Artikelilmiahs

Menampilkan 1.541-1.560 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
15417564E1A008009PENERAPAN SANKSI PIDANA PADA TINDAK PIDANA KARENA KEALPAANNYA MENYEBABKAN ORANG LAIN MATI DAN LUKA-LUKA (Studi Terhadap Putusan Nomor : 351/Pid.B/2008/PN.Pwt)Di dalam KUHP telah diatur berbagai jenis tindak pidana, yang salah satunya adalah tindak pidana karena kealpaan. Kealpaan atau kelalaian (culpa) merupakan bentuk kesalahan yang lebih ringan daripada kesengajaan tetapi bukan kesengajaan yang ringan. Masalah kealpaan dibatasi pada “karena kurang hati-hatinya yang tidak dengan sengaja lalu menimbulkan suatu akibat tertentu, yang sering menjadi persoalan adalah mengakibatkan matinya orang lain dan luka-luka.
Kenyataan yang sering ditemui sehari-hari ialah kecelakaan lalu lintas karena kealpaan. Beberapa kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sebenarnya dapat dihindari bila diantara pengguna jalan bisa berperilaku disiplin, sopan dan saling menghormati dengan memperdulikan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur yang terbukti dalam putusan Nomor: 351/Pid.B/2008/PN.Pwt dan yang menjadi dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa dasar pertimbangan hakim pada putusan Nomor: 351/Pid.B/2008/PN.Pwt dalam membuktikan kesalahan terdakwa yaitu, dengan terpenuhinya unsur-unsur menurut Pasal 359 dan Pasal 360 ayat (2) KUHP serta alat bukti yang sah berupa saksi dan surat (Visum Et Repertum). Penjatuhan pidana 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan kepada terdakwa hanya untuk mempertanggungjawabkan secara yuridis atas kelalaiannya sebagai penegemudi Microbus, dari pihak keluarga korban baik yang meninggal maupun yang luka-luka sudah memaafkan terdakwa dan menganggap kecelakaan sebagai suatu musibah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hakim dalam menyatakan terdakwa sah dan meyakinkan bersalah adalah dengan terpenuhinya Pasal 359 dan Pasal 360 ayat (2) KUHP, sehingga hakim menjatuhkan pidana 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan kepada terdakwa dirasa sudah memenuhi rasa keadilan.


In the criminal code has set various kinds of criminal acts, one of which is a criminal offense of negligence. Omission or negligence (culpa) is a form of error which are lighter than deliberate intent but not light. The problems because of lack of negligence is limeted to the liver-heart and not intentionally cause a certain result, which often resulted in the death of the problem is the other person and injuries.
The fact that common everyday traffic accidents are due to negligence. Several traffic accidents happened, could have been avoided if road users behave among discilpined, courteous and respectful to care about the safety of yourself and others. The purpose of this study was o determine the elements that proved the ruling Number: 351/Pid.B/2008/PN.Pwt and considerations on which the judge in imposing criminal.
Based on the result of research that the basic consideration in the decision of the judge Number: 351/Pid.B/2008/PN.Pwt in proving the guilt of the accused is the fulfillment of the elements according to Article 359 and Article 360 paragraph (2) of The Criminal Code as legal evidence in the form of witnesses and letters (Visum Et Repertum). Criminal punishment of 1 year 6 months only defendant to account legally over the Microbus driver’s negligence as, of the families of the victims who died or were baij injured have forgiven the defendant and assume the crash ad an unfortunate. Conclusion of this study is the judge in declaring the defendant legally and convincingly gulity is the fulfillment of Article 359 and Article 360 paragraph (2) of The Criminal Code, so the judge dropped criminal 1 year 6 months to defendant thats satisfy the justice.

15427571E1A009027PERANAN CAMAT SEBAGAI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) SEMENTARA DALAM MENUNJANG KEPASTIAN HUKUM DI KABUPATEN BANYUMASPendaftaran tanah bertujuan untuk terciptanya kepastian hukum mengenai hak-hak atas tanah bagi rakyat Indonesia. Pendaftaran tanah diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang pelaksanaannya dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan yang dibantu oleh PPAT dan pejabat lain. Terhadap daerah yang belum cukup terdapat PPAT Definitif, ditugaskan Camat yang berkedudukan sebagai PPAT Sementara. Dalam hal pembuatan akta tanah, peranan Camat sebagai PPAT Sementara adalah sama dengan PPAT Definitif.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan camat sebagai PPAT Sementara dalam menunjang pelaksanaan peralihan hak atas tanah sehingga kepastian hukum dapat terwujud. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan sumber data sekunder dan data primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Camat sebagai PPAT Sementara dalam menunjang pelaksanaan peralihan hak atas tanah sehingga terwujud kepastian hukum di Kabupaten Banyumas.
Simpulan dari hasil penelitian ini adalah peranan Camat sebagai PPAT Sementara dalam pelaksanaan peralihan hak atas tanah masih relatif kecil dibandingkan dengan PPAT Definitif. Berdasarkan simpulan diatas, maka disarankan untuk daerah yang sudah cukup terdapat PPAT Definitif tidak perlu lagi dilakukan pengangkatan PPAT Sementara.
Registration of land intended for the creating of legal certainty regarding land rights for Indonesian people. Registration of land held by the National Land Agency (BPN) which implementation is done by the Head of the Land Office, assisted by the PPAT and other officials. To areas there are not PPAT Definitive, assigned Subdistrict head as PPAT meantime. In terms of land deed, the role of Subdistrict head as the Temporary PPAT is same as the Definitive PPAT.
The problem in this study is how the role of Subdistrict head as Temporary PPAT in supporting the implementation of the transfer of land rights that legal certainty can be realized. This study used a judicial normative research, with secondary data sources and primary data. This study is used to determine the role of Subdistrict head as a Temporary PPAT in supporting the implementation of the transfer of land rights so as to create legal certainty in Banyumas.
The conclusions of this research is the role of Subdistrict head as temporary PPAT the implementation of transitional land rights is still relatively small compared to the Definitive PPAT. Based on the above conclusions, recommended for areas that already contained enough PPAT Definitive no longer need temporary PPAT.
