Artikelilmiahs

Menampilkan 12.541-12.560 dari 49.568 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
125415519E1A009152HUBUNGAN HUKUM ANTARA DOKTER DENGAN PASIEN DALAM TRANSAKSI TERAPEUTIK DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOHubungan antara dokter dengan pasien dalam kegiatan penyembuhan dan pengobatan dikenal dengan istilah Transaksi Terapeutik. Kegiatan dalam transaksi terapeutik atau pelayanan kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter sebagai pemberi pelayanan kesehatan yang didasarkan pada prinsip pemberian pertolongan terhadap pasien sebagai penerima pelayanan kesehatan yang membutuhkan pertolongan.
Perjanjian Terapeutik adalah perjanjian dengan mana pihak yang satu (pasien) menghendaki dari pihak lawannya (dokter), dilakukan pelayanan kesehatan untuk mana ia bersedia membayar upah. Pihak-pihak dalam perjanjian : dokter dan pasien; Essensialia perjanjian : tindakan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif); Causa perjanjian terdapat dalam Informed Consent : dokter memberikan tindakan pelayanan kesehatan dan pasien menghendaki membayar upah. Perikatan dokter digolongkan sebagai “Perikatan Upaya” atau “Perikatan Usaha” atau “Perikatan Ikhtiar” yang didasarkan atas kewajiban berusaha dengan cermat dan penuh “ketegangan” dikenal dengan “Inspanningverbintenis”.
Salah satu transaksi terapeutik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah kegiatan penyembuhan dan pengobatan Tn. SR melalui tindakan operasi bedah tulang yang dilakukan oleh dr. IS, SpOT. Tahap-tahap perjanjian yang harus dilakukan meliputi Pra Contractual yaitu tindakan triage, anamnase, dan terapi untuk mengatasi kegawatdaruratan Tn.SR yang dilakukan oleh dokter jaga; Contractual yaitu pada saat penandatanganan informed consent oleh Tn. SR dilanjutkan tindakan operasi bedah tulang oleh dr. IS, SpOT dan Post Contractual yaitu pemberian edukasi oleh dr. IS, SpOT dan pentaatan aturan medik oleh Tn.SR.
The relationship between doctor and patient in the healing and treatment activities known as Therapeutic Transactions. Transaction activity in the therapeutic or health care includes promotive, preventive, curative, and rehabilitative services performed by physicians as health providers care that is based on the principle of giving relief to patients as health receiver who need help.
Therapeutic agreement is an agreement whereby one party (the patient) wants of their rivals (the doctor), conducted health services for which he is willing to pay the wages. Parties to the agreement: the doctor and the patient; Essensialia agreement: health improvement measures (promotion), disease prevention (preventive), the healing of disease (curative), convalescence (rehabilitative); Causa agreements contained in the Informed Consent: physicians providing health care measures and patient wants to pay wages. Engagement physicians classified as "Engagement Effort" or "Business Engagement" or "Engagement Initiative" which is based on the obligation meticulous and try to "tension" is known as "Inspanningverbintenis".
One of the therapeutic transaction in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto is healing and treatment activities Mr. SR through orthopedic surgery performed by physicians IS, SpOT. The stages include the agreement to do the Pre-Contractual actions triage, anamnase, and therapy to cope with emergencies Mr. SR conducted by the attending physician; Contractual ie at the time of signing the informed consent by Mr. SR orthopedic surgery followed by physicians IS, SpOT and Post Contractual namely the provision of education by physicians IS, SpOT and compliance with the rules of medical by Mr. SR.
125425522H1L008028PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN SAPI DALAM MENGGUNAKAN FRAMEWORK CAKEPHP
(STUDI KASUS BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL SAPI PERAH BATURRADEN)
Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturraden mempunyai tugas melaksanakan pemuliaan, pemeliharaan, produksi dan pemasaran bibit unggul sapi perah. Pelaksanaan tugas dibutuhkan berbagai laporan untuk mengetahui perkembangan sapi perah yang dipelihara oleh BBPTU.Pembuatan laporan di BBPTU masih dilakukan secara manual atau belum terkomputerisasi dengan baik, sehingga diperlukan pembuatan sistem informasi pendataan sapi dalam. Sistem informasi pendataan sapi dalamsangat membantu dalam pembuatan laporan pendataan sapi dalam, selain itu sistem informasi juga dapat membuat kembalifile laporan saat dibutuhkan pada waktu tertentu. Sistem informasi pendataan sapi dalam berbasis webdan didukung adanya framework untuk mempermudah pembuatan sistem informasi pendataan sapi perah.Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturraden has the tasks of breeding, maintenance, production and marketing of seeds of dairy cows. Execution of the various tasks needed to know the progress reports that dairy cows kept by BBPTU. Preparing reports on BBPTU still done manually or computerized properly yet, so necessary manufacturing information system data collection in a cow. System logging information in the cow is very helpful in making the cattle inventory report, but it can also make the information systems re-file the report as required at any given time. Cows in information systems web-based data collection and supported the framework to facilitate the manufacture of dairy information systems data collection.
125435523H1L009050RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PINJAMAN BERGULIR PNPM (PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT) MANDIRI PERKOTAAN
(STUDI KASUS PNPM MANDIRI PERKOTAAN KABUPATEN BANYUMAS)
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Kabupaten Banyumas adalah salah satu program pemerintah yang berupaya dalam penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat tercipta gerakan kemandirian penanggulangan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Banyumas. Salah satu program yang dijalankan PNPM Mandiri Perkotaan adalah program pinjaman bergulir. Program pinjaman bergulir adalah program yang ditujukan kepada masyarakat miskin yang mempunyai usaha atau akan memulai usaha. Selama ini program pinjaman bergulir belum terkomputerisasi dengan baik sedangkan data yang dikelola jumlahnya banyak dan bersifat penting, sehingga dibutuhkan pembuatan sistem informasi pinjaman bergulir. Sistem informasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Pre-Processor (PHP) dan berguna untuk memudahkan pendataan dan pembuatan laporan tentang pinjaman bergulir di Kabupaten Banyumas.Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) in Banyumas Regency is one of the government initiative to reduce public poverty through community empowerment in order to establish an independent action on public poverty overcome and promote a sustainable development in Banyumas Regency. One of the programs that run by municipality PNPM is revolving loan program. This revolving loan is directed to the poor people who have a business or whostart to have a business. So far, this program has not been well computerized, while there are numerous important data. Therefore, it is important to design an information system on revolving loan program at Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) in Banyumas Regency. This information system was built using Hypertext Pre-Processor (PHP). This software is useful in facilitating data collection and writing report on revolving loans in Banyumas Regency.
125445524P2BA09011EFISIENSI FISHWAY IKAN SIDAT (Anguilla bicolor bicolor) PADA BERBAGAI TIPE SUBSTRAT TALANG DAN KEMIRINGANMUSLIH, Program Studi Biologi - Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Efisiensi Fishway Ikan Sidat (Anguilla bicolor bicolor) pada Berbagai Tipe Substrat Talang dan Kemiringan, Pembimbing: Dr. rer. nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si. dan Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA.
Ikan sidat (Anguilla bicolor bicolor) merupakan komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi, tetapi populasinya semakin menurun. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan populasi ikan sidat, antara lain perubahan lingkungan laut, penangkapan ikan berlebihan dan fragmentasi sungai karena pembangunan bendungan. Jika siklus hidup ikan sidat terputus, maka populasi ikan sidat akan terancam.
Dampak buruk keberadaan bendungan terhadap populasi ikan sidat dapat dikurangi dengan membangun fishway (tangga ikan). Desain fishway harus disesuaikan dengan karakteristik biologi dan tingkah laku ikan sidat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain fishway ikan sidat yang efisien, dengan mengkaji pengaruh tipe substrat talang dan kemiringan fishway.
