Artikel Ilmiah : P2CD09005 a.n. SUHERMAN

Kembali Update Delete

NIMP2CD09005
NamamhsSUHERMAN
Judul ArtikelIMPLEMENTASI KEBIJAKAN PPh 21 KARYAWAN DALAM MENUNJANG
PENGHEMATAN PAJAK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM
TIRTAWENING KOTA BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Adanya pungutan pajak oleh pemerintah memotivasi pengusaha untuk menekan jumlah pajak terutang tentang pemungutan pajak. Pemerintah memberikan pilihan Kebijakan Pajak Penghasilan Pasal 21 kepada perusahaan, apakah perusahaan akan menggunakan kebijakan pajak ditanggung karyawan (gross) atau pajak ditanggung perusahaan (net) atau pajak ditunjang perusahaan (gross up). Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan biaya pegawai dan untuk mengetahui kebijakan yang dapat menghemat pajak pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Bandung.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Daftar Gaji karyawan 2011 dan Laporan Laba Rugi tahun 2011. Pengujian Uji Beda Biaya Pegawai menggunakan alat analisis Uji t hasilnya menunjukan tidak terdapat perbedaan biaya pegawai yang signifikan dalam menerapkan kebijakan PPh 21 dengan metode pajak ditanggung karyawan, pajak ditanggung perusahaan dan pajak ditunjang perusahaan. Sedangkan dari hasil perhitungan Pendapatan Kena Pajak Perusahaan berdasarkan kebijakan pajak ditanggung karyawan dan pajak ditanggung perusahaan, PPh Badan yang harus dibayar adalah sebesar Rp 22.404.448.758,60, sedangkan hasil perhitungan Pendapatan Kena Pajak Perusahaan dengan menggunakan metode pajak ditunjang perusahaan, PPh Badan yang harus dibayar adalah sebesar Rp 22.393.733.596,71. Bila dilihat dari segi penghematan maka pajak yang diberikan tunjangan oleh perusahaan adalah metode yang dapat menghemat pajak.


Abtrak (Bhs. Inggris)SUMMARY

The existence of tax collection by the government, bringing entrepreneurs motivation to decrease their tax payable. Government gives the entrepreneur the freedom to choose their Income Tax Policy under Article 21, whether using tax borne employee policy (gross), borne tax company policy (net), or tax supported company (gross up). This research is purposed to understand the difference of employee cost and to understand the method that can decrease tax payable on Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Bandung.
Data used in this research are employees Payroll and Income Statement in 2011. The difference test of Employee Cost used t-Test which the result showed that there is no significant difference on applying Article 21 Policy whether using employees borne method, company borne method, or company supported method The data calculation also showed company tax payable using employee and company borne method is IDR 22.404.448.758,60. While using company supported tax, company tax payable is IDR 22.394.860.038,71. Form tax efficiency point of view,
company supported tax method is the method that can decrease tax payable.


Kata kunciPPh 21, pajak ditanggung karyawan, pajak ditanggung perusahaan, pajak ditunjang perusahaan, Income Tax Article 21, Tax borne employee, tax borne company, tax supported company.
Pembimbing 1Dr. Eko Hanyanto, M.Si., Ak
Pembimbing 2Dr. Oman Rusmana, M.Si., Ak
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.