Artikelilmiahs

Menampilkan 12.041-12.060 dari 49.517 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
120415008C1B009045PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP RETURN SAHAM PADA BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2009-2011This study aims to obtain empirical evidence about the effect of CAMEL ratio toward stock return. Variables studied are capital adequacy ratio, non-performing loans, return on assets, loan to deposit ratio, net profit margin and BOPO. This research method used purposive sampling and there are 21 banking companies listed in Indonesian Stock Exchangeduring 2009 until 2011. To prove the hypothesis of this research is applied Multiple Linear Regression Model with classic assumption. The result of this research shows that capital adequacy, return on assets and net profit margin have positive and significant influence to the stock return, while non-performing loans, loan to deposit ratio, and BOPO has no significant influence to the stock return.Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh faktor capital adequacy ratio (CAR), non performing loans (NPL), net profit margin (NPM), return on assets (ROA), beban operasional pendapatan operasional (BOPO) dan loans to deposits ratio (LDR) terhadap return saham pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia. Objek dalam penelitian adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2011. Hasil pemilihan sampel dengan metode purposive sampling diperolah jumlah sampel sebanyak 21 perusahaan dengan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier
berganda dengan asumsi klasik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CAR, ROA, dan NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan NPL, LDR, dan BOPO tidak berpengaruh terhadap return saham.
120425010D1E009197PENGARUH LAMA PENGGILINGAN DAGING KELINCI TERHADAP KEEMPUKAN, KADAR AIR DAN KESUKAAN ROLADEPembuatan rolade diawali dengan penggilingan daging kemudian dicampur dengan bahan pengisi yaitu roti tawar, susu cair, telur, dan bumbu seperti garam dapur, lada halus dan pala halus untuk menambah cita rasa dan penggilingan tersebut akan berpengaruh terhadap keempukan, kadar air dan sifat organoleptik (tingkat kesukaan). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggilingan daging kelinci yang berbeda terhadap keempukan, kadar air dan kesukaan pada rolade. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji kadar air dan keempukan. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk uji kesukaan. Perlakuan yang diberikan adalah R1 = lama penggilingan 1 menit, R2 = lama penggilingan 2 menit, R3 = lama penggilingan 3 menit, R4 = lama penggilingan 4 menit dan R5 = lama penggilingan 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan lama penggilingan daging berpengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap kadar air dan keempukan. Hasil penelitian uji kesukaan pada lama penggilingan daging terhadap rolade berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penilitian ini adalah lama penggilingan daging 5 menit memberikan nilai kadar air yang paling rendah dengan nilai rataan 66,68±1,88%. Lama penggilingan daging 5 menit memiliki nilai keempukan yang paling rendah dengan nilai rataan 8,23±0,92mm/g/dtk. Kesukaan pada rolade yang dagingnya digiling selama 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit dan 5 menit memiliki nilai hedonik relatif sama.
Manufacture of milling meat rolade beginning with later mixed with fillers that fresh bread, fresh milk, eggs, and seasonings such as salt, pepper and nutmeg to add subtle flavour and the mill will have an effect on softness, dry measure and properties of the organoleptik (the preference). The research was conducted to know the influence of times of rabbit meat milling to softness, dry measure, and preference rabbit meat rolade. The method of this research was experiment using Completely Randomized Design (CRD) to measure the test and softness. The Group Random Program is used for preference test. The treatments that were given were R1 = time of milling about 1 minute, R2 = time of milling about 2 minutes, R3 = time of milling about 3 minutes, R4 = time of milling about 4 minutes, R5 = time of milling about 5 minutes. The results of research indicate that the times of meat milling to rolade significantly influences (P<0.01) to measure and softness. The results for preference test to times of meat milling to rolade did not influence significantly (P>0.05). The conclusion of the research is the times of meat milling about 5 minutes, gives the lowest measure value with a flat value of 66.68±1.88%. The times of meat milling about 5 minutes, has the lowest softness value with a flat value of 8.23±0.92mm/g/second. The preference test to rolade that the meat is rolade about 1 minute, 2 minutes, 3 minutes, 4 minutes, and 5 minutes have hedonik value of relatively the same.
120435011D1E009125PENGARUH LAMA PENGUKUSAN ROLADE DAGING KELINCI TERHADAP KEEMPUKAN, KADAR AIR DAN KESUKAANPengukusan rolade daging kelinci harus diperhatikan adanya keseimbangan antara tingginya suhu dan lama pemanasan yang digunakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan yang berbeda terhadap keempukan, kadar air, dan kesukaan rolade daging kelinci. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging kelinci 4,55 kg dengan jenis keturunan New Zealand berjumlah 7 ekor kelinci jantan. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk keempukan, kadar air dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk kesukaan dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R1 : lama pengukusan 20 menit dengan suhu 75°C-80°C, R2 : lama pengukusan 30 menit dengan suhu 75°C-80°C, R3 : lama pengukusan 40 menit dengan suhu 75°C-80°C, dan R4 : lama pengukusan 50 menit dengan suhu 75°C-80°C. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa lama pengukusan yang berbeda berpengaruh tidak nyata terhadap keempukan (P>0,05), memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air (P<0,01), dan berpengaruh tidak nyata terhadap kesukaan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah pengaruh lama pengukusan yang berbeda terhadap keempukan dan kesukaan rolade daging kelinci memberikan nilai yang relatif sama. Lama penukusan rolade daging kelinci sampai dengan 20 menit memilliki nilai kadar air yang lebih rendah.Rolade steaming meat rabbits must consider a balance between the high temperature and long heating flat is used. The objective of research was to measure the influence of various legth of streaming on its tenderness, liquidity, and preference of rabbit meat rolade. The material was 4,55 kg rabbit meat, seven head of New Zealand male rabbit. The research method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD) for the tenderness and liquidity, and Block Design for the preference with 4 treatments and 5 replications are; R1: 20 minutes streaming with temperature of 75°C-80°C, R2: 30 minutes streaming with temperature of 75°C-80°C, R3: 40 minutes streaming with temperature of 75°C-80°C , and R4: 50 minutes streaming with temperature of 75°C-80°C. The data were analyzed using analysis of variance and were tested further by Honesty Significant Difference (HSD). The results showed that the various leghts of streaming did not significantly influence to the tenderness (P>0.05), it gave significant influence to the liquidity (P<0.01), and did not significantly influence to the preference (P>0.05). The conclusion of this research is the influence of the various lengths of streaming to the tenderness and the preference shows the relative rate. The length of streaming during 20 minutes has lower liquidity.