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3 x 2 yang terdiri dari dua faktor untuk mengetahui pengaruh tipe substrat dan kemiringan terhadap efisiensi fishway. Hewan uji dalam penelitian ini adalah elver Anguilla bicolor bicolor dengan panjang rata-rata 17,207±1,753 cm dengan berat 4,476 ± 1,278 g. Elver berasal dari hasil tangkapan pada Sungai Serayu, di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2013 di Laboratorium Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman.
Efisiensi fishway yang dilengkapi substrat berkisar 10%-40%, dan fishway tanpa substrat adalah 0%. Elver yang berhasil melewati fishway rata-rata berukuran panjang 18,944 ± 0,913 cm dan berat 5,913 ± 1,036 g, lebih panjang daripada rata-rata ukuran elver yang diuji. Faktor tipe substrat (P < 0,05) dan kemiringan (P < 0.05) mempengaruhi efisiensi fishway secara mandiri (P interaksi > 0,05). Substrat berupa potongan pipa PVC menghasilkan efisiensi lebih baik daripada substrat daun pisang kering. Fishway dengan kemiringan 25% menghasilkan efisiensi yang lebih baik daripada fishway dengan kemiringan 50%. Substrat talang berupa daun pisang kering dan potongan pipa PVC dapat meningkatkan efisiensi fishway ikan sidat (Anguilla bicolor bicolor).
MUSLIH, Biology Postgraduate Program, Universitas Jenderal Soedirman, Efficiency of Eel (Anguillidae) Fishway with different substrate types and slopes, Supervisors: Dr. rer. nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si. and Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA.
Eel (Anguilla spp.) is an important and high value fisheries commodity, but its population declines globally. There are a number of factors contributing to eel population decline, including changes in marine environment, high level of exploitation, and restricted access to nursery and feeding areas. Limited access to the free upstream passage of eels and elvers could threat eel-life-cycle and lead to eel extinction.
Fishway represents an alternative solution to overcome migration barriers and to restore eel population. Biological criteria should be considered to obtain an efficient design of fishway for eel. The overall aim of this study was to obtain efficient eel fishway by analyzing effects of different substrate types and slopes on fishway efficiency.
Complete randomized factorial design 3 x 2 was employed to evaluate effects of different substrate types and slopes on fishway efficiency. A total of 180 elvers Anguilla bicolor bicolor from Serayu River, Banyumas Regency, was used as experimental unit. This research was conducted on January-February 2013 at Water Resources Utilizatiton Laboratory, Fisheries and Marine Department, Faculty of Science and Technology, Jenderal Soedirman University.
Results showed that fishway efficiency 10-40% for fishway with substrate and 0% for fishway without substrate were detected. The average size of elvers successfully passed the fishway was 18.944±0.913 cm and 5.913±1.036 g, larger than overall size of elvers that used as experimental unit (17.207±1.753 cm, 4.4757 ± 1.2777 g). There were no interaction between substrate type and fishway slope (P>0.05). The cut PVC pipe resulted a better efficiency than dry-banana-leaf substrate and 25% slope results a better efficiency than 50% slope. A better fishway efficiency could be increased by adding substrate to the fishway bottom and lower fishway slope.
125455525P2BA10021KEANEKARAGAMAN RUMPUT LAUT DI PANTAI SAYANG HEULANG DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN BAKUBIOETANOL
Siti Mutripah, Program Studi S2 Ilmu Bologi, Program Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman. Keanekaragaman Rumput Laut di Pantai Sayang Heulangdan Potensinya Sebagai Bahan Baku Bioetanol. Pembimbing: Romanus Edy Prabowo, S.Si., M.Sc., Ph.D dan Dr. Maria Dyah Nur Meinita, S.Pi., M.Sc
Rumput laut merupakan thallophyta yang hidup di daerah intertidal sampai pada kedalaman tertentu, dimana sinar matahari masih dapatmenembus dasar perairan.Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan rumput laut, yaitu sekitar 782 jenis. Namun kekayaan rumput laut di Indonesia belum dimanfaatkan dengan optimal, yaitu hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat-obatan. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemanfaatan rumput laut di negara lain, seperti Norwegia dan Jepang yang telah memanfaatkan rumput laut sebagai bahan makanan, obat-obatan, industri dan bioenergi.
Salah satu pantai di Indonesia yang kaya akan rumput laut adalah Pantai Sayang Heulang yang merupakan salah satu pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seperti kebanyakan rumput laut di Indonesia, rumput laut di pantai ini juga belum dimanfaatkan dengan optimal. Kurang optimalnyaa pemanfaatan rumput laut ini disebabkanjenis, keanekaragaman dan potensi rumput laut di pantai ini belum diketahui sepenuhnya. Sehingga beberapa masyarakat sekitar pantai tersebut hanya memanfaatkan rumput laut dari dua jenis yang mereka ketahui, yaitu Gracillaria coronopifolia dan Sargassum duplicatum
Kurang optimalnya pemanfaatan rumput laut di Pantai Sayang Heulang menyebabkan rumput laut di pantai ini tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tidak berpengaruh besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar pantai. Salah satu contoh pengoptimalan pemanfaatan rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar yang dapat digunakan sebagai pengganti bensin. Produksi bioetanol dari rumput laut dihasilkan melalui dua proses utama, yaitu proses hidrolisis dan fermentasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman rumput laut di Pantai Sayang Heulang serta potensi rumput laut tersebut sebagai bahan baku bioetanol.Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai jenis, keanekaragaman dan potensi rumput laut di pantai Sayang Heulang sebagai bahan baku bioetanol.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa keanekaragaman rumput laut di Pantai Sayang Heulang tergolong ke dalam kriteria sedang. Rumput laut yang ditemukan di pantai ini sebanyak 20 jenis dan terbagi ke dalam tiga divisi, yaitu divisi Rhodophyta sebanyak 9 jenis, divisi Chlorophyta sebanyak 6 jenis dan divisi Phaeophyta sebanyak 5 jenis. Setiap jenis rumput laut yang ditemukan tersebut memiliki potensi sebagai penghasil bioetanol, dimana Rhodimenia palmata merupakan jenis rumput laut yang paling potensial dalam menghasilkan bioetanol, yaitu sebesar 1.73% (g/g). Optimalisasi proses hidrolisis, fermentasi dan pemilihan mikroorganisme yang tepat diperlukan untuk menghasilkan bioetanol yang lebih tinggi.
Siti Mutripah, Biology study program, Graduate Program, Universitas Jenderal Soedirman. Seaweed Diversity in Sayang Heulang Beach and its Potentials as Bioethanol Source. Consultants: Romanus Edy Prabowo, M.Sc., Ph.D and Dr. Maria Dyah Nur Meinita, M.Sc.
Seaweed is Thallophyta living in intertidal areas up to certain depths, where sunlight can still penetrate the bottom waters. Indonesia is a country rich in seaweed, where around 782 species of seaweed were discovered. However, it has not been optimally utilized as it is only used for food and medicine. In contrast, other countries, such as Norway and Japan, has been used seaweed for food and medicine, as well as for industry and bioenergy.
One of the beaches in Indonesia which are rich in seaweed is the Sayang Heulang beach, in Garut Regency, West Java. Unfortunately, like in many other areas in Indonesia, seaweed on this beach is also not optimally utilized due to lack of information on its diversity and potential; for that reason, people around the beach only exploit two species of seaweed they know, namely Gracillaria coronopifolia and Sargassum duplicatum.