15437572H1B010001KAJIAN BIFURKASI PADA MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK DENGAN LAJU PEMANENAN KONSTANSalah satu model matematika yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah populasi adalah model pertumbuhan logistik. Apabila pada populasi dilakukan pemanenan dengan laju konstan, maka model pertumbuhan logistik dapat dimodifikasi menjadi model pertumbuhan logistik dengan laju pemanenan konstan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter pemanenan (H) terhadap kestabilan populasi. Pada model pertumbuhan logistik, r menyatakan tingkat pertumbuhan alamiah, dan K menyatakan carrying capacity. Perilaku dinamik model dapat diketahui dengan menentukan kestabilan titik kesetimbangan. Berdasarkan nilai parameter H, model mempunyai dua titik kesetimbangan yang bersifat stabil dan tidak stabil untuk 0<H<0,25rK , mempunyai satu titik kesetimbangan yang bersifat tidak stabil untuk H=0,25rK , dan tidak mempunyai titik kesetimbangan untuk H>0,25rK . Secara khusus, berdasarkan analisa bifurkasi, model mengalami bifurkasi saddle node dengan nilai bifurkasi H=0.25rK . Dengan adanya nilai bifurkasi ini, dapat diketahui bahwa apabila pemanenan dilakukan dengan 0<H<=0,25rK , maka jumlah populasi masih tetap ada (tidak punah) untuk jangka waktu lama asalkan jumlah populasi awal lebih besar atau sama dengan titik kesetimbangan yang bersifat tidak stabil. Sementara itu, apabila pemanenan dilakukan melebihi nilai bifurkasi, yaitu H>0,25rK , maka jumlah populasi akan selalu punah untuk jumlah populasi awal berapapun.One of the mathematical models that can be used to predict the number of population is the logistic growth model. When harvesting the population at a constant rate, then the logistic growth model can be modified into a logistic growth model with constant harvesting rate. This research aims is determine the effect of harvesting parameters (H) on the stability of the population. In the logistic growth model, r denote the natural growth rate, and K is the carrying capacity. Dynamic behavior of the model can be determined by determining the stability of the equilibrium point. Based on the value of the parameter H, the model has two equilibrium points are stable and unstable for 0<H<0,25rK, have an equilibrium point which is unstable for H=0,25rK, and has no equilibrium point for H>0,25rK. Specifically, based on the analysis of bifurcation, there is a saddle node bifurcation in models with bifurcation value H=0,25rK. With this bifurcation value, it can be known that if the harvesting rate is in range 0<H<=0,25rK, then the number of the population is still exist (not extinct) for a long time as long as the number of initial population is greater than or equal to the unstable equilibrium point. Meanwhile, if harvesting exceeds the bifurcation value, ie H>0,25rK, the number of the population will always be extinct for any the number of initial population.
15447592E1A009215Fungsi Pers Sebagai Alat Kontrol Sosial (Studi Terhadap SatelitPost Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers)Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara Hukum yang menganut sistem Demokrasi Pancasila. Salah satu pilar demokrasi adalah adanya Kebebasan Pers. Permasalahan-permasalahan yang sering timbul dalam kehidupan bernegara membuat pers sangat aktif dalam menghimpun informasi yang dapat di berikan kepada masyarakat. Informasi tentang politik, hukum, ekonomi atau gejala sosial yang berkembang di dalam kehidupan bemasyarakat. Perlu adanya kontrol sosial oleh pers salah satunya adalah SatelitPost Purwokerto.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekataan yuridis normatif, dengan pendekatan masalah menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan konsepsional dan pendekatan analisis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data melalui seluruh bahan-bahan kepustakaan, inventarisasi undang-undang, dan surat kabar harian SatelitPost. Teknik penyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, rasional, dan logis
Hasil penelitian menyatakan bahwa Salah satu fungsi pers adalah sebagai alat Kontrol sosial yang dimaksud menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers di dalam penjelasannya. Kemudian SatelitPost yang melakukan, menyelenggarakan serta memberikan informasi dalam bentuk surat kabar dan online. Pemberitaan yang diberikan oleh SatelitPot harus berpedoman kepada Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta terhadap visi dan misi SatelitPost.


Republic of Indonesia is a Law Based Nation which adopts Pancasila Democracy. One of the pillars of democracy is the freedom of the Press. Many phenomena that often arise in social life makee press very active in collecting information that can be given to the public. Information about politics, law, economics or social phenomena that develop in the social life. There’s a need for social control by the press, and the object of this research is SatelitPost newspaper, Purwokerto.
The approach used in this study is juridicial normative, and the problem approach use statute approach, conceptual approach and analytical approach. This research use qualitative method as method of data analysis. It also use data collection through library, law inventory, and SatelitPost newspaper. Data presentation techniques are presented in the form of descriptions arranged in a systematic, rational, and logical.
The study states that one of the press functions is as a tool of social control according to Law Number 40 Year 1999. Then SatelitPost are doing, organize and provide information in the form of newspapers and online. The news provided by SatelitPost should be based by the Law Number 40 Year 1999 about Press, as well as the vision and mission of SatelitPost.

15457573F1G010040STRUKTUR DAN PRAANGGAPAN DALAM WACANA KOMEDI MALAM MINGGU MIKO DI KOMPAS TVABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Struktur dan Praanggapan dalam Wacana Komedi Malam Minggu Miko di Kompas TV”. Tujuan penelitian ini menjelaskan struktur wacana dan jenis praanggapan yang muncul dalam wacana komedi Malam Minggu Miko di Kompas TV.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan data yang berasal dari tuturan dialog wacana komedi Malam Minggu Miko di Kompas TV. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik dasar sadap, dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dan metode padan pragmatik. Metode padan referensial dilaksanakan dengan teknik dasar pilah unsur penentu menggunakan daya pilah referensial dan teknik hubung banding memperbedakan sebagai teknik lanjutannya. Metode padan pragmatis dilaksanakan dengan teknik dasar pilah unsur penentu menggunakan daya pilah pragmatis dan teknik hubung banding memperbedakan sebagai teknik lanjutannya.
Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan tiga jenis struktur wacana yaitu struktur wacana Pembuka-Batang-Penutup (PBP), struktur wacana Pembuka-Batang (PB), dan struktur wacana Batang-Penutup (BP). Struktur wacana PBP memiliki 12 adegan terdiri dari 3 adegan pada bagian pembuka, 7 adegan pada bagian batang dan 2 adegan pada bagian penutup. Struktur wacana PB memiliki 15 adegan terdiri dari 4 adegan pada bagian pembuka dan 11 adegan pada bagian batang. Struktur wacana BP memiliki 11 adegan terdiri dari 8 adegan pada bagian batang dan 3 adegan dalam bagian penutup. Struktur wacana PBP, PB, dan BP masing-masing memiliki koherensi antara adegan satu dengan adegan yang lainnya pada setiap bagian wacana.
