Artikelilmiahs

Menampilkan 11.921-11.940 dari 50.494 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
119214886C1L009034The Influence of Good Corporate Governance on Aggressive Tax Action Through Earnings ManagementABSTRAK
Penelitian ini mencoba untuk menguji pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan (corporate governance mechanism) terhadap earnings management. Penelitian ini juga akan mencoba menguji pengaruh earnings management itu sendiri terhadap tindakan pajak agresif. Dengan menggunakan sampel sebanyak 24 perusahaan yang termasuk dalam CGPI tahun 2011, dengan laporan keuangan mulai tahun 2008 - 2011. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah multiple regression dan simple regression.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap earnings management, kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap earnings management, komposisi dewan komisaris berpengaruh negatif signifikan terhadap earnings management, ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif signifikan terhadap earnings management, komite audit tidak berpengaruh terhadap earnings management, dan earnings management berpengaruh positif signifikan terhadap aggressive tax action.
The objective of this study is to examine the influence of corporate governance mechanism, namely institutional ownership, managerial ownership, composition of the board commissioners, size of the board commissioners and Audit Committee on earnings management. This study also examines influence of earnings management on aggressive tax actions. This study take sample from 24 companies in the CGPI 2011, which were published in financial report from 2008, 2009, 2010 and 2011. The method of analysis of this research used multiple regression and simple regression. There are two structural equation model to examine the influence of Good Corporate Governance on Earnings Management and the influence of Earnings Management on Aggressive Tax Action.
The results of this study that (1) institutional ownership had negative significant influence to earnings management. (2) managerial ownership does not have significant influence to earnings management. (3) composition of the board commissioners had negative significant influence to earnings management . (4) size of the board commissioners had negative significant influence to earnings management.(5) audit committee does not have significant influence to earnings management. (6) earnings management had positive significant influence to aggressive tax action.
119224888F1F008097THE ANALYSIS OF COMPREHENSION DISORDER OF A SCHIZOPHRENIC
(A Study Of Language Disorder Of A Schizophrenic Character in “A Beautiful Mind” Movie)
Peneliti melakukan penelitian yang berjudul “The Analysis of Comprehension Disorder of A Schizophrenic ( A Study of Language Disorder of Schizophrenic Character in “A Beautiful Mind” Movie).” Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan penjelasan rinci tentang gangguan pemahaman bahasa yang digunakan oleh karakter skizofrenia dalam film A Beautiful Mind. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang karakteristik dan jenis gangguan bahasa dan konten yang menyebabkan gangguan bahasa melalui dialog film. Penelitian ini fokus pada analisis gangguan pemahaman bahasa pada penderita skizofrenia dalam film A Beautiful Mind. Gangguan bahasa merupakan gangguan yang melibatkan pengolahan informasi linguistik. Peneleti menganalisis gangguan berbahasa menggunakan teori Andreasen (1979) yang membagi menjadi 18 jenis, antara lain poverty of speech, poverty of content of speech, pressure of speech, distractible speech, tangentiality, derailment, incoherence, illogicality, clanging, neologism, word approximations, circumstantiality, loss of goal, perseveration, echolalia, blocking, stilted speech, dan self-reference. Ciri utama dari penyakit skizofrenia adalah delusi dan halusinasi harus menyertai pasien. Jika kedua gejala tersebut tidak mendominasi pikiran pasien, maka tidak dapat dikatakan sebagai skizofrenia. Data dalam penelitian ini adalah bentuk atau ucapan-ucapan respon penderita skizofrenia. Sumber data diambil dari naskah dan film A Beautiful Mind. Peneliti menggunakan deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang gangguan bahasa dan berusaha untuk mengeksplorasi penerapan bentuk kalimat sebagai gangguan bahasa dalam ucapan-ucapan penderita skizofrenia yang diucapkan oleh John Nash. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter skizofrenia dalam film A Beautiful Mind mengalami gangguan berbahasa yang dipengaruhi oleh delusi dan halusinasi. Terdapat 6 jenis gangguan berbahasa dalam 15 ucapan yang ditemukan dalam penelitian ini. Keenam gangguan tersebuat antara lain derailment, blocking, incoherence, perseveration, circumstantiality, dan pressure of speech.