The lack of optimum exploitation of seaweed causes it considered as not having a high economic value and having no major effect on increasing the economy of coastal communities. One of ways to optimize the exploitation of seaweed with a high economic value is utilizing seaweed for bioethanol, a type of fuel to substitute gasoline. Bioethanol from seaweed is produced through two main processes, namely the process of hydrolysis and fermentation. The purpose of this study was to determine the seaweed diversity on Sayang Heulang Beach and its potential as raw material for bioethanol. This study is expected to provide information on the types and diversity of the seaweed on the Sayang Heulang beach, as well as its potential for producing bioethanol.
Based on the research findings, the diversity on the Sayang Heulang beach is categorized as moderate. There are twenty (20) types of seaweed in Sayang Heulang Beach, which are classified into three divisions, Rhodophyta (9 types), Chlorophyta (6 types), and Phaeophyta (5 types). Each of the types has the potential to produce bioethanol. Rhodimenia palmata is the most potential for it produces 1.73% (g / g) of bioethanol Optimizing the process of hydrolysis and fermentation, and selecting appropriate microorganisms lead to higher bioethanol production.
125465521H1A009039PENGARUH PENAMBAHAN KARBOKSIMETIL KITOSAN
TERHADAP KARAKTERISTIK SABUN CAIR
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sabun cair dengan zat aditif karboksimetil kitosan (CMCts) yang dibandingkan dengan sabun cair tanpa penambahan CMCts (kontrol). CMCts yang digunakan disintesis dari kulit udang yang dikarakteristik meliputi analisis FTIR, analisis kadar air, analisis kadar abu, penentuan porositas dan penentuan swelling. CMCts yang ditambahkan dibuat dengan konsentrasi 1,5%. Sabun cair yang dihasilkan dikarakteristik secara organoleptik yang meliputi penampakan, kekentalan, aroma, banyak busa, post effect dan penampilan umum sabun cair. Karakteristik CMCts dengan FTIR membuktikan bahwa CMCts hasil sintesis terbentuk dengan adanya serapan IR pada panjang gelombang 3425,58 cm-1 dan 2924,09 cm-1. Uji organoleptik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap lama penyimpanan sabun cair yang meliputi penampakan, kekentalan dan aroma sabun cair.
Kata kunci: Karboksimetil kitosan, sabun cair
The purpose of this research is to make liquid soap with the addition of additives Carboxymethyl chitosan (CMCts) as compared to liquid soap without increase CMCts (control). CMCts who utilized by syntesis of shrimp skin that characterized include FTIR analysis, moisture content analysis, ash content analysis, Porosity and swelling. CMCts are added to the liquid soap created in a concentration of 1,5%. The resulting liquid soap characterized by organoleptic which includes appearance, consistency, aroma, lots of foam, post-effects and general appearance of liquid soap. Characteristics CMCts with FTIR results proved that CMCts synthesis characterized by IR absorption at a wavelength of 3425.58 cm-1 and 2924.09 cm-1. Organoleptic tests give better effect to the long storage of liquid soaps which includes appearance, consistency and scent liquid soap.
125475527A1H009063PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG DARI CANGKANG KAKAOPengolahan produk kakao pada mulanya hanya memanfaatkan bijinya saja akan tetapi, belakangan ini cangkangnya juga bisa dimanfaatkan sebagai arang ataupun briket sehingga nilai ekonomis dari cangkang kakao bisa bertambah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi jenis perekat yaitu molase dan gaplek terhadap kualitas briket arang dari cangkang kakao, mengetahui pengaruh konsentrasi perekat terhadap kualitas briket arang dari cangkang kakao, dan mengetahui pengaruh kombinasi jenis perekat dan konsentrasi perekat terhadap kualitas briket arang dari cangkang kakao. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon dan nilai kalor. Hasil pengujian briket arang cangkang kakao menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon dan nilai kalor. Sedangkan jenis dan konsentrasi perekat tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kalor. Briket arang limbah cangkang kakao terbaik yaitu menggunakan perekat molase dengan konsentrasi 5%.Processing cocoa products usually only use of the seeds, but lately the shell can also be used as charcoal or briquette so that the economics value of cocoa shells can be increased. The purpose of this research is to know the influence variations type of the adhesive to the quality charcoal briquette from cocoa shells, know the effect of the concentration adhesive on quality charcoal briquette from cocoa shells, and know how the combination of adhesive concentration on quality charcoal briquette from cocoa shells. This research uses experimental methods with Complete Random Design consists of 6 combination treatment 4 times repeats. The result of cacao briquette test is exhibiting that types and consentration of adhesive which influences moisture, ash content, volatile matter, fixed carbon and caloric value. The type and consentration of adhesive are not affected for calorific value. The best charcoal briquette cocoa shells is using adhesive molasesses 5%.
125485529P2CC08051PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI DAN KEDISIPLINAN SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI KERJA KARYAWAN (STUDI EMPIRIS PADA PT ASTRA INTERNATIONAL TBK AUTO 2000)
Peningkatan prestasi kerja karyawan akan lebih mudah tercapai apabila sejak awal pimpinan perusahaan memperhatikan motivasi dan kedisiplinan karyawan yang merupakan subyek penting bagi manajemen, prestasi kerja karyawan yang tinggi dan berkualitas memerlukan dukungan sistem kerja dari perusahaan, terutama terkait dengan kepemimpinan perusahaan itu sendiri. Langkah ini akan lebih efektif jika didukung pula oleh karyawan dalam bentuk kedisiplinan dan motivasi kerjanya. Pimpinan yang efektif mempunyai peran strategis dalam sistem kerja perusahaan yang dinamis. Akan tetapi yang terjadi saat ini di PT Astra International Tbk. Auto 2000 belum berjalan secara optimal. Pimpinan lebih banyak berperan sebagai atasan, tanpa mampu berperan sebagai mitra kerja. Akibatnya karyawan merasa bahwa bimbingan yang diberikan pimpinan lebih bersifat formalitas belaka, tanpa adanya upaya untuk memberikan motivasi dalam bekerja.
Berdasarkan kenyataan ini maka penelitian yang berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Kedisiplinan Serta Dampaknya Pada Prestasi Kerja Karyawan (Studi Empiris pada PT Astra International Tbk Auto 2000) ”. bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi kerja dan kedisiplinan kerja serta implikasinya pada prestasi kerja karyawan. Sasaran penelitian ini adalah karyawan PT Astra International Tbk Auto 2000, Jakarta dengan sampel penelitian 120 karyawan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian diketahui kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi intrisik, motivasi ekstrinsik, kedisiplinan dan prestasi kerja karyawan, kepemimpinan transaksional mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi intrisik, motivasi ekstrinsik, kedisiplinan dan prestasi kerja karyawan, kepemimpinan laissez faire mempunyai pengaruh negatif terhadap motivasi intrisik, motivasi ekstrinsik, kedisiplinan dan prestasi kerja karyawan. Hasil lainnya motivasi intrisik mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi kerja karyawan, motivasi ekstrinsik mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi kerja karyawan, dan kedisiplinan mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi kerja karyawan.
Improved employee performance will be more easily achieved if the head of the company since its inception attention to employee motivation and discipline are important subjects for management, high employee performance and quality requires support from the company's systems work, especially related to the leadership of the company itself. This step will be more effective if supported by employees in the form of self-discipline and motivation to work. Effective leaders have a strategic role in a dynamic company working system. But what happened today at PT Astra International Tbk. Auto 2000 have not run optimally. More leadership role as supervisor, without being able to act as a partner. As a result, employees feel that the guidance provided leadership over a mere formality, without any attempt to provide motivation in the work.
Based on this reality, the study, entitled "Effect of Leadership Achievement Motivation and Discipline Against Employee (Empirical Study on PT Astra International Tbk Auto 2000)". aims to analyze the influence of leadership on job motivation and discipline of work and the implications on employee performance. Objectives of this study were employees of PT Astra International Tbk Auto 2000, Jakarta, with a sample of 120 employees. The method of analysis used in this study is multiple linear regression.
