Artikelilmiahs

Menampilkan 12.961-12.980 dari 49.620 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1296116299F1A009046MAN SHABARA ZHAFIRA (Studi Analisis Wacana Kritis tentang Man Shabara Zhafira
dalam Novel “Ranah 3 Warna” Karya Ahmad Fuadi)
Ranah 3 Warna merupakan salah satu novel karya Ahmad Fuadi, bagian kedua dari trilogi Negeri 5 Menara. Novel ini menceritakan perjuangan Alif menjalani hidup dalam mencapai kesuksesan. Man shabara zhafira pepatah Arab yang artinya siapa yang bersabar akan beruntung, digunakan Alif sebagai pegangan hidupnya sehingga ia berhasil dalam usaha melaksanakan setiap mimpinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji semangat man shabara zhafira yang dikonstruksikan dalam novel Ranah 3 Warna dan menganalisis relevansi nilai ini dalam praktik kehidupan masyarakat Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan proses interpretasi terhadap seluruh teks dalam novel. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dengan berpegang pada model Teun van Dijk, dimana wacana digambarkan dalam tiga dimensi atau bangunan yaitu: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) dari segi penyajian wacana terbilang cukup baik dan lengkap, mulai dari struktur makro dalam novel, yang mengangkat tema utama man shabara zhafira sebagai sebuah kesabaran aktif. Kemudian dalam superstruktur, yang merupakan kerangka teks dalam novel tersebut, memiliki alur yang jelas dan runut sehingga tidak merumitkan pembaca. Terakhir dalam struktur mikro terdapat beberapa bahasan yang meliputi kajian semantik, sintaksis, stilistik dan retoris. (2) relevansi nilai man shabara zhafira dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Man shabara zhafira adalah siapa yang bersabar akan beruntung, mantra sakti yang ada dalam novel Ranah 3 Warna ini secara tidak langsung sudah ada dan bekerja dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.
Saran dari penelitian ini adalah (1) bagi penulis novel, terlalu sedikit dialog yang ada dalam novel sehingga membuat jenuh pembaca, sarannya yaitu dengan membuat perimbangan antara dialog dan narasi. (2) bagi akademisi, novel ini menarik untuk dikaji melalui analisis wacana, namun guna memperkaya khasanah maka sebaiknya digunakan analisis wacana kritis model lain.
Ranah 3 Warna novel is created by Ahmad Fuadi, this novel is the second part of Negeri 5 Menara trilogy. This novel tells Alif life struggle in achieving success. Man shabara zhafira which the Arabic phrase is used by Alif as guide of life to catch out his dream.
This study aims to assess the spirit of man shabara zhafira constructed in the novel Ranah 3 Warna and analyze the relevance of the value of man shabara zhafira practice of Indonesians life. This research method is qualitative interpretation process to the entire text of the novel. This study uses critical discourse analysis by adhering to the model of Teun van Dijk, where the discourse is depicted in three dimensions, which are: text, social cognition, and social context.
The results of this study were (1) in terms of the presentation of the discourse is quite good and complete, from the macro-structure of the novel, the main theme man shabara zhafira as an active patience. Later in the superstructure, which is the framework text of the novel that has a clear path and trace so as not to complicate the reader. Recently in the microstructure are several topics which include the study of semantic, syntactic, stylistic and rhetorical. (2) the relevance of the value of man shabara zhafira in Indonesian society. Man shabara zhafira is ‘who patient would be lucky’, magic spells that exist in the realm of novel Ranah 3 Warna is indirectly already there and working in the lives of people in Indonesia.
Suggestions from this study were (1) for the author of the novel, too little dialogue in the novel so as to saturate the reader, his advice is to create a balance between dialogue and narration. (2) for academics, this novel interesting to be studied through the discourse analysis, but to enrich it should be used in other models of critical discourse analysis.
1296216300F1F012043Legitimation Strategies in Barack Obama's Presidential Address on Combating ISIS and TerrorismPenelitian ini dengan judul “Strategi Legitimasi dalam Pidato Kepresidenan Barack Obama dalam Memerangi ISIS dan Terorisme” berfokus pada bagaimana Barack Obama dalam pidato kepresidenannya pada 14 September 2014 melegitimasi kebijakan antiterrorismenya dalam memerangi ISIS. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan, yaitu (1) untuk menggambarkan struktur organisasi pidato tersebut; (2) untuk mengidentifikasi penggunaan strategi legitimasi dalam pidato tersebut; dan (3) untuk menjelaskan penggunaan strategi legitimasi sesuai dengan struktur organisasi pidato tersebut. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Pengumpulan data menunjukkan bahwa (1) struktur organisasi pidato kepresidenan Barack Obama dapat dibagi menjadi 6 segmen; (2) semua lima jenis strategi legitimasi yang dirumuskan oleh Reyes (2011) digunakan dalam pidato tersebut untuk melegitimasi kebijakan antiterorism; dan (3) strategi legitimasi tersebut cenderung digunakan dalam 4 segment, yaitu segmen 2, 3, 4 dan 5. Analisis data menunjukkan bahwa Pidato Kepresidenan Barack Obama dalam rangka memerangi ISIS dan terorisme memodifikasi struktur normatif pidato politik yang dirumuskan oleh Porksen (2013) dengan cara mengubah urutan segmen dan mengubah segment utama menjadi segmen penjelas. Selain itu, Barack Obama ternyata lebih banyak menggunakan strategi Emosi, Rasionalisasi dan Altruisme sebagai strategi legitimasi yang paling dominan dalam pidatonya. Terakhir, analisis dalam tiap segmen menunjukkan bahwa strategi legitimasi terfokus pada segmen 2 dan 3 dalam penyampaian latar belakang masalah dan ide utama dari pidato tersebut.
This research entitled “Legitimation Strategies in Barack Obama’s Presidential Address on Combating ISIS and Terrorism” focuses on how Barack Obama in his presidential address on September 14 2014 legitimized his counterterrorism policy to combat ISIS. This research is aimed at achieving three purposes which are: (1) to outline the structural organization of the speech; (2) to identify the legitimation strategies used in the speech; and (3) to describe the use of legitimation strategies throughout the structural organization of the speech. This research uses descriptive qualitative method in answering the questions of the research. The data collected reveals that (1) the structure of Barack Obama’s speech can be outlined in six segments; (2) all five types of legitimation strategy as proposed by Reyes (2011) are also employed in the speech to legitimize the counterterrorism policy; and (3) legitimation strategies are focused in four segments, which are segment 2, 3, 4 and 5. The analsyis of the data reveals that Obama’s presidential address on combating ISIS and terrorism modifies normative structure of political speech as proposed by Porksen (2013) by overlapping the order of the segment and eploying a main segment as a subordinate segment. On the other hand, Barack Obama seemed to use Emotions, Rationality and Altruism as the most dominant legitimation strategies in his speech. Lastly, legitimation strategies are focused in segment 2 and segment 3 to present the background problem and the main idea of the speech.


1296316301F1A012086BANGGA DADI WONG NGAPAK” (Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa Banyumasan Painyongan di Kalangan Mahasiswa Perantau Yogyakarta)Penelitian berjudul “Bangga Dadi Wong Ngapak”, Studi tentang Penggunaan Bahasa Jawa Banyumasan Panginyongan di Kalangan Mahasiswa Perantau Yogyakarta” ini berfokus pada anggapan mahasiswa asli Banyumas mengenai penggunaan dialek Banyumasan saat mereka di tanah rantau yakni tepatnya di Yogyakarta. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi penggunaan bahasa Jawa dialek Banyumasan (ngapak) mahasiswa asli Banyumas yang merantau di Yogyakarta serta mengetahui persepsi mahasiswa asli Banyumas tentang “bangga dadi wong ngapak”dalam konteks penggunaan bahasa Jawa dialek Banyumasan di lingkup daerah Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah mahasiswa asli Banyumas yang merantau di Yogyakarta, ahli budayawan dan dosen Universitas Jenderal Soedirman.Lokasi penelitian ini tepatnya di Banyumas dan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling.Teknik pencarian data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif.

