Artikel Ilmiah : A1G009016 a.n. NINDA EKA SWASTIKA

Kembali Update Delete

NIMA1G009016
NamamhsNINDA EKA SWASTIKA
Judul ArtikelKinerja Usahatani Kedelai Organik dan Anorganik di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemerintah dalam membangun sektor pertanian menetapkan kebijaksanaan, antara lain agar diutamakan penanaman jenis-jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, mempunyai kandungan gizi tinggi, serta mempunyai prospek pemasaran yang baik. Salah satu komoditas pangan yang sedang digalakan penanamannya saat ini adalah kedelai. Desa Kalisari merupakan sentra penghasil tahu yang membutuhkan banyak kedelai dalam pengolahannya. Oleh karena itu dilakukan penanaman kedelai dengan dua perlakuan yaitu secara organik dan anorganik. Varietas yang ditanam ada lima yaitu grobogan, mitani, mutiara, rajabasa, dan slamet. Usahatani kedelai organik baru pernah diusahakan di Desa Kalisari. Usahatani ini diusahakan untuk melihat apakah usahatani tersebut menguntungkan atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kinerja usahatani kedelai organik dan anorganik di Desa Kalisari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usahatani kedelai organik dan anorganik, mengetahui kinerja usahatani kedelai organik dan anorganik di tinjau dari biaya dan pendapatan, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan factor share. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), analisis Break Event Point (BEP) dan analisis factor share.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil usahatani kedelai baik organik maupun anorganik dilihat dari teknik budidayanya. Usahatani kedelai organik tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia, berbeda dengan usahatani kedelai anorganik yang menggunakan pupuk maupun pestisida kimia. Kinerja usahatani menurut analisis biaya dan pendapatan, analisis Break Event Point (BEP) dan juga analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) untuk usahatani kedelai organik yang mengalami kerugian terdapat pada varietas grobogan. Sedangkan usahatani kedelai organik yang mendapatkan keuntungan terdapat pada varietas mitani, mutiara, rajabasa dan slamet. Usahatani kedelai anorganik yang mengalami kerugian terdapat pada varietas grobogan dan mutiara. Sedangkan usahatani kedelai anorganik yang mendapatkan keuntungan terdapat pada varietas mitani, rajabasa dan slamet. Berdasarkan analisis factor share maka lahan, tenaga kerja dan benih merupakan tiga faktor produksi pemberi sumbangan terbesar pada usahatani kedelai organik dan anorganik di Desa Kalisari.
Abtrak (Bhs. Inggris)Goverment in developing the agricultural sector establish policies, among other thing that take precedence planting the kinds of plants that have high economic value, has a high nutrient content, as well as having a good marketing prospects. One of the food comodities that are being promoted today is planting soybeans. Kalisari village is the center of producer of tofu that takes a lot of soy in its processing. Therefore planting soybeans with two treatmens are organic and inorganic. There are five varieties planted are grobogan, mitani, mutiara, rajabasa dan slamet. Organic soybeans farming recently been cultivated in the Kalisari village. This farming are made to see if the farm is profitable or not. This research is done to see the performance of organic and inorganic soybean farming in Kalisari village.
This research aims to determines the profile of soybean farming organic and inorganic, to determine the performance of organic and inorganic soybean farming in terms of cost and income analysis, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), and factor share. This research was conducted in the village Kalisari district Banyumas regency Cilongok. Research method used is the case study method. Analysis tool used is descriptive analysis, cost and revenue analysis, Break Event Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), factor share.
The results showed that the profile of soybean farming both organic and inorganic seen from cultivation techniques. Organic soybean farming does not use chemical fertilizers or pesticides, in contrast to inorganic soybean farming that uses chemical fertilizers and pesticides. Farm performance according to cost and revenue analysis, Break Event Point (BEP) and Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) for organic soybean production losses contained in grobogan varieties. While organic soybean farming benefit are found in mitani, mutiara, rajabasa and slamet varieties. Inorganic soybean losses contained in grobogan and mutiara varieties. While inorganic soybean farming benefit are found in mitani, rajabasa and slamet varieties. Based on the analysis factor share the land, labor and seeds are the three factors of productions the biggest benefactor of the inorganic and organic soybean farming in the village Kalisari.
Kata kunciKinerja, usahatani kedelai, organik dan anorganik
Pembimbing 1Ir. H. Adwi Herry K.E., M.P.
Pembimbing 2Irene Kartika Eka W., S.P., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.