Artikelilmiahs
Menampilkan 1.481-1.500 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1481 | 7509 | H1G009005 | KELIMPAHAN DAN KERAGAMAN ROTIFERA DI MUARA SUNGAI TANJUNG KUBU DAN PERAIRAN LAUT AIR SAGA, BELITUNG | Penelitian ini berjudul “Kelimpahan dan Keragaman Rotifera di Muara Sungai Tanjung Kubu dan Perairan Laut Air Saga, Belitung”. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman Rotifera dan mengetahui hubungan parameter kualitas air dengan kelimpahan dan keragaman Rotifera pada Muara Sungai Tanjung Kubu dan Perairan Laut Air Saga, Belitung. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan teknik Stratified random sampling pada 4 stasiun pengambilan sampel. Alat yang digunakan untuk mengambil sampel adalah plankton net 25 µm. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2013 di muara sungai Tanjung Kubu, Desa Air Saga, Kabupaten Belitung. Analisis data menggunakan ANOVA dengan uji F dan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan parameter kualitas air dengan kelimpahan dan keragaman Rotifera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata rotifera berkisar antara 70 - 118 ind/L. Sedangkan keragaman rotifera tiap stasiun tergolong dalam katagori moderat. Keragaman tertinggi terdapat pada stasiun II dengan salinitas 11 0/00 sebanyak 8 spesies. Hubungan antara parameter kualitas air dengan kelimpahan dan keragaman rotifera adalah sedang dengan nilai koefisien korelasi 0,517 dan -0,449. | The title of this research is “Abundance and Diversity of Rotifers in Tanjung Kubu Embouchure and Sea Air Saga, Belitung” aiming to determine the abundance and diversity of Rotifera and to determine the relationship betweeen water quality parameters and the abundance and diversity of Rotifera in Tanjung Kubu Embouchure and Sea Water Air Saga, Belitung. A survey method applied stratified random sampling technique at 4 sampling stations, using 25 µm plankton net. The study was conducted in July 2013 at the mouth of the river Tanjung Kubu, Air Saga rural, Belitung regency. Data were F-tested and correlation was established to determine relationship between water quality parameters with the abundance and diversity of Rotifera. The results showed that the average abundance of rotifers ranged between 70-118 ind/L. While, the diversity of rotifers in each station was categorized as moderate. Diversity was highest at station II with salinity 110/00 by 8 species. The relationship between water quality parameters with the abundance and diversity of rotifers had correlation coefficient of 0.517 and -0.449. | |
| 1482 | 7506 | H1D007095 | PENGARUH KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK, DENGAN BAHAN AGREGAT HALUS ABU BATU DAN PASIR DARI SUNGAI KLAWING PURBALINGGA | RINGKASAN Bertambahnya penduduk berkorelasi positif dengan bertambahnya kebutuhan pemukiman. Penggunaan paving blok diarea pemukiman/perumahan yang digunakan untuk jalan dan pekarangan semakin meningkat. Kabupaten Purbalingga khususnya Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang, mempunyai agregat halus abu batu sangat melimpah, namun sampai sekarang potensi tersebut belum tergali secara maksimal. Penggunaan agregat halus abu batu selama ini hanya digunakan untuk sebagai bahan lapen taburan aspal diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan dan daya serap air pada paving block, dengan bahan agregat halus abu batu dan pasir dari sungai klawing Purbalingga. Penelitian ini bersifat eksperimental, yang dilakukan di Laboratorium Mekanika dan Bahan Bangunan Teknik Sipil Unsoed. Adapun benda uji dibuat dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tinggi 6 cm, masing-masing variasi 5 sampel untuk kuat tekan dan 5 sampel daya serap air. Evaluasi hasil eksperimen dengan menggunakan substitusi abu batu 0%, 20%, 40%, 60%, dengan kadar semen 20% dari berat keseluruhan menghasilkan kuat tekan sebesar 19,37 Mpa, 20,60 Mpa, 29,43 Mpa, 28,94 Mpa, termasuk klasifikasi mutu B yaitu digunakan untuk peralatan parkir, sedangkan 80% dan kadar semen 20% menghasilkan kuat tekan 41,94 Mpa termasuk klasifikasi mutu A yaitu digunakan untuk jalan. Sedangkan substitusi abu batu 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dengan kadar semen 20% pada umur 28 hari menghasilkan nilai serap air sebesar 19,20%, 18%, 17,40%, 15,40% tidak termasuk dalam syarat standart mutu. Banyaknya kadar semen dan abu batu akan menjadikan paving block semakin kuat tekan meningkat serta serap air sedikit. | The increasing of citizen has had positive correlation with the increasing of settlements needs. The using of paving block in settlements or housing area wich is usually took in making roard and yard was highly increased. In Purbalingga regency in Kalikajar village Kaligondang subdistrict has have a very rich stone dust, but this potential have not be explored yet maximaly until now. The used of stone dust material so far only used as topping lapen on asphalt. The research was aimed to know the influence to press-strength and water absorption of paving block, with soft aggregate, stone dust, and sand as raw material from Klawing river Purbalingga. This is an experimental one, Which has held in Mechanics and Buildings Material Laboratory of Civil Engineering Faculty of Jendral Soedirman University. As for the experiment things, has made with dimension 20 cm lenght, 10 cm width, and 6 cm height, each variant took 5 samples for press-strengh and 5 samples for water absorption. The evaluation and analysis of experimental results has been created by using substitution of stone dust 0%, 20%, 40%, 60%, with cement degree 20% from entire weight. It has result to press-strength of 19.37 Mpa, 20.60 Mpa, 29.43 Mpa, 28.94 Mpa. Its classified into grade B which usually used for park equipments. And for substitution of stone dust 80% with cement degree 20% has result press-strength of 41.94 Mpa which is classsifieed into grade A, this grade is usually used for roads. Meanwhile substitution of stone dust 0%, 20%, 40%, 60%, 80% with cement degree 20% within 28 days has result water absorption value of 19.20%, 18%, 17.40%, 15.40% which is not classified into standart quality conditions. The large quantity of cement degree and stone dust will made paving block press-strength increase with less water absorption power. | |
| 1483 | 7498 | E1A008071 | TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA DENGAN KEKERASAN MEMAKSA ANAK MELAKUKAN PERBUATAN CABUL (Studi Putusan Perkara Nomor 54/Pid.Sus/2012/ PN.Pwt.) | ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA DENGAN KEKERASAN MEMAKSA ANAK MELAKUKAN PERBUATAN CABUL (Studi Putusan Perkara Nomor 54/Pid.Sus/2012/ PN.Pwt.) Oleh : RAAFIANI WIJAYANTI EIA008071 Pencabulan merupakan kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan orang yang tidak berdaya, seperti anak, baik pria maupun wanita, baik dengan kekerasan maupun tanpa kekerasan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor 54/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan sumber data adalah data sekunder. Adapun metode pengumpulan data dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dokumen dan putusan pengadilan atau yurisprudensi yang berkaitan dengan obyek atau materi penelitian kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Tindak Pidana Dengan Kekerasan Memaksa Anak Melakukan Perbuatan Cabul, sebagaimana telah ditetapkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 54/Pid.Sus/2012/PN. PWT., maka dapat disimpulkan bahwa Perbuatan Terdakwa FS bin AK yang melakukan tindak pidana ”dengan sengaja dengan kekerasan memaksa anak melakukan perbuatan cabul” terhadap korban RA Binti T yang berumur 17 tahun, 11 bulan 29 hari, memenuhi unsur-unsur Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yaitu: 1. Unsur setiap orang, yaitu FS bin AK; 2. Unsur dengan sengaja, yaitu dengan sengaja telah melakukan kekerasan memaksa anak melakukan perbuatan cabul; dan 3. Unsur melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Unsur ketiga ini bersifat alternatif, berarti bahwa apabila salah satu unsur perbuatan sudah terbukti, maka perbuatan-perbuatan lainnya tidak perlu dibuktikan lagi. Salah satu perbuatan dari unsur yang ketiga ini terpenuhi, yaitu ”dengan sengaja dengan kekerasan memaksa anak melakukan perbuatan cabul” Pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor 54/Pid.Sus/2012/PN. PWT. adalah berdasarkan pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis. Seluruh orang tua termasuk anak-anak sendiri sepatutnya waspada terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak karena tindak pidana pencabulan dapat terjadi tanpa melihat lingkungan dan latar belakang ekonomi serta pendidikannya. Perlunya vonis maksimal bagi pelaku tindak pidana pencabulan guna menumbuhkan efek jera bagi pelaku dan pembelajaran bagi pihak lain agar tidak melakukan perbuatan yang sama. Kata kunci: anak, kekerasan, memaksa, perbuatan cabul | ABSTRACT THE JURIDICAL REVIEW OF CRIMINAL ACT WITH VIOLENCE FORCED THE CHILDREN TO DO VIOLATE (the study of case's verdict Number. 