Artikelilmiahs
Menampilkan 11.941-11.960 dari 50.494 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11941 | 4920 | D1E009226 | PEMANFAATAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica Val) DAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN BOBOT BADAN BROILER | Penelitian bertujuan mengevaluasi penambahan tepung kunyit dan sambiloto dalam ransum terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan ayam broiler yang dipelihara sampai umur 35 hari. Materi adalah ayam broiler umur 1 hari (DOC) strain Multi Breeder 202 Platinum sebanyak 80 ekor. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksferimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan adalah penambahan tepung kunyit dan sambiloto dalam pakan terdiri dari R0 = Ransum Basal, R1= Ransum Basal + 0,5% kunyit + 0,5% sambiloto, R2= Ransum Basal + 1% kunyit + 1% sambiloto, R3= Ransum Basal +1,5% kunyit + 1,5% sambiloto. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan broiler. Rataan dari konsumsi pakan umur 35 hari adalah R0 = 43,88 ± 1,27 gram/ekor/hari R1 = 40,13 ± 3,52, R2 = 41,50 ± 4,29, R3 = 35,78 ± 4,61, dan rataan pertambahan bobot badan umur 35 hari R0 = 624,29 ± 26,99 gram/minggu, R1 = 552,95 ± 48,76, R2 = 596,08 ± 65,48, R3 = 480,61 ± 66,23 pada setiap perlakuan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan kunyit dan sambiloto dalam ransum ayam broiler berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pertumbuhan bobot badan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan pakan tambahan kunyit dan sambiloto masing – masing 1% tidak mempengaruhi konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan tetapi penggunaan pakan tambahan kunyit dan sambiloto masing – masing 1,5% menurunkan konsumsi pakan dan pertumbuhan bobot badan. | The study was aimed to evaluate the addition of turmeric and bitter meal in the diet on feed cosumption and weight gain of broiler chickens reared to the age of 35 days. The used materials were 1 day old broiler chickens (DOC) strain 202 Platinum Multi Breeder, as many as 80 heads. The experiments were performed using the experimental in vivo method with completely randomized design (CRD). The treatments applied were the additions of turmeric and bitter meal with various levels of R0 = basal ration, R1 = basal ration + 0.5% + 0.5% bitter turmeric, R2 = basal ration + 1% + 1% turmeric bitter, R3 = basal rations + 1.5% + 1.5% bitter turmeric. Variables measured were feed intake and body weight gain of broiler. The feed daily consumption of 35 - day old chicken were R0 = 43.88 ± 1.27 g / head / day, R1 = 40.13 ± 3.52, R2 = 41.50 ± 4.29, R3 = 35.78 ± 4.61, and the average body weight gain of 35 days old R0 = 624.29 ± 26.99 g / week, R1 = 552.95 ± 48.76, R2 = 596.08 ± 65.48, R3 = 480.61 ± 66.23. The Results of analysis of variance showed that the use of turmeric and bitter meal in broiler ration significantly (P<0.05) affected on feed intake and highly significantly (P<0.01) affected on body weight gain. The Result of honestly significant difference test (HSD) showed that the addition of 1% turmeric and bitter in feed respectively, did not affect feed consumption and body weight gain of broilers (P>0.05) but the addition of 1.5% lower (P<0.05) affected feed consumption and body weight gain. | |
| 11942 | 4911 | A1M008057 | KAJIAN KOMPARATIF MUTU TIWUL INSTAN YANG DIBUAT DARI BAHAN UTAMA TEPUNG UBI KAYU-TEPUNG LEMBAGA JAGUNG DAN TEPUNG JAGUNG | Penelitian ini mengkaji pengaruh jenis tepung substitusi tepung lembaga jagung dan tepung jagung, proporsi tepung ubi kayu-tepung substitusi, dan penambahan konsentrat protein kedelai terhadap mutu tiwul instan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui jenis tepung substitusi yang dapat meningkatkan kualitas tiwul instan yang dihasilkan, (2) menetapkan proporsi tepung lembaga jagung dan tepung jagung yang tepat dalam pembuatan tiwul instan sehingga dihasilkan tiwul instan yang diinginkan, (3) menentukan proporsi penambahan konsentrat protein kedelai yang tepat dalam pembuatan tiwul instan sehingga menghasilkan tiwul instan yang diinginkan, (4) mengetahui interaksi yang dapat menghasilkan tiwul instan dengan kualitas yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi jenis tepung substitusi (T) yang terdiri atas tepung lembaga jagung (T1); tepung jagung (T2), proporsi tepung ubi kayu-tepung substitusi (P ; b/b) yang terdiri atas 90%:10% (P1); 80%:20% (P2); 70%:30% (P3), serta penambahan konsentrat protein kedelai (K ; b/b) yang terdiri atas 1% (K1); 2% (K2); 3% (K3). Hasil kombinasi perlakuan terbaik ditinjau dari sifat fisikokimia dan sensori yaitu perlakuan jenis tepung substitusi tepung jagung dengan proporsi 80%:20% serta penambahan konsentrat protein kedelai 2% (T2P2K2). Hasil kombinasi terbaik memiliki rendemen 82,12%, koefisien rehidrasi 3,90, densitas kamba 0,39, kadar air 5,14%, kadar abu 2,26% bk, kadar protein terlarut 0,30% bk, kadar lemak 0,30% bk, protein total 6,62% bk, karbohidrat (by difference) 90,64% bk (86,68% bb), warna kuning; tekstur agak kenyal; bau bahan substitusi agak terasa; flavor agak enak; dan produk disukai panelis. Kata kunci : komparatif mutu, tiwul instan, tepung ubi kayu, tepung lembaga jagung, tepung | This recearch study about the effect of the type of flour substitution of corn germ flour and corn flour, the proportion of cassava flour-flour substitution, and addition of soy protein concentrate on the quality of instant tiwul. The aims of this (1) investigate the type of flour substitutes that can improve the quality of the resulting instant tiwul, (2) establish the proportion of corn germ flour and corn flour right in making instant tiwul to produce the desired instant tiwul , (3) to determine the proportion of the addition of soy protein concentratein making tiwul right instant to produce the desired instant tiwul , (4) the interaction that can generate instant tiwul with desired quality.The Randomized Block Design (RBD) was used in this research. The factors 2 studied were the type of flour for substitutions (T) namely corn germ flour (T1) and corn flour (T2), proportion of cassava flour-substitution flour namely 90%10% (P1), 80%:20% (P2), 70%:30% (P3) w/w, and increase soy protein concentrate (K) namely 1% (K1), 2% (K2), 3% (K3) w/w.The best treatment combination showed from physicochemical proporties and sensory properties was corn flour, proportion of cassava-corn flour 80%:20% w/w, and increase soy protein concentrate 2% (T2P2K2).the best combination has 82,12% of yield; 3,90 of coefficient of rehydration; 0,39 bulk density; 5,14% of water content; 2,26% db of ash content; 0,30% db of soluble protein content; 0,30% db of fat content; 6,62% db of totaly protein content; 90, 64% db (86,68% wb) of carbohydrates concent (by difference), yellow color, rather chewy texture, rather smelled of tofu, rather delicious flavour, and panelisis prefered product. Key words :comparative quality, instant tiwul, cassava flour, corn germ flour, corn flour | |
