Artikelilmiahs
Menampilkan 1.361-1.380 dari 48.724 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1361 | 7517 | E1A010220 | PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 6/PID.B/2013/PN.BREBES) | Hukum Pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sedangkan hukum pidana formil diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurut KUHAP putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim adalah putusan yang membebaskan terdakwa (Pasal 191 ayat (1) KUHAP), putusan lepas dari segala tuntutan hukum (Pasal 191 ayat (2) KUHAP), dan putusan pemidanaan (Pasal 193 ayat (3) KUHAP). Salah satu putusan pengadilan, yaitu putusan bebas yang dijatuhkan oleh hakim di Pengadilan Negeri Brebes yakni putusan Nomor 6/Pid.B/2013/PN.Brebes, dimana terdakwa didakwa dengan dakwaan alternatif yaitu dakwaan kesatu Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP; atau dakwaan kedua Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Terdakwa yang diputus bebas harus segera dibebaskan dari tahanan, kecuali ada alasan lain. Perintah untuk membebaskan terdakwa dari tahanan dilaksanakan oleh jaksa setelah putusan diucapkan dan laporan tertulis mengenai pelaksanaan perintah tersebut yang dilampiri surat pelepasan disampaikan kepada ketua pengadilan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam. Kata kunci: Hukum Acara Pidana, Putusan Bebas. | Criminal law is part of public law and criminal law are divided into two part, namely the substantive criminal law and criminal law formally. Subtantive criminal law governing the determination of any criminal act, criminal and criminal (sanction). In indonesia, subtantifve criminal law regulation set forth in the Book Of Criminal Law (Penal Code). Formal criminal law regulating the implementation of substantive criminal law. In Indonesia, setting formal criminal law has been ratified by law number 8 of 1981 on Criminal Procedure Law of code (KUHAP). According to The Criminal Procedure Law of code a decision that may be imposed by the judge is ruling that frees the defendant (Article 191 paragraph (1) Criminal Procedure Law of code), the ruling out of any lawsuit (Article 191 paragraph (2) Criminal Procedure Law of code), judgment of punishment (Article 193 paragraph (3) Criminal Procedure Law of code). One court decision, the acquittal handed down by judges in Brebes district court is the decision of the register number 6/Pid.B/2013/PN.Brebes case. In this case, the general prosecutor accusated the defendant with alternative accusation those are against the rule of Article 378 act 1/1946 (KUHP) jo Article 55 (1) act 1/1946 (KUHP) or Article 372 Act 1/1946 (KUHP) jo Article 55 (1) act 1/1946 (KUHP). Acquitted defendants should be released from custody, unless there are other reasons. Command to release the defendant from custody immediately implemented by prosecutors after the verdict was pronounced and written reports on the realise order was accompanied by a letter submitted to the chairman of hte court no tater than theee times within twenty-four hours. | |
| 1362 | 7377 | H1F009057 | GEOLOGI DAN ALTERASI – MINERALISASI DAERAH SAMBUNGGIRI DAN SEKITARNYA KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA INDUK KEPULAUAN BANGKA BELITUNG (GEOLOGY AND ALTERATION-MINERALIZATION AT SAMBUNGGIRI AREA MERAWANG DISTRICT BANGKA INDUK REGENCY BANGKA BELITUNG ISLAND) | Daerah penelitian terletak di daerah Sambunggiri, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Induk, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas daerah penelitian 13.87 km2 ( 3.8 km x 3.65 km) dan skala peta 1:12.500. Penelitian dilakukan untuk mengetahui geologi daerah penelitian, sebaran zona alterasi dan mineralisasi secara lateral maupun vertikal untuk kegiatan eksplorasi. Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa Satuan Struktural Bergelombang Kuat, Satuan Strukural Bergelombang Sedang dan Satuan Dataran Denudasional. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga satuan tidak resmi dari tua ke muda, yaitu Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Intrusi Granit. Satuan batuan ini berumur mulai dari Trias -Yura Awal. Struktur geologi yang ditemukan pada daerah penelitian adalah antiklin dengan sumbu lipatan berarah barat laut-tenggara, sesar mendatar kanan dan sesar turun dengan arah tegasan utama baratlaut-tenggara. Berdasarkan kehadiran mineral-mineral alterasi dan veinlet, daerah ini dapat dibagi dalam 3 zonasi alterasi, yaitu zona alterasi kuarsa ± serisit ± klorit ± biotit, zona alterasi kuarsa ± serisit ± pirit ± muskovit dan zona alterasi kuarsa ± kaolin ± halloysite. Hubungan struktur geologi terhadap mineralisasi yang ada pada daerah penelitian adalah berperan sebagai zona bukaan bagi larutan hidrotermal untuk mengalterasi batuan sampingnya ataupun mengisi rekahan yang ada. | Research area is located in Sambunggiri Area, Merawang District, Bangka Induk Regency, Bangka Belitung Island, wide of area is 13.87 km2 ( 3.8 km x 3.65 km) and the scale map 1: 12.500. This research is done to know about geological condition and spread of mineralization both vertically and horizontally in this area in the term of exploration. Geomorphology unit of research area consists of Heavy Wave Structural Unit, Moderate Wave Structural Unit, and Denudational Structural Terraces Unit. Stratigraphy unit of this research area is divided into three units, from old to young it is stratified by Sandstone - Mudstone Unit, Sandstone Unit, and Granite Intrusion Unit, all of These units are Trias - Early Yura. Structural geology that has been found in this is anticline with orientation fold axist is northwest - southeast, dextral fault and normal fault with orientation of main stresses are northwest - southeast. According to appearance of alteration minerals and veinlets, this research area can be divided into three alteration zone which is quartz ± sericite ± chlorite ± biotite, alteration zone quartz ± sericite ± pyrite ± muscovite zone and quartz ± kaolinite ± halloysite zone. The relationship between structural geology and mineralization in this area is such as structural geology becomes an opening zone or space for hydrothermal fluids to altered the wall rock and also to fill the space that has been opened (fracture). | |
| 1363 | 7378 | D1E009040 | KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL KARKAS ITIK RAMBON YANG DIBERI TEPUNG DAUN SALAM (Syzygium polyanthum Wight) DALAM RANSUM | Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum Wight) dalam ransum terhadap kadar lemak dan kolesterol Karkas Itik Rambon jantan. Penelitian dilaksanakan di peternakan itik Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Unsoed dan Laboratorium Kimia Anorganik Jurusan MIPA Fakultas Sains dan Teknik Unsoed Purwokerto. Perlakuan yang diberikan adalah R0 = ransum basal tanpa tepung daun salam, R1 = R0 + 3% tepung daun salam, R2 = R0 + 6% tepung daun salam, R3 = R0 + 9% tepung daun salam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan kadar lemak karkas R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 22,41%, 22,30%, 23,83%, dan 22,42%. Sedangkan rataan kadar kolesterol karkas R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 252,03 mg%, 257,05 mg%, 254,11 mg%, dan 257,73 mg%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan kolesterol karkas. Penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum Wight) dengan level 3%, 6% dan 9% dalam ransum belum dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol karkas Itik Rambon jantan. | The purpose of this research was to evaluate the influence of salam leaves meal (Syzygium polyanthum Wight) supplementation to fat and cholesterol of carcass Rambon duck. The research were conducted at duck farms Dukuhwaluh Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Laboratory of Feed and Animal Nutrition at Faculty of Animal Science and Laboratory of Anorganic Chemistry at Faculty of Science and Engineering Unsoed Purwokerto. The treatments were R0 = feed without salam leaves meal, R1 = R0 + 3% salam leaves meal, R2 = R0 + 6% salam leaves meal, R3 = R0 + 9% salam leaves meal. Its data were collected and analyzed by analysis of variance. The results is effect informed that the average fat content of carcass R0, R1, R2 and R3 were 22,41%, 22,30%, 23,83% and 22,42% respectively. While the average cholesterol levels of carcass R0, R1, R2 and R3 were 252,03 mg%, 257,05 mg%, 254,11 mg%, and 257,73 mg%. The statistical analysis showed that the treatment had no significantly effect (P>0,05) on fat and cholesterol carcass. The addition of salam leaves meal (Syzygium polyanthum Wight ) at a level of 3%, 6 % and 9 % have not been able to reduce fat and cholesterol carcass Rambon drake. | |