Dalam penelitian ini ditemukan jenis praanggapan pada setiap jenis struktur wacana. Struktur wacana PBP ditemukan enam jenis praanggapan yaitu praanggapan eksistensial, praanggapan faktual, praanggapan struktural, pranggapan konterfaktual, praanggapan nonfaktual dan praanggapan leksikal. Struktur wacana PB ditemukan lima jenis praanggapan yaitu praanggapan faktual, praanggapan konterfaktual, praanggapan struktural, praanggapan leksikal, dan praanggapan eksistensial. Struktur wacana BP ditemukan empat jenis praanggapan yaitu praanggapan faktual, praanggapan nonfaktual, praanggapan konterfaktual dan praanggapan leksikal. Praanggapan yang sering muncul pada ke tiga jenis struktur wacana yaitu praanggapan faktual, praanggapan konterfaktual dan praanggapan leksikal.

SUMMARY

This research is entitled “The Structure and Presupposition in theSituation Comedy Malam Minggu Miko in Kompas TV.” The study is purposed to explain the discourse structure and kinds of presuposition uttered by the characters in the sitcom.
This is a qualitative descriptive research based on the dialogues produced in the sitcom. The data is collected by listening, recording, and writing and then it is analysed by the methods of unified referential and unified pragmatic. The unified referential method is applied by a basic technique of classifying the main data by referential classification and by a comparison technique as the comprehensive step. On the other hand, the unified pragmatic method is done by a basic technique of classifying the main data by pragmatical classification and also by a comparison technique as the comprehensive step.
The researcher finds three types of discourse structure; they are Opening-Body-Closing (PBP), Opening-Body (PB), and Body-Closing (BP). The PBP has twelve scenes consisting of three scences in the opening, seven scenes in the body, and two scenes in the closing.Next, the PB has fifteen scenes containing four scenes in the opening and eleven scenes in the body; where as the BP has eleven scenes; they are eight scenes in the body and three scenes in the closing.Overall, each structure – PBP, PB, and BP –is coherent in one scene to another.
The other findings are the kinds of presupposition in each discourse structure. In PBP structure there are six presuppositions i.e. existential, factual, structural, counterfactual, non-factual, and lexical. Then, five presuppositions are found in PB structure i.e. factual, counterfactual, structural, lexical, and existential. Whereas in BP structure there are four kinds of presuppositions i.e. factual, non-factual, counterfactual, and lexical. The most dominant presupposition appeared in the three structures is factual, counterfactual, and lexical.

15467574H1B010031Analisis Asuransi Jiwa Two-life Joint Life dan Last SurvivorAsuransi jiwa adalah kesepakatan antara tertanggung (nasabah asuransi) dengan perusahaan asuransi. Tertanggung menjaminkan dirinya apabila terjadi kematian, sehingga berkewajiban membayarkan sejumlah premi, adapun perusahaan asuransi berkewajiban memberikan santunan apabila tertanggung mengalami kematian. Nasabah asuransi jiwa terdiri single-life status dan multi-life. Single-life status adalah nasabah asuransi jiwa yang terdiri satu tertanggung, sedangkan multi-life status adalah nasabah asuransi jiwa yang terdiri dari dua tertanggung atau lebih. Berdasarkan jangka waktu pembayaran preminya, asuransi multi-life dibedakan menjadi asuransi joint life dan asuransi last survivor. Asuransi joint life adalah asuransi multi-life dengan premi dibayarkan sampai salah satu dari tertanggung mengalami kematian. Sedangkan asuransi last survivor adalah asuransi multi-life dengan premi dibayarkan sampai semua tertanggung mengalami kematian. Berdasarkan nilai sekarang santunan (APV), nilai anuitas dan besarnya harga premi yang dihitung dari asuransi joint life dan asuransi last survivor maka diperoleh kesimpulan bahwa asuransi joint life lebih menguntungkan daripada asuransi last survivor.



Life insurance is an agreement between the insured (insurance customers) with the insurance company. The insured pledge their life. They must pay premium, meanwhile the insurance company must give compesation in the event of death. Life insurance customers comprised single-life status and multi-life status. Single-life status is life insurance customers that comprised one person. Multi-life status is life insurance customers that comprised two person or more than two person. Based of period to pay premium, multi-life status is comprised of joint life insurance and last survivor insurance. Joint life insurance is multi-life insurance with premiums paid until the first death occurred and it was given compensation. While the last survivor insurance is two-life or multi-life insurance with premiums paid till the last death occurred and it was given compensation to the heirs. Based on calculation the actuarial present value (APV), the value of the annuity and the amount of the premium prices can be concluded that the joint life insurance is more profitable for insurance customers than last survivor insurance.

15477575F1F008004GEORGIANA’S STRUGGLES AGAINST THE EIGHTEENTH CENTURY PATRIARCHAL OPPRESSIONS IN GEORGIANA, DUCHESS OF DEVONSHIRE NOVEL BY AMANDA FOREMANPenelitian yang berjudul “Georgiana’s Struggles against the Eighteenth Century Patriarchal Oppressions in Georgiana, Duchess of Devonshire Novel by Amanda Foreman” menganalisis tentang: (1) Georgiana ditindas oleh peraturan patriarki dalam kehidupan rumah tangga dan sosialnya. Dalam rumah tangga, suaminya, memperlakukan dia secara tidak baik karena dia merasa lebih kuat secara fisik, ekonomi dan sosial. Selain itu, peraturan patriarki memberi kewenangan suami untuk memperlakukan istrinya sesuka hati dengan menindas dan tidak menghormatinya. Dalam kehidupan sosial, Georgiana ditindas oleh peraturan patriarki yang melarang wanita untuk memegang jabatan resmi di Parlemen Inggris karena politik dan kekuasaan dianggap sebagai dunia pria. Selain itu, arsip dia yang menunjukan keikutsertaannya sebagai seorang fasilitator politik bagi partai Whig dihancurkan oleh seorang yang tak dikenal untuk menghapuskan jejak kesuksesan wanita dalam sejarah. Oleh karena itu, (2) Georgiana berjuang untuk mendorong lebih jauh batas antara ‘dunia pria’ dan ‘dunia wanita’ yang peraturan patriarki bedakan. Dia berjuang untuk memasuki dunia yang lebih luas, dunia yang peraturan patriarki anggap sebagai ‘dunia pria’ yang di hubungkan dengan tempat kerja, politik, dan kekuasaan.The research entitled “Georgiana’s Struggles against the Eighteenth Century Patriarchal Oppressions in Georgiana, Duchess of Devonshire Novel by Amanda Foreman” analyzes about: (1) Georgiana was oppressed by the eighteenth century patriarchal rules both in her domestic and social life. In the domestic life, her husband gave her bad treatments because he felt physically, economically, and socially stronger than her. Besides, the eighteenth century patriarchal rules gave a husband the freedom to treat his wife as he pleased oppressively and dishonorly. In the social life, Georgiana was oppressed by the patriarchal rules which barred a woman to hold official position to seat in the British Parliament because politics and power were regarded as the world of men. Furthermore, her archives which showed her participation as a successful political facilitator for the Whig party were destroyed by unknown someone to erase the women success’ trace in the history. Therefore, (2) Georgiana struggled to push further the limit of ‘the men’s world’ and ‘the women’s world’ that patriarchal rules segregated. She struggled to enter the wider world, the world which patriarchal rules regarded as ‘the men’s world’ identified with workplace, politics, and power such as in the region of: military, political arena, fashion, art, science, and leadership.
