Artikelilmiahs

Menampilkan 12.061-12.080 dari 49.518 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
120615027C1C009100ANALISIS KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENERIMA PENGALIHAN PENGELOLAAN PBB P2 SEBAGAI PAJAK DAERAH DARI ASPEK REGULASI, KERJASAMA, SARANA DAN PRASARANA, ORGANISASI DAN SDM, SERTA SOSIALISASI
( Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung)
Penelitian ini merupakan studi kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Menerima Pengalihan Pengelolaan PBB P2 sebagai Pajak Daerah dari Aspek Regulasi, Kerjasama, Sarana dan Prasarana, Organisasi dan SDM, serta Sosialisasi ( Studi Kasus Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung dalam menerima pengalihan pengelolaan PBB P2 dari aspek regulasi, kerjasama, sarana dan prasarana, organisasi dan SDM serta sosialisasi.
Informan dalam penelitian ini adalah kepala bidang DPPKAD Kabupaten Temanggung yang menangani PBB P2 sebanyak 3 responden dan 1 responden dari seksi ekstensifikasi KPP Pratama Temanggung. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Dari aspek regulasi Pemda Kabupaten Temanggung sangat siap untuk mengelola dan memungut PBB P2, (2) Dari aspek kerjasama Pemda Kabupaten Temanggung sangat siap untuk mengelola dan memungut PBB P2, (3) Dari aspek sarana dan prasarana Pemda Kabupaten Temanggung siap untuk mengelola dan memungut PBB P2, (4) Dari aspek organisasi dan SDM Pemda Kabupaten Temanggung sangat siap untuk mengelola PBB P2, (5) Dari aspek sosialisasi Pemda Kabupaten Temanggung sangat siap untuk mengelola PBB P2.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu agar pelayanan terhadap Wajib Pajak tidak terhambat Pemda Kabupaten Temanggung sebaiknya segera melakukan perekrutan dan pelatihan tenaga penilai (appraiser). Dalam rangka upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemda sebaiknya menggali potensi-potensi PBB yang ada di wilayah Kabupaten Temanggung dengan cara melakukan update data Wajib Pajak baru
This research is a case study in Temanggung Regency Local Government. The title of the study is: "Analysis of Local Government Readiness in Receiving Management of PBB P2 as Local Tax Aspects of the Regulation, Cooperation, Infrastructure, Organization and Human Resources, as well as socialization (Case Study At Temanggung Regency Local Government)".
The purpose of this study is to determine the readiness of Temanggung Regency Local Government in accepting the transfer of the management of the PBB P2 regulatory aspects, cooperation, facilities and infrastructure, and human resources and organizational socialization.
Informants in this study are 3 respondets from DPPKAD of Temanggung Regency as the handle of the PBB P2 and 1 respondent from the section extending KPP Pratama Temanggung. This research was conducted through a qualitative approach with descriptive methods.
Based on the research and analysis of the data showed that: (1) From the aspect of Temanggung Regency government regulation is prepared very well to manage and collect the PBB P2, (2) From the aspect of local government cooperation Temanggung Regency is well prepared for management and collecting the PBB P2, (3) From the aspect government infrastructure Temanggung Regency is ready to manage and glean the PBB P2, (4) From the aspect of organization and human resources Temanggung regency government is very ready to manage the PBB P2, (5) From the aspect of socialization Temanggung Regency government is very ready to manage the PBB P2.
The implication of the above conclusion is that the service for the Taxpayer is not hampered. Temanggung Regency government should immediately do the hiring and training of assessors (appraiser). In an effort to increase local revenue (PAD),The government should also explore the potential PBB in Temanggung by updating the data of the new taxpayers.
120625028H1F007044GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK FISIK DAN MINERALOGI JASPER “KLAWING” DAERAH LIMBASARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN BOBOTSARI KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH
Limbasari merupakan daerah potensi batu mulia jenis jasper yang terletak di Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 35 km dari kota Purwokerto dan sekitar 5 km dari kota Purbalingga. Daerah potensi tersebut merupakan bagian dari pegunungan serayu utara.
Pemetaan geologi didasarkan pada analisis peta topografi skala 1 : 25000 yang ditindaklanjuti dengan penelitian detail lapangan.. Penelitian tersebut merupakan tahap penelitian pendahuluan lanjutan untuk mengetahui kondisi geologi dan batu mulia jenis jasper yang meliputi keterdapatan, penyebaran serta deskripsi secara petrologi dilapangan.
Deskripsi secara Petrologi digunakan untuk menentukan jenis jasper secara megaskopis di lapangan. Jasper yang dijumpai didaerah penelitian hanya jasper hijau dengan ciri- ciri warna hijau, pejal, struktur massif dan tekstur gelas.
Secara fisik dan mineralogy yang didukung dengan data hasil analisis XRF, jasper klawing mempunyai warna hijau, densitas 2,70 gr/cm3 dan kekeraan 6,5-7 skala Mohs. Mineralogi penyusun jasper adalah gelas, kuarsa, mineral opak dan klorit.
Daerah Limbasari dan sekitarnya dibagi menjadi tiga (3) satuan geomorfologi yaitu Satuan Punggungan Hogback Limbasari, satuan Punggungan Homoklin Maribaya dan satuan dataran alluvial kebunderan. Stratigrafi tersusun atas empat (4) satuan dari tua ke muda yaitu Satuan Breksi, Satuan Batupasir, Satuan Batulempung dan Satuan Endapan Aluvial. Struktur Geologi yang terdapat di daerah Limbasari adalah Sesar Geser Mengiri Limbasari.
Limbasari is an area of potential types of precious stones jasper located in District Bobotsari Purbalingga Central Java Province. Located about 35 km from the Purwokerto city and approximately 5 km from the Purbalingga city. The potential area is part of the mountainous northern Serayu.
Geological mapping is based on analysis of the topographic map scale of 1: 25000 were followed up with detailed research field. The study is a preliminary stage of further research to determine the geological conditions and types of precious stones including jasper presence, deployment and petrological description of the field.
Petrology descriptions are used to determine the type of jasper macroscopic in the field. Jasper is found only research area of green jasper with characteristic green color, solid, massive structures and textures of glass.
Physically and Mineralogy supported by data from XRF analysis, has green jasper klawing, density 2.70 gr/cm3 and hardness 6.5-7 Mohs scale. Mineralogy jasper compiler is glass, quartz, chlorite and opaque minerals.
Limbasari and surrounding area is divided into three (3) units namely geomorphology Hogback ridge unit Limbasari, Homocline ridge unit Maribaya and alluvial plains unit kebunderan. Stratigraphy is composed of four (4) units from the old to the young Breccia Unit, Sandstone Unit, claystone Unit and Alluvial deposits Unit. Geological structure of the region is the left slip fault Limbasari.
120635030A1C008013FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP BERAS ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMASBeberapa tahun terakhir, masyarakat mulai sadar akan bahaya bahan kimia dalam pertanian bagi kesehatan. Sebagian masyarakat mengalihkan konsumsinya ke produk organik, salah satunya adalah beras organik. Beras organik adalah beras hasil pertanian organik yang bebas bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi. Harga beras organik lebih mahal dibandingkan beras anorganik, tetapi ada sebagian masyarakat yang lebih memilih mengkonsumsi beras organik. Ini menunjukkan bahwa permintaan beras organik bukan hanya dipengaruhi oleh harga, tetapi juga oleh faktor-faktor lainnya. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dengan metode survey menggunakan snowball sampling untuk mendapatkan 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen beras organik di Kabupaten Banyumas adalah bekerja sebagai PNS, berpendidikan SMA hingga pasca sarjana (S2), berumur antara 22 hingga 65 tahun, jumlah anggota rumah tangga antara 3 hingga 5 orang, dan pendapatan rumah tangga lebih dari Rp2.000.000,00 per bulan, mengkonsumsi beras organik karena faktor sehat, dan sumber informasi tentang beras organik adalah keluarga dan teman. Permintaan rumah tangga terhadap beras organik secara nyata dipengaruhi oleh faktor pendapatan rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan lama konsumsi. Permintaan beras organik bersifat inelastis terhadap harga, beras organik dan beras anorganik memiliki hubungan substitusi, dan beras organik merupakan barang kebutuhan pokok dan barang normal.In recent years, people began to realize the dangers of synthetic chemicals in agriculture to health. Some people turn to consumption of organic agricultural products, one of which is organic rice. The organic rice is rice produced from organic farms that are free of synthetic chemicals, making it safe for consumption. Price of organic rice is more expensive than inorganic rice, but there are some people who prefer to consuming organic rice. This indicates that the demand of organic rice is not only affected by the price, but also by other factors.The research was conducted in Banyumas Regency using survey metode and snowball sampling to obtain 100 respondents. The results showed that characteristics of organic rice consumers in Banyumas Regency was working as a government officers, senior high school educatied to post-graduate, 22 to 65 years old, houshold size is among 3 to 5 people, and a household income of more than Rp2,000,000.00 per month, consumed organic rice because healthy, and source of information about organic rice is families and friends. Household demand for organic rice was significantly affected by factors of household income, household size, and periode consumption. Organic rice demand is inelastic to price, the relationship of organic rice and inorganic rice in substitution correlations, and organic rice has become staple goods and normal goods.
120645190G1A006057OPPRESSION AND RACISM REFLECTED IN JOHN STEINBECK’S THE PEARLTIFLATUL MUFIDAH (2013). Oppression and Racism Reflected in John Steinbeck’s The Pearl. Purwokerto: Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jendral Soedirman.
Karya Sastra yang dibahas dalam skripsi ini adalah novel karya John Steinbeck berjudul The Pearl. Novel ini bercerita tentang perjuangan hidup orang-orang Indian di Selatan Amerika di dalam masyarakat mereka sendiri. Novel ini sangat menarik karena bercerita tentang kehidupan orang-orang Indian di Amerika Selatan dari perilaku diskriminasi orang-orang Eropa.
Analisis ini membahas tentang Kino dan keluarganya yang merupakan penduduk asli Indian di Amerika Selatan ini sebagai tokoh utama. Oleh karena itu ada dua hal yang akan dibahas dalam skripsi ini, yaitu tentang isu-isu opresi dan rasism yang terdapat dalam novel dan bagaimana efek opresi dan rasism tersebut.
Hasil dari analisis ini adalah: gambaran mengenai isu opresi dan rasism terdapat dalam beberapa sektor, seperti sektor kesehatan, sektor ekonomi, sektor pendidikan, dan sektor keamanan. Sedangkan efek dari opresi dan rasism itu sendiri terlihat dari beberapa hal yaitu penolakan dari sang dokter, penawaran yang sangat rendah dari pembeli mutiara, penolakan dari sekolah dan terakhir kehilangan anaknya, Coyotito.