Results reveal transformational leadership has a positive effect on intrinsic motivation, extrinsic motivation, discipline and employee performance, transactional leadership has a positive effect on intrinsic motivation, extrinsic motivation, discipline and employee performance, laissez faire leadership has a negative effect on intrinsic motivation, motivation extrinsic, discipline and employee performance. Other results of intrinsic motivation did not have an influence on employee performance, extrinsic motivation has no effect on employees' performance, and discipline have no effect on employee performance.
125495531P2BA11050EFEKTIVITAS TRIPLOIDISASI IKAN NILEM (Osteochilus hasselti Valenciennes 1842) DENGAN KEJUT TEMPERATUR DINGIN 4oC
Penelitian ini melaporkan efektivitas triploidisasi nilem dengan kejut dingin 40 C pada waktu dan lama kejut berbeda. Eksperimen ini menerapkan 10 perlakuan kombinasi waktu kejut (1, 3, atau 5 menit dari waktu fertilisasi) dan lama kejut (15, 20, atau 25 menit) berbeda pada telur nilem terfertilisasi. Variabel yang diamati yaitu fertilitas, daya tetas, abnormalitas larva, sintasan benih, panjang benih dan dimensi sel darah merah (eritrosit) benih. Hasilnya membuktikan bahwa perlakuan triploidisasi kejut dingin ini efektif dari bukti dimensi eritrosit benih perlakuan triploid secara sangat nyata (P<0.01) jauh lebih besar dibanding dimensi eritrosit benih kelompok diploid normal kontrolnya. Dimenis sel darah merah berupa ukuran panjang (major axes), lebar (minor axes), luas dan volume eritrosit. Rerata data fertilitas dan panjang tubuh benih perlakuan triploidisasi kejut dingin terbukti secara sangat nyata (P<0.01) dipengaruhi perlakuan, namun rerata persentase penetasan, persentase abnormalitas larva, dan sintasan tidak secara nyata (P>0.05) dipengaruhi perlakuan kejut dingin. Dengan demikian kejut dingin nilem yang dilaporkan ini siap diterapkan pada bidang akuakultur .This study reports on shark minnow triploidization effectiveness from treatment of 4°C cold shocked at different time and different duration of the shock. This experiment applied 10 treatments of three different duration cold shock 4oC for 15, 20 or 25 minutes of fertilized eggs at three different time : 1, 3 or 5 minutes from fertilization time. Fertilization rate, hatching rate, percentage of larvae abnormalities, larvae and juvenile survival rate, juvenile body length and dimension of erythrocyte were assessed. Results showed that all triploidization treatments were effectively produce triploid juvenile as proven from data of erythrocyte dimension which was highly significant different (P<0.01) among treatment. Erythrocytes dimension composed of the major axes, minor axes, surface area and volume from erythrocytes cell of triploid juvenile group which were much bigger that from the diploid control one. Fertility rate and juvenile body length were highly significant different (P<0.01) among treatments. However, the hatching rate, larvae abnormalities percentage, as well as the juvenile survival rate were no significant (P>0.05) among treatments. This is the first cold shock triploid successful protocol and ready for aquaculture application.
125505533P2CB11017ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA TELEPON RUMAH DI PURWOKERTOREZA RAHMADI HASIBUAN, Program Studi Manajemen-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Anteseden Dan Konsekuensi Kepuasan Pelanggan Pengguna Telepon Rumah Di Purwokerto, Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Suliyanto, SE, MM, anggota: Istiqomah, SE, M.Sc, Ph.D

Kualitas layanan dan kepuasan pelanggan merupakan konsep yang sangat penting bahwa perusahaan harus memahami jika mereka ingin tetap kompetitif dan berkembang. Pelanggan yang merasa puas akan membentuk dasar dari setiap bisnis yang sukses dan mengarah kepada kepuasan pelanggan sehingga akan dapat mengulang pembelian, loyalitas merek, dan word of mouth. Berdasarkan keterbatasan penelitian terdahulu, maka dalam penelitian ini menambahkan variabel persepsi harga, kualitas produk dan kualitas layanan sebagai anteseden kepuasan pelanggan.

Penelitian dilakukan di sektor telekomunikasi yaitu pelanggan pengguna telepon rumah. Jumlah responden 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. cluster random sampling dilakukan untuk menentukan wilayah pelanggan pengguna telepon rumah yang akan dijadikan sampel dan sudah memakai produk tersebut selama 4 tahun. Alat analisis menggunakan stuctural equation modelling dengan program AMOS.18.

Hasil analisis sebagai berikut: nilai variabel persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai p value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kepuasan pelanggan terhadap word of mouth dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel kepuasan pelanggan terhadap intention to stay dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa persepsi harga tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, kualitas produk tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, kualitas layanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap word of mouth dan kepuasan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap intention to stay.
Reza Rahmadi Hasibuan, Management Study Program – Postgraduates Program, University of General Soedirman Purwokerto, Antecedents and Consequences of Customer Satisfaction House Thelephone Users In Purwokerto, Supervising Commitee, Leader: Dr. Suliyanto, SE, MM, Member: Istiqomah, SE, M.Sc, Ph.D

Service quality and customer satisfaction are highly important concept that companies should comprehend if they wish to remain competitive and grow. Satisfied customers will developt a foundation for every successful business and leads to customer satisfaction so they will be able to repeat purchasing, have a brand loyality and word of mouth. Based on the limitations of previous research, this study adds the variable perception of price, quality of product and quality service as antecedents of customer satisfaction.

Research was made at the telecommunications sector that is customers using house telephone. Number of respondents 100 people. Sampling was done in cluster random sampling. cluster random sampling was conducted to determine customer region home phone users to be sampled and have been using the product for 4 years. Analysis tools applies stuctural equation modeling with program AMOS.18.

Results of the analysis as follows: price perception variable value toward customer satisfaction with the p-value is higher than the value of the lowest average. The value of product quality variable to customer satisfaction have p- value that greater than the value of the lowest average. The value of the variable service quality to customer satisfaction with the p-value is smaller than the lowest average value. Customer satisfaction variable values to word of mouth, with p- value less than the lowest average value. Variable values customer satisfaction toward intention to stay with the p value is smaller than the lowest average value.

From the result of analysis, it can be concluded that the price does not affect the perception of customer satisfaction, product quality has no influence on customer satisfaction, service quality affects customer satisfaction, customer satisfaction affect customer's word of mouth and satisfaction have a significant effect on the intention to stay.
125515535D1E009090PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val) DAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT HATI, PANKREAS DAN EMPEDU BROILERPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian kunyit (Curcuma domestica Val) dan sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dalam pakan terhadap bobot hati, pankreas dan empedu broiler. Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sebanyak 80 ekor dengan strain Loghman “platinum” dari CV Multibreeder 202 dan bahan pakan dedak, jagung, bungkil kedele, tepung ikan, CaCo3, minyak sayur, tepung kunyit dan sambiloto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang 5 kali dan setiap 1 unit perlakuan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan R0 = Pakan Basal, R1 = Pakan Basal + 0,5% Tepung kunyit dan 0,5% tepung sambiloto, R2 = Pakan Basal + 1% Tepung kunyit dan 1% tepung sambiloto, R3 = Pakan Basal + 1,5% Tepung kunyit dan 1,5% tepung sambiloto. Peubah respon yang diamati adalah bobot hati, pankreas dan empedu. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung kunyit dan sambiloto berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap bobot hati, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap bobot pankreas dan empedu broiler. Rataan bobot hati R0 = 30,98 gram, R1 = 23,00 gram, R2 = 30,98 gram, R3 = 15,90 gram. Rataan bobot pankreas R0 = 3,56 gram, R1 = 3,18 gram, R2 = 3,76 gram, R3 = 2,74 gram . Rataan bobot empedu R0 = 1,84 gram, R1 = 1,72 gram, R2 = 1,68 gram, R3 = 1,56 gram. Kesimpulan bahwa penambahan tepung kunyit 1% dan sambiloto 1% dalam pakan ayam memberikan bobot hati yang baik, sedangkan bobot pankreas dan empedu masih relatif sama.This research aims to evaluating the influence of the provision of turmeric ( Curcuma domestica Val ) and sambiloto ( Andrographis paniculata Nees ) flour in ration on the liver weight, pancreas and bile of broiler . The materials were 80 DOC of broiler’s loghman “platinum” from CV Multibreeder 202 and ration ingredients bran, corn, soybean oilcake, CaCo3, vegetable oil, turmerik powder and sambiloto. The Experimental design used was Completely Randomsed Design (CRD) with 4 treatments, each treatment was repeated 5 times and every 1 unit treatment consisted of 4 chickens. Treatments of R0= Basal feed, R1= Basal feed + 0.5% turmeric and 0.5 sambiloto, R2= Basal feed + 1% turmeric and 1% sambiloto, and R3= Basal feed + 1.5% Turmeric, and 1.5% Sambiloto. There were 5 replication for each treatment. The measured variables were the liver weight, pancreas and bile. The data were analyzed by analysis of variance followed by honestly difference test. The results showed that the addition of turmeric and sambiloto flour significantly (P<0.05) on the weight of liver, but the effect was not significant (P>0.05) on the weight of pancreas and bile a broiler’s. The average weight of liver R0 30,98 gram, R1 23,00 gram, R2 30,98 gram, R3 15,90 gram. The average weight of pancreas R0 3,56 gram, R1 3,18 gram, R2 3,76 gram, R3 2,74 gram. The average weight of bile R0 1,84 gram, R1 1,72 gram, R2 1,68 gram, R3 1,56 gram. Conclusion that conclusion that the addition of 1% turmeric powder and sambiloto 1% in ration broilers give weight a kind liver, whereas the weight of pancreas and bile are still the same.
125525536G1A008006HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KADAR MALONDIALDEHID PADA PENDERITA THALASEMIA DI RSUD BANYUMAS
Pemberian transfusi darah terus menerus pada penderita thalasemia menyebabkan pembentukan radikal bebas, sehingga terjadi peningkatan stress oksdatif dan pembentukan malondialdehid akibat peningkatan peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama waktu menderita dengan peningkatan kadar malondialdehid pada penderita Thalassemia di RSUD Banyumas. Penelitian menggunakan desain analitik observational cross-sectional. Pada bulan april 2013 Penelitian dilakukan di RSUD Banyumas pada ruang perawatan khusus penderita Thalasemia. Sampel yang diambil oleh penderita thalasemia di RSUD Banyumas yang berjumlah 35 subjek, dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Rerata lama menderita thalasemia pada penelitian ini diperoleh 7,88 ± 3,43 tahun, sedangkan rerat kadar malondialdehid sebersar 2,56 ± 0,62 µmol/l. Hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai r = 0,351 (p = 0,039) yang berarti ada hubungan antara lama menderita dengan kadar malondialdehid pada penderita Thalasemia di RSUD Banyumas. Kesimpulan penelitian adalah semakin lama menderita, kadar malondialdehid semakin meningkat. Giving continuous blood transfusions in thalassemia patients caused formation of free radical, resulting in the formation of stress oksdatif and malondialdehyde lipid because peroxidation increased. The Purpose of this study To know the Correlation between Duration of Thalassemia with Malondialdehid level in Thalassemia patient at RSUD Banyumas. This research used analitic observational cross-sectional design on april 2013. Research was conducted in Banyumas District Hospital at Thalassemia patients a special treatment room. The samples taken thalassemia patients at Banyumas District Hospital totaled 35 subjects by using consecutive sampling technique. The average of duration of thalassemia in this research was 7,88 ± 3,43 years, while the malondialdehyde level was 2,56 ± 0,62 µmol/l. The pearson correlation test result was r = 0,351 (p = 0,039) which means there is correlation betwenn the onset thalassemia with malondialdehyde levels in Thalassemia patient at Banyumas District Hospital. In Conclusion, the longer suffering of Thallasemia, the higher malondialdehyde levels.
125535469H1A008016KARAKTERISTIK MEMBRAN DARI KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) DAN APLIKASINYA SEBAGAI MEMBRAN DIALISIS ENZIM AMILASE DARI Bacillus amyloliquefaciensPemanfaatan kulit nanas (Ananas comosus L. Merr) yaitu dengan mengolahnya menjadi nata. Nata de pina skin dibuat dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Nata de pina skin yang dihasilkan digunakan sebagai membran dialisis enzim amilase dari Bacillus amyloliquefaciens. Karakteristik membran nata de pina skin ditentukan berdasarkan nilai fluks, rejeksi, dan kekuatan tarik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai fluks, rejeksi, dan kekuatan tarik secara berturut-turut yaitu sebesar 5,1095 L/m2.jam; 36,76%; 39,7688 N. Hasil uji aktivitas diperoleh aktivitas enzim amilase sebesar 3,615 U/mL. Berdasarkan hasil uji aktivitas tersebut, membran nata de pina skin dapat digunakan sebagai membran dialisis enzim amilase dari Bacillus amyloliquefaciens.The utilization of pineapple skin (Ananas comosus L. Merr) is to process them into nata. Nata de pina skin was made with the help of bacteria Acetobacter xylinum. Nata de pina skin was used as dialysis membrane of amylase enzyme from Bacillus amyloliquefaciens. The characteristics of nata de pina skin membrane are determined by the value of flux, rejection, and tensile strength. Based on the results obtained flux values, rejection, and tensile strength were 5.1095 L/m2.hour; 36.76%; 39.7688 N, respectively. The activity test showed that the activity of amylase enzyme at the amount of 3.615 U/mL. Based on the results, the membrane of nata de pina skin can be used as a membrane dialysis of amylase enzyme from Bacillus amyloliquefaciens.
125545538H1C009037ANALISIS UNJUK KERJA AIR INTERFACE JARINGAN SENSOR NIRKABEL (JSN) BERBASIS MODUL XBEE SERIES 1 DENGAN PROTOKOL ZIGBEE
(IEEE 802.15.4)
Wireless Sensor Network (WSN) merupakan jaringan nirkabel yang terdiri dari beberapa sensor node yang diletakkan pada tempat yang berbeda-beda untuk memonitoring kondisi suatu plan dan lazimnya menggunakan protokol Zigbee yang berbasiskan pada standar IEEE 802.15.4. Protokol Zigbee ini dikhususkan untuk jaringan sensor. Salah satu aplikasi yang menggunakan protokol Zigbee adalah modul RF XBee. Kecepatan komunikasi maksimal zigbee adalah 250 kpbs, ini merupakan laju data yang rendah. Dari persamaan Shannon, C = B log2 (1+SNR) jelas bahwa, Signal to Noise to Ratio sangatlah penting dalam transmisi data digital karena menentukan batas atas kecepatan data yang dapat dicapai.
Untuk itu penelitian kali ini akan dilakukan beberapa pengukuran yang dapat menunjukkan kinerja air interface dari Xbee yang menggunakan protokol Zigbee (IEEE 802.15.4). Metode yang digunakan yaitu dengan model perbandingan, skenario 1 menggunakan 1 buah Tx dan 1 buah Rx, sedangkan skenario 2 menggunakan 1 buah Rx dan 2 buah Tx (sebagai interferensi), untuk melihat pengaruh interferensi terhadap packet loss. Hasil yang didapatkan adalah pada RSSI -73 dBm mulai muncul error atau packet yang hilang untuk kedua skenario, baik tanpa interferensi maupun adanya interferensi.
