Artikelilmiahs
Menampilkan 11.981-12.000 dari 49.517 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11981 | 4947 | G1A009094 | Efek Antibakterial Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus (ATCC 33862) Secara In Vitro | Pengobatan herbal saat ini banyak digunakan masyarakat dan salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera). Beberapa penelitian menunjukkan Aloe vera mengandung tanin, antrakuinon, saponin, dan sterol yang berfungsi sebagai antibakteri namun penggunaannya saat ini masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakterial ekstrak aloe vera konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75% terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan post-test only with control group design. Penelitian menggunakan S. aureus sebagai bakteri pathogen dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok 2-6 diberikan ekstrak Aloe vera dengan berbagai konsentrasi, kelompok 2 (15%), kelompok 3 (30%), kelompok 4 (45%), kelompok 5 (60%), dan kelompok 6 (75%). Inkubasi dilakukan selama 1x24 jam. Diameter penghambatan diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0.01 mm. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan Post Hoc Mann Whitney. Diameter kelompok 1 (kontrol) memiliki rerata (0±0). Kelompok 2 (10.79±1.19), kelompok 3 (17.41±1.66), kelompok 4 (20.35±1.13), kelompok 5 (21.65±1.20) dan kelompok 6 (24.28±1.34). Uji statistik dengan Kruskal-Wallis menunjukkan paling tidak terdapat perbedaan signifikan minimal antara 2 kelompok [p=0.000 (p<0,05)] (IK=95%) rerata diameter penghambatan dengan konsentrasi ekstrak. Pada uji Mann-Whitney semua kelompok memiliki perbedaan bermakna, kecuali kelompok 4 dan 5. Dapat disimpulkan, ekstrak Aloe vera memiliki efek antibakterial terhadap pertumbuhan koloni S. Aureus. | Nowadays, herbal medicine was used by many people and one of the medicinal plant was Aloe vera. Some studies showed Aloe vera contain tannin, anthraquinone, saponin and sterol that were used for antibacterial but the used was very limited. The purpose of this study is to knowing the antibacterial effect of Aloe vera extracts concentration 15%, 30%, 45%, 60% and 75% against Staphylococcus aureus. This study was conducted by using experimental method with post-test only with control group design. This study used S. aureus as pathogen bacteria and divided into 6 groups: group 1 (control), group 2-6 were intervened by Aloe vera extract with varies concentrations, group 2 (15%), group 3 (30%), group 4 (45%), group 5 (60%) and group 6 (75%). The incubation time is 24 hour. The inhibition diameter measured by vernier caliper with 0.01 mm reading error. Analysis for the differences of inhibition diameter was using Kruskal-Wallis with Mann Whitney Post-Hoc. Inhibition diameter of control group had mean (0 ±0), group that intervened by Aloe vera, the mean rate of inhibition diameter was group 2 (10.79±1.19), group 3 (17.41±1.66), group 4 (20.35±1.13), group 5 (21.65±1.20) and group 6 (24.28±1.34). Statistical test with Kruskal-Wallis showed at least there were significant differences [p=0.000 (p<0,05)] (CI=95%) of inhibition diameter mean with various Aloe vera extracts concentration. The Aloe vera extracts had antibacterial effect against S. aureus colony growth. | |
| 11982 | 4877 | H1F008034 | Geologi dan Studi Penyebaran Alterasi Daerah Batu Licin Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi | Pemetaan yang dilakukan di daerah Batu Licin dengan luasan 5km x 5km bertujuan untuk mengetahui secara lokal kondisi geologi, geomorfologi, proses pengendapan, penyebaran alterasi dan proses yang mengontrol penyebarannya alterasi daerah penelitian. Pemetaan dan pengambilan sampel pada setiap singkapan yang ditemukan dilakukan di daerah penelitian ini. Sampel tersebut kemudian di analisis Terraspec untuk mengetahui mineral alterasi yang terkandung di dalamnya. Selain analisis Terraspec, di dukung pula oleh analisis petrografi yang diambil dari beberapa sampel yang mewakili daerah zona alterasi. Dari hasil kedua analisis ini dapat dikelompokkan mineral-mineral yang terakumulasi dalam beberapa zona seperti propilitik (muskovit – klorit – epidot), filik (klorit - palygorskit - muskovit – epidot), argilik (muskovit - montmorilonit - kaolinit – siderite), argilik lanjut (muskovit - paragonit - pirofilit – epidot). | Mapping in the Batu licin areas with a 5km x 5km is aims to determine the condition of the locally geology, geomorphology, deposition process, the spread alteration and processes that controlled alteration deployment of research areas. Mapping and sampling at each outcrop were found to do in this fieldwrok. Then the sample is analyzed by Terraspec to determine alteration minerals contained in there. Besides Terraspec analysis, also supported by petrographic analysis from the several samples it’s taken by representing from zone alteration areas. From two results of this analysis can be grouped that minerals accumulated in some zones like the propylitic (muscovite - chlorite - epidote), phyllic (chlorite - palygorskite - muscovite - epidote), argillic (muscovite - montmorillonite - kaolinite - siderite), advanced argillic (muscovite - paragonit - pyrophyllite - epidote). | |
| 11983 | 4948 | G1A009072 | PERBEDAAN PENGARUH MONOTERAPI FENITOIN DAN NON-FENITOIN TERHADAP FUNGSI KOGNISI PADA PENDERITA EPILEPSI UMUM TONIK KLONIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang : Penatalaksanaan epilepsi bergantung pada pemberian obat anti epilepsi (OAE). Penggunaan OAE sendiri biasanya digunakan secara jangka panjang sekurang-kurangnya 1-2 tahun. Kekhasiatan obat dan efek samping yang dapat terjadi pada penderita epilepsi harus dipertimbangkan karena penggunaan obat yang cukup lama. Efek samping OAE yang sering terjadi adalah idiosinkratik, gangguan gastrointestinal, pusing, dan gangguan fungsi kognisi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh monoterapi fenitoin dan non-fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional dan jumlah sampel masing-masing kelompok adalah 23 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mini mental state examination sebagai alat skreening rutin untuk mengidentifikasi gangguan kognisi. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh monoterapi fenitoin dan non fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan 8,6% responden yang mengalami gangguan fungsi kognisi masing-masing 2% mendapat monoteapi fenitoin dan 6,5% mendapat monoterapi non-fenitoin dari total sampel sebanyak 46 responden. Hasil analisa menunjukkan p=0,608. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan bermakna antara pengaruh monoterapi fenitoin dan non-fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik. | Background: Management of epilepsy is based on anti epilepsy drug (AED). OAE is used in the long term at least 1-2 years. Considering the benefit and side effects of OAE is important because OAE is used in the long term. The use of AED is often attributed by side effects of idiosincration, gastrointestinal complaints, dissiness and cognitive impairment. Objective: The study is aimed to know difference of effect monotherapy fenitoin and non-fenitoin in cognitive function of general tonic clonic epilepsy patient. Method: This is an analytic study with cross-sectional approach. The sample size was 23 person for each group. Cognitive function was measured by mini mental state examination. Data was analyzed by Chi Square. Result: The result showed that 8,6% respondents are experience cognitive impairment, 2% respondent used fenitoin and 6,5% respondents used non-fenitoin. The result showed that p-value was <0,608. Concluson: This result showed that there wasn’t significance difference of effect monotherapy fenitoin and non-fenitoin in cognitive function of general tonic clonic epilepsy patient. | |
