Artikelilmiahs

Menampilkan 11.961-11.980 dari 49.495 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
119614927F1A009027RETAKNYA HUBUNGAN ANTARUMAT BERAGAMA DI BALI
PASCA PERISTIWA BOM BALI 1
(Studi terhadap Novel “Rumah di Seribu Ombak” Karya Erwin Arnada)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teks dalam Novel RDSO khususnya yang berkaitan dengan perubahan masyarakat Bali setelah peristiwa Bom Bali I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan analisis data hermeneutik. Hasil dari penelitian ini, terdapat perubahan pada masyarakat Bali antara sebelum dan setelah peristiwa Bom Bali I. Pada masyarakat Bali, semangat toleransi antarumat beragama berupa : Gotong royong membangun rumah ibadah, saling menghargai saat hari raya keagamaan, hubungan yang terjalin dengan baik antarumat beragama sejak masih kanak-kanak. Gambaran selanjutnya bahwa terdapat keretakan hubungan antarumat beragama di Bali setelah terjadinya peristiwa Bom Bali I. Dalam penelitian ini gambaran keretakan hubungan antarumat beragama, antara lain : Antarumat beragama saling menaruh curiga, kegiataan keagamaan yang biasanya berlangsung dengan bebas, sedikit demi sedikit dibatasi, Mulai muncul konflik-konflik kecil yang disebabkan oleh unsur kecurigaan antarumat beragama. The purpose of this research is analysis text in Novel RDSO in particular which gets bearing with change of bali society after incident Bom Bali I. The method of this research is qualitative by use of hermeneutik's data analisys. The result of this research, there are several change on bali society among before bali bom scene and after that. On bali society, spirit of tolerance among human warfare as: cooperation of building religious house, and mutually prices while religious great day, a good relationship is interlaced among human warfare since still childs. The succeeding picture is fissure relationship among human warfare at bali after scene Bom Bali I. In this research, the picture of fissure among human warfare, for example: each human warfare put suspect to other, that religious activity usually happens loosely, bit by bit is confined, a little conflicts are emerging beginnings that are caused by curiosity element among human warfare.
119624929C1C009094FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PADA PD BPR BKK PURWOKERTO Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit, laba usaha, dan lama usaha terhadap keputusan pemberian kredit UMKM yang diambil oleh bank. Lokasi penelitian ini bertempat di PD BPR BKK Purwokerto. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Analisis ini didasarkan pada data sekunder yang diperoleh dari PD BPR BKK Purwokerto dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 debitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit, laba usaha, dan lama usaha berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit yang akan diambil. Secara parsial variabel nilai jaminan kredit, laba usaha dan lama usaha berpengaruh positif terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. Sedangkan variabel jangka waktu kredit tidak berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit UMKM.The purpose of this research are to know the influence of credit period, the value of credit collateral, profit of business, and length of business on the MSME credit lending decisions taken by the bank. This study was conducted at PD BPR BKK Purwokerto. The data obtained were analyzed by means of multiple regression analysis method. This analyzed based on secondary data obtained from the PD BPR BKK Purwokerto with simple random sampling method with a total sample of 37 debtor. The result of this research showed that simultaneously the variables of credit period, the value of credit collateral, profit of business, and length of business have influenced on the credit lending decision to be taken by the bank. Partially, variable of the value of credit collateral, profit of business and length of business, have a positive influence on the MSME credit lending decisions. While the variable of credit period no effect on the MSME credit lending decisions.
119634931A1H009062PENGARUH JENIS DAN PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET DARI LIMBAH PELEPAH NIPAHPemanfaatan pelepah nipah yang telah kering masih jarang dilakukan padahal pelepah nipah mengandung selulosa yang dapat dimanfaatkan menjadi briket. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kualitas briket limbah pelepah nipah, mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap kualitas briket yang dihasilkan, dan mendapatkan jenis dan persentase perekat yang sesuai untuk briket limbah pelepah nipah. Hasil pengujian briket limbah pelepah nipah menunjukkan bahwa jenis dan persentase perekat berpengaruh pada kadar air, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon, sedangkan jenis dan persentase perekat tidak berpengaruh pada nilai kalor. Briket limbah pelepah nipah terbaik yaitu perekat molase dengan persentase 4% menghasilkan kadar air, kadar abu, dan volatile matter yang rendah sehingga fixed carbon tinggi dan nilai kalornya cukup tinggi yaitu 2986,352 kal/g.Utilization of dried nipah frond still has rarely done. However, nipah frond contains cellulose that can be used for briquettes. The purpose of this research is to know the briquette quality of nipah frond, the influence of adhesive types, and get adhesive types and percentage which is suitable for briquette of nipah frond. The result of briquette nipah frond test is exhibiting that types and percentage of adhesive which influences moisture and ash content, volatile matter and fixed carbon. The type and percentage of adhesive are not affected for calorific value. The best briquette of nipah frond is using molasses adhesive 4 % which produce low moisture content, ash content, and volatile matter. Therefore, fixed carbon and calorific value are high enough, 2986.352 cal/g.
119644928H1G008030STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA
DI SUNGAI LOGAWA KABUPATEN BANYUMAS
RINGKASAN
Penelitian berjudul “Struktur Komunitas Gastropoda di Sungai Logawa Kabupaten Banyumas” ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda di Sungai Logawa pada masing-masing stasiun pengamatan dan perbedaannya antar-stasiun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali pada 5 stasiun yang dipilih dengan waktu pengambilan per minggu. Masing-masing stasiun dibagi menjadi 2 titik dengan jarak 5m. Analisis data menggunakan Uji F. Gastropoda yang ditemukan selama penelitian terdiri dari 7 spesies yaitu 1 dari famili Pleuroceridae (Goniobasis simplex), 2 dari famili Pachychilidae (Sulcospira testudinaria dan Sulcospira schmidti), dan 4 spesies dari famili Thiaridae (Melanoides torulosa, Melanoides tuberculata, Thiara scabra, dan Tarebia granifera). Struktur komunitas Gastropoda di Sungai Logawa Stasiun I-V adalah: kepadatan rata-rata total 38-280 ind/m2; keragaman 0,496-1,324 (rendah-sedang); kemerataan 0,336-0,571 (rendah-sedang); dominansi 0,295-0,589 (rendah-tinggi). Distribusi Gastropoda yang ditemukan di Sungai Logawa relatif merata. Perbedaan struktur komunitas Gastropoda di Sungai Logawa antar-stasiun adalah berbeda nyata untuk kepadatan (P < 0,05) dan tidak berbeda nyata untuk nilai keragaman, kemerataan, dan dominansi (P > 0,05).