Hasil penelitian ini menunjukkan masih kurangnya pemahaman bahasa Jawa secara umum dengan bahasa dialek Banyumasan itu sendiri, masyarakat Jawa umumnya mengenal bahasa Jawa yang unggah-ungguh adalah Jawa Asli sedangkan dialek Banyumas merupakan bagian dari bahasa Jawa yang masih kasar penggunaannya. Posisi mahasiswa rantau asal Banyumas saat berinteraksi di Yogyakarta cenderung menyesuaikan lingkungan sekitar dan lawan bicara yang dihadapi atau memposisikan diri untuk menyeimbangkan menggunakan bahasa Yogyakarta namun adakalanya saat posisi mereka berkumpul atau berada dengan sesama Banyumas mereka menggunakan bahasa Banyumas. Persepsi mengenai “bangga dadi wong ngapak” menurut mereka tetap bangga mengenal, menggunakan, melestarikan kebudayaan Banyumas, ini diwujudkan melalui adanya komunitas Imbas di Yogyakarta. Komunitas ini terbentuk dari berbagai mahasiswa asli Banyumas yang berada di Yogyakarta kegiatan mereka seperti sosialisasi, makrab, rapat komisi, festival budaya, dialog kebudayaaan serta lainnya.

Implikasi dari penelitian ini bahwa masyarakat yang berada di daerah rantauan perlu melestarikan penggunaan bahasa daerahnya seperti pemakaian dialek Banyumasan yang harus digunakan setiap hari oleh masyarakat asli Banyumas itu sendiri. Selain itu, adanya penerapan untuk mengenal danmemahami budaya Banyumas juga harus ditanamkan dari generasi ke generasi dengan cara meningkatkan program pendidikan berbasis bahasa daerah.
The researchentitled "Bangga Dadi Wong Ngapak”, A Study about Using Javanese Language Banyumasan Panginyongan Among The Nomads Student Nomads Yogyakarta" it is focuses on the student's original assumptions regarding the use of Banyumasan dialect when they are land in another region i.e. in Yogyakarta. The purpose of this research is to know the interaction of using Javanese language dialects of Banyumasan (ngapak)by Banyumas original student who were wander in Yogyakarta and also to know the original student perceptions of Banyumas about “bangga Dadi Wong Ngapak” in the context of using Javanese language dialect of Banyumasan in the scope area in Yogyakarta. The method which is used in this research is descriptive qualitative. The target of this research is original student of Banyumas who wander in Yogyakarta, cultural observer andlecturer of Jenderal Soedirman University. The location of this study precisely in Banyumas and in Yogyakarta.Sampling technique using snowball sampling. Data search techniques through observation, interview, and documentation. Analysis data technique which used in this research is interactive model.

The result of this research shows that is still lack of understanding on Java language generally with the language of Banyumasan dialect itself, the Javanese generally knows the Java language with politenesses is the original Java while the Banyumas dialect is a part of the Javanese language which is still rough on usage. The position of original students of Banyumas when interacting in Yogyakarta tend to adapting the environment and opposed talking that faced or put themselves to balance using the language of Yogyakarta but sometimes when they are assembling or be with fellow Banyumas they using Banyumas language. The perception about “bangga dadi wong ngapak”,according to them remain proud to know, use, and preserving Banyumas culture.It is established through the existence of “Imbas” Community in Yogyakarta. This community is made up by various original student Banyumas in Yogyakarta. Their activities such as socializing, solidarity night, commission meeting, cultural festivals, cultural dialogue.