54/Pid. Sus/2012/PN.Pwt.) By: RAAFIANI WIJAYANTI EIA008071 Violation is a tendency to do sexsual activity with a person that strength, like as a children, both men and woman, with a violence or non violence. Based on it, this research aimed to know the aplication of elements the article 82 of law Number 23 of 2002 about Protection of Children and consideration distri ct court judge Purwokerto in the criminal case on judgment Number 54/Pid.Sus/2012?PN.Pwt. This research uses the method of normative juridical, with the descriptive research specification and data source is the secondary data.And the method of collecting data by learning the regulation of ordinance, literature book, document and court decision or jurisprudence which related with the object or material in the research then analyzed normatively and qualitatively. Based on the research and discussion about the criminal act of violence forced the children to do violate, how have decide been in district court decision Purwokerto Number 54/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. so conclusion is detendant act FS bin AK that do criminal act. Purpose violence forced the children to do vioble the victim of RA daughter of T 17 years old, 11 months 29 days, fill of the elements the article 82 of Law Number 23 of 2002 of protection of children, that is 1.) Everyone element, FS son of AK 2.) The element purpose, deliberately have done violence to children do violate 3.) The element of violence or threats of violence forced, do guile including he or persuade of children and do or let did violence. The this and element is an alternative, means that if one of elements it have proven, then other it doesn’t need. Prove again one of third element the other this competely, that is “purpose violence forced the children to do violate” Consideration district court Purwokerto Judgment act on case Number 54/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. based on consideration juridicial and consideration sociological. All parents include children themselves the probable of criminal acts of violation children because criminal act can will happens without to the envoronment and economic background and education. It needs for a verdict maximum to doer criminal act violence to grow a deterrent effect to doer and learning for the other parties not to do it. Keywords : Children, Violence, Force, Violate. | |
| 1484 | 7499 | G1D008062 | HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PEDOMAN NANDA NIC DAN NOC DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG | Latar Belakang: Pendidikan perawat merupakan salah satu upaya untuk menciptakan tenaga keperawatan yang profesional dan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Asuhan Keperawatan dengan pedoman NANDA NOC dan NIC adalah sistem klasifikasi keperawatan yang telah menjadi standarisasi dalam dunia keperawatan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan perawat dengan tingkat pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan dengan pedoman diagnosa NANDA NOC dan NIC di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 57 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Pengolahan dan analisis hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan perawat menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kebanyakan pendidikan responden adalah perawat DIII (75,4%), dan pengetahuan responden pada kategori baik (47,4%). Hasil uji statistik chi square didapatkan X2 hitung 7,085 > X2 tabel 5,991, p value 0,029 dan α=0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan tingkat pengetahuan perawat tentang asuhan keperawatan dengan pedoman diagnosa NANDA, NOC dan NIC di RSUD Ajibarang. | Background. Nurse education is an effort to create a professional nursing staff and developed along with the development of science and technology. Nursing guidelines NANDA, NOC and NIC is a classification system that has been the standardization of nursing in the nursing world. Objective. The purpose of this research to determine the relationship of education level nurses with the knowledge level of the nurses about nursing care guidelines NANDA diagnoses and NIC NOC in Ajibarang Regional General Hospital. Method. This research uses correlational design with cross sectional approach. The study sample as much as 57 respondents were selected by simple random sampling technique. The data was collected using a questionnaire. Processing and analysis of the relationship of education to the nurses knowledge level using the chi square test. Results. The results showed that most respondent were nurses DIII education (75,4%), and knowledge of the respondents in both categories (47.4%). The test results obtained chi square statistic X2 count 7.085 > X2 table 5.991, p value 0.029 and α= 0,05. Conclusion. There is a relationship between the level of nurse education to the level of nurses’ knowledge about nursing care with guidelines NANDA diagnoses, NOC and NIC in Ajibarang Hospital. | |
| 1485 | 7501 | H1F009046 | GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP MINERALISASI EMAS DESA GANCANG, KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP MINERALISASI EMAS DESA GANCANG, KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Sari Daerah penelitian merupakan daerah yang berada secara administrasi pada Desa Gancang dan sekitarnya, kecamatan Gumelar. Secara umum daerah penelitian disusun oleh litologi perselingan batupasir batulempung, batupasir dan batugamping. Proses mineralisasi pada daerah penelitian terjadi pada perselingan batupasir batulempung (Formasi Halang, lembar peta geologi Purwokerto-tegal). Pada daerah penelitian terdapat beberapa struktur geologi berupa lipatan, sesar dan kekar yang termineralisasikan. Indikasi keterdapatan mineralisasi pada daerah penelitian diketahui dengan ada sistem urat epitermal yang mengisi rekahan pada daerah penelitian. Secara umum arah urat pada daerah penenlitian berarah baratlaut-tenggara (NW-SE), yang dikontrol oleh deretan sesar geser kiri pada daerah penelitian. Sehingga pola yang pembentukan rekahan yang terisi oleh mineralisasi dikontrol oleh pola en encelon dari sesar geser kiri dengan arah tegasan baratlaut-tenggara. Dimana pada proses pembentukan lipatan pada daerah penelitian hanya menghasilkan rekahan yang belum termineralisasi, dan aktifasi dari gaya utara-selatan menyebabkan patahan dan pergesaran sumbu lipatan yang bergerak ke kiri, sehingga menyebabkan deretan sesar geser kiri dengan arah timurlaut-baratdaya (NE-SW), sehingga memungkinkan larutan hidrotermal naik dan mengisi rekahan dengan pola en encelon dari deretan sesar geser kiri. Sesar geser kiri yang berada pada daerah penelitian merupakan sesar antitetik dari sesar regional. Sedangkan sesar