ABSTRACT
A research about “Gastropods Community Structure in Logawa River Banyumas Regency” is aimed to know the community structure of Gastropods in Logawa River which is observed in each station and difference among stations. The research has been done in December 2012. A survey method used a purposive random sampling technique in 3 times of 5 chosen stations with a week interval. Each station is divided into 2 areas in 5-m interval. Data were then F-tested. Gastropods found consisted of 7 species, i.e. Goniobasis simplex (Pleurocerid), Sulcospira testudinaria and S. schmidti (Pachychilid), and Melanoides torulosa, M. tuberculata, Thiara scabra, and Tarebia granifera (Thiarid). Gastropods structure community of Logawa River in Station I-V consisted of total density 38-280 ind/m2; diversity 0,496-1,324 (lower-moderate); generality 0,336-0,571 (lower-moderate); dominance 0,295-0,589 (lower-high). Distribution of Gastropods in Logawa River was relatively general. Gastropod structure community in Logawa River was significantly different for density (P < 0,05) and was not significant for diversity, generality, and dominance (P > 0,05).
119654939H1L008002Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Kamar Hotel Berbasis Web Menggunakan CodeIgniter ( Studi Kasus Hotel Banjar Indah ) Artikel ini membahas tentang merancang dan membangun sistem informasi pemesanan kamar hotel berbasis web dengan menggunakan CodeIgniter untuk Hotel Banjar Indah. Sistem informasi pemesanan kamar hotel dirancang untuk mempermudah dalam proses pemesanan kamar hotel. Pembangunan sistem informasi pemesanan kamar hotel berbasis web ini menggunakan framework codeigniter dan MySQL sebagai basisdata-nya. Perancangan sistem ini menggunakan UML.This article discusses about design of information system book a hotel room web based using CodeIgniter for Hotel Banjar Indah. Hotel room reservation system designed to simplify the process of booking a hotel room.. This system is built using CodeIgniter Framework, MySQL as its database. And UML as system model.
119664932H1E009017SENSOR KAPASITOR PELAT SEJAJAR BERBASIS VARIABEL LUAS SEBAGAI DETEKSI DINI TANAH LONGSORTanah longsor merupakan bencana alam yang sering merenggut korban jiwa. Tanah longsor dapat diprediksi dengan mengetahui pergeseran tanah. Sensor kapasitif berbasis variabel luas untuk mengetahui pergeseran tanah telah selesai dibuat. Sistem sensor yang dibuat menggunakan rangkaian RC seri. Berdasarkan rangkaian tersebut, nilai tegangan keluaran sensor (Vc) diukur dengan memvariasikan pergeseran pelat tiap 5 mm. Nilai tegangan keluaran dan besar pergeseran yang diperoleh diakuisisi menggunakan interface DAQ dengan bantuan software LabVIEW 7.1. Hasil pengukuran menunjukan tegangan keluaran sensor sebanding dengan nilai pergeseran yang dinyatakan dengan persamaan fungsi transfer . Fungsi transfer ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan fungsi kalibrasi dan karakterisasi sensor. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan kestabilan yang baik dengan waktu respon 5,4 sekon dan sensitifitasnya 0,002 volt/mm. Selanjutnya, sensor tidak mengalami histerisis yang diamati pada range pergeseran 0 sampai dengan 40 mm.Landslide is a natural disaster that frequently brings casualties. Landslides can be predicted by detecting a ground shift. A capacitive sensor based on variable area to determine ground shift has been designed. Sensor systems are made using the RC series circuit. Based on the circuit, the value of the sensor output voltage ( ) are measured by varying the displaceable plate every 5 mm. The output voltage and large displacement are acquired using DAQ interface and software LabVIEW 7.1. The measurement result shows that the sensor output voltage is proportional to the shift, which is represented by transfer function . The equation is used as a basis for calibration function and characterization. The characterization result shows that the sensor exhibits good stability with response time of 5.4 second and sensitivity 0.002 volt/mm . Furthermore, no hysteresis curve is observed within the range of shift from 0 to 40 mm.
119675138H1H008015DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) MELALUI PEMBERIAN METHYLENE BLUE DAN SUHU BERBEDAPenelitian ini berjudul “Daya Tetas Telur Dan Sintasan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Melalui Pemberian Methylene Blue dan Suhu Berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan Methylene blue terhadap daya tetas telur (HR) dan sintasan larva (SL) ikan Lele Sangkuriang dan mengetahui suhu dan dosis Methylene blue untuk daya tetas telur dan sintasan larva terbaik.
Metode eksperimental digunakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan empat perlakuan suhu (27, 29, 31, dan 33oC) dan dosis Methylene blue (0, 1,5 dan 3 ppm). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Parameter adalah daya tetas telur, sintasan larva, dan kualitas air sebagai parameter pendukung. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari.
Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase HR tertinggi adalah pada suhu 31oC (rata-rata 56,801%±7.717). SL ikan tertinggi terdapat pada suhu 31oC (68,117%±9,978) yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan suhu lainnya. Sedangkan perlakuan Methylene blue tidak berbeda nyata. Hasil tertinggi HR dan SL pada kombinasi perlakuan yaitu T3M1 dan T3M3 yaitu sebesar 61,433% dan 71,863%. Parameter kualitas air pada keadaan yang optimum untuk pertumbuhan ikan Lele Sangkuriang, yaitu pH 5-6, dan oksigen terlarut 5-6,8 ppm.