| 11943 | 4917 | C1A009021 | Efisiensi dan Pendapatan pada Usaha Gula Kelapa Cetak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini berjudul efisiensi dan pendapatan pada usaha gula kelapa cetak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal, jumlah pohon, kulit manggis dan kapur terhadap produksi gula kelapa cetak, mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan efisiensi ekonomi dari usaha gula kelapa cetak serta mengetahui pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang di lihat dari tingkat pendapatan pengrajin gula kelapa cetak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 44 responden yang diambil menggunakan Stratified Random Samplingdan dengan rumus gay. Analisis dilakukan dengan menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglasyang ditransformasikan ke dalam fungsi linear logaritma. Untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi digunakan rasio antara nilai produk marjinal (NPM) sedangkan untuk mengetahui efisiensi ekonomi digunakan rumus R/C. Kesejahteraan dihitung dengan membandingkan pendapatan dengan KHL Purbalingga 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama modal, jumlah pohon, kulit manggis dan kapur berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi gula kelapa cetak. Namun secara parsialhanya jumlah pohon, kulit manggis dan kapur yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi gula kelapa cetak, sedangkan modal tidak berpengaruh signifikan karena modal hanya digunakan untuk meningkatkan kenyamanan tempat produksi. Penggunaan faktor-faktor produksi masih belum efisien, karena efisiensi tercapai apabilaNPMxi/ PXi= 1. Secara keseluruhan usaha gula kelapa cetak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga ini sudah menguntungkan, namun pendapatan pengrajin rata-rata belum dapat memenuhi nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Purbalingga tahun 2012. Pengrajin gula kelapa cetak di Desa Maribaya Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga sebaiknya mampu memasarkan hasil produksinya dengan baik yaitu dengan memasarkan secara langsung ke konsumen tanpa perantara pengepul agar dapat meningkatkan penerimaan. | The titled of this research is efficiency and revenues of formed palm sugar in Maribaya village, Karanganyar, Purbalingga. The purpose of this research was to determine the influence of asset, the number of trees, mangosteen peel and lime to the production of formed palm sugar, then to determine efficiencyof production factors and economic efficiency of formed palm sugar, and then to determine decent subsistence that views of the level of craftsman income in Maribaya village, Karanganyar, Purbalingga. Samples were 44 respondents that are taken by using Stratified Random Sampling and drawn by gay formula. Analysis is conducted by using the production function model of Cobb-Douglas that transformed in the logarithm linear function. To find out the efficiency of production factor by using the ration between the value of marginal product (NPM) then to find out economic efficiency by using R/C function. Welfare counted by compare the revenue and KHL Purbalingga 2012. The research result showed that asset, the number of trees, mangosteen peel and lime had significant effect simultaneosly to the production of formed palm sugar. But partially, only the number of trees, mangosteen peel and lime had significant effect. Asset no significant because asset is only used to improve the comfort of production site. Factors of production are still not efficiently, because efficiency is achived when NPMx i/ PXi= 1. Overall the business of formed palm sugar in Maribaya village is profitable, but their revenue have not been able to completed the need which standard of Purbalingga District in the year 2012. Craftsmans of mold palm sugar in Maribaya village, in Karanganyar Sub District should be able to market their products properly with direct marketing to consumers without intermediate with collectors in order to increase revenue. | |
| 11944 | 4913 | H1L008037 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN LAPANGAN FUTSAL MENGGUNAKAN CODEIGNITER (STUDI KASUS DI CHAMPION FUTSAL PURWOKERTO) | Champion Futsal Purwokerto adalah salah satu tempat penyewaan lapangan futsal di Purwokerto dengan lapangan berstandar intenasional. Saat ini proses pemesanan lapangan dilakukan secara langsung atau melalui telepon. Hal tersebut merupakan suatu permasalahan dimana proses pemesanan lapangan menjadi tidak praktis dan tidak efisien. Penyewa yang akan memesan harus datang langsung ke Champion Futsal atau menghadapi masalah seperti telepon yang susah untuk dihubungi. Untuk memecahkan masalah tersebut maka di bangun sebuah sistem informasi pemesanan lapangan futsal menggunakan framework CodeIgniter dengan menerapkan konsep MVC untuk membantu pemesanan. Sistem ini berfungsi untuk memudahkan penyewa dalam memesan lapangan. Pemesanan dan pengolahan seluruh data pemesanan lapangan juga dapat dengan mudah dilakukan dengan adanya sistem informasi pemesanan lapangan futsal ini. | Futsal Champion Purwokerto is one of futsal rental in Purwokerto with International standard court. Currently, court booking process is doing by call or come in person. This is an issue which the court booking process becomes not practical and inefficient. Renter have to come directly to Champion Futsal or have to face a problem such as telephone line that are difficult to contact. A futsal court booking information system was built used a Codeigniter framework by applying the concept of MVC to solve these problems. This system’s aim is to facilitate renter in booking a court. With this booking information systems, the booking and processing of the booking court data will be easier. | |
| 11945 | 4800 | G1A006154 | FORBIDDEN LOVE OF PILAR AS DEPICTED IN PAULO COELHO’S BY THE RIVER PIEDRA I SAT DOWN AND WEPT | Penelitian ini menjelaskan tentang Cinta Terlarang Pilar yang diambil dari karya Paulo Coelho dengan judul By The River Piedra I Sat Down and Wept. Tujuannnya untuk menemukan bagaimana teks menunjukkan cinta terlarang Pilar yang di cerminkan pada novel karya Paulo Coelho dengan judul By The River Piedra I Sat Down and Wept. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cinta terlarang Pilar dapat digambarkan dengan menggunakan pendekatan Objektif, Teori Strukturalism, dan unsur instrinsik seperti karakter, karakterisasi, serta plot. Penelitian ini menganalisis cinta terlarang yang digambarkan melalui mayor karakter, karakterisasinya,dan plot. Cinta terlarang Pilar menjelaskan seoranng wanita dan lekaki yang jatuh cinta. Mereka adalah Pilar sebagai wanita dan dia sebagai teman lelakinya. Mereka mengalami cinta terlarang karena hubungan mereka terlarang oleh dua hal. Dua hal tersebut adalah kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual. Pilar dari latarbelakang kehidupan duniawi, tapi temannya dari latarbelakang dunia spiritual. Dua hal tersebut tidak bisa menyatu menjadi satu. Sesungguhnya mereka saling mencintai tapi karena dua hal tersebut seakaan membuat hubungan mereka sulit untuk bersatu. Sementara itu, mereka berusaha untuk mempertahankan cinta mereka itu membuat hubungan mereka makin rumit karena konflik makin meningkat satu demi satu karena masalah tidak hanya datang dari temannya Pilar tetapi juga dari orang-orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Konflik tersebut sangat teliti untuk dibahas, karena pada akhirnya mereka pun bisa bersama