| 1364 | 7379 | E1A010150 | PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP USAHA INVESTASI MILIK PERORANGAN NON BADAN HUKUM (Studi Terhadap Kasus Investasi Patungan Usaha Ustad Yusuf Mansur) | Otoritas Jasa Keuangan yang kemudian disebut OJK, merupakan lembaga baru dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia yang lahir karena kebutuhan akan lembaga pengawas independen sektor jasa keuangan. Pada awalnya, OJK diproyeksikan sebagai lembaga pengawas independen sektor perbankan menggantikan Bank Indonesia. Akan tetapi kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK diberikan kewenangan dalam pengaturan dan pengawasan terhadap sektor jasa keuangan meliputi perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan OJK di sektor pasar modal memberikan kewenangan kepada OJK untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal meskipun pihak tersebut bukan merupakan pihak yang menjalankan kegiatan di pasar modal. Kata kunci : Otoritas Jasa Keuangan, Pengawasan, Pemeriksaan, Pasar Modal | Otoritas Jasa Keuangan then will be mentioned as OJK, is a new institution in Indonesia state arrangement which born because it is need independent control institution on the financial service sector. Initially, OJK is a projection as independent Control Institution for banking sector which replacing the function of Indonesia Banking. But based on UU Number 21 year 2011, OJK has authority for manage and control to the financial service sector include banking, capital market, and another financial institution. Based on the research, the implementation in the term of control function of OJK in the capital market sector has authority for OJK to control the party who guess did breach of regulation about capital market, even the party isn’t the executor activity in the capital market. Key word : Otoritas Jasa Keuangan, control, audit, capital market | |
| 1365 | 7380 | H1K009014 | Komparasi Produksi Suara Ikan Terapon (Terapon jarbua) Pada Periode Siang dan Malam Hari | Karakteristik suara yang dihasilkan oleh spesies ikan merupakan representasi terhadap tingkah lakunya. Keberadaan ikan sebagai individu maupun kelompok dan variabilitas kondisi lingkungan pada periode siang dan malam hari memberikan dampak yang signifikan terhadap karakteristik suara ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari karakteristik suara ikan Terapon jarbua pada periode siang dan malam hari serta dampak variabilitas lingkungan (temperatur perairan dan kondisi cahaya) terhadap karakteristik suara yang dihasilkannya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap produksi suara dari 3 kelompok ikan (1, 2, dan 3 ekor ikan dalam satu akuarium) selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapon jarbua menghasilkan 3 tipe suara (“klik”, “katak”, dan “percikan air”) dengan karakteristik suara tertentu. Keberadaan ikan sebagai individu dapat memproduksi suara dengan frekuensi, intensitas, dan durasi suara yang lebih tinggi dibandingkan dengan ketika ikan dalam kelompok. Kondisi lingkungan (temperatur perairan dan kondisi lingkungan tidak memberikan pengaruh terhadap karakteristik suara akan tetapi mempengaruhi produktivitas suara (jumlah suara). Informasi tentang karakteristik suara ikan dan pengaruh variabilitas lingkungan terhadap perubahan karakteristik suara ikan dapat menjadi referensi dalam observasi akustik bawah air. | Sound characteristics that produced by species of fish is as representation of their behavior. The exitences of fish as individual and as group, and environment variability at day and night period provide a significant impact on the fish sound characteristics. This research aims to study the sound characteristics of Terapon jarbua at the day and night period, and investigate the impact of environmental variability (water temperature and light condition) to their sound characteristics. It was conducted by laboratory observation to the sound production of 3 fish group (1, 2, and 3 spicemens in an aquarium) in 24 hours. Result showed that Terapon jarbua produce 3 types sound (“click”, “toad”, and “hidrodynamic”) in certain characteristics. Fish as individual emits sound with frequency, spectral intensity, and sound duration more than as a group. Environment variability (water temperature and light condition) although unable to gives effect on the sound characteristics, however it could influence the the sound productivity of the fish (number of pulse). Information regarding the sound characteristics and the impact of environmental variability on sound characteristics could be as a refrence for underwater acoustic observation. | |
| 1366 | 7311 | P2CD11005 | EFEK PEMODERASI ASIMETRI INFORMASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP HUBUNGAN PARTISIPASI ANGGARAN DAN SENJANGAN ANGGARAN (Studi Empiris Anggaran BLU Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) | The aims of this research are to analyzing: 1) affected of budget participation to budgeting slack, 2) moderated of asimetris information in the relation between budget participation and budgeting slack, 3) moderated of leadership styles in the relation between budget participation and budgeting slack, 4) moderated of organization commitment in the relation between budget participation and budgeting slack. This researgh was kuantitatif descriptive, with survwy method. Object of this research were Jenderal Soedirman University employee at manager level, there are 83 respondence. Data collecting by questioner. Data nalayzes by linear regression and moderater regression analyzise. The results showed that budgetary participation has a positive effect on budgetary slack, the asymmetry of information moderate the relationship between budgetary participation and budgetary slack, style of leadership moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack, organizational commitment moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack. The results of this study support previous studies and based on the theory that underlies the theory of NPM, contingency theory, theories have the budget, the General Services Agency budget theory, the theory of budgetary participation, leadership style theory and the theory of organizational commitment. | The aims of this research are to analyzing: 1) affected of budget participation to budgeting slack, 2) moderated of asimetris information in the relation between budget participation and budgeting slack, 3) moderated of leadership styles in the relation between budget participation and budgeting slack, 4) moderated of organization commitment in the relation between budget participation and budgeting slack. This researgh was kuantitatif descriptive, with survwy method. Object of this research were Jenderal Soedirman University employee at manager level, there are 83 respondence. Data collecting by questioner. Data nalayzes by linear regression and moderater regression analyzise. The results showed that budgetary participation has a positive effect on budgetary slack, the asymmetry of information moderate the relationship between budgetary participation and budgetary slack, style of leadership moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack, organizational commitment moderates the relationship between budgetary participation and budgetary slack. The results of this study support previous studies and based on the theory that underlies the theory of NPM, contingency theory, theories have the budget, the General Services Agency budget theory, the theory of budgetary participation, leadership style theory and the theory of organizational commitment. | |