Kesimpulannya, tidak semua jenis gangguan berbahasa digunakan oleh karakter skizofrenia dalam film A Beautiful Mind. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberi kontribusi barub kepada para pembaca, khususnya pelajar/mahasiswa yang tertarik untuk memahami penyakit skizofrenia.
The researcher conducted the research entitled “The Analysis of Comprehension Disorder of A Schizophrenic ( A Study of Language Disorder of Schizophrenic Character in “A Beautiful Mind” Movie).” This research was aimed to get the understanding and detailed explanation about language comprehension disorders that were used by the schizophrenic character in A Beautiful Mind movie. This research gave the understanding about the characteristic and type of language disorders and the content causing language disorder through movie dialog. This research focused on analyzing language comprehension disorder of the schizophrenic character in A Beautiful Mind movie. Language disorder is the disorder that involves the processing of linguistic information. The reseacher analyzed the language disorder based on Andreasen (1979) theory that distinguished into 18 types, they are poverty of speech, poverty of content of speech, pressure of speech, distractible speech, tangentiality, derailment, incoherence, illogicality, clanging, neologism, word approximations, circumstantiality, loss of goal, perseveration, echolalia, blocking, stilted speech, and self-reference. The main characteristics of schizophrenic disease are delusions and hallucinations should accompany the patient. If both of these symptoms do not dominate the mind of the patient, it can not be said as schizophrenic. The data of the research were the form or utterances of the schizophrenic’s responses. And the data sources were taken from the script and the movie of A Beautiful Mind. The researcher used descriptive qualitative which described about language disorder and attempted to explore the application of sentence form as language disorder in schizophrenic utterances which were spoken by John Nash. The finding of this research showed that the schizophrenic character of A Beautiful Mind movie had a language disorder that was influenced by his delusion and hallucination. There were 6 types of language disorders in 15 utterances found in the research. Those six disorders were derailment, blocking, perseveration, incoherence, circumstantiality, and pressure of speech. In conclusion, not all type of language comprehension disorders are used by the schizophrenic character in A Beautiful Mind movie. The researcher hopes that this research can give a new contribution to the readers, especially the students who are interested in understanding of the schizophrenic disease.
119234887D1E009017PENGUJIAN KECERNAAN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI DITINJAU DARI PRODUKSI VFA DAN N-NH3 SECARA IN VITROPenelitian berjudul “Pengujian Kecernaan Bungkil Biji Jarak Fermentasi Ditinjau dari Produksi VFA dan N-NH3 Secara in vitro” yang dilaksanakan pada Desember 2012 sampai Januari 2013, bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis bakteri asam laktat yang digunakan dalam fermentasi terhadap produksi VFA dan N-NH3. Materi yang digunakan terdiri atas bungkil biji jarak, media MRSB, molases, bakteri Lactobacillus acidophyllus dan Bifidobacterium bifidum, cairan rumen sapi potong dan bahan-bahan kimia serta perangkat peralatan analisis VFA dan N-NH3. Metode penelitian adalah eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan adalah R0 = bungkil biji jarak tanpa fermentasi, R1 = bungkil biji jarak fermentasi dengan 10% Lactobacillus acidophyllus, R2 = bungkil biji jarak fermentasi dengan 10% Bifidobacterium bifidum, R3 = bungkil biji jarak fermentasi dengan 5% Lactobacillus acidophyllus dan 5% Bifidobacterium bifidum. Peubah yang diukur adalah produksi VFA dan N-NH3. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan uji ortogonal kontras. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan produksi VFA R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 138.3 mM, 145.4 mM, 150.8 mM, dan 159.5 mM. Sedangkan rataan produksi N-NH3 R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 8.28 mM, 11.16 mM, 8.36 mM, dan 8.60 mM. Analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap produksi VFA. Namun, berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap produksi N-NH3. Hasil uji lanjut ortogonal kontras menunjukkan bahwa R0 tidak berbeda nyata dibanding R1, R2, dan R3. Begitu pula R1 dan R2 dibanding R3. Akan tetapi, R1 berbeda nyata dibanding R2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Produksi Volatile Fatty Acid (VFA) tidak dipengaruhi oleh jenis bakteri asam laktat yang digunakan dalam fermentasi bungkil biji jarak. Produksi amonia (N-NH3) dipengaruhi oleh jenis bakteri asam laktat yang digunakan dalam fermentasi bungkil biji jarak. Penggunaan bakteri Lactobacillus acidophyllus dalam fermentasi bungkil biji jarak lebih baik daripada menggunakan bakteri Bifidobacterium bifidum maupun campuran.A research entitled ” In Vitro Digestibility Of Fermented Jatropha curcas Meal Based On VFA and N-NH3 Productions”, was conducted from December 2012 to January 2013. The purpose was to study the effect of the type of lactic acid bacteria used in the fermentation on VFA and N-NH3 productions The materials were Jatropha curcas meal, MRSB media, molasses, Lactobacillus acidophyllus and Bifidobacterium bifidum bacteria, rumen fluid of beef cattle from Mersi Slaughterhouse and chemicals as well as VFA and N-NH3 analytical tools. The research method was experimental by invitro using Completely Randomized Design (CRD). The treatments were R0 = unfermnented Jatropha curcas meal, R1 = fermented Jatropha curcas meal with 10% of Lactobacillus acidophyllus, R2 = fermented Jatropha curcas meal with 10% of Bifidobacterium bifidum, R3 = fermented Jatropha curcas meal with 5% of Lactobacillus acidophyllus and 5% of Bifidobacterium bifidum. The data were analyzed using analysis of variance and followed by orthogonal contrast test. The results showed that the average productions of VFA of R0, R1, R2, and R3 were 138.3 mM, 145.4 mM, 150.8 mM, dan 159.5 mM, respectively. Meanwhile the average productions of N-NH3 of R0, R1, R2, and R3 were 8.28 mM, 11.16 mM, 8.36 mM, dan 8.60 mM, respectively. The statistical analysis showed that the treatment was not significant effect (P>0.05) on the production of VFA. However, it was significant (P<0.05) on the production of N-NH3. Orthogonal contrast test results showed that R0 was not significantly different relative to R1, R2, and R3. Similarly, R1 and R2 were not significantly different than R3. However R1 was significantly different relative to R2. The conclusion of this research is the production of Volatyle Fatty Acid (VFA) is not affected by the type of lactic acid bacteria used in the fermentation of Jatropha curcas meal. The production of ammonia (N-NH3) was influenced by the type of lactic acid bacteria used in the fermentation of Jatropha curca meal. The use of Lactobacillus acidophyllus bacteria in fermented Jatropha curcas meal was better than the uses of Bifidobacterium bifidum bacteria and their mixture.
119244890C1A009033FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI JUMLAH PENGANGGURAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2010Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Jumlah Pengangguran di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan wilayah administrasi (variabel dummy) terhadap jumlah pengangguran di Jawa Tengah serta untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap jumlah pengangguran. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logaritma natural berganda dengan model statistik untuk pengujian secara parsial menggunakan uji t dan secara bersama-sama menggunakan uji F. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran di Jawa Tengah tahun 2010. Variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini yaitu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).This research entitled “Factors Affecting the Number of Unemployment in Central Java in the Year 2010”. The purpose of this research is to determine the influence of population, labour force participation rates and administrative areas (dummy variable) toward total jobless in the Province of Central Java, as well as to determine which variable have highest effect to the number of unemployment. This research was conducted using secondary data analysis. Data of research was obtained from Central Statistic Bureau of the Province of Central Java. This research used multiple natural logarithmic regression analysis by applying ordinary least square method with t-test for partial examination and F-test for joint examination. The conclusion of the research is as a whole all of the variables used in this research significantly effect and partially effect on the number of unemployment in Central Java. The most influence of the number of unemploymnet is labour force participation rates.