TIFLATUL MUFIDAH (2013). Oppression and Racism Reflected in John Steinbeck’s The Pearl. Purwokerto: Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Jendral Soedirman.
Karya Sastra yang dibahas dalam skripsi ini adalah novel karya John Steinbeck berjudul The Pearl. Novel ini bercerita tentang perjuangan hidup orang-orang Indian di Selatan Amerika di dalam masyarakat mereka sendiri. Novel ini sangat menarik karena bercerita tentang kehidupan orang-orang Indian di Amerika Selatan dari perilaku diskriminasi orang-orang Eropa.
Analisis ini membahas tentang Kino dan keluarganya yang merupakan penduduk asli Indian di Amerika Selatan ini sebagai tokoh utama. Oleh karena itu ada dua hal yang akan dibahas dalam skripsi ini, yaitu tentang isu-isu opresi dan rasism yang terdapat dalam novel dan bagaimana efek opresi dan rasism tersebut.
Hasil dari analisis ini adalah: gambaran mengenai isu opresi dan rasism terdapat dalam beberapa sektor, seperti sektor kesehatan, sektor ekonomi, sektor pendidikan, dan sektor keamanan. Sedangkan efek dari opresi dan rasism itu sendiri terlihat dari beberapa hal yaitu penolakan dari sang dokter, penawaran yang sangat rendah dari pembeli mutiara, penolakan dari sekolah dan terakhir kehilangan anaknya, Coyotito.
120655031F1C009007PERAN KADER PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA (KPMD) DALAM PROGRAM USAHA EKONOMI PRODUKTIF/SIMPAN PINJAM KHUSUS PEREMPUAN (UEP/SPP) DI DESA KEDUNGMALANG, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMASKomunikasi diperlukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Mewujudkan pemberdayaan masyarakat dapat ditunjang dengan adanya fasilitator pemberdayaan, begitu pula guna mewujudkan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Fasilitator pemberdayaan masyarakat di tingkat desa yang dikenal dengan sebutan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) sangat diperlukan guna menunjang keberhasilan dalam pelaksaaan pembangunan di desa. Salah satu program pembangunan desa dalam bidang perekonomian adalah Usaha Ekonomi Produktif/Simpan Pinjam Khusus Perempuan (UEP/SPP) yang merupakan salah satu program dari PNPM Mandiri Perdesaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran KPMD dalam pembangunan desa di bidang ekonomi pada program UEP/SPP dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh KPMD dalam menjalankan perannya pada pelaksanaan program UEP/SPP di Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan utama KPMD Desa Kedungmalang dan 7 informan pendukung yaitu pengurus UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumbang dan beberapa anggota UEP/SPP Desa Kedungmalang. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa KPMD menjalankan peran penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program UEP/SPP di desa. Peran yang dilakukan oleh KPMD dalam program tersebut mulai dari pengembangan kelompok UEP/SPP, memfasilitasi kelompok UEP/SPP, mediator, mendampingi kelompok UEP/SPP, penasehat kelompok UEP/SPP, hingga memantau perkembangan kelompok UEP/SPP di desanya. Mengenai kendala yang dihadapi oleh KPMD dalam menjalankan perannya tersebut, diantaranya masalah manajemen waktu dan rasa malas yang kerap kali muncul, dan tidak adanya honor untuk KPMD.
Communication is needed in community empowerment. Realising community empowerment can be supported by the facilitators, as well as community development in order to realize at the village level. Community development facilitators at the village level cadres are known as the Village Community Empowerment (KPMD) is needed to support success in rural development. One of the rural development program in the field of economy is Productive Economic Business / Special Women's Savings and Loans (UEP / SPP), which is one of the PNPM program.
The purpose of this research was to determine the role KPMD in rural development program in economics at the UEP / SPP and to identify the constraints faced by KPMD in carrying out its role in the implementation of the program UEP / SPP in Kedungmalang Village, Sumbang Sub-district, Banyumas District. Informant selection techniques using purposive sampling with key informants KPMD village informants Kedungmalang and 7 supporting the board UPK PNPM Sub Contribute and some members of the UEP / SPP Kedungmalang village. Data analysis method used is interactive model.
These results indicate that KPMD important role in supporting the successful implementation of the program UEP / SPP in the village. KPMD role performed by the program from the development group UEP / SPP, facilitating group UEP / SPP, mediator, assisting the group UEP / SPP, advisory groups UEP / SPP, to monitor the progress of groups of UEP / SPP in his village. About the obstacles faced by the KPMD in their role, including time management issues and laziness that often arise, and the absence fee for KPMD.
120665033A1H009043PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU TEPUNG JAMUR KUPINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air jamur kuping selama pengeringan, pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu tepung dan mengetahui kondisi sensorik tepung jamur kuping. Pengeringan jamur kuping dilakukan dengan menggunakan oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan dengan suhu 70ºC memerlukan waktu setengah dari waktu yang diperlukan oleh suhu 50ºC untuk mengeringkan jamur kuping hingga kadar air di bawah 10%bk. Model matematik perubahan kadar air selama pengeringan adalah Mθ = Me + [(M0 - Me)(exp{(3,86x107)(e-6160,1/T kelvin)θ})] dengan tingkat kesalahan rata-rata 27,16%. Nilai kadar air keseimbangan (Me) untuk suhu pengeringan 50ºC yaitu 7,17%bk, 60ºC yaitu 6,21%bk dan 70ºC yaitu 2,66%bk. Suhu pengeringan 50ºC, 60ºC dan 70ºC sedikit berpengaruh terhadap mutu tepung jamur kuping yang meliputi kecerahan, diameter rata-rata, rendemen dan aroma. Tepung jamur kuping berwarna coklat kehitaman dan tekstur tepung kurang halus. Tepung jamur kuping sebaiknya dibuat dengan pengeringan suhu 70ºC karena lebih efisien waktu dan lebih baik teksturnya dibanding dengan suhu pengeringan 50ºC dan 60ºC.