15487576H1B009021PENGGUNAAN GRAFIK PENGENDALIAN KUALITAS PADA KARAKTERISTIK pH AIR PDAM KABUPATEN CIREBON MELALUI PENDEKATAN FUNGSI DENSITAS KERNEL EPANECHNIKOVPenelitian ini membahas penggunaan grafik pengendali kualitas pada karakteristik pH air PDAM Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah metode non parametrik dengan pendekatan fungsi densitas kernel epanechnikov. Nilai upper control limit (UCL), control limit (CL), dan lower control limit (LCL) dicari untuk melihat apakah ada titik-titik data yang tidak terkendali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai UCL, CL, dan LCL antara grafik dengan pendekatan kernel. Nilai UCL, CL, dan LCL dengan hampiran kernel lebih lebar. Dalam industri hal ini berarti bahwa grafik pengendali dengan pendekatan kernel menghasilkan analisis yang lebih baik, tetapi pada kasus pH air hal ini tidak demikian karena syarat interval pH air yang ditentukan Menteri Kesehatan. This research discussed about the use of quality control chart at pH water characteristic of PDAM Kabupaten Cirebon. Then, this research used a non-parametric method with approach the epanechnikov kernel density function. Upper control limit (UCL), control limit (CL), and lower control limit (LCL) value serched to see if there are data points that are not controlled. The result of this research shows there is differences UCL, CL, and LCL value of used chart with kernel approach. UCL, CL, and LCL value with kernel approximation wider than with chart. In industry case it means control chart with kernel approach is better, but in water pH case it means not like that because specification of pH water interval from health department.
15497577H1F009047GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK GRANIT
DAERAH PEMALI
KECAMATAN PEMALI, KABUPATEN BANGKA INDUK
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Daerah penelitian berada di kecamatan Pemali kabupatan Bangka Induk provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan terletak diantara titik 613.985,8E-617.498,6E, 9.790.588,6N-9.793.802,9N serta merupakan salah satu daerah dengan keterdapatan sistem mineralisasi greisen. Keberadaan mineralisasi pada daerah penelitian berhubungan dengan adanya intrusi granit pada daerah tersebut. Pada umumnya, tidak semua intrusi granit dapat menghasilkan mineralisasi greisen, sehingga dilakukan penelitian pada daerah Pemali untuk mengetahui tipe granit daerah penelitian.
Penelitian yang dilakukan menggunakan beberapa metode seperti pemetaan geologi pada daerah penelitian seluas 11,2 km2, sampling batuan dan analisis laboratorium. Pemetaan geologi ditujukan untuk mengetahui penyebaran litologi, stratigrafi dan struktur geologi. Analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui komposisi mineral penyusun litologi pada daerah penelitian, khususnya granit. Data geokimia digunakan dalam analisis ASI dan MALI untuk mengetahui komposisi kimia granit.
Satuan geomorfologi pada daerah penelitian yaitu Satuan Dataran Denudasional (D5). Urutan stratigrafi dari tua ke muda yaitu Satuan Filit dan Satuan Intrusi Granit. Struktur berupa sesar geser kanan menurun yang berumur Trias dan berarah baratlaut-tenggara diperkirakan terbentuk setelah satun filit dan sebelum satun intrusi granit. Hasil analisis petrografi dari enam conto granit segar menunjukkan komposisi mineral adalah biotit dengan komposisi kimia adalah peralmonious dan kalk-alkali yang merupakan penciri granit tipe S penghasil bijih kasiterit penghasil timah.

Research area lies, subdistrict Pemali, province of Bangka Belitung. It lies at, 613.985,8E-617.498,6E, 9.790.588,6N-9.793.802,9N, and one of the open pit with greisen. Mineralization in research area is due to intrusion of granite. Generally, all of intrusion willnot have a greisen system, so the research has been done to know the characterize of granite in research area.
The Reasearch was did with some methode such as geological mapping in 11,2 km square, sampling and laboratorium analysis. Geological mapping has purpose to know the distribution of lithology, stratigraphy and structure setting. Petrography has purpose to know mineral composition in lithology, especially granite. Moreover, geochemical analysis is used to know chemical composition from mayor element in granite.
Tthe research area has one geomorphological unit that is peneplain (D5).Stratigrafi unit in research area are Filit unit as the oldest unit and Intrusion of Granit unit as the yougest. Research area has a normal right slip fault with ages is trias and has a NW-SE direction. The result from analysis of petrography with six samples show that one of prime mineral is biotite and geochemical show peralmonius and high calc-alcaline that is indicated as S-type granite bearing cassiterit.
15507582E1A010124Kajian Yuridis Terhadap Lombok Treaty Tahun 2006 Tentang Kerjasama Keamanan Antara Indonesia Dan AustraliaIndonesia dan Australia telah lama menjalin hubungan diplomatik dan bekerjasama dalam berbagai bidang, salah satu bidang tersebut adalah bidang keamanan. Pada tanggal 13 November 2006 di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian mengenai kerjasama keamanan yang disebut dengan Traktat Lombok (Lombok Treaty).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan Traktat Lombok tahun 2006 mengenai kerjasama keamanan antara Indonesia dan Australia dan akibat hukum dengan adanya Traktat Lombok tahun 2006 bagi pemerintah Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dengan data sekunder yang kemudian dianalisis secara kualitatif.
Traktat Lombok tahun 2006 telah diterapkan oleh Indonesia dan Australia dalam sepuluh bidang kerjasama. Setelah adanya kasus penyadapan oleh Australia terhadap Indonesia pada November 2013, Indonesia menghentikan tiga bentuk kerjasama yaitu kerjasama sharing intelligence, pelatihan militer dan penyeludupan manusia. Traktat Lombok ini tidak diatur secara jelas mengenai pelaksanaan dari setiap bidang kerja sama yang memicu beragam interpretasi bagi para pihak dalam menerapkan kerja sama tersebut sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hukum internasional jika terjadi permasalahan dalam bidang keamanan. Keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian internasional mengenai kerja sama keamanan dalam Traktat Lombok tahun 2006 sangat penting, karena segala ancaman yang mengancam keamanan suatu negara tidak hanya berasal dari dalam negeri melainkan bisa juga berasal dari luar negeri. Pemerintah Indonesia harus berhati-hati, terhadap political power dari pemerintah Australia yang menimbulkan kerugian dan dapat mengancam konsepsi ketahanan nasional Indonesia.