| 1367 | 7381 | P2FB09081 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REFORMA AGRARIA DI DESA PANUSUPAN KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan Kebijakan Reforma Agraria/Program Pembaruan Agraria Nasional Tahun 2007-2010 di Desa Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah Peserta Program Reforma Agraria, Pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga, dan Anggota Tim Reforma Agraria/Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) Kabupaten Purbalingga serta Pemerintah Desa Panusupan dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program Reforma Agraria di Desa Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga tahun 2007-2010 dipengaruhi oleh 6 (enam) variabel sebagaimana dikemukakan oleh Donald S.Van Meter dan C.E Van Horn (1975), yaitu: 1)Sumber Daya Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga, dimana kualitas maupun kuantitasnya kurang memadai dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program Reforma Agraria. 2)Pegawai Kantor Pertanahan belum sepenuhnya memahami dan mempedomani secara utuh ukuran dan tujuan program Reforma Agraria dalam melaksanakan legalisasi asset reform baik pada tahapan kegiatan Redistribusi Tanah maupun pada kegiatan Sertifikasi Hak Atas Tanah. 3)Komunikasi dan koordinasi telah dilakukan oleh Kantor Pertanahan, baik terhadap masyarakat peserta program, Pemerintahan Desa Panusupan maupun Tim Program Reforma Agraria Kabupaten Purbalingga, dan mendapat respon yang cukup baik, namun komunikasi dan koordinasi yang dilakukan belum optimal. 4)Struktur birokrasi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 2006, norma-norma birokrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nasional Nomor 1 Tahun 2010 tentang Stándar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan serta Kode Etik Pegawai yang mengatur tentang standar reward and punisment. 5)Secara umum kondisi sosial, politik dan ekonomi di Desa Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga tahun 2007-2010 cukup kondusif untuk mendukung implementasi program Reforma Agraria. 6) Secara umum implementasi kebijakan Reforma Agraria di Desa Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga telah dilaksanakan sebagaimana mestinya, namun masih belum mendapat dukungan yang memadai terkait pemahaman atas ukuran dan tujuan kebijakan Reforma Agraria dari aparat Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga termasuk SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Purbalingga dan lemahnya Koordinasi yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Purbalingga. | This study aims to assess the success of the implementation of the Agrarian Reform Policy / National Agrarian Reform Program 2007-2010 Year in the Village District of Apex Panusupan Purbalingga. This research is a qualitative case study using a descriptive approach. Objectives of this study were participants Agrarian Reform Program Officer Purbalingga Land Office , and Agrarian Reform Team Member / National Agrarian Reform Program ( PPAN ) Purbalingga and Panusupan Village Government and community leaders . The results showed that the implementation of policies / programs of Agrarian Reform in the Village District of Apex Panusupan Purbalingga years 2007-2010 , its success is influenced by six (6 ) variables as proposed by Donald S.Van Meter and CE Van Horn (1975 ), namely: 1)Resources Land Office Purbalingga both quality and quantity is insufficient to support the successful implementation of programs of Agrarian Reform, so the support is less than optimal. 2 )Employee Purbalingga Land Office is not yet fully understood and guided full size and program objectives / policies Agrarian Reform in implementing reform legalization of assets both on stage and on the activities of the Land Redistribution of Land Certification activities. 3)Communication and coordination in the implementation of the agrarian reform policy has been carried out by the Land Office Purbalingga , both to the community program participants, Panusupan village government and National Agrarian Reform Program Team / Purbalingga Agrarian Reform , and got a pretty good response , but the communication and coordination is done not optimal. 4) The structure of the bureaucracy at the Land Office Purbalingga as stipulated in the National Land Agency Regulation No. 4 of 2006, the norms of the bureaucracy as stipulated in the National Land Agency National No. 1 of 2010 on Setting Standards and Land Services and the Employee Code of Conduct standard set of rewards and punisment. 5)In general, social, political and economic life in the Village District of Apex Panusupan Purbalingga 2007-2010 conducive enough to support the implementation of the policy/program of agrarian reform in the region. 6)In general, the implementation of agrarian reform policies in the Village District of Apex Panusupan Purbalingga been implemented properly, with adequate support from the Head of the Land Office Purbalingga as holder Implemetor Disposition, Characteristics of Bureaucratic Structure Executive Agency in the form of District Land Office purbalingga and Socio-Political and economic conditions in the village location of activities, but still have not received adequate support related to understanding the size and agrarian reform policy objectives of the Land Office officials Purbalingga including on education (regional work units) in the environment and weak Purbalingga Government Coordination conducted by the Land Office Purbalingga. | |
| 1368 | 7387 | F1C008018 | ETNOGRAFI KOMUNIKASI UPACARA ADAT NGUPATI DAN MITONI DI DUSUN KALITANJUNG DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul ETNOGRAFI KOMUNIKASI UPACARA ADAT NGUPATI DAN MITONI DI DUSUN KALITANJUNG DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS. Latar belakang penelitian ini adalah di tengah-tengah masyarakat Dusun Kalitanjungmasih ditemukan adanya pelaksanaan tradisi upacara adat ngupati dan mitoni yang dewasa ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa. Pelaksanaan tradisi upacara adat ngupati dan mitoni yang memiliki keunikan serta ciri khasnya akan dilihat menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas komunikasi menggunakan bahasa diantara masyarakat yang menyelenggarakan tradisi upacara adat ngupati dan mitoni dan untuk mengidentifikasi komponen komunikasi yang membentuk upacara adat ngupati dan mitoni di Dusun Kalitanjung. Adapun temuan hasil penelitian yang diperoleh adalah tradisi upacara ngupati dan mitoni merupakan sebuah adat-istiadat yang merupakan warisan budaya dari leluhur nenek moyang mereka di Dusun Kalitanjung. Pelaksanaan tradisi upacara adat ngupati dan mitoni merupakan suatu hal yang menjadi dampak dari bentuk aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh masing-masing warga, baik terhadap keluarganya sendiri maupun terhadap lingkungan masyarakat sekitar. Komponen komunikasi dalam tradisi upacara ngupati dan mitoni saling terkait dan memiliki hubungan satu sama lain. Dalam kajian etnografi komunikasi memandang masyarakat Dusun Kalitanjung sebagai sebuah masyarakat tutur yang dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu linguistik, interaksi sosial serta kebudayaan. Apabila kita hubungan antara ketiga aspek dan komponen tersebut diatas, bahasa atau aspek linguistik memiliki peranan yang penting dalam upaya pewarisan adat-istiadat dari generasi yang satu ke generasi yang lain melalui proses komunikasi. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tersendiri mengenai realitas yang kemudian diungkapkan serta mewariskannya kepada generasi penerus sangat bergantung pada bahasa dan komunikasi, seperti bila kita kaitkan dengan konsep etnografi komunikasi yang mencoba menemukan hubungan antara bahasa, komunikasi serta budaya. | This research entitled ETHNOGRAPHIC COMMUNICATION OF CUSTOM CEREMONY NGUPATI AND MITONI AT KALITANJUNG TAMBAKNEGARA RAWALO SUB-DISTRICT BANYUMAS REGENCY. The background of this research is in the middle of the village community of Kalitanjung still found any implementation ngupati and mitoni traditional ceremonies which today is rarely done by the community, particularly the Javanese community. Implementation for trademark and the unique of ngupati and mitoni’s traditional ceremonies will be seen using an ethnographic communication approach. The purpose of the study was to determine the activity of using the language of communication between people who hold ngupati and mitoni custom ceremonies and to identify the components that build up the ngupati and mitoni’s traditional ceremony in the village of Kalitanjung. The finding result of this research is that ngupati and mitoni are the traditions and custom ceremonies which is the cultural heritage of their ancestors at the ancestral village of Kalitanjung. Communication component in the tradition of ngupati and mitoni are interrelated and have a relationship with each other. In an ethnographic study of communication looked the community of Dusun Kalitanjung as a speech community that is affected by three aspects: linguistic, social interaction and cultural. If we combine between the three aspects mentioned above and the components, language or linguistic aspect has an important role in an efforts to inheritance customs from one generation to another generation through the process of communication. The human ability in building cultural traditions, creating its own understanding of reality is then disclosed and bequeath to the next generation depends heavily on language and communication, such as when we associate with the concept of ethnography of communication that tries to find the relationship between language, communication and culture. | |
| 1369 | 7388 | H1F009061 | GEOLOGI DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUGAMPING DAERAH SAWIR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TAMBAKBOYO, KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR (GEOLOGY AND RESERVE ACCOUNT OF LIMESTONE IN SAWIR AND SURROUNDING AREA, TAMBAKBOYO SUBDISTRICT, TUBAN REGENCY, EAST JAVA PROVINCE) | Daerah penelitian secara administratif berada di Desa Sawir dan Sekitarnya, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang merupakan daerah konservasi PT. Holcim Indonesia Tuban Plant. Daerah ini memiliki morfologi yang dengan elevasi 25-80 mdpl. Gemorfologi daerah penelitian termasuk dalam Satuan Perbukitan Karst (K2). Satuan batuan tidak resmi pada daerah penelitian terbagi menjadi dua, satuan batuan tersebut dari tua ke muda yaitu Satuan Batugamping Packstone dan Satuan Batugamping Wackestone. Batugamping di daerah penelitian digunakan sebagai bahan baku semen sehingga perhitungan cadangan merupakan hal yang vital dalam eksplorasi. Perhitungan cadangan pada daerah penelitian menggunakan metode cross section. Hasil perhitungan cadangan kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan layak atau tidak. Pada daerah penelitian batugamping secara kimiawi dibedakan menjadi dua yaitu High grade dengan ciri ciri kadar CaO >48 % dan MgO<2,5% dengan jumlah cadangan 36.975.728 ton dan Low grade dengan ciri ciri kadar CaO <48% dan MgO >2,5% dengan jumlah cadangan 42.200.651 ton. Umur tambang semen yang dihasilkan sebesar 12 tahun dan umur tambang dengan optimalisasi MgO 2,5% sebesar 15 tahun. Proses diagenesis yang terjadi di daerah penelitian meliputi pelarutan, sementasi dan dolomitisasi. Lingkungan diagenesa daerah penelitian yaitu telogenetic zone. | The research area is administratively located in the Village Sawir Area, District Tambakboyo, Tuban, East Java, which is a conservation area of PT. Holcim Indonesia Tuban Plant. This area has a morphology with elevation of 25-80 meters above sea level. Geomorfology research areas included in the Karst Hills Unit ( K2 ). Unofficial lithologies in the study area is divided into two , the lithologies of the young to the old Unit is Unit Limestone Packstone and Limestone Wackstone. Limestones in the study area is used as a raw material of cement so that the calculation of reserves is vital in the exploration . Calculation reserves in the study area using cross section method. Reserve calculation results will then be used to evaluate whether a planned mining operations valuable or not. In the research area of limestone is chemically divided into two features High grade with CaO> 48 % and MgO < 2,5 % with 36.975.728 tons of reserves and Low grade with characteristic features of CaO content of < 48 % and MgO > 2,5 % to 42.200.651 tons of reserves . The resulting cement mine life of 12 years and the life of the mine by optimizing the MgO 2,5% at 15 years. Diagenetic processes that occur in the study area include disolution, cementation and dolomitisasi. Diagenesa enviromental research area namely telogenetic zone. | |
| 1370 | 7356 | E1A009166 | Tinjauan Yuridis Tentang Tembak di tempat oleh Petugas Kepolisian Terhadap Tersangka Dihubungkan dengan Asas Praduga Tak Bersalah. | Institusi Polri dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya, diberikan kewenangan-kewenangan oleh undang-undang, salah satunya tindakan refresif berupa penggunaan senjata api berdasar penilaian dari polisi yang dapat digunakan dalam keadaan atau situasi tertentu, untuk mengetahui sejauh mana kewenangan ini dapat digunakan maka peneliti mengambil judul Tinjauan Yuridis Tentang Tembak di Tempat oleh Petugas Kepolisian Terhadap Tersangka Dihubungkan dengan Asas Praduga Tak Bersalah. Dengan rumusan masalah yaitu mengenai prosedur tentang pengambilan keputusan tembak di tempat terhadap tersangka menurut Undang-Undang Kepolisian dan mengenai hubungan kewenangan tembak di tempat dengan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Kewenangan polisi dalam melakukan tembak di tempat didasarkan dengan asas diskresi, dimana tata cara dan prosedurnya telah diatur secara jelas dan terperinci dalam Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian RI dan dalam Peraturan Kapolri No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Sehingga berdasarkan peraturan-peraturan itu dapat disimpulkan bahwa tembak ditempat oleh Polisi tidak melanggar asas praduga tak bersalah dalam KUHAP selama dilakukan sesuai dengan prosedur yang diatur peraturan perundang-undangan. Saran untuk hasil penelitian tersebut adalah dalam hal melakukan tindakan refresif berupa kekerasan fisik atau penggunaan senjata api oleh petugas polisi yang memiliki kewenangan akan hal ini haruslah diberlakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari terjadi kesalahan yang mungkin terjadi. | Police Institutions in performing tasks essence, granted many authority by the law, one of which acts authority is repressive act such usage of a firearm based on the judgment of police officer that can be used in certain circumstances or situations known to discretionary basis, to know how far this authority can be use and whether there are other laws that are contrary to this rule. So, the researcher took the title is Judicial Review On -site by a Police Officer Shooting Suspect Linked Against the presumption of innocence with formulation about procedure of making a decision by the police officer when shoot criminal in place based on Law about the police and about link between firing authority in place with the presumption of innocence based on Code of Criminal Procedure. This research uses a juridical-normative and descriptive-analytical research specifications. Polices authority when shooting the criminal using firearm in place are based on the principle of discretion, ordinances and procedures have been set clear and detailed in Regulation Of Chef Police No. 8 of 2009 about the Implementation of Principles and Standards for the Operation of Human Rights and Regulation Of Chef Police No. 1 Year 2009 about the Use of Force in Police Action. So based on the rules it can be concluded that when shooting the criminal used firearm in place did not violate the presumption of innocence in accordance with the Criminal Procedure Code set out in the legislation. Suggestions from the results of these research are in terms of repressive acts ether physical violence or the use of firearms by police officers who have the authority of this, it should be do with very carefully to avoid mistake that maybe can every police officer do. | |