The purpose of this research was to know the moisture content during drying of Auricularia auricula-judae, the influence of drying temperature on the quality of flour and knowing the sensory conditions of the Auricularia auricula-judae flour. The drying of Auricularia auricula-judae is carried out by using the electric oven. The results showed that drying temperature 70ºC need half time than the time required by temperatures of 50ºC to drying the A. auricula-judae until the moisture content below 10%bk. Mathematical model of the moisture content changes during drying is Mθ = Me + [(M0 - Me)(exp{(3,86x107)(e-6160,1/T kelvin)θ})] with an average error rate of 27.16%. The value of equilibrium moisture content (Me) for drying temperature 50ºC is 7.17%bk, 60ºC is 6.21%bk and 70ºC is 2.66%bk. Drying temperature 50ºC, 60ºC and 70ºC little bit affected on the quality of A. auricula-judae flour which includes the brightness, the diameter of the average, rendemen and flavour. A. auricula-judae flour has blackish brown color and the texture was less smooth. Auricularia auricula-judae flour should be made with the drying temperature 70ºC due to more efficient time and better texture than the drying temperature of 50ºC and 60ºC.
120675034H1F007023GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PENGARUH
PERCEPATAN GEMPABUMI PADA SATUAN BATUPASIR DI DAERAH
RAWAHENG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WANGON,
KABUPATEN BANYUMAS,
JAWA TENGAH
Daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Dataran
Aluvial Kali Lopasir, Satuan Perbukitan Sinklinl Karangkemiri, dan Satuan Lembah Antiklin
Karangkatilayu, tahapan geomorfik daerah penelitian secara keseluruhan masuk pada tahapan muda hingga dewasa. Sementara itu untuk satuan batuan terdapat empat satuan batuan di daerah penelitian, yaitu Satuan Batupasir, Satuan perselingan Batupasir-Batulempung, Satuan Batulempung, dan Satuan Aluvial. Setelah seluruh satuan tersebut terbentuk daerah penelitian mengalami pemendekan regional dari rezim tektonik kompresi yang membentuk suatu konfigurasi sesar mendatar. Struktur geologi yang berkembang di daerah ini adalah sesar mendatar yang berasosiasi dengan lipatan-lipatan yang keseluruhannya terbentuk dalam satu fasa deformasi setelah Kala Pliosen. Sementara itu daerah penelitian jika dilihat dari sudut pandang kestabilan lereng, daerah penelitian termasuk kategori lereng aman, hanya ada beberapa lereng yang masuk pada kategori tidak stabil tanpa pengaruh percepatan gempabumi. Setelah mengalami pengaruh percepatan gempabumi sebagian besar lereng yang dinyatakan stabil atau aman menjadi tidak stabil. Kondisi ini menyimpulkan bahwa percepatan gempabumi sangat mempengaruhi kestabilan lereng, pengaruh percepatan gempabumi dapat menurunkan tingkat kestabilan lereng lebih dari 50% dari kondisi normal.
Study area was divided into three geomorphological units, namely Kali Lopasir
Alluvial Plain Unit, Karangkemiri Syncline Hills Unit and Karangkatilayu Anticline valley
Unit, geomorphic stages of the study area is the young stage to adulthood. Meanwhile, there are four lithologies rock units in the study area, the Sandstone Unit, intercalated sandstone-mudstone units, claystone Unit and Alluvial Unit. Once all the units are formed research area experienced regional shortening of tectonic compression regimes that form a horizontal fault configuration. Geological structures that developed in this area is associated with a fault horizontal folds of which are formed in a single phase after Kala Pliocene deformation. While the study area when viewed from the standpoint of the stability of slopes, areas of research including safe slope category, there are only a few slopes that enter the category of unstable without the influence of earthquake acceleration. After experiencing the effects of earthquake acceleration is expressed most stable slopes become unstable or safe. This condition is concluded that the acceleration of the earthquake greatly affect the stability of the slope, the effect of earthquake acceleration can reduce the stability of the slope is more than 50% of normal condition.
120685035E1A009167KRITERIA DAN PENERAPAN PAJAK REKLAME TERHADAP MURAL IKLAN DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
KRITERIA DAN PENERAPAN PAJAK REKLAME TERHADAP MURAL IKLAN DI KABUPATEN BANYUMAS

Oleh:
FEBY SABRINA MEGA
E1A009167

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria dan penerapan pajak reklame di Kabupaten Banyumas, pengenaan pajak reklame terhadap mural iklan di Kabupaten Banyumas dan dasar hukum yang diberlakukan terhadap mural iklan di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yaitu penelitian terhadap kaedah atau norma. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang, pendekatan analisis dan pendekatan konsep. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif yaitu dengan jenis spesifikasi penelitian inventarisasi hukum dan penelitian terhadap sistematika hukum. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terbagi menjadi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier serta data primer. Data sekunder diperoleh melalui metode dokumenter dan studi kepustakaan sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara dengan DPPKAD Kabupaten Banyumas dan pemilik dinding dalam mural iklan dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka kesimpulan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pungutan pajak reklame di Kabupaten Banyumas berdasarkan kriteria diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 dan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun yaitu tarif pajak reklame dan Nilai Sewa Reklame (NSR). Penerapan pungutan pajak reklame di Kabupaten Banyumas menggunakan sistem pemungutan pajak official assessment. Adapun cara perhitungan pajak reklame di Kabupaten Banyumas berdasarkan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 3 Tahun 2012 tentang Nilai Sewa Reklame; (2) Mural iklan di Kabupaten Banyumas dikenakan pajak reklame karena termasuk dalam pengertian reklame melekat atau stiker untuk jenis reklame tembok/wall painting berdasarkan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 3 Tahun 2012 sehingga perhitungan pajak terhutang mural iklan/wall painting mengikuti cara perhitungan pajak reklame untuk jenis reklame melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Banyumas Nomor 3 Tahun 2012 yaitu dengan mengalikan tarif pajak dengan NSR; (3) Dasar hukum pengenaan pajak reklame terhadap mural iklan didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 dan dilaksanakan lebih lanjut oleh Peraturan Bupati Banyumas Nomor 3 Tahun 2012. Pengenaan pajak ini mengunakan penafsiran ketat yang diperluas oleh fiscus.
ABSTRACT