yang dijelaskan melalui plot. | This research is about Forbidden Love of Pilar in Paulo Coelho’s “By The River Piedra I Sat Down and Wept. The purpose is to find out how the text shows Forbidden Love of Pilar as Depicted in Paulo Coelho. The result shows that Forbidden Love of Pilar is reflected in the novel using Objective approach and Structuralism theory through intrinsic elements, such as character, characterization and plot. The research analyzes forbidden love of Pilar that is described by major characters, their characterizations and plot. Forbidden love of Pilar explains that there is the woman who falls in love with the man. They are Pilar as woman and her companion is the man. They get into forbidden love because their relationship is prohibited by two things. It is refers to the material life and spiritual life. Pilar is from the material life, but her companion is from the spiritual life. Two things can’t be unite in one thing. Actually, they love each other because of two things, they are so difficult to unite. Meanwhile, they defend their love, so their relationship is more complicated because the conflict arise one by one. The problems are not only caused by her companion but also people who want to separate them. It makes the conflict arise one by one more detail. Finally, they can be together that is explained by plot. | |
| 11946 | 4912 | F1C008045 | Komunikasi Internasional dalam Proses Penanganan TKI yang Bermasalah di Malaysia | Penelitian ini berjudul Komunikasi Internasional dalam Proses Penanganan TKI yang Bermasalah di Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur arus komunikasi internasional, keterlibatan aktor, saluran dalam komuniksi internasional, serta motivasi yang mendasari terjadinya proses komunikasi internasional dalam penanganan tenaga kerja Indonesia yang bermasalah di Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisa studi kasus. Dalam menetapkan informan peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan criterian based selection. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Analisis interaktif digunakan peneliti untuk menganalisis data, sedangkan untuk menguji kebasahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur arus dalam proses komunikasi internasional penanganan TKI yang bermasalah di Malaysia adalah dari government to government, government to people dan people to people. Aktor yang terlibat dalam komunikasi internasional adalah Kemlu dan dibantu dengan Atnaker Kemenakertrans, sedangkan BNP2TKI sebagai pelaksana mediasi di dalam negeri dan Kemenakertrans sebagai pembuat kebijakan. Aktor lain adalah Migrant Care, yang memberikan pendampingan dalam proses mediasi dan penanganan kasus. Saluran komunikasi internasional yang digunakan adalah pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh aktor-aktor internasional kedua negara, media lain yang membantu penanganan TKI yang bermasalah adalah Pers. Undang-Undang, MoU, Permenlu serta Moratorium sebagai instrument perlindungan TKI. Motivasi yang mendasari penanganan TKI yang bermasalah di Malaysia adalah untuk mempertahankan kedaulatan negara RI, sebagai kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya, agar TKI bisa mendapatkan hak-haknya. | This research titled International Communication in the Process of Handling Troubled Indonesian Migrant Workers in Malaysia. This research aim to find out the flow structure of international communication, the involvement of actors, channel in international communication, and motivation in the process of handling troubled Indonesian migrant workers in Malaysia. This research using descriptive qualitative method with a case study analysis. The researcher used purposive sampling technique with criterian based selection in informant selection technique. The technique of data collection used in-depth interview, documentation and observation. Interactive analysis was used for analyzing data, while for testing data validity used source triangulation technique. The result of this research concluded that flow structure in the process of international communication handling troubled Indonesian migrant workers in Malaysia are from government to government, government to people and people to people. The involved actors in international communication are Kemlu and is assisted by Atnaker Kemenakertrans, while BNP2TKI as implementing mediation in domestic and Kemenkaertrans as policy makers. Other actors is Migrant Care, who provide assistance in the mediation process and the handling of cases. International communication channels used are meetings conducted by international actors both countries, other media’s who help handling the problem is the Press. Lex, MoU, Permenlu and Moratorium as an instuments of protection for the Indonesian migrant workers. The underlying motivation of handling the problem of Indonesian migrant workers in Malaysia is to defend the sovereignty of the Republic of Indonesia, as the government's obligation to protect its citizens, so that workers can get their rights. | |
| 11947 | 4914 | D1E009028 | PENGARUH BAHAN PENGASAM DAN KONDISI SUSU SAPI TERHADAP HASIL/RENDEMEN, KEASAMAN, KADAR AIR DAN KETEGARAN (firmness) KEJU TIPE MOZARELLA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahan pengasam (asam asetat dan asam sitrat) dan kondisi susu sapi (susu segar dan susu dalam pendingin 24 jam) terhadap hasil/rendemen, keasaman, kadar air dan ketegaran (firmness) keju mozarella. Pengambilan data dilaksanakan pada 28 Februari sampai 10 Maret 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 30 liter susu sapi dari Experimental Farm, 1 tablet rennet, asam asetat, asam sitrat dan aquadest. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 2. Faktor 1 bahan pengasam: asam asetat (P1) dan asam sitrat (P2). Faktor 2 kondisi susu: susu segar (T1) dan susu dalam pendingin 24 jam (T2). Sehingga ada 4 perlakuan (P1T1, P1T2, P2T1, dan P2T2) dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengasam dan kondisi susu serta interaksinya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil/rendemen, keasaman, kadar air dan ketegaran (firmness) keju tipe mozarella (P>0,05). Disimpulkan bahwa keju tipe mozarella dapat dibuat dengan menggunakan susu segar atau susu dalam pendingin 24 jam yang ditambahkan bahan pengasam asetat maupun asam sitrat. | The research aimed to examine the effects of types of acidulants (acetic acid and citric acid) and cow’s milk conditions (fresh milk and 24 hours refrigerated milk) on yield, acidity, moisture content and firmness mozarella cheese. The experiment was carried out from February 28th to March 10th, 2013 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Research materials were 30 liters of cow's milk from the Experimental Farm, 1 tablet rennet, acetic acid, citric acid and distilled water. Research was done experimentaly using a Completely Randomized Design 2 x 2 factorial. Factor 1 was acidulants types : acetic acid (P1) and citric acid (P2). Factor 2 was milk conditions : fresh milk (T1) and 24 hours refrigerated milk (T2). There were 4 treatment combinations (P1T1, P1T2, P2T1 and P2T2) and each treatments has 5 replicates. Data were analyzed by analysis of variance. The results showed that types of acidulants, milk conditions and their interactions have no significant effects on yield, acidity, moisture content and firmness of mozzarella-types cheese. In conclution mozarella types cheese can be made with used fresh milk or 24 hours refrigerated milk with acidulants acetic acid and citric acid. | |