Indonesia and Australia have established a diplomatic relationship since a long time ago and also have cooperated in various fields, which one of them is security. By the year of 2006 on November 13th, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia and Australia signed the treaty of security cooperation called Lombok Treaty.
The purpose of this research is to find out about the application of the Lombok Treaty 2006 concerning on security cooperation between Indonesia and Australia and the legal consequences of the Lombok Treaty 2006 for Indonesian government. The method that is used in this research is juridical normative by using legislation approaches. The method that is used for data collection is library research with secondary data which will be analysed qualitatively.
The Lombok Treaty 2006 has been applied by both Indonesia and Australia in ten fields of cooperation. After the case of tapping done by Australia against Indonesia on November 2013, Indonesia ended three forms of cooperation such as intelligence sharing, military training, and human smuggling cooperation. This treaty is not regulated in detail regarding the implementation of every cooperation field that may trigger various interpretations for the parties in implementing them, so that it cannot be accounted for based on international law in case of problems in the field of security. Participation of Indonesia in terms of international treaty about security cooperation of the Lombok Treaty 2006 is crucial because any kinds of threat that may endanger the security of a country can come not only from the inside but also from the outside of the country itself. The Indonesian government must be very cautious against the political power of Australian government that may harm and threaten Indonesian conception of national security.
15517578H1B008027PENYELEKSIAN BEASISWA DI JURUSAN MIPA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTINGABSTRAK. Salah satu metode yang digunakan pada Multiple Attribute Decision Making di bidang komputasi adalah Simple Additive Weighting (SAW). SAW adalah proses pengambilan keputusan dengan metode penjumlahan terbobot nilai kinerja dari setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan permasalahan penyeleksian beasiswa di Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penyeleksian dengan menggunakan metode SAW memiliki persentase kesamaan antara 75% hingga 100% dengan yang dilakukan oleh tim penyeleksi beasiswa di Jurusan MIPA. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan aplikasi metode SAW menunjukkan hasil yang lebih konsisten dan lebih sesuai dengan prioritas masing-masing jenis beasiswa.ABSTRACT. One of the methods used in Multiple Attribute Decision Making in computation field is the Simple Additive Weighting (SAW). SAW is a decision-making process by the method of weighted sum of the value of the performance of each alternative on all attributes. SAW method can be applied to solve the problem of scholarship selection in the Department of MIPA Jenderal Soedirman University. Selection result using SAW method has the percentages of similarity between 75% to 100% compared to the selection made by an administrative board. Results obtained using the SAW method of application showed to be more consistent and more suitable with the priorities of each of the scholarships.
15527580F1F007160Functional Literacy Level on Student’s English Writing Skill in Procedure Text (A Study of the Ninth Grade Students of SMP Negeri 1 Kalimanah on the Academic Year 2012/2013)Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan bagaimana tingkat literasi fungsional kemampuan menulis teks prsedur pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah. (2) menemukan faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat literasi fungsional kemampuanmenulis teks prosedur pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah gabungan kuantitatif-kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menemukan bagaimana literasi fungsional kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menemukan faktor – faktor yang mempengaruhi literasi fungsional kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah. Subjek pada penelitian ini adalah kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah. Data dikumpulkan dengan tes, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini adalah tingkat literasi fungsional kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kalimanah adalah sangat baik dengan persentase 87,5%. Selanjutnya, faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat literasi fungsional kemampuan menulis teks prosedur pada siswa adalah sebagian siswa tidak pernah mendapatkan pengalaman buruk selama mempelajari Bahasa Inggris, siswa telah mengenal Bahasa Inggris di usia dini, dan siswa memiliki waktu yang cukup untuk belajar. Di samping itu, siswa telah mendapatkan materi yang sama di kelas sebelumnya. Sebagian siswa telah mengetahui bahasa Inggris, ada dukungan dari keluarga, kehadiran siswa baik dan ada motivasi dari guru dan ada pengaruh dari teman dan lingkungan.The research are aimed (1) to explain how the functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text found in the ninth grade Students of SMP Negeri 1 Kalimanah. (2) to find out the factors that influence the functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text found in the ninth grade Students of SMP Negeri 1 Kalimanah.The method of this study is a combination of quantitative-qualitative. Quantitative method is used to find out how the functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text found in the ninth grade Students of SMP Negeri 1 Kalimanah meanwhile qualitative method is used to find out the factors that influence the functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text found in the ninth grade Students of SMP Negeri 1 Kalimanah. The subjects in this research are the ninth grade in SMP Negeri 1 Kalimanah. The data are collected through test, interview, and questionnaire.The results reveal that functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text found in the ninth year Students of SMP Negeri 1 Kalimanah was in very good category, with percentage 87,5%. In addition, the factors that influence the functional literacy level on student’s English writing skill in procedure text are most of the students never get bad experience in English, the students have known English in their early age, and the students have enough time of learning. Besides, the students have got the same material in their grade before, most students have exposed in English, there were family supports in some students, the presence of learning is well, and there was motivation from the teacher and there were influences from their friends.
15537587I1A006065Analisis Ketidakseimbangan Tegangan Terhadap Torsi Motor Induksi Tiga PhasaKetidakseimbangan tegangan merupakan salah satu permasalahan kualitas daya listrik yang penting untuk diperhatikan, terutama jika berkaitan dengan sistem atau peralatan-peralatan dengan suplai tiga phasa, seperti motor induksi. Jika terjadi ketidakseimbangan pada suplai motor maka dapat menyebabkan menurunnya torsi motor, meningkatnya temperatur motor, menimbulkan vibrasi serta merusak isolasi.
Untuk itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh ketidakseimbangan tegangan terhadap karakteristik mekanis torsi motor induksi tiga phasa. Lalu mengevaluasi ketidakseimbangan tegangan yang terjadi apakah melebihi standart yang telah ditentukan. Analisis dilakukan melalui perhitungan dari data pengukuran dan dengan simulasi. Untuk melihat pengaruh ketidakseimbangan tegangan terhadap torsi motor induksi tiga phasadilakukan pengukuran saat keadaan tegangan tidak seimbang, kemudian dibandingkan dengan menggunakan analisa metode komponen simetris dan simulasi menggunakan Software PSIM Professional Version 9.0.3.400.