119254891F1F008091THE ANALYSIS OF SPEECH DISORDER AS REFLECTED BY STUTTERING CHARACTER IN "KING SPEECH" MOVIEPenelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis dan karakteristik ujaran – ujaran gagap yang disampaikan oleh King George VI, untuk mengetahui penyebab gangguan bicara yang diderita King George VI berkaitan dengan teori gangguan psikolinguistik dan untuk mengetahui metode yang tepat untuk menyembuhkan gagap seperti yang diderita oleh King George VI. Penelitian ini membahas kajian psikolinguistik, kajian gangguan bicara khususnya gagap. Peneliti melakukan penelitian ini menggunakan dasar teori dari Carol sebagai teori utama yang dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu gangguan bahasa reseptif dan ekspresif, dan teori psikoanalisis dari Freud untuk menyembuhkan gagap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menarik kesimpulan sesuai dengan pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan bahasa ekspresif yang terdiri dari gangguan kelancaran dan gangguan suara yang diderita oleh King George VI. Kemudian peneliti juga menemukan adanya 4 karakteristik gagap yang diderita oleh King George VI yaitu ketidaklancaran, terblokir, perilaku pengalihan dan tingkat keparahan. Peneliti juga menemukan bahwa ada dua penyebab gagap yang diderita oleh King George VI yang terkait dengan penyebab psikologis yaitu faktor – faktor masa tumbuh anak dan faktor – faktor lain yang terdiri dari faktor – faktor emosional dan ingatan buruk masa lalu. Sedangkan untuk cara penyembuhan gagap yang diderita oleh King George VI, peneliti menemukan bahwa Lionel Logue menggunakan tiga dari lima teknik dalam metode psikoanalisis yaitu anamnesis, metode asosiasi bebas dan metode kekeliruan dan kesalahan Freud.This research was aimed at finding out the types and characteristics of stuttering utterances produced by King George VI, to know the cause of the King George VI speech disorder in relevance with the theory of psycholinguistics disorder and to know the appropriate method to cure stuttering suffered by King George VI. This research dealed with psycholinguistics study which is the study of speech disorder especially stuttering. The researcher analyzed speech disorder based on Carol’s theory as the main theory which can be classified into receptive and expressive language disorder, and Freud’s theory of psychoanalysis of language disorder cure. The research used qualitative research design and drew conclusions related to the research questions. The result showed that there is expressive language disorder that consists of fluency disorder and voice disorder that suffered by King George VI. Then the researcher also found 4 characteristics of stuttering suffered by King George VI, they are disfluency, blocking, avoidance behavior, and severity. The researcher found that there are two causes of stuttering that is suffered by King George VI which is related to psychological cause, they are childhood development factors and other factors which consist of emotional factors and traumatic memory. Meanwhile, on the method of curing stuttering suffered by King George VI, the researcher found that Lionel Logue used three of five technique in psychoanalysis methods i.e. anamnesis, free association method and Freudian slips and mistakes.
119264892F1G009039DIKSI DAN GAYA BAHASA PEMBACA BERITA TOPIK ANTV
(Style of Language and Diction of Topik ANTV Announcer)
Abstrak-- Penelitian ini berjudul “Diksi dan Gaya Bahasa Pembaca Berita Topik ANTV” yang diambil pada tayangan berita bulan Februari-Maret 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan mengidentifikasikan gaya bahasa yang terdapat pada berita Topik ANTV.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data yaitu berupa kalimat-kalimat dalam berita Topik ANTV yang tayang pada bulan Februari-Maret 2013. Pada tayangan berita tersebut terkumpul 53 berita yang diambil dan dianalisis secara acak. Penelitian ini menggunakan metode simak dalam mengumpulkan data. Pada metode simak, teknik yang digunakan adalah teknik sadap dan teknik catat. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teknik rekam karena dimungkinkan bahasa yang diteliti adalah bahasa yang masih dituturkan. Data yang dianalisis menggunakan metode padan referensial yang alat penentunya berupa referen bahasa itu sendiri.