| 11984 | 4949 | G1D009058 | PENGARUH TERAPI KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II | Diabetes melitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan. Terapi dan perawatan diabetes melitus memerlukan jangka waktu yang lama serta dibutuhkan keikutsertaan keluarga. Terapi keluarga dilakukan agar terjadi peningkatan pengetahuan keluarga dalam hal perawatan yang tepat pada anggota keluarga penderita diabetes melitus serta mengetahui cara pencegahan penyakit diabetes melitus dan peningkatan kesehatan yang akan mempengaruhi tingkat kemandirian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi keluarga terhadap tingkat kemandirian keluarga pada penderita diabetes melitus Puskesmas Purwokerto Utara II. Penelitian ini menggunakan pre experiment dengan rancangan one group pre and posttest design. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil analisa statistik dengan uji Wilcoxon dengan =0,05 didapatkan nilai Z = -4,350 dan nilai p = 0,000. Ada pengaruh terapi keluarga terhadap tingkat kemandirian keluarga pada penderita diabetes melitus Puskesmas Purwokerto Utara II secara signifikan. | Diabetic mellitus is a disease that can not be healed but it can be controlled. Therapy and treatment of diabetic mellitus need long term process and need family involvement. Family therapy is implemented in order to achieve the improvement of knowledge inside family in the term of proper treatment toward family members of diabetic mellitus also in order to know the preventive action of diabetic mellitus and improvement of health that will influence level of family independency. This study aims to identify the effect of family therapy toward level of family independency to diabetic mellitus patient in Puskesmas PurwokertoUtara II. This study used pre experiment with one group pre and posttest design. The sampling method is purposive sampling, with the total of sample are 33 respondents. The statistical analysis used Wilcoxon test. The results of statistical analysis with Wilcoxon test with = 0.05 which obtained the value of Z= -4,350 and p= 0.000. There was a significant effect of family therapy toward level of family independency to diabetic mellitus patient in Puskesmas Purwokerto Utara II. | |
| 11985 | 4951 | E1A009050 | TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN KERJASAMA PT.BANK DKI SEBAGAI ISSUER BANK DENGAN PT RINTIS SEJAHTERA MENGENAI PENGGUNAAN FASILITAS ATM ACQUIRER DAN EDC ACQUIRER | Manusia adalah makhluk sosial dimana senantiasa berinteraksi dengan manusia lain demi memenuhi kebutuhannya. Demi memenuhi kebutuhannya tersebut hubungan yang dilakukan tidak hanya dilakukan manusia secara individual tapi juga secara berkelompok, contohnya adalah Bank. Bank biasanya demi meningkatkan pelayanan dibidang lalu lintas pembayaran melakukan kerjasama dengan pihak yang bergerak dibidang teknologi dan informasi, Mekanisme kerjasama demikian dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis. Salah satu contoh adalah perjanjian kerjasama antara PT Bank DKI dengan PT Rintis Sejahtera Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konstruksi hukum perjanjian serta hak dan kewajiban dalam perjanjian kerjasama antara Bank DKI dengan Rintis Sejahtera, sebab dalam perjanjian ini ditulis dengan judul “perjanjian kerjasama” padahal dalam KUH Perdata buku III (bab V- bab XVIII) mengenai perjanjian bernama, tidak ada perjanjian dengan judul “perjanjian kerjasama”. Jadi apabila perjanjian kerjasama antara PT Bank DKI dengan PT Rintis Sejahtera dianggap sebagai peristiwa hukum, lalu peristiwa hukum mana yang dianggap sebagai aturan perjanjian kerjasama ini. Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode dokumenter dan studi kepustakaan. Metode penyajian bahan hukum yang digunakan adalah dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, maka dapat diketahui bahwa : 1. Berdasarkan unsur essensialia dan causa dari perjanjian kerjasama antara PT Bank DKI dengan PT Rintis Sejahtera maka dapat ditemukan kesamaan antara perjanjian sewa menyewa, oleh karena itu konstruksi hukum perjanjian kerjasama ini adalah Perjanjian Sewa Menyewa. 2. Hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian ini adalah sama dengan perjanjian sewa menyewa yaitu PT Rintis Sejahtera sebagai pihak yang menyewakan wajib menyerahkan barang untuk dipakai kegunaannya selama jangka waktu tertentu dan PT Bank DKI sebagai penyewa wajib membayar sejumlah uang atas barang yang telah dipakai kegunaannya selama jangka waktu tertentu. Kata Kunci : Perjanjian, Perjanjian Kerjasama, Konstruksi Hukum, Sewa Menyewa | ABSTRACT Humans are social creatures which continues to interact with other human beings in order to fulfill their needs. In order to fulfill their needs , an intercactions beetween human being are not only do individually but also in groups. For example is the Bank. Banks usually to improve their services in the field of payment traffic are work together with companies which are enganged in information and technology. And then, those cooperation mechanism are set forth in a written agreement. One of the example of written agreement is a cooperation agreement between PT Bank DKI with PT.Rintis Sejahtera. This research was aimed to analyse contract law of construction and rights and duty in the agreement between the Bank DKI with Rintis Sejahtera, because in this agreement is written under the title "cooperation agreement", whereas the third book in the Burgelijk Wetboek (chapter V-chapter XVIII) named on the agreement, there is no agreement with the title" cooperation agreement ". So if the agreement between PT Bank DKI and PT Sejahtera Rintis regarded as legal event, which rules that considered for the rules of “cooperation agreement”. The method approach used in this research is juridical normative. This research spesifications that used in this research is descriptive. Collection method of legal material is documentaru and literature study. Law materials presented in narative text. Based on the results of research and analysis of laws, it can be known that : 1. Based on the essensialia elements and causa of the cooperation agreement between PT Bank DKI with PT Sejahtera Rintis it can be found the similarities between the lease agreement, therefore legal construction agreements are lease agreement. 2. The rights and duties under this agreement is similar to a lease agreement, PT Sejahtera Rintis as the lessor must handover the goods to be used for a certain period to PT Bank DKI and PT Bank DKI as the lessee must pay a sum of money on items for the goods that have been used during the period of time. Keywords: Agreements, Cooperation Agreements, Construction of Law, Lease | |
| 11986 | 4950 | D1E009079 | FERMENTASI AMPAS TEBU (BAGASSE) MENGGUNAKAN Phanerochaete chrysosporium SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUK FERMENTASI RUMEN SECARA IN VITRO | Penelitian berjudul Fermentasi ampas tebu (bagasse) menggunakan Phanerochaete chrysosporium sebagai upaya meningkatkan produk fermentasi rumen Secara In vitro dilaksanakan pada Januari sampai April 2013. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen sapi potong dan pakan kontrol ampas tebu : konsentrat (40:60) dengan susunan konsentrat yaitu 28% bungkil kelapa, 30% dedak, 1% garam dan 1% kapur (CaCO3). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu A0 : Pakan yang mengandung ampas tebu tanpa fermentasi (Phanerochaete chrysosporium 0 gram), A1 : Pakan yang mengandung ampas tebu fermentasi menggunakan 5 gram Phanerochaete chrysosporium per kg ampas tebu (BK), A2 : Pakan yang mengandung ampas tebu fermentasi menggunakan 10 gram Phanerochaete chrysosporium per kg ampas tebu (BK), A3 : Pakan yang mengandung ampas tebu fermentasi menggunakan 15 gram Phanerochaete chrysosporium per kg ampas tebu (BK). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh secara linear terhadap konsentrasi VFA dengan persamaan Y= 2.384 X + 64.72, r2 = 0.65, dan berpengaruh secara linear terhadap Sintesis Protein Mikroba rumen dengan persamaan Y= 0.5376 X + 19.808, r2 = 0.53, namun tidak berpengaruh terhadap konsentrasi NH3 (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi taraf Phanerochaete chrysosporium (15 g/kg BK ampas tebu) dalam fermentasi ampas tebu semakin tinggi konsentrasi VFA dan Sintesis Protein Mikroba rumen. Hasil terbaik dari penelitian ini dicapai pada pakan yang difermentasi menggunakan Phanerochaete chrysosporium 15 gr/kg BK ampas tebu (A3). | A research entitled sugarcane bagasse fermentation using Phanerochaete chrysosporium as effort to increase rumen fermentation product on in vitro was conducted from January to April 2013. The materials of the research were rumen fluid of beef cattle and control of feed sugarcane bagasse : consentrate (40:60) with concentrate formulation was 28% coconut meal, 30% rice bran, 1% Salt, and 1% Limestone (CaCO3). The research method was experimentaly using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replicates. Treatments were A0 = Feed contained sugarcane bagasse without fermentation, A1 = Feed contained sugarcane bagasse fermented with 5 gram Phanerochaete chrysosporium (g/Kg DM), A2 = Feed contained sugarcane bagasse fermented with 10 gram Phanerochaete chrysosporium (g/Kg DM), A3 = Feed contained sugarcane bagasse fermented with 15 gram Phanerochaete chrysosporium (g/Kg DM). Data were analyzed using analysis of variance and continued by orthogonal polinomial test. The effects on total VFA concentration and ruminal microbial protein synthesis were linear with equation Y= 2.384 X + 64.72, r2 = 0.65 and Y= 0.5376 X + 19.808, r2 = 0.53 respectivelly. However, treatment fermentation on NH3 concentration was not significant (P>0.05). In conclusions of the research is the higher the level of fermentation of sugarcane bagasse using Phanerochaete chrysosporium the higher total VFA concentration and ruminal microbial protein synthesis. The best resultin this research was the treatment feed contained sugarcane bagasse fermented with 15 gram Phanerochaete chrysosporium (g/Kg DM). | |
| 11987 | 4952 | E1A009212 | PENEGAKAN HUKUM IZIN USAHA PERDAGANGAN (Studi Kasus Toko "Ceriamart" di Karang Lewas, Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur izin usaha perdagangan toko “Ceriamart” di Karang Lewas, Purwokerto dan penegakan hukum yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas terhadap penyalahgunaan izin usaha perdagangan toko “Ceriamart” di Karang Lewas, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode pendekatan perundang-undangan dan metode analisis. Spesifikasi yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan dan sistematika hukum. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terbagi dalam bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum diperoleh dengan menggunakan metode dokumenter dan studi kepustakaan, serta dianalisis dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) prosedur izin usaha perdagangan toko “Ceriamart” adalah prosedur dalam mendapatkan surat izin usaha perdagangan kecil. Adapun prosedur izin usaha perdagangan, yaitu penerimaan permohonan dan pemeriksaan administratif, pemberian izin, dan penyerahan Keputusan Pemberian Izin tanpa adanya pembayaran retribusi. Hal ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan; (2) penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas terhadap penyalahgunaan izin usaha perdagangan toko “Ceriamart” adalah kurang tegas. | This research aimed to find out the procedure of trade license that “Ceriamart” market had and the law inforcement that Banyumas regency governments did towards misuse of trade license that “Ceriamart” market did in Karang Lewas, Purwokerto. This research was conducted at BPMPP and Dinperindagkop in Banyumas regency. Approach method that had been used in this research was the approach method of ordinances and approach of analysis. Specification used the inventory of ordinance regulation and systematic of law. Data used the secondary data that devided into primary law material, secondary law material, and tertiary law material. The material of law was obtained by using the method of documenter and literature study and analyzed by using the qualitative normative analysis. Based on result of research and explanation, it can be concluded as following : (1) “Ceriamart” market did the minor trade license procedure. As for the trade license procedure are receipt of the pleading and administrative inspection, licensing, and handover the decision to grant permission without retribution. It is refers to the provision of trade ministerial regulation number 36/M-DAG/PER/9/2007 about publishing the trade license; (2) law enforcement that Banyumas regency governments did towards misuse of trade license that “Ceriamart” market did in Karang Lewas, Purwokerto was not expressly. | |
| 11988 | 4849 | H1F008004 | Geologi dan Studi Kontrol Struktur Geologi Terhadap Mineralisasi Daerah Gunung Bujang Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi | Pemetaan yang dilakukan di daerah Gunung Bujang dengan luasan 5km x 5km bertujuan untuk mengetahui secara lokal kondisi geologi, geomorfologi, proses pengendapan, struktur geologi pengontrol sebaran alterasi dan mineralisasi daerah penelitian. Pengambilan data struktur geologi dilakukan pada setiap kelurusan-kelurusan sungai sebagai indikasi struktur geologi. Analisa dengan Program Dips dilakukan pada setiap stasiun pengamatan untuk mengetahui arah tegasan dan korelasinya sebagai garis struktur geologi pada daerah penelitian. Karakteristik zona bukaan dari tiap garis struktur geologi yang didapat menjadi acuan terhadap penyebaran mineral alterasi dan mineralisasi. Dalam hal ini identifikasi terhadap mineral alterasi dalam suatu zonasi alterasi dilakukan dengan analisa Terraspec. Dari hasil analisa diatas, kemudian dapat ditentukan bahwa stuktur geologi dengan arah tegasan dominan yaitu utara-selatan (N-S) dan timurlat-baratdaya (NE-SW) sebagai pengontrol sebaran alterasi dengan zonasi Filik, Propilitik, Argilik, serta Argilik Lanjut dan mineralisasi berupa pirit dan kalkopirit. | Mapping