Artikelilmiahs

Menampilkan 1.401-1.420 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
14017425H1F009039GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH KEDUNGURANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAHPemetaan geologi dan alterasi dilakukan di daerah Kedungurang dan sekitarnya, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis daerah penelitian yaitu 108,970o-109,0240 BT dan 7,378o-7,424o LS dengan luas daerah penelitian 30 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi dan alterasi hidrotermal.
Daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi meliputi: (1) Satuan Perbukitan Struktural (2) Satuan Dataran Fluvial (3) Satuan Perbukitan Karst. Sedangkan satuan batuan di daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan dari yang tertua ke yang termuda meliputi: (1) Satuan Batupasir-Batulempung, (2) Satuan Batugamping, (3) Satuan Batupasir, (4) Satuan Endapan Fluvial-Aluvial. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu lipatan dan sesar mendatar.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, petrografi, dan analisis XRD, zonasi alterasi hidrotermal di daerah penelitian dikelompokkan menjadi dua zonasi, yaitu (1) illite/smektit-dickite-karbonat-kuarsa±klorit (argilik), (2) klorit/smektit-karbonat-kuarsa±zeolit (sub-propilitik). Zonasi alterasi argilik dicirikan oleh kelimpahan dari kehadiran mineral lempung dan tekstur batuan yang sudah tidak terlihat lagi dengan intensitas alterasi total-sedang. Zonasi alterasi sub-propilitik dicirikan oleh kehadiran mineral klorit/smektit, kuarsa, karbonat, dan sedikit mineral zeolit dengan intensitas alterasi sedang-lemah. Mineral bijih yang terdapat di daerah penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok sulfida dan oksida. Kelompok mineral sulfida terdiri dari pirit, kalkopirit, arsenopirit, galena, sfalerit, marcasit, covelit, dan tenantit?. Sedangkan kelompok mineral oksida terdiri dari hematit, limonit, dan gotit. Berdasarkan mineral-mineral alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih, maka daerah penelitian dapat dikategorikan sebagai bagian dari sistem endapan epitermal sulfidasi rendah (low sulphidation) terutama carbonate-base metal gold mineralization.
The geological mapping area is located in Kedungurang Region, Gumelar District, Banyumas, Central Java at coordinate of 108,970o-109,0240 East Longitude dan 7,378o-7,424o South Lattitude, the area 30 km2. This research to studies geological substance and hydrothermal alteration.
Geomorphology unit in the mapping area can be divided into three units, namely (1) Fluvial Flat Unit (2) Structural Ridge Unit (3) Karst Ridge Unit. River flow pattern of the mapping area is rectangular pattern with medium geomorphic stage. Stratigraphy of the mapping area consist of four lithological units, from old to young, are (1) Sandstone-Claystone Unit, (2) Sandstone Unit, (3) Limestone Unit, (4) Fluvial-Aluvial Unit. Geological structure found in the studied area are folds and strike-slip faults.
Based on field observation, petrographic observation, and XRD analysis, hydrothermal alteration zone in the mapping area can be divided into two zone are (1) illite/smectite-dickite-carbonate-quartz±chlorite (argilic alteration), (2) chlorite/smectite-carbonate-quartz±zeolite (sub-propilitic alteration). Argilic alteration zone characterized by high abundance clay mineral and the original texture and composition of the rock can’t be recognize anymore with alteration intensity stong to pervasive. Sub-propilitic alteration zone characterized by presence of chlorite/smectite, carbonate, quartz, and small amount zeolite group with intensity alteration medium to weak. Ore minerals in the mapping area can be divided into two groups, are sulfide minerals group and oxide minerals group. Sulfide minerals group are pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite, galena, sphalerite, marcasite, covelite, and tenanntite?. Oxide minerals group are hematite, limonite, and gotite. Vein texture in this area are bladed, banded, sacrhoidal, and cockade. Based on the hydrothermal alteration minerals and ore minerals, its indicates that the ore deposits types present in the research area is typical of low sulphidation ephitermal especially carbonate-base metal gold mineralization.
14027421D1E009225NILAI pH, KADAR ASAM LAKTAT DAN ALKOHOL PRODUK KEFIR SUSU KAMBING DENGAN KONSENTRASI BIJI KEFIR DAN LAMA FERMENTASI BERBEDAPenelitian bertujuan untuk mengevalusi konsentrasi biji kefir, lama fermentasi dan interaksinya terhadap nilai pH, kadar asam laktat dan alkohol pada kefir susu kambing. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 3x2 dengan ulangan 4 kali. Faktor 1 adalah konsentrasi biji kefir, K1 = Konsentrasi Biji Kefir 1%, K2 = Konsentrasi Biji Kefir 3%, K3 = Konsentrasi Biji Kefir 5%, dan faktor 2 adalah lama fermentasi, W1 = lama fermentasi 8 jam, W2 = lama fermentasi 16 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Variansi, dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi biji kefir dan lama fermentasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap nilai pH, kadar asam laktat, dan alkohol kefir susu kambing. Lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap nilai pH dengan persamaan garis Y = 6.4375 - 0.0864 X (r = 0.73), kadar asam laktat Y = 0.0283 + 0.0180 X (r = 0.85) dan alkohol Y = -0.0516 + 0.0214 X (r = 0.63). Konsentrasi biji kefir yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap alkohol (P<0.01) dengan persamaan garis Y = 0.0211 + 0.0615 X (r = 0.74). Simpulan penelitian ini, tidak ada pengaruh bersama antara konsentrasi biji kefir dan lama fermentasi yang berbeda terhadap nilai pH, kadar asam laktat, dan alkohol kefir susu kambing, konsentrasi biji kefir 1 % menghasilkan kadar alkohol terendah. Lama fermentasi 16 jam menghasilkan nilai pH lebih rendah, kadar asam laktat dan alkohol kefir susu kambing lebih tinggi dibanding 8 jam.The research aimed to evaluate the concentration of kefir grains, fermentation time, and it’s interaction on pH, lactic acid levels and alcohol in goat milk kefir. The method used a 3x2 factorial completely randomized design with 4 replications. The first factor was the concentration of kefir grains, K1 = Kefir grains concentration of 1 %, K2 = kefir grains concentration of 3 %, K3 = kefir grains concentration of 5 %, and the second factor was the fermentation time, W1 = fermentation time of 8 hours, W2 = fermentation time of 16 hours. The data were analyzed with analysis of variance, followed by orthogonal polynomial test. The results showed that the interaction effect between kefir grain concentration and fermentation time was not significantly different (P>0.05) on the pH value, lactic acid level and alcohol of goat milk kefir. The fermentation time effect was highly significant (P<0.01) on the pH value with the equation, Y = 6.4375 - 0.0864 X, (r = 0.73), the levels of lactic acid Y = 0.0283 + 0.0180 X, (r = 0.85) and alcohol, Y = -0.0516 + 0.0214 X, (r = 0.63). The effect of different concentrations of kefir grains was highly significant on alcohol (P<0.01) with the equation, Y = 0.0211 + 0.0615 X, (r = 0.74). The conclusions of this research, there was no mutual influence between the concentration of kefir grains and different fermentation time on pH value, lactic acid level, and alcohol of goat milk kefir. The concentration of 1 % of kefir grains produces the lowest alcohol content. The fermentation time 16 hours resulted in lower pH values, the levels of lactic acid and alcohol goat milk kefir are higher than 8 hours.