A , entitled "Egg Hatchability And Survival of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) under Methylene Blue and Different Temperatures, aimed to determine the effect of temperature and Methylene blue on egg hatchability (EH) and larval survival (LS) of sangkuriang catfish and to ditermine the temperature and dose methylene blue producing the best EH and LS.
An experimental method applied completely randomized design with factorial pattern of four treatment temperatures (27, 29, 31, 33oC) and methylene blue doses (0, 1.5, 3 ppm). Each treatment was in quadruplicates. Parameters were EH and LS, while water quality as supporting parameters.
After 7 days experiment, results showed that temperature affected EH and LS. EH and LS were significantly highest under 31oC, i.e. 56.801±7.717% and 68.117±9.978%, respectively. While, methylene blue did not affect EH, nor LS. EH and LS were highest in the combined treatments T3M1 and T3M3 i.e. 61.433 and 71.863, respectively. Water quality parameters during the study were appropriate for the growth of catfish sangkuriang )pH 5-6, and 5-6.8 ppm of dissolved oxygen(.

119685424A1M009037KAJIAN KUALITAS GIZI DAN SENSORI BISKUIT FUNGSIONAL KOMPOSIT TEPUNG JAGUNG TERMODIFIKASI, TEPUNG TEMPE, DAN TEPUNG IKAN TERITepung jagung berpeluang menggantikan tepung terigu dalam pembuatan biskuit. Cara pembuatan tepung jagung berpengaruh terhadap sifat fungsionalnya, yang apabila diaplikasikan pada biscuit akan mempengaruhi sifat biskuit.Untuk meningkatkan nilai fungsional biskuit ditambahkan tepung tempe yang merupakan sumber protein nabati yang murah. Namun daya cerna protein nabati lebih rendahdibanding protein hewani, untuk itulah digunakan tepung ikan teri sebagai pelengkap. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan tepung tempe dan tepung ikan serta konsentrasi CMC yang tepat terhadap sifat fisik, kimia dan sensori biskuit. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan tepung tempe dan tepung ikan serta konsentrasi CMC berpengaruh terhadap kadar abu, kadar protein total dan kadar kalsium biskuit. Uji organoleptik menunjukan bahwa perbandingan tepung tempe dan tepung ikan serta konsentrasi CMC berpengaruh terhadap warna, tekstur, aroma amis, rasa, kesukaan dan aftertaste biskuit. Formulasi biskuit dengan proporsi tepung jagung termodifikasi 50g, tepung tempe 35g, tepung ikan teri 15g, CMC 0,75%, margarin 50g, gula halus 75g, susu full cream 5g, coklat 20g, kuning telur 10g, dan esen tutifruty 20g merupakan biskuit dengan perlakuan terbaik. Kadar protein total biskuit terbaik yaitu 13,4% bk dan kadar kalsium biskuit yaitu 0,24 bk %. Biskuit dengan konsentrasi CMC 0,75% merupakan biskuit dengan tekstur paling renyah.Corn flour likely replace wheat flour in making biscuits. Ways of making corn flour affect its functional properties, which when applied to the biscuit will affect the functional properties of biskuit. For increase functional value of biscuit added tempe flour which is a cheap source of vegetable protein. However, the digestibility of plant protein is lower than animal protein, which is used for teri fish flour as a supplement. The research aims to determine the ratio of tempeh flour and anchovy flour as well as the CMC (Carboxy methyl cellulose) concentration appropriate to the physical, chemical and sensory biscuits. The results showed that the ratio of tempe flour and teri fish flour as well as the CMC concentration effect on ash content, protein content and calcium content of biscuits. Organoleptic test showed that the ratio of tempeh flour and anchovy flour as well as the CMC concentration effect on color, texture, fishy smell, flavor, favorite level on biscuit and aftertaste. Formulation biscuit with the proportion of 50g modified corn starch , 35g tempeh flour, 15g anchovy flour, 0,75g CMC, 50g margarine, 75g icing sugar, 5g full cream milk, 20g chocolate, 10g egg yolks , and 20g tutifruty essentialism is biscuits with the best treatment. Total protein content of the best biscuit is 13.4% db and calcium content of the best biscuit is 0,24% db. Biscuits with a concentration of 0.75% CMC is biscuit with most crunchy texture.
119695590G1A009016HUBUNGAN ANTARA WAKTU MENONTON TV
DAN BERMAIN VIDEO GAMES DENGAN KEJADIAN OBESITAS ANAK
DI SDN I MERSI PURWOKERTO
Latar Belakang: Obesitas adalah penyakit kompleks yang disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan yang menjadi masalah kesehatan dunia karena prevalensi tiap tahunnya terus meningkat. Faktor lingkungan antara lain konsumsi kalori, aktivitas fisik, gaya hidup, sosial ekonomi, dan lingkungan. Kemajuan pertelevisian dan video games banyak mempengaruhi aktivitas fisik anak.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara waktu menonton TV dan bermain video games dengan kejadian obesitas anak di SDN I Mersi Purwokerto.
Metode Penelitian: Studi yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah 50 siswa kelas 1 s/d 5 SDN I Mersi Purwokerto tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 20 siswa obesitas dan 30 siswa dengan status gizi normal yang ditentukan berdasarkan grafik persentil IMT untuk anak. Untuk mengetahui waktu menonton TV dan bermain video games menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis univariat berupa tabel frekuensi, kemudian analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan bermakna antara waktu menonton TV dengan kejadian obesitas anak di SDN I Mersi Purwokerto (p = 0,042) dan tidak terdapat hubungan bermakna antara waktu bermain video games dengan kejadian obesitas anak di SDN I Mersi Purwokerto (p = 0,141).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara waktu menonton TV dengan kejadian obesitas anak di SDN I Mersi Purwokerto dan tidak terdapat hubungan antara waktu bermain video games dengan kejadian obesitas anak di SDN I Mersi Purwokerto.