in the Gunung Bujang areas with a 5km x 5km is aims to determine the condition of the locally geology, geomorphology, deposition process, geological structure controller to scatter alteration and mineralization of research areas. Data collection of the geological structure from enery rivers straightness as an indication of the geological structure. Analysis by Program Dips performed at each station observations to determine the direction of the line sharpness and correlation of geological structures in the study area. Characteristics of each openings zone of line geological structures obtained by a reference to the spread of mineral alteration and mineralization. In this case the identification of alteration minerals in an alteration zoning is done with Terraspec analysis. From the analysis above, then be determined that the geological structure with dominant emphasis direction namely, the north-south (NS) and northeast-southwest (NE-SW) as controlling the distribution of alteration with a phyllic zone, propylitic, argillic and advanced argillic and mineralization in the form of pyrite and chalcopyrite. | |
| 11989 | 4953 | C1C009038 | Pengaruh Profesionalisme Auditor dan Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Semarang | Penelitian ini adalah penelitian survei pada Kantor Akuntan Publik yang berada di Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesionalisme auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dalam pemeriksaan laporan keuangan. Sampel penelitian ini adalah 49 auditor yang tersebar dalam 7 Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh profesionalisme auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan secara simultan dan parsial terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan (1) Profesionalisme auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas, (2) profesionalisme auditor secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas. Penelitian ini dilakukan dengan harapan mampu memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme auditor dan pengetahuan mendeteksi kekeliruan. Untuk terus meningkatkan kemampuan dan keahliannya, auditor perlu meningkatkan pendidikan, pengalaman, dan mengikuti berbagai pelatihan yang ada. Auditor harus selalu memelihara independensinya dalam pemeriksaan, memegang teguh kode etik dan standar profesi. | The research is survey at Registered Public Accountants on Semarang. The purpose of this research is to know about professionalism and auditor’s knowledge for errors effect to judgement of materiality level. The sample for this research is 49 auditors from 7 Registered Public Accountans on Semarang. The research used a multiple regression analysis to know about the influence professionalism and auditor’s knowledge for errors simultaneously and partially to judgement of materiality level. Based on the research, the conclusion is (1) professionalism and auditor’s knowledge for errors simultaneously influences judgement of materiality level significantly, (2) professionalism partially influences judgement of materiality level significantly. The implication of this research in order to improve and increase about professionalism and auditor’s knowledge for errors. Because of that, auditors need to improve capability and skill about their duty pass trough upgrading in education, experience, and training. Auditors have to keep their independent in inspection, holds an ethical of conducts and standards of profession. | |
| 11990 | 4954 | P2CD09005 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PPh 21 KARYAWAN DALAM MENUNJANG PENGHEMATAN PAJAK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTAWENING KOTA BANDUNG | Adanya pungutan pajak oleh pemerintah memotivasi pengusaha untuk menekan jumlah pajak terutang tentang pemungutan pajak. Pemerintah memberikan pilihan Kebijakan Pajak Penghasilan Pasal 21 kepada perusahaan, apakah perusahaan akan menggunakan kebijakan pajak ditanggung karyawan (gross) atau pajak ditanggung perusahaan (net) atau pajak ditunjang perusahaan (gross up). Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan biaya pegawai dan untuk mengetahui kebijakan yang dapat menghemat pajak pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daftar Gaji karyawan 2011 dan Laporan Laba Rugi tahun 2011. Pengujian Uji Beda Biaya Pegawai menggunakan alat analisis Uji t hasilnya menunjukan tidak terdapat perbedaan biaya pegawai yang signifikan dalam menerapkan kebijakan PPh 21 dengan metode pajak ditanggung karyawan, pajak ditanggung perusahaan dan pajak ditunjang perusahaan. Sedangkan dari hasil perhitungan Pendapatan Kena Pajak Perusahaan berdasarkan kebijakan pajak ditanggung karyawan dan pajak ditanggung perusahaan, PPh Badan yang harus dibayar adalah sebesar Rp 22.404.448.758,60, sedangkan hasil perhitungan Pendapatan Kena Pajak Perusahaan dengan menggunakan metode pajak ditunjang perusahaan, PPh Badan yang harus dibayar adalah sebesar Rp 22.393.733.596,71. Bila dilihat dari segi penghematan maka pajak yang diberikan tunjangan oleh perusahaan adalah metode yang dapat menghemat pajak. | SUMMARY The existence of tax collection by the government, bringing entrepreneurs motivation to decrease their tax payable. Government gives the entrepreneur the freedom to choose their Income Tax Policy under Article 21, whether using tax borne employee policy (gross), borne tax company policy (net), or tax supported company (gross up). This research is purposed to understand the difference of employee cost and to understand the method that can decrease tax payable on Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Bandung. Data used in this research are employees Payroll and Income Statement in 2011. The difference test of Employee Cost used t-Test which the result showed that there is no significant difference on applying Article 21 Policy whether using employees borne method, company borne method, or company supported method The data calculation also showed company tax payable using employee and company borne method is IDR 22.404.448.758,60. While using company supported tax, company tax payable is IDR 22.394.860.038,71. Form tax efficiency point of view, company supported tax method is the method that can decrease tax payable. | |
| 11991 | 4956 | C1B009016 | PENGARUH JOB INSECURITY KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN KOPEGTEL PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jib insecurity, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi terhadap turnover intention. subjek pada penelitian ini adalah karyawan KOPEGTEL Purwokerto. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dan menerapkan metode simple random sampling untuk menentukan 93 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi, kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, serta komitmen organisasi perpengaruh negatif terhadap turnover intention. | This research is purpose to analyse influence of job insecurity, job satisfaction and commitment organization toward turnover intention. The subject of this research is employee in KOPEGTEL Purwokerto. Data was analyzed using Partial Least Square (PLS) and use a simple random sampling to recruite 93 responden. The result of this study indicate that job insecurity have negative influence toward job satisfaction and commitment organization, job satisfaction have positive influence toward commitment organization, and also commitment organization have negative influence toward turnover intention. | |