yang paling terakhir terbentuk adalah sesar geser kanan yang tidak mempengaruhi proses mineralisasi. Pendekatan Interpretasi ini terhadap 2 sesar besar regional (megashear) yang mengontrol jawa bagian tengah yaitu sesar sinistral Muria-Kebumen berarah timurlaut-baratdaya (NE-SW) dan sesar dekstral Pamanukan - Cilacap berarah baratlaut-tenggara (NW-SE) yang merupakan daerah penelitian. Sehingga jika kolerasi antara pola arah urat baratlaut-tenggara (NW-SE) dengan sesar geser kiri daerah penelitian yang merupakan sesar antitetik dari sesar secara regional yaitu sesar geser dekstral pamanukan- cilacap berarah baratlaut-tenggara (NW-SE) yang mengontrol proses mineralisasi daerah penelitian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur yang mengontrol proses minerlisasi pada daerah penelitian dibagi menjadi 3 yaitu struktur Pre- Mineralisasi (Miosen akhir) yaitu Lipatan dengan arah sumbu barat-timur, struktur Syn-Mineralisasi (Miosen akhir) yaitu Deretan sesar geser kiri dengan arah timurlaut-baratdaya, dan yang terakhir Struktur Post-Mineralisasi (Pliosen akhir) yaitu sesar geser kanan dengan arah baratlaut-tenggara. | Abstract Region observationaling to constitute region that lies administration ala on Gancang Village and vicinity the, district. Gumelar. In common research region arranged by litology about mudstone sandstone interval, sandstone and limestone. mineralization process on observational region to be become on about mudstone sandstone interval (Frustrated formation, geological map sheet Purwokerto Tegal). On observational region there are some geology structure as fold as, fault and solid mineralization one. mineralization occurrence indication on observational region to be known by available system vein epitermal that fill crack on observational region. In common aim vein on research region gets north-east to south-east (NE - SW ), one that controlled by on observational region. So formation pattern crack which filled by mineralization controlled by pattern en encelon from left slip fault with pressure south-west to south-east. Where on fold forming process on observational region just result crack that haven't mineralization, and active of south northern strain cause break and strike-slip is fold that moves left, so causes left slip fault with north-east to south-west (NE - SW), so enables hidrotermal's solution gets on and fill crack by pattern en encelon of fault suite angles left. fault angles left one lie on region observationaling to constitute fault antitetic from region fault. Meanwhile fault is last the most is formed is fault angles right that don't regard to process mineralization. This Interpretation approaching to 2 megafault regional (Megashear) one that control middle part java which is fault sinistral Muria Kebumen gets north-east to south-west (NE - SW) and fault dekstral Pamanukan Cilacap gets north-west to south-east (NE - SW) one that constitute research region. So if correlation among north-west to vein pattern south-east (NE - SW) with left slip fault observational region that constitutes fault antitetic from fault regional which is dekstral fault Pamanukan Cilacap to get north-west to south-east (NE - SW) one that control mineralization process research region. So gets to be concluded that structure that controls to process mineralization on observational region to be divided as 3 which is structure Pre Mineralization (Late Miocen) which is Fold with tenor wicked west east, structure Syn Mineralisasitation (Late Miocen) which is Suite left slip fault with north-east to south-west, and Structure the latest Post Mineralisasi (Late Pliocen) which is fault angles right with tenor north-west to south-east. | |
| 1486 | 7502 | H1G008020 | BIOEKOLOGI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN DUDAT DESA LASSAR KECAMATAN MEMBALONG KABUPATEN BELITUNG | Penelitian “Bioekologi Rajungan (Portunus pelagicus) di perairan Dudat Desa Lassar Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung” dilakukan pada bulan Agustus-September 2013. Tujuan penelitian mengetahui karakteristik morfologi dan morfometri Rajungan dan mengetahui hubungan jumlah rajungan dengan parameter kualitas air di perairan Dudat. Metode penelitian yaitu metode survei. Sampel rajungan diambil di 3 stasiun dengan karakteristik yang berbeda menggunakan bubu, diletakkan di dasar perairan. Analisis data morfometri dan morfologi rajungan dilakukan secara deskriptif. Hubungan jumlah rajungan dengan parameter kualitas air dianalisis dengan regresi yang menggunakan Program Microsoft Excel 2010. Hasil Penelitian menunjukan bahwa rajungan jantan berwarna kebiru-biruan dengan bercak putih terang, sedangkan rajungan betina berwarna dasar kehijau-hijauan dan bercak keputih-putihan. Ukuran morfometri terbesar terdapat pada stasiun 3 dan terkecil pada stasiun 1. Morfometri rajungan yang hidup di perairan Dudat, rata-rata berukuran panjang karapas 2,6-5,0 cm, lebar karapas 4,4-8,2 cm, panjang kaki renang 0,9-2,6 cm, lebar kaki renang 0,6-1,3 cm, jumlah duri karapas 20 buah dan jumlah duri capit 10 buah. Hubungan jumlah rajungan dengan parameter kualitas air di perairan Dudat menunjukkan hasil parameter suhu (R2 = 0,1164), salinitas (R2 = 0,1329), pH (R2 = 0,0796), dan DO (R2 = 0,1515) tidak ada hubungan dan pengaruh terhadap jumlah rajungan. | Research on "Bioecology swimming crab (Portunus pelagicus) in Dudat waters Lassar Village, Membalong, Belitung District " was conducted during August-September 2013. The purpose of study was to investigate morphology and morphometry characteristics of swimming crab and its relationship with water quality parameters in Dudat water. A survey method was applied to take samples from different 3 stations, using bottom traps. Morphometry and morphology data were analyzed descriptively. Its relationship with water quality parameters were regressed using Microsoft Excel 2010 software. The results showed that crab males were bluish colored with patches bright white, while the female crab were greenish white patches. The largest size was found in station 3 and the smallest at station 1. Average carapace length ranged 2.6-5.0 cm, carapace width 4.4-8.2 cm, swimming leg length 0.9-2.6 cm, swimming leg wide 0.6-1.3 cm. Carapace presented 20 spines and 10 spines in claw. Its relationship with water quality parameters in Dudat water shows the results of parameters temperature suhu (R2=0.1164), salinity (R2=0.1329), pH (R2=0.0796), dan DO (R2=0,1515) did not relate and influence crab number. | |
| 1487 | 7504 | A1L009046 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI PADA RAKITAN BUDIDAYA PADI ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI DI DUA KETINGGIAN TEMPAT | Penurunan produksi padi disebabkan oleh menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat dari penerapan budidaya padi yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintetis secara berlebihan. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menerapkan budidaya pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan rakitan budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati antara dataran rendah dan medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, dan Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret-September 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Pola Tersarang dengan dua perlakuan, yaitu 2 rakitan budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati pada dataran rendah dan dataran medium. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, kehijauan daun, luas daun, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per rumpun, persentase gabah hampa, bobot 1000 butir, dan produksi gabah. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rakitan budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil lebih baik terdapat pada dataran rendah. | The reduction of rice production is caused by soil fertility degression as the result of excessive chemical fertilizers and pesticides usage in rice cultivation. Effort are being made to overcome this problem is to apply organic agriculture . The aim of this study was to compare the growth and yield of organic rice cultivation based on liquid organic fertilizer and bio pesticide assemblies between low land and medium land. The experiment was conducted at Sokaraja Lor Village, Sokaraja, Banyumas, and Susukan Village, Sokaraja, Banyumas in March to September 2012. This study uses a nested pattern design with two treatments , namely 2 assemblies of organic rice production technology in the low lands and medium lands. The variables measured were plant height , amount of tiller, amount of productive tillers , leaf greenness , leaf area , panicle length , number of grains per panicle , grain weight per hill , percentage of empty grains , 1000 grain weight , and grain production . The data were analyzed using t test. The research showed that application of organic rice cultivation based on liquid organic fertilizer and bio pesticide assemblies that produced the best growth and yield found in low land. | |