120445164F1A008041PROGRAM JAMINAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN PT. SLAMET LANGGENG DI KABUPAEN PURBALINGGAProgram Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan PT. Slamet Langgeng. Program tersebut sudah berjalan lama guna memenuhi hak-hak seluruh karyawannya. Perusahaan tersebut mulai menjadi peserta Jamsostek sejak bulan Mei tahun 1978. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program jaminan sosial yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan untuk mengetahui hubungan antara karyawan maupun dengan atasan PT. Slamet Langgeng. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menerangkan program jaminan sosial dan kesejahteraan karyawan yang telah dilakukan perusahaan untuk menunjang kebutuhan hidup karyawannya. Situasi kerja para pekerja terlihat dalam kondisi yang tanpa ada masalah karena sebagian besar sikap atasan baik dan disana tidak ada kesenjangan diantara pekerja. Sehingga para karyawan dapat bekerja tanpa merasa ada tekanan. Hubungan antara pihak atasan dengan bawahan menunjukkan hubungan yang berlangsung akrab, hal ini dikarenakan mereka sudah cukup lama dalam hubungan kerja.

The program of Jamsostek (labor social security) is one of the efforts to increase the prosperity of employees at PT. Slamet Langgeng. The program has been run for long time to fulfill the rights of its employees. This company begin to participate in Jamsostek since May in 1978. This research aims to find out the social security program that has been conducted to increase the prosperity of employees and to find out the correlation between the employees and the top management at PT. Slamet Langgeng. Source of data in this research has two sources that area primary and secondary data. Primary data is the data that has been obtained by the result of interview and observation. Secondary data is the data that has been obtained from the literatures that connected with this research. Method in this research uses the method of descriptive qualitative. The result of this research explained the social security program and the prosperity of employees that has been conducted by company to support the needs of employees life. Work situation of employees sees without any problems because most of them has the good attitude and there is no any the discrepancy among the employees. So the employees can work without feeling any pressures. The correlation between the top management and lower management show the good intimate relationship, it is because they has been long enough to have the work relationship
120455012C1A009049ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DIVERSIFIKASI USAHA NELAYAN
DI KABUPATEN PURWOREJO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh variabel usia, pendidikan, hasil tangkapan dan jumlah tanggungan baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap kegiatan diversifikasi usaha nelayan di Kabupaten Purworejo. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara rumah tangga nelayan yang melaut dengan nelayan yang melakukan diversifikasi (pengolahan).
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 51 orang dimana 41 orang responden adalah nelayan melaut dan 10 orang responden merupakan nelayan yang melakukan pengolahan. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi logistik (logit) dan analisi tabulasi silang (crosstab) serta analisis uji T.
Berdasarkan hasil perhitungan regresi logistik diperoleh bahwa variabel usia, pendidikan, hasil tangkapan dan jumlah tanggungan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap diversifikasi usaha nelayan. Namun, secara parsial hanya variabel usia, pendidikan dan hasil tangkapan yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap diversifikasi usaha. Berdasarkan analisis uji T ditemukan bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara nelayan yang melaut dan nelayan yang melakukan pengolahan.
The purpose of this study is to determine the effect of the variables of age, education, catches and the number of dependents either collectively and partially to the diversified activities fishermen of labor in Purworejo. This research also have an aims to determine the difference between household income of fishermen who head seaward with the fishermen whose doing the diversify (processing).
The sampling method is used simple random sampling. The amount of respondents that used are 51 people which is 41 respondents were fishermen whose doing the head seaward and 10 respondents are fishermen whose doing the processing. The analytical method used was logistic regression model (logit) and analysis cross tabulation (crosstab) as well as the analysis of the t test.
Based on the results of logistic regression is obtained that the variables of age, education, catches and the number of dependents collectively significant effect on the diversification fishermen of labor. However, only partially variables age, education and catches that have a significant impact on business diversification. Based on the analysis of the t test found that there is a difference between the income fishermen whose doing that head seaward and fishermen whose doing the processing.
120465013F1F008037THE ANALYSIS OF THE JAKARTA POST’S REPRESENTATION OF NEWS STRUCTURE IN REPORTING EARTH HOUR IN 31ST MARCH 2012, A STUDY OF CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS (CDA).ABSTRAK
Azzainabi, Atikah. 2013. Analisis struktur berita bentuk representasi dari The Jakarta Post dalam penyajiannya pada Earth Hour 31 maret 2012, pebelajaran pada analisis wacana kritis. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Ilmu Budaya. Fakultas Ilmu Sosial and Politik. Universitas Jendral Soedirman. Pembimbing I: R. Pujo Handoyo, S.S, M. Hum, Pembimbing II: Ika Maratus Sholikhah, S.S, M. A, Pembimbing III: Erna Wardani S.Pd M.Hum.
Peneliti meneliti penelitian yang berjudul “Analisis struktur berita bentuk representasi dari The Jakarta Post dalam penyajiannya pada Earth Hour 31 maret 2012, pebelajaran pada analisis wacana kritis ”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan medeskripsikan struktur tematik dan skematik dan realisasinya serta teknik dasar persuasi .
Penelitian ini membahas mengenai kajian analisis wacana, sebuah kajian tentang analisis wacana kritis. Fokus penelitian ini adalah analisis struktur dan teknik persuasi dalam artikel berjudul ‘Is one hour enough save our earth’. Ini menggunakan teori dari Van Dijk tentang analisis struktur yang dikategorikan menjadi struktir tematik dan skematik serta realisasinya, dan teori Guofan Wan tentang teknik dasar persuasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggambarkan simpulan serta penyajian stuktur dan persuasi yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu artikel ditemukan 1) Struktur tematik (12 topik), dan struktur skematik (6 kategori); 2) Realisasi dari struktur sebagai teknik persuasi dasar diantaranya asosiasi (2 kalimat), bandwagon (2 kalimat), expert (3 kalimat), explicit claim (4 kalimat), intensity (2 kalimat), maybe (3 kalimat), dan plain folk (1 kalimat). Akan tetapi peneliti tidak menemukan kategori humor dan repetisi, karena teks berikut merupakan teks formal dari berita.
ABSTRACT
Azzainabi, Atikah. 2013. The Analysis of The Jakarta Post’s Representation of News Structure in Reporting Earth Hour in 31st March 2012, A Study of Critical Discourse Analysis (CDA). Thesis. English Language and Literature Study Program. Department of Humanity. Faculty of Social and Political Sciences. Jenderal Soedirman University. Supervisor I: R. Pujo Handoyo, S.S, M. Hum, Supervisor II: Ika Maratus Sholikhah, S.S, M. A, Supervisor III: Erna Wardani S.Pd, M.Hum.

The title of this research is “The Analysis of The Jakarta Post’s Representation of News Structure in Reporting Earth Hour in 31st March 2012, A Study of Critical Discourse Analysis (CDA)”. This research was aimed at finding out and describing the thematic and schematic structure and thematic realization and also basic persuasion techniques that are represented in The Jakarta Post’s article of Earth Hour 2012.
This research belongs to discourse analysis study which is a study on critical discourse analysis. It focused on analyzing the structure of news and persuasive technique in the article entitled ‘Is one hour enough save our earth’. It used Van Dijk’s theory in analyzing structure which can be classified into thematic, schematic and its realization, and also Wan’s theory in basic persuasion technique. It used qualitative research design and drew conclusion on the representation of the structures and the persuasive techniques.