| 11992 | 4957 | F1A008032 | PEREMPUAN BERJILBAB DAN ROKOK (Studi tentang Strategi Mahasiswi Berjilbab dalam Menyembunyikan Kebiasaan Merokok) | Di Era Globalisasi sekarang ini, teknologi berkembang dengan pesatnya. Life style atau gaya hidup menjadikan identitas seseorang dalam eksistensi diri, gaya hidup ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan informasi yang begitu cepat dan praktis untuk di akses. Gaya hidup modern tersebut membuat masyarakat Indonesia semakin konsumtif terutama dalam hal merokok. Perempuan merokok masih dianggap tabu oleh masyarakat. Kebiasaaan perempuan berjilbab merokok menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikaji karena konstruksi masyarakat yang masih menganggap tabu perempuan merokok dan stigma negatif yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mahasiswi berjilbab merokok dan menganalisis strategi mahasiswi berjilbab dalam menyembunyikan kebiasaan merokoknya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sasaran mahasiswi berjilbab di FISIP Unsoed. Lokasi penelitian di FISIP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah snowball sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa kebiasaan merokok yang dilakukan oleh mahasiswi berjilbab termotivasi oleh adanya rasa gengsi, iseng, pengaruh lingkungan pergaulan terutama teman atau keluarga dan dijadikan sebuah gaya hidup. Alasan lain yaitu rokok sebagai sebuah bentuk pelampiasan saat mereka mengalami masalah atau stress. Strategi mahasiswi berjilbab dalam menyembunyikan kebiasaan merokok yaitu dengan cara merokok pada situasi tertentu dan masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada tempat-tempat tertentu, merokok tanpa menggunakan jilbab dan menghilangkan asap rokok dengan pengharum ruangan. Kata Kunci: perempuan berjilbab, rokok, gaya hidup | In the Globalization Era recently, technology has developed progressively. Life style becomes the identity of someone in their existence, this life style is not separated from the effect of information development that very fast and practice to be accessed. Modern life style make the society in Indonesia more consumptive especially in the smoking habit. The female who smoke still being considered become taboo by society. The habitual veil female smoking become one of the interested things to be examined because the society construction that still being considered become taboo of female smoking and negative stigma that can be emerged. This research aims to analyze the smoking strategy of veil female student university and analyze the strategy of female student university in hiding their smoking habit. The method of research uses the descriptive qualitative method with the target of female student university at FISIP Unsoed. The location of research at FISIP of Jenderal Soedirman University Purwokerto. The technique that is used in this research is snowball sampling and data collection was conducted by deep interview, observation and documentation. Data analysis in this research by reduction, presentation and taking conclusion, and data validity uses the triangulation technique. The result that has been obtained from the research that the smoking habit that is conducted by female student university has been motivated by the prestige feeling, trying, environment influence in the social intercourse especially with their friends or families and it becomes the life style. Another reason that some as the expression act when they experiences the problem and stress. The strategy of veil female student university in hiding the smoking habit that is by smoking in the certain situation and still being conducted in hidden place in the certain place, smoke without using veil and remove the smoke smell uses the room odor. Keywords: veil female, smoke, life style | |
| 11993 | 4984 | F1A008063 | Homoseksualitas Dalam Pandangan Anggota Komunitas Gaya Satria Purwokerto Kabupaten Banyumas | Homoseksual adalah varian dari seksualitas manusia, tindakan seksual itu berelasi dengan sesama jenis. Gejala seks sejenis ini sudah ada sejak zaman prasejarah dan masih ada hingga saat ini, bahkan semakin berkembang. Homoseksual juga telah mengalami masa kejayaan dan kenistaan. Di era sekarang homoseksual mulai menunjukan eksistensinya. Hal ini terlihat dari aktivitas mereka yang tidak sembunyi-sembunyi lagi seperti mendirikan komunitas yang didalamnya perkumpulan gay yang melegalisasi mereka dengan pengekspresian diri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa homoseksualitas dalam pandangan komunitas gay satria purwokerto pada dasarnya mempunyai aktivitas yang sama seperti kaum heteroseks, yaitu mengisi hidup, yang membedakan antara kaum homoseksual dan heteroseksual yaitu orientasi seks yang berbeda. Homoseksual dibedakan menjadi dua yaitu gay (lelaki pecinta lelaki) dan lesbi (perempuan pecinta perempuan). Namun masyarakat pada umumnya tidak menerima keberadaan gay sebagian dari dirinya. Bahkan kaum gay mengalami pendiskriminasian dalam ruang sosial, yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini dikarenakan aktivitas seksual kaum gay tidak sesuai dengan norma yang telah melembaga. Selain itu, perbedaan dalam masyarakat termasuk juga masyarakat purwokerto masih menjadi sumber masalah. Jadi, sebagian besar kaum gay mengambil sikap tidak peduli dan diam terhadap semua hal yang ditujukan pada diri mereka. Seperti pula yang dialami kaum gay di purwokerto. | Homosexuality is a variant of human sexuality, where sexual acts that relate to the same sex. Symptoms of the same sex have been around since prehistoric times and still exist today, even growing. Homosexuals also have experienced the heyday and contempt. In the current era of homosexuals began to show its existence. This is evident from their activities that are not stealth anymore as establishing communities in which they legalize gay associations with self expression. These results indicate that in the view of homosexuality gay community Satria Purwokerto basically has the same activity as the heterosexual that fills life, which distinguish between homosexuals and heterosexuals are different sexual orientations. Divided into two homosexual gay (male lover’s men) and lesbians (women female lovers). But the general public does not accept the existence of gay part of him. Even gay people experiencing discrimination in the social space, which is related to Human Rights (HAM). This is because the gay sexual activity not in accordance with the norms that have been institutionalized. In addition, differences in the community as well as society Purwokerto still be a source of problems. Thus, most of the gay people do not care and take a stand silent against all aimed at them. Like also experienced gays in Purwokerto | |