Background: Obesity is a complex disease caused by genetic and environmental factors. This is a global health problem because the prevalence increasing year by year. The factors consist are caloric intake, physical activity, life style, socio-economic, and environmental. The television and video games had influenced children's physical activity. Objective: To determine association between time of watching TV and playing video games with children's obesity occurrence at Elementary School I Mersi Purwokerto. Method: An observational analytic by cross sectional design. The 50 samples were obtained by total sampling to students from first until fifth grade at Elementary School I Mersi Purwokerto 2012/2013. That consisted of 20 obeses students and 30 normal students based on BMI percentile for children. To find time of watching TV and playing video games, were used questionnaire. The datas analyzed by univariat and bivariate Chi square statistical analysis. Result: There was a statistically significant association between time of watching TV with children's obesity occurrence at Elementary School 1 Mersi Purwokerto (p = 0,042) and there was no association between the time of playing video games with children's obesity occurrence at Elementary school I Mersi Purwokerto (p = 0,141). Conclusion: There was association between time of watching TV with children's obesity occurrence at Elementary School I Mersi Purwokerto and there was no association between the time of playing video games with children's obesity occurrence at Elementary school I Mersi Purwokerto.
119705599D1E009124PENINGKATAN KUALITAS PAKAN KERBAU DITINJAU DARI KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIKPenelitian bertujuan untuk mengetahui Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik melalui peningkatan kualitas pakan kerbau. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak kerbau dara dengan kisaran umur 2,5-3 tahun dan bobot awal 248-334 kg. Penelitian dilaksanakan dengan metode experimental menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok. Sebagai kelompok adalah bobot badan awal kerbau masing-masing 245-288 kg, 273-306 kg, 307-334 kg, dan 278-332 kg untuk kelompok I,II,III, dan IV. Perlakuan (A) adalah kerbau hanya diberi pakan jerami padi. Perlakuan (B) adalah kerbau diberi pakan jerami padi ditambah konsentrat dengan imbangan bahan kering (BK) 80:20. Perlakuan (C) sama dengan perlakuan (B), akan tetapi jerami padi diamoniasi menggunakan urea dan onggok. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dipengaruhi (P<0,05) oleh perlakuan. Kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik kerbau yang diberi jerami padi amoniasi ditambah dengan konsentrat (C) tertinggi disusul berturut-turut kerbau yang diberi jerami padi ditambah konsentrat (B) dan jerami padi (P<0,01). Berdasarkan peubah respon yang diukur, dapat di ambil kesimpulan, bahwa peningkatan kualitas pakan kerbau dengan menggunakan jerami padi amoniasi dan konsentrat dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik.The study was aimed to determine dry matter digestibility and organic matter digestibility through improved quality of buffalo feed. Materials used in this study were 12 buffaloes with the age range 2.5 to 3 year old with initial body weights of 250-300 kilograms. The experiment was conducted using experimental method, designed according to randomized block design (RBD) with 3 treatments and 4 groups. As the groups were the initial weight of buffalo 245-288 kg, 273-306 kg, 307-334 kg, and 278-332 kg for group I, II, III, and IV respectively. Treatment (A), buffalo was given only rice straw. Treatment (B), buffalo was fed rice straw plus concentrate with a proportion of 80:20 dry matter basis. Treatment (C) was the same as treatment (B), but the rice straw was ammoniated using urea and cassava cake. The variables measured were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The data were analyzed using analysis of variance and proceeded with honestly significant difference test (HSD). The results showed that the dry matter digestibility and organic matter digestibility is affected (P<0.05) by the treatment. Dry matter digestibility and organik matter digestibility of buffaloes fed ammoniated rice straw mixed with concentrate were the highest (treatment C), followed successively by buffalo fed rice straw plus concentrate and only rice straw (P<0.01). Increasing of feed quality fed to buffalo can improve the dry matter and organic matter digestibility.
119714935G1A009060Efek Akut Konsumsi Kopi Berkafein Terhadap Peningkatan Tekanan Intraokuler Pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Kafein terkandung dalam berbagai makanan dan minuman. Konsumsi kafein telah menjadi kebudayaan harian di seluruh dunia. Kafein memiliki efek yang kompleks pada tubuh, salah satunya meningkatkan tekanan intraokuler. Masih banyak kontroversi mengenai efek kafein terhadap tekanan intraokuler.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek akut konsumsi kopi berkafein terhadap peningkatan tekanan intraokuler pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Desain penelitian menggunakan randomized clinical trial dengan double blinding. Subjek penelitian merupakan 74 orang mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek diminta mengonsumsi kopi berkafein 80 mg bagi kelompok perlakuan dan kopi dekafein 4 mg bagi kelompok kontrol. Tekanan intraokuler diukur sebelum dan menit ke-60 serta 90 setelah mengonsumsi kopi dengan menggunakan tonometer Schiotz. Hasil pengukuran tekanan intraokuler dianalisis dengan uji Mann-Whitney.
Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara peningkatan tekanan intraokuler sebelum dengan menit ke-60 dan 90 setelah mengonsumsi kopi berkafein (p = 0,000 dan 0,000). Peningkatan tekanan intraokuler pada menit ke-60 dan 90 sebesar 1, 28 dan 2,30 mmHg.
Kesimpulan: Terdapat peningkatan tekanan intraokuler pada menit ke-60 dan 90 setelah mengonsumsi kopi berkafein.


Background: Many foods and beverages contain caffeine. Caffeine consumption becomes a daily culture around the world. Caffeine has complex effects on the body, one of them it can increase intraocular pressure. There are many controversions about effects of caffeine on intraocular pressure.
Purpose: The aim of this study was to describe accute effect of caffeinated coffee consumption on increasing intraocular pressure in medical student of Jenderal Soedirman University.
Methods: In this randomized clinical trial with double blinding, subjects were 74 medical students of Jenderal Soedirman University who met the inclusion and exclusion criteria. The subjects were asked to consume caffeinated coffee 80 mg (experimental groups) and decaffeinated coffee 4 mg (control groups). Intraocular pressure was measured before and at 60, 90 minutes after coffee consumption using Schiotz tonometer. Measurement result of intraocular pressure were analyzed by Mann-Whitney test.