14037422A1H009023ANALISIS SISTEM PERONTOK PADI
DI KECAMATAN MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO
JAWA TENGAH
Masalah utama dalam pascapanen padi adalah tingginya kehilangan hasil karena tercecer atau tidak terontok, terbuang bersama jerami, rusak dan rendahnya mutu gabah dan beras selama proses panen. Penanganan pasca panen dengan tepat dapat mengurangi tingkat kehilangan hasil. Penggunaan mesin perontok padi (power thresher) adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan hasil dibandingkan dengan perontok manual (gepyok). Tujuan penelitian ini adalah : mengetahui besarnya kehilangan hasil padi saat perontokan power thresher dan gepyok dan menganalisis ekonomi perontokan padi menggunakan power thresher dan gepyok. Data dan parameter diperoleh dari survey, pengamatan langsung, asumsi, dan selanjutnya data diolah. Analisis selanjutnya yaitu analisis finansial menggunakan metode BEP pada penggunaan power threher. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan mesin perontok padi menggunakan power thresher dapat mengurangi tingkat kehilangan hasil sebesar 7,85 %. Berdasarkan asumsi dan parameter yang digunakan mesin perontok padi (power thresher) memiliki nilai BEP 6.162.381,- atau 123.248 kg. Penggunaan power thresher secara keseluruhan lebih menguntungkan dalam proses perontokan padi dan dianjurkan untuk para petani.Major problems in pascapanen rice is the high lost the result because terontok, left or not, wasted with straw, were damaged and low-self the quality of grain and the harvest of rice during the process. After harvest by the proper handling can reduce the rate of loss of the result. Use of machines thresher rice ( power thresher ) is one way to reduce lost results compared with thresher manual ( gepyok ). Research purposes is: knowing the amount of losing the result of rice during threshing thresher gepyok, and power analyze economic threshing rice use power thresher and gepyok. Data obtained from survey, direct observation, and the parameters assuming, and later on the data processed and than. Analysis selanjutnya namely. financial analysis using methods irr, the net ratio, b / c npv, and bep threher on the use of power. An research result of known that the use of machines thresher rice ( power thresher ) and gepyok having comparison as much as 1:2. Based on assumptions and in parameter that used machinery thresher rice ( power thresher ) having value BEP 6.162.381,- atau 123.248 kg. The use of power thresher overall more favorable in the process of threshing rice and recommended for farmers who have extensive land.
14047417E1A008169TINJAUAN YURIDIS PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
(Studi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup layak dan produktif. Dalam rangka memenuhi hak warga negara atas kesehatan terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang tersebar di seluruh Indonesia yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundangan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut, maka dari itu, pemerintah menyelenggarakan berbagai program jaminan sosial, baik yang diselenggarakan dengan skema asuransi maupun skema bantuan. Salah satu bentuk jaminan sosial di Indonesia adalah Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang merupakan bentuk jaminan sosial yang diperuntukan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu yang diselenggarakan dengan skema Asuransi Sosial.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem Jamkesmas di Kabupaten Banyumas berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan analisis data yaitu normatif kualintatif. Metode analisis yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan, kepustakaan dengan berdasarkan pada teori-teori ilmu hukum (Theorical Interpretation). Bahan hukum yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif, uraian-uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti bagi pembaca.
Health is a basic human need to be able to live decent and productive. In order to fulfill the citizens' rights to health, especially for the poor and protracted whom are spread all over Indonesia and needs special attention and treatment from the government as mandated in the legislation of the Republic of Indonesia, based on this background, the government organizes various social insurance programs, even organized with the insurance scheme as well as aid schemes. One form of social insurance in Indonesia is a Community Health Insurance (Assurance) which is a form of social security that is intended for the poor and protracted of being conducted by the Social Insurance scheme.
The purpose of this study was to determine the system JAMKESMAS in Banyumas by Law No. 40 of 2004 on National Social Insurance System, this study is a normative method by means of data analysis approach that is normative kualintatif. The analytical method used is the legislation, the literature based on the theories of jurisprudence (theorical Interpretation). Legal materials obtained and presented in the form of narrative text, the descriptions are arranged in a systematic, logical and rational. So it is easy to grasp and understand for the reader.
14056932H1F009034GEOLOGI DAN STRATIGRAFI DAERAH BULI DAN SEKITARNYA
KABUPATEN HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTARA
Lokasi penelitian secara administrasi terletak di daerah Buli, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Secara geografis terletak di sekitar 00° 40’- 01° 20’ LU, 127° 55 ’ - 128° 30’ BT. Terdapat tiga lintasan penelitian yaitu Lintasan Sungai Gau, Lintasan Sungai Gamesan dan Lintasan Desa Pekaulan. Penelitian ini dilakukan atas kerja sama dengan Pusat Survei Geologi untuk mengetahui geologi dan Stratigrafi daerah penelitian.
Satuan geomorfologi daerah penelitian berupa Satuan Dataran Aluvial (F6), Satuan Lembah Struktural (S1), dan Satuan Perbukitan Struktural (S3). Tahapan geomorfik daerah penelitian adalah muda ke tua dan pola aliran sungai yaitu rektangular, paralel dan trelis.
Struktur gelogi yang ditemukan di daerah penelitian merupakan sesar anjak berarah Utara-Selatan, sesar mendatar berarah Barat Laut-Tenggara dan Timur Laut-Barat Daya. Arah tegasan utama berarah Barat-Timur.
Metode yang digunakan adalah melakukan pengkuran penampang stratigrafi dengan detail pada setiap lintasan penelitian. Tatanan stratigrafi daerah penelitian terdiri atas sembilan satuan batuan dan satu satuan endapan yang dibedakan dari ciri litologi yang dijumpai dilapangan. Urutan stratigrafi daerah penelitian dari tua kemuda yaitu Satuan Serpentinit setara dengan kompleks ultrabasa yang merupakan batuan dasar. Satuan Batulempung, Satuan Batupasir Lanauan, Satuan Batugamping, Satuan Batupasir Krikilan, dan Satuan Batupasir-Serpih Merah, lima satuan tersebut setara dengan Formasi Dorosagu yang berumur Paleosen-Oligosen Awal yang diendapkan pada kipas bawah laut. Satuan Breksi, Satuan Batupsir, dan Satuan Intrusi Basal, tiga satuan ini setara dengan Formasi Bacan yang berumur Oligosen Tengah hingga Miosen Tengah yang diendapkan di laut dangkal. Satuan Endapan Aluvial merupakan hasil sedimentasi resen yang diendapkan pada lingkungan darat.
Research area is located in Buli area, East Halmahera Regency, North Maluku Province. Geographically it is located on 00° 40’ - 01° 20’ Latitude, 127° 55 ’ - 128° 30’ Longitude. There are three traverse, which are Gau River Trails, Gamesan River Trails, and Pekaulan Village Trails. This research was applied by cooperation with Geological Survey Center, Bandung, Indonesia, to know the geological and stratigraphic condition of the research area.