The result shows that in this article found the news structure; 1) Thematic structure (12 topics) and schematic structure (6 categories); 2) Thematic realization as the representation of this article based on basic persuasion technique such as association (2 sentences), bandwagon (2 sentences), expert (3 sentences), explicit claim (4 sentences), intensity (2 sentences), maybe (3 sentences), and plain folk (1 sentence). The researcher did not find the humor and repetition category because the text is belongs to the formal text.
Key Words; Critical Discourse Analysis, News Structure, Representation.
120475015F1C008067POLA KOMUNIKASI PEMAKAIAN BAHASA JAWA DAN BAHASA SUNDA
(Studi Etnografi Komunikasi Pada Komunitas Jawa dan Komunitas Sunda Desa Kubangpari Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes)
Desa Kubangpari merupakan desa yang memiliki dua Komunitas yaitu Komunitas Jawa dan Komunitas Sunda. Dua Komunitas ini memiliki bahasa yang berbeda. Komunitas Jawa menggunakan Bahasa Jawa dan Komunitas Sunda menggunakan Bahasa Sunda. Penelitian ini menjelaskan bagaimana pola komunikasi Komunitas Jawa dan Sunda Desa Kubangpari yang menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan etnografi komunikasi. Informan dipilih dengan cara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah Komponen komunikasi yang berperan besar dalam membentuk suatu peristiwa komunikasi pada Komunitas Jawa dan Sunda khususnya di RW 2 Desa Kubangpari adalah setting, partisipan, bentuk pesan, kaidah interaksi dan norma-norma interpretasi. Komponen komunikasi ini membentuk sebuah hubungan antarkomponen komunikasi. Berdasarkan hubungan antarkomponen komunikasi maka diperoleh sebuah pola komunikasi. Pola komunikasi yang ada pada komunitas tersebut terdiri dari tiga macam yaitu pola komunikasi antara Komunitas Jawa dengan Jawa yang menggunakan Bahasa Jawa, pola komunikasi Komunitas Sunda dengan Komunitas Sunda menggunakan Bahasa Sunda dan pola komunikasi antara Komunitas Jawa dengan Komunitas Sunda menggunakan Bahasa Sunda. Komunitas Jawa dan Sunda Desa Kubangpari menggunakan Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda kasar. Jadi tidak ada tingkatan bahasa (bebasan) dalam berkomunikasi.
Kubangpari Village has 2 ethnic, They are Javanese Ethnic and Sundanese Ethnic. They have different language. This research explain how communication pattern of Javanese and Sundanese are used by Kubangpari people. This research is the qualitative research by using communication ethnography. Informan was choosen by using purposive sampling. The data are taken the partisipant observation, in dept interview and documentation.
This result of research is the component of communication that play a major role in the communication event using Javanese and Sundanese in the Kubangpari people are setting, participant, message, the rule of interaction and interpretation norms. These component preduce a correlation of communication component. Therefore communication pattern is preduced by the correlation of communication componente. There are 3 kinds of communication pattern in the Kubangpari people. They are communication pattern between Javanese Ethnic and Javanese Ethnic that using Javanese, communication pattern between Sundanese Ethnich and Sundanese Ethnic that using Sundanese and communication pattern between Javanese Ethnich and Sundanese Ethnic that using Javanese. They use ngoko (rude) Javanese and ngoko (rude) Sundanese. Therefore, there is no language level (bebasan) in the communicatin among people in Kubangpari village.
120485016D1E009123KECERNAAN NEUTRAL DETERGENT FIBER (NDF), ACID DETERGENT FIBER (ADF) DAN SERAT KASAR PAKAN KERBAU BERBASIS JERAMI PADIPenelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecernaan NDF, ADF, dan Serat kasar pada pakan kerbau berbasis jerami padi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor kerbau betina dangan kisaran bobot badan 248-334 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan bobot badan awal kerbau sebagai blok dan masing-masing blok menerima tiga perlakuan yaitu A = Pakan Kerbau 100% jerami padi non amoniasi, B = Pakan Kerbau 80% jerami padi non amoniasi + 20% konsentrat dan C = Pakan Kerbau 80% jerami padi amoniasi + 20% konsentrat. Peubah yang diamati adalah kecernaan NDF, ADF dan Serat Kasar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan NDF dan Serat Kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) pada kecernaan ADF. Uji beda nyata jujur menginformasikan bahwa pakan jerami padi amoniasi + konsentrat menghasilkan kecernaan NDF dan serat kasar paling tinggi, disusul berturut-turut pakan jerami padi nonamoniasi dan jerami padi nonamoniasi + konsentart. Namun pada kecernaan serat kasar tidak ada perbedaan nyata antara pakan jerami padi nonamoniasi dengan pakan jerami padi nonamoniasi + konsentrat. Kesimpulan penelitian ini adalah pakan kerbau yang disusun dari 80% jerami padi amoniasi dan 20% konsentrat mampu meningkatkan kecernaan NDF dan Serat kasar.The objectives of this research were to determine the level of digestibility of NDF, ADF, and cured fiber Buffalo feed based of rice straw. Materials were 12 female buffaloes with body range of 248-334 kg. The research was conducted by the experimental method designed according to the basic design of randomized block design (RBD), with initial body weight buffaloes as blocks and each of groups received three treatments, .i.e. A = 100% nonammoniation of rice straw, B = 80% nonammoniation of rice straw + 20% feed concentrate and C = 80% ammoniation of rice straw + 20% feed concentrate. Variables measured were digestibility of NDF, ADF and crude fiber. Data were analyzed by analysis of variance and honest significant difference test. The results showed that the treatment was significant (P <0.01) on NDF and crude fiber digestibility, but it was not significantly affect (P> 0.05) in the digestibility of ADF. Honest significant difference test informs that feed with ammoniation of rice straw + concentrate has the highest NDF and crude fiber digestibility, followed by rice straw nonamoniation and nonamoniation rice straw + concentrate. But, there was no significantly affect on crude fiber digestibility between nonamoniantion rice straw and nonamoniation rice straw + concentrate. Conclusion of this research was the buffaloes feed with 80% amoniation rice straw and 20% concentrate of DM increased NDF and crude fiber digestibility.