Results: There was a significant difference increasing in intraocular pressure before with 60 and 90 minutes after consumed caffeinated coffee (p = 0.000 and 0,000). Intraocular pressure was increasing in 60 minute and 90 at 1, 28 and 2.30 mmHg.
Conclusion: There was an increasing on intraocular pressure at 60 and 90 minutes after consumed caffeinated coffee.
119724915A1H009038PRODUKTIVITAS AIR PADA TANAMAN PADI VARIETAS IR-64 DENGAN METODE UMUM PETANI DI DESA BANTERAN, KECAMATAN SUMBANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi varietas IR-64 selama masa tanam, mengetahui produktivitas tanaman padi varietas IR-64 dan untuk mengetahui produktivitas air pada tanaman padi varietas IR-64. Penelitian dilaksanakan di Desa Banteran Kecamatan Sumbang pada Bulan Mei sampai dengan September 2012. Pengambilan data dilakukan dua tahap yaitu data konsumsi air pada saat pertumbuhan dan data produktivitas yang dilakukan setelah panen. Perlakuan yang dicoba meliputi: jumlah pemberian pupuk dasar dosis 0 ton/ha (perlakuan P0), 5 ton/ha (perlakuan P1), 10 ton/ha (perlakuan P2) dan 15 ton/ha (perlakuan P3). Analisis data konsumsi air dilakukan menggunakan metode water balance dimana terdapat komponen input dan output. Komponen input meliputi irigasi dan presipitasi sedangkan komponen output meliputi drainase, infiltrasi, seepage dan evapotranspirasi. Analisis data produktivitas dilakukan menggunakan metode pendugaan ANN. Variabel yang diukur adalah jumlah anakan tiap rumpun, jumlah helai daun tiap rumpun, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif tiap rumpun, jumlah malai tiap rumpun, panjang malai tiap rumpun dan jumlah gabah tiap rumpun yang diambil 40 sampel tanaman untuk masing-masing perlakuan dosis pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi terbesar terdapat pada petak dengan perlakuan pupuk dasar 10 ton/ha, dengan hasil produksi sebesar 4,97 ton/ha, nilai evapotranspirasi kumulatif sebesar 472,35 mm dan nilai crop water productivity sebesar 10,57 kg/ha mm air atau 1,057 g/m2 mm air.The research was aimed at knowing the crop water requirement of IR-64 rice plant variety during crop growth, knowing its productivity, and also knowing its water productivity. The research was carried out in Banteran village, Sumbang sub-district on May until September 2012th. Withdrawal of the data taken in two stage that is water consumption data during development stage and productivity data that taken after harvesting. The treatments tested includes: the basic fertilizer dosage of 0 ton/ha (P0 treatment), 5 ton/ha (P1 treatment), 10 ton/ha (P2 treatment), and 15 ton/ha (P3 treatment). The data analysis of water consumption was done with water balance method that contains of input component and output component. Input component includes irrigation and precipitation whereas output component includes drainage, infiltration, seepage and evapotranspiration. ANN method used in estimating productivity. The variable measured were number of tillers per clump, number of leaves per clump, plant height, number of productive tillers per clump, number of panicles per clump, panicle length per clump dan number of grains per clump which taken of 40 plants sample for each fertilizer dosage treatment. Results of the research showed that the greatest result production were found in P2 plot with basic fertilizer treatment of 10 ton/ha, with result production as big as 4,97 ton/ha, total evapotranspiration value as big as 472,35 mm and crop water productivity value as big as 10,57 kg/ha mm water or 1,057 g/m2 mm water.
119734967F1C007032DINAMIKA KOMUNIKASI SUPORTER SEPAKBOLA
(Studi Kasus Dinamika Komunikasi Suporter Klub Arsenal di Purwokerto)
Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengetahui gambaran mengenai proses dinamika komunikasi suporter klub sepakbola Arsenal di Purwokerto. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dalam lingkungan organisasi AIS Purwokerto berjalan secara intensif melalui berbagai cara. Komunikasi tersebut banyak memanfatkan media elektronik dan situs jejaring sosial dalam internet. Komunikasi melalui media elektronik bersifat dominan. Selain itu, dilakukan pula komunikasi secara langsung dan bersifat tatap muka (face to face) melalui diskusi. Semua proses komunikasi tersebut dimaksudkan untuk membahas masukan-masukan dan usulan-usulan anggota serta agenda organisasi di tingkat lokal maupun agenda nasional AIS. Ketika menjumpai perbedaan pendapat, pengurus organisasi mengedepankan mekanisme voting sebagai solusinya. Kebersamaan di antara anggota dan tujuan organisasi untuk mendukung Arsenal menjadi pertimbangan utama bagi para pengurus dalam menyelesaikan permasalahan dalam organisasi. Ketika mengalami konflik dengan kelompok eksternal, maka diskusi kelompok menjadi pilihan untuk mencari alternatif solusi.
The research entitled "Communication Dynamics Football Supporters (Case Study of Communication Dynamics of Arsenal Supporters Club in Purwokerto)". The purpose of this research is to describe the dynamics of the communication process of Arsenal football club fans in Purwokerto.
This research used qualitative methods. Research location in Purwokerto because in this area there is an organization AIS (Arsenal Indonesian Supporters) are growing dynamically. Research objectives are board and members of AIS Purwokerto who are still active. Data collecting method using in-depth interviews and observation. Determination of informants using purposive. The validity of data using triangulation of source model. Data analysis techniques using interactive model of analysis.
The results showed that the communication within the organization AIS Purwokerto runs intensively through various means. Communication is much tapped electronic media, such as mobile phones (via SMS and BBM) and social networking sites in the internet, such as facebook and twitter. Communication via electronic media are dominant because the majority of the flow of information and communication is done through the media. In addition, also conducted direct communication and are face to face through discussion. All of the communication process is intended to discuss the input and suggestions of members and agenda of the AIS organization at the local and national. When the encounter differences of opinion, the management organization promoting voting mechanism as a solution. Togetherness among members and organizational objectives to support Arsenal a major consideration for the board to solve problems within the organization. When in conflict with external groups, the discussion group an option to seek alternative solutions.