Geomorphology unit of research area is devided into Alluvial Plain Unit ( F6 ), Structural Valley Unit ( S1 ), and the Structural hill Unit ( S3 ). Geomorphic stages of the study area is young to old stage and the drainage patterns are rectangular, parallel and trellis.
The structural geology was found in the study area is thrust fault with trend North-South, and strike slip fault with trend Northwest-Southeast and Northeast-Southwest. The main stress trend in the research area is East-West .
The research method was upplied is measuring stratigraphic section by details on each research traverse. Stratigraphic order of research area consists of nine lithologies and one sediment deposition unit of differentiated phisical characteristics that was found in the field. Sequence stratigraphy of research area from old to young is Serpentinite Unit equivalent ultramafic as a basement, Claystone Unit, Silty sandstone Unit, Limestone Unit, Pebly Sandstone Unit, and Red Sandstone - Shale Unit. Those five units are equivalent to the Dorosagu Formation which is deposited in Paleocene - Early Oligocene in the submarine fan. BrecciaUnit, Sandstone Unit, and Basalt Intrusion Unit, these three units are equivalent to the Bacan Formation deposited from the Middle Oligocene to Middle Miocene in the shallow marine. Alluvial sediment unit is the recent deposition which deposited in the terrestrial environment.
14067424H1F009024GEOLOGI DAN STUDI OPTIMALISASI BATUGAMPING BERKADAR
MgO > 2.5% SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN UNTUK MENAMBAH UMUR TAMBANG DI DAERAH SAWIR BARAT, KECAMATAN TAMBAKBOYO, KABUPATEN TUBAN,
PROVINSI JAWA TIMUR
Daerah penelitian berada di Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawatimur. Daerah penelitian memiliki luas ± 4 km2 dan berada pada ketinggian 50-125 mdpl. Letak geografis daerah penelitian, yaitu 594000mE - 596000mE dan 9244000mN - 9246000mN.
Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Karst (K2) yang dicirikan dengan adanya bukit-bukit sisa pelarutan (karstifikasi) yang cukup signifikan, endapan-endapan hasil pelapukan, dan tanah Terrarose. Pada daerah penelitian satuan batuan yang tersingkap berupa Packstone dan Wackstone yang merupakan pembagian berdasarkan lithofasiesnya. Satuan tersebut terbentuk pada saat umur Pliosen-Pleistosen yang disetarakan dengan formasi Paciran. Lingkungan pengendapan satuan ini adalah lingkungan laut dangkal (neritik tengah).
Pada daerah penelitian telah dijadikan sebagai tambang batugamping untuk bahan baku semen oleh PT Holcim Indonesia Tbk, Tuban Plant. Batugamping pada daerah penelitian dapat dibedakan menjadi batugamping kualitas baik dan kualitas buruk berdasarkan kandungan CaO dan MgO. Batugamping dengan kadar MgO yang tinggi (>2,5%) dapat digunakan untuk optimalisasi pembuatan semen sehingga dapat menambah umur tambang.
The research area is located in the Sawir village, Sub-district Tambakboyo, Tuban Regency, East Java Province. This area is ± 4 km2 and at an altitude of 50-125 metres above sea level. Geographically, it is located in 594000mE - 596000mE and 9244000mN - 9246000mN.
Geomorphology unit in the research area consist of Karst hills unit (K2) which is characterized by hills that show significant dissolution, deposits result from weathering, and Terrarose soil. In the research area the rock unit are packstone and wackstone which a division based of lithofacies them. That units formed during the pliocene-pleistocene, which are equal with the Paciran formation. That units was deposited in shallow marine (Middle Neritic) environment.
Research area has been used as a limestone quarry for cement raw materials by PT Holcim Indonesia Tbk, Tuban Plant. Limestone in the research area can be divided into good quality and poor quality based on the content of CaO and MgO. Limestones with high MgO content (> 2.5%) can be used to optimize the manufacture of cement. It is can to increase the life of mine.
14077428A1L009161RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea) TERHADAP DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN KONSENTRASI URIN KAMBINGPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui respon tanaman caisim terhadap pemberian pupuk kandang kambing dan pada dosis berapa optimumnya, 2) mengetahui respon tanaman caisim terhadap pemberian urin kambing dan pada konsentrasi berapa optimumnya, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk kandang kambing dengan konsentrasi urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian dilakukan di Screen house di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mulai bulan Juni sampai Agustus 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKAL), perlakuan faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba ada 2 yaitu dosis pupuk kandang kambing: kontrol, 20 ton/ha, 40 ton/ha, dan konsentrasi urin kambing: kontrol, 2,5 cc/l, 5 cc/l dan 7,5 cc/l. Variabel yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang tangkai daun, lingkar batang, panjang akar terpanjang, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk kering, bobot akar kering dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing mampu meningkatkan semua komponen pertumbuhan tanaman caisim kecuali panjang akar terpanjang, dengan dosis terbaik 40 ton/ha. Konsentrasi urin kambing tidak mempengaruhi komponen pertumbuhan tanaman caisim kecuali panjang daun. Konsentrasi urin kambing tidak menentukan dosis pupuk kandang kambing dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, kecuali pada tinggi tanaman. Hasil caisim tertinggi diperoleh dari tanaman yang dipupuk kandang kambing 40 ton/ha dan di beri urin kambing 7,5 cc/l, dengan bobot tajuk segar 132,18 g, berarti meningkatkan bobot tajuk segar sebesar 228,23%.The experiment aims to find out 1) determine responses Plant caisim’s of goat manure and the optimum dosage of goat manure on caisim’s production, 2) determine responses Plant caisim’s of goat urine and the optimum concentration of goat urine on caisim’s production, 3) determine interactions between the dose og goat manure and concentration of goat urine on the growth and yield of caisim. The research was carried out in the screen house at Banjarsari Wetan village, Sumbang district, Banyumas regency, was done from Juni until Agustus 2013. The design was Randomized Complete Block Design (RCBD), with 3 replications. Factor was use two, is the dose of goat manure: control, 20 tons/ha, 40 tons/ha and concentration of goat urine: conrol, 2,5 cc/l. 5 cc/l, and 7,5 cc/l. Observed variables were plant height, number of leaf, leaf height, leaf long, leaf wide, loot long, aroun branch, the lenght longest of root, fresh plant weight, fresh canopy weight, fresh root weight, dry plant weight, dry canopy weight, root dry weight and harvest index. The result showed that goat manure was able to increase all growth component of caisim crop except the lenght longest of root, with the best dose 40 tons/ha. The concentration of urine did not influenceon all growth component of caisim crop except leaf leght. Goat urine concentration do not decided of goat manure dose plant growth and results caisim except the height plant. The yeld highest of caisim was got in plant fertilized of goat manure 40 tons/ha and goat urine concentration 7,5 cc/l, with fresh canopy weight 132,18 g, the increase of fresh canopy weight was 228,23%.