| 11948 | 4916 | G1A009082 | PERBANDINGAN POLA DERMATOGLIFI ANTARA PASIEN WANITA DENGAN DAN TANPA DM TIPE 2 : STUDI BELAH LINTANG DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang. DM tipe 2 merupakan salah satu contoh penyakit dengan mutasi pada gen yang menurut penelitian terdahulu mengakibatkan terdapat perbedaan pola dermatoglifi yang terbentuk. Tujuan penelitian. Mengetahui proporsi keberadaan variasi garis palmar, proporsi masing-masing pola sidik jari tangan (pola arch, whorl, dan loop), dan rerata jumlah rigi sidik jari tangan antara pasien wanita dengan dan tanpa DM tipe 2 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode Penelitian. Penelitian komparatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan 53 pasien wanita untuk masing-masing kelompok. Hasil penelitian. Analisis dengan Chi Square tidak terdapat perbedaan proporsi varian garis palmar yang bermakna pada kedua kelompok (p>0,05). Analisis dengan Kolmogorov-Smirnov Z, terdapat perbedaan proporsi pola loop yang bermakna pada kedua kelompok (p<0,05), tidak terdapat perbedaan proporsi pola whorl dan arch yang bermakna (p>0,05). Analisis dengan Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan rerata jumlah rigi sidik jari yang bermakna pada kedua kelompok (p<0,05). Kesimpulan. Terdapat perbedaan proporsi pola loop dan perbedaan rerata jumlah rigi sidik jari dan tidak terdapat perbedaan proporsi varian garis palmar, proporsi pola whorl dan arch antara kedua kelompok. | Back ground. DM type 2 is one of disease caused by gen mutation which based on earlier research can affect to the difference of dermatoglyphic pattern. Aims. This study was aimed to compare the dermatoglyphic pattern between women patient with and without DM type 2 in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. Methode. It was a comparative analytic observational used cross sectional approach and involved 53 women patients for each group. Result. The chi square analysis found that there was no significant difference of proportion between palmar crease variant (p>0,05). The Kolmogorov-Smirnov Z analysis found that there was significant difference of proportion on the loop pattern between 2 groups (p<0,05) but neither on whorl nor loop pattern (p>0,05). The Mann-Whitney analysis showed that there was significant difference of the average number of friction ridges between 2 groups (p<0,05). Conclusion. There was no different proportion between palmar crease variant, whorl, and loop pattern but there was different proportion of the loop pattern and significant average number of friction ridges between 2 groups. | |
| 11949 | 4873 | A1L109008 | PEMANFAATAN BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI Ralstonia solanacearum PADA TANAMAN KENTANG | Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri antagonis dalam mengendalikan penyakit layu bakteri pada tanaman kentang, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang, serta mengimbas ketahanan tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga serta di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dari bulan April sampai Juli 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, Bacillus sp. B2, Bacillus sp. B4, P. fluorescens P19, P. fluorescens P21, dan bakterisida. Variabel yang diamati adalah periode inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, kepadatan akhir patogen dan antagonis, kandungan senyawa fenol (glikosida, tannin, dan saponin), tinggi tanaman, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, serta jumlah dan bobot umbi kentang per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri antagonis belum mampu mengendalikan penyakit layu bakteri dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Aplikasi bakteri antagonis P. fluorescens P19 memiliki kemampuan dalam mengimbas ketahanan tanaman kentang. | This research aimed at knowing antagonistic bacteria ability in controlling the disease on potato, increasing growth and yield of potato, and inducing potato crop resistance to the pathogenic bacteria. The Research was carried out in the experimental field at Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency and at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, started from April up to July 2012. Randomized Block Design (RBD) was used with six treatments and four replicates. The treatments tested were control, Bacillus sp. B2, Bacillus sp. B4, P. fluorescens P19, P. fluorescens P21, and bactericide. Variable observed were incubation period, desease intensity, infection rate, late population pathogen or antagonist, phenolic (glycoside, tannin, dan saponin) compound content, crop height, wet and dry weight of crop, wet and dry weight of root, and number and weight of tubers per crop. Result of the research showed that application of the antagonistic bacteria could not be able to control the disease on potato and increase growth and yield of potato. Application of P. fluorescens P19 antagonists could induce the crop resistance. | |
| 11950 | 4918 | H1E009023 | KARAKTERISASI EFEK PELTIER PADA DIVAIS TERMOELEKTRIK DAN PEMANFAATNNYA SEBAGAI KOTAK PEMANAS-PENDINGIN | Divais Termoelektrik merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan beda temperatur di kedua sisinya akibat adanya beda tegangan. Hal tersebut merupakan gejala yang disebut efek Peltier. Karakteristik divais akibat efek Peltier yang menjadi alasan utama untuk memanfaatkan divais tersebut sebagai sumber pada kotak pemanas-pendingin. Sumber tegangan yang digunakan untuk mendapatkan beda temperatur adalah sumber tegangan DC. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu tahap karakterisasi pendahuluan dan karakterisasi setelah dimanfaatkan pada kotak styrofoam. Pada tahap karakterisasi pendahuluan, beda temperatur divais optimal yang diperoleh dari temperatur awal 28°C adalah 7,9°C dengan temperatur sisi dingin 24,1°C, temperatur sisi panas 32°C. Hasil tersebut diperoleh dengan komponen tambahan heatsink 6,9 cm × 6,5 cm dan fan 6,8 cm yang terletak di sisi panas divais termoelektrik. Pada tahap kedua, kotak styrofoam yang digunakan berukuran 34cm × 24cm × 31cm dengan komponen tambahan heatsink 19,9 cm × 11,8 cm dan fan 11,5 cm di sisi panas, sedangkan heatsink 19,7 cm × 9,5 cm dan fan 9 cm di sisi dingin divais. Temperatur ruang dingin dan ruang panas yang diperoleh 40°C dan 53°C. Pada kondisi dengan ruang panas yang terbuka temperatur ruang panas dan dingin yang diperoleh 37°C dan 29°C. Pada kondisi dengan sisi panas divais dihadapkan ke lingkungan sedangkan ruang dingin disolasi, temperatur ruang dingin yang diperoleh 24 °C. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa divais termoelektrik tidak dapat dimanfaatkan pada kotak pemanas dan pendingin karena kurang maksimalnya pembuangan kalor pada sisi panas. | A thermoelectric device produces temperature difference on its two side as the result of voltage difference given to them. The effect is called the Peltier effect. Such characteristic of the device is the reason why the device is used as the main component of heating-cooling box. The device uses DC voltage. This research was done in two steps. The first is preliminary characterization and the second is characterization of the whole system in the box. On the first step the temperature difference is 7,9°C , 24,1°C on the cold side and 32°C on the hot side, from the initial temperature 28°C. The result was obtained with additional components, which are 6,9 cm × 6,5 cm heatsink and 6,8 cmfan on the hot side. On the last step, the dimension of the styrofoam box used is 34cm × 24cm × 31cm with additional components 19,9 cm × 11,8 cm heatsink and 11,5 cmfan on the hot side, while 19,7 cm × 9,5 cm heatsink and 9 cm fan is installed on the cold side. The hot room temperature and cold room temperature are respestively 40°C and 53°C. The hot room temperature and cold room temperature are 37°C and 29°C, which are obtained when the hot room is exposed to the surrounding. The temperature of cold room is 24°C when the hot side was facing outside the box. The results which are obtained is not favorable for a heating-cooling box because the heat from the hot side is not effectively realesed. | |
| 11951 | 4919 | C1A009088 | ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DAERAH DARI SEKTOR PARIWISATA DI WILAYAH BARLINGMASCAKEB PERIODE TAHUN 2004 - 2010 | Penelitian ini berjudul “Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Daerah dari Sektor Pariwisata di Wilayah Barlingmascakeb Periode Tahun 2004 - 2010”. Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan daerah yaitu dengan mengoptimalkan potensi dalam sektor pariwisata. Keterkaitan industri pariwisata dengan penerimaan daerah di wilayah Barlingmascakeb berjalan melaluijalur PAD yang berupa pajak dan atau bukan pajak serta bagian laba usaha daerah dari sektor pariwisata. Sektor pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas utama dalam rangka memperbaiki struktur ekonomi daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jumlah obyek wisata yang ditawarkan, jumlah wisatawan yang berkunjung, jumlah hunian kamar hotel, dan tingkat PDRB Perkapita berpengaruh terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata di wilayah Barlingmascakeb selamaperiode tahun 2004 -2010. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari dinas terkait, yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah serta Badan Pusat Statistik di wilayah Barlingmascakeb selama periode tahun 2004 - 2010. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear data panel dengan bantuan Program SPSS 16.0 untuk mengetahui pengaruh jumlah obyek wisata yang ditawarkan, jumlah wisatawan yang berkunjung, jumlah hunian kamar hotel, dan tingkat PDRB Perkapita terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata di wilayah Barlingmascakeb pada periode tahun 2004 - 2010. Hasil penelitian menunjukkan variable independen jumlah obyek wisata yang ditawarkan, jumlah wisatawan yang berkunjung, dan tingkat PDRB perkapita berpengaruh signifikan terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata di wilayah Barlingmascakeb pada periode tahun 2004 - 2010. Sedangkan variabel independen jumlah hunian kamar hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan daerah dari sektor pariwisata di wilayah Barlingmascakeb pada periode tahun 2004 – 2010. Untuk itu, pengembangan pariwisata khususnya di wilayah Barlingmascakeb perlu mendapat perhatian lebih agar pendapatan daerah dari sektor pariwisata akan terus meningkat. Selain itu, pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat merangsang pertumbuhan sektor – sektor lain. | This research entitled "The Factors That Influence Local Revenue from Tourism Sector in Barlingmascakeb Area in Period 2004 – 2010”. One factor to increased the local revenue was the optimal of tourism sector. The relationship between tourism industry and the local revenue in Barlingmascakeb area via PAD rule in the form of tax and nontax from tourism sector. Tourism sector also one factor that had main priority in increasing economic structure. The purpose of this research was to know the effect of the number of tourism object that offer, the number of travelers, the number of hotel room, and the rate of GDP per capita that influenced the local revenue from tourism sector in Barlingmascakeb area in period 2004 -2010. This research used secondary data from related institution that is department of tourism, DPPKAD and BPS in Barlingmascakeb area in period 2004 – 2010. Analysis method used in this research was analysis technic linear regrecy panel data with SPSS 16.0 program to know the effect of the number of tourism object that offer, the number of travelers, the number of hotel room and the rate of GDP per capita that influence the local revenue from tourism sector in Barlingmascakeb area in period 2004 -2010. The result of this research showed independence variable number of tourism object that offer, the number of travelers, and the rate of GDP per capita had significance effect to the local revenue from tourism sector in Barlingmascakeb area in period 2004 -2010.On the other hand independence variable number of hotel room did not influence to the local revenue from tourism sector in Barlingmascakeb area in period 2004 -2010. So, the development of tourism especially in Barlingmackeb area had great attention in order to the local revenue from tourism sector in Barlingmascakeb area can be increased. It is hoped the development of tourism sector can stimulated the development of other sectors. | |
| 11952 | 4921 | C1C009030 | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Akuntansi Pada UKM Bordir Di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Akuntansi Pada UKM Bordir Di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya”. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi penerapan akuntansi pada UKM bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Faktor-faktor yang diteliti meliputi, pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, umur perusahaan, masa memimpin perusahaan dan skala usaha. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei, artinya peneliti melakukan penelitian langsung kepada subjek penelitian. Dalam proses penentuan sampel menggunakan rumus slovin. Analisis regresi berganda merupakan model penelitiannya. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa faktor pendidikan pemilik, pelatihan akuntansi, masa memimpin perusahaan, dan skala usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penerapan akuntansi pada UKM bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Skala usaha merupakan faktor yang paling berpengaruh pada penelitin ini, sedangkan faktor umur perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. | The study entitled “Analysis Of The Factors Affecting The Accounting Application On Embroidery SMES In Subdistrict Kawalu Tasikmalaya”. This research aims to find out what factors that affect the accounting application on embroidery SMES in subdistrict Kawalu Tasikmalaya. Factors examined include, owner education, accounting training, business age, length of time to lead enterprise and busines scale. In this research using a method of surveying, it means author conduct research directly to the subject of study. In prosses the determination of a sample use slovin formula. Multiple regression analysis is a research model. The results of this research explain that owner education, accounting training, length of time to lead enterprise and business scale has a significant influence on the accounting application on embroidery SMES in subdistrict Kawalu Tasikmalaya. Business scale is the most influential factor in this research, while the factor of age the company does not have significant effects. | |