| 11994 | 4958 | F1C009078 | PERAN BAGIAN FINANCIAL INSTITUTIONS DI DIVISI BISNIS INTERNASIONAL DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN BANK KORESPONDEN (STUDI PUBLIC RELATIONS PADA PT BRI Persero Tbk) | ABSTRAKSI Peran Bagian Financial Insitutions Di Divisi Bisnis Internasional Dalam Menjalin Hubungan Dengan Bank Koresponden (Studi Public Relations Pada PT BRI Persero) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bagian Financial Institions Bank BRI dalam menjalin hubungan dengan bank koresponden dan untuk mengetahui citra yang ingin dibentuk oleh Bagian Financial Institutions Bank BRI terhadap bank koresponden. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisa interaktif dengan menggunakan trianggulasi sumber sebagai validitas data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Bagian Financial Insitutions sebagai Public Relations finansial berperan sebagai gate dalam hubungan koresponden. Bagian ini berperan untuk mewakili perusahaan pada pertemuan bisnis antara Bank BRI dengan bank koresponden. Demi menjalin hubungan dengan bank koresponden, Bagian ini melakukan komunikasi dengan bank koresponden menggunakan SWIFT atau media komunikasi perbankan. 2. Bagian Financial Insitutions berperan untuk memasarkan produk jasa layanan bisnis internasional yang dimiliki Bank BRI guna menjalin hubungan dengan menciptakan hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Bagian ini berperan untuk selalu meng-update informasi perbankan dengan saling bertukar informasi dengan bank koresponden melalui courtesy visit. Informasi ini meliputi kondisi bank koresponden ataupun kondisi Negara tempat bank koresponden tersebut. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menjalin hubungan baik dengan bank koresponden. 3. Bagian Financial Institutions berperan untuk membentuk citra yang baik kepada bank koresponden dengan menyampaikan informasi-informasi positif terkait Bank BRI. Cara yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi positif adalah dengan mengirimkan annual report juga dengan komunikasi melalui e-mail dalam rangka menjalin hubungan dengan bank koresponden. | ABSTRACT Role of Financial Insitutions Department In International Bussiness Division to Keep Relations With Correspondent Bank (Public Relation Study in PT BRI Persero Tbk) The research was aimed to determine the role of Financial Institutions Department BRI in keeping relations with correspondent bank and also aimed to know the image that Financial Institutions Departement wanted to correspondent bank. This research is on qualitative basis with descriptive approachment.. Data collection method that used was in-depth interview, documentation, and observation. To determine the informants purposive sampling was used by researcher. The analysis method that used in this research was interactive model with triangulation model as data validity. The results from this research show: 1. Financial Insititutions Department as Financial Public Relations roled as gate in correspondent relation. This department was roled as company’s representation in business meeting between BRI and correspondent bank. In order to keep relations with correspondent bank, this department used SWIFT or communication media in banks. 2. Financial Insitutions Department was roled to promote international business service product that owned by BRI as part of keeping relation by creating reciprocal business relation. This department roled to update the bank information by sharing information with correspondent bank with courtesy visit. The information was including either correspondent bank condition nor country that correspondent bank has taken place. The goal from those role was to keep good relations with correspondent bank. 3. Financial Insitutions Department was roled to make good image to the correspondent bank by giving positive informations related to BRI. The way that used to communicate positive informations was by giving annual report and with e-mail for the purpose to keep relations with correspondent bank. | |
| 11995 | 4959 | F1C008059 | STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Pembangunan dan pengembangan ekowisata Somagede sudah menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan tidak lepas dari peran serta berbagai pihak. Pembangunan ekowisata yang masih belum mampu dipenuhi secara optimal ini diperlukan komitmen para pemimpin dan seluruh komponen masyarakat. Hal inilah yang menjadikan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pengembangan ekowisata dan pola komunikasi dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kecamatan Somagede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling serta analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi berdasarkan analisis SWOT. Stategi tersebut yaitu dengan mengembangkan dan meningkatkan mutu dan daya tarik objek wisata di Kecamatan Somagede, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, menjalin kerjasama dengan pihak terkait, mengoptimalkan kegiatan promosi ekowisata di Kecamatan Somagede, serta melestarikan unsur kesenian dan budaya di Kecamatan Somagede. Sedangkan pola komunikasi yang digunakan adalah downward communication atau komunikasi ke bawah. | Ecotourism development on Somagede has become the responsibility of all levels of society and can not be separated from the role of the various parties. Ecotourism development are still not able to optimally fulfilled the necessary commitment of the leaders and the entire community. This is what makes researchers interested in conducting research in terms of how the "The Development of Ecotourism Community-based on Somagede District Banyumas Regency Central Java". The purpose of this study was to describe the development strategy of ecotourism and the communication patterns in the development of community-based ecotourism in District Somagede. The method used is qualitative method with the descriptive approach. Data collection in this study using in-depth interviews, observation and documentation. The selection of informants was done with purposive sampling and the data used is interactive analysis from Miles and Huberman. The results of this study indicated using SWOT analysis. The strategy is to develop and improve the quality and attractiveness of Somagede in the district, improve the quality of human resources, cooperation with relevant stakeholders, optimize the promotion of ecotourism activities in the District Somagede, and preserve elements of art and culture in the District Somagede. While the communication pattern used is down communication. | |
| 11996 | 4962 | A1H009032 | KAJIAN KARAKTERISTIK KRISTALISASI GULA KELAPA DENGAN BERBAGAI MATERIAL WAJAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai material wajan dalam pembuatan gula kelapa kristal, mengetahui karakteristik kristalisasi gula kelapa meliputi suhu, waktu serta kadar air selama pemasakan, dan mengetahui mutu gula semut hasil perlakuan meliputi nilai rendemen, ukuran kristal, intensitas warna, kadar brix kadar abu dan kadar sukrosa. Penelitian dilaksanakan di kawasan home industry gula kelapa Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok. Bahan penelitian berupa 1 kg nira dan 1 kg gula kelapa cetak untuk setiap pemasakan. Material wajan yang digunakan terdiri dari tembaga, alumunium, stainless stell dan besi tuang (kadar karbon >2%), setiap wajan diulang 3 kali pemasakan sehingga menghasilkan 12 unit sampel gula semut. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan wajan besi tuang dalam kristalisasi gula kelapa menghasilkan rendemen hasil tertinggi sebesar 54,5% dengan suhu pemasakan 105 oC selama 15 menit, penurunan kadar air terendah sebesar 47,4%, intensitas warna yang baik (kuning kecokelatan), kadar brix tertinggi mencapai 86 %, kadar abu terendah sebesar 1,16 %, serta kadar sukrosa tertinggi mencapai 78,34%. | The research was aimed to determine the influence of using various pans materials on the process of making coconut sugar crystals,knowing crystallization characteristics of coconut sugar crystals include temperature, time and moisture content during cooking, and knowing the quality of coconut sugar crystals includes yield values, crystal size, intensity of color, brix levels,ash content and sucrose content.The research was conducted in one palm sugar home industry in Pageraji Village,Cilongok Distric, Banyumas Regency.Material in this research is 1 kg coconut sap and 1 kg coconut sugar print. Pan material used consists of copper, aluminum, stainless steel and cast iron (carbon content of >2%), each pan repetition cooking as much as 3 times to produce 12 units sampled coconut sugar crystals. The results showed the use of cast iron pan in coconut sugar crystallization produce the highest yield of 54.5% with a cooking temperature of 105 °C during 15 minutes, decrease in the value of the lowest water content of 47.4%, the intensity of the good color (yellow-brown), the highest brix levels reached 86%, the lowest ash content of 1.16%, and highest sucrose content reached 78.34%. | |
| 11997 | 4963 | F1C009073 | KOMUNIKASI INTERNAL DEPARTEMEN COMMUNITY RELATIONS DALAM PENYUSUNAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) PADA PT HOLCIM INDONESIA TBK-CILACAP PLANT | Sebuah perusahaan pasti memiliki departemen agar tujuan, visi, misi perusahaan dapat dicapai. PT holcim Indonesia Tbk merupakan sebuah perusahaan swasta yang memiliki banyak departemen. Salah satu departemen yang bertugas menjalankan hubungan baik dengan pihak internal maupun eksternal adalah community relations. Dengan mengambil judul “Komunikasi Internal Departemen Community relations dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) pada PT Holcim Indonesia Tbk-Cilacap Plant” maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi internal dan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh departemen community relations dalam penyusunan dan pelaksanaan program posdaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori komunikasi organisasi, komunikasi internal dan public relations. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal pada departemen community relations PT Holcim Cilacap dalam menyusun dan melaksanakan program posdaya sangat baik. Kerjasama tim yang solid, keterbukaan, kepercayaan dan saling menghargai merupakan budaya organisasi yang membuat komunikasi internal menjadi baik. Bentuk komunikasi yang ada dalam departemen community relations adalah Komunikasi Vertikal dan Horisontal. Komunikasi Vertikal meliputi komunikasi ke atas (Upward Communication) dan komunikasi ke bawah (Downward Communication). Komunikasi Horisontal berupa kerjasama antar Community Relations Officer (CRO) dalam menyusun dan melaksanakan program posdaya. | A company definitely has departments for achieving its purpose, vision, and mission. PT Holcim Indonesia Tbk is a private corporation which has many departments. One of the departments which maintain a good relationship with both internal and external parties is community relations department. The researcher takes the title “Internal Communications of Community Relations Department in organizing and implementing Integrated Post for Family Empowerment (Posdaya) program on PT. Holcim Indonesia Tbk-Cilacap Plant”, so the purpose of this research is to know how the Internal Relations and the form of communication that is undertaken by community relations department in organizing and implementing Posdaya program. The method that is used in this research is descriptive qualitative using organization communication, internal communication and public relations theory. The result of the research showed that internal communication of community relations department PT Holcim Cilacap in organizing and implementing Posdaya program is very good. A solid teamwork, transparancy, trust, and respect each others are the organization culture which made a good internal communication. The form of communication in Community Relations Department is both Vertical and Horizontal Communication. Vertical communication included Upward communication and Downward Communication. Horizontal Communication is a cooperation between Community Relations offficer (CRO) in organizing and implementing Posdaya program. | |
| 11998 | 4964 | F1C009016 | PENGELOLAAN KOMUNIKASI DALAM PERKAWINAN USIA REMAJA AKHIR DI PURWOKERTO | Umumnya perkawinan dilakukan pada pasangan usia dewasa, namun saat ini telah terdapat pasangan usia remaja akhir yang telah menikah. Sedangkan menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana ( BKKBN) menyebutkan usia perkawinan ideal secara psikologis berkisar 20 hingga 35 tahun untuk perempuan dan untuk laki-laki berusia 25 hingga 40 tahun. Umur yang sesuai menunjukkan tingkat kematangan, dapat mempertimbangkan baik secara emosional maupun nalar. Karena belum memiliki tingkat kematangan, pasangan remaja usia akhir sering menghadapi konflik yang lebih tinggi dibandingkan pasangan dewasa. Penelitian yang berjudul “ Pengelolaan Komunikasi dalam Perkawinan Usia Remaja Akhir di Purwokerto” bertujuan agar mendapatkan jawaban atas pengelolaan komunikasi pada pasangan remaja akhir guna menciptakan keharmonisan keluarga. Pembahasan didalamnya menjelaskan mengenai komunikasi yang dilakukan oleh pasangan remaja akhir dalam menjalin romantisme, mengelola konflik dan mengetahui otoritas dan pengambilan keputusan. Selain itu juga melihat motif perkawinan mereka sehingga mereka dapat memutuskan untuk menikah pada usia yang masih muda berkisar antara 18 tahun hingga 21 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan ragam penelitian fenomenologis. Sedangkan teori yang digunakan yaitu proses interaksi keluarga, interaksionisme simbolik, dan relational dialektika. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Metode analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pasangan remaja usia akhir yang telah menikah memiliki beberapa bentuk pengelolaan komunikasi. Sebelum memutuskan menikah, mereka terlebih dahulu memiliki motif perkawinan berupa because motive dan in order to motive. Dan konflik yang terjadi diselesaikan dengan memahami kondisi pasangan. Meskipun begitu, terdapat segi romantisme berupa bentuk perhatian. Sedangkan pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan dominasi sektor publik dan sektor domestik. Berdasarkan hasil penelitian, didapat beberapa saran yaitu perbedaan persepsi seharusnya diselesaikan dengan memahami karakter dan kondisi pasangan. Sedangkan dalam menjaga romantisme, sebaiknya dilakukan dengan sikap menghargai dan menghormati pasangan dengan menunjukkan perhatian kepada pasangan. | Commonly, marriage is a legal contract between adult couple, but nowdays there are many young couple decide to get married. According to the Coordination Institution of Family Planning, an ideal marriage age on psychologycal is between 20 until 35 years old for women and 25 until 40 years old for men. An appropriate age which based on Coordination Institution of Family Planning shows the level of