14087427E1A008195Tinjauan Yuridis Pengisian Jabatan Struktural yang Lowong Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah Kabupaten BanyumasABSTRAK


Pengangkatan Pegawai Negeri dalam jabatan struktural dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan. Saat ini ternyata pengisian lowongan pada jabatan struktural di Instansi Pemerintah dapat menggunakan pengisian terbuka atau disebut pengisian jabatan struktural yang lowong. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengisian jabatan struktural yang lowong secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah Kabupaten Banyumas. Selain itu ditujukan pula untuk menganalisis hambatan normatif yang timbul dalam pengisian jabatan struktural yang lowong secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah Kabupaten Banyumas. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, pengisian jabatan struktural yang lowong secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah Kabupaten Banyumas dilakukan secara bertahap pada tiap instansi di dasarkan pada dasar hukum Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural Yang Lowong Secara Terbuka. Proses pengisian jabatan yang lowong tersebut dimulai dari perencanaan seleksi direksi PDAM hingga penerbitan SK pengangkatan oleh Bupati. Hambatan normatif yang timbul dalam pengisian jabatan struktural yang lowong secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah Kabupaten Banyumas antara lain bentuk Pengaturan yang hanya Surat Edaran, Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2012 Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural Yang Lowong Secara Terbuka tidak menyebutkan kewajiban di tiap daerah, pemerintah menunjukan metode Assessment Center yang cukup rumit dan diperlukan pakar serta akademisi untuk menilai, sedangkan tidak ada anggaran tambahan untuk itu dan tidak ada penjelasan sama sekali mengenai mekanisme pembentukan panitia seleksi. Oleh karena itu sebaiknya Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2012 Tata Cara Pengisian Jabatan Struktural Yang Lowong Secara Terbuka diundangkan sebagai bentuk Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural.

Kata kunci Pengisian: Jabatan Struktural dan Secara Terbuka
Abstrack
Appointment of Civil Service in structural positions held by the principles of professionalism in accordance with the competence, performance and level rank assigned to the post. Currently turns filling vacancies on the structural position in Government Agencies can use the open charging or recharging called structural positions vacant. This study aimed to determine the structural filling vacant positions open in the Banyumas government agencies. In addition it is also intended to analyze the normative barriers that arise in filling vacant positions structural openly within government agencies Banyumas. To achieve these objectives the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
The study states that, filling vacant positions structural openly within government agencies Banyumas done in stages at each institution based on the legal basis Circular of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform No. 16 Year 2012 on Procedures for Filling The Structural Position Vacant In the Open. The process of filling the vacant positions starting from the selection of directors plan taps up to the issuance of decree of appointment by the Regents. Normative barriers that arise in filling vacant positions structural openly in the Banyumas government agencies, among others, the only form of setting Circular, Circular of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform No. 16 of 2012 Procedures for Filling Vacant Position The Structural Openly not the obligations in each region, the government showed Assessment Center method is quite complicated and required experts and academics to assess, whereas no additional anggara for it and there is no explanation at all as to the mechanism of formation of the selection committee. Therefore should Circular Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform No. 16 of 2012 Procedures for Filling Vacant Position In The Open Structural enacted as a form of Amendment to Government Regulation No. 13 of 2002 on the Civil Service Appointment In structural positions.

Keywords: Charging, Title Structural and Openly
14097429A1L009135PENGARUH PUPUK N DAN ARANG KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING PADATANAH PASIR PANTAI YANG DIPERKAYA PUPUK KANDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh berbagai macam dosis pupuk N, 2) pengaruh arang kayu, dan 3) pengaruh interaksi dari kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting pada tanah pasir pantai yang diperkaya pupuk kandang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk N terdiri atas 4 dosis yaitu 0, 50, 100, dan 150 % dari dosis anjuran. Faktor kedua adalah arang kayu terdiri atas 2 dosis yaitu 0 g/pot (0 ton/ha) dan 105 g/pot (15 ton/ha). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, bobot tanaman segar dan kering, bobot tajuk segar dan kering, bobot akar segar dan kering, bobot cabai segar dan kering total. Data dianalisis menggunakan uji F jika berbeda nyata dilanjutkan Duncan’s Multiple Range Tes (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk N meningkatkan variabel pertumbuhan sampai 91,48% dan variabel hasil sampai 83,24% bila dibandingkan perlakuan tanpa pupuk N. Pemberian arang kayu hanya berpengaruh nyata pada jumlah daun dan jumlah akar serta cenderung menurunkan bobot cabai segar total. Pemberian pupuk N pada bobot cabai segar total dipengaruhi keberadaan arang kayu, dengan hasil tertinggi merupakan kombinasi pupuk N dan arang kayu (A0N3 ) sebesar 7,35 g.The research aimed to determine 1) the effect various dose of N fertilizer, 2) the effect of charcoal, and 3)the interaction effects of the two treatments toward the growth and yield of red pepper planted in the coastal sandy soil which was enriched by cattle manure. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors and 4 replications. The first factor was N fertilizer consisted of 4 doses i.e.: 0, 50, 100, and 150% of the recommended dose. The second factor was charcoal consisted of 2 dose i.e.: 0 g/pot (0 tons/ha) and 105 g/pot (15 tons/ha). The variables observed were plant height, number of leaf, number of roots, weight of the fresh and dry plant, weight of the fresh and dry canopy, weight of the fresh and dry root and total weight of the fresh and dry fruit. Data were analyzed by using the F test and if there were significant effect then continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) P. 0,5. The results showed that N fertilizer application improve growth variable up to 91.48% , where as yield variable increased up to 83.24% when compared with no N fertilizer. Charcoal application had only significant effect on number of leaves and number of root and tended to decrease the total weight of the fresh fruit. N fertilizer effect on total weight of the fresh fruit was decrease when charcoal was added. The highest yield (7.35 g) was reached by combination N fertilizer and with out charcoal (A0N3).
