Home
Login.
Artikelilmiahs
16394
Update
DESI AMBARWATI
NIM
Judul Artikel
JENIS-JENIS TUMBUHAN BAWAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA TEGAKAN JATI DAN PINUS DI RPH KALIRAJUT, KPH BANYUMAS TIMUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hutan mempunyai struktur yang kompleks yang menciptakan suatu lingkungan tertentu, sehingga memungkinkan beranekaragam jenis tumbuhan dapat tumbuh di dalamnya, salah satunya yaitu keanekaragaman jenis tumbuhan bawah. Beberapa jenis tumbuhan bawah diidentifikasi sebagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Penelitian ini dilakukan pada tegakan jati dan pinus di RPH Kalirajut yang merupakan bagian dari wilayah KPH Banyumas Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat pada tegakan jati dan pinus tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dan pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat secara sistematis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kesamaan Komunitas (IS), Indeks Keanekaragaman (H’) dan Indeks Kemerataan Jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INP tertinggi pada tegakan jati ditemukan pada Synedrella nodiflora sebesar 99,25 % dan INP tertinggi pada tegakan pinus pada Imperata cylindrica sebesar 33,63 %. H’ pada tegakan pinus 1,02 dan tegakan jati 0,60 dengan nilai Indeks kesamaan antara keduanya 27,66 %, berarti menunjukkan bahwa jenis yang terdapat pada kedua tempat itu berbeda. Indeks kemerataan jenis pada tegakan jati adalah 0,60 dan tegakan pinus 0,80. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meratanya jumlah individu suatu jenis maka tidak ada jenis yang dominan di tegakan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Forests has a complex structure that creates a particular environment, so that allowing a wide variety of plants can grow on it, one of that is a diversity of undergrowth plants. Some types of undergrowth plants are identified as plants that can be used as a drug. This research is on teak and pine at Kalirajut Forest Management Resort which is part of the East Banyumas Forest Management Unit. The purpose of this research is to determine the types of undergrowth plants whose potential as the drug and to determine whether there are differences in undergrowth plants that potential as a drug in the teak and pine plantation. The method used in this research is survey and sampling using squared plot systematically. The data obtained were calculated using the Important Value Index, Similar Community Index, Diversity Index and Species Evenness Index. The results showed that the highest Important Value Index for teak stands is Synedrella nodiflora (99,25%) and the highest Importance Value Index of pine stands is Imperata cylindrica (33,63%). H’ on teak and pine stands is 1,02 and 0,60 with a value of similarities between the two index 27.66%, that shows that the species found in both places are different. Species evenness index on teak stands and pine stands are 0,60 and 0,80. This shows that the prevalence of the number of individuals of a species then there is no dominant species in the stands.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save