| 11953 | 4934 | C1A008008 | Korelasi Desentralisasi Fiskal Terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Tasikmalaya Periode 2002-2011 | Otonomi daerah dan desentralisasi fiskal bukan konsep baru di Indonesia. Dengan diberlakukannya Otonomi, yang dilaksanakan secara efektif pada tanggal 1 Januari 2001, Melalui desentralisasi fiskal, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengeksplorasi pendapatan mereka dan melakukan peran alokasi secara independen tentang pengaturan prioritas dan kebutuhan pembangunan daerah yang potensial. Desentralisasi fiskal akan mengelola aliran dana dari pusat ke daerah.Aliran dana dari perekonomian daerah, salah satunya dapat pendapatan daerah dari PAD, DAU, dan BHP BHBP. Pada akhirnya, peningkatan perekonomian daerah akan mempengaruhi terhadap PDRB. Menurut itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan dampak desentralisasi fiskal terhadap Perekonomian Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap PDRB Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 2002-2011 setelah pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis Korelasi Spearmans Rank.Sebagai kesimpulan, penelitian ini diperoleh bahwa semua variabel (PAD, DAU, BHP, dan BHBP) yang memiliki hubungan positif dan pengaruh signifikan adalah PAD dan BHP. Sedangkan DAU dan variabel BHBP tidak memiliki hubungan positif dan pengaruh yang signifikan. Tingkat desentralisasi fiskal di Kabupaten Tasikmalaya setiap tahunnya menunjukkan bahwa tingkat otonomi keuangan daerah masih rendah. Oleh karena itu, dasar hasil analisis, pemerintah daerah harus mampu mengelola variabel yang dapat mempengaruhi ekonomi lokal dalam rangka mencapai Kebutuhan daerah Kabupaten Tasikmalaya dan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. | Abstract Regional autonomy and fiscal decentralization aren’t a new concept in Indonesia. With the enactment of Autonomy, which implemented effectively on January 1, 2001, Through fiscal decentralization, local governments have the authority to explore their income and conducting the role of allocation independently on setting of potential priorities and needs of regional development. Fiscal decentralization will manage the flow of funds from the center to the regions. The flow of funds from regional economy, one of them can be regional revenues of PAD ,DAU, BHP and BHBP. In the end, the increasing of regional economy will affect on PDRB. According that, this study conducted with the goal to determine the impact of fiscal decentralization on the regional Economy of Tasikmalaya Regency that has a positive correlation and significant to Tasikmalaya’s PDRB. The Data used in this study is secondary data from 2002-2011 after conducted data processing using Spearmans Rank Corellation analysis. In conclusion, this study obtained that all variables (PAD, DAU, BHP, and BHBP) that has a positive correlation and significant effect is PAD and BHP. Whereas DAU and BHBP variables doesn’t have positive correlation and significant effect. The degree of fiscal decentralization on Tasikmalaya Regency annually shows that the level of local financial autonomous still low. Therefore, base on the result of the analysis, local governments should be able to manage the variables that can affect the local economy in order to achieve Tasikmalaya Regency autonomy and development of Tasikmalaya Regency. | |
| 11954 | 4923 | F1G009030 | PENGGUNAAN NOMINA DEVERBAL DALAM MAJALAH ANCAS | Penelitian berjudul “Penggunaan Nomina Deverbal Dalam Majalah Ancas”, bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna gramatikal yang dihasilkan dari penggunaan nomina deverbal dalam majalah Ancas. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak, dengan teknik dasar adalah teknik sadap dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan baca markah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan nomina deverbal dalam majalah Ancas menyangkut kata serapan dari bahasa lain, yaitu bahasa Indonesia, Jawa standar, dan dialek Banyumas dengan perubahan bentuk melalui afiksasi yang melampaui identitas kata, yaitu kata berkelas verba menghasilkan kata nomina. Pada proses ini bentuk dasar berupa morfem terikat, verbalisasi terjadi lebih dahulu, dan menghasilkan kata nomina deverbal. Pada penggunaan nomina deverbal terjadi proses morfofonemik yang disesuaikan dengan afiks yang melekat. Makna yang dihasilkan pada penelitian ini adalah makna gramatikal yang tergantung pada unsur penyusunnya, yaitu pada afiks peN-, per-, -an, peN-/-an, paN-/-an, dan per-/-an. | The study is entitled “The Use Of Verbal Noun on Ancas Magazine” it aims to determaine the form and the meaning gramatically which is derived from the use of verbal nouns on Ancas magazine. The method used in data collection is the method refer to, by using basic techniques such at tapping technique and record as an advanced techniques. The data analysis method used is distributional has segmenting immediate constitue techniques and advanced techniques used are marks read. The study concluded that the use of verbal nouns on Ancas magazine to transcend changes of language such as Indonesia, Javanese standards, and Banyumas dialect changes through affix word identity, that verbal class word produce nouns class word. In this process the basic shapes form of morpheme, verbalization occurs first, after that generate word of verbal noun. There is a morphophonemic in the with affixes attached to the base. The meanings the study are grammatical depending on its constituents elements is a affix peN-, per-, -an, peN-/-an, paN-/an, and per-/-an. | |