The suggestions are: 1) deliberation and discussion in response to a question needs to be maintained in the AIS Purwokerto, 2) attempted to conduct activities educative in football, such as clinics or training football by inviting football players nationwide, football seminars.
119744938E1A006143PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini mengambil judul "Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas". Tujuan penelitian untuk mengetahui Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui hambatan-hambatan terhadap penegakann hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif atau legal research, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivistis. Konsep ini mengungkapkan, bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Konsep ini, hukum melihat sebagai sistem normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan yang berlaku umum.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Penerapan peraturan penegakan disiplin PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas berpedoman pada Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas terdapat pelanggaran disiplin ringan diatur Pasal 8 yaitu pelanggaran yang terjadi hanya sebatas jam kerja dan sanksi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang yaitu hanya teguran secara lisan. Dalam penegakannya pemberian sanksi terhadap PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten kurang pengawasan dari pihak yang berwenang. Hambatan-hambatan terhadap hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, antara lain kurangnya pengawasan, pembinaan, sehingga banyak pelanggaran disiplin yang tidak diberikan sanksi.
This study took the title "Implementation of Government Regulation No. 53 of 2010 Concerning Civil Service Discipline In Banyumas Education Department". Research purposes to determine the application of Government Regulation No. 53 Year 2010 on Civil Service Discipline in Banyumas District Education Office and to determine the barriers to penegakann disciplined civil servant in the Department of Education Banyumas.
Methods used approach is normative or legal research, the approach uses legistis positivistic conception. This concept reveals, that the law is identical to the written norms are created and promulgated by agencies or officials of the state. This concept, see the law as a normative system of autonomous, closed and regardless of people's lives. Specifications research is descriptive analytical research that describes the state of the object to be examined and then analyzed based on legal theories and practices relating to the implementation of positive law issues without intent to draw conclusions that are commonly used.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the application of disciplinary rules of civil servants in the Department of Education Banyumas guided by Act No. 43 of 1999 Concerning the Principles of Human Resources and Government Regulation No. 53 Year 2010 on Civil Service Discipline. At the Department of Education there Banyumas minor disciplinary offenses set forth in Article 8 that the violation was limited to working hours and the sanction given by the competent authority that is only verbal reprimand. In the enforcement of sanctions against civil servants in the Department of Education district less supervision from the authorities. Barriers to Civil disciplined in Banyumas District Education Office, among others, lack of supervision, coaching, so many breaches of discipline were not given sanction.
119754941G1B008097PREFERENSI DAN KONSUMSI FAST FOOD
DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI
PADA MAHASISWA JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FKIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fast food sudah menjadi jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Mahasiswa cenderung memilih fast food sesuai dengan seleranya karena fast food cukup populer dan mudah didapat, enak, lezat, mengenyangkan serta harga terjangkau. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional, dengan jumlah sampel 63 orang yang diambil dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data asupan energi, protein, lemak, serat dan zat besi diperoleh melalui form food recall 24 jam dan food frequency. Berat badan diukur dengan timbangan injak dengan ketelitian 0,1 kg dan tinggi badan dengan microtoise 0,1 cm. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (82,5%) responden berjenis kelamin perempuan, sebagian besar responden berumur 21 tahun (44,4%), sebagian besar responden berstatus gizi normal (71,42%), seluruh responden (100%) pernah mengkonsumsi fast food dan ayam tepung memperoleh ranking 1 dalam uji preferensi, sebanyak (66,7%) responden memilih outlet fast food lokal sebagai tempat yang sering dikunjungi, sebanyak (68,%) responden menyatakan alasan mengkonsumsi fast food yaitu praktis dan mudah didapat, kebutuhan energi, protein, serat dan zat besi responden termasuk dalam kategori kurang, kebutuhan lemak responden termasuk dalam kategori lebih, rata-rata sumbangan terhadap kebutuhan energi responden adalah 27,02%, protein 23,67%, lemak 55,61%, serat 15,41%, zat besi 19,10%, dan pola makan sebagian besar responden tergolong baik. Upaya yang dapat dilakukan agar kebutuhan gizi dapat adalah adanya peningkatan konsumsi makanan bergizi dan mengurangi makanan fast food.


Fast food had become a kind of food commonly consumed by many people. University students tended to choose fast food to their taste since fast food was quite popular and easy to get, tasty, filling and had reasonable price. The type of this research used a descriptive quantitative approach using cross-sectional design, with the samples of 63 students taken by simple random sampling. Data collected included respondent characteristics, nutritional status, fast food preferences, consumption level, contribution of fast food to the nutritional needs, fast food diet obtained from interviews using questionnaires. Data of intake energy, protein, fat, fiber and iron obtained through a 24-hour food recall and food frequency. Body weight was measured with underfoot scales with precision of 0.1 kg and body height to microtoise 0.1 cm. The statistical analysis used was univariate analysis. The results showed that (82.5%) of the respondents were female, most of the respondents were 21 years old (44.4%), most respondents had normal nutritional status (71.42%), all respondents (100%) had consumed fast food and floured fried chicken obtained the 1st rank in the preference test, (66.7%) of respondents chose a local fast food outlet as a place frequently visited, (68.%) respondents said that the reason to consume fast food was that it was practical and easy to get, energy needs, protein , fiber and respondents’ iron were included in the category of less, the respondents’ need of fat was included in over category, the average contribution to the energy needs of the respondents were 27.02%, 23.67% protein, 55.61% fat, 15.41% fiber , 19,10% iron, and the majority of respondents’ diet were classified as good. The effort that could be done to fulfill the nutritional needs was by increasing the consumption of nutritious foods and consuming less fast food.

