Home
Login.
Artikelilmiahs
7508
Update
BELLA MARTHA HERIANA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KUALITATIF KEPUASAN PASIEN TERHADAP PEMBERIAN KONSELING OLEH APOTEKER DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketidakpatuhan dan ketidaksepahaman pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. Konseling obat diharapkan tidak hanya memberikan informasi tentang obat tetapi sekaligus memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pengobatannya dan memastikan bahwa pasien dapat menggunakan obat dengan benar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pasien mengenai pelayanan konseling serta mendeskripsikan kepuasan pasien terhadap pelayanan konseling di apotek. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif. Informasi didapatkan dari wawancara mendalam (indepth interview) terhadap 5 informan utama yaitu pasien yang mendapatkan konseling, 3 informan pendukung yang terdiri dari apoteker yang memberikan pelayanan konseling dan dosen yang memberikan mata kuliah konseling. Analisis data diperoleh dengan cara mengkategorikan hasil wawancara ke dalam beberapa kategori, melakukan koding terhadap hasil wawancara, serta memilah mana yang penting dan selanjutnya mengambil kesimpulan sehingga mudah dipahami. Hasil penelitian menyatakan informan merasa puas dengan pelayanan konseling karena informan mengatakan bahwa apoteker telah memberikan pelayanan konseling dengan baik, informasi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat dipercaya, penampilan serta kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan. Informan juga memberikan beberapa saran untuk memperbaiki pelayanan konseling yang ada saat ini, diantaranya adalah perlu dibuat ruangan khusus untuk melakukan konseling di apotek, apoteker diharapkan dapat memberikan informasi lebih banyak lagi dalam melakukan konseling, membiasakan 3S (senyum, salam, sapa) dalam setiap pelayanan di apotek, termasuk pelayanan konseling. Informan yang merasa puas terhadap pelayanan konseling yang diberikan, tidak merasa keberatan apabila diharuskan membayar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Non-compliance and non corcondance patients in pharmacy therapy is one of the causes of treatment failure. Counseling is expected to not only provide information about the drug but also provide education and understanding of the treatment and ensure that patients can use the drug correctly.The purpose of this study was to determine the patient's perception of counseling services and describe patient satisfaction with counseling services in pharmacies. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. Information obtained from in-depth interviews to 5 key informants that patients who receive counseling, support 3 informants consisting of pharmacists who provide counseling services and faculty who provide counseling courses. Analysis of the data obtained by categorizing the interview into several categories, coding the interviews, as well as sorting out what is important and then draw conclusions so easily understood. The study states informants were satisfied with counseling services as informants said that the pharmacist has provided counseling services with good, easy to understand information presented and trustworthy, appearance and alertness of personnel in providing services. The informant also gave some suggestions to improve counseling services are currently available, which are needed to be made a special room for counseling at the pharmacy, the pharmacist is expected to provide more information in counseling, familiarize 3S (smile, greeting, and hello) in each ministry in pharmacy, including counseling services. Informants who are satisfied with the counseling services provided, no reservations when required to pay.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save