Implication from this research is people who were in wandering region need to preserve the using of their own original language, such as using Banyumasan dialect which is should be practiced everyday by Banyumas people itself. In addition, there is some application to recognize and understanding Banyumas culture also have to be planted on each generation with raising up education program based on regional language.
1296416303F1G012043Kohesi dan Koherensi pada Wacana Motivasi (Studi Kasus pada Laman Facebook Merry Riana)Penelitian ini berjudul “Kohesi dan Koherensi pada Wacana Motivasi (Studi Kasus pada Laman Facebook Merry Riana)” bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi dan koherensi pada wacana motivasi dalam laman facebook Merry Riana.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data penelitian penggalan wacana motivasi dalam laman facebook Merry Riana diambil pada tanggal 20-30 april 2016 yang berjumlah 106 penggalan wacana motivasi.
Tahap pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap, tebook Merry Riana terdapat 1eknik lanjutannya yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data peneliti menggunakan metode agih dan metode padan. Pada metode agih, teknik dasar yang digunakan adalah bagi unsur langsung dan teknik lanjutan dengan menggunakan teknik sisip, teknik ganti, dan teknik baca markah. Pada metode padan teknik dasar yang digunakan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya. Tahap hasil data penyajian ini menggunakan penyajian secara informal dan formal.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan penggunaan kohesi dan koherensi sebanyak 162 data. Dari 162 data yang ditemukan 94 data merupakan kohesi gramatikal, 71 data merupakan kohesi leksikal, dan 42 data merupakan koherensi. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa kohesi gramatikal lebih sering digunakan dari pada unsur-unsur pembentuk wacana yang lain.
This Reasearch is called “Kohesi dan Koherensi pada Wacana Motivasi (Studi Kasus pada Laman Facebook Merry Riana)” Aims to described a cohesion and coherence in discourse motivation on Merry Riana’s facebook pages
The form of this research is qualitative descriptive, with the research data taken from part of motivation discourse in Merry Riana’s facebook pages rendered from 2016 April 20th to 30th which consisted of 106 part of discourse motivation .
The step of collecting data is using listen method with basic tapping technique, then use simak bebas libat cakap technique and note technique for the continues technique of collecting data. At the analysis data, researcher use agih method and padan method. At the agih method, basic techniques use bagi unsur langsung and continue technique with using a sisip technique, ganti technique, and markah read techniques. At the padan method using basic technique of pilah unsur penentu technique and hubung banding technique as the continue technique. Step of presentation data result using formal and informal presentation.
Based on result data analysis was found of cohesion and coherence around 162 data. From 162 data was founded 94 data gramatical cohetion, 71 data leksikal cohetion, and 42 data coherention. The results of the analysis is indicated that grammatical cohesion more used of on elements in the form of another discourse.
1296516345H1D012049PENGAMBILAN KEPUTUSAN REHABILITASI BERDASARKAN INVENTARISASI KONDISI JARINGAN IRIGASI
(STUDI KASUS D.I. KAJI DAN D.I. LUWING, KABUPATEN BANYUMAS)
Penggunaan sarana irigasi yang terus menerus tentu dapat menurunkan kinerja irigasi. Salah satu faktor penyebabnya adalah kerusakan fisik pada saluran yang dapat meloloskan air sehingga debit yang tersalurkan berkurang. Sehingga diperlukan rehabilitasi irigasi. Terbatasnya anggaran pemerintah untuk irigasi menimbulkan masalah baru dalam proses rehabilitasi karena tidak dapat mengatasi seluruh kerusakan. Maka dari itu, diperlukan analisis prioritas untuk menentukan kerusakan mana yang akan ditangani terlebih dahulu. Penelitian dilakukan di Daerah Irigasi Kaji Luwing yang berada di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode analisis berdasarkan data inventaris jaringan irigasi dengan menganalisis skor dan bobot beberapa parameter yang berpengaruh. Parameter yang digunakan adalah kerusakan fisik, luas layanan irigasi dan biaya rehabilitasi kerusakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa D.I. Kaji mengalami kerusakan lebih parah dan lebih banyak dibandingkan D.I. Luwing. Menurut kerusakannya papan duga, papan operasi dan saluran rusak 9 pada D.I. Kaji menjadi prioritas utama. Sedangkan mercu bendung, pintu intake dan pintu pembilas pada D.I. Kaji mendapatkan skor luas layan terbesar karena memiliki luas layan terluas sebesar 92 ha. Berdasarkan biaya rehabilitasi titik kerusakan dengan biaya termurah terdapat pada beberapa kerusakan ringan saluran di D.I. Kaji. Dan hasil akhir setelah pembobotan diperoleh lantai olak dan pintu pembilas D.I. Kaji sebagai prioritas utama. Continuous usage of irrigation facilities will degrade its service function. Physical damage could be the cause of channel leakage that reduces the water discharge. Therefore, rehabilitation of irrigation infrastructure is needed. The government’s budget limitation for irrigation infrastructure raises new issues in the rehabilitation process because all the damage cannot be repaired. Therefore, priority analysis is required to determine the damage that needs to be handled first. The research was conducted in 2 (two) irrigation areas, namely Kaji and Luwing located in Sumbang District, Banyumas. The methods of analysis based on the inventory data of irrigation networks by analyzing scores and weights of some influential parameters. The parameters used are physical condition, service area and rehabilitation costs. Based on the analysis, Kaji is in more serious condition than Luwing. According to physical damage, peilschaal, information boards and 9th damage channel in Kaji are the top priority. While the weir structure, intake gate and flushing gate in Kaji get the highest score due to its widest service area of 92 ha. Based on the rehabilitation cost, the damages with the lowest cost are some minor damage of channel in Kaji. The final result of using weighted criteria, it was found that the stilling basin and the flushing gate of Kaji are the top priority.
1296616304F1F0120081960s Japanese Young Adult Mimicry in Haruki Murakami’s Norwegian WoodPenelitian ini berjudul “1960s Japanese Young Adult Mimicry in Haruki Murakami’s Norwegian Wood” ini bertujuan untuk menganalisis isu-isu mimikri yang terjadi di 1960an. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis perubahan kebudayaan Jepang setelah Pendudukan Sekutu. Penelitian ini menekankan kepada masyarakat dewasa muda Jepang tahun 1960an yang mengadopsi budaya barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data utama dari penelitian yaitu berupa narasi-narasi, tindakan-tindakan dan dialog-dialog di Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Untuk data analisis, ada reduksi data, interpretasi data dan kesimpulan.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan poskolonialisme sebagai pendekatannya dan teori mimikri dari Homi K. Bhabha. Poskolonialisme dipilih sebab objek penelitian membahas tentang pendudukan Sekutu (Pendudukan Amerika), dalam kasus ini, Amerika sebagai Negara barat dan Jepang sebagai Negara timur. Sementara itu, akibat dari kolonialisme dianalisis menggunakan teori mimikri dari Homi K. Bhabha dimana teori ini fokus pada hubuangan antara dua budaya yang berbeda yaitu Timur dan Barat.
Hasil dari penelitian ini mencakup empat bentuk mimikri yang terjadi di tahun 1960an yang dilakukan oleh masyarakat dewasa muda Jepang. Pertama, mereka mengadopsi gaya hidup Barat seperti kencan, seks sebelum nikah ala Barat, dan kebiasaan makan. Kedua, mereka mengadopsi kebebasan wanita ala Barat seperti dalam pernikahan dan kebiasaan merokok. Ketiga, mereka mengadopsi gaya berbusana Barat. Keempat, mereka meniru budaya popular Barat dengan mengkonsumsi musik dan novel Barat. Mimikri yang terjadi di novel ini kebanyakan terjadi karena rasa kekaguman terhadap budaya penjajah (budaya Barat). Dalam kasus ini, kebijakan pengendalian Amerika Serikat atas sumber hiburan di Jepang menyebabkan masyarakat dewasa muda Jepang tahun 1960an cenderung mengkonsumsi dan mengadopsi budaya Barat daripada budaya Jepang.
This research entitled “1960s Japanese Young Adult Mimicry in Haruki Murakami’s Norwegian Wood” aims to analyze mimicry issues occurred in 1960s. The focus of the research is to analyze the change of 1960s Japanese culture after Allied occupation. This research emphasizes on 1960s Japanese young adults which adopt Western culture. The researcher uses qualitative method in analysing the main data of the research. They are the narrations, acts, and dialogues in Haruki Murakami’s Norwegian Wood. For data analysis, there are data reduction, data interpretation, and data conclusion.
To answer the research question, the researcher uses post-colonialism as the approach and Homi K. Bhabha’s theory of mimicry. Post-colonialism is chosen since the object of the research talks about Allied occupation (U.S occupation), in this case, America as the West and Japan as the East country. Meanwhile, the outcomes of colonialism have been examined by using Homi K. Bhabha’s mimicry theory in which the theory focus on the interaction between two different cultures: East and West.
The results of the research covers four forms of mimicry occurred in 1960s done by Japanese young adult. First, they adopt Western lifestyle such as Western-style dating, premarital sex and eating custom. Second, they adopt Western women’s liberation such as marriage and smoking habit. Third, they adopt Western-style fashion. Fourth, they mimic Western popular culture by consuming Western music and novel. The mimicry that occurs in this novel mostly happens because of astonishment towards the colonizer’s culture (Western culture). In this case, U.S controlling policy toward Japanese source of entertainment such as radio, television, film, and bookstore causes 1960s Japanese young adults tend to consume and adopt Western culture rather than Japanese culture in this novel.
1296716305B1J012117STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI TUMBUHAN BAWAH TEGAKAN PINUS (Pinus merkusii) PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA DI KPH BANYUMAS TIMUR