119764942G1G008023EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM
DAN FLIP CHART TENTANG GOSOK GIGI
TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT
(Studi Pada Anak Down Syndrome Di SLB C Yakut Purwokerto
dan SLB Kuncup Mas Banyumas )
Anak down syndrome mengalami kesulitan dalam melak ukan personal
hygiene, diantaranya tidak dapat melakukan perawatan gigi dan mulut dengan
baik. Salah satu upaya promosi kesehatan melalui penyuluhan perlu didukung
media seperti film dan flip chart. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
efektivitas media film dan media flip chart dalam meningkatkan kebersihan gigi
dan mulut yang dinilai dari skor Personal Hygiene Performance (PHP) pada anak
down syndrome. Jenis penelitian adalah quasi eksperimen berupa pretest dan
posttest design. Uji statistik yang digunakan adalah uji t-test. Data hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata skor PHP saat pretest menggunakan media film
adalah 3,1975 lebih tinggi daripada rata -rata skor PHP saat posttest sebesar
1,1292 dengan nilai p = 0,000 ( < 0,05) artinya ada perbedaan skor indeks PHP
antara sebelum dan sesudah menggunakan media film. Skor PHP saat pretest pada
kelompok penyuluhan menggunakan media flip chart adalah 4,0417 lebih tinggi
daripada rata-rata skor PHP saat posttest sebesar 3,0150 dengan nilai p = 0 ,000
( < 0,05) artinya ada perbedaan skor indeks PHP antara sebelum dan sesudah
menggunakan media flip chart. Hasil analisis menunjukkan rata -rata selisih skor
PHP sebelum dan sesudah penyuluhan pad a anak down syndrome menggunakan
media film sebesar 2,0683 lebih besar dibandingkan rata -rata selisih skor sebelum
dan sesudah menggunakan media flip chart dengan nilai p = 0,008 ( < 0,05)
artinya terdapat perbedaan selisih skor PHP media film maupun flip chart.
Kesimpulan penelitian adalah media film lebih ef ektif dalam meningkatkan
kebersihan gigi dan mulut anak down syndrome.
Children with down syndrome have difficultly in their oral hygiene
performance, they could not maintain their own oral hygiene. The health
promotion effort through counseling needs to be supported by media such as
movie and flip chart. The aim of this study was to determine the effectiveness of
movie and flip chart to improve the oral hygiene score using Personal Hygiene
Performance (PHP) index of children with down syndrome. This study was used
quasi experimental with pretest and posttest group design, the statistical test was
used t-test. The result of this study shows that the average of PHP index pretest on
movie group is 3.1975 and the posttest is 1.1292 with p = 0.000 (  < 0.005) this
result means that there is the differences PHP index score before and after
counseling by movie. The average of PHP index pretest on flip chart group is
4.0417 and the posttest is 3.150 with p = 0.000 ( < 0.005) it means that there is
the differences PHP index score before and after counseling by flip chart. The
result of bivariat analytic test shows that the average deviation of pretest and
posttest PHP index score on movie group is greater than fli p chart group, it means
there is the differences of PHP index score on movie and flip chart group. The
conclusion is counseling by movie more effective to improve the oral hygiene of
children with down syndrome than flip chart.
119774943C1J009025THE LEVEL OF TECHNICAL EFFICIENCY BANKING
IN INDONESIA PERIOD 2006-2010
(Case Study On State Owned Banks, Foreign Exchange Commercial Banks,
Non-Foreign Exchange Commercial Banks and Joint Venture Banks)
Penelitian ini menganalisis tingkat efisiensi teknik pada 4 kelompok bank yang dilihat dari segi kepemilikan di Indonesia yaitu bank persero, bank umum swasta nasional devisa, bank umum swasta nasional non devisa dan bank campuran. Penelitian ini menggunakan data envelopment analysis untuk menghitung tingkata efisiensi perbankan di Indonesia dan mann whitney U test untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara bank umum konvensional dengan bank umum syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok bank persero merupakan bank yang memilki tingkat efisiensi terbaik yang selanjutnya yang kedua yaitu kelompok bank campuran, selanjutnya bank umum swasta nasional devisa dan bank umum swasta nasional non devisa. Dari hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara bank umum konvensional dan bank umum syariah.This research analyzes the level of technical efficiency on 4 group banks view from its ownership, that is state owned banks, foreign exchange commercial banks, non-foreign exchange commercial banks and joint venture banks both conventional and islamic banks. This research uses data envelopment analysis to calculate level of efficiency banking in Indonesia and mann whitney U test to determine are there any different levels of technical efficiency between conventional banks and Islamic banks. The results shows that state-owned banks are the banks that have the best level of efficiency hereinafter the second is joint venture banks, next foreign exchange commercial banks and non-foreign exchange commercial banks. From different test results show that there are differences between conventional banks and Islamic banks.
119784944F1F008008Freedom In The Existence of Meursault Depicted in The Outsider a Novel Written by Albert CamusKarya sastra yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul The Outsider karya Albert Camus yang mengankat tema kebebasan manusia dalam eksistensinya. Novel ini bercerita tentang tokoh bernama Meursault yang hidup dalam kebebasan demi untuk mencapai keotentikan diri. Penelitian ini menerapkan teori Eksistensialisme dan Absurdisme untuk menganalisa bagaimana Meursault mendapatkan otentisitas dan bagaimana ia menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya sebagai akibat dari keotentikannya tersebut. Metode yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Meursault mampu menerapkan kebebasan dalam eksistensinya dengan tidak menghiraukan penilain orang-orang terhadapnya, (2) Ia juga menampilkan sedikit emosi dalam segala hal di kehidupannya, seperti respon datarnya terhadap kematian ibunya; perasaanya terhadap kekasihnya; cara dan alasan dia membunuh Si Arab; serta sikapnya terhadap hukum yang menentang perilakunya; (3) dari keacuhannya ini Meursault hanya mendapat penilaian buruk dari orang-orang lain, dia juga dipenjarakan karena kasus pembunuhannya, dan yang terbururk dia dihukum mati karena dianggap melanggar norma-norma dalam masyarakat.The literary work that is discussed in this research is a novel entitled The Outsider by Albert Camus that focuses on human's freedom in his existence. This novel talks about a character named Meursault who lives his life by actualizing his freedom in order to be authentic. The theories that are applied in this research are Existentialism and Absurdism to analyze how Meursault gains his authenticity and how he deals with problems in his existence as the results of his authenticity. The method that is used to analyze the data in this research is descriptive qualitative method. The results of this research show that (1) Meursault is able to apply freedom in his existence by ignoring people's judgment, (2) he also displays lack of emotional feeling towards everything, such as his dull response toward his mother's death; his feeling for his girlfriend, his indifference reason for killing the Arab; and his attitude in facing the laws that go against him; (3) from his indifference behaviour Meursault gets judged as a bad person, he also gets imprisoned because of his murdering case, and the worst is that he is sentenced to death because of his ignorance towards the values in his society.
