Artikel Ilmiah : G1A009072 a.n. RAHMAT HUSEIN

Kembali Update Delete

NIMG1A009072
NamamhsRAHMAT HUSEIN
Judul ArtikelPERBEDAAN PENGARUH MONOTERAPI FENITOIN DAN NON-FENITOIN TERHADAP FUNGSI KOGNISI PADA PENDERITA EPILEPSI UMUM TONIK KLONIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Penatalaksanaan epilepsi bergantung pada pemberian obat anti epilepsi (OAE). Penggunaan OAE sendiri biasanya digunakan secara jangka panjang sekurang-kurangnya 1-2 tahun. Kekhasiatan obat dan efek samping yang dapat terjadi pada penderita epilepsi harus dipertimbangkan karena penggunaan obat yang cukup lama. Efek samping OAE yang sering terjadi adalah idiosinkratik, gangguan gastrointestinal, pusing, dan gangguan fungsi kognisi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh monoterapi fenitoin dan non-fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik.
Metode : Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional dan jumlah sampel masing-masing kelompok adalah 23 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mini mental state examination sebagai alat skreening rutin untuk mengidentifikasi gangguan kognisi. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh monoterapi fenitoin dan non fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik.
Hasil : Pada penelitian ini didapatkan 8,6% responden yang mengalami gangguan fungsi kognisi masing-masing 2% mendapat monoteapi fenitoin dan 6,5% mendapat monoterapi non-fenitoin dari total sampel sebanyak 46 responden. Hasil analisa menunjukkan p=0,608.
Kesimpulan : Tidak ada perbedaan bermakna antara pengaruh monoterapi fenitoin dan non-fenitoin terhadap fungsi kognisi pada penderita epilepsi umum tonik klonik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Management of epilepsy is based on anti epilepsy drug (AED). OAE is used in the long term at least 1-2 years. Considering the benefit and side effects of OAE is important because OAE is used in the long term. The use of AED is often attributed by side effects of idiosincration, gastrointestinal complaints, dissiness and cognitive impairment.
Objective: The study is aimed to know difference of effect monotherapy fenitoin and non-fenitoin in cognitive function of general tonic clonic epilepsy patient.
Method: This is an analytic study with cross-sectional approach. The sample size was 23 person for each group. Cognitive function was measured by mini mental state examination. Data was analyzed by Chi Square.
Result: The result showed that 8,6% respondents are experience cognitive impairment, 2% respondent used fenitoin and 6,5% respondents used non-fenitoin.
The result showed that p-value was <0,608.
Concluson: This result showed that there wasn’t significance difference of effect monotherapy fenitoin and non-fenitoin in cognitive function of general tonic clonic epilepsy patient.
Kata kunciCognitive function, epilepsy, fenitoin
Pembimbing 1dr. Muttaqien Pramudigdo, Sp.S
Pembimbing 2dr. Amalia Muhaimin M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.