maturity as using emotional and logic. The problem with the rising of young couple marriage is on their maturity, where on the ages they often face much conflict than adult. This research entitled “ Communication Management in a Late Adolescence Marriage in Purwokerto”. The purpose is to get answers for communication management to create harmony. It explains about adolescence communication in a romance, conflict management and authority management and decision making. Moreover, this research sees motive for marriage when they can decide to get married at the age of 18 years to 21 years. The method in this research uses a qualitative method with a variety of phenomenological research. Whereas the theories include the process of family interaction, symbolic interactionism, and relational dialectics. Methods of data collection through interviews and observation. And methods of data analysis such as data collection, data reduction, presentation and conclusion. The results of this study explain that adolescence couple have communication management forms. Before decide to get married, they began articulate motive to marriage such as Because Motive and in Order to Motive. Conflict solvency implemented by understanding couple condition. Although they sees conflicts, but there are romantism way with caress. For decision making, based on public sector and domestic sector. Based on these results, obtained some suggestions that different perception should be solved by understanding the condition and character of the couple. Whereas, to keep romanticism, respect and honor to couple with present form of attention. | |
| 11999 | 4965 | C1C009017 | PENGARUH EKSTENSIFIKASI WAJIB PAJAK DAN INTENSIFIKASI PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP), himbauan, dan pemeriksaan terhadap penerimaan PPN pada KPP Pratama Purwokerto. Penelitian ini menguji secara simultan maupun parsial dari ketiga variabel yang dianggap berpengaruh terhadap penerimaan PPN. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil observasi peneliti dengan mengambil data yang sudah diolah oleh KPP Pratama Purwokerto. Model regresi yang digunakan telah memenuhi uji asumsi klasik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan jumlah PKP, himbauan, dan pemeriksaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN. Variabel penambahan jumlah PKP dan himbauan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN, sedangkan pemeriksaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN. Dan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap penerimaan PPN pada KPP Pratama Purwokerto. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk peningkatan kinerja KPP Pratama Purwokerto dengan lebih menggali potensi untuk meningkatkan penerimaan pajak. Sehingga akan lebih banyak lagi potensi yang tergali dan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan pajak. | The purpose of this research are to know the influence of the addition of Taxable Person (PKP), appeal, and inspection of value added tax revenue in KPP Pratama Purwokerto. The research examines simultaneously and partially of the three variables that influence on the value added tax revenue. The research uses secondary data from observalue added taxion that has been proceed by KPP Pratama Purwokerto. Regression model used has met the classical assumptions. Data are analyzed using multiple linear regressions. The results of this research indicate that the addition of PKP, appeal, and inspection simultaneously have a significant influence on value added tax revenue. Variable addition of PKP and appeal is not partially significant influence on value added tax revenue, while the inspection is partially significant influence on value added tax revenue. And it can be concluded that the inspection is the most influential variable on value added tax revenue in KPP Pratama Purwokerto. The results of this research hoppefully give descriptions to the betterment of KPP Pratama Purwokerto performance with explore the potential to increase tax revenue. So it would be more untapped potential and greater contribute of tax revenue. | |
| 12000 | 4966 | A1M009006 | PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI LARUTAN GARAM TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG UBI KAYU TERMODIFIKASI (MOCAF) DENGAN CARA FERMENTASI SPONTAN | Tepung ubi kayu termodifikasi (modified cassava flour/ mocaf) adalah produk tepung dari ubi kayu yang diproses dengan menggunakan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL). Pembuatan mocaf dengan cara fermentasi spontan dapat dilakukan yaitu dengan mengandalkan mikroba secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap karakteristik tepung mocaf; (2) Mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik tepung mocaf; dan (3) Menentukan kombinasi konsentrasi larutan garam dengan lama fermentasi optimal yang menghasilkan karakteristik fisik, kimia dan fungsional tepung mocaf terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Semakin tinggi konsentrasi larutan garam yang digunakan maka semakin meningkat kehalusan, kadar abu, kelarutan pada suhu 70oC dan penurunan derajat asam tepung mocaf; (2) Semakin lama fermentasi maka semakin rendah rendemen dan derajat asam serta meningkatkan kadar pati dan kelarutan tepung mocaf pada suhu 70oC; (3)Tepung mocaf terbaik yang menghasilkan kelarutan dan tingkat kehalusan tepung yang tinggi serta kadar abu yang rendah diperoleh dari kombinasi perlakuan antara konsentrasi larutan garam 3% dengan lama fermentasi 36 jam (G3L3), menghasilkan tepung mocaf dengan rendemen 27,80%, kehalusan 94,45%, kadar air 9,03%, kadar abu 0,64% bk, kadar pati 80,02% bk, kadar HCN 0 mg/ kg (ppm), densitas kamba 0,50 g/ ml, derajat asam 5,14 ml NaOH 0,05 N/ 100 g, derajat putih 81,45% dan kelarutan pada suhu 70oC 8,87%. | Intermediate-product processing like cassava flour is one way of post-harvest preservation. Modified cassava flour is modification process of making cassava flour by using principal of Lactic Acid Bacteria fermentation to modify cassava cell. Mocaf made by spontaneous fermentation with controlled on natural microbial. The aim of this research were: (1) To assess the effect of salt concentration on the charateristics of mocaf; (2) To assess the effect of fermentation time on mocaf characteristics, and (3) To determine a optimum combination of the concentration of a salt solution with long fermentation that produces the best of physical, chemical and functional mocaf characteristics. The research showed that: (1) The higher concentration of salt solution that used will increase flour fineness, ash content, solubility at 70°C and degree of acidity; (2) Longer fermentation time will decrease the yield of flour and degree of acidity also increase starch content and mocaf solubility at 70°C, (3) The best mocaf product had flour solubility and high fineness and low ash content, derived from the combination treatment between 3% salt solution concentration with fermentation time 36 hours (G3L3), produced mocaf with yield 27.80%, 94.45% fineness of flour, 9.03% moisture content, 0.64% db ash content, 80.02% db starch content, HCN content 0 m / kg (ppm), bulk density 0.50 g / ml, 5.14 ml of 0.05 N NaOH / 100 g degree of acidity, 81.45% lightness level and solubility of 8.87% at 70oC. |