Artikel Ilmiah : D1E009004 a.n. YAYA NURHIDAYAT

Kembali Update Delete

NIMD1E009004
NamamhsYAYA NURHIDAYAT
Judul ArtikelKADAR AIR, KEMASIRAN DAN TEKSTUR TELUR ASIN AYAM NIAGA YANG DIMASAK DENGAN CARA BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan cara pemasakan terhadap kadar air, kemasiran dan tekstur telur asin ayam niaga. Penelitian dilaksanakan tanggal 03 sampai 26 April 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 150 butir telur ayam niaga, 2,7 kg garam, 10,8 kg serbuk batu bata dan air secukupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental untuk kadar air dan tekstur menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, kemasiran dengan pengujian organoleptik (25 panelis agak terlatih). Perlakuan yang diberikan yaitu pemasakan telur asin ayam niaga dengan cara T1= direbus selama 60 menit dengan suhu 100oC, T2 =dikukus selama 60 menit dengan suhu 100oC, T3= dioven selama 60 menit dengan suhu 100oC, T4= direbus selama 30 menit dengan suhu 100oC + dioven selama 30 menit dengan suhu 100oC, T5= dikukus selama 30 menit dengan suhu 100oC + dioven selama 30 menit dengan suhu 100oC. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Duncant New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemasakan yang direbus, kukus, oven, rebus yang dikombinasikan oven dan kukus yang dikombinasikan oven tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, tekstur telur asin ayam niaga, namun memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemasiran. Disimpulkan bahwa cara pemasakan kukus + oven menghasilkan telur asin ayam niaga yang paling masir. Untuk menghasilkan telur asin ayam niaga yang kadar airnya lebih rendah, lebih masir dan lebih kenyal sebaiknya dimasak dengan cara kombinasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study was aimed to evaluate the effect of cooking methods on water content, grittiness, and texture of salted chicken eggs. The experiment was carried out on April 03rd to 26th, 2013 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto. A total of 150 chicken eggs, 2.7 kgs of salt, 10.8 kgs of brick powder and water were used. The experimental conducted using a Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replicates. Grittiness was assesed with organoleptic test (25 semi-trained panels). Treatments given were T1= boiling at 100o C for 60 minutes, T2= steaming at 100o C for 60 minutes, T3= roasting at 100o C for 60 minutes, T4= boiling at 100o C for 30 minutes + roasting by oven at 100o C for 30 minutes, T5= steaming at 100o C for 30 minutes + roasting by oven at 100o C for 30 minutes. Data were analyzed by analysis of variance followed by Duncant New Multiple Range Test (DMRT). Results showed that cooking methods have no significant effects on water content and texture of salted eggs, however cooking methods heve significant effects on grittiness. Cooking salted eggs by boiling at 100o C for 30 minutes followed by roasting at 100o C for 30 minutes produce salted chicken eggs with the most grittiness. Therefore, it is recomended to use combination cooking methods to produce salted chicken eggs.
Kata kunciTelur asin ayam niaga, cara pemasakan, kadar air, kemasiran, tekstur.
Pembimbing 1Ir. Juni Sumarmono, MSc., PhD
Pembimbing 2Ir. Samsu Wasito, SU
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.