14107430A1L009011PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS PADI PADA DUA RAKITAN BUDIDAYA PADI ORGANIK BERBASIS
PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) rakitan teknologi budidaya padi organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang menghasilkan komponen pertumbuhan dan hasil terbaik, 2) varietas yang terbaik pada dua rakitan teknologi produksi budidaya padi organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati, dan 3) rakitan teknologi produksi budidaya padi organik dan varietas yang paling efisien. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, selama 6 bulan sejak bulan Maret sampai Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Pola Tersarang dengan dua perlakuan teknologi budidaya padi organik, yaitu R1: jerami dihamparkan + pupuk kandang 5 ton/ha + POC tanah (4 ml/l) + kombinasi POC daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) (6%) + agensia hayati T. harzianum (10 ons/100 m2), R2:jerami dihamparkan + pupuk kandang 5 ton/ha + POC tanah (4 ml/l) + kombinasi POC daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) (6%) + nira fermentasi. Tiap rakitan teknologi budidaya padi organik menggunakan dua varietas, yaitu Sintanur (V1) dan IR 64 (V2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rakitan teknologi budidaya padi organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang menghasilkan komponen pertumbuhan dan hasil terbaik adalah R1: jerami dihamparkan + pupuk kandang 5 ton/ha + POC tanah (4 ml/l) + kombinasi POC daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) (6 %) + agensia hayati T. harzianum (10 ons/100 m2). Varietas yang terbaik untuk kedua rakitan teknologi budidaya padi organik berbasis POC dan pestisida nabati adalah varietas Sintanur. Rakitan teknologi budidaya padi organik yang paling efisien adalah rakitan R1 dengan varietas Sintanur dengan tingkat produksi 4,9 ton/ha dan profit rate sebesar 58.56% per musim (4-6 bulan)/ha. This research aimed to know: 1) the best growth and yield of rice varieties on the two technology assembly of organic rice based on liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticide, 2) the best varietiy on the two technology assembly of organic rice based on liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticide, 3) most efficient technology assembly of organic rice and varietiy. This research was conducted at Jambu village, Wangon District, Banyumas Regency, Central Java during 6 months from March to August 2013. This research was used a nested pattern design with two treatment which R1 : spread straw+ manures 5 tonnes per ha + soil LOF ( 4ml / l ) + combination of leaf LOF and botanical pesticides maja - gadung ( 6 % ) + T.harzianum biological agents ( 0.1 kg/100 m2) and R2: spread straw+ manures 5 tonnes per ha + soil LOF ( 4ml / l ) + combination of leaf LOF and botanical pesticides maja - gadung ( 6 % ) + fermented of palm juice. Every assembly technology organic use two varieties, Sintanur (V1) and IR 64 (V2). The result showed that the best growth and yield technology assembly was R1 spread straw+ manures 5 tonnes per ha + soil LOF ( 4ml / l ) + combination of leaf LOF and botanical pesticides maja - gadung ( 6 % ) + T.harzianum biological agents ( 0.1 kg/100 m2). The best varietiy on the two technology assembly of organic rice based on liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticide was varietiy Sintanur. Technology assembly of organic rice most efficient was R1 assembly with varieties Sintanur, with production level was 4.9 tons/ha, and profit rate was 58.56% per season (4-6 months)/ha.
14117512H1F008048GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI
DAERAH KEDUNGWRINGIN DAN SEKITARNYA
KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN
JAWA TENGAH
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan expresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Kedungwringin merupakan daerah yang berada di selatan Pulau Jawa yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi para pelaku dalam kegiatan ekplorasi di daerah tersebut.
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan pengukuran penampang stratigrafi yang hasil dari keduanya di komposit dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi dan membuat penampang geologi seimbang yang lebih informatif dan komunikatif.
Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari 3 satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan 3 satuan batuan yang diendapkan di laut dalam. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar mendatar dan antiklin-sinklin dengan pemendekan regional berkisar 28,02% -33,6% dan kedalaman detachment berkisar 540 m – 8518,75m.
Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Kedungwringin district is an area that located in southern of Java island that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology. That is why it becomes any challenge for explorer and practitioners in this area.

The nvestigation method that done in this investigation was a geological mapping that includes geomorphology by observing topography map and morphology condition,; stratigraphy by doing spot mapping, and measuring section which both of these result will be composited; and geology structure by doing measurement of structure sign in the investigation area, besides specific study also done to know about characteristic of structure geology that existed in this area by doing reconstruction and making balance geology cross section that more informative and more communicative.

Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 3 geomorphology units. Stratigraphy with 3 litology units, that 1 of them is deposited in deep water system. Geology structure of investigation area is thrust faut, transform fault and anticline with regional shortening is approximately 28,02% -33,6% and depth of detachment is approximately 540-8518,75m.
14127431E1A008341TINDAK PIDANA MEMBANTU MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor : 143/Pid.B/2010/PN.Pwt)
Menghilangkan nyawa orang lain berarti membuat supaya seseorang mati. Korban mati dan matinya korban tersebut memang disadari dan dikehendaki, terdakwa mengetahui akibat dari perbuatannya tersebut, terdakwa dengan sengaja membantu dan memberi kesempatan waktu kejahatan itu dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur dan untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana yang telah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto perkara No. : 143/Pid.B/2010/PN.Pwt, atas nama Terdakwa Noto Susanto Bin Joni Kirwan. Metode pendekatan adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dan Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Perkara No. : 143/Pid.B/2010/PN.Pwt. Data sekunder diperoleh dengan metode studi kepustakaan (library research), disajikan dalam bentuk uraian, dan dianalisis secara normatif kualitatif, yang akhirnya ditarik suatu simpulan.
Berdasarkan pembahasan diketahui penerapan unsur-unsur tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana pada putusan Nomor : 143/Pid.B/2010/PN.Pwt, dakwaan Kesatu Primer Pasal 340 KUHP jo. Pasal 56 KUHP, sebagai dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana bagi terdakwa adalah sudah tepat, karena didasarkan pada fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur-unsur tindak pidana seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum dalam Dakwaan Kesatu Primair, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membantu Melakukan Pembunuhan Berencana”.
Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana dalam perkara Nomor : 143/Pid.B/2010/PN. Pwt, yaitu : keterangan para saksi, barang bukti, alat bukti surat berupa visum et repertum dan keterangan terdakwa, mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, Majelis hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membantu melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 340 KUHP jo. Pasal 56 KUHP, terdakwa dipidana penjara selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan; masa tahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; terdakwa tetap ditahan. Selama dalam pemeriksaan di persidangan tidak ditemukan adanya alasan pembenar dan alasan pemaaf pada diri terdakwa yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana. Dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, Majelis menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana yang layak, patut dan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukannya bukan sebagai balas dendam tetapi sebagai pembinaan bagi diri terdakwa.
Cause the loss of another person soul means to make so that somebody dies. victim dies and die it victim really realized and desired, defendant designedly help and give a chance that crime time is done.
This watchfulness aims to detect elements applications and to detect matters that be base judge law deliberation in drop criminal towards doing an injustice assisting do murder with a plan has been decided by the Judges of Pengadilan Negeri Purwokerto in verdict No: 143/Pid.B/2010/PN. Pwt., on behalf of defendant Noto Susanto bin Joni Kirwan. Method approach juridical normatif. Watchfulness spesification descriptively analysis. Data that used secondary data covers law and regulation, literature books, and decision Pengadilan Negeri Purwokerto case No. : 143/Pid. B/2010/PN. Pwt. secondary data is got with literature study method (library research), presented in the form of explanation, and analyzed according to normatif qualitative, final pulled a conclusion.
Based on discussion is known elements applications acts criminal helps to do pogrom in number decision: 143/Pid. B/2010/PN. Pwt, Accusation to one primary paragraph 340 KUHP jo. paragraph 56 KUHP, as base judge law deliberation in drop criminal for defendant correct, as base judge law deliberation in drop criminal for defendant correct, because based in law facts revealed at conference that defendant deed have fulfilled all doing an injustice elements such as those which accusation Jaksa Penuntut Umum in accusation to one primair, defendant proved validly and convince guilty do doing an injustice "help to do pogrom" .