Salah satu faktor yang mempengaruhi struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan bawah yaitu ketinggian tempat dari permukaan air laut. Peningkatan ketinggian akan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya serta pH tanah. Penelitian ini telah dilakukan pada tegakan Pinus (Pinus merkusii) di RPH Kalirajut dan RPH Baturraden yang termasuk dalam KPH Banyumas Timur. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: 1) Mengetahui struktur dan komposisi tumbuhan bawah tegakan pinus pada ketinggian yang berbeda, dan 2) Mengetahui kesamaan jenis tumbuhan bawah tegakan pinus pada ketinggian yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan petak kuadrat sebanyak 30 petak berukuran 2 m x 2 m yang dibuat di 10 subtransek sepanjang transek utama. Faktor lingkungan yang diukur adalah ketinggian tempat, suhu, intensitas cahaya serta pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan bawah di RPH Kalirajut didapatkan 32 jenis yang terdiri dari 17 famili, dengan indeks nilai penting tertinggi dimiliki oleh Ottochloa nodosa, Oplismenus compositus, dan Eleusine indica, sedangkan di RPH Baturraden didapatkan 19 jenis yang terdiri dari 11 famili, dengan indeks nilai penting tertinggi dimiliki oleh Wedelia trilobata, Paspalum conjugatum, dan Clidemia hirta. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman jenis pada RPH Kalirajut (dataran rendah) memiliki lebih banyak jenis tumbuhan bawah dibandingkan dengan RPH Baturraden (dataran tinggi). Kesamaan jenis pada kedua lokasi tergolong berbeda yaitu dengan nilai sebesar 30,85%. One of the factors that affect the structure and composition of the vegetation below that altitude from sea level. Increase in altitude will affect other environmental factors such as temperature, humidity, light intensity and soil pH. An undergrowth vegetation analysis has been conducted to pinewoods (Pinus merkusii) in Kalirajut and Baturraden Forest Management Resort (RPH Kalirajut and RPH Baturraden) which both are included to East Banyumas Forest Management Unit (KPH Banyumas Timur). The purposes of this research are: 1) to find out the structure and composition of undergrowth of pinewoods on the different altitude, and 2) to figure out the similarities of undergrowth of the pinewoods on the different altitude. The method of the research is quadrat sampling technique, using 30 units of 2 m x 2 m quadrats which are divided to 10 sub-transects along the main transect. Environmental factors measured are elevation, temperature, light intensity, and soil pH. The result of this research shows that the structure and composition of undergrowth vegetation in RPH Kalirajut comprise 32 species which are included into 20 family dominated by Ottochloa nodosa, Oplismenus compositus, and Cynodon dactylon. Meanwhile, the structure and composition of undergrowth vegetation in RPH Baturraden consist of 19 species included into 20 family which are dominated by Wedelia trilobata, Paspalum conjugatum, and Clidemia hirta. This indicates that the diversity of the RPH Kalirajut (lowlands) have more kinds of lower plants compared to RPH Baturraden (plateau). The similarity of the two relatively different locations with a value of 30.85% .
1296816306C1G014004ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEKTOR MINYAK DAN GAS BUMI YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan sektor minyak dan gas bumi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan empat indikator kinerja keuangan, yaitu sangat sehat, sehat, tidak sehat, dan sangat tidak sehat, yang merujuk pada standar hasil penelitian Machfoedz (1999) berdasarkan Beaver (1966), Zmejewski (1968), dan Altman (1968). Kinerja keuangan diukur berdasarkan empat faktor yaitu likuiditas, solvensi, profitabilitas total, dan profitabilitas internal. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahun 2009 - 2015 dari tujuh perusahaan sektor minyak dan gas bumi di Indonesia. Analisis data menggunakan uji paired sample t test.
Hasil penelitian untuk aspek likuiditas menunjukkan hasil tidak sehat, terdiri dari tiga perusahaan dengan kategori tidak sehat dan empat perusahaan dengan kategori sangat tidak sehat. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki kemampuan yang optimal untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Hasil penelitian untuk kinerja solvensi menunjukkan hasil sehat, terdiri dari satu perusahaan dengan kategori sangat sehat, lima perusahaan dengan kategori sehat, dan satu perusahaan dengan kategori tidak sehat. Hal ini menunjukkan perusahaan memiliki kemampuan yang optimal dalam menyelesaikan utang jangka panjangnya. Hasil penelitian untuk kinerja profitabilitas total menunjukkan hasil sehat, terdiri dari empat perusahaan dengan kategori sehat dan tiga perusahaan dengan kategori tidak sehat. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengoptimalkan dan memberdayakan seluruh potensi kekayaannya untuk menghasilkan laba. Hasil penelitian untuk kinerja profitabilitas internal menunjukkan hasil sehat, terdiri dari empat perusahaan dengan kategori sehat dan tiga perusahaan dengan kategori tidak sehat. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengoptimalkan pemanfaatan ekuitas para pemilik untuk menghasilkan laba.
This study is comparative and quantitative study aimed to analyze the financial performance of the oil and gas company listed on the Indonesia Stock Exchange. This study uses four indicators to measure the financial performance, which are very healthy, healthy, unhealthy and very unhealthy. The development of performance indicators refer to Machfoedz’s study (1999) based on Beaver (1966), Zmejewski (1968) and Altman (1968). The company's performance is measured by four factors including liquidity, solvency, total profitability and internal profitability. The data used in this research are secondary data, which are obtained from the 2009 up to 2015 oil and gas company’s financial report. Paired sample t test is used to assess the financial performance indicators.
The results for the liquidity aspect show that the companies have a poor performance. There are three companies which are unhealty and four companies which are very unhealty. Those result indicates that the companies do not have the optimal ability to resolve short-term liabilities. The results for the solvency aspect show that the companies have a good performance. There is one company which is very healthy, five companies are healthy, and one company is unhealthy. Those result show that the companies have an optimal ability to resolve its long-term debt. The results for the total profitability aspect show that the companies have a good performance. There are four companies which are healthy and three companies which are unhealthy. Those result indicates that the companies are able to optimize their potential wealth to generate profits. The results for the internal profitability aspect show the companies have a good performance too. There are four companies which are healthy and three companies which are unhealthy. Those result indicates that the companies are able to optimize their owner’s equity to generate profits.
1296916307B1J012109PENGARUH UMUR TEGAKAN TERHADAP DAYA SERAP KARBONDIOKSIDA (CO2) PADA TEGAKAN PINUS DI KPH BANYUMAS TIMUR Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan gas-gas di atmosfer yang menyebabkan global warming. Karbon dioksida (CO2) memiliki kontribusi lebih dari 55% terhadap kandungan GRK. Hutan menyerap dan menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan dengan ekosistem daratan lain melalui proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur tegakan Pinus merkusii dengan daya serap CO2 dan mengetahui umur tegakan pinus yang optimal dalam menyerap CO2. Penelitian ini dilakukan pada tegakan pinus di KPH Banyumas Timur dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Random Sampling, tegakan pinus dikelompokkan berdasarkan umurnya, yaitu 9 tahun, 33 tahun, 36 tahun dan 39 tahun. Massa karbohidrat pada daun dianalisis menggunakan metode Nelson Samogyi. Analisis data menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan. Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara umur tegakan pinus dengan daya serap CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tegakan pinus berpengaruh terhadap daya serap CO2, dan umur tegakan pinus yang paling optimum dalam menyerap CO2 adalah tegakan pada umur 22,46 tahun dengan rata-rata serapan CO2 sebesar 5,701 ton ha-1 tahun-1.



Greenhouse Gases (GHGs) are gases in the atmosphere that cause global warming. Carbon dioxide (CO2) has contributed more than 55% of the GHG content. Forests absorb and store carbon more than any other terrestrial ecosystem through photosynthesis. This study aims to determine the relationship of age stands of Pinus merkusii with CO2 absorption capacity and determine optimal age of pine stands in absorbing CO2. This research was conducted at the stands of pine in KPH of East Banyumas with purposive random sampling technique, stands of pine grouped by age, ie 9 years, 33 years, 36 years and 39 years. Mass content of carbohydrates in leaves were analyzed using Samogyi Nelson methods. Data were analyzed using ANOVA and further test of Duncan. Regression analysis was performed to determine the relationship between age stands of pine with CO2 absorption. The results showed that the pine stand age affects the absorption of CO2, and the most optimal pine stands in absorbing CO2 is 22,46 years old stands with an average uptake of CO2 by 5,701 tons ha-1 year-1.