Wireless Sensor Network (WSN) is a wireless network that consists of multiple sensor nodes placed at different places to monitor the condition of a plan and usually use the ZigBee protocol based on IEEE 802.15.4 standard. Zigbee protocol is devoted to sensor networks. One of the applications that use the ZigBee protocol is the XBee RF module. ZigBee maximum communication speed is 250 kpbs, this is a low data rate. From Shannon equation, C = B log2 (1 + SNR) it is clear that, Signal to Noise Ratio is critical to the transmission of digital data for determining the upper limit of the data rate that can be achieved.
This research will be done some measurements that can demonstrate the performance of the air interface protocol that uses the XBee Zigbee (IEEE 802.15.4). The method used is compare of two models, a scenario using 1 piece 1 Tx and 1 Rx, while scenario 2 using 1 piece of Rx and 2 Tx (as interference), to see the effect of interference on packet loss. Results obtained are in RSSI - 73 dBm began appearing error or packet loss for both scenarios, both without interference or interference.
125555881E1A008115PENGISIAN KEKOSONGAN JABATAN WAKIL KEPALA DAERAH BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 (Studi Pengisian Jabatan Wakil Bupati Garut Sisa Masa Jabatan 2009 – 2014)Eksistensi calon independen dalam pemilihan kepala daerah adalah hal baru dalam sistem pemilihan umum RI, khususnya pemilihan kepala daerah (pilkada). Akses perorangan untuk dapat dipilih sebagai kepala daerah tanpa melalui jalur partai politik. Sebelum amandemen oleh Mahkamah Konstitusi, Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 memang mengharuskan pasangan calon kepala daerah hanya bisa diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Akan tetapi, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 5/PUU-V/2007 pada tanggal 23 Juli 2007 membolehkan pasangan independen untuk ikut serta dalam pilkada.
Melanjutkan putusan MK tersebut pemerintah melalui Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 melakukan perubahan atas Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004. Dalam UU tersebut juga diatur mengenai ketentuan pengisian jabatan wakil kepala daerah yang menggantikan kepala daerah yang diberhentikan secara tetap, pengisian jabatan wakil kepala daerah yang berhenti atau diberhentikan, dan agenda untuk mengintegrasikan penyelenggaraan Pilkada dengan Pemilihan Umum (Pemilu), sehingga pada saatnya nanti penyelenggaraan Pemilu tidak saja memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, serta Presiden dan Wakil Presiden tetapi juga memilih Kepala dan Wakil Kepala Daerah.
Pilkada yang diikuti oleh pasangan independen baru dimulai pada tahun 2008. calon yang benar-benar independen dan tidak bergantung pada organisasi keanggotannya apapun1. Meski begitu hal ini bukan tanpa masalah, realitas dalam pelaksanaan pilkada di Indonesia sampai saat ini tetap menunjukan bahwa calon independen belum bisa berbuat banyak meski tetap ada di daerah-daerah pemilihan tertentu yang dimenangkan oleh pasangan calon independen, seperti pilkada di Garut.
Pada dasarnya prosedur pengisian jabatan wakil kepala daerah yang kosong telah diatur dalam Undang -Undang Nomor 32 Tahun 2004. Namun dalam Pasal 35 ayat (2) Undang -Undang Nomor 32 Tahun 2004, prosedur tersebut dilaksanakan jika sisa masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bersangkutan lebih dari 18 (delapan belas) bulan. Melihat ketentuan tersebut maka dapat diartikan bahwa jabatan wakil kepala daerah yang kosong karena diangkat menjadi kepala daerah, berhenti atau diberhentikan yang sisa masa jabatannya kurang dari atau tepat 18 bulan akan dibiarkan kosong. Dengan adanya perubahan ini, maka kekosongan jabatan wakil kepala daerah dengan prosedur yang demikian itu menjadi jelas, karena prosedur itu dijalankan apabila sisa masa jabatan yang harus dijalankan adalah 18 bulan atau lebih. Prosedur ini dapat ditemukan dalam Pasal 26 Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008.
Fenomena pemilukada yang melibatkan pasangan independen seperti pemilukada tahun 2009 yang terjadi di Garut dimana pasangan Aceng HM Fikri dan Dicky Chandra memenangkan pemilukada saat itu. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini melaksanakan tugasnya dengan baik selama kurun waktu 2 tahun. Pada bulan September 2011, Wakil Bupati Dicky Chandra mengajukan surat pengunduran diri, Dicky mengaku tidak mampu lagi membangun sinergi dengan pimpinan daerah lainnya (bupati). Pengunduran diri Dicky Chandra telah dikabulkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 132.32-829 Tahun 2011 Serah terima SK dilakukan pada hari Senin, 5 Desember 2011 di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat Gedung Sate, Bandung. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan SK pengunduran kepada Dicky Chandra, di ruang rapat utama Gedung Sate.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 49 tahun 2008 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pengesahan Pemberhentian Pasangan Kepala Daerah, apabila terjadi kekosongan wakil kepala daerah yang sisa masa jabatannya mencapai 18 bulan, kepala daerah atau bupati dapat mengusulkan 2 nama calon penggantinya.
Oleh karena itu, Bupati Garut mencari pengganti Dicky Chandra hingga terpilihlah dua orang bakal calon. Agus Hamdani dan Usep Zaenal, merupakan dua orang bakal calon wakil bupati yang diusulkan bupati Garut, Aceng HM Fikri kepada pihak DPRD Garut. Pada pemilihan wakil bupati Garut oleh DPRD Garut, Agus Hamdani yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpilih menjadi wakil bupati setelah mengalahkan Usep sebagai calon independen melalui voting di DPRD Garut. Agus Hamdani meraih 42 suara. Sementara calon lainnya, Usep Zaenal Arifin hanya mendapatkan enam suara. Dua suara menyatakan abstain. Pada tanggal 12 Juni 2012, H. Agus Hamdani GS, S.Pdi diangkat, dilantik dan disumpah menjadi Wakil Bupati Garut oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk sisa masa Jabatan 2009- 2014.
The existence of an independent candidate in local elections is nothing new in the electoral system of the Republic of Indonesia, particularly local elections (elections). Access by individuals to be selected as the regional head not through political parties. Prior to amendment by the Constitutional Court Act - Act No. 32 of 2004 and Government Regulation No. 6 of 2005 does require regional head candidates can only be nominated by a political party or coalition of political parties. However, after the Constitutional Court Decision No. 5/PUU-V/2007 on July 23, 2007 to allow an independent partner to participate in the elections.
Continuing the Constitutional Court's decision, the government through the Act - Act No. 12 of 2008 to change the Constitution - Act No. 32 of 2004. The law also regulates the charging provisions of the regional office of the deputy chief officer who replaces dismissed permanently, filling the post of deputy head quit or were laid off, and holding elections agenda to integrate with the General Election (Election), so that in time the administration of elections not only choose candidates for DPR, DPD, Provincial and Regency / City, as well as the President and Vice President but also choose the Head and Deputy Head.
Elections were followed by a pair of new independent start in 2008. candidate who is completely independent and does not rely on apapun1 membership organization. Even so it is not without problems, the reality of the implementation of elections in Indonesia to date indicates that remained independent candidate could not do much but still exist in certain electoral districts that were won by independent candidates, such as elections in Garut.
Basically the post of deputy head of the charging procedure blank area has been regulated in Law Number 32 Year 2004. However, in Article 35 paragraph (2) of Law No. 32 of 2004, the procedure was carried out if the remaining term of the head and deputy head of the relevant area of ​​more than 18 (eighteen) months. Seeing these provisions, it means that the post of deputy head of the blank area as appointed regional head, quit or were laid off from the rest of his term or less exactly 18 months will be left blank. With this change, the vacant position of deputy head of the region with such a procedure it became clear, as the procedure is executed when the remainder of the term which should be run is 18 months or more. This procedure can be found in Article 26 of Act - Act No. 12 of 2008.
Phenomenon involving a pair of independent election as the election of 2009 that occurred in Garut where couples HM Fikri and Dicky Chandra won the election at that time. Regent and Vice Regent couples perform their duties well during the period of 2 years. In September 2011, the Deputy Regent Dicky Chandra filed a letter of resignation, Dick pleaded not afford anymore to build synergies with other regional leaders (regent). Dicky Chandra's resignation has been granted the Minister of the Interior (Interior Minister) Gamawan Fauzi by Decree (Decree) No. 132.32-829 In 2011 handover SK conducted on Monday, December 5, 2011 in the Office of the Provincial Government of West Java Gedung Sate, Bandung. West Java Governor Ahmad Heryawan SK submit resignation to Dicky Chandra, in the main meeting room Gedung Sate.
Based on Government Regulation no. 49 of 2008 on the Election, Appointment and Dismissal Endorsement Regional Head Couple, deputy head of the void in the event that the rest of the region reached 18 months of his term, the head of regional or district can nominate two candidates for his replacement.
Therefore, Garut Regent Dicky Chandra to find a replacement for the two candidates elected. Hamdani and Usep Agus Zaenal, are two candidates proposed deputy regent of Garut regent, HM Fikri told the parliament Garut. At the election by parliament deputy regent of Garut Garut, Agus Hamdani that carried the United Development Party (PPP) was elected as vice-regent after defeating Usep as an independent candidate through a vote in parliament Garut. Agus Hamdani won 42 votes. While other candidates, Usep Zaenal Arifin only get six votes. Two votes abstained. On June 12, 2012, H. Agus Hamdani GS, S.Pdi appointed, sworn, and sworn in as Vice-Regent of Garut West Java Governor Ahmad Heryawan for the remainder of the Occupation from 2009 to 2014.
125565540H1L008001sistem informasi manajemen permata aerobic dan fitness dengan fitur kalkulator kesehatan berbasis web ( studi kasus permata aerobic dan fitness purwokerto )Permata Aerobic dan Fitness adalah suatu bidang usaha yang bergerak dibidang penyedia jasa layanan kesehatan seperti aerobic dan fitness. Didalam setiap bidang usaha memiliki aktivitas manajemen, begitu pula dengan Permata Aerobic dan Fitness. Pada Permata Aerobic dan Fitness pengolahan dan proses management data dilakukan secara manual. Banyaknya jumlah data yang diolah dan prosedur pencatatan yang harus dilakukan, membuat banyak terjadi kesalahan pembukuan sehingga mempersulit dan memperlama proses pembuatan laporan. sehingga mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan kepada anggota, sehingga kendala tersebut mengurangi intensitas kedatangan anggota sehingga berimbas pada penurunan keuntungan. Untuk menghadapi permasalahan tersebut Permata Aerobic dan Fitness membutuhkan sistem informasi yang dapat mengolah dan mengatur data sehingga menghasilkan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses management selanjutnya. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem informasi berbasi website menggunakan PHP dan MySQL sebagai DBMS. Selain daripada sistem informasi manajemen SIMPERMATA mempunyai website company profile, sebagai media promo. Dalam website companny profile pengunjung dapat memperoleh informasi kesehatan, jadwal latihan, dan dapat menggunakan kalkulator kesehatan. SIMPERMATA yang dibuat oleh penulis dirancang untuk mengolah data anggota, transaksi, pengeluaran serta data pendukung lainnya sehingga menghasilkan laporan. Dengan adanya SIMPERMATA pengguna tidak lagi merasa kesulitan untuk mengolah dan mengatur data untuk dijadikan informasi berupa laporanPermata Aerobic and Fitness is an business engaged in health care providers such as aerobics and fitness. Every business has a management activities, as well as Permata Aerobic and Fitness. The processing and management of data in Permata Aerobic and Fitness is manually. Lots of data must be processed and recorded, make frequently errors of entry data. So that condition make preparing reports to be difficult and long. Indirectly reduce the service quality for the members, the constraints reduce the intensity of members arrival, that condition resulted the decrease in profits. To deal with these problems Permata Aerobic and Fitness needs information management system that can process and organize data, that information management system can produce information that can be used in other management process. In this reaserch has been built web based information management system, it use PHP and MySQL as DBMS. Than information management system, SIMPERMATA have website company profile as a media promo. Guest of SIMPERMATA website can obtain health information, schedule, and can be used as health calculator. SIMPERMATA has made by the authors is designed to process data members, accounting, and other supporting data to produce some reports. With the SIMPERMATA employee not anymore find it difficult to process and organize data to be information in the form of reports.
125575542H1L008006RANCANG BANGUN APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS ANDROIDAsuhan keperawatan merupakan seluruh rangkaian proses keperawatan yang diberikan kepada pasien secara berkesinambungan dengan tindakan keperawatan yang dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dalam usaha memperbaiki ataupun memelihara derajat kesehatan yang optimal. Asuhan keperawatan yang baik harus terstruktur dan berkesinambungan sehingga mempermudah dalam pelaksanaan penanganan terhadap pasien. Dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan terkadang perawat kurang cermat dalam melakukan tindakan karena adanya kelalaian dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Sehingga perlu adanya membuat sebuah aplikasi rekam data yang mengelola proses asuhan keperawatan.
Hasil penelitian ini membuat aplikasi untuk membuat rekam data asuhan keperawatan pasien yang berbasis android. Aplikasi ini dapat membantu perawat dalam melaksanakan tugas asuhan keperawatan dengan efektif dan efisien karena terdapat data-data asuhan keperawatan yang lengkap sesuai dengan NANDA NIC NOC. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java, basis data aplikasi menggunakan SQLite dan model pengembangan UML.
Nursing care is a whole series of processes that are given to patients continuously with nursing actions that started from assessment to evaluation in improving or maintaining optimal health status. Good nursing care should be structured and so that simplify the implementation of continuously management of the patient. In the act of nursing care nurses sometimes less careful in taking action because of the failure to implement nursing care. So it is necessary to create an application that manages data record nursing care process.
The results of this study create an application to create a data record patient nursing care based on Android. This application can assist nurses in nursing care duties effectively and efficiently because the data are complete nursing care in accordance with NANDA NIC NOC. The application is built using the Java programming language, database application development using SQLite and UML models.
125585543H1F007020GEOLOGI DAN STUDI SEDIMENTASI SATUAN BATUPASIR PADA FORMASI KALIBIUK DAERAH KARANGANYAR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH Lokasi penelitian berada di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga- Jawa Tengah. Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan batuan berdasarkan satuan batuan tidak resmi. Urutan dari satuan batuan yang berumur dari tua ke muda yaitu Satuan Batulempung berumur Pliosen Awal yang diendapkan dilingkungan neritik tengah. Menindih diatasnya Satuan Batupasir berumur Pliosen Awal – Pliosen Akhir yang diendapkan secara selaras di atas Satuan Batulempung pada lingkungan neritik tepi – neritik tengah serta di endapkan secara tidak selaras Satuan Breksi berumur Pleistosen pada lingkungan pengendapan transisi. Hasil studi disimpulkan bahwa terjadi pendangkalan pada Satuan Batupasir daerah penelitian yang dibuktikan pada Kolom stratigrafi detil bagian bawah yang diendapkan pada daerah shelf serta Kolom bagian atas diendapkan pada daerah shoreface.