119794945A1M008044PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK SOMBA DAN LAMA
PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA
JELLY DRINK PEPAYA-NANAS
Somba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman Indonesia yang berpotensi sebagai pewarna alami makanan. Pigmen alami yang terdapat pada somba adalah karotenoid yang tersusun dari bixin dan norbixin yang menghasilkan warna kuning hingga merah. Penelitian ini mengaplikasikan ekstrak somba ke dalam jelly drink pepaya-nanas. Jelly drink pepaya-nanas merupakan usaha diversifikasi olahan buah pepaya dengan penambahan buah nanas yang ditujukan untuk meminimalisir flavor dari buah pepaya yang kurang disukai. Penyimpanan suhu rendah (chilling) perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang umur simpan jelly drink pepaya-nanas. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak somba terhadap variabel fisik dan kimia jelly drink pepaya-nanas; 2) untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap variabel fisik dan kimia jelly drink pepaya-nanas; 3) untuk mengetahui pengaruh interaksi variasi konsentrasi ekstrak somba dan lama penyimpanan terhadap kualitas jelly drink pepaya-nanas, serta memberikan informasi mengenai potensi somba sebagai pewarna alami dan aplikasinya pada produk pangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Faktor yang dicoba adalah konsentrasi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu konsentrasi 1% (K1), 2% (K2), dan 3% (K3); serta lama penyimpanan pada suhu dingin 4oC-5oC yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0 minggu (T1), 1 minggu (T2), dan 2 minggu (T3). Hasil uji indeks efektifitas menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu P1K1 yang merupakan kombinasi perlakuan penambahan ekstrak somba dengan konsentrasi 1% dan lama penyimpanan pada 0 minggu. Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan nilai viskositas 0,450 Pa.S, total asam tertitrasi 0,527 % dan kadar air sebesar 89,583%.

Somba (Bixa orellana L.) is an Indonesia plant which are potential as a natural dye food. Natural pigment contained in somba is carotenoid that are composed of bixin and norbixin that which produces yellow to red color. In this research extract somba is applied into jelly drink papaya-pineaple. Jelly drink papaya-pineapple is a diversifies processed fruit of papaya by the addition of pineapple intended to minimize the papaya less favored. Low temperatures storage ( chilling ) needs to be done to prevent mischief and extend the save life the product. The aim of this research is : 1) determine the influence of variation concentration somba extract of the physical chemical variables of the jelly drink papaya-pineaple; 2) determine the influence of storage time of the physical chemical variables of the jelly drink papaya-pineaple; 3) determine the interaction effect of variation concentration somba extract and storage time toward quality of the jelly drink papaya-pineaple, as well as providing information on the potential of somba as natural dyes and its application on food products. This research uses experimental methods with a randomized block design (RBD) consisting of 9 combination treatment with 3 times repetition so acquired 27 unit experiment. The factors that attempted is the concentration factor (K) which consists of three levels: the concentration of 1% (K1), 2% (K2), and 3% (K3); as well as storage time at low temperatures which consists of 3 levels: zero week (T1), one week (T2), and two weeks (T3). The test results of the effectiveness index showed that the best treatment is a combination treatment of the addition somba extract with a concentration of 1% and a storage time at zero week. The combination treatment resulted the viscosity value 0.450 Pa.S, percent of the total acid 0.527 % and percent of the moisture content 89.583%.

119804946C1C009095PENGARUH SANKSI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN KUALITAS PELAYANAN KPP TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA DAN PEKERJAAN BEBAS DI KPP PRATAMA PURBALINGGAMasalah tingkat kepatuhan di Indonesia selama ini belum menunjukan adanya peningkatan yang signifikan dalam hal pemenuhan kewajiban perpajakan. Masalah tersebut menjadi kendala dalam memaksimalkan penerimaan pajak. Penelitian ini mengkaji tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di KPP Pratama Purbalingga, dengan menggunakan variabel bebas berupa sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kualitas pelayanan KPP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kualitas pelayanan KPP terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di KPP Pratama Purbalingga.
Sampel penelitian ini berjumlah 100 sampel dari 2.234 populasi yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana). Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.
Hasil analisis menunjukan bahwa secara simultan sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kualitas pelayanan KPP berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dan secara parsial sanksi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kualitas pelayanan KPP berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.

The problem of tax compliance in Indonesia so far has not shown the precence of a significant improvement in terms of fulfillment of an obligation of taxation. The problem becomes an obstacle in maximizing tax revenues. This research study the level of compliance of individual taxpayers conducting business and professional services in KPP Pratama Purbalingga, by using several variables such as taxation sanctions, taxpayer awareness, and service quality of kpp. The purpose of this study was to analyze the influence of taxation sanctions, taxpayers awereness, and service quality of kpp to the tax compliance of a individual taxpayers conducting business and professional services in KPP Pratama Purblingga.
The number of this reaserch sample is 100 sample from 2.234 existence population by using simple random sampling technique. Primary data collection method in this study is questionnaire. The result data is echnique by using multiple regression analysis.
Analyse results show that simultaneosly of taxation sanctio, taxpayer awareness, and service quality of KPP is influence to the tax compliance and partially of taxation sanction, taxpayer awareness and service quality of KPP influence to the tax compliance.