Home
Login.
Artikelilmiahs
7497
Update
ERLITA CAHYA FEBRIANA
NIM
Judul Artikel
Marjin Pemasaran, Efisiensi Usaha dan Pendapatan Perajin Bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengambil judul “Margin Pemasaran, Efisiensi Usaha dan Pendapatan Rumah Tangga Perajin Bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung marjin pemasaran pada perajin, pengepul dan pedagang, efisiensi usaha pada usaha perajin bambu dan pendapatan rumah tangga, serta kemampuan pendapatan perajin bambu dalam memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunankan metode purposive sampling dengan menggunakan data primer. Untuk mengetahui marjin pemasaran pada perajin, pengepul dan pedagang menggunakan perhitungan rumus marjin pemasaran. Untuk mengetahui efisiensi usaha pada usaha perajin bambu menggunakan R/C Ratio. Untuk mengetahui pendapatan perajin bambu menggunakan analisis tabulasi, sedangkan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga yang dilihat dari pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) digunakan perbandingan pendapatan perkapita terhadap KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas bulan Oktober 2013. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data data diperoleh kesimpulan bahwa marjin pemasaran terbesar terdapat pada perajin bambu dan pedagang. Efisiensi usaha pada perajin bambu sudah dikatakan efisien. Pendapatan rumah tangga perajin bambu di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Implikasi yang dapat disamapaikan yaitu hendaknya pedagang membeli langsung kerajinan bambu pada perajin karena jika membeli pada pengepul harga beli dan harga jual kerajinan bambu akan menjadi lebih tinggi, mengingat marjin pemasaran timbul dari biaya tambahan yang di keluarkan oleh lembaga tata niaga. Sebaiknya para perajin kerajinan bambu berusaha mempertahankan tingkat efisiensi yang sudah baik. Dalam upaya meningkatkan pendapatan hendaknya perajin dapat meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled "Marketing Margin, Business Efficiency and Household Income of Bamboo Craftsman in Banjarsari Village Ajibarang Sub-regency Banyumas Regency. This research aims to measure marketing margin of the craftsman, collector and merchant, business efficiency on bamboo craftsman business and household income,.and also income ability of bamboo craftsman in fulfilling Decent Life Needs (KHL). This research conducted by using purposive sampling method using primary data. To determine marketing margins on crafters, collectors and traders use margin calculation formula marketing. To determine the efficiency of business on the business of bamboo craftsman using the R / C ratio. To determine income using a bamboo craftsman tabulation analysis, whereas to determine the level of household welfare is seen from the fulfillment of the Living Needs (KHL) used per capita income comparisons against KHL established by the Department of Labor and Transmigration Banyumas on October 2013. Based on the research result and data analysis obtained conclusion that the biggest marketing margin is in bamboo craftsman and merchant. Household income of bamboo craftsman can be said already efficient. Household income of bamboo craftsman in Banjarsari village Ajibarang sub regency Banyumas Regency has not achieved the standard of Decent Life Needs (KHL). Implication that can be proposed is supposedly merchant buys bamboo craft directly from the craftsman because if buy from the collector the buying price and selling price of bamboo craft will be higher, considering marketing margin occurs from additional cost spent by trade agency. Supposedly bamboo craftsmen try to maintain on to the good efficiency level. In order to increase the income supposedly merchant can increas the amount of product that generated.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save