Things becoming base judge law deliberation in drop criminal towards doing an injustice helps to do pogrom in number case: 143/Pid. B/2010/PN. Pwt, that is: witnesses explanation, proof goods, mail proof tool shaped medical report et repertum and defendant explanation, considering matters that stress and unburden defendant, judge assembly has got confidence that defendant proved validly and convince to do doing an injustice helps to do pogrom as formulated in paragraph 340 KUHP jo. Paragraph 56 KUHP, defendant punished prison during 6 (six) year 6 (six) month, a period of/to prisoner which have been experienced by defendant tapered down entirely from dropped crime; defendant remain to be arrested. During investigation at conference is not found reason existence truth and forgiveful reason in defendant self that can abolish criminal responsibility. Dith pay attention society importance, assembly drops criminal to defendant with proper criminal, fitting and as according to deed that done not as take revenge but as construction for defendant self.
14137432A1L009134PENGARUH ARANG KAYU DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING PADA MEDIA PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian arang kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting, 2) mengetahui pengaruh dan menetapkan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting dan 3) mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian nitrogen dan arang kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah arang kayu dengan 2 taraf yaitu 0 g/pot setara dengan 0 ton/ha dan 105 g/pot setara dengan 15 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk nitrogen dengan 4 taraf yaitu 0, 56,25, 112,5, dan 168,75 kg urea/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, bobot tanaman segar dan kering, bobot tajuk segar dan kering, bobot akar segar dan kering, bobot cabai segar dan kering per panenan per tanaman dan bobot cabai segar dan kering total. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan nitrogen terbaik untuk variabel pertumbuhan yaitu kisaran 127,8 dan 140,7 kg urea/ha, sedangkan untuk variabel hasil dosis nitrogen terbaik kisaran 110,2 dan 114,1 kg urea/ha. Pemberian nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai tidak terpengaruh keberadaan arang kayu.The research aimed at evaluating 1) the effects of biochar aplication, 2) the effects of nitrogen dose, and 3) the interaction effects of the two toward the growth and yield of red pepper. This research used a complete randomized block design (CRBD) with 2 factor and 4 replications. The first factor is biochar aplicated consisted of two levels, which were 0 ton/ha or 0 g/pot and 15 ton/ha or 105 g/pot. The second factor is nitrogen aplicated consisted of four levels, which were 0, 56.25, 112.5 and 168.75 kg urea/ha. Variables observed were plant height, number of leaf, number of root, weight of fresh and dry vegetation, weigh of fresh and dry crown, weight of fresh and dry root, weight of fresh and dry fruit per plant per harvest and weight of total fresh and dry fruit. The Research data analyzed using the F test continued Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) test at 5 % error level. The result showed that there the best giving nitrogen to growth variables are 127.8 and 140.7 kg urea/ha, but for yield variables are 110.2 and 114.1 kg urea/ha. The giving nitrogen of the two toward the growth and yield of red pepper are not influence of the biochar.
14147433A1L009120PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA DUA RAKITAN BUDIDAYA KACANG PANJANG ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI DI DATARAN MEDIUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) rakitan teknologi budidaya kacang panjang organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang menghasilkan komponen pertumbuhan yang lebih baik di dataran medium, 2) rakitan teknologi budidaya kacang panjang organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang menghasilkan komponen hasil yang lebih baik di dataran medium, dan 3) rakitan teknologi budidaya kacang panjang organik berbasis pupuk organik cair dan pestisida nabati yang paling efisien di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, selama 3 bulan sejak bulan Maret sampai bulan Juni 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Pola Tersarang dengan dua perlakuan yaitu R1: Pupuk kandang 10 ton/ha + POC untuk tanah + kombinasi POC untuk daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) + mikoriza dan R2: Pupuk kandang 10 ton/ha + POC untuk tanah + kombinasi POC untuk daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) + agensia hayati T. harzianum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rakitan yang menghasilkan komponen pertumbuhan terbaik adalah R1(Pupuk kandang 10 ton/ha + POC untuk tanah + POC untuk daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) + mikoriza), rakitan yang menghasilkan komponen hasil terbaik adalah R2 (Pupuk kandang 10 ton/ha + POC untuk tanah + kombinasi POC untuk daun dan pestisida nabati (maja dan gadung) + agensia hayati T. harzianum), dan rakitan yang paling efisien adalah R2 dengan tingkat produksi 13,57 ton/ha dan profit rate sebesar 69,09% per musim (4-6 bulan)/ha.This research aims to know: 1) the growth of two cowpea organic assembly cultivation based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide in medium land, 2) yield of two cowpea organic assembly cultivation based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide in medium land 3) cowpea organic assembly cultivation based on liquid organic fertilizer and botanical pesticide mostly efficient at medium land. This research was conducted at Susukan village, Sumbang District, Banyumas Regency, during 3 months since March until June 2013. This research was used a nested pattern design with two treatment which was R1 : plant manure 10 ton/ha + soil LOF + combination of leaf fertilizer and botanical pesticide (maja and yam) + mychorrhiza and R2: plant manure 10 ton/ha +soil LOF + combination of leaf fertilizer and botanical pesticide (maja and yam) + T.harzianum. The result showed that the best growth component assembly was R1 (plant manure 10 ton/ha +soil LOF + combination of leaf fertilizer and botanical pesticide (maja and yam) + mychorrhiza), therefore the best yield component assembly was R2 (plant manure 10 ton/ha + soil LOF + combination of leaf fertilizer and botanical pesticide (maja and yam) + T.harzianum) and the mostly assembly efficient was R2 with level production 13.57 tons/ha and the profit rate 69.09% per season (4 - 6 months)/ha.
14157434H1F009041Geologi dan Paragenesa Mineral Bijih di Daerah Cihonje dan Sekitarnya, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Gejala mineralisasi daerah Cihonje dijumpai pada batuan sedimen dari Formasi Halang yang cukup kompleks. Zona alterasi daerah penelitian terdiri dari zona sub-propilitik dan zona argilik (Kristanto, 2014). Tipe endapan mineral berdasarkan karakteristik endapan ditafsirkan sebagai tipecarbonate base metal Au (Corbett dan Leach, 2005). Berdasarkan perkembangan tekstur urat dan proses pembentukkan mineral bijih, terjadi setidaknya enam tahap pembentukkan bijih, secara hipogen yaitu tahap awal ditandai kehadiran urat kuarsa, tahapintermediet (dibagi menjadi intermediet-1, intermediet-2, intermediet-3, dan intermediet-4) didominasi oleh urat dengan tekstur perlapisan antara lapisan sulfida-kalsit tekstur lattice bladed dan kehadiran urat kalsit tekstur sisir (comb).Mineralisasi secara supergen terdiri atas tahap akhiryang disusun oleh mineral hasil proses oksidasi. Paragenesa mineral bijih, berdasarkan hasil pengamatan tekstur mineral bijih secara mineragrafi, diawali dengan pembentukan pirit dan galena, sfalerit berkembang menggantikan pirit dan galena, diikuti perkembangan kalkopirit setelah sfalerit terbentuk. Pada beberapa sampel dijumpai kalkopirit sebagai inklusi emulsi di dalam sfalerit (chalcopyrite diseases). Kadang dijumpai mineral arsenopirit, markasit, dan tenantit(?) berkembang di dalam urat. Emas, yang merupakan mineral hipogen, tumbuh sebagai inklusi ataupun mengisi batas mineral pirit, sfalerit, serta bidang lemah galena. Pada tahap intermediet-4, emas berkembang sebagai inklusi pada mineral pengotor. Pada tahap akhir (supergen), dijumpai kovelit, hematit, goetit, dan lepidocrocite. Mineral pengotor yang melimpah adalah kalsit dengan sejumlah kuarsa.