CRITERIA AND IMPLEMENTATION OF ADVERTISEMENT TAX ON WALL PAINTING IN REGENCY OF BANYUMAS

By:
FEBY SABRINA MEGA
E1A009167

The research aimed to find out criteria and implementation of advertisement tax, how tax collection of Advertisement Tax on wall painting and the legal basis which is enforced on wall painting in Regency of Banyumas.
This research was normative juridical which is research on rule or norm. Approaches method that had been used in this research were statute, analytical, and conseptual approach. The spesification of research was prescriptive and its kinds are inventory of ordinance regulation and systematic of law. Data used secondary data that divided into primary, secondary and tertiary law material and also primary data. Secondary data were obtained by using the method of documenter and literature study while primary data were obtained by interview with DPPKAD of Regency of Banyumas and the owner of wall in wall painting by using the qualitative normative analysis.
Base on result and discussion so it can be concluded as following: (1) The ceriterias of tax collection of Advertisement Tax of Regency of Banyumas in Act Number 28 in 2009 and Local Regulation of Regency of Banyumas Number 1 in 2011 are tax rate and Advertisement Rent Value. Implementation of tax collection of Advertisement Tax in Regency of Banyumas use Official Assessment System. As for the way of Advertisement Tax calculation in Regency of Banyumas base on Regulation of Regent of Banyumas Number 3 in 2012; (2) Wall painting in Regency of Banyumas is taxed Advertisement Tax because included in definition of adhere advertisement or sticker as kind of wall painting base on Regulation of Regent Number 3 in 2012 so that the tax payable of wall painting as determined in Regulation of Regent of Banyumas Number 3 in 2012 by multiply tax rate with Rent Advertisement Value; (3) Legal basis of tax collection of Advertisement Tax on wall painting is based on Local Regulation of Regency of Banyumas Number 1 in 2011 and is implemented subsequently by Regulation of Regent of Banyumas Number 3 in 2012. This taxation use strict interpretation which is expanded by fiscus.
120695026I1C006028GEOLOGI DAN KERENTANAN LONGSORAN DI DAERAH KALIORI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KARANGANYAR, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHPenelitian tugas akhir ini terletak pada Desa Kaliori dan sekitarnya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dengan letak geografis daerah penelitian adalah 109° 22' 58.8" - 109° 25' 55.3" BT dan 7° 18' 57.5" - 7° 21' 40.9" LS.
Daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan geomorfologi yaitu Satuan Punggungan Antiklin-Sinklin Tangkisan, Satuan Punggungan Homoklin Arenan, Satuan Lembah Antiklin-Sinklin Kaliori, dan Satuan Dataran Aluvial Gintung yang secara umum memiliki stadia geomorfik dewasa dengan dicirikan oleh perubahan morfometrik puncak antiklin menjadi lembah antiklin. Urutan stratigrafi dari yang paling tua hingga yang paling muda adalah Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Breksi, dan Satuan Endapan Aluvial. Batuan pada satuan-satuan tersebut mulai diendapkan pada Jenjang Waktu N18 sampai dengan Resen dengan lingkungan pengendapan dari neritik luar-daerah transisi dan lingkungan pengendapan darat. Struktur geologi yang terekam pada daerah penelitian berupa Antiklin Kaliori dan Sinklin Kaliori yang kemudian tersesarkan oleh Lag Right Slip Fault Kaliori. Struktur-struktur geologi tersebut setidaknya terjadi tidak lebih tua dari N20 (Pliosen Tengah) yang diinterpretasikan terjadi karena adanya aktifitas tektonik Plio-Plistosen.
Peta kerentanan longsoran daerah penelitian dihasilkan dari metode Anbalagan (1992) yaitu berupa pendekatan numerik dengan tabel skema pengkelasan yang disebut Landslide Hazard Evaluation Factor (LHEF). Pada penelitian ini terdapat lima faktor yang diperhitungkan yaitu litologi, kemiringan lereng, relief relatif, tutupan lahan, dan kebasahan lahan. Kelima faktor tersebut dijumlahkan untuk mendapatkan nilai Total Estimated Hazard (TEHD) sehingga didapatkan zonasi kerentanan longsoran di daerah penelitian. Untuk mendapatkan nilai LHEF dan TEHD menggunakan metode SIG (Sistem Informasi Geografis) pada perangkat lunak ArcGis.
Hasil akhir dari pengolahan tersebut menghasilkan peta zonasi kerentanan longsoran daerah penelitian yaitu Tingkat Kerentanan Longsoran Rendah sebesar 45% dari luas daerah penelitian, Tingkat Kerentanan Longsoran Sedang sebesar 45% dari luas daerah penelitian, dan Tingkat Kerentanan Longsoran Tinggi sebesar 10% dari luas daerah penelitian. Tingkat kerentanan rendah tersusun oleh batulempung, breksi, dan endapan aluvial dengan kemiringan lereng <15o-26o, relief relatif <100m dan 101-300m, tataguna lahan berupa persawahan dan pemukiman datar, serta kandungan air permukaan lembab, basah, dan merembes. Tingkat kerentanan sedang tersusun oleh batupasir dan breksi dengan kemiringan lereng 26o-35o, relief relatif landai dan sedang, serta tataguna lahan berupa persawahan dan pemukiman datar. Sedangkan tingkat kerentanan tinggi tersusun oleh batupasir yang getas dengan kemiringan lereng 35o sampai <45o, relief relatif sedang (101-300m), tutupan lahan jarang, dan kandungan air permukaan lembab-basah.
Kata kunci: Kaliori, geologi, kerentanan longsoran
This final report of the scholar research located in Kaliori area and its surrounding, Karanganyar District, Purbalingga Regency, Central Java with local geography research is 109° 22' 58.8" - 109° 25' 55.3" BT dan 7° 18' 57.5" - 7° 21' 40.9" LS.
Study area is divided into four geomorphology units, namely Unit of Tangkisan Anticline-Syncline Ridge, Unit of Arenan Homokline Ridge, Unit of Kaliori Anticline-Syncline Valley and Gintung Alluvial Plain which generally have adults geomorphic stadia with characterized by morphometric changes of anticline peak to anticline valley. Stratigraphic sequence from the oldest to the youngest is a Claystone Unit, Sandstone Unit, Breccia Unit and Alluvial Deposits Unit. Rocks in these units began deposited at time level N18 up to Recent with depositional environment from outer neritic-transition region and terrestrial depositional environment. Recorded on the geological structure of the study area in the form of Anticline Kaliori and Syncline Kaliori and then faulted by a Lag Right Slip Fault Kaliori. Geological structures that occur at least not older than the N20 (Middle Pliocene) are interpreted due to Plio-Pleistocene tectonic activity.
Landslide susceptibility map of the study area resulting from the Anbalagan method (1992) is a numerical approach to the grading scheme table called Landslide Hazard Evaluation Factor (LHEF). In this study, there are five factors that accounted for, they are lithology, slope, relative relief, land cover, and soil wetness. These five factors are summed to obtain the value of Total Estimated Hazard (TEHD) to obtain zoning of landslide susceptibility in the study area. To get the value LHEF and TEHD, used GIS methods (Geographical Information Systems) in ArcGIS software.
The end result of such processing produces landslide susceptibility zonation map of the study area, namely Low Landslide Susceptibility by 45% of the total area of research, Medium Landslide Susceptibility by 45% of the total area of research and High Landslide Susceptibility by 10% of the total area of research. Low Landslide Susceptibility is composed by claystone, breccia and alluvial deposits with slope <15o-26o, relative relief <100m and 101-300m, in the form of land use are residential flat and rice fields, as well as the water content of the surface are moist, wet and seeps. Medium Landslide Susceptibility is composed by sandstone and breccia with slope 26o-35o, relative relief <100m and 101-300m, in the form of land use are residential flat and rice fields. While High Landslide Susceptibility is composed by brittle sandstone with slope 35o to >45o, moderate relative relief, in the form of land use sparse land cover, and water content of surface are moist-wet.
Keywords: Kaliori, geology, landslide susceptibility
120705036F1B009005IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO
NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR
DI TEPI JALAN UMUM
(Studi Kasus di Ruang Parkir Wilayah Kota Wonosobo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan parkir
tepi jalan umum dalam implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo
Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum,
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan
adalah teori manajemen yang dikemukakan G. R. Terry. Teknik pemilihan
informan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data
dengan wawancara mendalam secara semi terstruktur. Dan, teknik analisis data
yang digunakan adalah analisa data kualitatif dengan model analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo
Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum
implementasinya masih belum optimal, dilihat dari ruang parkir yang melebihi
batas parkir dan pemungutan tarif parkir yang tidak sesuai Perda. Selain itu,
manajemen pengelolaan kegiatan parkir tepi jalan umum di Kabupaten Wonosobo
juga masih belum optimal. Dikarenakan pada perencanaan. pengorganisasian,
penggerakan, dan pengendalian masih kurang tepat.
This research is intended to know about management parking of the public
roads in implementation of Regulation of The Wonosobo Regency No. 14 in 2010
about Levy's Service on The Public Road Parking, use descriptive qualitative
research methods. Used theory management expressed by G. R. Terry. Selection
of informants used technique was purposive sampling. Data collection techniques
with in-depth interviews in the semi structure. And, data analysis technique used
is qualitative data analysis with interactive analysis model. A conclusion that
obtained from the results of this research is, Regional Regulation District
Wonosobo No.14 2010 about Retribution Parking Service on The Edge of Public
Roads in its implementations is still not optimum seen from parking spaces that
exceeds the bounds parking and poll parking rate that does not fit Regional
Regulation. In addition, management activities parking on the edge of public
roads in the county of Wonosobo also not yet been optimal. Because in planning,
organizing, actuating, and controlling is still less correct.
120715038F1F008120AN ANALYSIS OF DYSPHEMISM USED IN THE LYRICS OF GREEN DAY’S SONGPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tipe dysphemism yang terdapat di dalam lagu-lagu Green day dan menjelaskan tentang fungsi yang terdapat di lirik yang mengandung tipe dysphemism . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peniliti menggunakan teknik purposive sampling untuk mengambil data dengan proses menyeleksi data berdasarkan apa yang dibutuhkan dalam penelitian. Data pada penilitian ini adalah 30 lagu-lagu Green Day, sementara itu sampel dari penelitian ini adalah 6 lagu-lagu Green Day yang mengandung dysphemism yang dikemukakan oleh Allan dan Burridge. Setelah melakukan analisa pada keseluruhan data, peneliti menemukan bahwa dari 7 kategori tipe dysphemism yang dikemukakan oleh Allan dan Burridge, 5 diantaranya terdapat dalam lagu-lagu Green day. Tipe dysphemism tersebut adalah istilah taboo yang digunakan sebagai penghinaan, julukan, lontaran (19), sumpah dengan kata kata kotor (5), membandingkan orang dengan tingkah laku hewan karena tingkah lakunya (3), julukan dysphemistic yang muncul dalam karakteristik fisik nyata yang diperlakukan atau dipandang sebagai suatu keabnormalan atau sesuatu yang tidak normal (0), kutukan dan julukan yang mengguankan mental di bawah normal atau penyakit jiwa (2), IST dysphemism yang digunakan untuk menghina (0), istilah sikap tidak hormat, yang menghina watak sasaran (20). Sementara itu, fungsi dysphemism yang terdapat di dalam lirik yang mengandung tipe dysphemism adalah menghina atau mengganggu tertuju (21), menggugat atau menyalahkan tertuju (1), fungsi menolak atau menyangkal tertuju (1), berjanji kepada tertuju(1), mengkritik tertuju (12), menanyakan kepada tertuju (2), mengutuk tertuju (7), meyankinkan tertuju (2), sikap acuh tak acuh (1), sikap menantang (1).
The aims of this research are to describe type of dysphemism expressions used in Green Day’s songs and to explain functions of the lyrics containing type of dysphemism expressions. The method used in this research is qualitative method. The researcher used purposive sampling to take the sample that meant the process of selecting sample based on the need of the research. The population of this research are 30 songs. Then, the data of this research is 6 songs containing dysphemism expressions proposed by Allan and Burridge. After conducting the analysis, the researcher found that from 7 types of dysphemism expressions proposed by Allan and Burridge, 5 of them occurring in Green day’s songs in. Those metaphorical expressions were: taboo terms used as insults, epithets, and expletives (19), profane swearing and profane oaths (5),comparison of people with animals that are conventionally ascribed certain behavior (3), dysphemistic epithets that pick on a real physical characteristic that are treated as though they are abnormalities (0), Imprecations and epithets invoking mental subnormality or derangement (2), IST dysphemism function as insult (0), terms of insult or disrespect, which invoke slurs on the target’s character (20). Meanwhile, the functions of dysphemism that appeared in the lyrics containing type of dysphemism expressions were: insulting or teasing the addressee (21), accusing or blaming the addressee (1), refusing or denying the addressee (1), promising to the addressee (1), criticizing to the addressee (12), questioning to the addressee (2), cursing to the addressee (7), convincing the addressee (2), expressing unconcern (1), expressing defiance (1).