| 1488 | 7500 | F1C009067 | Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwiata Di Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo | Penelitian ini dilaksanakan pada 1 Juli sampai dengan 30 Juli 2013. Tujuannya untuk mengetahui persepsi, partisipasi, dan kendala yang dihadapi masyarakat Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, dengan purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi berupa buku teks, karya ilmiah, foto-foto, data-data terkait penelitian, dan sumber dari internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menerima Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Mandiri Pariwisata. Persepsi positif masyarakat berawal dari sosialisasi program yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, dan Pariwisata (Dinhubkominpar) Kabupaten Purworejo kepada masyarakat. Persepsi positif tersebut didukung oleh partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan PNPM Mandiri Pariwisata. PNPM Mandiri Pariwisata dilaksanakan berdasarkan pemberdayaan masyarakat bertujuan agar masyarakat dapat memberdayakan diri mereka dalam mengelola potensi wisata yang telah dimiliki desa tersebut. Pada awal perencanaan, masyarakat berpartisipasi dengan menyampaikan ide-ide kegiatan yang mendukung pembangunan desa wisata. Masyarakat juga berpartisipasi pada pelaksanaan PNPM Mandiri Pariwisata dengan bergotong royong membersihkan area pantai dan mendirikan fasilitas-fasilitas umum. Guna mendukung keberhasilan PNPM Mandiri Pariwisata, monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan PNPM Mandiri Pariwisata. Kata Kunci : Persepsi, Partisipasi, PNPM Mandiri Pariwisata. | This research was realization on 1 to 30 July 2013 . The purpose of this study was to determine the perception, participation, and conflict of district struggling society of Ketawangrejo village, Grabag district, Purworejo. The method used in this research is qualitative descriptive method, with purposive sampling as the informant selection technique. The technique used in collecting data in this research are in depth interview, observation, and documentation such as text books, journals, some photos, and other related sources from website. The result of this research shows that most of the society accepted the National Society’s Empowerment Program (PNPM) Mandiri Tourism development. The positive perception of society begins from the socialization of its program by the Department of Transportation, Communications, Information and Tourism (Dinhubkominpar) to the public. That positive perception supported by society’s participation from planning, implementation, monitoring and evaluation of PNPM Mandiri Tourism activities. The fact that implementation of PNPM Mandiri Tourism is based from society’s empowerment has enabled them to grow and manage their tourism potential. In the beginning of planning step, society has participated to speak upon their idea of activities that might support the empowerment of tourism village. The activities that has been done includes working together in cleaning the beach area and building public facilities. In order to support PNPM Mandiri Tourism, monitoring and evaluating the program are needed to indicate the development of society in doing the activity of PNPM Mandiri Tourism. Keyword : Perception, Participation, National Society’s Empowerment Program (PNPM) Mandiri Tourism. | |
| 1489 | 7507 | G1D010041 | HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KEMBARAN | HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KEMBARAN Riska Septia Prativi1, Eva Rahayu2, Aswin3 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Keperawatan Komunitas, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 3Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa yang melebihi batas normal di dalam darah. DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Kemandirian keluarga dibutuhkan agar dapat meningkatkan lima tugas kesehatan keluarga, sehingga dapat mengatasi dan mencegah berbagai masalah kesehatan terutama dalam mencegah komplikasi pada penderita DM, dimana komplikasi DM dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya yang terdiri dari aspek fisik, psikologis, tingkat aktivitas, sosial, dan lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian keluarga dengan kualitas hidup penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 50 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat kemandirian keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran dengan p value = 0,010 (p ≤ 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kemandirian keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kata kunci : DM tipe 2, tingkat kemandirian keluarga, kualitas hidup | THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF INDEPENDENCE FAMILY AND QUALITY OF LIFE OF PATIENT DIABETES MELLITUS WITH TYPE 2 AT WORK AREA PUSKESMAS I KEMBARAN Riska Septia Prativi1, Eva Rahayu2, Aswin3 1Student of Nursing School, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Community Nursing Department, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Health Department of Banyumas Regency ABSTRACT Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high glucose levels that exceed the normal limits in the blood. DM can giving effect various complications. The Independence family is needed in order to increase the health a family of five duty, so can get over and prevent many health problems, especially in preventing complications in patients with DM, DM complications which can affect the quality of life of patients that consists of physical, psychological, level of activity, social, and environmental. Purpose: The aim of this research was to identify the relationship between the level of independence family and quality of life of patient with type 2 DM at Work Area Puskesmas I Kembaran. Methods: This research used analytic correlation method by cross sectional approach to the 50 respondents who has inclusion criteria. The samples were taken by purposive sampling. Result: The results showed that there was relationship between the level of independence family and quality of life of patient with type 2 DM at Work Area Puskesmas I Kembaran with p value = 0,010 (p ≤ 0,05). Conclusion: There was correlation between the level of independence family and quality of life of patient with type 2 DM at Work Area Puskesmas I Kembaran. Keywords: DM type 2, level of independence family, quality of life | |