Hasil dari analisis perhitungan menunjukkan pada motor induksi 20 HP menghasilkan persentase unbalance sebesar 2,9% dan pada motor 3 HP menghasilkan persentase unbalance sebesar 0,21%, sedangkan pada torsi motor induksi saat keadaan tidak seimbang besarnya torsi motor 20 HP sebesar 63,17 N.m dan pada motor 3 HP besarnya 50,1 N.m dan saat kondisi tegangan seimbang torsi motor induksi 20 HP besarnya 78,3 N.m dan pada motor 3 HP besarnya 71,5 N.m. Dari hasil diatas terlihat terjadi penurunan torsi saat kondisi tegangan tidak seimbang. Hal ini terjadi karena kecepatan motor juga berubah-ubah.
Voltage unbalance is one of the problems of power quality is important to note, especially if associated with the system or the equipment with three-phase supply, such as induction motors . If there is an unbalance in the supply of the motor, it can cause a decrease in motor torque, the motor temperature increases, causing vibration and damage to the insulation.
It is necessary for the analysis to determine the effect of voltage unbalance on the mechanical characteristics of three phase induction motor torque. Then evaluate whether stress is an unbalance exceeds a predetermined standard. The analysis was performed through the calculation of the measurement data and the simulation. To see the effect of the voltage unbalance on a three phase induction motor torque measurements during an unbalanced voltage, then compared using analysis method of symmetrical components and software simulations using PSIM Professional Version 9.0.3.400.
The results of the analysis calculations show 20 HP induction motor produces unbalance percentage of 2.9 % and a 3 HP motor produces unbalance percentage of 0.21 % , whereas the induction motor torque current unbalanced state the amount of torque the motor 20 HP by 63.17 nm and 3 HP motor and the current magnitude of 50.1 Nm torque balanced voltage conditions 20 HP induction motor and magnitude of 78.3 N.m, at 3 HP motors magnitude of 71.5 N.m. From the results above shows torque reduction when unbalanced voltage conditions.
Keywords: voltage unbalance, inductionmotors, torque
15547581H1B008048ESTIMASI REGRESI NONPARAMETRIK MENGGUNAKAN ESTIMATOR NADARAYA-WATSON UNTUK KASUS DATA PANJANG GELOMBANG DAN TINGGI GELOMBANG DI PANTAI PANGANDARANEstimator Nadaraya-Watson adalah estimator pada model regresi nonparametrik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan data yang tidak membentuk pola tertentu seperti linier, kuadratik, kubik atau eksponensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh estimator Nadaraya-Watson pada data panjang gelombang yang ditentukan oleh tinggi gelombang di Pantai Pangandaran. Estimator terbaik diperoleh dari estimator yang memiliki bandwidth optimum, yaitu estimator yang meminimumkan mean square error. Dengan menggunakan beberapa nilai bandwidth yang terletak antara 0,01 sampai 10, hasil penelitian menunjukkan bahwa estimator Nadaraya-Watson yang terbaik untuk memprediksi panjang gelombang diperoleh pada saat bandwidth bernilai 0,01. Nilai bandwidth ini diperoleh pada saat mean square error bernilai 0,227524.Nadaraya-Watson estimator is an estimator in nonparametric regression models. This estimator used to solve problems when the data have no specific pattern such as linear, quadratic, cubic, or exponential. The purpose of this reseach is to obtain a Nadaraya-Watson estimator for the of waves length based on the waves high at the coast of Pangandaran. The best estimator is given by an estimator having optimum bandwidth, that is an estimator which minimize the mean square error value. Here we use some bandwidth value between from 0.01 and 10. The result shows that the best Nadaraya-watson estimator for waves length prediction is given by the bandwidth value of 0.01. The bandwidth value is found when the mean square error has value of 0.227524.
15557659H1D009019ANALISIS EFEKTIFITAS ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS)
STUDI KASUS KABUPATEN BANYUMAS
Tingkat kecelakaan anak-anak di jalan raya semakin meningkat setiap tahunnya. Dengan kondisi ini digagaslah program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas. Penerapan ZoSS di Kabupaten Banyumas masih belum efektif pelaksanaannya, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektifitas dari ZoSS yang ada. Penelitian diawali dengan survei ZoSS yang meliputi survei perilaku penyeberang, perilaku pengantar, dan arus lalu lintas di tiga lokasi ZoSS di Kabupaten Banyumas. Kemudian hasil survei dianalisis dengan merujuk pada pedoman Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat SK 3236/AJ 403/DRJD/2006 dan MKJI 1997. Hasil analisis data menunjukan bahwa perilaku penyeberang dan pengantar belum selamat dengan rata-rata persentase penyeberang yang belum selamat 84,92 % dan pengantar yang belum selamat 74,52 %. Persentase rata-rata penyeberang melakukan prosedur menyeberang 4T 33,167 % ; menyeberang dengan berjalan 87,87 % ; fasilitas menyeberang menggunakan zebra cross 58,90 % ; status penyeberang mandiri 70,45 % ; arah kedatangan kendaraan di depan sekolah 80,259 % ; lokasi berhenti pada tempatnya 63,33 %; dan naik/turun anak dari kendaraan pada sisi trotoar 72,97 %. Namun masih belum dikatakan efektif karena masih banyak penyeberang dan pengantar yang tidak melakukan perilaku berlalu lintas yang baik. Adanya aktifitas menyeberang di ZoSS dan tingginya arus lalu lintas yang terjadi mempengaruhi tingkat pelayanan jalan yang ada.Rate of Accident of children on road increases every year. By the condition, it’s initiated School Safety Zone ( Zoss ) which is designed to improve traffic safety. Zoss application in Banyumas is still not effective in the implementation that it is necessary to investigate the effectiveness of existing Zoss . The study was begun by a survey that included a survey Zoss pedestrian behavior , conveyor behavior, and the traffic flow at three locations Zoss in Banyumas . The results of the survey were analyzed with reference to the guidelines of the Director General of Land Transport Regulation SK 3236/AJ 403/DRJD/2006 and MKJI 1997. The results of the data analysis showed that the behavior of pedestrian and conveyor were unsaved with percentage average of unsaved pedestrian behavior is 84.92% and unsaved conveyor behavior is 74.52%. Percentage of the average pedestrian crossing procedure 4T 33,167 % ; crossing road by walking 87,87 % ; facility using the zebra cross 58,90 % ; self-sufficient of pedestrian status 70.45 %; direction of arrival of the vehicle in front of the school 80,259 % ; stopping in the spot 63,33 % ;and putting up / down child of the vehicle on the curb side of 72,97 % . It’s still not effective as many pedestrians and conveyors don’t have good traffic behavior . The existence of crossing road activity in Zoss and high traffic flow that occurs affect the existing level of service .