120725037A1D007017PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PIGMEN BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA GETUKSomba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung pigmen karotenoid. Pigmen karotenoid yang terkandung dalam somba tersusun atas bixin yang bersifat non polar dan norbixin yang bersifat polar. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi buah somba menggunakan berbagai pelarut pangan yang berbeda. Ekstrak yang dihasilkan berupa pigmen yang digunakan sebagai pewarna pada getuk. Penambahan ekstrak biji somba dapat memperbaiki karakteristik sifat fisik dan kimia dari getuk. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis pigmen buah somba terhadap sifat fisik dan kimia getuk; 2) mengetahui pengaruh konsentrasi pigmen buah somba terhadap sifat fisik dan kimia getuk; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara jenis dan konsentrasi pigmen buah somba terhadap sifat fisik dan kimia getuk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi jenis pigmen hasil ekstraksi serbuk somba menggunakan beberapa pelarut yaitu minyak (P1), heksan (P2), kloroform (P3) dan etanol (P4), serta konsentrasi pigmen sebesar 1% (K1), 2% (K2) dan 3% (K3). Variabel fisik dan kimia yang diamati meliputi tekstur, kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar gula reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pigmen yang menghasilkan sifat fisik dan kimia tertinggi yaitu pigmen dari ekstrak heksan untuk tekstur, pigmen dari ekstrak etanol untuk kadar asam lemak bebas dan kadar air, sedangkan pigmen dari ekstrak minyak untuk kadar gula reduksi getuk. Jenis pigmen yang menghasilkan sifat fisik dan kimia terendah yaitu pigmen dari ekstrak minyak untuk tekstur, pigmen dari ekstrak heksan untuk kadar asam lemak bebas dan kadar air, sedangkan pigmen dari ekstrak etanol untuk kadar gula reduksi getuk. Konsentrasi pigmen yang menghasilkan sifat fisik dan kimia tertinggi yaitu 1% untuk kadar asam lemak bebas, 2% untuk kadar gula reduksi, dan 3% untuk kadar air pada getuk. Konsentrasi pigmen buah somba yang menghasilkan sifat fisik dan kimia terendah yaitu 1% untuk kadar air, 2% untuk kadar asam lemak bebas, dan 3% untuk kadar gula reduksi getuk. Uji indeks efektifitas menunjukkan bahwa penambahan pigmen hasil ekstraksi serbuk somba dengan pelarut heksan dan konsentrasi penambahan pigmen sebanyak 1% (P2K1) mampu memberikan hasil terbaik yaitu tekstur 0,0133 mm/g/dtk, kadar asam lemak bebas 0,15%; kadar air 43,71%; dan kadar gula reduksi 7,77%.Somba (Bixa orellana L.) was a plant that can be used as a natural dye that contained carotenoid pigments. Carotenoid pigments that contained in somba composed by bixin which was non polar and norbixin which was polar. In this research, somba fruit extraction were done by various food solvents. The extracts were used as a pigment dye in getuk. The addition of somba extract could improve physical and chemical properties of getuk. The research aimed to: 1 ) determined the effect of somba pigment variety on the physical and chemical properties of getuk; 2 ) determined the effect of somba pigment concentration on the physical and chemical properties of getuk; 3 ) determined the effect from interaction of somba pigment variety and concentration on the physical and chemical properties of getuk. This research used a randomized block design (RBD) as the experimental experimental method with 12 treatments combination and 3 repetition. The factors that were tested included pigment variety from somba extraction with different solvents, which were oil (P1), heksan (P2), chloroform (P3), and ethanol (P4), and pigment concentration, which were 1 % (K1), 2 % (K2), and 3 % (K3). The physical and chemical variable that were observed included texture, free fat acid content, water content, and reduction sugar content. The result showed the pigment variety that resulted the best in physical and chemical properties were the heksan extraction pigment for the texture, ethanol extraction pigment for the free fat acid content and water content, and oil extraction pigment for the reduction sugar content of getuk. The pigment variety that resulted the worst in physical and chemical properties were the oil extraction pigment for the texture, heksan extraction pigment for the free fat acid content and water content, and ethanol extraction pigment for the reduction sugar content. The pigment concentration that resulted the best in physical and chemical properties were 1% for the free fat acid content, 2% for the reduction sugar content, and 3% for the water content. The pigment concentration that resulted the worst in physical and chemical properties were 1% for the water content, 2% for the free fat acid content, and 3% for the reduction sugar content. The effectiveness index test showed that the addition of heksan extraction pigment with 1% concentration was the best treatment, with 0.0133 mm/g/s in texture, 0.15% in free fat acid content, 43.71% in water content, and 7.77% in reduction sugar.
120735039C1C009072FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERANDALAN DAN KETEPATWAKTUAN PELAPORAN KEUANGAN DENGAN PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI SEBAGAI VARIABEL PEMODERAS
(Studi Empiris Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.Penelitian ini mengkaji keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan daerah dengan menggunakan variabel bebas kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan komitmen organisasi dengan pemoderasi pengendalian intern akuntansi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan komitmen organisasi terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan daerah di SKPD Kabupaten Banyumas.
Sampel penelitian ini berjumlah 46 sampel dari 84 populasi yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana). Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan analisis regresi moderat.
Hasil analisis menunjukan bahwa secara simultan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuangan. Pengendalian intern akuntansi dapat memoderasi kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap keterandalan pelaporan keuangan, tetapi pengendalian intern akuntansi tidak dapat memoderasi komitmen organisasi terhadap keterandalan pelaporan keuangan.
This research is an empirical study in Banyumas Regency. This study was intended to examines the reliability and timeliness of local government financial reporting by using the independent variables consist of human resources capacity, information technology utilization and organizational commitment with moderating variable of accounting internal control . The purpose of this study was to examine the effect of human resources capacity, the utilization of information technology, and organizational commitment on reliability and timeliness of local government financial reporting at SKPD in Banyumas Regency.
Sample size was 46 samples from 84 populations by using simple random sampling techniques. Data collection method used was questionnaire. Data obtained were processed using the technique of multiple linear regression analysis and moderating regression analysis (MRA).
Results of the analysis obtained that human resources capacity, the utilization of information technology, and organizational commitment simultaneously affect on reliability and timeliness of local government financial reporting. Accounting internal control can moderate the influence of human resources capacity and utilization of information technology on reliability of local government financial reporting, internal control of accounting but can not moderate the influence of organization's commitment on the reliability of local government financial reporting.
120745005C1C006037PENGARUH KARAKTERISTRIK PERUSAHAAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan public, current ratio, debt to equity ratio, total asset turn over dan return on equity secara bersama-sama terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility serta untuk mengetahui signifikansi pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan public, current ratio, debt to equity ratio, total asset turn over dan return on equity secara parsial terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan manufakture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Jenis penelitian ini adalah studi empiric pada perusahaan manufacture terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dari populasi menggunakan metode purposive sampling, dengan tekhnik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai F hitung lebih besar dari F tabel , dengan demikian maka hipotesis pertama diterima. Hasil regresi juga menunjukan bahwa nilai t hitung variabel X1, X2, X3 maupun nilai t hitung variabel X6 masing-masing lebih besar dari nilai t tabel nilai t hitung variabel X4 lebih besar dari nilai –t tabel, sedangkan nilai t hitung variabel X5 lebih kecil dari nilai t tabel. Dengan demikian maka hipotesis pertama, kedua, ketiga dan keenam diterima, sedangkan hipotesis keempat dan kelima ditolak.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa ukuran perusahaan kepemilikan public, current ratio, debt to equity ratio, total asset turn over dan return on equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility, ukuran perusahaan kepemilikan public, current ratio dan return on equity secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility, sedangkan debt to equity ratio dan total asset turn over tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
The purpose of this study was to determine the significance of the effect of firm size, public ownership, current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover and return on equity together against disclosure of Corporate Social Responsibility as well as to determine the significance of the effect of firm size, public ownership, current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover and return on equity are partial to the disclosure of the company's Corporate Social Responsibility manufakture listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX).

The research is empirical study on manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). Sampling of the population using purposive sampling method, the technique of multiple linear regression analysis. Based on the results obtained by analysis of the calculated F value is greater than the F table, and thus the first hypothesis is accepted. Regression results also showed that the t value variables X1, X2, X3 and X6 t value of each variable is greater than the value of t table variable X4 t value is greater than the value of the t-table, while the variable t value is smaller X5 than t table. Thus the first hypothesis, the second, third and sixth received, while the fourth and fifth hypothesis is rejected.

Based on the analysis of data, it can be concluded that the size of the public ownership of the company, current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover and return on equity are jointly have a significant influence on the disclosure of corporate social responsibility, public ownership of company size, current ratio and return on equity is partially have significant influence on the disclosure of Corporate Social Responsibility, while the debt-to-equity ratio and total asset turnover has no significant effect on the disclosure of Corporate Social Responsibility in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX).
120755042F1F007131A PHONOLOGICAL STUDY OF VOICELESS CONSONANTS AND VOWELS DEVIATION IN ENGLISH PRONUNCIATION
PRODUCED BY BANYUMASAN JAVANESE STUDENTS
(An Analysis of English Pronunciation on Students’ English Conversation of 8th Grade of MTsN Purwokerto Academic Year 2011/2012)
Penelitian ini fokus pada penyimpangan bahasa Jawa Banyumasan ke dalam pengucapan bahasa Inggris khususnya konsonan dan huruf vokal pada percakapan bahasa Inggris siswa di kelas 8 MTsN Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimapangan pengucapan bahasa Inggris yang diucapkan oleh siswa kelas 8 di MTsN Purwokerto. Peneliti menggunakan metode qualitative karena data penelitian ini berupa rekaman percakapan bahasa Inggris siswa MTsN. Teori-teori yang menjadi landasan utama penelitian ini antara lain teori Jones, Wedhawati, Fromkin, Goh, dan teori ahli linguistik yang lain.
Hasil penelitian ini adalah ada tujuh penyimpangan pengucapan konsonan tak bersuara. Konsonan-konsonan tersebut adalah: (1) penyimpangan pengucapan fonem /d/ menjadi [t] di akhir kata; (2) fonem /θ/ diucapkan [t]; (3) fonem /z/ diucapkan [s]; (4) penyimpangan pengucapan fonem /t/ menjadi [g] di akhir kata; (5) fonem /ʃ/ diucapkan [s] di tengah kata; (6) penyimapangan fonem /b/ diucapkan menjadi [p]; dan (7) penyimpangan fonem /ʧ/ menjadi [t]di tengah-tengah kata. Disamping penyimpangan pengucapan bahasa Inggris di konsonan tak bersuara, siswa juga memproduksi penyimpangan pengucapan di huruf-huruf vokal. Ada lima penyimpangan huruf-huruf vocal. Penyimpangan-penyimpangan tersebut adalah: (1) para siswa mengucapkan fonem
/æ/ menjadi [e]; (2) penyimpangan pengucapan fonem /ɒ/ menjadi [a]; (3) penyimpangan yang terjadi pada fonem /ɔ:/ menjadi [o]; (4) fonem /i:/ diucapkan [i]; dan (5) penyimpangan pengucapan /ɪ/ menjadi [i]. Ada tiga penyebab penyimpangan pengucapan yang terjadi ketika siswa-siswa mengucapkan kata-kata bahasa Inggris. Penyebabnya antara lain: siswa menggunakan bahasa Inggris hanya di sekolah, mereka jarang sekali menggunakan bahasa Inggris diluar jam sekolah; input-input bahasa Inggris yang mereka dapatkan dalam proses pembelajaran bahasa kedua; dalam mengucapkan kata-kata bahasa Inggris, siswa sering membawa aksen bahasaa pertama mereka. Pada dasarnya, hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan namun sebagai sebuah proses pembelajaran bahasa kedua yang harus dilalui.
This research concerns with the deviation of Banyumasan Javanese on English pronunciation especially in voiceless consonants and vowels on students‟ English conversation of 8th grade of MTsN Purwokerto. It is aimed finding out the deviation of Banyumasan Javanese accent on English pronunciation produced by 8th grade students of MTsN Purwokerto. The researcher uses a qualitative method because the data are the recording of students‟ English conversation. The ground theories of the research are Jones, Wedhawati, Fromkin, Goh, and other linguistics experts.
The result of this research is there are seven pronunciation deviations in voiceless consonants. Those voiceless consonants are; (1) the pronunciation deviation /d/ into [t] in final-word; (2) the pronunciation deviation /θ/ into [t]; (3) the deviation of phoneme /z/ as [s]; (4) the deviation of phoneme /t/ into [g] in end of word; (5) the deviation of phoneme /ʃ/ into [s] in middle word; (6) the pronunciation deviation /b/ into [p]; and (7) the deviation of phoneme /ʧ/ into [t] in middle word. Beside the pronunciation deviations in voiceless consonants, the students also produce pronunciation deviations in vowels. There are five vowels deviation. Those vowels were: (1) the students often pronounced phoneme /æ/ as [e]; (2) the pronunciation deviation in phoneme /ɒ/ into [a]; (3) the deviation of phoneme /ɔ:/ into [o]; (4) the deviation of phoneme /i:/ into [i]; and (5) the pronunciation deviation /ɪ/ into [i]. There are three causes in pronouncing deviations that occurred when the students pronounce English words. The causes are: the students only use English at school, they seldom practice speaking English outside the school; the input that the students receive in second language learning process; in pronouncing English words, the students often bring their mother. This is now recognizing not as a mistake but as a process that all second language learners go through.
120765043G1A006011The Irony on John Leax’s Selected Poems in Portraying 9/11 TragedyIroni memiliki kedudukan yang penting dalam karya sastra pada awal perkembangannya. Ironi digunakan sebagai senjata untuk mengkritik pemerintahan Inggris pada sekitar abad ke 18. Beberapa penulis, penyair dan sastrawan menggunakannya dalam karya-karya mereka. Puisi termasuk karya sastra yang banyak menggnakan ironi. Ironi dalam puisi pernah digunakan oleh Wiliam Blake untuk mengkritik revolusi industri.
Sesuai perkembangan jaman, penggunaan ironi dalam puisi tidak hanya muncul dalam bentuk ironi itu sendiri sebagai majas, namun dapat juga melalui penggambaran, diksi, bait, rima, dan juga simbol. Seperti pada 3 puisi John Leax ironi digunakan sebagai suatu penggambaran terhadap tragedi 11 September di Amerika. Ia memunculkan ironi melalui berbagai symbol yang memiliki kaitan dengan alam, binatang dan benda-benda yang ada dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Ada tiga jenis ironi yang ditemukan dalam ketiga puisi John Leax. Kemunculan irony tersebut dipertegas melalui simbol-simbol. Ketiga jenis ironi tersebut adalah: Dramatic irony, verbal irony, dan situational irony. John Leax menggunakan dramatic irony pada puisi pertama untuk memberikan kesan dramatis ketika Tuhan mengijinkan terorisme terjadi di Amerika. Verbal ironi digunakan untuk menggambarkan ironi secara verbal dan simbolis dari tujuan yang ingin dicapai oleh para teroris. Sedangkan situational irony digunakan untuk menggambarkan keadaan saat menjelang penyerangan 11 September. Penegasan ironi melalui simbol-simbol tersebut merupakan cara John Leax mengajak pembaca merenungkan alas an kronologis terjadinya penyerangan 11 September dengan pikiran yang lebih terbuka.
Irony has the significant state in works of art in its early development. It was used as a weapon to criticize the English government on around eighteenth century. Some writers and poets used it in their works. A poem is one of literary works that uses irony.
As the time development, the use of irony in poem does appear not only in the form of the irony itself as a figurative language, but also in the form of imagery, diction, rhythm and rhyme, and symbols. In John Leax’s three poems, irony is used as a depiction to the 9/11 tragedy in US. He emerged irony by using symbols of nature, animals, and stuffs that exist in human daily life.
There are three kinds of irony that are found John Leax three poems. The appearance of those ironies is affirmed by the existence of symbols. Those three ironies are: Dramatic irony, verbal irony, and situational irony. John Leax used dramatic irony in the first poem to give a dramatic impression when God let the terror happen in US. Verbal irony is used to depict irony verbally and symbolically of the aim that wanted to be reached by the terrorists. Situational irony is used to potray the situation around the 9/11 attack. The affirmation of irony by the use of symbols is Leax’s way in asking the reader to participate in imaging and thinking the chronological reason of the terrorist attack toward US within the more open minded thoughts.
120775046A1L009108PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR
BIO P2000Z TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL
JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata)
Pupuk organik cair Bio P2000Z merupakan pupuk alami yang mengandung mikroorganisme penyubur tanah. Mikroorganisme yang ada di dalam pupuk Bio P2000Z tidak hanya berfungsi di dalam tanah, tetapi juga dalam proses penyerapan unsur hara oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh konsentrasi Bio P2000Z terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis; 2) mengetahui pengaruh frekuensi pemberian Bio P2000Z terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis; 3) mengetahui pengaruh kombinasi antara konsentrasi dan frekuensi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari Oktober 2012 sampai Januari 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi pupuk Bio P2000Z (K1: konsentrasi 3,5%, K2: konsentrasi 7%, K3: konsentrasi 10,5%) dan frekuensi pemberian pupuk Bio P2000Z (F1: pemberian pupuk 1 kali, F2: pemberian pupuk 2 kali, F3: pemberian pupuk 3 kali). Kombinasi perlakuan terdiri dari 9 macam, masing-masing kombinasi diulang sebanyak 3 kali, sehingga seluruh unit percobaan sejumlah 27 unit. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan uji F, dan dilanjut dengan uji DMRT 5% apabila terdapat pengaruh yang tidak nyata. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar (cm), bobot basah tanaman (g), bobot kering tanaman (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), bobot kering tongkol per tanaman (g), bobot kering biji per tongkol (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan frekuensi Bio P2000Z tidak memberikan pengaruh pada semua variabel pertumbuhan dan hasil jagung manis. Kombinasi antara pemberian konsentrasi dan frekuensi Bio P2000Z tidak memberikan pengaruh pada semua variabel pertumbuhan dan hasil jagung manis.
Organic liquid fertilizer Bio P2000Z is a biofertilizer that contains soil fertility microorganisms. Microorganisms that contained in the Bio P2000Z fertilizer not only has its functions in the ground, but also in the nutrient absorption process by plants for growth. This research aimed to: 1) determine the effect of Bio P2000Z concentration on growth and yield of sweet corn, 2) determine the effect of Bio P2000Z frequency on the growth and yield of sweet corn; 3) determine the effect of a combination between concentration and frequency on the growth and yield of sweet corn. This research conducted at screen house in Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from October 2012 to January 2013. This study used Randomized Block Design with two factors, they are the concentration of Bio fertilizer P2000Z (K1: concentration of 3,5%, K2: concentration of 7%, K3: concentration of 10,5%) and the frequency of fertilizer Bio P2000Z (F1: 1 time fertilizer application , F2: 2 times fertilizer application, F3: 3 times fertilizer application). Combination treatment consist of 9 types, each combination has 3 replication, so the total of experimental units is 27 units. The data were analyzed with the F test, and continued with DMRT 5% if there is no significant effect. The measured variables were plant height (cm), number of leaves (strands), root length (cm), plant fresh weight (g), plant dry weight (g), cob length (cm), cob diameter (cm), cob dry weight per plant (g), dry weight of seeds per cob (g). The results showed that the concentration and frequency of Bio P2000Z not give effect to all variables growth and yield of sweet corn. The combination of concentration and frequency of administration of Bio P2000Z not give effect to all growth variables and yield of sweet corn.
120785047C1C009011Pengaruh Kompetensi, Gaya Kepemimpinan, Perilaku dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor Internal Inspektorat Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul "Pengaruh Kompetensi, Gaya Kepemimpinan, Perilaku dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor Internal Inspektorat Kabupaten Banyumas ". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, gaya kepemimpinan, perilaku dan budaya organisasi terhadap kinerja auditor internal pada Inspektorat Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data primer dilakukan pada Desember 2012 sampai Januari 2013 dan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel jenuh atau metode sensus merupakan metode yang digunakan untuk menentukan responden. Responden penelitian ini adalah 33 (tiga puluh tiga) orang yang bekerja sebagai auditor internal di Inspektorat Kabupaten Banyumas. Regresi linier berganda adalah alat analisis yang digunakan pada penelitian. Berdasarkan pada analisis statistik yang dilakukan, diketahui bahwa kompetensi, gaya kepemimpinan, perilaku, dan budaya organisasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Auditor Internal pada Inspektorat Kabupaten Banyumas.The research entitled “The Influence of Competence, Leadership Style, Behavior and Organizational Culture on Performance Internal Auditor at Inspectorate of Banyumas District”. The purposes of this research are to know the influence of competence, leadership style, beha vior and organizational culture on performance internal auditor at Inspectorate of Banyumas District. Primary data collecting is done on December 2012 to January 2013 with the questionnaire as a research instrument. Saturated sample or census method used to determine the respondents. The respondents of this research were 33(thirty three) people working as the internal auditor in Inspectorate of Banyumas District. Multiple linear regression is the analysis instrument which is used on the research. Based on the statistical analysis, can be conducted partially in mind that competence, leadership style, behavior, and organization cultural in a significant effect on Performance Internal Auditor at the Inspectorate of Banyumas District.
120795048E1A009012“VERIFIKASI PARTAI POLITIK MENUJU PEMILIHAN UMUM 2014 PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 52/PUU-X/2012”ABSTRAK
Akhir Agustus 2012, Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 52/PUU-X/2012 menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 setelah amandemen dan menyatakan undang-undang tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut mengakibatkan makanisme verifikasi partai politik yang akan menjadi peserta pemilu tahun 2014 mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai pengaturan verifikasi partai politik dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 serta mengetahui implikasi dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 52/PUU-X/2012 terhadap mekanisme verifikasi partai politik menuju pemilihan umum 2014.
Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 yang menyangkut tentang partai politik yang akan menjadi peserta pemilu 2014 bersifat diskrimimatif sebab dalam UU tersebut dinyatakan bahwa partai politik peserta pemilu 2009 yang memenuhi ambang batas parlemen secara otomatis lolos menjadi peserta dalam pemilu 2014, sedangkan bagi partai politik yang tidak memenuhi ambang batas parlemen harus mengikuti verifikasi dengan syarat yang lebih berat. Setelah adanya Putusan Mahkmah Konstitusi Nomor 52/PUU-X/2012 maka ketentuan tersebut dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan ketentuan mengikuti verifikasi harus diberlakukan kepada semua partai politik yang akan mengikuti pemilihan umum tahun 2014 tanpa terkecuali.