| 11955 | 4924 | D1E009043 | SUPLEMENTASI EKSTRAK HERBAL PENGARUHNYA TERHADAP POPULASI PROTOZOA DAN PRODUKSI GAS TOTAL SECARA IN VITRO | Penelitian berjudul “Suplementasi Ekstrak Herbal Pengaruhnya Terhadap Populasi Protozoa dan Produksi Gas Total In Vitro” dilaksanakan pada November sampai Desember2012. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen sapi potong dan pakan kontrol (hijaun : konsentrat: 40% : 60%). Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0 : pakan kontrol, R1 : R0 + 1,5 ppm Chromium, R2 : R1 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R3 : R1 + 0,18% ekstrak Sapindus rarak, R4 : R3 + 250 ppm ekstrak Allium sativum, R5 : R3 + 500 ppm ekstrak Allium sativum, R6 : R3 + 750 ppm ekstrak Allium sativum, R7 : R3 + 1000 ppm ekstrak Allium sativum. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap penurunan populasi protozoa dan produksi gas total(P<0,01). Suplementasi chromium organik (R1), ekstrak Allium Sativum (R2), ekstrak Sapindus rarak (R3), kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum hingga level 1000 ppm (R4, R5, R6 dan R7) berpengaruh terhadap penurunan populasi protozoa (P<0,05). Suplementasi chromium organik (R1), ekstrak Allium sativum (R2), ekstrak Sapindus rarak (R3), kombinasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum dengan level 250 ppm (R4), 750 ppm (R6), 1000 ppm (R7) berpengaruh terhadap penurunan produksi gas total (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum secara terpisah atau kombinasi dalam pakan sapi potong yang tercukupi chromium organik mempengaruhi penurunan populasi protozoa dan produksi gas total. Hasil terbaik dari penelitian ini dicapai pada pakan yang disuplementasi 0,18% ekstrak Sapindus rarak dan Allium sativum250 ppm (R4). | A research entitled “Supplementation of Herbal Extracts, its Effect on the Population of Protozoa and Total Gas Production by In Vitro” was conducted November to December 2012. The materials of this research were cattle rumen fluid obtained and beef cattle rations composed ( forage : concentrate : 40% : 60%). The research method was experimentally is using completely randomized design (CRD). The treatments tested were R0: Feed control, R1: R0 + 1.5 ppm of Organic Chromium, R2: R1 + 250 ppm of Allium sativum extract, R3: R1 + 0.18% of Sapindus rarak extract, R4: R3 + 250 ppm of Allium sativum extract, R5: R3 + 500 ppm of Allium sativum extract, R6: R3 + 750 ppm of Allium sativum extract, R7: R3 + 1000 ppm of Allium sativum extract. The data were analyzed using analysis of variance and followed Honestly Significant Difference test. The results showed that the treatment decreased protozoa population declines and total gas production (P <0.01). Organic chromium supplementation (R1), Allium sativum extract (R2), Sapindus rarak extract (R3), a combination of Sapindus rarak and Allium sativumextracts until level 1000 ppm (R3, R5, R6 and R7) decreased protozoa population decline (P<0.05). Organic chromium supplementation (R1), Allium sativum extract (R2), Sapindus rarakextract (R3), a combination of Sapindus rarak and Allium sativum extracts with the level of 250 ppm (R4), 750 ppm (R6), and 1000 ppm (R7) decreased total gas production decreased (P <0.05). The conclusion of this study is that supplementation of Sapindus rarak and Allium sativum extracts separately or in combination, in an adequate cattle feed organic chromium decreased protozoa population declines and total gas production. The best results from this study is achieved by feed supplemented with combination of 0.18 % of Sapindus rarak and 250 ppm of Allium sativum extracts (R4). | |
| 11956 | 4926 | E1A109074 | PERANAN KORBAN DALAM TINDAK PIDANA MELARIKAN PEREMPUAN DI BAWAH UMUR ATAS PERSETUJUAN KORBAN (Studi Putusan Nomor: 93/Pid.B/2012/PN.Pwt) | ABSTRAK Penelitian ini mengambil judul “Peranan Korban Dalam Tindak Pidana Melarikan Perempuan Di Bawah Umur Atas Persetujuan Korban” (Studi Putusan Nomor: 93/Pid.B/2012/PN.Pwt). Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana peranan korban dalam tindak pidana melarikan perempuan dibawah umur serta bagaimana penerapan hukum pidana dalam tindak pidana melarikan perempuan di bawah umur atas persetujuan korban. Untuk membahas permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data berupa data sekunder dan wawancara sebagai penunjang data sekunder. Data disajikan dalam bentuk uraian yang di susun secara sistematis dengan analisis kualitatif. Peranan korban dalam perkara Nomor: 93/Pid.B/2012/PN.Pwt korban termasuk dalam tipologi Precipitative Victim, artinya korban yang tidak hati-hati dalam berperilaku, sehingga mendorong pelaku untuk melakukan kejahatan. Ketidak hati-hatian dari korban yang minta dijemput oleh pelaku dan mau saja ikut pergi bersama pelaku ke Cheers Cafe, ikut meminum-minuman keras dan memakan pil yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri, dan pada akhirnya korban dibawa menginap di kost-kostan di depan SMP 9 Purwokerto. Perilaku korban tersebut mendorong pelaku untuk melakukan tindak pidana melarikan perempuan di bawah umur. Penerapan hukum pidana pada perkara ini mendasarkan pada perbuatan yang memenuhi syarat tertentu dan pidana. Tetapi masalah peranan korban tersebut dijadikan pertimbangan, akan tetapi secara eksplisit masalah peranan korban tersebut tidak disebutkan dalam putusan. Namun secara tersirat dengan melihat lamanya putusan pemidanaan bahwa faktor peranan korban dijadikan sebagai pertimbangan dalam penjatuhan pidana. Kata kunci: Peranan korban, Penerapan hukum pidana | ABSTRACT This study took the title "The Role of Crime Victims In Woman Run Over Agreement Underage Victims" (Study of Decision Number: 93/Pid.B/2012/PN.Pwt). Problem in this study is how the role of the victim in criminal escape underage girls as well as how the application of criminal law in a criminal offense underage girls ran over the victim's consent. To discuss these issues, the method used is normative, the data sources are secondary data and interviews as supporting secondary data. Data presented in the form of a description in stacking systematically with qualitative analysis. The role of the victim in the case Number: 93/Pid.B/2012/PN.Pwt victims included in the typology Precipitate Victim, meaning that victims are not careful in their behavior, thus encouraging the perpetrator to commit the crime. Inadvertent of victims picked up by the offender and asked would just go with the perpetrator to Cheers Cafe, follow-drinking liquor and eating pills that caused him unconscious, and ultimately the victim was taken to stay at the front of the boarding junior 9 Purwokerto. Encourages the behavior of the victims of crime get underage girls. Application of criminal law in this case based on the actions that meet certain requirements and criminal. But the problem is taken into consideration the role of the victim, but the problem explicitly the role of the victim is not mentioned in the decision. But implicitly by looking at the length of punishment verdict role that factors taken as a victim in criminal punishment. Keywords: The role of the victim, Application of criminal law | |
| 11957 | 4981 | C1C009014 | ANALISIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) ORANG PRIBADI SEBAGAI KONTRIBUSI UPAYA EKSTENSIFIKASI PAJAK PADA UKM INDUSTRI BATIK DI KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN | Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif-deskriptif yang bertujuan untuk menggali potensi Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi khusus UKM industri batik. Subjek dalam penelitian ini adalah para pengusaha UKM industri batik di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka yang bersumber dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pekalongan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa potensi Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi KLU industri batik yang belum tergali senilai Rp 436.708.500,00 dari 63 pengusaha batik yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan nilai realisasi penerimaan PPh Orang Pribadi pada tahun 2012 hanya sebesar Rp 1.693.000,00. Hal tersebut mengindikasikan bahwa upaya pelaksanaan ekstensifikasi pajak pada industri batik di Kecamatan Wiradesa masih jauh dari optimal. Oleh karena dibutuhkan upaya ekstensifikasi pajak