Artikel Ilmiah : H1D008005 a.n. NOVA PRASETYA HARIYADI

Kembali Update Delete

NIMH1D008005
NamamhsNOVA PRASETYA HARIYADI
Judul ArtikelKAJIAN PENANGANAN BANJIR PADA SUNGAI SUMPIUH DESA KARANGGEDANG KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sungai Sumpiuh merupakan salah satu sungai yang mengalir di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Secara periodik terutama pada musim hujan sungai ini mengalami banjir. Pada tahun 2010, pernah terjadi banjir yang menggenangi 100 ha sawah dan 70 KK di desa Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh dengan ketinggian air hampir mencapai 60 cm. Di bagian sisi sungai Sumpiuh didominasi oleh lahan pertanian sehingga pada saat banjir air menggenangi sawah. Hal ini mengakibatkan para petani mengalami kerugian gagal panen. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penanganan banjir sehingga kerugian dapat diminimalisir.
Penelitian ini mengkaji sistem penanganan banjir sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Kabupaten Banyumas. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dengan menggunakan program bantu HEC RAS 4.1. Ruas sungai yang ditinjau sepanjang 2,2 km terutama pada daerah yang mengalami banjir. Kajian ini dilakukan dengan menganalisis kapasitas penampang sungai pada kondisi eksisting dalam mengalirkan debit banjir rencana untuk kala ulang 2 tahun (270,67 m3/d), 10 tahun (418,57m3/d), dan 25 tahun (473,07 m3/d) guna mengetahui penyebab banjir, sehingga dapat ditentukan alternatif penanganan yang perlu diterapkan dalam mitigasi banjir tersebut.
Hasil simulasi menunjukkan terjadinya limpasan pada hampir seluruh ruas sungai yang diakibatkan oleh kapasitas penampang saluran yang kecil. Oleh karena itu, alternatif penanganan yang direkomendasikan adalah normalisasi sungai. Hasil perhitungan pada perencanaan saluran berpenampang tunggal diperoleh kedalaman ( y1) sebesar 5,90 m, lebar dasar saluran ( B1) sebesar 15 m, sedangkan untuk perencanaan saluran berpenampang ganda diperoleh dimensi saluran sebagai berikut: y1 = 1,20 m; y2 = 4,40 m; B1 = 15,00 m; B2,3 = 4,00 m. Kelebihan penggunaan saluran berpenampang ganda bila dibandingkan dengan saluran berpenampang tunggal adalah memiliki kapasitas yang lebih besar. Di samping itu, saluran berpenampang ganda juga memiliki kemiringan dinding yang lebih stabil. Sedangkan kekurangan saluran berpenampang ganda adalah memerlukan lahan yang lebih luas, sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pembebasan lahan. Berdasarkan biaya yang diperlukan, penanganan banjir dengan saluran penampang tunggal diperlukan biaya sebesar Rp 16.449.478.000,00 dan dengan saluran penampang ganda memerlukan biaya sebesar Rp 18.385.765.000,00.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sumpiuh River is one of the rivers that flow in the Sub-District of Sumpiuh, Banyumas. Periodically, especially during the rainy season this river had flooded. In 2010, the floods have occurred over 100 ha of rice fields and 70 households in the village Karanggedang, Sumpiuh District, with water level reached almost 60 cm. At the side of the river is dominated by agricultural land so that when there was a flood, the rice fields become waterlogged. This has resulted in farmers suffered losses to crop failure. Therefore, the required flood management measures so that losses can be minimized.
This study examines flood management system as flood mitigation in Banyumas. In this study performed a simulation using auxiliary program HEC RAS 4.1. River segment that is reviewed along 2,2 km especially in areas experiencing flooding. The study was analyzed the cross river capacity on the existing condition to flow flood discharge plan for 2 year anniversary (270,67 m³/d), 10 years (418,57 m³/d), and 25 years (473,07 m³/d) in order to find out the cause of the flood, so it can be determined that an alternative treatment should be applied in such flood mitigation.
Simulation results show the occurrence of flood in almost all river segments caused by the small capacity of the channel cross section. Therefore, the recommended alternative is the normalization of the river. The results of calculations on a single channel obtained depth ( y1 ) of 5.90 m, width of the channel base ( B1 ) by 15 m, whereas for multiple channel dimensions as follows: y1 = 1,20 m; y2 = 4,40 m; B1 = 15,00 m; B2,3 = 4,00 m. Multiple channel is having a greater capacity when compared with single channel. It also has a more stable slope walls. However, it requires more land, thus requiring substantial costs for land acquisition. Based on the costs, a single channel required a fee of Rp 16,449,478,000.00 and the multiple channel requires a fee of Rp 18,385,765,000.00.
Kata kuncifloods, hydraulic modeling, flood control alternatives
Pembimbing 1Dr. Eng Purwanto Bekti S
Pembimbing 2Suroso, S.T., MSc
Pembimbing 3-
Tahun2013
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.