120495017H1D008025ANALISIS STABILITAS RETAINING WALLS TERHADAP FLUKTUASI MUKA AIR TANAH DENGAN ASDIP RETAIN 2.1.6Keruntuhan tanah dipengaruhi oleh fluktuasi muka air tanah, sehingga diperlukan perkuatan tanah dengan memperhitungkan aspek perubahan tinggi muka air tanah. Salah satu jenis perkuatan tanah adalah dengan membuat dinding penahan tanah. Jenis dinding penahan tanah yang dipakai dalam penelitian ini adalah dinding penahan tanah tipe kantilever. Alasan dipilihnya tipe cantilever adalah relatif baik digunakan, volume kecil, dan banyak digunakan, namun tipe cantilever cenderung rapat sehingga berpotensi muka air tanah naik, maka secara tidak langsung kenaikan muka air tanah akan menambah beban dan mendorong dinding sehingga mengurangi stabilitas dinding panahan tanah tersebut. Perlu analisis lebih mendetail untuk menghitung stabilitas yang diakibatkan muka air tanah sehingga penggunaan dinding penahan tanah tipe cantilever perlu digunakan. Untuk menghitung kestabilan tanah maka perlu dilakukan analisis. Dalam penelitian ini digunakan analisis dengan simulasi numeris. Pemilihan ini dikarenakan simulasi numeris tidak membutuhkan biaya yang mahal, mudah dan cepat dalam perhitungannya. Analisis dilakukan dengan software ASDIP RETAIN 2.1.6. Alasan dipilih ASDIP RETAIN adalah terdapat tool untuk variasi muka air tanah dan reinforcement untuk pembetonan dan penulangan dinding penahan tanah. Software ini khusus untuk retaining wall tipe cantilever dan tepat untuk penelitian ini. Pada tugas akhir ini dilakukan pada tanah non kohesif karena tanah non kohesif cenderung tidak mempunyai gaya lekat atau tarik antar partikel butiran tanah sehingga rawan terhadap kelongsoran tanah. Parameter yang dipakai dalam penelitian ini adalah stabilitas guling, stabilitas geser dan daya dukung tanah. Variasi dilakukan pada besar sudut geser internal tanah yaitu sebesar 200, 250, 300, 350, dan 400. Pada tanah non kohesif terjadi penurunan stabilitas yang diakibatkan kenaikan muka air tanah. Penurunan stabilitas guling sebesar 75,01%, penurunan stabilitas geser sebesar 66,75%, dan penurunan daya dukung tanah sebesar 53,12%. Penurunan paling besar terjadi pada stabilitas guling yaitu sebesar 75,01%. Pengaruh sudut geser internal tanah pada stabilitas dinding penahan tanah akan berkurang sebanding dengan kenaikan elevasi muka air tanah.The collapse of the land affected by fluctuations in the water table, requiring retrofitting of land by taking into account aspects of the changes in ground water levels. One type of soil reinforcement is to create a retaining wall. retaining wall types used in this study is the type of cantilever retaining wall. Reasons for choosing the type of cantilever is relatively well used, small volume, and widely used, but the type of cantilever tends meeting so potentially the groundwater rises, then it implies that the ground water level rise will increase the weight and push the wall so that reduce the stability of the walls of the archery ground. Need more detailed analysis to calculate the stability of the resulting ground water so the use of cantilever type retaining wall needs to be used. To calculate the stability of the soil it is necessary to analisis. Any wide range of analysis to calculate the stability of the soil were analyzed experimentally in the laboratory, a physical presence in the field, and with numerical simulations. This study used analysis with numerical simulations. This selection is due to numerical simulation, is relatively expensive, easy and quick in its calculations. The analysis is done by software ASDIP RETAIN 2.1.6. Seeing the case as a rise in the ground water most appropriate software is used ASDIP RETAIN. Causes been ASDIP RETAIN is there a tool for groundwater level variation and reinforcement for concrete execution and reinforcement retaining wall. This software is specific to the type of cantilever retaining wall and the right to study. In this final project done on non cohesive soil due to non cohesive soil are unlikely to have force or attraction between particles attached soil particle that is prone to catastrophic landslide and soil. parameters used in this study were overturning stability, shear stability and bearing pressure capacity of the land. Variations performed on the soil internal friction angle is equal to 200, 250, 300, 350, and 400. In non-cohesive soil decreased stability caused rising groundwater. Decrease of 75.01% overturning stability, shear stability decreased by 66.75%, and a decrease in soil bearing pressure capacity of 53.12%. Greatest decrease occurred in the stability that is equal to 75.01% bolsters. Effect of soil internal friction angle on the stability of the retaining wall will be reduced proportional to the increase in ground water level.
120505018A1D007007Pengaruh Komposisi Kappa Karagenan, Konjak Glukomanan, Agar dan Penambahan Ekstrak Asam Jawa Terhadap Karakteristik Minuman Jeli
Penelitian ini menggunakan bahan pembentuk gel berupa kappa karagenan, konjak glukomanan dan agar. Kombinasi antara komposisi dan kadar bahan pembentuk gel serta ekstrak asam jawa yang tepat akan menghasilkan minuman jeli dengan karakteristik kimia dan sensori yang dikehendaki. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengkaji sifat fisik, kimia dan sensori minuman jeli dengan variasi komposisi dan kadar bahan pembentuk gel serta variasi ekstrak asam jawa. 2) Menetapkan kombinasi antara kadar ekstrak asam jawa dan bahan pembentuk gel yang tepat, sehingga menghasilkan sifat sensori dan karakteristik yang baik.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari duabelas kombinasi dengan tiga pengulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri atas 2 faktor, yaitu 1) komposisi bahan pembentuk gel (b/v) (kappa-karagenan : konjak glukomanan : agar pac) (G), terdiri dari 6 taraf G1 (0,45 : 0,15 : 0 %); G2 (0,4125 : 0,1375 : 0,05 %); G3 (0.375 : 0.125 : 0,1 %); G4 (0,525 : 0,175 : 0 %); G5 (0,4875 : 0,1625 : 0,05 %); G6 (0,45 : 0,15 : 0,1 %); 2) kadar ekstrak asam jawa (v/v) (A), yang terdiri dari 2 taraf A1(25 %); A2 (30 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu kombinasi perlakuan A2G6 (kadar ekstrak asam jawa 30% dan kadar bhan pembentuk gel 0,6% dengan komposisi kappa karagenan, konjak glukomanan dan agar 0,45% : 0,15% : 0,1 %). Produk ini menghasilkan minuman jeli dengan viskositas 4,53 Pa.s; kadar air 82,84%bb; kadar vitamin C 11,47 mg/100 ml; pH 3,5 kadar total asam 1,216%; kadar serat kasar 0,743%. Secara sensori produk berwarna coklat kekuningan, agak kenyal, aroma dan rasa asam jawa agak kuat, dan agak disukai dengan komposisi (karagenan : konjak : agar) 0,45% : 0,15% : 0,1 %. Produk ini menghasilkan minuman jeli dengan viskositas 4,53 Pa.s; kadar air 82,84%bb; kadar vitamin C 11,47 mg/100 ml; pH 3,5 kadar total asam 1,216%; kadar serat kasar 0,743%. Secara sensori produk berwarna coklat kekuningan, agak kenyal, aroma dan rasa asam jawa agak kuat, dan agak disukai.
This research was using hydrocolloid as gelling agents which include kappa carrageenan, konjac glucomannan and agar and tamarind extract. The purpose of this research is 1) Assess the physical, chemical and sensory jelly drink with variations in composition and content of the gelling agents and variations in tamarind extract. 2) Establish a combination of tamarind extract concentration and gelling agent appropriate, while maintaining good sensory properties and characteristics typical jelly drinks (viscosity).