| 1490 | 7513 | H1K008024 | PERSEN PENUTUPAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PANTAI CELUKAN BAWANG, DESA CELUKAN BAWANG, KECAMATAN GEROKGAK, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI | Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Celukan Bawang, Provinsi Bali. Lama waktu penelitian ini yakni selama 1 minggu, pengamatan dilakukan selama 2 hari sekali. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persen penutupan terumbu karang dan juga mengetahui hubungan persentase penutupan terumbu karang dengan kualitas air di perairan pantai Celukan Bawang, Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Line Intercept Transect (LIT). Parameter kualitas air yang diukur yakni temperatur, salinitas, pH, kedalaman, kecerahan dan DO. Selanjutnya dilakukan analisis hubungan antara persen penutupan terumbu karang dengan kualitas air untuk mengetahui korelasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen penutupan terumbu karang pada stasiun 1 (22,85%) termasuk dalam kategori buruk, sedangkan stasiun 2 (48,38%) dan stasiun 3 (49,11%) termasuk dalam kategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yang kuat (r=0,520988-0,999702) antara persen penutupan terumbu karang dengan kualitas air di perairan pantai Celukan Bawang, Bali. | A research dealt with covering percentage of coral reefs was conducted in Celukan Bawang coastal, Bali province. This study was done in a week, and observation were made every 2 days, aiming to know covering percentage of coral reefs and its relationship with water quality in Celukan Bawang coastal of Bali. Line Intercept Transect (LIT) method was used to determine covering percentage of coral reefs. Water quality parameters included temperature, salinity, pH, depth, brightness and DO. The results showed that covering percentage of coral reefs on station 1 was categorized as bad (22.85%), while medium category in station 2 (48.38%) and station 3 (49.11%). These results also indicated that strong correlation (r=0.520988-0.999702 ) was detected between percent cover coral reefs and water quality in coastal waters Celukan Bawang of Bali. Keywords: Percent Cover, Coral Reefs, Water Quality. | |
| 1491 | 7514 | H1K008019 | STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI TERUMBU KARANG PANTAI CELUKAN BAWANG PROVINSI BALI | Struktur komunitas ikan karang merupakan analisis yang meliputi kelimpahan, keanekaragaman dan dominansi ikan karang. Ikan karang mempunyai hubungan erat dengan terumbu karang, karena fungsi ekologis terumbu karang sebagai tempat berlindung, tempat mencari makan, tempat berkembang biak dan daerah asuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas ikan karang serta pengaruh persentase tutupan karang dan pengaruh kualitas perairan terhadap struktur komunitas ikan karang di Pantai Celukan Bawang Provinsi Bali. Pengamatan ikan karang menggunakan metode pencacahan langsung, sedangkan pengukuran persentase tutupan terumbu karang menggunakan Line Intercept Transect. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pantai tersebut terdapat 6 famili, 13 genus dan 16 spesies ikan karang. Kelimpahan ikan karang berada pada kelimpahan kategori rendah (1,03-3,17 ind/m2). Keanekaragaman ikan karang berada pada kondisi kisaran keanekaragaman rendah (0,888-1,238). Dominansi ikan karang berada pada kisaran dominansi sedang (0,352-0,366). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persentase tutupan karang mempunyai hubungan kuat dengan keanekaragaman ikan karang. Adapun faktor pendukung lain berupa kualitas perairan terutama suhu dan kedalaman mempunyai hubungan kuat dengan keanekaragaman ikan karang. | Reef fish community structure is an analysis that includes the abundance, diversity and dominance reef fish. Reef fish have a close relationship with the coral reefs, because the ecological function of coral reefs as shelter, feeding ground, spawning ground and nursery ground. The purpose of this study was to determine the structure of reef fish communities and influence from the percentage of coral cover and water quality to reef fish community structure in Celukan Bawang Beach Bali Province. Observations of reef fish is using the visual census methode, while the measurement of the percentage of coral cover is using the Line Intercept Transect. The study was conducted at three observation stations. Observation result show there are 6 families, 13 genera and 16 species of reef fish. Abundance of reef fish is low abundance category (1,03-3,17 ind/m2). Diversity of reef fish is low range (0,888-1,238). The dominance of reef fish is moderate dominance (0,352-0.366). Regression analysis showed that the percentage of coral cover has a strong relationship with the diversity of reef fish. Another contributing factors such as water quality, especially temperature and depth have a strong relationship with the diversity of reef fish. | |
| 1492 | 7538 | H1K008030 | STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA PADA VEGETASI RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa DI TAMBAK SILVOFISHERY DESA RANDUSANGA KABUPATEN BREBES | Kawasan silvofishery banyak dihuni oleh berbagai jenis biota, salah satunya kelompok bivalvia yang merupakan salah satu biota invertebrata. Secara komersial, kawasan silvofishery di Desa Randusanga, Brebes dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa atau polikultur Gracilaria verrucosa dengan ikan bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia pada vegetasi rumput laut Gracilaria verrucosa di kawasan silvofishery dan mengetahui bagaimana hubungan bivalvia pada vegetasi rumput laut Gracialaria verrucosa. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan sampel menggunakan transek kuadrat berukuran 1x1m dengan metode purposive random sampling, pengamatan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan jarak interval waktu setiap 7 hari sekali. Pengumpulan data meliputi data jumlah bivalvia dan rumput laut Gracilaria verrucosa pada area silvofishery (A) Monokultur; (B) Polikultur; (C) Kontrol. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan Kelimpahan bivalvia tertinggi terdapat pada stasiun I monokultur dengan kelimpahan rata-rata (21±2,168), Indeks keanekaragaman menunjukan komunitas sedang, Indeks kemerataan berkategori tinggi, nilai indeks dominansi berkategori rendah. Terdapat hubungan sangat kuat antara jumlah kepadatan bivalvia dan rumput laut Gracilaria verrucosa pada stasiun monokultur, dan hubungan kuat antara jumlah kepadatan bivalvia dan rumput laut Gracilaria verrucosa pada stasiun polikultur. | Silvofishery region was inhabited by various types of biota, one group of bivalves that is one invertebrate biota. Commercially, the area in the village Silvofishery Randusanga, Bradford used for cultivation of Gracilaria verrucosa seaweed Gracilaria verrucosa or polyculture with milkfish (Chanos Chanos). This study aims to determine the community structure of bivalves in Gracilaria verrucosa seaweed vegetation in the area and find out how the relationship Silvofishery bivalves on Gracialaria verrucosa seaweed vegetation.This study used survey methods, sampling transect 1x1M sized squares with a purposive random sampling method, observation repetition 3 times with time intervals once every 7 days. The data collection includes data on the number bivalves and seaweed Gracilaria verrucosa on Silvofishery area (A) Monoculture; (B) Polyculture; (C) Control. Data were analyzed using ANOVA and LSD test. The results showed the highest abundance of bivalves found on the station I monoculture with an average abundance (21 ± 2.168), diversity index showed moderate community, evenness index categorized as high, low category dominance index value. There is a very strong relationship between the number density of bivalves and seaweed Gracilaria verrucosa in monoculture station, and a strong relationship between the number density of bivalves and seaweed Gracilaria verrucosa in polyculture station. | |
| 1493 | 7515 | F1F009077 | Woman Existence in Post-feminist Era as Portrayed in Sidney Sheldon's A Stranger in The Mirror | Penelitian ini berjudul “Woman Existence in Postfeminist Era as Portrayed in Sidney Sheldon’s A Stranger in the Mirror” yang bertujuan untuk menganalisis eksistensi wanita yang terepresentasi dalam novel. Hal ini menyangkut wacana yang mengacu pada penelitian Rosalind Gill tentang femininitas sebagai properti jasmaniah; pergeseran dari objektifikasi ke subjektifikasi; suatu fokus pada individualisme, pilihan, dan kekuasaan; penekanan pada pengawasan diri dan disiplin yang merujuk pada paradigma perubahan yang dilakukan wanita mengenai penampilannya. Penelitian ini menggunakan teori posfeminisme yang berperan penting dalam kajian analisis budaya. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data-data yang terdiri dari kata, frasa, dan kalimat dalam novel. Kemudian, data yang telah diperoleh dihubungkan dengan teori posfeminisme terutama yang berkaitan dengan eksistensi wanita dan membuat kesimpulan untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel ini, wanita mendefinisikan eksistensinya dengan menggunakan penampilan fisiknya untuk mencapai kesuksesan. Wanita menggunakan potensi dan kemampuannya untuk menguasai orang-orang di sekitarnya dan menunjukkan individualisme untuk memantapkan posisinya. Oleh karena itu, wanita berusaha menutupi kelemahannya seiring dengan berubahnya cara berfikir untuk lebih dihargai dan dihormati sebagai individu. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman tentang teori posfeminisme, terutama mengenai eksistensi wanita sehingga dapat dijadikan bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya. | This research which is entitled woman existence in postfeminist era as portrayed in Sidney Sheldon’s A Stranger in the Mirror is aimed to analyze woman existence as presented in the novel. This research argues that post feminism is tied up with woman existence as pointed out within the novel. This includes the notion refers to Rosalind Gill’s study which asserts that femininity is a bodily property; the shift from objectification to subjectification; a focus on individualism, choice and empowerment; an emphasis on self-surveillance, and discipline that lead woman to have makeover upon her appearance. This research employs postfeminist theory which has become the most important part in cultural analysis. The descriptive qualitative method is employed to analyze the data which consist of words, phrases, and sentences from the novel. Then, the data taken are connected to postfeminist theory regarding with woman existence and then conclusion to gain the objective of the research is made. The result of the research indicates that in this novel, woman redefines her existence using her physical appearance to achieve her success. She uses her potencies and capabilities to take control of individuals around her and shows individualism to establish their position. Consequently, the woman attempts to conceal her flaw alongside with changing her ways of thinking aimed at being more respected and praised as individual. This research is expected to enrich the knowledge about postfeminist theory, especially it dealing with woman existence so that it can be used as the reference for the next researches. | |
| 1494 | 7516 | H1C009033 | STUDI SISTEM PLTS LOW VOLTAGE HIGH CURRENT YANG TERKONEKSI DENGAN POWER GRID MENGGUNAKAN H-BRIDGE CURRENT SOURCE INVERTER | Pembangkit listrik terbarukan akhir-akhir ini menjadi sangat populer dari sudut pandang isu lingkungan dan konservasi energi. Energi surya fotovoltaik (PV) adalah alternatif yang sangat menarik untuk menjadi pembangkit listrik yang bersumber daya hijau karena dapat digunakan baik di daerah-daerah terpencil sebagai alat yang berdiri sendiri (stand alone) atau aplikasi perkotaan dengan koneksi jaringan interaktif (grid connection). Inverter sumber tegangan (VSI) secara konvensional digunakan sebagai pengkondisi daya yang dihasilkan oleh PV baik untuk jaringan interaktif (grid connection) atau operasi mandiri (stand alone). Namun sistem ini memiliki keterbatasan bila digunakan untuk tegangan tinggi dan frekuensi switching yang tinggi. Di sisi lain, inverter sumber arus memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan inverter sumber tegangan seperti tidak membutuhkan sebuah induktor interkoneksi bila digunakan pada sistem grid connection dan pengendalian langsung arus keluarannya. Dengan beberapa keunggulan dari inverter sumber arus tersebut diharapkan tegangan keluaran dari inverter yang nantinya akan diinjeksikan ke dalam jaringan grid mempunyai kualitas yang baik. | Recently, the distributed renewable power generation is becoming more and more popular from the viewpoint of environmental issue and energy conservation. The photovoltaic (PV) solar energy is a very interesting alternative to supplement the generation of electricity among green power sources because it can be utilized either at remote regions as stand alone apparatus or at urban applications with a grid interactive connection. A voltage-source inverter (VS) is conventionally used as a PV power conditioner either for the grid interactive or the standalone operation. But this system has limitation when used for a high voltage and high switching frequency. On the other hand, a current source inverter (CSI) has some advantages compared with the voltage source inverter such as no need of interconnection inductor when used for the grid interactive application and direct controllability of the output current. With some advantagess of the current source inverter expected output voltage of the inverter which will be injected into the grid network has good quality . | |
| 1495 | 7518 | E1A008075 | TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) Kelas II Purwokerto) | Pegawai Negeri berhak mendapatkan hak sesuai beban kerja dan kewajibannya sebagaimana diatur Undang – undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang – undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok – pokok Kepegawaian. Salah satu hak yang diperoleh Pegawai Negeri adalah tunjangan kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri. Instansi yang melaksanakan kebijakan pemberian tunjangan kinerja bagi pegawainya adalah Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (RUPBASAN) Kelas II Purwokerto. RUPBASAN Kelas II Purwokerto berada di bawah lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria, perhitungan dan prosedur pemberian tunjangan kinerja di RUPBASAN Kelas II Purwokerto. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif yang didasarkan pada inventarisasi peraturan perundang – undangan. Kebijakan pemberian tunjangan kinerja di RUPBASAN Kelas II Purwokerto dilaksanakan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2011 tentang Tunjangan Kinerja bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tunjangan kinerja adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai yang pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2011. Tunjangan kinerja diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi kriteria dan melalui prosedur pemberian tunjangan kinerja dengan mendasarkan pada kelas jabatan dan pencapaian terhadap Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). | Civil servants are entitled to the right in accordance with the workload and duty as stipulated in Act Number 43 of 1999 year on The Principles of Employee Affair. One of the rights was performances allowances to improve welfare of servants. One of institution that applies a policy of performances allowances was Confiscated Object Storage Home Country Class II Purwokerto. The purpose of this research was to know the criteria, calculations and procedures for granting performance allowances in Confiscated Object Storage Home Country Class II Purwokerto. The method of approach used in this research is judicial approach, with specifications of prescriptive research that are based on inventory of legislation. Performances Allowance policy in Confiscated Object Storage Home Country Class II Purwokerto implemented by issuance Presidential Regulation No. 40 Year 2011 on the Performance Allowances for Civil Servants in the Ministry of Justice and Human Rights. Performance Allowances are allowances given to employees to improve the welfare of employees whose implementation in accordance with the Presidential Regulation No. 40 Year 2011. Performance allowance given to civil servants who fulfill the criteria and procedures through provision of allowances based on the performance of the class hierarchy and the achievement of the Target Employee Performance | |
