2011 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 (Studi tentang Keuangan Partai Politik Oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golongan Karya (GOLKAR) di kabupaten Banyumas) | ABSTRAK SUMBER DAN PENGELOLAAN KEUANGAN PARTAI POLITIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2011 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 (Studi tentang Keuangan Partai Politik Oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golongan Karya (GOLKAR) di kabupaten Banyumas) Oleh : DANNY RINALDI E1A008226 Partai politik didirikan untuk mencapai suatu cita-cita dan aspirasi politik tertentu. Partai Politik dibentuk sebagai sarana masyarakat umum atau sarana publik untuk menduduki jabatan penting dan strategis di dalam pemerintahan baik di legislatif atau eksekutif. Dilihat dari sis¬tem politik demokratis, kebutuhan partai politik akan uang menjadi tak terhindarkan, karena basis legitimasi kekua¬saan adalah dukungan rakyat yang dicerminkan oleh hasil pemilu. Akibatnya, upaya merebut dan mempertahankan penga¬ruh partai politik di masyarakat membutuhkan dana opera-sional partai politik tidak sedikit, demikian juga kampanye untuk memperebutkan dukungan rakyat melalui pemilu, membutuhkan dana besar. Menurut Undang-undang Nomor 2 tahun 2011 sumber keuangan Partai Politik ada lima yaitu Iuran anggota, Sumbangan anggota, Sumbangan bukan anggota, Sumbangan badan usaha dan Subsidi Pemerintah. Pemberian bantuan keuangan partai politik oleh pemerintah baik melalui Anggaran Pendapatan di dalam dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBN/APBD diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2012. Partai politik diharuskan melakukan penglolaan keuangan yang baik dan benar dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, dan diwajibkan melakukan pembuatan laporan keuangan secara berkala satu tahun masa anggaran. Kata kunci: Partai Politik dan pengelolaan keuangan | ABSTRACT RESOURCES AND FINANCIAL MANAGEMENT POLITICAL PARTY ON THE LAW NUMBER 2 OF 2011 AMENDMENT TO THE LAW NUMBER 2 IN 2008 (Study of Political Parties Finance Partai Demokrasi Indonesia By (PDIP) and Golongan Karya (Golkar) in Banyumas regency) By: DANNY RINALDI E1A008226 Political parties established in order to achieve a goal and political aspirations. Political party formed as a public facility or public facility for critical and strategic positions in the government either in the legislature or the executive. Seen from a democratic political system, political parties will need money becomes inevitable, because the basis of legitimacy of power is popular support as reflected by the results of the election. As a result, efforts to seize and maintain political influence in the community in need of operational funding of political parties is not a little, as well as campaigns to compete for the support of the people through elections, requires large funds. According to Law No. 2 of 2011 of financial resources, there are five political parties namely Membership fees, donations member, not a member of Donations, Donations enterprises and government subsidies. The provision of financial assistance by the government, both political parties through the State Revenue and Expenditure in the Budget or the Regional Budget / budget stipulated in Government Regulation No. 83 Year 2012. Political parties are required to make good financial governance, and true to the principles of transparency and accountability, and are required to conduct periodic financial reporting year budget period. Keywords: Political Parties and financial management | |
| 1519 | 7536 | D1E009139 | KADAR SERAT KASAR DAN KECERNAAN BAHAN KERING SECARA IN-VITRO PADA KULIT BUAH KAKAO YANG DIFERMENTASI JAMUR Marasmius SP. DENGAN SUMBER NITROGEN BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jamur Marasmius Sp. dengan sumber nitrogen berbeda terhadap kadar serat kasar dan kecernaan bahan kering kulit buah kakao secara in-vitro. Materi yang digunakan berupa kulit buah kakao, jamur Marasmius Sp. ,urea , dan tepung kepala ikan tongkol. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali dengan perlakuan K1 : tepung kulit buah kakao + 10% dedak padi + 0,75% urea + 125% aquades + 2,5% jamur Marasmius Sp. ;K2 : tepung kulit buah kakao + 10% dedak padi + 1,5% urea + 125% aquades + 2,5% jamur Marasmius Sp. ;K3 : tepung kulit buah kakao + 10% dedak padi + 7,5% tepung kepala ikan tongkol + 125% aquades + 2,5% jamur Marasmius Sp. ;K4 : tepung kulit buah kakao + 10% dedak padi + 15% tepung kepala ikan tongkol + 125% aquades + 2,5% jamur Marasmius Sp. Peubah yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar serat kasar dan kecernaan bahan kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan urea maupun tepung kepala ikan tongkol berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar serat kasar dengan rataan K1:41,67%; K2:44,85%; K3:43,76%; K4:37,45% dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dengan rataan K1:34,72; K2:35,17; K3:38,18; K4:37,00. Hasil uji DMRT kecernaan bahan kering menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan jamur Marasmius Sp. dengan penambahan urea dan tepung kepala ikan tongkol berbeda nyata terhadap kecernaan bahan kering. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan urea dan tepung kepala ikan tongkol dengan level berbeda pada kulit buah kakao fermentasi relatif sama terhadap kadar serat kasar dan meningkatkan kecernaan bahan kering dengan rataan tertinggi pada K3 yaitu 38,18%. | This study aimed to study the effect of Marasmius Sp. with different nitrogen sources to crude fiber content and dry matter digestibility cocoa fruit peel in vitro. The material used were cocoa fruit peel, Marasmius Sp., urea, and tuna head flour. Experimental research method was used Completely Randomized Design (CRD) consists of 4 treatments, each of treatment was repeated 5 times by the treatment: K1: cocoa fruit peel flour + 10% rice bran + 0.75% urea + 125% distilled water + 2.5% mushroom Marasmius Sp. K2: cocoa fruit peel flour + 10% rice bran + 1.5% urea + 125% distilled water + 2.5% mushroom Marasmius Sp. ; K3: cocoa fruit peel flour + 10% rice bran + 7.5% tuna head flour + 125% distilled water + 2.5% mushroom Marasmius Sp. ; K4: cocoa fruit peel flour + 10% rice bran + 15% tuna head flour + 125% distilled water + 2.5% mushroom Marasmius Sp. Data were analyzed using analysis of variance followed Duncan's multiple range test (DMRT). The results showed that the addition of urea and tuna head flour does not affect significantly (P> 0.05) to the crude fiber content with the average K1: 41.67% ; K2: 44.85% ; K3: 43.76% ; K4: 37 . 45% and significantly (P <0.05) to digestibility of dry matter by the average K1: 34.72%; K2: 35.17%; K3: 38.18%; K4: 37.00%. Results of DMRT dry matter digestibility showed that treatment uses mushroom Marasmius Sp with different nitrogen sources. using urea and tuna head flour significantly different to dry matter digestibility. The conclusion of the study is the addition urea and tuna head flour by different levels of cocoa fermentation was relatively similar to crude fiber content and improve digestibility of dry matter with the highest average of the K3 is 38.18%. | |
| 1520 | 7539 | G1D010013 | HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013 JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN MAHASISWA BARU ANGKATAN 2013 JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Sinta Minarsih1 Keksi Girindra Swasti2 Lani Cahyati3 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Keperawatan Jiwa, Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 3Unit Pelayanan Jiwa Terpadu RSUD Banyumas Latar Belakang : Mahasiswa baru mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya yang dapat menyebabkan kecemasan. Diperlukan upaya untuk mengatasi kecemasan tersebut. Salah satunya melalui dukungan sosial teman sebaya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kecemasan mahasiswa baru angkatan 2013 Jurusan Keperawatan Uiversitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Revised Children’s Manifest Anxiety (RCMAS) dan kuesioner dukungan sosial teman sebaya yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik nonparametrik Spearman. . Hasil : Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berasal dari Jawa Tengah, dan berasal dari jurusan IPA. Uji statistik Spearman menunjukkan p value<0,05 (p value=0,037) dan r = -0,028. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kecemasan mahasiswa baru angkatan 2013 Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman dengan kekuatan korelasi negatif. Semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin rendah kecemasan. Kata kunci : dukungan sosial teman sebaya, kecemasan, mahasiswa baru. | ABSTRACT THE RELATIONSHIP OF PEER SOCIAL SUPPORT WITH ANXIETY OF NEW STUDENT 2013 NURSING MAJORITY OF JENDERAL SOEDIRMAN UNVERSITY Sinta Minarsih1 Keksi Girindra Swasti2 Lani Cahyati3 1Student of Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Mental Health Nursing Departement, Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Unit of Integrated Mental Health Services, RSUD Banyumas Background : New student experience many changes in their lifethat can cause anxiety. The effort are needed to overcome the anxiety. One of them is through peer social support. Purpose : This research aims to determine the relationship of peer social support with anxiety of new student 2013 Nursing Majority of Jenderal Soedirman University. Methods : This research used an analysis descriptive design with cross sectional aaproach. The sampling technique used is total sampling with total sample was 84 respondents. Research instruments used are the Revised Children’s Manifest Anxiety (RCMAS) and modified questionnaire of peer social support. Data analysis used statistical test of Spearman nonparametric. Result : Results showed majority of respondents were female, from Central Java, and from majority of science. Spearman statistical test showed p value<0,005 (p=0,037) and r = -0,028. Conclusion : There is a significant relationship between peer social support with anxiety of new student 2013 Nursing Majoriry of Jenderal Soedirman University with strength of correlation is negative. The higher peer social support, so the anxiety could be low. Keyword : anxiety, new student, peer social support |