This research used an experimental method with Randomized Block Design (RBD) consisted of twelve treatment combinations and three replicates.. Tested treatment consists of 2 factors, 1) the composition of the gel-forming material (w/v) (kappa-carrageenan: konjac glucomannan: agar) (G), consists of 6 levels G1 (0.45: 0.15: 0 %), G2 (0.4125: 0.1375: 0.05%), G3 (0.375: 0.125: 0.1%), G4 (0.525: 0.175: 0%); G5 (0.4875: 0.1625 : 0.05%); G6 (0.45: 0.15: 0.1%); 2) tamarind extract concentration (v/v) (a), which consists of 2 levels A1 (25%); A2 (30%). Result of the research showed that treatment combination producing jelly drink with the best physicochemical and sensory characteristic was A2G6 (tamarind extract concentration levels of 30% and 0.6% gelling agent with the composition of kappa carrageenan, konjac glucomannan and agar 0.45%: 0.15%: 0.1% ). This product produces jelly drink with viscosity 4.53 Pa.s; moisture content of 82.84% wb; levels of vitamin C 11.47 mg/100 ml, pH 3.5 total acid concentration 1.216%, 0.743% crude fiber content. This product has sensory properties yellowish brown, slightly chewy, aroma and taste of tamarind is rather strong, and rather liked.
120515019A1G009021STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMASUsaha peternakan sapi perah rakyat di Kecamatan Baturraden memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya permintaan akan produksi susu. Pengembangan dilakukan dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi usaha tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui usaha ternak sapi perah, 2) Mengetahui nilai cashflow bulanan, 3) Mengetahui strategi pengembangan yang tepat untuk usaha ternak sapi perah di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan sejak bulan Juni 2012 - Juli 2012. Penelitian dilaksanakan secara survei di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus terhadap 25 responden. Rancangan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis cash flow. Variabel yang diamati adalah modal, jumlah susu yang dihasilkan, harga susu, penerimaan, biaya tetap, biaya variable, pendapatan, usaha ternak sapi perah.
Hasil penelitian menunjukkan pengembangan usaha di Kecamatan Baturraden dapat dilakukan dengan menambah jumlah ternak. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan antara lain 1) memelihara pedet hingg amenjadi dara siap kawin, memiliki cash flow rata-rata bulanan Rp1.203.535,00, rentang waktu negatif 0 dan bulan pencapaian target 12 bulan. Strategi 2) membeli sapi dara bunting dengan harga Rp12.000.000,00, memiliki cash flow rata-rata bulanan Rp1.835.000,00 dan menginvestasikan 50 persen dari cash flow rata-rata bulanan, rentang waktu negatif 0 dan bulan pencapaian target 13 bulan. Strategi 3) membeli sapi induk dengan harga Rp9.000.000,00, memiliki cash flow rata-rata bulanan Rp1.835.000,00 dan menginvestasikan 50 persen dari cash flow rata-rata bulanan, rentang waktu negatif 0 dan bulan pencapaian target 10 bulan. Penambahan jumlah ternak yang tepat dilaksanakan di Kecamatan Baturraden yaitu strategi 3 yaitu membeli induk dengan harga Rp9.000.000,00
Dairy farm business in Sub Baturraden have high potential for developed considen increasing demand for milk production. Development is done by looking at factors that affect the business. The research aims to 1) knew their dairy cattle, 2) know the value of the monthly cash flow, 3) Determine appropelate development strategy for dairy cattle business in Banyumas Regency Sub Baturraden.
The research carried out for one moth since June 2012 until July 2012. The research was conducted in survey method in Banyumas Regency Sub Baturraden with the sampling method used in census of 25 respondents. Analysis method used are descriptive analysis, cost and revenues analysis, cash flow analysis. Observed variabels are capital, the amount of milk produced, milk price, acceptance, fix cost, variable cost, revenue live stockof dairy cattle.
The result of this research showed that business development in sub district Baturraden can be done by increasing the number of livestock. Development strategy that can be made include 1) maintain calf to be a helfels until ready to mate, have cash flow monthly average Rp1.203.535,00, negative time span 0 and month target is 12 month. 2) Pregnant heifers purchased at a price of Rp12.000.000,00, have cash flow average of Rp1.835.000,00 and invest 50 percent of the cash flow monthly average negative time span 0 and month target is 13 month. 3) Buy cattle at a price of Rp9.000.000,00 have cash flow monthly average of Rp1.835.000,00 and invest 50 percent of the cash flow monthly average, negative time span 0 and month target is 10 month. Adding the right amount of livestock implemented in sub Baturraden is strategy 3 to buy a cow holding a price of Rp9.000.000,00.
120525020H1F007019GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PENGARUH PERCEPATAN GEMPABUMI PADA SATUAN BREKSI DI DAERAH ADISANA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Daerah penelitian secara administratif terletak di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah dan secara geografis terletak pada koordinat 109˚16′10′′ - 109˚18′10′′ BT dan 07˚31′55′′ - 07˚32′50′′ LS. Berdasarkan Fisiografi Jawa Tengah, daerah penelitian berada di Pegunungan Serayu Selatan. Daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geomorfologi, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Adisana, Satuan punggungan Homoklin Karangrau, dan Satuan Dataran Aluvial Wates. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan berdasarkan satuan tidak resmi. Urutan dari satuan batuan yang berumur dari tua ke muda yaitu Satuan Breksi (Anggota Breksi Formasi Halang), Satuan Batupasir (Formasi Halang), Satuan Batupasir-Batulempung (Formasi Halang), Satuan Endapan Aluvial yang diendapkan secara tidak selaras di atas batuan yang berumur lebih tua dan proses pengendapan masih berlangsung hingga saat ini. Struktur yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari Struktur Lipatan Antiklin Adisana dan Struktur Sesar Mengiri Turun Kedunggede.
Percepatan gempabumi yang dihasilkan dari getaran gempabumi sangat mempengaruhi kestabilan lereng. Simulasi dilakukan untuk percepatan tanah maksimum (PGA) 0,20g dan 0,30g, berdasarkan Peta Zonasi Kegempaan Indonesia (Kementrian Pekerjaan Umum, 2010) untuk daerah penelitian. Hasil simulasi juga memperlihatkan bahwa penurunan tinggi lereng dalam kondisi kritis terhadap percepatan gempabumi untuk PGA 0,20g dapat mencapai 40% dan untuk PGA 0,30g mencapai 70% bila dibandingkan dengan kondisi lereng kritis tanpa adanya percepatan gempabumi. Berdasarkan grafik kestabilan lereng yang dibuat, jika lereng terkena PGA 0,20g atau 0,30g maka banyak lereng di daerah penelitian yang berpotensi longsor.
The research area is administratively located in District Kemranjen, Banyumas, Central Java Province and is geographically located at coordinates 16'10'' 109 ˚ - 109 ˚ 18'10'' E and 07 ˚ 31'55'' - 07 ˚ 32 '50'' LS. Based Physiographic Central Java, areas of research are in South Serayu Mountains. Study area was divided into 3 units of geomorphology, the Unit and the Unit Adisana Hills Anticline,Karangrau Hills Homokline, Wates Alluvial Plain. Stratigraphy of the study area is divided into four units based on the unit is not official. Sequence of lithologies age from the young to the old Breccia Unit (Formation Breccia Member Halang), Sandstone Unit (Halang Formation), Sandstone-Claystone Unit (Halang Formation), Unit Alluvial deposits precipitated out of tune at the top of the rocks and the older age deposition process has continued until today. Structure contained in the study area consists of folds Anticline Structure Adisana and Fault Structure Down Kedunggede envy.