1297016296G1A012012Hubungan Resiliensi Dengan Tingkat Depresi Pada Penderita Kanker Payudara Stadium II dan III di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo PurwokertoHUBUNGAN RESILIENSI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA STADIUM II DAN III DI RSUD PROF DR.
MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Desty Ari Sandi1, Hilma Paramita2, Fajar Wahyu Pribadi3
1Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
E-mail: desty_as@rocketmail.com
2Bagian Kesehatan Jiwa di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
3Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

ABSTRAK

Latar Belakang: Kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti masyarakat karena sering menyebabkan kematian. Saat ini, penyakit kanker yang memiliki prevalensi tertinggi adalah kanker payudara. Pada penderita kanker payudara terdapat berbagai respon psikologis salah satunya adalah sering menyebabkan depresi karena diagnosis maupun terapi yang diterima selama sakit. Resiliensi adalah kemampuan individu beradaptasi ketika menghadapi kesulitan dan meminimalkan efek negative yang dapat timbul dari kesulitan tersebut seperti stress, depresi dan kecemasan. Depresi merupakan gangguan psikis yang disertai dengan gangguan tidur, penurunan nafsu makan, konsentrasi dan perhatian.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan tingkat depresi pada penderita kanker payudara stadium II dan III di RSUD.Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Desain Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah 50 orang yang terdiagnosis menderita kanker payudara stadium II dan III di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang dilakukan secara consecutive sampling. Data penelitian didapatkan dari kuesioner dan wawancara.
Hasil: Uji Korelasi Spearman; korelasi antara resiliensi dengan tingkat depresi penderita kanker payudara stadium II dan III menghasilkan p=0.726 dan r=0.001, rerata usia responden adalah 35 tahun dengan CI 95%, responden yang memiliki tingkat resiliensi rendah sebanyak 3 orang (6.0%), 29 orang (58.0%) memiliki tingkat resiliensi sedang, dan 18 orang (36.0%) dengan tingkat resiliensi tinggi. Selain itu didapatkan 26 orang (52.0%) responden dengan depresi ringan, 24 orang (48.0%) dengan depresi sedang, dan tidak ada responden yang memiliki tingkat depresi berat. Terdapat 6% responden yang memiliki tingkat resiliensi rendah dengan tingkat depresi sedang, 16 % dengan tingkat resiliensi sedang dan tingkat depresi ringan, responden yang memiliki tingkat resiliensi sedang dan tingkat depresi sedang sebesar 36%, dan responden dengan tingkat resiliensi tinggi dan tingkat depresi ringan sebesar 42%.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan tingkat depresi pada penderita kanker payudara stadium II dan III, dengan arah korelasi negative dan kekuatan korelasi kuat yaitu semakin tinggi resiliensi semakin rendah tingkat depresi.
Kata Kunci : Resiliensi, Depresi, kanker payudara.

THE CORRELATION OF RESILIENCE WITH DEPRESSION LEVELS IN BREAST CANCER PATIENTS STAGES II AND III AT HOSPITAL MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Desty Ari Sandi1, Hilma Paramita2, Fajar Wahyu Pribadi3
1Medical Faculty of Jenderal Soedirman University.
E-mail:desty_as@rocketmail.com
2Department of Psychiatric Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto
32Department of Pharmacology Medical Faculty of Jenderal Soedirman University
Absract

Introduction: Cancer is a disease that often causes death . Currently , breast cancer has the highest prevalence of cancer. In breast cancer patients there are different psychological response and one of them often led to depression for both diagnosis and treatment received during illness .
Purpose: For knowing the correlation between resilience with depression levels in breast cancer patients stages II and III in hospital dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Study design: Analytic observational with cross sectional study, with 50 respondents who were diagnosed as breast cancer at oncology department at hospital Margono Soekarjo Purwokerto were conducted by consecutive sampling. The research data obtained from the questionnaire and interview.
Result: Spearman correlation; the correlation between resilience with depression levels in breast cancer patients stage II and III resulted p= 0,726 and r = 0.001,
the average age of respondents was 35 years with 95 % CI, respondents who have low level of resilience as much as 3 people (6.0 %), 29 (58.0 %) had a moderate level of resilience, and 18 (36.0 %) with a high degree of resilience. Additionally obtained 26 respondents (52.0 %) with mild depression, 24 (48.0 % ) with moderate depression, and no respondents who have high levels of depression. There are 6% respondents with moderate resilience and moderate level of depression, 16% of moderate resilience with low level of depression, 36% respondents with moderate resilience and moderate depression, and 42% respondents with high resilience and low level of depression.
Conclusion: Resiliensi was significantly associated with Depression levels of breast cancer patients stages II and III, with negative and very strong correlated was the higher resilience the lower level of depression.
Keywords: Resilience, Depression, Breast cancer.