Cihonje mineralization hosted by sedimentary rocks of the Halang Formation. Hydrothermal alteration which formed in this area is sub-propylitic and argillic (Kristanto, 2014). Type of mineral deposits based on the characteristics of minerals is interpreted as carbonate base metal Au type (Corbett and Leach, 2005). Observations of field data and samples indicate that the ore minerals formed several times (multiphase) based on the development of calcite veins. Based on the texture of vein and ore mineral formation process, occurring at least six stages of ore minerals formation, which is hipogen consist of early stage characterized by quartz veins, intermediate stage (divided into intermediate-1, intermediate-2, intermediate-3, and intermediate-4) is dominated by veins that have sulfide bands, lattice bladed calcite, and comb texture. Late stage (supergene) composed by oxidation minerals.Ore mineral paragenesis, based on observations of the ore mineral textures in mineragraphy, starting with the formation of pyrite and galena, sphalerite replaces galena and pyrite, followed by the development of chalcopyrite. In some samples, sphalerite show chalcopyrite diseases texture. Sometimes, arsenopyrite, markasit, and tenantit(?) are founded in veins. Gold, which is a hipogen mineral, grows as inclusion or filling the boundary of pyrite and sphalerite and galena cleavage. At intermediates-4, gold developed as inclusion in mineral impurities (calcite). At Late stage (supergene), found covellite, hematite, goethite, and lepidocrocite. Abundant mineral impurities are calcite with some quartz.
141611929A1H010023Uji Kinerja Turbin Air Tipe Cross Flow pada Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk Mendukung Program Desa Mandiri Energi (DME) di Kabupaten Banyumas.Pembangkit listrik tenaga mikrohidro merupakan salah satu jenis energi alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Potensi itu dilihat dari melimpahnya sumber air dan goegrafis Indonesia yang terdiri dari banyak pegunungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) skala laboratorium yang telah di rancang. Kinerja turbin crossflow meliputi uji tanpa beban dan uji pembebanan. Pengujian yang dilakukan adalah dengan perlakuan pemberian debit (Q) yang berbeda dengan hasil yang diharapkan adalah pengaruhnya terhadap tegangan (Volt), Putaran (Rpm), dan kuat arus listrik (Ampere). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis grafik. Hasil rata-rata untuk perlakuan debit terkecil yang didapatkan adalah tegangan 19,23 Volt, putaran generator (Rpm) 269 dan kuat arus 0,0001 Ampere. Hubungan antara perlakuan debit dihasilkan hubungan debit air berbanding lurus dengan kuat arus listrik, tegangan,dan putaran generator. Tegangan maksimal didapatkan adalah 77,7 Volt, Putaran generator maksimal 1124,6 dan kuat arus 0.26 Ampere.
Abstrak
Micro-hydro power plant is one type of alternative energy that has the potential to be developed in Indonesia. Potential is seen from the abundant water sources and goegrafis Indonesia, which consists of many mountains. This study aims to determine the characteristics of the micro hydro power plant (MHP) laboratory scale has been designed. Performance test of water turbine crossflow to determine the performance of the Crossflow turbine which includes the no-load test and load test. Testing is done by giving treatment a water debit (Q) which is different from the expected result is the its effect on voltage (Volt), Round (rpm), and electric current (I). The analysis used in this research is chart analysis. The average yield for the smallest a water debit treatment is a voltage obtained 19.23 Volt, 269 rpm. The relationship between the discharge treatment resulting water discharge directly proportional relationship with a electric current, voltage, and rounds generator. Obtained the maximum voltage is 77.7 volts, Round maximum generator 1124.6 and 0261 Ampere currents


14177435H1K009021ISOLASI DAN PENAPISAN AKTINOMISETES SIMBION MUKUS KARANG KERAS
GENUS GONIOPORA DAN PORITES YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIJAMUR
DARI PANTAI KARAPYAK, PANGANDARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas dan keragaman simbion Aktinomisetes berdasarkan rep-PCR dan mengetahui kemampuan aktivitas antijamur simbion Aktinomisetes yang bersimbiosis dengan mukus karang keras. Metode yang digunakan yaitu pengenceran berganda untuk isolasi dan penapisan Aktinomisetes kemudian dilanjutkan dengan analisis molekuler menggunakan metode rep-PCR untuk mengetahui kekerabatan genetik dari isolat Aktinomisetes. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antijamur dengan menggunakan pour plate method. Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 143 isolat Aktinomisetes yang dihasilkan dari mukus karang keras genus Goniopora dan Porites. Kemudian dipilih sepuluh isolat untuk dilakukan ekstraksi senyawa metabolit sekunder yang kemudian dilanjutkan dengan uji antijamur. Isolat dengan kode SCAS324 merupakan isolat yang memiliki aktivitas antijamur ditandai dengan pembentukan zona hambat yang sangat kuat sebesar 54,7±0,4 mm terhadap Aspergilus flavus dan sebesar 49,2±2,7 mm terhadap Candida albicans.This study aims to determine the density and diversity of symbiont Actinomycetes by rep-PCR and ability of its antifungal activity from isolates being symbiotic with the hard coral mucus. The method used was dilution series for isolation. Actinomycetes screening was then followed by molecular analysis using rep-PCR method to determine the genetic relationship of Actinomycetes isolates. Antifungal activity test was performed using the pour plate method. The results obtained were 143 isolates of Actinomycetes produced from the mucus of hard corals genus Goniopora and Porites. Ten isolates were selected for extraction of secondary metabolites being followed by antifungal test. Isolates with codes SCAS324 have antifungal activity was marked by the formation of a very strong inhibition zone of 54.7±0.4 mm against Aspergillus flavus and was 49.2±2.7 mm against Candida albicans.
