Artikel Ilmiah : D1E009013 a.n. SYLVIA INDRIANI

Kembali Update Delete

NIMD1E009013
NamamhsSYLVIA INDRIANI
Judul ArtikelPENGARUH CARA PEMASAKAN TELUR ASIN AYAM NIAGA PETELUR YANG BERBEDA TERHADAP KADAR GARAM DAN KESUKAAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan cara pemasakan telur asin ayam niaga petelur terhadap kadar garam dan kesukaan konsumen. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 3 April sampai dengan 26 April 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 150 butir telur ayam niaga petelur, 2.700 gram garam, 10.800 gram serbuk bata merah dan air secukupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk kadar garam dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk kesukaan (25 panelis agak terlatih) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T1= Pemasakan dengan cara direbus, T2 = Pemasakan dengan cara dikukus, T3= Pemasakan dengan cara dioven, T4= Pemasakan dengan cara direbus + dioven, T5 = Pemasakan dengan cara dikukus + dioven. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemasakan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar garam telur asin dengan cara pemasakan dioven lebih rendah (5,41%) dibandingkan dengan cara pemasakan direbus (8,52%), dikukus (6,59%), direbus + dioven (5,58%), dan dikukus + dioven (7,58%), tetapi berpengaruh tidak nyata (P˃0,05) terhadap kesukaan. Kesimpulan, pemasakan dengan cara dioven menghasilkan kadar garam yang lebih rendah dibandingkan dengan cara pemasakan yang lainnya dan cara pemasakan yang berbeda mempunyai tingkat kesukaan yang relatif sama. Untuk menghasilkan telur asin ayam niaga petelur yang sangat disukai oleh konsumen dan mempunyai kadar garam yang relatif rendah dilakukan pemasakan dengan cara direbus dilanjutkan dengan dioven.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study was aimed to determine the effect of different ways of cooking salted chicken eggs on salinity and consumer preferences. The experiment was carried out from April 03rd to 26th, 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used were 150 chicken eggs, 2.700 grams of salt, 10.800 grams of brick powder and water. The method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) for salinity and Randomized Block Design (RBD) for preference (25 semi-trained panels) with 5 treatments and 5 replicates. The treatments were T1= cooking by boiling, T2= cooking by steaming, T3= cooking by roasting, T4= cooking by boiling + cooking by roasting, T5= cooking by steaming + cooking by roasting. The data were analyzed by analysis of variance followed by Duncant Test. The results showed that different ways of cooking significant by (P<0.05) affected the salinity of salted egg with way of cooking by roasting was lower (5.41%) compared to way of cooking by boiling (8.52%), steaming (6.59%), boiling + roasting (5.58%), and steaming + roasting (7.58%), but the effect was not significant (P˃0.05) on the preference. The conclusion is, way of cooking by roasting produces a lower salinity than the other way of cooking and different ways of cooking have the relative by similar level of preference. To produce commercial salted chicken eggs that are favored by consumers and has a relatively low salinity is recommended cooking by boiling followed by roasting.
Kata kunciTelur asin ayam niaga petelur, direbus, dikukus, dioven, kadar garam, kesukaan
Pembimbing 1Ir. Samsu Wasito, SU
Pembimbing 2Ir. Kusuma Widayaka, M.S
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.