| 1496 | 7519 | E1A008320 | Peran Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas dalam penegakkan kode etik Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) (Studi di DPRD Kabupaten Banyumas) | Badan Kehormatan sebagai salah satu Alat Kelengakapan DPRD adalah lembaga yang berhubungan dengan masalah kehormatan para wakil rakyat baik di DPR RI maupun di DPRD, lembaga ini dalam keberadaannya untuk menjawab kebutuhan dari adanya arus reformasi yang menuntut adanya perubahan, keberadaan lembaga ini sangat penting dan strategis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya guna mewujudkan anggota dewan yang mempunyai kredibilitas yang baik. Berdasarkan latar belakang dirumuskan permasalahannya yaitu bagaimakah peran badan kehormatan DPRD menegakkan kode etik DPRD . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyumas dalam menegakkan kode etik DPRD. Penelitian ini, bersifat yuridis normatif, Penelitian yuridis normatif dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier. Kemudian data tersebut dianalisis secara normatif kualitataif, artinya tanpa menggunakan rumus akan tetapi disajikan dalam bentuk uraian dan konsep. Hasil penelitian adalah kedudukan DPRD dalam Pemerintah Daerah, ada juga susunan anggota DPRD dan alat kelengkapan DPRD Kabupaten Banyumas, dan sejarah pembentukan badan kehormatan DPRD kabupaten banyumas serta juga adanya kasus yang terjadi periode 2009-2014. Penyusunan Peraturan Tata Tertib DPRD kemudian untuk lebih efektif dalam pelaksanaan tugas dan wewenang, sedangkan kendala badan kehormatan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya adalah adanya keengganan dari badan kehormatan sendiri untuk menindak para anggota dewan yang tak lain adalah rekan kerja mereka. Kedepannya Badan kehormatan lebih proaktif terhadap laporan-laporan yang dapat dibertanggungjawabkan dan tidak melakuan intervensi proses peradilan karena tindakan badan kehormatan berada pada wilayah moralitas. | Honorary Board as one tool completeness of local parliament is an institution related to the issue of honor representatives in both the House of Representatives and in the Parliament, This institution in existence to address the needs of a current flow that reforms require changes, the existence of this institution is very important and strategic in carrying out its duties and functions in order to create a board member who has a good credibility. Based on the background of the problem formulated How is the role of board is enforcing the code of ethics local parliament. The purpose of this study was to analyze the role of Honorary Board Banyumas district in enforcing the code of conduct . This research, normative juridical, normative research done by examining library materials or secondary data including primary legal materials, legal materials of secondary, tertiary and legal materials. Then the data is analyzed kualitataif normative, meaning without using formulas but presented in narrative form and concept. The results of the study are the position of the Local Government local parliament, there are also the members of the local parliament and local parliament fittings Banyumas district, and the history of the formation of Honorary Board Banyumas the local parliament as well as cases that occurred 2009-2014. Preparation of the Rules of Procedure of local parliament then to be more effective in the implementation of tasks and authority, while the board constraints honorary in performing their duties and authority is the reluctance of board's own honorary to follow the board members is none other than their coworkers. In the future a more proactive to honorary Board reports that can be accounted for and do not performs the the process of judicial intervention because the action is at the board honorary morality. | |
| 1497 | 7565 | F1F008003 | THE EFFECTS OF SARA’S DECISION TO DONATE HER CHILD ON THE FAMILY DEPICTED IN MY SISTER’S KEEPER WRITTEN BY JODI PICOULT | Penelitian yang berjudul “The Effects of Sara’s Decision to Donate Her Child on the Family Depicted in My Sister’s Keeper Written by Jodi Picoult” bertujuan untuk mencari tahu bagaimana pengaruh yang ditimbulkan dari Sara sebagai seorang ibu yang memutuskan untuk mendonorkan anaknya dalam novel My Sister’s Keeper karya Josy Picoult. Data utama dalam penelitian ini adalah novel My Sister’s Keeper yang dianalisa lewat perkembangan psikologi dari anak-anak Sara. Selanjutnya, pendekatan psikologi sastra digunakan untuk menganalisa perkembangan psikologi dari anak-anak dengan pola asuh yang berbeda yang digambarkan dalam novel. Kemudian, analisis tersebut dijabarkan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penemuan tersebut menunjukan bahwa sebuah keputusan dari Sara sebagai seorang ibu yang mendonorkan anaknya dapat mempengaruhi pola asuh terhadap anak-anaknya; Jesse, Kate dan Anna. Pola asuh yang berbeda seperti Permissive, Authoritarian dan Authoritative akan menciptakan perkembangan psikologi yang berbeda untuk anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan bagaimana anak-anak tersebut berperilaku dan mengekspresikan keinginan mereka sejak dari masa kanak-kanak hingga remaja. Bagaimanapun juga, ketika keinginan untuk mendonorkan seorang anak sudah tidak lagi ada; Anna dapat mewujudkan keinginannya untuk memiliki ha katas tubuhnya sendiri, sementara Jesse dan Kate dapat mencapai keinginan mereka untuk menjadi orang yang lebih baik di masa depan. | The research entitled “The Effects of Sara’s Decision to Donate Her Child on the Family Depicted in My Sister’s Keeper Written by Jodi Picoult” is aimed to find out the effects of Sara as a mother who decides to donate her child in Jodi Picoult’s My Sister’s Keeper. The primary source is novel My Sister’s Keeper which is analyzed through the psychological development of Sara’s children. Furthermore, psychology of literature is applied to analyze the psychological development of children with different parenting style which is portrayed in the novel. Then, the analysis is presented by using qualitative method. The findings showed that a decision from Sara as a mother who donates her child can influence her parenting style toward her children; Jesse, Kate and Anna. The different parenting styles like Permissive, Authoritarian, and Authoritative will create different psychology development for the children. It is proven by how those three children behave and express their desire since childhood until adolescence. However, when the decision of donating a child is no longer exist; Anna can realize her wish to have the right of her own body while Jesse and Kate can reach their goal to be a better person in the future. | |