| 1371 | 7390 | H1E009043 | Pembangkit Listrik Tenaga Angin Skala Laboratorium Dengan Memanfaatkan Piezoelektrik | Studi tentang pembangkit listrik tenaga angin dengan memanfaatkan piezoelektrik telah dilakukan. Tujuannya adalah membuat pembangkit listrik tenaga angin dengan memanfaatkan piezoelektrik pada skala laboratorium dan melakukan pengujian keluaran piezoelektrik yang berupa tegangan, arus, dan daya dengan inputan kecepatan angin. Pada studi ini, pembangkit listrik menggunakan kincir angin savonius 3-sudu dengan ditambah gear pelatuk pada bagian bawah. Gear pelatuk akan berputar sehingga menggerakan pelatuk yang akan memberikan tekanan terhadap piezoelektrik. Sistem pembangkit listrik dapat menghasilkan keluaran pada kecepatan angin minimal 4,5 m/s. Keluaran tegangan tertinggi yang dihasilkan sebesar 3,49 volt pada hambatan 600 kΩ. Arus listrik tertinggi sebesar 11,7 x 〖10〗^(-6) ampere dengan kecepatan angin 6,0 m/s pada hambatan 50 kΩ, dan daya listrik maksimum saat kecepatan angin 6 m/s sebesar 24,57 x 〖10〗^(-6) watt. Nilai daya angin yang dihasilkan adalah v_1 sebesar 1,62 watt, v_2 sebesar 2,23 watt, v_3 sebesar 2,98 watt, dan v_4 sebesar 3,87 watt, sehingga dapat diperoleh efisiensi sebesar 9,65 〖×10〗^(-4) %. Kecepatan angin yang mengenai sistem pembangkit listrik semakin besar akan cenderung menghasilkan keluaran semakin besar. | A study on the wind power by utilizing piezoelectric has been done. It is aimed to make wind power by utilizing piezoelectric and conduct laboratory scale testing of a piezoelectric output of voltage, current, and input power with wind speed. This study uses windmill power generation of savonius 3-blade with the trigger at the bottom. The Triggered gear is able to rotate resulting in the pressure on the piezoelectric. This power plant system is able to produce the current at the minimum wind speed of 4.5 m/s. The highest output voltage of 3,49 volts is produced at 600 kΩ of resistance. Here, it is equivalent with 11,7 x 〖10〗^(-6) ampere of electric current at speed of 6,0 m/s and 50 kΩ of resistance, and the maximum power of 24,57 〖×10〗^(-6) watt . The obtained of wind power is adalah v_1 of 1,62 watt, v_2 of 2,23 watt, v_3 of 2,98 watt, and v_4 sof 3,87 watt, or equal to 9,65 〖×10〗^(-4) % of efficiensi. The greater the wind speed the greater the produced current. | |
| 1372 | 7391 | H1H010046 | ISOLASI DAN AMPLIFIKASI GEN Chicken Gonadotropin Releasing Hormone-II IKAN NILEM MERAH (Osteochilus sp.) | Gonadotropin releasing hormone (GnRH) merupakan hormon penting dalam proses reproduksi ikan. Gen GnRH telah dipelajari dari ikan nilem hijau (Osteochilus hasselti). Terdapat dua tipe GnRH termasuk diantaranya cGnRH-II yang telah diidentifikasi dari strain tersebut. Tetapi belum ada informasi mengenai cGnRH-II pada strain nilem yang lain, yaitu nilem merah (Osteochilus sp.). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan gen cGnRH-II pada nilem merah. DNA genomic diisolasi dari otak ikan dan gen cGnRH-II diamplifikasi menggunakan primer yang sama untuk cGnRH-II nilem hijau. Dalam penelitian ini gen cGnRH-II dari nilem merah telah berhasil diamplifikasi. Elektroforesis agarosa dari produk PCR menunjukkan pita tunggal fragmen DNA berukuran ̴ 600 bp yang menunjukan keberadaan gen cGnRH-II pada nilem merah. | Gonadotropin releasing hormone (GnRH) is an important reproductive fish hormone. GnRH genes had been studied from green hard-lipped barb (Osteochilus hasselti). Two types of GnRH genes including cGnRH-II were present in this strain. However, cGnRH-II in other strain, red hard-lipped barb (Osteochilus sp.) were not well documented. Therefore this research aimed to know the presence of cGnRH-II in red hard-lipped barb. Genomic DNA was isolated from fish brain. cGnRH-II gene was amplified using similar primers for green hard-lipped barb cGnRH-II. cGnRH-II gene of red hard-lipped barb was successfully amplified in this study. Agarose gel electrophoresis of PCR product showed a single band of a ̴ 600 bp DNA fragment indicating the cGnRH-II gene presence in red hard-lipped barb. | |
| 1373 | 7393 | A1L009039 | PENGARUH PEMBERIAN DOSIS KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS PAKCHOY (Brassica chinensis L.) PADA TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian kapur pada tanah ultisol dan 2) mengetahui pemberian dosis kapur yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas pakchoy. Penelitian dilaksanakan di screenhouse UPTD Balai Benih Hortikultura, Banjarnegara. Tanah yang digunakan adalah ultisol. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2013. Penelitian menggunakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pemberian kapur dengan 4 taraf yaitu: tanpa perlakuan (kontrol), 4,08 ton/ha, 6,12 ton/ha dan 8,16 ton/ha. Faktor kedua adalah penggunaan dua varietas pakchoy Nauli F1 dan Gardena. Variabel yang diamati terdiri atas: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, bobot kering akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan varietas memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap variabel jumlah daun, bobot segar tanaman, dan tinggi tanaman, serta berbeda nyata terhadap variabel bobot kering tanaman. Perbedaan dosis kapur memberikan perbedaan sangat nyata pada variabel bobot segar dan bobot kering tanaman yaitu mampu meningkatkan sebesar 122,45% dan 65,22% terhadap kontrol, berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun, bobot segar dan kering akar, serta luas daun mampu meningkatkan sebesar 10,27%, 42,51%, 50,86%, dan 53,71% terhadap kontrol. Interaksi antara varietas dan dosis kapur memberikan perbedaan nyata terhadap variabel bobot segar akar, bobot kering tanaman dan bobot kering akar. | This research aimed at knowing 1) the effect of lime application and 2) the exact lime dosage application on growth and yield of two pakchoy varieties in ultisol. The research was conducted at the screen house of UPTD Balai Benih Hortikultura, Banjarnegara, with ultisol from February up to May 2013. Randomized Block Design (RBD) arranged by factorial was used. The first factor was lime application with four levels, i.e., control, 4.08, 6.12, 8.16 ton h-1. The second one was two pakchoy varieties, i.e., Nauli F1 and Gardena. Variable observed was crop height, number of leaves, leaf area, wet and dry weight of crops, wet and dry weight of root, and root length. Result of the research indicated that different varieties influenced significantly all variables. The lime dosage difference increased significantly wet and dry weight of crops, number of leaves, wet and dry weight of root, and leaf area as high as 122.45, 65.22, 10.27, 42.51, 50.86, and 53.71 %, respectively. Interaction between varieties and lime dosage gave different significantly on wet and dry of root and dry weight of crop. | |
