Artikel Ilmiah : C1A009081 a.n. NURHASANAH
| NIM | C1A009081 |
|---|---|
| Namamhs | NURHASANAH |
| Judul Artikel | KONTRIBUSI REMITANSI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI DESA DADAP KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini yakni : a) untuk mengetahui pola penggunaan remitansi TKI, b) untuk mengetahui kontribusi remitansi TKI dalam meningkatkan kualitas hidup TKI dan keluarganya, dan c) untuk mengetahui dampak remitansi TKI terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Jumlah responden sebanyak 90 orang TKI purna, adalah TKI yang sudah tidak bekerja di luar negeri atau masa kontrak kerja di luar negeri berakhir. Untuk mencapai tujuan penelitian, analisis data menggunakan tabulasi, uji chi square, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 15 pola penggunaan uang remitansi TKI. Sebagian besar keluarga TKI memperioritaskan penggunaan uang remitansi TKI untuk memenuhi kebutuhan dasar (konsumsi makan, pakaian, rumah) terlebih dahulu. Kebutuhan sosial yang terpenuhi yakni pendidikan, kesehatan, hiburan/rekreasi, dan kegiatan sosial di desa. Hanya 29 persen keluarga TKI yang menggunakan uang remitansi untuk modal usaha. Bentuk usaha antara lain: usaha nelayan, usaha pengolahan ikan, usaha dagang, dan usaha lainnya. Usaha tersebut menyerap tenaga kerja dan menghasilkan pendapatan. Dan, bagi keluarga TKI yang merasa ada perubahan sejahtera setelah menjadi TKI, mengaku mempunyai rumah yang lebih bagus. Implikasi dari penelitian ini adalah; bagi TKI purna atau calon TKI yang ingin bekerja di luar negeri lagi, perlu merencanakan penggunaan uang remitansi dengan keluarganya. Penting diperhatikan pula yakni peningkatan ilmu pengetahuan dan keahlian TKI saat bekerja di luar negeri seperti bahasa, pemikiran, kapital sosial, sehingga saat mereka purna bisa mengajarkan kepada masyarakat di daerah asal (remitansi sosial). Kemudian, perlu pelatihan jiwa kewirausahaan dan akses modal usaha bagi TKI purna agar mereka bisa berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja lokal. Serta, bagi calon TKI yang kesulitan modal untuk biaya keberangkatan, bisa memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) TKI dari pemerintah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The objectives of this study are: a) to determine the pattern of use of migrant labor’s remittance, b) to determine the contribution of migrant labor’s remittance in increasing the quality of life of migrant labors and their families, and c) to determine the impacts of migrant labor remittances on economic activity. The method used was a descriptive survey. The total respondents were 90 people of ex migrant labors, whose migrant labors hadn't worked at aboard or their contracts had expire. To achieve the objectives of study, the analysis of data used tabulation, chi - square test, and t test. The results showed that, there were 15 patterns of migrant labor remittances. Most of the migrant labor's family prioritize to use of money remittance to meet the basic needs (consumption of food, clothing, shelter) in advance. The sosial needs had met education, health, entertainment / recreation, and social activities in the village. Only 29 percent of migrant labor's families, whose used money remittance to venture capital. Their form of businesses were: fishery, fish processing business, trade, and other businesses. The businesses provide employment and generate income. And, for migrant labor's families, whose had no change prosperous after a migrant labor, mostly having a nicer house. The implications of this study are; for ex migrant labors or candidate migrant labors who will work at aboard again, need to plan the use of money remittance with their families. It is also important to note that increasing knowledge and skill migrant labors while working aboard such as, language, ideas, social capital, so ex migrant labors can teach the society in their homeland (social remittances). Then, the entrepreneurial spirit training and access for the venture capital for eks migrant labors, so that they can be self-employed full time and create local jobs vacancues. And, for candidate migrant labors who find difficulties in the capital for the cost of departure, could take advantage of KUR's (Public Credit) migrant labors from government. |
| Kata kunci | Migrant Labors, Remittances, Quality of life |
| Pembimbing 1 | Drs. Goro Binardjo, M.Si |
| Pembimbing 2 | Ratna Setyawati Gunawan, S.E, M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Oke Setiarso, M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |