Artikel Ilmiah : G1A009119 a.n. BENZA ASA DICARAKA
| NIM | G1A009119 |
|---|---|
| Namamhs | BENZA ASA DICARAKA |
| Judul Artikel | PERBEDAAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK ANTARA REMAJA DESA DAN KOTA DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang diproduksi oleh kontraksi otot rangka yang akan meningkatkan pengeluaran energi. Tingkat aktivitas fisik rendah atau gaya hidup sedentary menjadi kecenderungan perilaku penduduk dunia saat ini. Hampir separuh dari remaja dan dewasa di Indonesia menganut gaya hidup sedentary. Penelitian mengenai tingkat aktivitas fisik pada remaja di desa dan kota belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal banyak perbedaan antara desa dan kota yang secara tidak langsung mempengaruhi tingkat aktivitas fisik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah studi analitik observasional cross sectional dengan 72 orang remaja sebagai responden. Responden adalah siswa-siswi SMA yang berasal dari 2 sekolah di desa dan 2 sekolah di kota. Masing-masing responden dari sekolah di desa dan kota berjumlah 36 responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner GPAQ. Hasil: Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik paired T-test. Analisis univariat menunjukkan rerata tingkat aktivitas fisik remaja desa 2272,78±3165,26 MET/minggu dan rerata tingkat aktivitas remaja kota 2321,89±2387,91. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota (p=0,249). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Background: Physical activity is movement of the body produced by skeletal muscle contraction that increase energy expenditure. Low levels of physical activity or sedentary behavior is one of the behavioral tendency of the current world population. Nearly half of adolescents and adults in Indonesia adopted sedentary behavior. The research on levels of physical activity in adolescents in rural and urban areas have never done before. Although many differences between rural and urban are indirectly affect the level of physical activity. Objective: The aim of this study is to knowing the different levels of physical activity between rural and urban adolescents at Banyumas Regency. Methods: This study was conducted by using observational analytic cross sectional design with 72 adolescents as respondents. The respondents were high school students derived from 4 high schools of urban and rural area, 2 schools each. Each respondents from school of rural and urban were 36 respondents. Physical activity level was assessed with GPAQ questionnaire. Results: Analysis for the differences of physical activity level was using paired T-test analysis. Univariate analysis showed a mean rate of rural adolescent’s physical activity 2272.78±3165.26 MET/week and a mean rate of urban adolescents’s physical activity 2321.89±2387.91. Bivariate analysis showed no significant differences of physical activity level between rural and urban adolescents (p=0,249). Conclusion: There was no different level of physical activity between rural and urban adolescents at Banyumas Regency. |
| Kata kunci | aktivitas fisik, remaja, desa, kota |
| Pembimbing 1 | dr. Madya Ardi Wicaksono, M.Si |
| Pembimbing 2 | dr. Susiana Candrawati, Sp.KO |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |