Artikelilmiahs
Menampilkan 11.901-11.920 dari 49.863 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11901 | 4869 | D1E009025 | POPULASI PROTOZOA DAN PRODUKSI GAS TOTAL DARI RUMEN KAMBING PERAH YANG PAKANNYA DISUPLEMENTASI EKSTRAK HERBAL SECARA IN VITRO | Penelitian berjudul “Populasi Protozoa dan Produksi Gas Total dari Rumen Kambing Perah yang Pakannya Disuplementasi Ekstrak Herbal” secara in vitro yang dilaksanakan pada Juli sampai Desember 2012. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen kambing Peranakan Etawa dan pakan kontrol (rumput gajah : ampas tahu : konsentrat, 60% : 35% : 5%). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0 : pakan kontrol, R1 : R0 + 0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat, R2 : R1 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R3 : R1 + 3254 ppm ekstrak Sapindus rarak, R4 : R3 + 125 ppm ekstrak Allium sativum, R5 : R3 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R6 : R3 + 375 ppm ekstrak Allium sativum, R7 : R3 + 500 ppm ekstrak Allium sativum. Peubah yang diamati adalah populasi protozoa dan produksi gas total serta data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap populasi protozoa dan produksi gas total (P<0,01). Suplementasi mineral mikro organik (R1), ekstrak Allium sativum (R2), ekstrak Sapindus rarak (R3) berpengaruh terhadap populasi protozoa (P<0,01) namun tidak berpengaruh pada produksi gas total (P>0,05). Produksi gas total meningkat (P<0,01) pada kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum dengan level 375 ppm (R6), akan tetapi menurunkan populasi protozoa secara nyata (P<0,01). Suplementasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum dengan level 500 ppm (R7) cenderung menurunkan produksi gas total walaupun perlakuan tidak berbeda nyata dengan kontrol (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan terbaik terjadi pada suplementasi 250 ppm ekstrak bawang putih (Allium sativum) (R2) dalam pakan kambing perah yang tercukupi mineral mikro (0,3 ppm Selenium + 1,5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat) menurunkan populasi protozoa dan produksi gas total. | A research entitled “Population of Protozoa and in vitro Total Gas Production in the Dairy Goat Rumen whose feed is Supplemented with Herbal Extracts” was conducted from July to December 2012. The materials of the research were rumen fluid of Etawa Hybrid goats and goat ration (grass : tofu waste : concentrate, 60% : 35% : 5%). The research method was experimental using Randomized Block Design (RBD) with 8 treatments and 3 replicates i.e R0 = control feed, R1 = R0 + 0.3 of ppm Selenium + 1.5 ppm of Chromium + 40 ppm of Zinc-lysinat, R2 = R1 + 250 ppm of Allium sativum Extract, R3 = R1 + 3254 ppm of Sapindus rarak Extract, R4 = R3 + 125 ppm of Allium sativum Extract, R5 = R3 + 250 ppm of Allium sativum Extract, R6 = R3 + 375 ppm of Allium sativum Extract, R7 = R3 + 500 ppm of Allium sativum Extract. The variables observed were protozoa population and total gas production. The data were analyzed using analysis of variance and followed by Honestly Significant Difference Test. The results showed that treatment highly significantly affected the protozoa population and total gas production (P<0.01). The supplementation of organic micro minerals (R1), Allium sativum extract (R2), Sapindus rarak extract (R3) affected protozoa population (P<0.01), but did not affect total gas production (P>0.05). Total gas production increased (P<0.01) in the combination of Sapindus rarak extract and 375 ppm of Allium sativum (R6), but decreased protozoa population highly significantly (P<0.01). Supplementation with extracts of Sapindus rarak and 500 ppm of Allium sativum (R7) tended to decrease total gas production even though the treatment was not significantly different from control (P>0.05). The conclusion of this study is, the best treatment is the supplementation of 250 ppm of garlic extract (Allium sativum) (R2) in dairy goat feed that is adequated in micro mineral decrease protozoa population and total gas production. | |
| 11902 | 4874 | G1A009107 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN THALASSEMIA ANAK | Thalassemia adalah penyakit genetik akibat kelainan sintesis hemoglobin dengan angka prevalensi paling banyak. Hal ini sangat penting untuk diketahui lebih dalam terutama tentang kualitas hidup pada populasi thalassemia anak untuk mengevaluasi dan meningkatkan perawatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien thalassemia anak. Rancangan penelitian cross sectional dilakukan pada 39 orang tua pasien thalassemia anak usia sekolah (6-12 tahun) di Pusat Thalassemia RSUD Banyumas, Banyumas. Lembar kuesioner wawancara tersturtur yang meliputi sosiodemografi, pengetahuan, dan Pediatric Quality of Life Inventory TM Version 4.0 dipakai untuk mengumpulkan data. Korelasi tingkat pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup diuji dengan Uji Spearman. Pengukuran kualitas hidup didapat 33 orang (84%) memiliki kualitas hidup baik dan 23 orang tua (59%) memiliki pengetahuan baik. Uji Spearman tingkat pengatahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien thalassemia anak menunjukkan tidak signifikan (p=0,247). Tidak ada korelasi bermakna tingkat pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien thalassemia anak. | Thalassemia is the most frequent genetic disorder of haemoglobin synthesis in term of prevalence. It is important to understand more about quality of life (QOL) in thalassemia children population to evaluate and improve the care patient receive. The aim of this study was to know the correlation of parent’s knowledge and quality of life thalassemia children. A cross sectional study was conducted on a sample of 39 parent who has school-age (6-12 years old) thalassemic children at Thalassemia Center Banyumas Hospital, Banyumas. A structured interview questionnaires sheet including socio-demographic, knowledge, and the Pediatric Quality of Life Inventory TM Version 4.0 were used to collect data. The correlation of parent’s knowledge and QOL were tested with the Spearman Test. QOL measurement found that 33 subject (84%) had a good QOL and 23 parent (59%) had a good knowledge. The Spearman test of parent’s knowledge with QOL thalassemia children was not significantly (p=0,247). We found that there was not correlation significantly between parent’s knowledge and QOL thalassemia children. | |
| 11903 | 4799 | F1C008019 | Strategi Programming Program Comedy Opera Van Java | Kemasan dan isi dari program komedi sangat beragam bentuknya pada setiap stasiun televisi. Dari sekian banyak program yang ditampilkan, program komedi Opera Van Java yang ditayangkan TRANS 7 menjadi salah satu program yang sangat diminati audien. Oleh karena itulah peneliti melakukan penelitian berjudul “STRATEGI PROGRAMMING PROGRAM KOMEDI OPERA VAN JAVA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi programming program komedi Opera Van Java. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan mengunakan purposive sampling dengan criterian based selection. Teknik pengumpulan data dalam penelitia ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Subjek penelitian ini adalah orang yang ada dibalik layar Opera Van Java yaitu produser program komedi Opera Van Java dan Stategi Planning Trans 7 Programming Division. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi programming Opera Van Java yang harus diperhatikan adalah format acara pada perencanaan Program, proses produksi dari mulai praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, pembagian waktu siaran pada eksekusi program, dan yang terahir pengawasan dan evaluasi program. Kempat hal itu yang harus menjadi perhatian penuh pada suatu program dalam mendapatkan penonton. Kata kunci : strategi programming, program komedi, Opera Van Java, television programming | The set and content of the comedy program are vary in form to every TV station. From such a very TV programs, the comedy program Opera Van Java broadcasted on Trans 7 become one of the most awaited by the viewers. And it brings the researcher to do a research on “The Strategic Comedy Program of Opera Van Java”. The research is proposed to know the programming strategic of Opera Van Java program. The research is done in a qualitative method that use purposive sampling and criteria based selection. The collecting that is observastion, interview, and documantation. Completing technical data system that is interactive analysis. The subject is those who are behind of the science of Opera Van Java those are a producer and the strategic planning program division on Trans 7. The result show that strategic program of Opera Van Java has to be concerned is format program on planning program, production process start from preproduction, production and postproduction, distribution of broadcast time on program execution, supervising and evaluation. Those four things are in need to be concerned fully to attract viewers or watcher. The Keywords: programming strategy, comedy program, Opera Van Java, television programming. | |
| 11904 | 4870 | F1A009060 | MOTIF BERSELINGKUH (Studi Analisis Isi tentang Perselingkuhan dalam Rumah Tangga pada Surat Kabar Poskota) | Penelitian ini dilakukan terhadap rubrik “Nah Ini Dia” di surat kabar Poskota dengan tujuan untuk mengetahui motif yang paling banyak melatarbelakangi pelaku perselingkuhan, perbedaan bentuk perselingkuhan antara suami dengan istri, dan tindakan yang diambil suami atau istri terhadap perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Sasaran penelitian adalah berita perselingkuhan pada rubrik “Nah Ini Dia” surat kabar Poskota yang terbit selama periode Januari-Desember 2012 dan diambil dengan menggunakan teknik acak sederhana. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 79 berita. Hasil penelitian menunjukkan motif yang paling banyak melatarbelakangi pelaku perselingkuhan adalah terdorong oleh kebutuhan seks. Tidak terdapat perbedaan antara bentuk perselingkuhan yang dilakukan oleh suami dengan istri. Bentuk perselingkuhan cenderung sama yaitu berupa flings affair. Orientasi dalam perselingkuhan ini ialah seks dan kesenangan, serta tindakan yang diambil suami atau istri terhadap perselingkuhan yang dilakukan pasangannya didominasi tindakan melaporkan pelaku perselingkuhan ke polisi atau instansi yang berwenang dan selanjutnya diproses secara hukum yang berlaku. | The research was conducted using content analysis rubric “Nah Ini Dia” in Poskota newspaper with the aim of knowing the motives behind what most actors infidelity, infidelity shape differences between husband and wife, and the action taken against the husband or wife committed adultery partner. This study uses quantitative content analysis. Objective research is infidelity news during the period January-December 2012 and taken by using simple random technique, number of samples taken 79 news. The results showed that most of the motives behind the actors infidelity is driven by the needs of sex, there is no difference between the form of adultery committed by the husband to the wife. Form of infidelity affair flings tend to be the same form. Orientation in this affair is that sex and pleasure, as well as the action taken against the husband or the wife committed adultery spouse adultery dominated action report offenders to the police or relevant authorities and further processed by applicable law. | |
| 11905 | 4871 | F1D008030 | ANALISIS TERHADAP KONGRUENSI JANJI PARTAI POLITIK DENGAN REALISASI PRODUK KEBIJAKAN PUBLIK (STUDI KASUS DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2009-2012) | Penelitian ini berjudul “kongruensi antara janji partai politik dengan realisasi produk kebijakan publik di Kabupaten Purbalingga tahun 2009-2012”. Partai politik yang diteliti ialah tiga besar partai pemenang pemilihan legislatif tahun 2009 di Purbalingga, yaitu PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Sedangkan produk kebijakan publik yang diteliti ialah peraturan daerah (perda) tahun 2009-2012 dan program dalam APBD tahun 2010 dan 2011. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun belum sempurna, namun terdapat kongruensi antara janji politik PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Golkar dengan produk kebijakan publik yang dihasilkan, baik berupa perda inisiatif komisi DPRD tahun 2009-2012 dan program dalam APBD tahun 2010 dan 2011 di Kabupaten Purbalingga. Partai politik yang duduk di lembaga legislatif daerah (DPRD) memperjuangkan janji politiknya melalui fraksi yang ada di komisi-komisi. Melalui komisi-komisi inilah, PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Golkar memperjuangkan janji politik mereka agar diubah menjadi produk kebijakan publik, yaitu perda dan program dalam APBD. | This research is entitled “congruency of political parties with the realization of the public policy product in Purbalingga in 2009-2012”. There are three political parties that won legislative election in Purbalingga in 2009, PDI Perjuangan, Demokrat party and Golkar party. Then public policies product that researched were public policies in Purbalingga level in 2009-2012 and programs in regional budget in 2010 and 2011. This research showed that though not complete, but there are congruency of political parties promises, from PDI Perjuangan, Demokrat and Golkar with public policies produced in Purbalingga. Political parties were sitted in legistative council had ben struggle their promises through faction in commities. By this commities, PDI Perjuangan, Demokrat and Golkar struggle their promises to be change in public policies, like regional regulation and programs in regional budget. | |
| 11906 | 4872 | F1C008016 | PERAN KONSELOR PADA KLINIK KONSELING BERHENTI MEROKOK DALAM UPAYA MERUBAH PERILAKU MEROKOK PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 | Penelitian dengan judul Peran Konselor Pada Klinik Konseling Berhenti Merokok Dalam Upaya Merubah Perilaku Merokok Pada Masyarakat di Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara Tahun 2012, dilatarbelakangi karena perlunya sebuah strategi yang tepat untuk mengurangi dampak negatif dari merokok. Adapun tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konselor dalam menyembuhkan pasien merokok melalui konseling dan untuk mengetahui alasan pasien mengikuti metode konseling untuk berhenti merokok. Dengan mengambil lokasi penelitian di Puskesmas Banjarnegara 1 Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, sementara teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa peran konselor dalam merubah perilaku masyarakat yaitu, konselor berperan sebagai “facilitative a comfortable”, konselor membantu pasien melihat secara jelas dan objektif dirinya dan tindakan-tindakannya sendiri, konselor menggunakan perlakuan atau treatment melalui setting peran interaksi, konselor membelajarkan pasien untuk berbuat secara dewasa dan bertanggung jawab serta melakukan self-control, konselor menginterpretasi pesan-pesan yang disampaikan pasien. Alasan pasien mengikuti metode konseling untuk berhenti merokok yaitu karena pasien merasa nyaman oleh konselor yang tidak memaksakan untuk berhenti merokok, memberikan arahan metode yang akan diikuti dalam berhenti merokok, dan pasien dibimbing dalam proses berhenti merokok melalui konseling yang berkelanjutan. Pasien juga merasa cocok oleh metode-metode berhenti merokok yang diberikan oleh konselor. Kata Kunci: Konseling, Konselor, Klinik Konseling Berhenti Merokok. | Research with the title role of the Clinical Counseling Counselors Quit Smoking Behavior Changes In Effort In Public In Banjarnegara Sub District Banjarnegara In 2012, motivated by the need for a strategy to reduce the negative effects of smoking. The purpose of this study was undertaken to determine the role of counselors in treating patients smoking through counseling and to identify why patients attend counseling for smoking cessation methods. Taking research sites in one district health center Banjarnegara Banjarnegara. The research method used is descriptive approach kualitatatif method. Informant selection techniques using purposive sampling, while the data collection techniques using in-depth interviews, documentation and observation. The research concludes that the role of the counselor in changing people's behavior, namely, the counselor acts as a "facilitative a comfortable", the counselor helps the patient to see clearly and objectively himself and his own actions, the counselor uses treatment or treatment by setting role of the interaction, the counselor membelajarkan patients to act as mature and responsible as well as self-control, counselors interpret the messages conveyed patients. The reason for the patient to follow the method of counseling to quit smoking is because patients feel comfortable by counselors who are not forced to give up smoking, give direction to be followed in the method of quitting smoking, and patients are guided in the process of quitting smoking through ongoing counseling. Patients also felt matched by smoking cessation methods provided by the counselor. Keywords: Counseling, Counselor, Clinical Smoking Cessation Counseling. | |
| 11907 | 4875 | G1A009024 | Hubungan Berat Badan Lahir dengan Tingkat Inteligensi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2012/2013 | Latar Belakang: Masyarakat umum mengenal inteligensi sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Beberapa studi mengidentifikasi adanya faktor prenatal dan postnatal yang berperan terhadap kecerdasan pada masa anak-anak yang salah satunya adalah berat badan lahir. Prevalensi BBLR di Kabupaten Banyumas tahun 2007 sebesar 3,57% yang merupakan tertinggi di wilayah Barlingmascakeb, dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 5,1%. Tujuan: Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan tingkat inteligensi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2012/2013. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi target merupakan siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2012/2013. Populasi terjangkau merupakan siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Sumbang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2012/2013 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling secara cluster sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir dengan tingkat inteligensi dengan nilai p sebesar 0,023 (p < 0,05). Kekuatan korelasi (r) berat badan lahir dengan tingkat inteligensi sebesar 0,217 memiliki interpretasi lemah (0,20-0,399). Kesimpulan: Semakin besar kelompok berat badan lahir, semakin tinggi tingkat inteligensi. | Research Background: People in common define the term of intelligence as a term which describes cleverness or problem solving ability. Some researches identify the existence of prenatal and postnatal factors which affect the intelligence of children phase. One of the factors is birthweight. The prevalence of birthweight in Banyumas Regency in 2007 was the amount of 3,57% which became the highest prevalence in Barlingmascakeb, and it increased to be 5,1% in 2011. Research Objective: To find out the correlation between the birthweight and IQ level of elementary school students in Banyumas Regency school year 2012/2013. Research Method: This research is an analytic observational research by using cross sectional approach. The target of the population is the elementary school students in Banyumas Regency school year 2012/2013. The reached population is the students of Sekolah Dasar Negeri 1 Sumbang, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency school year 2012/2013 which fulfill the inclusive criteria. The sample collection technique is done by probability sampling technique specified as cluster sampling technique. Spearman Correlation Test is used to analyze the data. Result: There is a significant correlation between birthweight and IQ level which p is in the amount of 0,023 (p < 0,05). The correlation strength (r) between birthweight and IQ level is in the amount of 0,217 which has low interpretation (0,20-0,399). Conclusion: The bigger the group of birthweight is, the higher IQ level will be. | |
| 11908 | 4878 | D1E009191 | KECERNAAN LEMAK DAN ENERGI KONSENTRAT MONOGASTRIK BERBASIS HIDROLISAT TEPUNG BULU AYAM SECARA IN VITRO (DIGESTIBILITY OF FAT AND ENERGY MONOGASTRICK CONCENTRATE BASED HIDROLYZATE FEATHER MEAL IN VITRO) | Penelitian bertujuan mengkaji kualitas konsentrat yang mengandung hidrolisat tepung bulu ayam secara in vitro. Materi yang digunakan adalah bulu ayam, jagung, onggok, tepung ikan, Bacillus sp. MTS, bahan kimia untuk hidrolisis dan uji in vitro (Boisen, 1991). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu R0: Konsentrat Berbasis Tepung Ikan, R1: Konsentrat Berbasis Tepung Bulu Ayam (TBA) Komersial, R2: Konsentrat Berbasis TBA Tanpa Hidrolisis, R3: Konsentrat Berbasis TBA yang dihidrolisis menggunakan NaOH+panas, R4: Konsentrat Berbasis TBA yang dihidrolisis menggunakan NaOH+-merkaptoetanol, R5: Konsentrat Berbasis TBA yang dihidrolisis menggunakan Bacillus sp. MTS. Peubah yang diamati kecernaan lemak kasar dan energi. Hasil rataan kecernaan lemak kasar 74%±0.04 (R0), 61%±0.03 (R1), 48%±0.03(R2), 56%±0.05(R3), 59%±0.06 (R4), 69%±0.02 (R5), rataan kecernaan energi adalah 72%±0.02 (R0), 65%±0.06 (R1), 33%±0.05 (R2), 43%±0.16 (R3), 68%±0.14 (R4), 69%±0.11 (R5). Analisi variansi menunjukan pengaruh sangat nyata terhadap kecernaan lemak dan energi (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian bahwa teknik hidrolisis secara fisikokimia dan biologi mampu meningkatkan daya cerna tepung bulu ayam. Konsentrat yang berbasis hidrolisat tepung bulu ayam secara biologi menggunakan Bacillus sp. MTS mempunyai kecernaan lemak dan energi terbaik dibandingkan secara fisikokimia. | The purpose of this studty was examine the quality of concentrate diets based on hydrolyzed chicken feather of fat and energy digestibility by in vitro. The materials used chicken feathers, corn, fish meal, cassava waste meal, Bacillus sp. MTS, chemicals for hydrolysis and experiment in vitro. This research used experimental method by using in vitro method by Boisen (1991). In this study, there were 6 feed treatments and 3 replications. Feed treatments were R0 (fish meal based concentrate), R1 (feathers meal (FM) commercial based concentrate), R2 (FM without hydrolyzed based concentrate), R3 (FM hydrolyzed by NaOH+heat based concetrate), R4 (FM hydrolyzed by NaOH+β-merkaptoetanol based concentrate), R5 (FM hydrolyzed by Bacillus sp. MTS based concentrate).The averages of fat digestibility were 74%±0.04 (R0), 61%±0.03 (R1), 48%±0.03(R2), 56%±0.05(R3), 59%±0.06 (R4), 69%±0.02 (R5), and the averages of energy digestibility were 72%±0.02 (R0), 65%±0.06 (R1), 33%±0.05 (R2), 43%±0.16 (R3), 68%±0.14 (R4), 69%±0.11 (R5). The results showed a highly significant difference (P<0,01). The conclusion was hydrolyse technique by physicochemical and biological were able to increase the digestibility of fat and energy concentrate based by chicken feather. The feather meal fermented by Bacillus sp. MTS has the best digestibility of fat and energy compared physicochemical treatment. | |
| 11909 | 4879 | H1I011001 | PENGARUH EKSTENDER DENGAN TINGKAT KONSENTRASI KRIOPROTEKTAN DMSO TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA DAN DERAJAT PENETASAN TELUR IKAN PATIN (Pangasidae) | Penelitian berjudul ”Pengaruh Ekstender dengan Tingkat Konsentrasi Krioprotektan DMSO terhadap Motilitas Spermatozoa dan Derajat Penetasan Telur Ikan Patin (Pangasidae)”. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan satu jenis ekstender dengan konsentrasi krioprotektan yang paling tepat terhadap motilitas spermatozoa dan derajat penetasan telur ikan patin. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober sampai November 2012 di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi, Subang – Jawa Barat. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Pola Faktorial 2 (2 x 4), yaitu dua jenis ekstender (Ringer dan HBSS) dan empat konsentrasi DMSO (0%, 5%, 10%, dan 15%). Variabel penelitian adalah keberhasilan motilitas spermatozoa. Parameter utama adalah jumlah telur menetas, sedangkan parameter pendukung berupa temperatur, pH, dan oksigen terlarut. Penelitian menunjukan bahwa motilitas spermatozoa pada perlakuan pre-freezing memberikan hasil yang baik dengan nilai 5,00±0,0 (80 – 85%), sedangkan post-thawing 3,50±0,50 (55%) oleh Ringer dengan DMSO 15% dan HBSS dengan DMSO 10%. Derajat pembuahan telur dengan nilai tertinggi sebesar 65,71±0,3 pada pre-freezing oleh Ringer dengan DMSO 10%, sedangkan post-thawing sebesar 87,78±3,85 oleh HBSS dengan DMSO 5%. Seluruh perlakuan post-thawing pada derajat penetasan telur tidak menetas, sedangkan pre-freezing tetinggi sebesar 80,37±4,2 dicapai HBSS dengan konsentrasi DMSO 15%. | A study entitled ”Effect Extender with Different Level Concentration in Cryoprotectants DMSO to Spermatozoa Motility and Hatching Rate of Pangasid Fish (Pangasidae). The study aims to get one of extender with the most appropriate concentrations on cryoprotectant to spermatozoa motility and hatching rate of Pangasid. The study was conducted during October untill November 2012 at Fish Breeding Research Center, Sukamandi, Subang – West Java. The study was carried out experimentally using Completely Randomize Design (CRD) with Factorial Form 2 (2 x 4), were two kinds of extender and four DMSO concentrations. Variable was succes of motility spermatozoa. First parameter was totaled of hatching eggs and support parameter were temperatur, pH, and dissolved oxygen.Research showed that motility of spermatozoa at treatments of pre-freezing were good resulted with a value of 5,00±0,0 (80 – 85%), while the post-thawing 3,50±0,50 (55%) by Ringer with 15% DMSO and HBSS with 10% DMSO. Fertilization rate of the egg with the highest value of 65.71 ± 0.3 in pre-freezing by Ringer with 10% DMSO, while the post-thawing of 87.78 ± 3.85 by HBSS with 5% DMSO. The whole treatment of post-thawing on hatching rate did not hatch, while the pre-freezing notch another for 80.37 ± 4.2 HBSS achieved with a concentration of 15% DMSO. | |
| 11910 | 4880 | F1F008081 | AN ANALYSIS ON MEN AND WOMEN MODEL’S CHARACTERS AS REFLECTED IN ORIFLAME MONTHLY CATALOGUE SIXTH EDITION ISSUED ON 24 APRIL – 24 MAY 2012 (A SEMIOTIC APPROACH) | Hidup sebagai manusia tidak akan bisa untuk menolak sesuatu yang ditawarkan oleh perusahaan – perusahaan penyedia kebutuhan sehari – hari. Iklan adalah salah satu cara untuk menampilkan produk. Setiap iklan memiliki tampilan yang spesial yang mengandung berbagai macam tanda/lambang. Tanda atau lambang adalah sebuah media yang memungkinkan orang untuk saling berkomunkasi. Sebuah tanda adalah sesuatu yang dapat merepresentasikan hal lain yang dapat berupa pengalaman, pemikiran, pendapat dan perasaan. Dapat dikatakan bahwa sebuah tanda dapat digunakan untuk menjelasakan sesuatu yang lain. Melalui sebuah tanda yang terdapat dalam sebuah iklan, peneliti dapat menentukan tanda apa saja yang muncul dalam karakter laki – laki dan perempuan yang muncul dalam gambar – gambar yang terdapat pada katalog Oriflame. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan arti yang ditampilkan oleh karakter model laki – laki dan perempuan di dalam setiap tanda yang memberikan pengaruh yang signifikan dalam katalog iklan untuk berbagai produk Oriflame. Penelitian ini menganalisa tentang tanda berdasakan teori Peirce. Ada tiga jenis karakter gender untuk menjadi data; laki – laki, perempuan, dan keduanya. Data dalam penelitian ini di ambil dari penelitian pada katalog, mengambil gambar yang spesifik yang menampilkan karakter model laki – laki dan perempuan dan mencatat konteksnya. Dari analisis data, peneliti mendapatkan hasil bahwa Oriflame serius akan setiap bagian dari karakter model dan produknya. Jumlah total data adalah 20 halaman, yang terdiri dari 3 halaman untuk produk laki - laki, 14 halaman untuk produk perempuan, 3 halaman untuk produk keduanya. Penelitian ini menunjukan bahwa Oriflame menggunakan karakter model dalam setiap iklan dalam katalog untuk membangun imaginasi dan pengaruh yang signifikan dalam mempengaruhi para pelanggan. | Living as human can not deny something that is offered by companies which provide people’s need. Advertisement is the one of the ways to present the product. Every advertisement has special appearance which contains many sign. Sign is a device which enables people to communicate with another. A sign is something that is able to represent something else. It can be any experiences, thoughts, arguments or feelings. It can be said that a sign can be used to express other things. Through the sign that represented in advertisement, the researcher can determine what men and women’s character that arises in those pictures in Oriflame catalogue. The aims of this research are to know and describe the meaning which represented by men and women model’s character inside every sign which has significance influence in the catalogue advertisement for the Oriflame products. This research analyzed about sign based on Peirce’s theory. There are three kinds of the data’s gender characters; men, women, and both gender character. The data of this research were taken from observation on the catalogue, grabbed the specific pictures that showed men and women model’s characters, and took a note the context. From the data analysis, the researcher found the result that Oriflame catalogue often used the model’s characteristics to show the sign in catalogue. Total numbers of data are 20 pages of catalogue, there are consist of 3 pages of men’s products, 14 pages of women’s products and 3 pages of both gender’s products. This Research shows that Oriflame paid an attention of every part of body and movement of the model’s character in every advertisement in the catalogue to build an imagination and significance influence for persuading the customers. | |
| 11911 | 4876 | F1G009005 | REFERENSI DAN INFERENSI PADA KOLOM OPINI HARIAN KOMPAS EDISI OKTOBER 2012 | Skripsi ini berjudul “Referensi dan Inferensi pada kolom Opini harian Kompas edisi Oktober 2012”. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud dan maksud referensi berdasarkan acuan, jenis, dan bentuk, (2) mendeskripsikan wujud dan maksud inferensi. Bentuk penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada fenomena-fenomena yang terjadi dalam masyarakat dan hasil penelitiannya bukan dalam bentuk angka, melainkan kata-kata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutannya berupa teknik catat. Selanjutnya, dalam metode analisis data digunakan metode agih dan metode padan. Metode agih adalah metode analisis yang alat penentunya berada dalam bahasa yang bersangkutan itu sendiri. Teknik dasar yang digunakan berupa teknik bagi unsur langsung, sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik perluas, teknik ganti, dan teknik baca markah. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang bersangkutan. Teknik dasar yang digunakan berupa teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat keseluruhan wujud referensi berdasarkan acuan, jenis, dan bentuk serta wujud inferensi berdasarkan prinsip analogi dan prinsip penafsiran lokal. Selain itu, informasi dari referensi dan inferensi, yaitu (1) kalimat deklaratif meliputi kalimat yang menyatakan keputusan, penilaian, penjelasan, keterangan, dan perincian; (2) Kalimat interogatif meliputi kalimat pertanyaan yang mengharapkan jawaban secara verbal; (3) Kalimat imperatif meliputi kalimat yang menyatakan himbauan, pembiaran, ajakan, perintah dan larangan; dan (4) kalimat interjektif meliputi kalimat yang menyatakan rasa kecewa, tidak suka, dan marah. Di antara ke empat jenis kalimat tersebut yang paling dominan, adalah kalimat deklaratif. | This thesis is entitled "The Reference and Inference on the Opini column of Kompas in October 2012". The purpose of this study is to (1) describe the form and meaning of references based on reference, type, and form, (2) describe the existence and purpose of the inference. The form of this research is descriptive qualitative, namely research focused on phenomena that occur in society and her research not in terms of numbers, but words. Data collection method is observation method refer to the method techniques of embodied in the form of tapping techniques and continuity techniques is a written technique. Furthermore, the method of data analysis used distributional method and identity method. The distributional method refers to method of data analysis which determinant is a part of the related language. Basic technique used in form of immediate constituents technique, the advanced techniques in the form extend technique, dressing technique and marker read technique. The identity method is a method of data analysis which determinants are external, separated, and are not the part of the related language. Basic technique used in form of dividing key factors technique, the advanced techniques in the form connect to distinguish technique and hyphen appeal equalize technique. From these results, it can be concluded that there is a whole entity reference type based on type and inference due to principles of analogy and the principles of local interpretation. In addition, information from reference and inference, namely (1) declarative sentence includes a sentence that states the decision, judgment, explanation, description, and details; (2) interrogative sentence includes sentence questions that expect answers verbally questions; (3) imperative sentence includes telling information, appeal, omissions, invitations, orders, and prohibitions; and (4) the interjektif sentence includes sentences that expressed dismay, dislike, and angry. Among the four types of sentences, the declarative sentence is the most dominant. | |
| 11912 | 4889 | H1F008063 | EVALUASI GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN STUDI KARAKTERISTIK RESERVOAR BATUGAMPING FORMASI PARIGI MENGGUNAKAN METODE SEISMIK INVERSI DI LAPANGAN DKC CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA | Lapangan DKC merupakan lapangan migas yang berada di Sub-cekungan Pasir Putih, Cekungan Jawa Barat Utara di Provinsi Jawa Barat. Lapangan ini cukup menarik untuk dilakukan penelitian, dimana batuan sumber di lapangan ini mencapai kematangan yang cukup baik (Reminton dan Unggul, 1985). Pemodelan struktur bawah permukaan pada batuan reservoar dilakukan untuk mengetahui penyebaran reservoar yang baik sebagai tempat akumulasi hidrokarbon. Analisis dan studi kali ini difokuskan pada reservoar batugamping Formasi Parigi di Lapangan DKC untuk mengetahui karakteristiknya. Guna mengetahui sebaran dan karakteristik reservoar pada daerah kajian, digunakan suatu metode yaitu seismik inversi. Metode ini menggambarkan karakteristik reservoar dalam bentuk sebaran nilai Impedansi Akustik yang dihasilkan dari proses analisis data sumuran dan lintasan seismik. Hasil analisis pemodelan geologi diinterpretasikan 7 (tujuh) sub-horison batugamping Formasi Parigi memiliki kisaran nilai Impedansi Akustik dari 11700-35100 (ft/s)*(g/cc), yang selanjutnya nilai Impedansi Akustik 11700-21000 (ft/s)*(g/cc) sebagai Impedansi Akustik rendah dan nilai Impedansi Akustik 21000-35100 (ft/s)*(g/cc) sebagai Impedansi Akustik tinggi. Karakteristik tersebut memperlihatkan nilai Impedansi Akustik rendah dalam Formasi Parigi sebagai reservoar yang baik terdapat pada horizon Top Parigi, Top B, Top C dan Top D. | DKC field is a oil and gas field located at Pasir Putih Sub-basin, North West Java Basin, West Java Province. The field is quite interesting to do the research. Where is good source rocks maturity (Reminton and Unggul, 1985). Subsurface structure modeling in the reservoir rock performed to determine the spread of good reservoir as a hydrocarbon accumulation. This analysis focused on the limestone Parigi Formation in the DKC Field to reservoir characteristics. In order to determine the distribution and characteristics of the reservoir in the study area, use a method of seismic inversion. This method describes the characteristics of the reservoir in the form of Acoustic Impedance distribution values from the seismic line and wells data process analysis. The results of the geological modeling analysis of 7 (seven) sub-horizon limestone Parigi Formation with Acoustic Impedance has values range of the Acoustic Impedance 11700-35100 (ft/s)*(g/cc), which further the Acoustic Impedance values 11700-21000 (ft/s)*(g/cc) as a low Acoustic Impedance and Acoustic Impedance values 21000-35100 (ft/s)*(g/cc) as a high Acoustic Impedance. These characteristics show low Acoustic Impedance values in Parigi Formation as a good reservoir located on Top Parigi, Top B, Top C and top D horizon. | |
| 11913 | 4882 | C1A008014 | Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Cabai Merah di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis | Penelitian ini merupakan penelitian pada petani cabai merah di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini berjudul: “Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Cabai Merah di Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap hasil produksi cabai merah, dan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi serta untuk mengetahui efisiensi usahatani cabai merah di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Populasi dalam penelitian adalah petani cabai merah di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Proportional Stratified Random Sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil analisis Cobb Douglas menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel, maka dapat diambil kesimpulan bahwa seluruh faktor produksi memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap hasil produksi cabai merah di Kecamatan Sukamantri. Sedangkan berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa faktor produksi tenaga kerja dan pestisida tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap produksi cabai merah di Kecamatan Sukamantri. Hasil analisis efisiensi alokatif diketahui penggunaan faktor produksi pupuk sudah efisien, sedangkan luas lahan dan bibit belum efisien hal ini ditunjukkan dengan nilai NPM/Px dari kedua faktor produksi tersebut lebih dari satu. Dari hasil uji efisiensi usahatani dengan menggunakan rasio R/C diperoleh nilai rata-rata R/C sebesar 2,72. Hal ini berarti usahatani cabai merah di Kecamatan Sukamantri secara ekonomis telah efisien dan layak untuk dikembangkan. Menurut kesimpulan tersebut dapat diimplikasikan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani cabai merah hendaknya menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh para petani cabai merah dan diperlukannya penyuluhan rutin bagi petani terhadap kemajuan budidaya cabai merah sehingga petani tidak ketinggalan informasi dalam menggunakan faktor-faktor produksi secara tepat. Usahatani cabai merah di Kecamatan Sukamantri perlu dikembangkan karena dapat memberikan keuntungan yang tinggi bagi para petani pada khususnya dan bagi masyarakat Kecamatan Sukamantri pada umumnya. | This research is the research on red chilli farmers in Cibeureum Village Sukamantri District at Ciamis Regional. The study was titled: “Factors that affect the production of red chilli pepper in Cibeureun Village Sukamantri District at Ciamis Regional”. The purpose of this research is to find out the influence of production factor on outcome of red chilli production, and to find out the level of efficiency in use production factor as well as to find out the efficiency of red chilli farming in Sukamantri District at Ciamis Regional. The population of this research is red chilli farmers in Sukamantri District at Ciamis Regional. The total of respondent in this research is 40 respondents. Proportional Stratified Random sampling used to determine the respondent. According to the result of Cobb Douglas analysis show that F statistics is greater than F table, so the conclusion all of production factor has significant influence simultaneously on outcome of red chilli production in Sukamantri District. Whereas, according to t test known that the factor of labour production and pesticide has no significant influence partially on red chilli production in Sukamantri District. The result of the analysis of allocative efficiency known to use of fertilizer production factor, while the area of land and seed yet efficient. It shows the value of NPM/Px of both factors of productions is more than one. The result of efficiency test of labour that use R/C ratio obtained the averaged value of R/C is 2,72. It means Red Chilli labour in Sukamantri District has efficient economically and feasible to improved. According to conclusion above able to implicate that the use of factors of production on red chilli labour should be a factor to be considered by chilli farmers and regular counselling needed for farmers on progress of red chilli cultivation. So, farmers do not miss the information in use the factors of production accurately. Red chilli labour in Sukamantri District is need to improve, because able to give high profit for farmers in particular and society of Sukamantri District in general. | |
| 11914 | 4883 | F1C007079 | Program Stand Up Comedy Sebagai Salah Satu Strategi Komunikasi Pemasaran Blasta CAfe and Resto di Purwokerto | Program Stand Up Comedy Sebagai Salah Satu Strategi Komunikasi Pemasaran Blasta Cafe and Resto di Purwokerto Stand Up Comedy Program of One Marketing Communications Strategy Blasta Cafe and Resto in Purwokerto Bayu Harfianto Shinta Prastyanti, MA dan Agus Ganjar Runtiko, M.Si (bayuharfianto5@gmail.com) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jendral Soedirman, Jalan Prof.Dr.H.Bunyamin 993 Tlp (0281) 635292-4, Pesawat 128,221,222, Purwokerto-53122 ABSTRAK Dewasa ini, Stand Up Comedy menarik perhatian banyak orang, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di berbagai negara. Stand Up Comedy yang menampilkan lawakan individu di café-café mulai menjadi ritualisme baru, khususnya bagi kalangan muda. Komunikasi sosial, tertawa riang, kritikan pedas dan perlawanan primordial. Penelitian ini mencoba meneliti Bagaimanakah Blasta Café and Resto di Purwokerto memanfaatkan program Stand Up Comedy sebagai salah satu strategi komunikasi pemasarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Stand Up Comedy sebagai strategi komunikasi pemasaran Blasta Café and Resto di Purwokerto. Metode yang dipakai di dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah Blasta Café and Resto di Purwokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menggunakkan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul “Program Stand Up Comedy Sebagai Salah Satu Strategi Komunikasi Pemasaran Blasta Café and Resto di Purwokerto, diperoleh kesimpulan yaitu, ada 5 poin yang dipakai Blasta Café and Resto dalam menggunakkan Stand Up Comedy sebagai salah satu strategi komunikasi pemasarannya, Penggunaan comic senior di Purwokerto, mendatangkan comic dari luar kota,pemilihan waktu yang tepat, materi Stand Up Comedy, Kata kunci : Komunikasi, Strategi Komunikasi Pemasaran, Stand Up Comedy | Program Stand Up Comedy Sebagai Salah Satu Strategi Komunikasi Pemasaran Blasta Cafe and Resto di Purwokerto Stand Up Comedy Program of One Marketing Communications Strategy Blasta Cafe and Resto in Purwokerto Bayu Harfianto Shinta Prastyanti, MA dan Agus Ganjar Runtiko, M.Si (bayuharfianto5@gmail.com) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jendral Soedirman, Jalan Prof.Dr.H.Bunyamin 993 Tlp (0281) 635292-4, Pesawat 128,221,222, Purwokerto-53122 ABSTRACT Today, Stand Up Comedy attracted the attention of many people, not only in Indonesia but in some countries. Stand Up Comedy featuring individual humor café’s start to become new activities, especially for young. Social communications, laughs merrily and criticism. This research attempts to examine how Blasta Café and Resto in Purwokerto program Stand Up Comedy as one of its marketing communication strategy. The purpose of this research is to know the Stand Up Comedy as a marketing communications strategy Blasta Café and Resto in Purwokerto. This research use descriptive qualitative methods. The target of this research is Blasta Café and Resto in Purwokerto. The data collection methods was using interview and documentation. This research use purposive sampling technic to choose the informan and analytical data methods was using qualitative descriptive with interactive model. Based on the results of the research program with the title Stand Up Comedy as one of the marketing communication strategy Blasta Café and Resto in purwokerto, conclusion, there are five points that are used in the café and resto Blasta use Stand Up Comedy as one of its marketing communication strategy : The use comic senior in Purwokerto, bring comic from out of town, the selection of the right time, Stand Up Comedy material. Keywords : Communication, Marketing Communication Strategy, Stand Up Comedy | |
| 11915 | 4897 | A1M008062 | KAJIAN PERUBAHAN MUTU SOSIS JAMUR TIRAM PUTIH DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN PADA PENYIMPANAN SUHU RUANG | Sosis jamur tiram putih merupakan salah satu produk diversifikasi dari jamur tiram putih. Sosis mempunyai masa simpan yang relatif singkat pada suhu ruang. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpannya yaitu dengan penambahan pengawet alami seperti kitosan. Kitosan merupakan hasil deastilasi kitin. Kitosan mempunyai gugus amino positif yang mampu mengikat gugus karboksilat negatif yang berada dipermukaan sel mikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengkaji pengaruh kitosan terhadap karakteristik fisik, kimia dan sensori sosis jamur tiram putih;2) menetapkan waktu penyimpanan pada suhu ruang yang menghasilkan sosis jamur tiram putih dengan karakteristik tekstur yang baik (sama dengan kontrol). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu proporsi kitosan (0%; 0,05%; 0,1%; 0,15%; 0,2%) dan waktu penyimpanan sosis jamur tiram pada suhu ruang (0 jam; 24 jam;48 jam). Hasil penelitian menunjukan proporsi kitosan 0,1% menghasilkan sosis jamur tiram putih dengan kadar air terendah yaitu 58,18% dan skor homogenitas 3,67 (agak kompak). Penyimpanan sosis selama 24 jam masih memberikan karakteristik sosis yang masih baik (sama dengan waktu 0 jam) yaitu tekstur 0,09 mm/g/s, kadar air 59,30%, kadar asam lemak bebas 0,38%, warna sosis abu-abu (3,38), agak kenyal (3,45), agak mudah diiris (3,91), homogenitas agak kompak (3,70), aroma jamur agak kuat (3,23) dan agak sukai (3,56). | White oyster mushroom sausages is one of diversification product of white oyster mushroom. The sausage had a relatively short shelf life at room temperature. The used of natural preservatives like chitosan could extend the produt shelf life. Chitosan obtain from deacetylation of chitin. It’s positive amino actualgroupscould bind negative carboxylic side in microbe cells surface thus inhibits their growth. The purpose of this research were: 1) Examined the effect of chitosan on the chemical and sensory characteristic of white oyster mushroom sausage, 2) Determined the storage time at room temperature which produce a white oyster mushroom sausage with a good texture (equal to control).This research was used Randomized Block Design (RBD) with three replications. Factors that tested were the proportion of chitosan (0%, 0.05%, 0.1%, 0.15%, 0.2%) and oyster mushrooms sausage storage time at room temperature (0 hours; 24 hours; 48 hours). The results showed that 0.1% proportion of chitosan produced the lowest water content of oyster mushroom sausage (58.18%) and 3.67 (rather compact) of homogeneity score. Sausage for 24 hours storage still has good characteristics (equal to 0 hours) with 59.30% water content, free fatty acid content of 0.38%, texture 0.09 mm/g s, resulting in the color gray sausage (3.38), slightly chewy (3.45), easily sliced (3.91), rather compact homogeneity (3.70), stronger mushroom aroma (3.23) and slightly favored (3.56). | |
| 11916 | 5052 | F1C008086 | STUDI DESKRIPTIF DAYA TARIK TAYANGAN TELEVISI SEPAK BOLA LIGA ITALIA SERI A BAGI MAHASISWI FISIP UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul DAYA TARIK TAYANGAN TELEVISI SEPAK BOLA LIGA ITALIA SERI A ( Studi Deskriptif Daya Tarik Tayangan Televisi Sepak Bola Liga Italia Seri A Bagi Mahasiswi Fisip Universitas Jenderal Soedirman)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tarik tayangan televisi sepak bola Liga Italia Seri A. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan studi deskriptif dan kajian teori komunikasi massa. Informan dalam penelitian ini di pilih dengan teknik accidental sampling Hasil dari penelitian ini adalah Tayangan televisi sepak bola Liga Italia Seri A mempunyai daya tarik tersendiri bagi mahasiswi, mahasiswi mengaku bahwa kredibilitas komentator, preview berita terbaru hasil pertandingan, panjang spot iklan, dan ketertarikannya terhadap Liga Italia Seri A karena ketampanan pemain, taktik permainan klub, tendangan bebas pemain dan daya tarik euforia fans/penggemar/Tifosi Kata Kunci : Daya Tarik, Tayangan Televisi, Sepak Bola Liga Italia Seri A, Mahasiswi Fisip Universitas Jenderal Soedirman. | ABSTRACT The study is titled "The Attraction of Italian Serie A Football League Television Program (A Descriptive Study about The Attraction of Italian Serie A Football league Television Program for Female College Student of FISIP, University of Jenderal Soedirman)". "DAYA TARIK TAYANGAN TELEVISI SEPAK BOLA LIGA ITALIA SERI A" (Studi Deskriptif Daya Tarik Tayangan Televisi Sepak Bola Liga Italia Seri A Bagi Mahasiswi Fisip Universitas Jenderal Soedirman). The purpose of this study is to investigate the attraction of Italian serie A football league television program. For that purpose, the researcher used descriptive and mass communication method. The correspondent in this study was chosen by accidental sampling technique. The result of this research is the display of Serie A Italy football League which has a special interest for female students, female students admit that the credibility of comentators, the preview of newest football match, the length of advertisements spot, and the interest of Serie A Italy football League, it’s due to the handsomeness of the players, the club players’ strategy, the players’ free kick, and the attractiveness of fans euphoria. Keywords: Attraction, Television Program, Italian Serie A Football League, Female college student University of Jenderal Soedirman. | |
| 11917 | 4909 | C1A009113 | ANALISIS PENERIMAAN RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN TAHUN 2001-2010 (STUDI KASUS DI PUSKESMAS KABUPATEN BREBES) | Penelitian ini berjudul “Analisis Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Tahun 2001-2010 (Study Kasus di Puskesmas Kabupaten Brebes)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah kunjungan pasien, jumlah puskesmas dan PDRB perkapita terhadap target dan realisasi penerimaan retribusi pelayanan kesehatan dan efektivitas penerimaan retribusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes Tahun 2001-2010. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian ini. Alat analisis yang digunakan adalah Regresi logaritma natural dengan model statistic untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara bersama-sama menggunkan uji F. untuk mengetahui penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini digunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas dan ratio efektivitas untuk menghitung efektivitas. Berdasarkan hasil perhitungan logaritma natural Ln Y = -41,134 + 1,522 LnX1 – 1,345 Ln X2 + 6,043 LnX3 dan Ln Y = -30,820 + 0.749 LnX1 – 1,982 LnX2 + 6,370 LnX3. Dari Hasil uji F dapat di ketahui bahwa variabel jumlah kunjungan pasien, jumlah puskesmas dan PDRB perkapita secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap target dan realisasi penerimaan retribusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes Tahun 2001-2010. Sedangkan uji t dapat diketahui bahwa jumlah kunjungan pasien secara parsial berpengaruh signifikan terhadap target penerimaan retribusi pelayanan kesehatan sedangkan jumlah kunjungan pasien secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap realisasi penerimaan retribusi pelayanan kesehatan. jumlah puskesmas dan PDRB perkapita secara parsial berpengaruh signifikan terhadap target dan realisasi penerimaan retribusi pelayanan kesehatan Kabupaten Brebes Tahun 2001-2010 dan penerimaan retribusi pelayanan kesehatan belum sepenuhnya efektif. Implikasi dari penelitian ini masyarakat dan pemerintah ikut beperan serta untuk meningkatkan penerimaan retribusi pelayanan kesehatan. Upaya peningkatan ini didukung oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya agar penerimaannya mencapai target yang telah ditentukan dan penerimaannya efektif. Dan supaya terjadi pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Brebes | This research is titled "Analysis of Retribution Health Services Year 2001-2010 (Case Study in the Health Center Brebes)". The purpose of this study was to determine the effect of the number of patient visits, the number of health centers and the GDP per capita of the target and actual revenues and effectiveness of retribution health care admission fees in health care Brebes Year 2001-2010. This research was conducted with secondary data analysis methods. Secondary data was obtained from the institution associated with this research. The analysis tools is the natural logarithm regression statistical model for partial testing using t-test and jointly use the F test to determine deviations classical assumptions used in this study normality test, multicollinearity, autocorrelation test and test heteroskedasticity and effectiveness to resurrect effectiveness ratio. Based on the calculation of the natural logarithm Ln Y = -41,134 + 1,522 LnX1 – 1,345 Ln X2 + 6,043 LnX3 and Ln Y = -30,820 + 0.749 LnX1 – 1,982 LnX2 + 6,370 LnX3. From calculating of The F test can be in the know that a variable number of rounds, the number of health centers and GDP per capita is jointly significant effect on the target and actual revenues in the Retribution health service Brebes Year 2001-2010. While the t-test can be seen that the number of patient visits is partially significant effect on the retribution health service target while the number of patient visits is partially significant effect on retribution health service realization. GDP per capita and the number of health centers partially significant effect on the target and actual revenues Brebes health levy Year 2001-2010 and receiving health services levy has not been fully effective. The implication of this research, the society and government had a role to increase retribution health service. This improvement was supposed by the factors that influence retribution, in other to can reach targets and the effective retribution. That happens even distribution of health service in Kabupaten Brebes. | |
| 11918 | 4905 | G1A009044 | Hubungan Lama Penggunaan Komputer dengan Derajat Miopi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRAK Latar Belakang: Angka penggunaan komputer di Indonesia terus meningkat dalam dua dekade terakhir dan populasinya didominasi oleh mahasiswa. Angka kejadian miopi pada mahasiswa kedokteran pun cukup tinggi hingga mencapai 57%. Banyak penelitian sebelumnya yang telah mencoba mengidentifikasi hubungan antara penggunaan komputer sebagai salah satu aktivitas jarak dekat dengan miopi, namun hasilnya belum konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan lama penggunaan komputer dengan derajat miopi pada mahasiswa jurusan kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 42 orang yang diambil secara consecutive sampling. Data lama penggunaan komputer diambil menggunakan kuesioner. Data derajat miopi diambil menggunakan Optotype Snellen Chart dan trial lenses. Analisis data diolah secara statistik menggunakan uji korelasi Spearman dengan memisahkan subjek menjadi kelompok genetik dan nongenetik. Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dan derajat miopi dengan p=0,046 dan r=0,310. Namun setelah dipisahkan berdasarkan riwayat genetik, hubungan yang signifikan antarvariabel hanya ditemukan pada kelompok genetik dengan p=0,039 dan r=0,408. Pada kelompok nongenetik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan derajat miopi dengan p=0,655. Kesimpulan: Lama penggunaan komputer memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat miopi pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Kata kunci : miopi, lama penggunaan komputer, mahasiswa kedokteran | ABSTRACT Background: The number of computer use in Indonesia has been increasing over the past two decades and it is dominated by students. The incidence of myopia in medical student is up to 57%. There have been many previous studies identifying the association between computer use as a near-work activity with myopia, but the results are inconsistent. Objective: To determine association between duration of computer use and degree of myopia in medical students of Jenderal Soedirman University. Method: This study used a cross-sectional study design. The number of subjects was 42 students selected by consecutive sampling. The duration of computer use was obtained using questionnaires. The degree of myopia was measured using optotype snellen chart and trial lenses. Data analysis was processed using Spearman correlation test. Results: The results of bivariate analysis using Spearman correlation test showed significant association between duration of computer use and degree of myopia with p=0,046 and r=0,310. When the subjects were divided based on genetic history, the significant association only showed in genetic group with p=0,039 and r=0,408. In nongenetic group, there was no significant association found between the two variables with p=0,655. Conclusion: There was a significant association between duration of computer use and degree of myopia in medical students of Jenderal Soedirman University. Keywords: myopia, the duration of computer use, medical students | |
| 11919 | 4884 | A1C008007 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI UNTUK BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI TEBU (Studi Kasus Kelompok Tani Saluyu di Desa Jambugeulis Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan) | Tebu adalah tanaman untuk bahan baku gula.Tanaman tebu memiliki luas areal lahan berfluktuasi dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut berlangsung seiring dengan diterapkannya berbagai kebijakan mengenai tanaman tebu.Penelitian ini mengkaji bagaimana motivasi petani untuk bergabung dalam kelompok tani tebu setelah berbagai perubahan kebijakan oleh pemerintah, dengan melihat bagaimana efektivitas kelompok tani tebu yang bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat motivasi petani untuk mau bergabung dalam kelompok tani tebu, (2) faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap motivasi petani bergabung dalam kelompok tani tebu. Metode penelitian menggunakan metode survai secara studi kasus pada kelompok tani saluyu di Desa Jambugeulis. Metode yang digunakan yaitu metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi petani bergabung dalam kelompok tani tebu termasuk ke dalam kategori rendah. Faktor yang berpengaruh terhadap motivasi petani diantaranya kredit tebu rakyat, kemudahan pemasaran, penyuluhan pertanian, dan bentuk kerjasama, sedangkan bagi hasil tidak berpengaruh terhadap motivasi petani. | Sugar cane is a plant for raw sugar. Sugar cane have extensive land acreage fluctuates from year to year.The condition progressesalongwith implementing the various policieson sugar cane crops. This research examines how the farmers motivation to join in cane farming groups after various policy changes by the government by seeing the effectiveness of the cane farming groups which aims to find out : (1) the level of farmers motivation to join the cane farming groups, (2) external factors which affecting the farmers motivation to joined in the cane farming groups. Research method used survey method by case study at Saluyu Farming Group at Jambugeulis Villages. The method of analysis used linear regression methods. The result of research showed that the farmer motivation to join cane farmers groups including in low level category. Influenced factors to the farmers motivation which is cane folks credits, ease of marketing, agricultural extensions, and cooperation forms, while shared profit were not influenced to the farmer motivation. | |
| 11920 | 4885 | A1C008050 | MAKSIMISASI PENDAPATAN PENGRAJIN KERIPIK PISANG (Studi Kasus pada Unit II Pengolahan Keripik Pisang di Desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara) | Unit II pengolahan keripik pisang Desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu usaha pengolahan pangan hasil pertanian yaitu pengolahan pisang menjadi keripik pisang. Keuntungan maksimum yang diperoleh dipengaruhi oleh jumlah biaya yang dikeluarkan dan penerimaan yang didapat. pendapatan maksimum dapat diperoleh melaui kombinasi produk yang tepat. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) Besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh pengrajin keripik pisang dalam memproduksi masing-masing jenis keripik pisang bentuk panjang, bulat dan anyaman. (2) Kombinasi produk yang optimal dalam menentukan jumlah produk untuk memaksimalkan pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang diperoleh adalah data primer dengan metode wawancara, pencatatan dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan usaha serta maksimisasi pendapatan dengan menggunakan program linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya pada Unit II pegolahan keripik pisang Desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara secara berurutan untuk keripik pisang bentuk panjang, bulat dan anyaman adalah sebesar Rp26.433.239,00, Rp859.473,00, Rp6.043.592 dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp27.704.000,00 untuk keripik bentuk panjang, keripik bentuk bulat sebesar Rp960.000,00 dan pisang bentuk anyaman sebesar Rp8.217.500,00. Kombinasi produksi keripik pisang yang optimal untuk Unit II pegolahan keripik pisang adalah dengan mengusahakan produksi keripik pisang panjang sebanyak 1.461,81 kg dan keripik pisang bentuk anyaman sebanyak 333,33 kg, sehingga diperoleh pendapatan yang maksimal sebesar Rp3.740.691,00. | Unit II banana chips processing of Kaliwungu village Mandiraja sub-district Banjarnegara district is one of the food processing business of the agricultural product that processes the banana into banana chips. The maximum benefits obtained are affected by the amount of costs incurred and revenue earned. The maximum revenue can be earned through a right product combination. Therefore, this study was conducted to determine (1) The amount of costs incurred and income earned by banana chips craftsmen in producing each kind of banana chips; long shape, round shape, and wicker shape. (2) The optimal products combination to determine the number of products to maximize the revenue. The method used in this research is the case study method. The data is the primary data obtained by interview, recording, and literature study. The method of analysis used is the analysis of costs and revenues as well as revenue maximization using linear program. The results of the research showed that the cost of Unit II banana chips processing in Kaliwungu village Mandiraja sub-district Banjarnegara district in sequence to long shape banana chips, round shape, and wicker shape are amounted Rp26.433.239,00, Rp859.473,00, Rp6.043.592 and it produced revenues of Rp27.704.000, 00 for long shape chips, Rp960.000, 00 for round shape chips, and Rp8.217.500, 00 for wicker shape chips. The optimal combination of banana chips production for Unit II banana chips processing is by undertaking the production of long shape banana chips as much as 1461.81 kg and wicker shape as much as 333.333 kg, in order to obtain the maximum revenue of Rp3.740.691, 00. |