yang lebih gencar dari KPP Pekalongan untuk menjaring pengusaha batik yang belum memiliki NPWP guna meningkatkan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi | This research is a explorative-descriptive research aimed to explore the potential of Personal Income Tax (PPh) specialized from Small and Medium Enterprises (SMEs) batik industry. The subject of this research were the entrepreneur of SMEs batik industry in Wiradesa Subdistric, Pekalongan Regency. The method that used in this research are census method to obtain the primary data, meanwhile the secondary data obtained through library derived from Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pekalongan, and Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Pekalongan Regency. The result of this research that potential of Personal Income Tax (PPh) from SMEs batik industry worth Rp 436.708.500,00 of 63 entrepreneurs who do not have Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). While the value of Personal Income Tax (PPh) receipts in 2012 amounted to only Rp 1.693.000,00. This case indicates that implementation of tax extencivication efforts in the Wiradesa batik industry is doesn’t optimal yet. Therefore it takes more tax extencivication efforts of KPP Pekalongan to select the batik entrepreneurs who didn’t have a NPWP to increase Personal Income Tax (PPh) revenue. | |
| 11958 | 4927 | F1A009027 | RETAKNYA HUBUNGAN ANTARUMAT BERAGAMA DI BALI PASCA PERISTIWA BOM BALI 1 (Studi terhadap Novel “Rumah di Seribu Ombak” Karya Erwin Arnada) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis teks dalam Novel RDSO khususnya yang berkaitan dengan perubahan masyarakat Bali setelah peristiwa Bom Bali I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan analisis data hermeneutik. Hasil dari penelitian ini, terdapat perubahan pada masyarakat Bali antara sebelum dan setelah peristiwa Bom Bali I. Pada masyarakat Bali, semangat toleransi antarumat beragama berupa : Gotong royong membangun rumah ibadah, saling menghargai saat hari raya keagamaan, hubungan yang terjalin dengan baik antarumat beragama sejak masih kanak-kanak. Gambaran selanjutnya bahwa terdapat keretakan hubungan antarumat beragama di Bali setelah terjadinya peristiwa Bom Bali I. Dalam penelitian ini gambaran keretakan hubungan antarumat beragama, antara lain : Antarumat beragama saling menaruh curiga, kegiataan keagamaan yang biasanya berlangsung dengan bebas, sedikit demi sedikit dibatasi, Mulai muncul konflik-konflik kecil yang disebabkan oleh unsur kecurigaan antarumat beragama. | The purpose of this research is analysis text in Novel RDSO in particular which gets bearing with change of bali society after incident Bom Bali I. The method of this research is qualitative by use of hermeneutik's data analisys. The result of this research, there are several change on bali society among before bali bom scene and after that. On bali society, spirit of tolerance among human warfare as: cooperation of building religious house, and mutually prices while religious great day, a good relationship is interlaced among human warfare since still childs. The succeeding picture is fissure relationship among human warfare at bali after scene Bom Bali I. In this research, the picture of fissure among human warfare, for example: each human warfare put suspect to other, that religious activity usually happens loosely, bit by bit is confined, a little conflicts are emerging beginnings that are caused by curiosity element among human warfare. | |
| 11959 | 4929 | C1C009094 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PADA PD BPR BKK PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit, laba usaha, dan lama usaha terhadap keputusan pemberian kredit UMKM yang diambil oleh bank. Lokasi penelitian ini bertempat di PD BPR BKK Purwokerto. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Analisis ini didasarkan pada data sekunder yang diperoleh dari PD BPR BKK Purwokerto dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 debitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel jangka waktu kredit, nilai jaminan kredit, laba usaha, dan lama usaha berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit yang akan diambil. Secara parsial variabel nilai jaminan kredit, laba usaha dan lama usaha berpengaruh positif terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. Sedangkan variabel jangka waktu kredit tidak berpengaruh terhadap keputusan pemberian kredit UMKM. | The purpose of this research are to know the influence of credit period, the value of credit collateral, profit of business, and length of business on the MSME credit lending decisions taken by the bank. This study was conducted at PD BPR BKK Purwokerto. The data obtained were analyzed by means of multiple regression analysis method. This analyzed based on secondary data obtained from the PD BPR BKK Purwokerto with simple random sampling method with a total sample of 37 debtor. The result of this research showed that simultaneously the variables of credit period, the value of credit collateral, profit of business, and length of business have influenced on the credit lending decision to be taken by the bank. Partially, variable of the value of credit collateral, profit of business and length of business, have a positive influence on the MSME credit lending decisions. While the variable of credit period no effect on the MSME credit lending decisions. | |
| 11960 | 4931 | A1H009062 | PENGARUH JENIS DAN PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET DARI LIMBAH PELEPAH NIPAH | Pemanfaatan pelepah nipah yang telah kering masih jarang dilakukan padahal pelepah nipah mengandung selulosa yang dapat dimanfaatkan menjadi briket. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kualitas briket limbah pelepah nipah, mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap kualitas briket yang dihasilkan, dan mendapatkan jenis dan persentase perekat yang sesuai untuk briket limbah pelepah nipah. Hasil pengujian briket limbah pelepah nipah menunjukkan bahwa jenis dan persentase perekat berpengaruh pada kadar air, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon, sedangkan jenis dan persentase perekat tidak berpengaruh pada nilai kalor. Briket limbah pelepah nipah terbaik yaitu perekat molase dengan persentase 4% menghasilkan kadar air, kadar abu, dan volatile matter yang rendah sehingga fixed carbon tinggi dan nilai kalornya cukup tinggi yaitu 2986,352 kal/g. | Utilization of dried nipah frond still has rarely done. However, nipah frond contains cellulose that can be used for briquettes. The purpose of this research is to know the briquette quality of nipah frond, the influence of adhesive types, and get adhesive types and percentage which is suitable for briquette of nipah frond. The result of briquette nipah frond test is exhibiting that types and percentage of adhesive which influences moisture and ash content, volatile matter and fixed carbon. The type and percentage of adhesive are not affected for calorific value. The best briquette of nipah frond is using molasses adhesive 4 % which produce low moisture content, ash content, and volatile matter. Therefore, fixed carbon and calorific value are high enough, 2986.352 cal/g. |