1297116309F1G012056ANALISIS WACANA KRITIS PADA WACANA BERITA TEROR BOM DI THAMRIN JAKARTA DI SITUS BERITA REPUBLIKA DAN TEMPOPenelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis pada Wacana Berita Teror Bom di Thamrin Jakarta di Situs Berita Republika dan Tempo”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola-pola wacana berita teror bom di Thamrin, Jakarta yang digunakan oleh Republika dan Tempo.
Penelitian ini termasuk dalam metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data wacana tulis berupa berita teror bom di Thamrin yang terjadi pada tanggal 14 Januari 2016 yang dilaporkan oleh Republika dan Tempo melalui situs beritanya. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap, dan teknik lanjutannya teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairlough.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Republika dan Tempo memanfaatkan fitur-fitur linguistik berupa pemilihan kosakata, tata bahasa, pemanfaatan struktur fungsi pengalaman, fungsi sintaksis dan fungsi tekstual dalam representasi klausa, kombinasi klausa, dan rangkaian antarkalimat untuk menyatakan keberpihakan dan menyampaikan ideologi dalam praktik wacana.
This research entitled “Critical Discourse Analysis of Thamrin, Jakarta, Bomb Terror Discourse on Republika and Tempo News Site” it purposes to describe discourse patterns of the bomb terror used by Republika and Tempo.
The research use descriptive qualitative method based on the bomb terror news on January 14, 2016 reported by Republika’s and Tempo’s news site. It uses observation technique as based technique. As continuation technique it uses written technique. It also uses Norman Fairlough critical discourse method as analysis data.
Based on the result, known that Republika and Tempo use linguistic features such as diction selection, grammar, experience strucktur using, clause combination, and sentence combination to darify the side choosing and extend the ideology on main discourse.
1297216310A1L012001Pengaruh Macam dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Auksin terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji pengaruh jenis dan konsentrasi auksin terhadap pertumbuhan stek pucuk tanaman nilam (Pagostemon cablin Benth), 2) memperoleh konsentrasi auksin terbaik untuk pertumbuhan stek pucuk tanaman nilam (Pagostemon cablin Benth), 3) memperoleh jenis auksin yang terbaik untuk pertumbuhan stek pucuk tanaman nilam (Pagostemon cablin Benth), 4) memperoleh konsentrasi dan jenis auksin terbaik untuk pertumbuhan stek pucuk tanaman nilam (Pagostemon cablin Benth). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret 2016 sampai dengan Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah macam zat pengatur tumbuh dengan tiga jenis yaitu IAA (Z1), IBA (Z2), dan NAA (Z3). Faktor kedua adalah konsentrasi dengan tiga taraf, yaitu 50 ppm (K1), 75 ppm (K2), dan 100 ppm (K3) serta pembanding yaitu Kontrol (K0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) zat pengatur tumbuh IBA memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan jumlah akar dan bobot akar segar, IAA memberikan pengaruh terhadap jumlah tunas, bobot tunas segar dan bobot tunas kering dan NAA memberikan pengaruh terhadap panjang akar terpanjang. 2) konsentrasi terbaik yaitu konsentrasi 100 ppm memberikan pengaruh pada jumlah akar dan konsentrasi 50 ppm memberikan pengaruh terhadap panjang akar terpanjang. 3) interaksi macam zat pengatur tumbuh dan konsentrasi IBA 100 ppm memberikan pengaruh terhadap jumlah akar dan NAA 50 ppm memberikan pengaruh terhadap panjang akar terpanjang.This study aims to 1) assess the effect of auxin types and concentrations on the growth of shoot cuttings of patchouli (Pagostemon cablin Benth), 2) obtain the best auxin concentration on the growth of shoot cuttings of patchouli (Pagostemon cablin Benth), 3) obtain the best type of auxin for the growth of shoot cuttings of patchouli (Pagostemon cablin Benth), 4) obtain the best concentration and type of auxin for the growth of shoot cuttings of patchouli (Pagostemon cablin Benth). This research was conducted in the village of Limpakuwus, District Contribute, Banyumas in March 2016 to Mey 2016. The study used randomized block design (RBD) with two factors and three replications. The first factor was the types of plant growth regulator auxin, namely the IAA (Z1), IBA (Z2), and NAA (Z3). The second factor was the concentrations at how levels, namely 50 ppm (K1), 75 ppm (K2), 100 ppm (K3) and Control (K0). The results showed that: 1) IBA influenced on the number of roots and root fresh weight, IAA on the number of buds, shoots fresh weight and dry weight of shoots and NAA affected on the length of the longest root. 2) The best concentration was 100 ppm on the amount of roots and 50 ppm on the longest root length. 3) the best combination was IBA 100 ppm on the amount of root and NAA 50 ppm on the length of the longest root.
1297316311D1E012188PENGGUNAAN LIMBAH IKAN TONGKOL YANG DIHIDROLISIS ENZIM BROMELIN DAN POLARD FERMENTASI SEBAGAI PENGGANTI KONSENTRAT TERHADAP KUALITAS EKSTERIOR TELUR AYAM ARABPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan limbah ikan tongkol yang dihidrolisis enzim bromelin dan pollard fermentasi sebagai pengganti konsentrat terhadap kualitas eksterior telur ayam Arab. Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam Arab betina umur 5 bulan yang dipelihara selama dua bulan. Bahan pakan terdiri atas jagung, dedak, limbah ikan tongkol, pollard, limbah cair tahu, Saccharomyces cerevisieae (ragi) dan mineral. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental in vivo dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari tiga ekor ayam. Perlakuan empat macam pakan R0 (menggunakan konsentrat pabrik 36%), R1, R2, dan R3 masing - masing 12%, 24%, dan 36% menggunakan limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan pollard fermentasi. Peubah yang diamati adalah indeks telur dan bobot telur ayam Arab. Data yang diperoleh ditabulasikan dalam tabel tabulasi data kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot telur adalah R0= 40.00794 ± 1.263535g, R1= 39,815 ± 1,494g, R2= 39,331 ± 1,169g, R3= 37,86725 ± 2,8708g. dan Indeks Telur rata-rata adalah R0= 77,093 ± 1,107%, R1= 77,972 ± 1,327%, R2= 77,941 ± 1,908103%, R3= 77,242 ± 0,750% pada setiap perlakuan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan polard fermentasi sebagai pengganti konsentrat berpengaruh tidak nyata ( P > 0,05) terhadap kualitas eksterior telur ayam Arab baik pada bobot dan indeks telur. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan konsentrat dari limbah ikan tongkol dihidrolisis menggunakan bromelin dan pollard fermentasi sebanyak 36% dapat mengganti konsentrat pabrik dalam pakan ayam Arab pada indeks dan bobot telur relatif sama.
Kata kunci: Hidrolisis Ikan Tongkol, Pollard Fermentasi, Kualitas Eksterior Telur, Telur Ayam Arab.
This study aims to assess the effect of using tuna waste which is hydrolyzed with bromelain enzyme and fermented pollard as the concentrate substitute on the outer quality of Arab chicken eggs. The experiment used 60 Arab laying-hens aged 5 month old that had been kept for two months. The feed ingredients consisted of corn, bran, tuna waste, pollard, wastewater, cerevisieae (yeast), and minerals. The study used experimental method by in-vivo which was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications each of which consisted of three chickens. The treatments used were R0 (using factory concentrate 36%), R1, R2, and R3 respectively using 12%, 24%, 36% of tuna waste hydrolyzed by bromelain and fermented pollard. The observerd variables observed were the
the Arab egg indexes and weight. The obtained data were tabulated in tabulation table of data and then analyzed by using an analysis of variance. The results showed that the average of the egg weight was R0= 40,007 ± 1,263g, R1= 39,815 ± 1,494g, R2= 39,331 ± 1,169g, R3= 37,867 ± 2,870g, while that of the egg indeks was R0= 77,0931 ± 1,107%, R1= 77,972 ± 1,327%, R2= 77,941 ± 1,908%, R3 =77,242 ± 0,750%. The analysis of variance test showed that the use of tuna waste hydrolyzed by bromelain and fermented pollard as the concentrate substitute gave insignificant effect ( P > 0,05) on the outer quality of the eggs either in terms of the weight or the index. Based on these results, it can be concluded that the use of tuna waste hydrolyzed by bromelain and fermented pollard 36% can substitute the factories made-concentrate for Arab chicken feed with a relative equal outer quality in terms of their indexes and weight.
Keywords: Hydrolized Tuna, Fermented Pollard, Outer Qualities, Arabic Chicken Egg
1297416294A1C012057KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI PEMBIBITAN LADA (piper ningrum L.) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA DAWUHAN WETAN KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHLada merupakan salah satu komoditas pertanian pada sub sektor perkebunan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari harga komoditas lada yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Potensi pengembangan lada yang cukup cerah banyak menarik minat petani untuk melakukan usahatani lada. Salah satunya dengan melakukan usahatani pembibitan lada. Pendapatan dari usahatani tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani pembibitan lada di Desa Dawuhan Wetan (2) besarnya kontribusi pendapatan usahatani pembibitan lada terhadap pendapatan rumah tangga petani. (3) nilai R/C ratio pada usahatani pembibitan lada. Penelitian dilaksanakan di Desa Dawuhan Wetan , Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan menggunakan metode sensus dalam menentukan responden. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 25 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis finansial meliputi analisis biaya, penerimaan dan pendapatan serta dengan menggunakan analisis R/C ratio dan kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi rata-rata usahatani pembbitan lada selama satu musim tanam sebesar Rp. 5.351.707,50, penerimaan rata-rata sebesar 17.890.800,00 yang diperoleh dari penjualan bibit lada sebanyak 6.807 polybag, dan pendapatan sebesar Rp. 12.539.092,50 dengan pendapatan per bulan yang diperoleh petani sebesar Rp4.179.697,50. Kontribusi pendapatan usahatani pembibitan lada terhadap pendapatan rumah tangga petani lada sebesar 78 persen, dimana usahatani tersebut dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan,. Nilai R/C ratio pada usahatani pembibitan lada sebesar 3,34, sehingga usahatani tersebut memberikan keuntungan dan layak untuk dilanjutkan.Pepper is the one commodity in agricultural sub-sector of plantation that adequatly potential to develop. It can be seen in commodity prices of pepper increase in every years. The developed of peppers can attract the farmers to farming them. One of them are nursery peppers farms. The incomes from nursery peppers farms can gave contribution to household incomes of farmers. The purposes of study are to tell (1) the production cost, the revenue and nursery peppers farm incomes in Dawuhan Wetan Village (2) the amount of contributions in nursery peppers farm incomes through to farmers houshold incomes. (3) The number of ratio (R/C) in nusery peppers farm. This studies at Dawuhan Wetan Village in Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency on May 2016. The methods of study are survey method and census method to find the respondens. The respondens in these study are 25 persons. The analysis method use the financial method that consists of cost analysis, the revenue and incomes, and use ratio analysis (R/C) and cost contributing. The results are the production cost with in nursery peppers farm is Rp 5.351.707,50; the revenues are Rp 17.890.800,00 from 6.807 polybag of seed peppers and the incomes are Rp 12.539.092,50 with incomes by the month of farmers is Rp4.179.697,50. The contribution incomes from nursery peppers farm through the household incomes of farmers are 78 percent, where the nursery peppers farm can reliable to income resources. The number of ratio (R/C) in nursery peppers farm is 3,34 so, nursery peppers farm can gave advantages and properly continued.
1297516312H1L012020PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KANTOR LURAH BANCAR KABUPATEN PURBALINGGA BERBASIS WEBKelurahan Bancar berada di wilayah Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. Dalam menjalankan kewajiban administrasi kependudukan, Kantor Lurah Bancar mengalami kendala dalam melakukan pengelolaan data kependudukan. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan adalah sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat Penyelenggara dan Instansi Pelaksana sebagai satu kesatuan. Dengan menggunakan metode pengembangan software waterfall, sistem ini dikembangkan untuk dapat membantu berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan administrasi kependudukan. Dari hasil pengembangan sistem ini, perangkat desa, warga, pegawai kecamatan, bahkan Ketua RT dan Ketua RW dapat terlibat di dalamnya. Fungsi utama dari sistem ini adalah pengelolaan data kependudukan serta membuat surat pengantar / surat keterangan. Kedua fungsi utama sistem inilah solusi dari kendala yang selama ini dialami dalam administrasi kependudukan.Bancar Village is located in Purbalingga District, Purbalingga Regency. In the line of its duty, this office faced some obstacles for managing data of its citizen. The Population Administration Information System (SIAK) is an information system that exploit information technology and communication for facilitating the population administration management on executor and implementer's institution as an unity. With the flow of using the waterfall method for developing software, this system was developed for helping any side on the population administration problems solution. The result of develop this system is village officer, citizen, district officer, even chief of neighborhood association and chief of neighborhood unity on association can mixed up with them. The main function of this system is to manage the data of citizen and to make the introduction and statement's letter. Both of those main functions are the solution for the obstacles that has been faced in the population administration.
1297616308A1C012025Potensi Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Tanaman Buah
di Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas sebagai daerah otonom memiliki kewenangan menentukan kebijakan pembangunan wilayahnya. Sub sektor tanaman buah di Kabupaten Banyumas memiliki potensi produksi, serta permintaan pasar potensial baik konsumsi buah segar maupun bahan baku industri. Saat ini produksi buah masih tersebar di berbagai kecamatan dan diperlukan upaya penentuan prioritas pengembangan buah berdasarkan potensi wilayah. Berdasarkan uraian tersebut diperlukan penelitian mengenai buah basis di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: 1) Potensi wilayah basis komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka); 2) Pertumbuhan komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka); dan 3) Prioritas pengembangan komoditas buah (pisang, rambutan, durian, salak dan nangka) di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah expost facto, dimana menggunakan data masa lampau yang sudah ada tanpa memberi perlakuan maupun treatment khusus pada variabel yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yakni data produksi buah pada 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas dari tahun 2010 sampai dengan 2015 yang diperoleh dari Dinpertanbunhut dan BPS Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis SLQ, analisis DLQ, analisis Koefisien Lokalita, analisis Koefisien Spesialisasi, analisis Net Shift, analisis Shift and Share, analisis Super Impose, analisis gabungan DLQ-SLQ, analisis gabungan SLQ-PP-PPW, serta analisis Overlay tiga analisis gabungan sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Wilayah basis tertinggi komoditas buah pisang terletak di Kecamatan Jatilawang, rambutan di Kalibagor, durian di Kemranjen, salak di Gumelar, dan nangka di Purwokerto Utara. 2) Pertumbuhan kelima jenis buah di Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa buah pisang, rambutan, dan durian mengalami pertumbuhan progresif sedangkan buah salak dan nangka mengalami pertumbuhan yang lambat; 3) Prioritas pengembangan buah kategori Unggulan Pertama adalah durian di Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh, dan Banyumas sedangkan rambutan di Kedungbanteng. Prioritas pengembangan buah kategori Unggulan Kedua adalah pisang di Kecamatan Purwojati, salak di Gumelar, dan nangka di Kebasen.
Banyumas as an autonomous region has the authority to determine the area of development policy. Fruit crops sub-sector has production potential in Banyumas, and the potential market demand for both consumption of fresh fruit and raw materials industries. Currently the production of fruit was scattered in various districts and efforts are needed to determine the priority development of fruit based on the potential of the region. Based on these description needed research on fruit base in Banyumas. The purpose of this study was to analyze: 1) The potential of the base area of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark); 2) The growth of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark); and 3) Priority development of commodity fruits (banana, rambutan, durian, and jackfruit bark) in Banyumas.
The method used in this research is expost facto, which uses the data of the past that already exists without giving any treatment or special treatment on the variables studied. The data used in this research is secondary data that fruit production data in 27 districts in Banyumas from 2010 to 2015 obtained from BPS and Dinpertanbunhut Banyumas. Analysis of the data used is the analysis of SLQ, analysis DLQ, analysis coefficient lokalita, analysis Coefficient of specialization, analysis Net Shift, analysis Shift and Share, analysis Super Impose, a combined analysis DLQ-SLQ, a combined analysis SLQ-PP-PPW, as well as analysis Overlay three The combined analysis of previous.
The results showed that: 1) The highest base area of bananas is located in Jatilawang, rambutan in Kalibagor, durian in Kemranjen, barking in Gumelar and jackfruit in North Purwokerto. 2) Growth of the five kinds of fruit shows that bananas, rambutan and durian made significant progress in Banyumas, while fruits and jackfruit regionally slower growth; 3) Regional development priorities of various districts in Banyumas as first fruit is durian in Kemranjen, Sumpiuh and Banyumas while rambutans in Kedungbanteng. The second priority of fruit is bananas in Purwojati, barking in Gumelar and jackfruit in Kebasen.
1297716313F1C012081Perempuan Dalam Dunia Maskulin
(Konsep Diri tentang Femininitas melalui Komunikasi AntarPersona pada Mahasiswi Teknik Elektro Universitas Jenderal Soedirman)
Saat ini telah terjadi pergeseran yang pesat terhadap nilai-nilai gender dalam hal ini adalah persepsi “sifat gender” di kalangan Mahasiswi. Terdapat kecenderungan penolakan terhadap pembagian sifat yang pantas disandang oleh jenis kelamin tertentu. Pada dunia pendidikan fenomena tersebut tidak menghalangi Mahasiswi untuk belajar di perguruan tinggi yang mayoritasnya adalah laki-laki (mahasiswa) seperti pada jurusan teknik. Di dalam interaksinya mereka pasti akan mengalami interaksi komunikasi antarpersona terhadap lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanannya. Dan interaksi yang mereka lakukan setiap harinya merupakan perwujudan dari konsep diri yang sudah tertanam pada mereka. Konsep diri ini yang membawa para mahasiswi mengekspresikan dirinya di depan khalayak, khususnya di depan teman-temannya. Akan tetapi penolakan justru mereka dapatkan karena mereka memilih jalur jurusan pendidikan di tempat yang tidak memperdulikan akan penampilan atau sifat feminin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep diri mahasiswi Teknik Elektro di lingkungan kampus Teknik Unsoed setelah mereka beradaptasi dan berinteraksi dengan mayoritas mahasiswa laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik purposive sampling dengan 2 narasumber utama dan 2 narasumber pendukung, dan di teliti melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa pada akhirnya significant others merupakan pihak yang berperan dalam mengubah sikap, pendapat atau perilaku narasumber berdasarkan konsep diri femininitas berupa lemah lembut, kasih sayang, dan bersimpati. Hal tersebut dilakukan dengan cara proses komunikasi antarpersona yang dilakukan secara terus menerus dengan feedback tertentu yang dilakukan di lingkungan Teknik Elektro Unsoed.




