Home
Login.
Artikelilmiahs
16351
Update
ANGGRALITA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI NILAM DAN PENYULINGAN MINYAK NILAM DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui analisis finansial usahatani nilam di Kecamatan Sumbang, (2) Mengetahui analisis finansial penyulingan minyak nilam di Kecamatan Sumbang, dan (3) Membandingkan keuntungan dan R/C pada usahatani nilam dan penyulingan minyak nilam di Kecamatan Sumbang. Penelitian dilaksanakan April 2016, dengan sasaran petani yang hanya menanam tanaman nilam dan penyuling minyak nilam di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penentuan responden menggunakan metode sensus terhadap 10 responden petani nilam dan 3 penyuling. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis data digunakan adalah analisis deskriptif, analisis finansial, analisis Break Even Point, dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Petani nilam di Kecamatan Sumbang dalam waktu satu tahun menghabiskan rata-rata total biaya sebesar Rp3.944.890. BEP harga Rp1.016 dan BEP unit sebesar 448 Kilogram nilam basah, (2) Penyuling minyak nilam di Kecamatan Sumbang dalam waktu satu bulan menghabiskan biaya sebesar Rp10.534.000 dengan asusmsi biaya selama satu tahun sebesar Rp126.408.000. BEP harga Rp448.934 dan BEP unit 5,16 Kilogram minyak nilam untuk satu tahun masa penyulingan, (3) Keuntungan petani nilam selama satu tahun Rp2.312.510 dan keuntungan penyuling minyak nilam selama satu bulan Rp3.706.000 sehingga untuk asumsi satu tahun keuntungan yang diterima penyuling minyak nilam sebesar Rp44.472.000. R/C untuk usahatani adalah 1,5 dan R/C untuk penyulingan minyak nilam adalah 1,35.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aims of this research are (1) to calculate the financial analysis of farm Pogostemon cablin Benth in Sumbang Sub-District, (2) to calculate the financial analysis of patchouli oil refining in Sumbang Sub-District, and (3) to compare the revenues and R/C on a farm Pogostemon cablin Benth and patchouli oil refining in Sumbang Sub-District. The research is conducted in April 2016, and targeting farmers that only plant Pogostemon cablin Benth and patchouli oil refining in Sumbang Sub-District, Banyumas. In determining the number of respondents, this research involves ten farmers who only grow Pogostemon cablin Benth and three refiners who only refining patchouli oil. All information and data regarding to the research were obtained observation and interview methods. The writer used descriptive analysis, financial analysis, analysis Break Even Point, and feasibility analysis to complete this study. result of this study has shown that: (1) Pogostemon cablin Benth farmer in Sumbang Sub-District spent an average total cost of Rp3.944.890 a year. BEP of price Rp1.016 and BEP of unit 448Kg, (2) patchouli refiner in Sumbang Sub-District spent an average total cost of Rp10.534.000 per month with assumption costs during the year amounted to Rp126.408.000. BEP of price Rp448.934 and BEP of unit 5,16Kg, (3) Pogostemon cablin Benth farmer income is Rp2.312.510 a year and the income of patchouli refiner a month is Rp3.706.000, according to a year assumption patchouli refiner revenue is Rp44.472.000. R/C of farm patchouli is 1,5 and R/C of oil refining patchouli is 1,35.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save