14187436A1L008200PERKEMBANGAN POPULASI Sitophilus zeamais DAN INTENSITAS KERUSAKANNYA PADA TIGA MACAM BENTUK CARA PANEN JAGUNGJagung dapat dipanen dalam tiga bentuk cara panen yaitu jagung berkelobot, tanpa kelobot, dan dipipil. Bentuk panen tersebut dapat menghambat perkembangan Sitophilus zeamais dalam penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui perkembangan S. zeamais terhadap tiga bentuk panen jagung dalam masa penyimpanan. 2) mengetahui susut kuantitas dan kualitas jagung pada tiga bentuk panen terhadap perkembangan S. zeamais dalam masa penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi : P1 (bentuk panen jagung denagn kelobot tetap utuh sampai panen), P2 (bentuk panen jagung dengan kelobot dibuka dipohon sampai panen), P3 (bentuk jagung yang dipipil). Variabel yang diamati adalah jumlah hama, susut kuantitas (g), susut kualitas (%). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan BNT jika beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan jagung yang cukup efektif untuk menghambat perkembangan populasi S. zeamais dalam masa penyimpanan adalah bentuk cara panen jagung berkelobotCorn can be harvested in three forms, namely corn harvest with cornhusk way, without cornhusk, and seed corn. Forms of harvesting can inhibit the development of S. zeamais in storage. This study aims to: 1) determine the development of three S. zeamais corn crop in the form of the storage period. 2) determine the quantity and quality losses in the three forms of harvesting corn on the development of S. zeamais during storage. This research was conducted in the Plant Protection Laboratorium Jenderal Soedirman Faculty of Agriculture, University of Purwokerto. The design used was a completely randomized design with 3 treatments and 9 replications. The treatments tested include: P1 (form with cornhusk corn harvest remains intact until harvest), P2 (corn harvest shape with cornhusk opened cult to harvest), P3 (corn shape seed corn). The variables measured were the number of pests, shrinkage quantity (g), shrinkage quality (%). The result were analyzed using the F test, and continued by BNT if a real difference. The results showed that maize storage is quite effective to inhibit the development of S. zeamais populations during storage is a form of harvesting corn with cornhusk.
14197437A1L009123UJI KEMAMPUAN Trichoderma sp. ISOLAT BAWANG MERAH DAN
PISANG UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR PATOGEN
PADA TANAMAN MENTIMUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian jamur Trichoderma sp. terhadap empat penyakit tanaman mentimun dan 2) pengaruh pemberian Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto selama tujuh bulan, yang dimulai pada April – Oktober 2013. Pengujian in planta dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah agensia pengendali dengan 4 taraf yaitu kontrol (tanpa pengendali), fungisida, Trichoderma sp. isolat bawang merah dan Trichoderma sp. isolat pisang. Faktor yang kedua adalah patogen dengan 4 taraf yaitu jamur Fusarium oxysporum, Phytophthora infestans, Colletotricum capsici, Sclerotium rolfsii. Kedua faktor tersebut menghasilkan 16 perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi: masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir Trichoderma sp. dan patogen, analisis kandungan fenol, panjang tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman serta bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan inokulasi Trichoderma sp. baik isolat bawang merah maupun pisang berpotensi mengendalikan penyakit dengan menunda masa inkubasi, menurunkan intensitas penyakit sebesar 15-17,11 % dan menurunkan populasi patogen sebesar 23,53 - 56,52%. Perlakuan tunggal Trichoderma isolat pisang mampu meningkatkan bobot kering akar sebesar 10,18% dan panjang akar sebesar 35,49 %. The aims of this study were to determine: 1) the effect of Trichoderma sp. to suppress the four causes of disease in cucumber plants, and 2) the effect of Trichoderma sp. on the growth of cucumber plants. The experiment was conducted at the Laboratory of Plant Protection in the Screen and the Faculty of Agriculture, University of Purwokerto General Sudirman for seven months, which began in April - October 2013. Planta testing was conducted using a randomized block design (RBD) Factorial. The first factor is the control with 4 levels: control (without controller), Dithane fungicides, Trichoderma sp. onion isolates and Trichoderma sp. isolates bananas. The second factor is the 4 levels of pathogenic fungus Fusarium oxysporum, Phytophthora infestans, Colletotricum capsici, Sclerotium rolfsii. These two factors resulted in 16 treatments with 3 replications. the Variables that have been observed in this study are the incubation period, the intensity of the disease, the final density of Trichoderma sp. and pathogens, analysis of the content of phenols, plant length, number of leaves, root length, root fresh weight, root dry weight, plant fresh weight and dry weight of plants. The results shows the inoculation of Trichoderma sp. either red onion and banana are potentially controlled the disease by delaying the incubation period, which reduced the intensity of the disease and the pathogen population from 15 to 17.11 % by 23,53 - 56,52%. Single treatment Trichoderma isolates bananas can increases the root dry weight by 10.18 % and 35.49 % of the root length.
14207438F1C009056HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT KEPADA PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI POLIKLINIK ORTHOPAEDI RUMAH SAKIT ORTHOPAEDI PURWOKERTO (RSOP)ABSTRAKSI

Hubungan antara Komunikasi Terapeutik Perawat kepada Pasien dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Poliklinik Orthopaedi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP)”. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat besar hubungan antara komunikasi terapeutik perawat kepada pasien dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di poliklinik orthopaedi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP).
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap poliklinik orthopaedi RSOP yang menjalani rawat inap minimal selama 2 hari, dan diambil responden 30 orang sampel dari karakteristik yg telah ditentukan yaitu berupa jenis kelamin (laki-laki / perempuan), usia (16-55 tahun) dan strata ruang rawat inap (ruang kelas 1-3 serta ruang paviliun). Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yang dibagikan kepada para pasien rawat inap tersebut.
Pengolahan data seperti uji validitas, uji reliabilitas, analisis korelasi, dan analisis regresi dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows. Menggunakan Rumus Korelasi Product Moment dengan menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,711 yang berarti Hubungan antara Komunikasi Terpeutik Perawat kepada Pasien dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Poliklinik Orthopaedi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP), kuat. Hasil perhitungan regresi menujukkan bahwa besarnya variabel komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap sebesar 50,6%.
Dari hasil uji t-test didapat thitung 5,350 sedangkan harga ttabel 2,042. Dengan demikian Ha (Hipotesis Kerja) yang menyatakan Terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat kepada pasien dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap Poliklinik Orthopaedi Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP), diterima.
Perawat perlu mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik yang berpengaruh pada kesembuhan pasien dan tingkat kepuasan pasien, khususnya pasien rawat inap di poliklinik orthopaedi RSOP.

ABSTRACT
This study was conducted in October 2013 . The purpose of this study is to look at the relationship between nurse’s therapeutic communication to the patient with inpatient satisfaction in Orthopedic Clinic Orthopedic Hospital (RSOP).
This study was conducted using quantitative. The target in this study were inpatients clinic RSOP who is hospitalized for at least 2 days , and 30 respondents drawn from the characteristics of the samples has been determined in the form of gender (male / female), age (16-55 years) and inpatient unit strata (1-3 classroom and pavilion space). Measuring instrument in this study using a questionnaire, which was distributed to the hospitalized patients. Data processing such as test validity, reliability test, correlation analysis, and regression analysis in this study using SPSS 17.0 for Windows. Using the Product Moment Correlation formula produces a correlation coefficient of 0.711 which means the relationship between nurse’s therapeutic communication to patient satisfaction with inpatient at Orthopedic Clinic Orthopedic Hospital ( RSOP ), is strong. The results of the regression calculation showed that the magnitude of the variable nurse’s therapeutic communication with patient satisfaction rate of 50,6%.
From the t-test results obtained while the price of t 5.350 then t table 2.042. Thus Ha (Working Hypothesis) stating. There is a relationship between nurse’s therapeutic communication with patient to patient satisfaction levels Orthopedic Clinic Orthopedic Hospital (RSOP), is accepted.
Nurses need to maintain communication while enhancing the quality of the therapeutic effect on the patient's recovery and the level of patient satisfaction, especially in the inpatient orthopedic clinic RSOP.