Kata kunci : Konsep Diri, Femininitas, Komunikasi Antarpersona
ABSTRACT

Nowadays a rapid shift occurred to gender values in this case is perception of “gender characteristics” among female students. There is a tendency of rejection concerning characteristics classification which appropriate for a specific gender. In education, that phenomenon doesn’t hinder the female student to study at the college where the majority were male (students) in this case is majoring in Engineering. In interaction they must had interpersonal communication interactions toward family and friendship environment. And the interaction that they do every day is a form of self-concept which is already embedded in them. This self-concept bring the female students to expressing themselves in front of public, especially their friends. However, they get rejection because they are choosing department which appearance and feminine characteristics doesn’t matter significantly. This research aim to observing self-concept of Electrical Engineering female student in engineering faculty after they adapting and interacting with majority of male students. This study is a qualitative research that use purposive sampling method with 2 primary and 2 secondary interviewees, and researched through interviews, observation, and documentation.
The results indicated that eventually significant others were the ones who had a role in change attitude , opinions or conduct the source of information based on the concept of self femininitas in the form of gentle , affection , and sympathize .It has to be done by means of processes of interpersonal communication taken all of a continuous with feeds back certain of which are held at the electrical engineering unsoed




Keywords: self-concept, femininity, interpersonal communication
1297816315H1G011034ASPEK REPRODUKSI IKAN MATA BULAN (Megalops Cyprinoides) BETINA DI RAWA BIRU TAMAN NASIONAL WASUR KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUAIkan Mata bulan (Megalops cyprinoides) merupakan salah satu sumberdaya hayati yang terdapat
di perairan Rawa Biru Papua. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Agustus-September
2015. Penelitian menggunakan metode survei, dengan teknik purposive random sampling di 8 stasiun.
Ikan Mata bulan yang diperoleh berjumlah 19 ekor (7 jantan dan 12 betina). Namun hanya ikan mata
bulan betina saja yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan nilai IGS pada bulan Agustus berkisar
0,06-1,51 %, dan bulan September adalah 0,23 %. Nilai IHS bulan Agustus berkisar 0,025-1.46 dan
bulan September adalah 3,03 %. Nilai IVS bulan Agustus berkisar 1,33-93,47%, dan bulan September
adalah 4,38 %. Nilai fekunditas ikan mata bulan betina pada bulan Agustus berkisar 938-2378,4, dan
bulan September adalah 568,42 dan nilai rata-rata perhitungan dimeter telur pada bulan Agustus
berkisar 11,3-24,71 mm, sedangkan bulan September adalah 22,463 mm.
Indo pacific tarpon fish (Megalops cyprinoides) is one of biological resources populates Rawa Biru
Papua waters. A research, conducted for two months of August-september 2015, dealt with reproductive
aspects of the tarpon fish. A survey method applying, purposive random sampling technique at 8
stations. A total number of 19 of indo pacific tarpon fish (Megalops cyprinoides) fish were sampled
consisted of 7 males and 12 females. The results showed that IGS in August ranged 0.06-1.51 % and in
September was 0.23 %. IHS in August ranged 0.025-1.46 and in September was 3.03 %. IVS in August
ranged 1.33-93.47% and in September was 4.38 %. The fecundity in August ranged 938-2378.4 eggs,
and in September was 568.42 eggs. The average diameter eggs in August ranged 11.3-24.71 mm and in
September was 22,463 mm.
1297916314H1G011004ASPEK REPRODUKSI IKAN SUMPIT (Toxotes jaculatrix) BETINA DI RAWA BIRU TAMAN NASIONAL WASUR KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA“Aspek Reproduksi Ikan Sumpit (Toxotes jaculatrix) Betina Di Rawa Biru Taman Nasional
Wasur Kabupaten Merauke Provinsi Papua”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek
reproduksi ikan sumpit betina yang tertangkap di Rawa Biru, Papua. Penelitian dilaksanakan bulan
Agustus-September 2015. Jumlah total ikan sumpit tertangkap sebanyak 28 ekor (10 jantan dan 18
betina). Namun dalam penelitian ini hanya ikan betina yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan nilai
IGS bulan Agusutus berkisar 0,19-2,28% dan bulan September berkisar 0,33-3,26 %. IHS pada bulan
Agustus berkisar 0,41-2,56 % dan bulan September berkisar 0,16-2,04 %. IVS pada bulan Agustus
berkisar 0,98-29,4 % dan bulan September berkisar 0,87-44,86%. Fekunditas bulan Agustus 362,85-2725,12 butir dan bulan September 160,55-2131,92 butir. Rata-rata diameter telur bulan Agustus 8,53-22,213 mm dan bulan September 8,05-32,91 mm.
“Reproductive aspects of female Archer fish (Toxotes jaculatrik) in Rawa Biru Wasur National
Park in Merauke regency of Papua province”. The study dealt with determinating the reproductive
aspects of female fish which caught in the Rawa Biru. This research was conducted in August until
September 2015, sampling only female fish. A total number of the archer fish which was caught is 28
fish were sampled consisted of 10 males and 18 females. The results showed that IGS in August was
0.19 to 2.28% and in September was 0.33 to 3.26 %. IHS in August ranged 0.41 to 2.56 % and in
September ranged 0.16 to 2.04 %. IVS in August ranged 0.98 to 29.4 % and September ranged 0.87 to
44.86 %. Fecundity in August was 362.85 to 2725.45 eggs and in September was 160.55 to 21131.92
eggs. The average diameter of eggs on August was 8.55 to 22.213 mm and in September was 8.05 to
32.91 mm.
1298016316C1A012022FAKTOR-FAKTOR MAKROEKONOMI YANG MEMENGARUHI
TABUNGAN PADA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA
PERIODE 2007-2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel inflasi , nilai tukar, BI rate dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tabungan pada perbankan konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian ini menggunakan data sekunder dan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode time series, dan metode yang digunakan Autoregressive Distributed Lag (ADL) oleh Eviews 6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dengan jeda waktu dan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan jeda waktu memiliki dampak positif dan signifikan terhadap tabungan pada perbankan konvensional, nilai tukar tidak memiliki dampak yang signifikan, dan BI rate memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap tabungan pada perbankan konvensional. Menurut temuan, Produk Domestik Bruto (PDB) dengan jeda waktu adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap tabungan pada perbankan konvensional.
This study aims to know the influence of variable inflation, exchange rate,
BI rate and Gross Domestic Product (GDP) against conventional banking saving.
Based on the research result, this study used secondary data and quantitative
research using time series method, and the method used Autoregressive
Distributed Lag (ADL) by Eviews 6.
The result showed that inflation with time lag and Gross Domestic
Product (GDP) with time lag have a positive and significant impact on
conventional banking saving, exchange rate has no significant impact, and BI rate
has a negative and significant impact against conventional banking saving.
According to the finding, Gross Domestic Product (GDP) with time lag is the
most influential variable to the conventional banking savings.