Kata kunci : Verifikasi Partai Politik, Pemilihan Umum, dan Mahkamah Konstitusi.

ABSTRACT

The decision of Constitutional Court Number 52/PUU-X/2012, stated that Law Number 8 Year 2012 regarding to General Election of House of Representative member, Regional Representative Council, and Legislative Assembly inquiry contrary with the amendment of basic constitution the decision of Constitutional Court also stated that the rule didn’t have the force of law binding. This decision made mechanism of verification political parties who will be participant in general election 2014 have a change. Purpose this study to find about regulation of verification political parties at Code of Law Number 8 Year 2012 and also to find about implication from the decision of Constitutional Court Number 52/PUU-X/2012 to mechanism of verification political in concern ofgeneral election 2014.
The result of this research described that some of stipulationat Code of Law Number 8 Year 2012 who concern about political parties who will be participant in general election 2014 be completely discriminatory because in the Code of Law explained that political parties who be participant at general election 2009 who gotparliamentary threshold automatically will be participant in general election 2014, whereas for the political parties who not got parliamentary threshold have to follow verification process withheavier requirements. After decisionof Constitutional Court Number 52/PUU-X/2012 was present,that stipulation didn’t have the force of law binding and all of political parties who want to be participant in general election 2014 have to follow verification process.

Key words :Verification Of Political Parties, General Election, and Constitutional Court.
120805045H1F007069GEOLOGI DAN ANALISIS POTENSI LONGSORAN DI DESA KALIWEDI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAHDaerah penelitian terletak di Desa Kaliwedi dan sekitarnya, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah ini terletak pada koordinat 109°21’77”-109°26’25” BT dan 7°52’40”-7°56’86” LS. Daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Terjal Struktural Kalisalak, Satuan Dataran Denudasional Desa Baru, dan Satuan Perbukitan Terjal Intrusi Sawangan. Satuan batuan daerah penelitian terbagi menjadi lima satuan tidak resmi, yaitu Satuan Batulempung, Satuan Breksi, Satuan Batupasir, Satuan Intrusi Andesit, dan Satuan Endapan Aluvial. Umur pengendapan daerah penelitian adalah Miosen Akhir (N16-N18). Lingkungan pengendapan daerah penelitian berkisar di batial atas (Satuan Batulempung) dan zona neritik (Satuan Breksi dan Batupasir). Struktur geologi daerah penelitian terdapat lipatan yang dipengaruhi oleh intrusi, sehingga kenampakan yang terlihat adalah seperti kubah dan akibat gaya utara-selatan menghasilkan sesar naik mengiri dengan arah barat-timur. Perhitungan kestabilan terhadap lereng menggunakan konsep kesetimbangan batas dengan Metode Bishop Disederhanakan. Berdasarkan perhitungan kestabilan lereng, didapatkan nilai faktor keamanan lereng daerah penelitian antara 0,630 (lereng kritis) dan 4,605 (lereng aman). Konsep mitigasi dilakukan terhadap lereng kritis dengan cara pengaturan geometri, menerapkan dinding penahan lereng, dan pengaturan drainase lereng. The research area is located in Kaliwedi and it surrounding, Kebasen district, Banyumas regency, Central Java Province. This region is geographically located at coordinates 109° 21’77”-109° 26’25” E and 7° 52’40”-7° 56’86” LS. The research area is divided into three geomorphological units, namely Structural Kalisalak Steep Hills Unit, Plains Denudasional New Village Unit, and Steep Hills Sawangan Intrusion Unit. Lithologies of study area is divided into five units are not official, Claystone Unit, Breccia Unit, Sandstone Unit, Andesite Intrusion Unit, and Alluvial Deposits Unit. Depositional age of the study area is the Late Miocene (N16-N18). Depositional environment in the study area ranged above of batial (Claystone Unit) and neritik zones (Breccia and Sandstone Unit). Geological structure of the study area there are creases that are affected by the intrusion, so the appearance looks like a dome and caused by the north-south style produces envy reverse fault with an east-west direction. Calculation of the stability of the slopes using limit equilibrium concepts with simplified Bishop method. Based on the calculation of slope stability, slope safety factor value obtained research areas between 0.630 (critical slope) and 4,605 (safe slope). The concept of mitigation performed to critical slope by setting the geometry, apply slope retaining walls, drainage, and slope settings.