| 1374 | 7394 | A1C008054 | PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN TINGKAT EFISIENSINYA PADA USAHATANI PADI IR64 DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA | Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi permintaan pangan yang semakin meningkat adalah dengan melakukan usahatani padi, khususnya padi jenis IR64. Padi IR64 selain rasanya enak, padi IR64 mempunyai keunggulanya yaitu dapat tahan terhadap serangan dari hama dan penyakit. Harganya tidak terlalu mahal sehingga banyak yang mengkonsumsi beras jenis ini. Produksi padi jenis IR64 paling banyak terdapat di Desa Gumelem Kulon dan Desa GumelemWetan. Petani di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada umumnya belum memperhatikan penggunaan faktor-faktor produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diperoleh petani padi IR64 di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi padi IR64 di KecamatanSusukan, Kabupaten Banjarnegara, dan menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi IR64 di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian adalah survai dengan rancangan pengambilan sampel simple random sampling dan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 36 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas serta analisis efisiensi penggunaan faktor produksi. Faktor produksi yang diteliti adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang, pestisida dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani padi IR64 di KecamatanSusukan adalah Rp 3.788.333,33dan biaya produksi rata-rata per hektar sebesar Rp 2.454.590,28, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp 1.333.743,05. Faktor produksi yang berpengaruh nyataterhadap produksi pada usahatani padi IR64 adalah luas lahandan pupuk phonska, sedangkan faktor produksi benih, urea, pupuk kandang, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi IR64. Penggunaan faktor produksi luas lahan belum efisien karena nilai NPMX1/BKMX1 lebih besar dari satu, sedangkan penggunaan faktor produksi phonska tidak efisien karena nilai NPMX4/BKMX4lebih kecil dari satu. | The one effort to do to meet the growing demand for food is to do rice farming in paddy commodity, especially IR64 rice types. IR64 rice has good taste, IR64 rice has the advantage that it can resistant attack from pests and diseases. IR64 rice is consumptive, that is amount of this type of rice consumed a lot, because the price is not too expensive.Gumelem Kulon village and Gumelem Wetan village is a production of most types of IR64 rice. IR64rice farmers in Susukan District generally not concerned about the use of production factors. This research aims to: discover the cost that spent and the income that farmers got in Susukan District, discover the impact of the usage of production factor at IR64 Rice farming production in Susukan District, analyze the efficiency of the usage of production factor at IR64 rice farming in Susukan District. The method of this research is survey with sampling design simple random sampling and number of samples 36 respondents. The analytics method that used are analysis of cost and gain,analysis Cobb-Douglas production function and also analysis usage of production factor. Production factor that analyzed are pool, seed, urea, phonska, manure,pesticide, and worker. The result of the research shows that the average gain IR64 rice farming in Susukan District is Rp 3.788.333,33and the average of production cost is Rp 2.454.590,28so the profit that can be gained about Rp 1.333.743,05. Production factor that influenceat IR64 rice farming in Susukan District is pool and phonska. But for seed, urea, manure, pesticide and worker didn’t affect the IR64 rice farming. Analysis of the usage of production showsthat usage of pool haven’t efficient because the value of NPMX1/PX1 more than one, but usage of phonska haven’t efficient because the value of NPMX4/PX4 less than one. | |
| 1375 | 7400 | A1C009047 | AKSESIBILITAS PETANI TERHADAP SUMBER MODAL PADA USAHATANI MELATI PUTIH (Jasminum sambac) DI KECAMATAN BATANG KABUPATEN BATANG | Kecamatan Batang merupakan salah satu sentra budidaya melati putih. Pengembangan usahatani melati putih di Kecamatan Batang mempunyai beberapa permasalahan dan keterbatasan, antara lain akses petani terhadap sumber-sumber permodalan yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana petani melati putih di Kecamatan Batang dapat mengakses sumber modal usahatani, menganalisis faktor yang berpengaruh pada aksesibilitas petani terhadap sumber modal usahatani, dan menganalisis pengaruh langsung maupun tidak langsung variabel yang berpengaruh pada aksesibilitas petani terhadap sumber modal usahatani. Metode penelitian yang digunakan adalah survei.Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 17 Juli hingga 5 agustus 2013, dengan sasaran penelitian adalah petani melati putih di Desa Denasri Wetan, Desa Denasri Kulon, Kelurahan Kasepuhan, dan Kelurahan Karangasem Utara Kecamatan Batang Kabupaten Batang. Hasil penelitian menunjukkan sumber modal yang digunakan oleh petani melati putih di Kecamatan Batang adalah modal sendiri dan modal pinjaman. Berdasarkan analisis regresi faktor yang berpengaruh pada aksesibilitas terhadap sumber modal di Kecamatan Batang adalah umur petani, luas lahan, hasil produksi, pengalaman usahatani, dan pendidikan, sedangkan faktor yang tidak berpengaruh adalah jumlah tanggungan keluarga dan jaminan. Berdasarkan hasil analisis jalur, terdapat hubungan langsung variabel endogen dengan variabel eksogen, dan hubungan tidak langsung variabel endogen dengan variabel eksogen melalui variabel eksogen lainnya.Petani dengan aksesibilitas rendah sebanyak 13 orang, aksesibilitas sedang sebanyak 11 orang, dan aksesibilitas tinggi sebanyak 2 orang. | Batang Subdistrict is a center of white jasmine cultivation. White jasmine farming development in Batang Subdistrict with several problems and limitation, among other farmers' access to sources of capital are relatively low. This research study was aimed to determine the extent to which farmers in Batang Subdistrict can access sources of farm capital, analyzing the factors that influence the accessibility of farmers to farm capital, and analyze the effect of direct and indirect variables that affect the accessibility of farmers to farm capital. The method of this research used survey. Data collection was conducted from July 17 to August 5, 2013, with the goal of research is jasmine white farmers in Denasri Wetan village, Denasri Kulon village, Kasepuhan Village and Karangasem Utara villageof Batang Subdistrict. Data were analyzed using multiple linear regression analysis and path analysis. The results showed that the source of capital used by white jasmine farmers in Batang Subdistrict its own capital and borrowed capital. Based on regression analysis of factors that influence the accessibility to capital resources in Batang Subdistrict is the age of the farmer, land area, production, farming experience, and education, while not influential factor is the number of family dependents and collateral. Based on the results of path analysis, there is a direct correlation between the endogenous variable with the exogenous variables, and indirect correlation with the endogenous variable and exogenous variables over other exogenous variables. Farmers with low accessibility of as many as 13 people, middle accessibility as many as 11 people, and high accessibility as many as 2 people. | |