Earthquake acceleration resulting from earthquake vibrations greatly affect the stability of slopes. Simulations performed for maximum ground acceleration (PGA) 0.20 g and 0.30 g, based on Indonesian Earthquake Zoning Map (Ministry of Public Works, 2010) for the study area. The simulations also showed that the high slopes decrease in critical condition to the acceleration of 0.20 g PGA earthquake to be able to reach 40% and for the PGA of 0.30 g of 70% when compared to the critical slope in the absence of earthquake acceleration. Based on slope stability charts are made, if the exposed slopes PGA 0.20 g or 0.30 g so many slopes in areas prone to landslide research.
120535021H1H008009PENGGUNAAN NaCl dan KMnO4 TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELUR SERTA SINTASAN IKAN NILEM
(Osteochilus hasselti)
Penelitian ini berjudul Penggunaan NaCl dan KMnO4 terhadap fertilitas, daya tetas telur dan sintasan ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis NaCl, KMnO4 terhadap fertilitas, daya tetas telur, dan sintasan larva ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2013 di Laboratorium Reproduksi Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan meliputi konsentrasi NaCl dan KMnO4 (0,4 ppt, 0,8 ppt, dan 1,2 ppt). Parameter utama penelitian meliputi Fertilitas, Daya tetas telur, dan Sintasan. Temperatur, pH, dan DO sebagai parameter pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan NaCl dan KMnO4tidak berpengaruhpada fertilitas dan sintasan ikan nilem (Osteochilus hasselti), tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap daya tetas telur.Dosis yang terbaik dalam penelitian ini untuk daya tetas telur ikan nilem (Osteochilus hasselti)pada NaClyaitu pada pemberian dosis 1,2 ppt dengan hasil 88,33±8,96 dan KMnO4 pada pemberian dosis 1,2 ppt dengan hasil 92,33±5,5. Pengukuran kualitas air menunjukkan bahwa media pemeliharaan baik untuk menunjang kehidupan ikan nilem (Osteochilus hasselti).
A research entitled "The use of NaCl and KMnO4 on fertility and hatchability of eggs and the survival rate of hard-lipped barb fish (Osteochilus hasselti)." Was aimed to determine the effect of NaCl and KMnO4 dose on fertility, egg hatchability, and survivalof fishlarvaehard-lipped barb (Osteochilus hasselti). The study was conducted in February 2013at the Reproductive Laboratory of Marine Fisheries Department of Science and Engineering Faculty of Jenderal Sudirman University.
An experimental method applied Completely Randomized Design (CRD) with six treatments in triplicates. The treatments were A, B, C (use of NaCl) and D, E, F (use of KMnO4). NaCl and KMnO4 concentrations were 0.4, 0.8, and 1.2 ppt. The parameters were fertility, hatchingrate, andsurvival rate. Water temperature, pH, and DO were analyzed as supporting parameters.
The results showed that NaCl and KMnO4 did not affect fertility and survival rates, buthighly significantly affected hatchability. NaCl of 1.2 ppt presented the best egg hatchability (88.33±8.96 %), while KMnO4 of 1.2 ppt gave 33±5.5 % hatchability. Water quality measurements indicated that the media remained optimal in supporting fish life
120545022F1B009058KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN DI PUSKESMAS SUMBANG KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kepuasan pasien dalam pelayanan Program Jaminan Persalinan di Puskesmas Sumbang Kabupaten Banyumas. lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas I Sumbang dan Puskesmas II Sumbang, dengan sasaran penelitian adalah pasien Program Jaminan Persalinan di Puskesmas I Sumbang dan Puskesmas II Sumbang. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik Slovin. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. sehingga data yang ditampilkan berupa angka-angka. aspek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu aspek profesionalisme dan sarana prasarana. Berdasarkan hasil perhitungan secara statistik, tingkat kepuasan pasien Jampersal di Puskesmas I Sumbang dan Puskesmas II Sumbang secara keseluruhan tergolong tinggi. Aspek profesionalisme dengan nilai rata-rata 2,97 dan aspek sarana prasarana dengan nilai rata-rata 2,98.Purpose of research is to determine patient satisfication in the service of Assurance Childbirth Program in health centers Sumbang Regency of Banyumas. location this research was conducted at the health center I Sumbang and the health center II Sumbang, with the target research were patients program user Jampersal at the health center I Sumbang and health center II Sumbang. Determination of the amount of samples using the Slovin techniques. methods of research used is the descriptive quantitative so that data displayed in the form of numbers. Aspects studied in this research aspects of professionalism and infrastructure. based on the result calculation of the statistics, the level of patient satisfication Jampersal in health centers I Sumbang and health center II Sumbang overall is high. aspect of professionalism with an average value of 2,97 and aspect of infrastructure with an average value of 2,98.
120555023F1D008012PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM INDUSTRI BORDIR DI KOTA TASIKMALAYAPenelitian ini membahas mengenai peran pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM industri bordir di Kota Tasikmalaya, dalam pengembangan industri kerajinan bordir, pemerintah melalui dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (Disperindagkop) melakukan interaksi dengan para pengusaha bordir, interaksi diwujudkan dengan penetapan kerajinan bordir sebagai komoditas khas daerah, sehingga pemerintah daerah ikut serta dalam pengembangan industri bordir. Peran pemerintah diwujudkan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan dan mengadakan pameran khusus bordir.Dalam intraksi antara pemerintah daerah dengan pengrajin bordir memunculkan dampak ekonomi dan politik bagi masyarakat sekitarnya dalam ekonomi, dampak positifnya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sedangkan dampak positif dari politiknya adalah adanya hubungan sinergi antara pemerintah daerah dengan pengrajin bordir dalam pengembangan promosi daerah, dan dampak negatif dari asek ekonomi dan politik adalah ada ketergantungan pengrajin mulai dari modal hingga pemasaran kepada pemerintah daerah yang menyebabkan pengrajin tersebut tidak mandiri. Dalam interaksi yang berjalan memunculkan pihak yang diuntungkan dan dirugikan. Pihak yang diuntungkan dalam interaksi ini adalah pemerintah kota serta pengusaha yang berskala besar. Sementara itu pihak yang dirugikan dalam interaksi yang berjalan adalah buruh pengrajinThis research talk about the role of local governments in UMKM Embroidery in Tasikmalaya City. Can be drawn that the developments of the industry, Disperindagkop has interaction with the embroidery handiscraft. Did, the interaction was manifested with embroidery as an assignment typical of the region. So that, the local governments participated in development embroideres.The role of government ambodied by hold training and special axhibition of embroidery. In the interaction between the local government and craftsmen embroidery brings out the economical and the political impact for the surrounding community. Such as in economic impact is positive increase revenue (PAD) area of the original. While the positive impact of this political relationship was there were the existence of synergies between local governments with embroidery in the development promotion of craftsmen of the regional. The negative impact of economy and politics there was a little reliance capital ranging from craftsments to marketing to local governments that are not independent.in the interaction that runs bring up the benefits and harm the benefited party in this interaction is the city government and entrepreneurs.meanwhile the harm party in the interaction is the craftsmen.