This Study is located in the District of Karanganyar, Purbalingga, Central Java. The stratigraphy of this study is divided into three rock units based on unofficial lithologies. Sequence of lithologies age from young to old age is Early Pliocene mudstone units deposited within the middle neritic. Rest on top of old Sandstone Unit Early Pliocene - Late Pliocene precipitated aligned above the claystone unit inner neritic - middle neritic. Deposited are not aligned Breccia Unit Pleistocene transition in the depositional environment. The study concluded that sedimentation occurred in the Sandstone Unit study area as evidenced in detailed stratigraphic column deposited on the bottom of the shelf area and deposited on the top of the column shoreface area.
125595545C1A009133Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Purbalingga Periode 1993 - 2011Penelitian ini berjudul “Pengaruh Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Purbalingga Periode 1993 – 2011”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh infrastruktur listrik, air bersih (PDAM) dan jalan secara parsial maupun simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purbalingga periode 1993 hingga 2011, dan akan ditemukan pula pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purbalingga sebelum dan setelah adanya krisis ekonomi.
Periode penelitian selama 19 tahun dari tahun 1993 hingga 2011 menggunakan data panjang jalan Kabupaten Purbalingga, data rata – rata penggunaan listrik perkapita, data rata – rata pemakaian air bersih (PDAM) perkapita. Pengambilan data dilakukan dengan metode analisa data sekunder menggunakan data – data yang tersedia. Metode analisa data yang digunakan adalah regresi berganda serta regresi berganda dengan dummy variabel.
Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh bahwa infrastruktur listrik, air bersih (PDAM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan infrastruktur jalan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penngujian secara simultan menyatakan bahwa variabel listrik, air bersih (PDAM) dan jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga.
Ditemukan pula bahwa persentase kontribusi infrastruktur listrik 80,2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dibandingkan variabel air bersih (PDAM) dan jalan sehingga dapat dikatakan kontribusinya besar. Dari hasil analisis regresi berganda dengan dummy variabel bahwa listrik berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, air bersih (PDAM) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan jalan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil pengujian regresi berganda dengan dummy variabel menyatakan bahwa listrik, air bersih (PDAM) dan jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Purbalingga.
Implikasi dari penelitian ini adalah pembangunan infrastruktur harus lebih baik lagi dengan cara pememrintah lebih meningkatkan anggaran dan perhatian terhadap infrastruktur agar tercipta fasilitas – fasilitas publik yang baik dan memadai sehingga dapat mendorong produktivitas dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dalam mendorong pembangunan infrastruktur, pemerintah sebaiknya menjaga kesinambungan investasi dan melibatkan investasi pihak swasta demi tercapainya pembangunan yang bersinambungan.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Infrastruktur, Listrik, Air Bersih (PDAM), Jalan.
This research entitled "The Influence of Infrastructure to Economic Growth in Purbalingga Period 1993 - 2011". This study aims to determine how the influence of electricity infrastructure, clean water (PDAM) and roads either partially or simultaneously to economic growth in Purbalingga the period 1993 to 2011, and will be found the effect of infrastructure on economic growth in Purbalingga before and after the economic crisis.
During the study period of 19 years from 1993 to 2011 using the data roads length Purbalingga, the data average electricity use per capita, average data water usage (PDAM) per capita. Data were collected by secondary data analysis using the data - data available. Data analysis method used is multiple regression and multiple regression with dummy variables.
Based on multiple regression analysis found that the electrical infrastructure, clean water (PDAM) positive and significant impact on economic growth, while the road infrastructure and a significant negative effect on economic growth. Results penngujian simultaneously claim that variable electricity, clean water (PDAM) and the positive and significant impact on economic growth Purbalingga.
It was also found that the percentage of electricity infrastructure contributed to the economic growth of 80.2 percent compared to variable water supply (PDAM) and thus can be said to be the major contribution. From the results of multiple regression analysis with dummy variables that negatively affect the power of economic growth, clean water (PDAM) has a positive effect on economic growth, while the path has no effect on economic growth. The test results of multiple regression with dummy variable stating that electricity, clean water (PDAM) and the positive and significant impact on economic growth in Purbalingga.
The implication of this research is the development of infrastructure must be better ways to increase the budget and pememrintah more attention to in order to create infrastructure facilities - both public facilities and adequate so as to boost productivity and economic growth. In promoting the development of infrastructure, the government should maintain the continuity of investment and involve private investment in order to achieve ongoing development.

Keywords: Economic Growth, Infrastructure, Electricity, Water Utilities, roads.

125605556C1A007043FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WARUNG INTERNET DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Warung Internet di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui apakah faktor lama menekuni usaha atau pekerjaan, lamanya jam buka, modal usaha dan harga pemakaian jasa internet berpengaruh terhadap pendapatan usaha warung internet di kecamatan Purwokerto Utara kabupten Banyumas dan untuk mengetahui factor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan warung internet di kecamatan Purwokerto Utara kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan mengambil seluruh quota populasi responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan elastisitas.

Setelah dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan perhitungan elastisitas, hasil penelitian menunjukan bahwa: Variabel lama menekuni usaha, lama jam buka, modal usaha dan penetapan harga baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pendapatan yang diterima oleh usaha warung internet. Hal tersebut berarti bahwa dengan adanya peningkatan dari setiap variabel maka akan dapat lebih meningkatkan jumlah pendapatan yang diterima oleh pengusaha warung internet di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah lama jam buka, Hal tersebut berarti bahwa dengan menambah intensitas lama jam buka maka akan lebih menentukan naik turunnya jumlah pendapatan yang diterima oleh pengusaha warung internet di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.

Untuk memaksimalkan jumlah pendapatan yang diterimaoleh pengusaha warung internet maka implikasi dari penelitian ini adalah Menambah modal usaha untuk memaksimalkan fasilitas pelayanan yang ada,menambah jam buka warung internet agar kebutuhan pelanggan tidak dibatasi waktu, menetapkan harga yang kompetitif agar bisa bersaing dengan pengusah awarung internet yang lain dan memberikan bonus pemakaian agar bisa menarik lebih banyak pelanggan untuk menggunakan jasa warung internet tersebut.
The research entitled "Factors Affecting Income Internet Cafes in North Purwokerto District, Banyumas Regency". The purpose of the study are determine whether to pursue a time periode of business, time periode of opening business per oneday, capital and Internet services usage prices that affect tothe income of the internet business cafes in North Purwokerto District, Banyumas regency, and to determine the factor that most affecting the incomes of internet cafes in the district North Purwokerto, Banyumas regency. This type of research is survey research, while the sampling method uses a census method. The analytical method used was multiple linear regression analysis, and calculation of elasticity.

After analyzed using multiple linear regression analysis and calculation of elasticity, the results showed that: Variable time periode of business, time periode of opening business per oneday, capital and pricing either partially or jointly have significant effect on the amount of income received by the internet cafes business. This means that with the increasing of each variable will be able to increase the amount of income that is received by internet cafes entrepreneurs in the Northern District of Banyumas Purwokerto. While the most influential variable is the time periode of opening business per oneday. This means that by increasing the intensity of the time periode of opening business per oneday would determine the risingand falling of the amount of income that is received by internet entrepreneurs cafes in the Northern District of Banyumas Purwokerto.

To maximize the amount of income that is received by internet cafes entrepreneur, the implication of this research are to increase the capital stock to maximize the existing service facilities, add to the opening hours of the internet cafes to customer requirements that are not limited by time, set competitive price in order to compete with other entrepreneur internet cafes, and provide bonus coverage in order to attract more customers to use their internet cafes.