| 1376 | 7569 | F1G010003 | PEMEROLEHAN TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI DAN PERLOKUSI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN | The tittle of this research is “Pemerolehan Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi dan Perlokusi pada anak Usia 4-5 Tahun”. Language is a communication tool. Language has develop naturaly and affected by biological and environmental factor. A child is someone that will have growth and development. A child can get the language step by step. The language development of children a lways increases due to the age is added. The language development of children 4-5 years old is a step towards perfection of mastered the language. The type of this research is qualitative descriptive. The data of this research are narrative of children 4-5 years old. The source of data from oral of children 4-5 years old with 26 children. This research is done at TK Al Irsyad A on 18th November Until 18 December 2013. Data collection method used were observation method to the basic technique of tapping technique followed conversation technique and free conversational technique. This research uses record an written technique. In analysis data, it uses identity method. The technique used in the research is determiner sorting technique using pragmatic sorting capacity. The continual technique in identity method is differentiating technique in identity method is differenting technique. Based on the result of the research, it can beknown that children age 4-5 years old have been able to speech that include locutionary acts, illocutionary acts and perlocutionary acts. Locutionary acts used saying something, ilocutionary acts used for doing something and perlocutionary acts used for affecting. Although children age 4-5 years old more often used illocutionary acts for communicated compared using locutionary acts or perlocutionary acts. The illucotionary acts acquistions of children in 4-5 years old are representative illucotionary acts, directive illocutionary acts, comisive illucotionary acts and expressive illucotionary acts. | Penelitian ini berjudul “Pemerolehan Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi dan Perlokusi Pada Anak Usia 4-5 Tahun”. Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Bahasa berkembang secara alamiah dan dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan. Anak adalah seseorang yang akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Anak memperoleh bahasa secara bertahap. Perkembangan bahasa pada anak akan selalu meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun merupakan tahap menuju kesempurnaan bahasa. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan anak usia 4-5 tahun. Data bersumber dari bahasa lisan anak usia 4-5 tahun yang berjumlah dua puluh enam orang. Penelitian ini dilakukan di TK Al Irsyad A pada tanggal 18 November sampai tanggal 18 Desember 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Penelitian ini menggunakan teknik rekam dan teknik catat. Pada analisis data digunakan metode padan. Teknik yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu dengan menggunakan daya pilah pragmatis. Teknik lanjutan dalam metode padan adalah teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa anak usia 4-5 tahun telah mampu menuturkan tindak tutur lokusi untuk menyatakan sesuatu, menuturkan tindak tutur ilokusi untuk melakukan sesuatu dan menuturkan tindak tutur perlokusi untuk mempengaruhi lawannya. Meskipun anak usia 4-5 tahun cenderung lebih sering menggunakan tindak tutur ilokusi untuk menuturkan sesuatu. Pemerolehan tindak tutur ilokusi meliputi, tindak tutur ilokusi representatif, tindak tutur ilokusi direktif, tindak tutur ilokusi komisif dan tindak tutur ilokusi ekspresif. | |
| 1377 | 7570 | E1A009031 | Program Layanan Rakyat Untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA) di Kabupaten Brebes | ABSTRAK PROGRAM LAYANAN RAKYAT UNTUK SERTIPIKASI TANAH (LARASITA) DI KABUPATEN BREBES Disusun oleh: CANDRA SOFIA RINI E1A009031 Berdasarkan Pasal 19 UUPA Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah, yang kemudian diperbarui menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Namun demikian perubahan tersebut belum dapat memenuhi harapan pemerintah. Kemudian Pemerintah melaksanakan kegiatan pendaftaran tanah melalui program Layanan Rakyat Untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA) berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 tentang Layanan Rakyat Untuk Sertipikasi Tanah (LARASITA) Badan Pertanahan Republik Indonesia. Perumusan maslah penelitian yaitu bagaimanakah program dan hambatan LARASITA di Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pensertipikatan tanah melalui program LARASITA membantu Pemerintah (BPN) dalam pemberian jaminan kepastian hukum. Persiapan pelaksanaan dilakukan melalui pemilihan lokasi, pembuatan jadwal kegiatan dan pengumuman. Hambatan LARASITA adalah sosialisasi belum dilakukan dan adanya kendala sinyal dalam pensertipikatan tanah. Saran untuk Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes sebaiknya dilakukan sosialisai di tingkat Kecamatan/Kelurahan. | ABSTRACT COMMUNITY SERVICE PROGRAM FOR LAND CERTIFICATION (LARASITA) IN THE DISTRICT BREBES Compiled By: CANDRA SOFIA RINI E1A009031 Under Article 19 of the BAL Government issued Government Regulation Number 10 Year 1961 on Land Registration, which is then updated to Government Regulation Number 24 of 1997. However, these changes have not been able to meet the expectations of the government. Then the government to implement land registration activities through People Services program for land certification (LARASITA) based on the Regulation of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 18 Year 2009 on the service of the People for land certification (LARASITA) Land Agency of the Republic of Indonesia. Formulation of the research issue is how programs and barriers LARASITA in Bradford district. The method used is a normative juridical approach and conceptual legislation. The data used is primary data and secondary data. Based of this study concluded that certification land through government programs help LARASITA (BPN) in the provision of legal certainty. Preparation of the implementation is done through site selection, scheduling activities and announcements . Barriers socialization Larasita is not performed and the presence of obstacles in pensertipikatan signal ground . Suggestions for Bradford District Land Office should be socialized at the District level/Sub. | |
| 1378 | 7682 | E1A010225 | Tinjauan Yuridis Terhadap Pasal 31 Ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945 Setelah Amandemen ( Studi Tentang Sistem Pendidikan Nasional) | ABSTRAK Negara Indonesia merupakan negara hukum yang berlandaskan Konstitusional yaitu Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam pembukaan UUD 1945 alinea empat tercantum tujuan dan cita-cita negara salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam melaksanakan amanat konstitusi tersebut negara menyelenggarakan pendidikan untuk warga negara sesuai dengan pasal 31 UUD 1945 yang mengatur tentang Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ternyata masih ditemui permasalahan dalam pendidikan salah satunya adalah mengenai anggaran pendidikan. Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (4) telah diatur mengenai anggaran pendidikan yaitu Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk memenuhi penyelenggaraan pendidikan nasional. Selain itu penyelenggaraan sistem pendidikan nasional juga dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa Negara dalam menyelenggarakan sistem pendidikan nasional harus sesuai dengan amanat konstitusi yaitu harus memenuhi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen sesuai dengan amanat UUD 1945. Apabila angka 20 persen tidak terpenuhi maka melanggar amanat konstitusi. Supaya anggaran pendidikan dua puluh persen terpenuhi maka pemerintah perlu menyediakan alokasi anggaran pendidikan meskipun secara bertahap sesuai dengan kemampuan negara, selain itu diperlukan juga pengawasan keuangan negara secara maksimal dan pengefisienan dalam praktik penggunaan anggaran pendidikan tersebut. | ABSTRACT The Indonesian state is a law country which is based on Constitutional is the Act of 1945. In the opening Act of 1945 paragraph four are listed destination and ideals of one country that is educating the nation. In implementing the constitutional mandate that the state provide education to nationals in accordance with Article 31 Act of 1945 which regulates the Education and Culture. In providing education in Indonesia was still encountered one problem in education is the education budget. In Act of 1945 article 31 paragraph (4) has been arranged regarding the education budget that prioritizes state education budget of at least twenty percent of the State Revenue and Expenditure Budget and from the Regional Budget to meet implementation of national education. Moreover the implementation of national education system is also implemented based on Act No. 20 Year 2003 on the Education and Government Regulation No. 48 Year 2008 on Education Funding. The results of this study give an idea that State in implementing national education system must be in accordance with the constitutional mandate that the education budget should meet at least twenty percent in accordance with the mandate Act of 1945. If the figure of 20 percent is not met then violate the constitutional mandate. So that twenty percent of the education budget is met then the government needs to provide a the education budget allocation despite gradually in accordance with the ability of the state, addition to the is necessary financial control also the maximum state and pengefisienan in practice the use of the education budget. | |