15567583E1A009112PEMBAGIAN WARIS ANAK LUAR KAWIN DARI PERKAWINAN CAMPURAN ANTARA PRIA INDONESIA ASLI DENGAN WANITA KETURUNAN TIONGHOA MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA
(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Banyumas No. 08/Pdt.G/1996/PN.Bms.)
Dalam sistem hukum Indonesia terdapat ada tiga sistem hukum, yaitu sistem hukum waris Adat, hukum waris Islam, dan hukum waris Barat. Ketentuan mengenai keharusan membagi warisan diatur dalam Pasal 1066 KUH Perdata. Lain halnya dalam hukum Adat bagi orang-orang Indonesia asli, ada kemungkinan pada bagi Pengadilan untuk menolak pembagian suatu harta warisan. Terdapat suatu kasus yang melahirkan suatu putusan yaitu pembagian waris anak luar kawin dari perkawinan campuran antara pria indonesia asli dengan wanita keturunan tionghoa, menurut kitab undang-undang hukum perdata dalam studi kasus putusan pengadilan negeri Banyumas No. 08/Pdt.G/1996/Pn.Bms.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan Hakim menyatakan keturunan Ali Subandi dan The Kiem Kiok Nio (Martiah) berstatus sebagai anak luar kawin dari The Kiem Kiok Nio (Martiah), dan menguji pembagian waris diantara anak-anak luar kawin tersebut sesuai dengan ketentuan KUH Perdata. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif.
Menurut Regeling Op De Gemengde Huwelijken S. 1898 No. 158 (G.H.R), perkawinan Ali Subandi dan The Kiem Kiok Nio (Martiah) bukan perkawinan campuran, dan bukan perkawinan Islam sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 1946, melainkan merupakan perkawinan Adat yang keabsahannya tergantung Hakim apabila persoalan keabsahan diajukan di muka Hakim, dengan konsekuensi anak-anak tersebut adalah anak luar kawin dari The Kiem Kiok Nio (Martiah), sehingga pewarisan yang terjadi adalah pewarisan anak luar kawin. Adapun syarat agar anak luar kawin mewaris adalah harus ada pengakuan anak luar kawin dari pewaris, namun karena The Kiem Kiok Nio (Martiah) tidak pernah melakukan tindakan pengakuan anak luar kawin, maka tidak terjadi pewarisan diantara The Kiem Kiok Nio (Martiah) dan keempat anaknya. Dalam putusannya Hakim tidak mengkonstatir keabsahan perkawinan Ali Subandi dan The Kiem Kiok Nio (Martiah) sebagai dasar bahwa anak-anak tersebut adalah anak luar kawin, dan membagi warisan kepada anak-anak The Kiem Kiok Nio (Martiah), padahal tidak terpenuhi syarat mewaris karena tidak ada pengakuan anak luar kawin. Dengan demikian putusan Hakim tidak sesuai dengan ketentuan KUH Perdata yang mengatur pewarisan anak luar kawin.
In the Indonesian legal system there are three legal systems , There is systems Customary inheritance law , Islamic inheritance law , inheritance law and the West . Provisions regarding the necessity to share the legacy set forth in Article 1066 of the Civil Code. Another case in Indigenous law for indigenous Indonesian people , there is the possibility for the Court to reject the division of an inheritance . There is a case that spawned a verdict of dividing the heir illegitimate child of a mixed marriage between a man with a genuine Indonesian woman chinese descent , according to the book of the law in a civil law case study in Banyumas district court decision No. 08/Pdt.G/1996/Pn.Bms.
The purpose of this study to determine the reasons stated Judge and the descendants of Ali Subandi with The Kiem Kiok Nio ( Martiah ) status as an illegitimate child of The Kiem Kiok Nio ( Martiah ), and examine the division of inheritance among the children outside the marriage in accordance with the provisions of the Civil Code. To achieve the purpose of the study used qualitative research methods with normative juridical approach.
According Regeling Op De Gemengde Huwelijken S. No. 1898. 158 ( GHR ), and the marriage of Ali Subandi with The Kiem Kiok Nio ( Martiah ) instead of a mixed marriage, and marriage is not Islam as stipulated in Law No. 22 In 1946 , rather it is that its validity depends Customary marriage when the issue of the validity of Judge filed in advance of Judges, with the consequence that the children are illegitimate son of The Kiem Kiok Nio ( Martiah ), so that the inheritance is the inheritance of a child that occurred outside marriage. The condition that the heir is a child outside of marriage there must be recognition of illegitimate children of the testator, but due to The Kiem Kiok Nio ( Martiah ) never committed an act of recognition beyond child marriage, then there is no inheritance among The Kiem Kiok Nio ( Martiah ) and her four children. In this decision judge not explain the validity of the marriage of Ali Subandi and The Kiem Kiok Nio ( Martiah ) as the basis that the children were illegitimate child, and divide the inheritance to the children of The Kiem Kiok Nio ( Martiah ), whereas the requirement is not met because the heir no recognition of illegitimate children. Thus the Judge's decision is not in accordance with the provisions of the Civil Code that governs inheritance of illegitimate children.
15577584H1B008043PEMROGRAMAN LINEAR FUZZY BILANGAN BULAT DAN APLIKASINYA UNTUK OPTIMALISASI PADA SOEDIRMAN CORPORATIONPemrograman linier fuzzy bilangan bulat merupakan pemrograman linier dengan fungsi tujuan dan batasan bernilai fuzzy, dan solusi optimum berupa bilangan bulat . Penyelesaian dengan pemrograman linier fuzzy dilakukan menggunakan metode simpleks, kemudian dilanjutkan dengan metode branch and bound. Aplikasi pemrograman linier fuzzy pada Soedirman Corporation menunjukkan bahwa keuntungan maksimal sebesar Rp 744.305,00 dicapai ketika permintaan fotokopi putih sebanyak 2501 lembar, fotokopi buram sebanyak 4999 lembar dan cetak warna hitam sebanyak 3863 lembar dengan modal yang dibutuhkan sebesar Rp 550.005,00, dan penambahan kapasitas produksi pada mesin fotokopi sebesar 1250 lembar / minggu.Fuzzy integer linear programming is a linear programming that has an objective function and constraints that have fuzzy values, and the optimum solution is an integer. The solution of fuzzy linear programming is done using the simplex method, and continued with branch and bound method. Application of fuzzy linear programming in the Soedirman Corporation showed that the maximum profit is 744.30,00 IDR when the demand as much as 2501 sheets of white photocopy, blurry photocopy 4999 sheets and black print 3863 sheets with the capital required is 550.005,00 IDR and increase production capacity at the copy machine is 1250 pieces / week.