| 1498 | 7742 | C1C010104 | ANALISIS PENGARUH KEKUATAN KELUARGA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris Perusahaan Keluarga di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris pada perusahaan keluarga di Kabupaten Banyumas, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan keluarga terhadap kinerja perusahaan melalui sistem pengendalian manajemen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan keluarga yang ada di Kabupaten Banyumas dengan jumlah yang tidak diketahui (populasi infinite), sehingga jumlah sampel yang dapat dikumpulkan berjumlah 38 perusahaan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa : (1) Kekuatan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan keluarga, (2) Kekuatan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap sistem pengendalian manajemen, dan (3) Sistem pengendalian manajemen memediasi pengaruh kekuatan keluarga terhadap kinerja perusahaan keluarga. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah (1) Pemilik atau dalam hal ini penerus perusahaan keluarga, sebaiknya memperhatikan unsur-unsur keluarga yang akan berpengaruh terhadap jalannya perusahaan, (2) Dengan hubungan keluarga yang begitu besar terhadap sistem pengendalian manajemen, akan sangat berisiko apabila terjadi permasalahan dalam keluarga. Sehingga diperlukan kesesuaian dan keadilan pembagian peran antar masing-masing anggota keluarga. (3) Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan memperluas obyek penelitian dengan memasukkan perusahaan non-keluarga sebagai sampel penelitian, dan menambah variabel penelitian, seperti expereince (pengalaman), dan culture (budaya) dalam teori F-PEC scale. | This research is a study empirical research in family business in Banyumas regency, that aimed to understand the influence of family power upon company performance through management control system. Population in this research are the entire family business that located in Banyumas regency with unknown amount (infinite population), so the amount of the sample that can be collected is 38 family business. Based on research result and data analysis using “Partial Least Square” (PLS, it) shows that: (1) family power had positive and significant effect on family business performance, (2) family power had positive and significant effect on management control system, and (3) management control system mediating influence family power upon family business performance. Implication from this research are (1) the owner or in this case is the heir of the family business, should pay attention elements of the family that will have impact on the running of the company, with the greatness of family relationship upon management, it will be risky if there are problems in the family. Therefore, there will be need conformity and justice in role division among each family. (3) For the next research, hopefully the object will be extended by including non-family business in the sample, and adding research’s variable, e.g. experince and culture in theory F-PEC scale. | |
| 1499 | 7520 | H1K009013 | PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH PEMBUATAN AGAR KERTAS BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT Gracilaria gigas, Gracilaria verrucosa DAN Gracilaria salicornia | Gracilaria merupakan rumput laut potensial sebagai bahan baku agar. Jenis industri agar di Indonesia terdiri dari industri kecil dan pabrik. Industri agar salah satu industri yang menghasilkan limbah. Limbah tersebut jika tidak ditangani menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah agar dapat dimanfaatkan karena masih memiliki karbohidrat. Karbohidrat dalam limbah agar tersebut dapat dikembangkan menjadi alternatif sumber energi bioetanol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan gula total dan produksi bioetanol dari limbah pembuatan agar kertas berbahan baku rumput laut Gracilaria gigas, G. verrucosa dan G. salicornia. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan menguji kandungan gula total dan produksi bioetanol dari limbah tiga jenis Gracilaria sp. Tahapan produksi bioetanol meliputi hidrolisis dan fermentasi menggunakan Sacharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan kandungan gula total tertinggi setelah hidrolisis adalah limbah pembuatan agar kertas berbahan baku G. salicornia (42,16%) dan produksi bioetanol tertinggi limbah pembuatan agar kertas berbahan baku G. verrucosa (6,28 g/kg). Jenis limbah industri agar berbahan baku rumput laut G. verrucosa walaupun kandungan gula totalnya tidak paling tinggi namun produksi bioetanolnya tinggi. Proses hidrolisis dan fermentasi berperan penting dalam produksi bioetanol. Kedua proses tersebut perlu dioptimalkan. | Gracilaria is potential seaweed genus as raw material in agar industry. Agar industry in Indonesia consists of small scale industry and big scale industry. Agar industry is one of industries which generate abundant waste. The agar waste, if it is not handled properly might cause environmental pollution. Agar waste potentially could be used for bioethanol production resource due to its carbohydrate content. The study aimed to investigate total sugar content and bioethanol production of agar paper waste being extracted from three different seaweed raw materials, i.e. Gracilaria gigas, G. verrucosa, and G. salicornia. An experimental method was applied to analyze the total sugar content and bioethanol production of agar-paper waste from three Gracilaria species. Bioethanol production consists of two main processes, i.e. hydrolysis and fermentation stages using Sacharomyces cerevisiae. The results revealed that the highest total sugar content after hydrolysis was found in agar paper waste from G. gigas (35,04%) and the highest bioethanol production was produced by agar paper waste from G. verrucosa (6,28 g/kg). Hydrolysis and fermentation processes play a major role in bioethanol production. To produce an optimum bioethanol, the optimization of hydrolysis and fermentation process are needed. | |
| 1500 | 7521 | F1C009055 | Analisis Pemberitaan Program Serba Gratis Jokowi pada Media Online Detik.com dan Kompas.com (Analisis Framing Model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk pembingkaian pemberitaan program serba gratis Jokowi pada media online detikcom dan KOMPAS.com dan bagaimana bentuk konstruksi peristiwa yang dilakukan wartawan. Subjek penelitian ini adalah media online detikcom dan KOMPAS.com. Objek penelitian ini adalah pemberitaan enam program serba gratis Jokowi yang meliputi Bantuan Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis, Kios Gratis, Pajak Warteg Gratis, Rekreasi Waduk Gratis, dan Makanan Gratis pada seratus hari awal masa jabatan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta terhitung mulai tanggal 15 Oktober 2012 sampai dengan 23 Januari 2013. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Analisis framing yang digunakan merupakan model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan paradigma konstruksionis. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dokumen (berita), studi literatur, dan jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah framing yang dilakukan KOMPAS.com sangat berpihak pada Jokowi dengan banyaknya konstruksi realitas yang dilakukan, sedangkan framing yang dilakukan detikcom masih menunjukkan usaha media untuk melakukan pendekatan pada objektivitas pemberitaan. | This research was conducted to determine how to shape the framing of news programs completely free Jokowi at online media of detikcom and KOMPAS.com and how to shape the events that made the reporter construction. Subjects of this research is online media of detikcom and KOMPAS.com. Object of this research is news of Jokowi Completely Free Program that consist of Aid Free Education, Free Health, Free Stall, Warteg Tax Free, Free Reservoir Recreation, and Free Food at the hundred days early tenure as Governor of Jakarta from the date of October 15, 2012 until January 23, 2013. The method that used in this research is a qualitative method approach to framing analysis . Framing analysis used a model Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki with constructionist paradigm. As for the method of data collection was done by analysis of documents (news), the study of literature, and journals related to this research. The results obtained from this research is Framing by KOMPAS.com is greatly in favor of the reality Jokowi with many construction, while the framing is done by detikcom still shows the media effort to approach the objectivity of news. |