| 1379 | 7709 | B1J009002 | PENGARUH PENGGUNAAN SLUDGE SEBAGAI PENGGANTI DEDAK PADA MEDIA TANAM TERHADAP PRODUKSI JAMUR KUPING HITAM (Auricularia polytricha) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan sludge sebagai bahan pengganti dedak dengan komposisi perbandingan dedak dan sludge yang paling tepat untuk meningkatkan produksi jamur kuping hitam (Auricularia polytricha). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah dedak dan sludge yang dicampurkan pada media tanam dengan berbagai komposisi yaitu DM1 (dedak 20% dan sludge 0% dari formula), DM2 (dedak 15% dan sludge 5% dari formula), DM3 (dedak 10% dan sludge 10% dari formula), DM4 (dedak 5% dan sludge 15% dari formula), dan DM5 (dedak 0% dan sludge 20% dari formula). Parameter yang diamati terdiri atas parameter utama yaitu bobot basah produksi jamur kuping sedangkan parameter pendukungnya adalah kecepatan pertumbuhan miselium, bobot kering produksi jamur kuping, nilai Rasio Efisisensi Hayati (REH), nisbah C/N media tanam, pH awal media tanam, kondisi harian suhu dan kelembaban lingkungan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F) dengan tingkat kesalahan 5% dan 1% dan hasilnya dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sludge sebagai bahan pengganti dedak mampu meningkatkan produksi jamur kuping hitam dengan perbandingan komposisi penggunaan dedak 0% dan sludge 20% dari formula (perlakuan DM5) dengan produksi rata-rata jamur kuping hitam yaitu 134,48 g/baglog sedangkan hasil konversi bobot basah – bobot kering yang terbaik yaitu pada penggunaan dedak 10% dan sludge 10% dari formula (perlakuan DM3). | This research is aimed to know the use of sludge as a substitute bran with a composition ratio bran and sludge are most appropriate to increase the production of black jew’s ear mushroom (Auricularia polytricha). This research used experimental methods to Completely Randomized Design (CRD). The treatments tested were mixed with bran and sludge in growing media with different compositions, namely DM1 (20% bran and 0% sludge of the formula), DM2 (15% bran and sludge 5% of the formula), DM3 (bran 10% and 10 sludge % of the formula), DM4 (bran 5% and 15% of the sludge formula), and DM5 (bran 0% and 20% of the sludge formula). The observed parameters consisting of key parameters, namely wet weight jew’s ear mushroom production while supporting parameter is the speed of growth of mycelium, jew’s ear mushroom dry weight production, biological efficiency value (EB), ratio C/N growing media, initial pH of the growing media, temperature daily conditions and humidity environments. Data were analyzed with analysis of variance (F test) with an error rate of 5% and 1%, and the results followed by Least Significant Difference (LSD). The results showed that sludge as a substitute bran to increase the production of black jew’s ear mushroom with the use of bran composition ratio of 0% and 20% of the sludge formula (DM5 treatment) with an average production of black jew’s ear mushroom is 134.48 g / balgog while the conversion wet weight - dry weight of the best that is on the use of sludge bran 10% and 10% of the formula (treatment DM3). | |
| 1380 | 7395 | A1L009029 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI URIN KAMBING | Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga lelabuan (Cucurbitaceae). Prospek budidaya tanaman mentimun di Indonesia sangat baik karena mentimun banyak digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji perbedaan pertumbuhan dan hasil tiga kultivar mentimun dan mendapatkan kultivar yang terbaik, (2) mengkaji pengaruh konsentrasi urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun dan mendapatkan konsentrasi optimum, (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi urin kambing dan kultivar mentimun, serta mendapatkan perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaannya berlangsung selama 3 bulan, mulai bulan Mei sampai dengan Juli 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu konsentrasi urin kambing (0, 20, 30, 40 ml/l) dan kultivar mentimun (varietas Mercy, galur F1 hibrida 1, dan galur F1 hibrida 7). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah daun, diameter batang, volume akar, luas daun, jumlah bunga betina, panjang buah, bobot buah, volume buah, diameter buah, jumlah buah, bobot basah dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar mentimun memberikan keragaman yang sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah daun, jumlah bunga betina, panjang buah, bobot buah, dan diameter buah. Kultivar yang terbaik adalah galur F1 hibrida 7 karena menghasilkan jumlah cabang produktif, bobot buah, dan diameter buah tertinggi. Pemberian urin kambing sampai dengan konsentrasi 40 ml/l tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil mentimun. Pengaruh pemberian konsentrasi urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun tidak dipengaruhi oleh kultivar. | Cucumber (Cucumis sativus L.) is one of vegetables from pumpkins family (Cucurbitaceae). The prospect of cucumber cultivation in Indonesia was very good because the cucumber favored by the people. Usually, cucumber was consumed in fresh processed from such as pickleas, pickle, salads and salad. This research aimed (1) to study the growth and yield three cultivars and to get the best cultivars, (2) to study the effect goat urine concentrations on the growth and yield of cucumbers and to get optimum concentration, (3) to study the interaction effect between the urine concentration and cucumber cultivars and to get the best treatment. The research conducted in screen house in the village of Banjarsari Wetan, District of Sumbang, Banyumas Regency. The research was conducted for 3 months, started from May to July 2013. The experimental design was randomized complete block design (RCBD), at was consist of 12 treatments and 3 replications. The treatment were two factors i.e: urine concentration (0, 20, 30, 40 ml/l) and cucumber cultivars (Mercy, F1 hybrid 1, F1 hybrid 7). Variable observed were plant height, number of productive branches, number of leaves, stem diameter, root volume, leaf area, number of female flowers, fruit length, fruit weight, fruit volume, fruit diameter, number of fruits, fresh and dry weight of plants. The research showed that observed cucumber cultivars significantly different on plant height, number of productive branch, number of leaves, number of female flowers, fruits length, fruit weight, and fruit diameter. The best of cucumber is F1 hybrid 7 it produces number of productive branches, fruit weight and fruit diameter highest. Application of goat urine till 40 ml/l did not increase growth and yield of cucumber. Concentration affect of goat urine on growth and yield of cucumber was not influenced by cultivar. |