120565024A1L008182POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) DI BEBERAPA UMUR TANAMAN DAN VARIETAS TEMBAKAUPenelitian dilaksanakan di sentra tanaman tembakau wilayah Kabupaten Banyumas yaitu di lima desa yang berada di empat kecamatan, yaitu: Desa Cindaga Kecamatan Kebasen, Desa Losari Kecamatan Rawalo, Desa Bantar Kecamatan Jatilawang, dan Desa Pengadegan serta Desa Kelapa Gading Kecamatan Wangon. Penelitian menggunakan metode survei, dengan metode pengambilan sampel secara Purpossive random sampling. Faktor yang diamati adalah umur tanaman dan varietas. Variabel yang diamati meliputi populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak. Data varietas tanaman yang diperoleh dianalisis dengan uji T, sedangkan data umur tanaman yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan BNT taraf 5 persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak tertinggi berada pada umur 46 sampai 60 hst dengan populasi 3,40 ulat grayak/9m2 dan intensitas serangan sebesar 19,70 persen. Populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak tertinggi berada pada varietas jember dengan populasi ulat grayak sebesar 2,45 ulat grayak/9m2 dan intensitas serangan sebesar 18,78 persen.
The research was conducted at the tobacco plant center in areas of Banyumas Regency located at five villages within four districts. They were Cindaga Villages at Kebasen District, Losari Villages at Rawalo District, Bantar Village at Jatilawang District, Pengadegan and Kelapa Gading Villages at Wangon District. It was a survey and the sampling method used was purposive random sampling. Plant ages and varieties were the observed factors. Variables observed were population and attack intensity of the army worm. Data of plant varieties obtained were analyzed by using T test, whereas plant ages were analyzed by using F test, and significant then continued with LSD of 5%.
Results of the research performed that the highest population and the attack intensity of the army worm pest were on the plants of 46-60 days after planting shown by the population of 3.40 army worm larvae/9m2 and the attack intensity of 19.70%. The highest population and the attack intensity of the army worm pest were on the jember variety shown by the population of 2.45 army worm larvae/9m2 and the attack intensity of 18.78%.
120575025F1C006044POLA KOMUNIKASI UNTUK MENCAPAI KESEPAHAMAN MAKNA DALAM MENCERNA INSTRUKSI COACH SECTION DRILL AND DISPLAY
(Studi Interaksi Simbolik pada Marching Band Bahana Putra Soedirman UNSOED PURWOKERTO)
Pola komunikasi yang membentuk kesepahaman makna adalah hal yang mutlak dalam setiap interkasi yang terjadi di setiap kesempatan. Hal ini tidak bisa dipisahkan dari peranan teori komunikasi di dalamnya ; Interaksi simbolik, komunikasi verbal, komunikasi kelompok, komunikasi instruksional, dan komunikasi antarpribadi.

Begitu pula yang terjadi pada Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Bahana Putra Soedirman, terjadinya pola komunikasi yang komplek antara pelatih drill and display dengan anggotanya telah melatarbelakangi peneliti untuk meneliti hal tersebut. Keinginan peneliti memiliki tujuan lain yakni ingin memcahkan permasalahan tersebut supaya dapat tercipta pola komunikasi yang lebih baik di kemudian hari, baik dalam hal teknis maupun non-teknis.

Proses penelitian dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan, dengan metode kualitatif dan pengumpulan sample yang berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Bahana Putra Soedirman itu sendiri, yaitu : Pelatih drill and display dan anggota Marching Band Bahana Putra Soedirman.

Hasil dari penelitian ini adalah, perlu ditingkatkannya proses komunikasi dari pelatih drill and display dengan anggotannya. Selain itu peran pengurus internal juga sangat di butuhkan untuk menjembatani peranan pelatih kepada anggota. Di sisi lain, peningkatan intensitas komunikasi di luar sesi latihan juga perlu lebih di tingkatkan. Beberapa hal tersebut, sangat penting dilakukan, mengingat Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Bahana Putra Soedirman merupakan sebuah kegiatan yang bersal dari berbagai individu di Universitas Jendral Soedirman dengan berbagai karakter individu yang berbeda.
Communication patterns that make understanding the meaning is absolutely in every interaction that occurs at every opportunity. It can’t be separated from the role of communication theory in it; Interaction symbolic, verbal communication, group communication, instructional communication, and interpersonal communication.

So it is with the Student Activity Unit Marching Band Bahana Putra Soedirman, the occurrence of complex patterns of communication between coaches and drill display by the members have been behind researchers to examine it. The desire of researchers has another purpose which is to suss out the problem in order to create better communication patterns in the future, both in terms of technical and non-technical.
The research process carried out over approximately one and a half months, with qualitative methods and sample collection from the Student Activity Unit Marching Band Bahana Putra Soedirman itself, namely: Coach drill and display and a member of the Marching Band Bahana Putra Soedirman.

Results from this study is that the communication needs of coaches leveling drill and display the members were. In addition, the role of internal board also is in need of bridging the role of coach to members. In other side, increasing the level of communication beyond the practice session also needs to be increased. Some of it is, is very important to do, given the Marching Band Student Activity Unit Marching Band Bahana Putra Soedirman is an activity that rise from various individuals in the General Soedirman University with a variety of different individual character.
120585041C1C009012PERSEPSI NASABAH DAN KARYAWAN TENTANG PELAPORAN
SOSIAL PERBANKAN SYARIAH DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi antara nasabah dan karyawan tentang tujuan pelaporan sosial, pengguna potensial pelaporan sosial, dan informasi yang perlu diungkapkan pada pelaporan sosial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah dan karyawan perbankan syariah di Kabupaten Banyumas. Quota sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 67 karyawan dan 99 nasabah.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Uji Wilcoxon–Mann–Whitney test menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan persepsi antara nasabah dan karyawan tentang tujuan pelaporan sosial, (2) Tidak ada perbedaan persepsi antara nasabah dan karyawan tentang pengguna potensial pelaporan sosial, dan (3) Ada perbedaan persepsi antara nasabah dan karyawan tentang informasi yang perlu diungkapkan pada pelaporan sosial.
Implikasi dari penelitian ini yaitu memperkuat keunikan perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional dengan mempromosikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam melalui kegiatan sosial dan akuntabilitas. Memberikan hasil yang dapat digunakan untuk meningkatkan persyaratan penyampaian pelaporan sosial dari perspektif Islam bagi bank syariah. Hal ini penting karena regulasi dalam kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat oleh perbankan Islam belum memadai. Selain itu, dapat mendorong pembuat standar akuntansi untuk memberikan perhatian lebih pada pelaporan sosial perbankan syariah. Tanggapan positif dari para nasabah dan karyawan akan bermanfaat bagi regulator untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu sosial perbankan syariah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan laporan perbankan syariah dan untuk meningkatkan kepedulian para regulator dan manajemen perbankan syariah terhadap fungsi sosialnya.