15587585C1K009054ANALYSIS THE INFLUENCE OF SERVICE QUALITY ON CUSTOMER
SATISFACTION AND WORD OF MOUTH
(Study in PDAM Regional PURBALINGGA)
The purpose of this research was to analyze the influence of service quality towards customers’satisfaction and word-of-mouth communication. By using convenience.sampling, this research used 150 respondents as research sample. This study used structural equation modeling analysis as the analysis tool. The results of this research show that Assurance, Quality,Concern ,Price,and Complaint handling have positive influence on customers’ satisfaction of PDAM in Purbalingga
Regency. Customer’s satisfaction has positive influence on Word of Mouth Communication of
PDAM in Purbalingga Regency.
The purpose of this research was to analyze the influence of service quality towards customers’ satisfaction and word-of-mouth communication. By using convenience sampling, this research used 150 respondents as research sample. This study used structural equation modeling analysis as the analysis tool. The results of this research show that Assurance, Quality,Concern ,Price,and Complaint handling have positive influence on customers’ satisfaction of PDAM in Purbalingga
Regency. Customer’s satisfaction has positive influence on Word of Mouth Communication of
PDAM in Purbalingga Regency.
15597586F1G010043PESAN MORAL DALAM NOVEL EMAK, AKU MINTA SURGAMU YA KARYA TAUFIQURRAHMAN AL AZIZYABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pesan Moral dalam Novel Emak, Aku Minta Surgamu Ya karya Taufiqurrahman Al Azizy”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pesan moral yang terdapat dalam novel tersebut. Sebelum mendeskripsikan pesan moral, terlebih dahulu penelitian ini mendeskripsikan alur, tokoh dan penokohan, latar, dan tema yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta kemudian disusul dengan analisis menggunakan pendekatan struktural. Fokus penelitian ini adalah meneliti pesan moral melalui alur, tokoh dan penokohan, latar dan tema.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca, setelah itu mencatat bagian-bagian penting serta mengklasifikasikan data berdasarkan alur, tokoh dan penokohan, latar dan tema yang terdapat dalam novel tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis keempat unsur tersebut sebagai langkah awal penelitian ini. Setelah menggunakan alur, tokoh dan penokohan, latar dan tema, selanjutnya penelitian ini menganalisis pesan moral yang terdapat dalam novel tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tema yang dijadikan dasar pengarang dalam membuat novel tersebut. Alur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alur maju. Tokoh utama dalam novel tersebut ada satu, sedangkan tokoh tambahan novel tersebut ada enam. Latar yang terdapat dalam novel tersebut terdapat di rumah Mak Ijah, langgar, balai Desa Mangunharjo, rumah Nugroho, lapangan desa, dan rumah Mbah Harno. Tema yang terdapat dalam novel Emak, Aku Minta Surgamu Ya adalah tema kebaktian seorang anak terhadap orang tua dan mengenai kegilaan terhadap harta.
Dengan menggunakan pendekatan struktural novel Emak, Aku Minta Surgamu Ya dapat dideskripsikan pesan moralnya adalah sikap bijaksana, jangan suka menggunjing orang, selalu berpasrah diri, sikap berbakti kepada orang tua, sikap bersabar, sikap menghargai perasaan orang lain, tidak boleh bersikap kasar, jangan gila harta, jangan berbohong, jangan mudah terbawa emosi, tidak boleh memfitnah orang, jangan main hakim sendiri, sikap saling memaafkan, dan sikap tolong menolong.

ABSTRACT
The tittle of the research is “Moral Message of the Novel Emak Aku Minta Surgamu Ya by Taufiqurrrahman Al Azizy”. This research aims to describe the morale message on the novel. Before the describing the moral message, previously this research describes about the plot, figure and characterization, setting, and theme that are involved in this novel. This research is used analytical descriptive that conducted by using fact description then followed with the analysis using a structural approach. The Focus in this research the morale message through plot, figure and characterizations, setting, and theme.
Technique of data collection uses the technique of reading, after that record the important parts classifies data based on the plot, figure and characterization ,setting and themes located in the novel. Technique of data analysis is to analyze the four elements as the beginning step in this research. After doing analysis of plot, figure and characterizations, setting, and theme, subsequently this research will analyze the morale message that located in the novel.
Based on the research result, there is theme that becomes the basic for the author in making the novel. The plot is this research uses the progress plot. The main figure in the novel is only one, and the complementary figure in the novel has six figure. Setting in this novel are at Mak Ijah’s house, mosque, village hall Mangunharjo, Nugroho’s house, village field and Mbah Harno’s house. Theme is this novel Emak, Aku Minta Surgamu Ya is the service to parents and the madness of the property theme.
By using a novel structural approach it can be described the moral message is a thoughtful, do not like to gossip people, always surrender himself, autiful attitude to parents, patient attitude, respect for the feelings of others, should not be abusive, do not be mad treasure, do not lie, do not easily carried away, should not slander people, not vigilantism, mutual forgiveness, and the attitude of helping each other.


15607606H1B009042KUASA DAN UKURAN UNRESTRICTED TEST, RESTRICTED TEST DAN PRE-TEST TEST PADA MODEL REGRESI PARALELPenelitian ini membahas tentang kuasa dan ukuran uji. Uji yang terkait non-sample prior information (NSPI) adalah unrestricted test (UT), restricted test (RT) dan pre-test test (PTT). Pemilihan uji terbaik dilakukan dengan cara melihat kuasa maksimum dan ukuran minimum. Simulasi dilakukan pada data bangkitan dari model regresi paralel dua populasi dengan parameter intercept dan slope adalah , , , , dan berdistribusi normal . Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTT merupakan alternatif pemilihan uji terbaik untuk dan . Hal tersebut menunjukkan bahwa NSPI signifikan pada proses PTT sebagai pemilihan uji terbaik.This research studied about power and size. The tests that related to the non-sample prior information (NSPI) namely unrestricted test (UT), restricted test (RT) and pre-test test (PTT) in parallel regression. The best test is chosed using maximum power and minimum size. Simulation study is conducted by generating data from two population parallel regression model with intercept and slope parameters are , , , , respectively, and are normal distribution . The result showed that PTT as an alternative choice when and . In this case, NSPI is a significant influence on the process for choosing the best test.