This research aims to find out the different perception between customers and employees about purpose of social reporting, potential users of social reporting, and information must be reported in social reporting. The research population are all customers and employees of Islamic banking at Banyumas Residence. Then quota sampling method was used to determine the respondents. There were 67 employees and 99 customers chosen as respondents of the research.
Based on result of research and data analysis using Wilcoxon–Mann–Whitney test it has got the conclusions: (1) There is no different between customers and employees about the purpose of social reporting, (2) There is no different between costumers and employees about the potential users of social reporting, and (3) There is different between customers and employees about the information must be reported in social reporting.
As implication of this research, that reinforce the uniqueness of Islamic banking compared with conventional banking by promoting the values and principles of Islam through social activities and accountability. Provide results that can be used to improve the delivery of social reporting requirements from the perspective of Islam for Islamic banking. This is important because regulation in social activities and community development by Islamic banking has not been adequate. Also, it can encourage the accounting standard setters to give more attention to the social reporting of Islamic banking. Positive feedback from customers and employees will benefit the regulators to raise awareness about social issues of Islamic banking. This study may contribute to the improvement of Islamic banking reports and to increase the awareness of regulator and management of the social roles of Islamic banking.
120594922F1D006049UPAYA PAGUYUBAN SERUNI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MANTAN BURUH MIGRAN PEREMPUAN
DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Fokus penelitian ini adalah upaya Paguyuban Seruni untuk meningkatkan kesejahteraan mantan buruh migran perempuan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Dengan tujuan penelitian sebagai berikut: 1) untuk mengetahui upaya yang dilakukan Paguyuban Seruni untuk meningkatkan kesejahteraan mantan buruh migran perempuan di Kecamatan Sumbang yang ditinjau dari sisi ekonomi politiknya, dan (2) untuk mengetahui apa sajakah faktor penghambat dan pendorong dalam upayanya tersebut. Melalui Paradigma Konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Dengan mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Sumbang kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa upaya Paguyuban Seruni tidak mendapat respon yang baik dari masyarakat mantan buruh migran perempuan. Adapun upayanya tersebut adalah pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan, pelatihan komputer dan internet dan pendampingan kasus terhadap buruh migran yang bermasalah. Kemudian faktor pendorongnya adalah, Pengalaman yang dialami Lili dan Narsidah sewaktu menjadi buruh migran yang bermasalah; Timbul rasa solidaritas dan keprihatinan dari anggota Paguyuban Seruni; belum adanya Undang-undang dan instansi khusus yang menangani buruh migran dan mantan buruh migran perempuan, serta Minimnya pengetahuan masyarakat mantan buruh migran perempuan. Kemudian faktor penghambatnya adalah Paguyuban Seruni kurang memiliki Sumber Daya manusia yang berkualitas; Pendanaan Paguyuban Seruni yang tidak menentu sehingga kegiatannya terkadang berhenti sejenak; Letak Paguyuban Seruni kurang strategis sehingga banyak para mantan buruh migran yang mengeluhkan karena sarana transportasinya kurang mendukung; Kurangnya etos kerja masyarakat mantan buruh migran perempuan serta sosialisasi Paguyuban Seruni yang kurang merata, sehingga masih banyak para mantan buruh migran perempuan di Kecamatan Sumbang belum mengetahui Paguyuban Seruni.The focus of the research is an attempt to improve the welfare of the former female migrant worker of Seruni association in Sumbang sub-district Banyumas regency. The purpose of this research are: 1) to discover the effort of Seruni association’s conducted to increases the welfare of former female migrant worker in Sumbang sub-district which is reviewed by political economy side, and (2) to find out what are the enabling and constraining factors in these efforts. Through constructivism paradigm, the research uses qualitative-descriptive method with case study approach. The technique of informant determination uses purposive sampling. By takes the research sites in sumbang sub-district Banyumas regency. The result of this research states that efforts of Seruni association did not get a good response from the people of former female migrant worker. The attempt is economic empowerment through skills training, computer training and internet and mentoring case against migrant worker’s problematical. Then the incentive factor is, Lili’s experience and Narsidah when became migrant worker in trouble; arises a sense of solidarity and concern of members of Seruni association; absence of laws and particular institutions that deals migrant worker and former female migrant worker, and the minimum of knowledge of the former female migrant worker. Then the inhibiting factor is the minimum certain quality of human resources of Seruni association; Funding of Seruni association is so erratic however the activity sometimes gets paused for a while; Seruni association’s layout is less strategic place so many former migrant workers who complained about providing for the vehicle doesn’t too support; lack of work ethic of the former female migrant worker and socialization of Seruni association doesn’t too uneven, so there are a lot of former female migrant worker in Sumbang sub-district which has not known Seruni association yet.
120605049E1A009214KEDUDUKAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG (PERPPU) DALAM PENGUJIAN NORMA HUKUM DI MAHKAMAH KONSTITUSISistem ketatanegaraan Indonesia saat ini telah mengalami perubahan yang sangat penting dan mendasar. Perubahan tersebut merupakan hasil amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1999 hingga 2002. Salah satu hasil amandemen ketiga UUD 1945 itu adalah pembentukan lembaga Negara baru yang disebut Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan antar lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus perselisihan hasil pemilu, dan memutus pembubaran partai politik. Selain itu, wajib memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar.
Dalam perkembangannya, terdapat kontroversi mengenai kewenangan Mahkamah Konstitusi yang pernah menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terhadap Undang-Undang Dasar karena dirasa merugikan hak konstitusional para pemohon. Hal ini disebabkan karena tidak ada aturan secara tegas yang menyebutkan bahwa Mahkamah Konstitusi berwenang menguji Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terhadap Undang-Undang Dasar. Dalam Undang-Undang Dasar hanya mengatur bahwa Mahkamah Konstitusi berwenang menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, sedangkan untuk menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang menjadi kewenangan Mahkamah Agung.
Indonesia’s current constitutional system has undergone changes that are very important and fundamental. Change is the result of the 1945 of constitution amandements have been made of the People’s Consultative Assembly (MPR) in 1999 to 2002. One result of the third amandement of the 1945 Constitution was the creation of a new state agency called the Constitutional Court. Constitutional Court has the authority to justify at the first and last level final decision is final to test legislation against the Constitution of Judicial review, to decide disputes authorities between state institution whose the authorities granted by the Constitution, to decide disputes election result, and decide on the dissolution of political parties. In addition, constitutional court must provide the decision on the opinion of the House regarding the alleged violations by the President and / or the Vice President according to the Constitution.
In the process, there is controversy regarding the authority of the Constitutional Court who had tested the Replacement Government Regulation Legislation (Perppu) of the basic law because it is considered detrimental to the constitutional rights of the applicant. This is because there are no rules expressly mention that the Constitutional Court is authorized to test a Replacement Government Regulation Legislation (Perppu) against the basic law. In the basic law only regulates that the Constitutional Court is authorized to examine legislation against the 1945 Constitution, and to examine the regulations under the legislation of the authorities of the Act Supreme Court.