Berdasarkan analisis data, terdapat 53 data yang dianalisis diksi dan gaya bahasa. Data tersebut kemudian dianalisis berdasarkan gaya bahasa, yaitu gaya bahasa berdasarkan pemilihan kata dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna. Gaya bahasa berdasarkan pemilihan kata terdiri dari gaya bahasa resmi, gaya bahasa tak resmi, dan gaya bahasa percakapan. Gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna mempunyai dua jenis gaya bahasa. Pertama gaya bahasa retoris dan kedua gaya bahasa kiasan. Pada gaya bahasa retoris, peneliti hanya menggunakan 2 macam gaya bahasa retoris, yaitu elipsis dan eufemisme sesuai dengan berita yang diperoleh. Berdasarkan 53 data yang didapat, peneliti menganalisis 7 data yang menggunakan gaya bahasa elipsis dan 8 data yang menggunakan gaya bahasa eufemisme. Dalam gaya bahasa kiasan, peneliti juga menggunakan 2 macam gaya bahasa, yaitu metafora dan satire. Berdasarkan 53 data yang didapat, peneliti hanya menganalisis 2 data yang menggunakan gaya bahasa metafora dan 1 berita yang menggunakan gaya bahasa satire. Maka dapat disimpulkan bahwa diksi yang digunakan oleh pembaca berita Topik ANTV banyak yang tidak tepat dan digantikan dengan kata-kata yang baik dan sesuai dengan prinsip bahasa jurnalistik. Kemudian gaya bahasa yang digunakan pembaca berita Topik ANTV lebih banyak menggunakan gaya bahasa ellipsis, eufemisme, metafora, dan satire.
Abstract-- This study is entitled “Style of Language and Diction of Topik ANTV Announcer” which is taken from the news highlight in the period of February – March 2013. It aimed to describes the diction and identifies the style of language on Topik ANTV news.
The form of this research is descriptive qualitative, the data is taken from the phrases on Topik ANTV which shown during February – March 2013. On that higlighted news has collected 53 news which were taken and analyzed randomly. This research used observation method to collects the data. On observation method, the technique which in used are tapping technique and noted technique. Besides, this research also used recording technique because it might be the language that in researched is the language which is still be said yet. The analyzed data used identity referencial method which the determiner appliance is the form of those reference language.
Based on the data analyzing, was found 53 datas which analyzed by diction and the style of the language. The datas is the analyzed based on style of language. Consist of, style of language based on selected word, and style of language based on directly or indirectly the meaning. Style of language based on selected word consist of formal style of language, informal style of language, and conversation style of language.The style of language based on directly or indirectly the meaning had 2 style of language types. First, rhetorical style of language. Then the second is figuratif style of language. On rhetorical style of language, researcher had only used 2 rhetorical style of language types, that is ellipsis and eufimism, according to the news which the data obtained. Based on 53 obtained datas, researcher analyzed 7 datas which used ellipsis style of language and 8 datas which used eufimism style of language.On figurative style of language, researcher used 2 style of language types too, that were metaphor and satire. Based on 53 obtained datas, researcher only analyzed 2 datas which used metaphor style of language and 1 news which is used satire style of language. Henceforth, the conclusion that the diction which used by Topik ANTV announcer are many unprecisely, then changed by the right sentences and accorded to journalistic language principal. Then conclusion, style of language which used by Topik ANTV announcer is more about ellipsis, eufimism, metaphor, and satire style of language.
119274898A1M008049PENGARUH pH PELARUT DAN PENAMBAHAN
KONSENTRASI EKSTRAK BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT
SENSORI MANISAN PEPAYA
Somba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Pigmen yang terkandung dalam somba adalah karotenoid yang tersusun atas bixin yang dapat larut dalam pelarut non polar dan norbixin yang larut dalam pelarut polar. Ekstraksi biji buah somba menggunakan air sebagai pelarut zat warna pada somba, sehingga diharapkan dapat meningkatkan warna pada manisan pepaya. Manisan pepaya yang beredar di pasaran masih banyak menggunakan pewarna sintetis. Pewarna alami merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan dari pewarna sintetis. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui pengaruh pH pelarut ekstrak biji buah somba terhadap sifat sensori manisan pepaya; 2). Mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat sensori manisan pepaya; 3). Mengetahui pengaruh kombinasi pH pelarut dan konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat sensori manisan pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu pH pelarut (P) yang terdiri dari 3 taraf: 4, 7 dan 10 serta konsentrasi ekstrak biji buah somba (K) yang ditambahkan terdiri dari 3 taraf yaitu 1%, 2% dan 3%. Variabel yang diamati meliputi variabel sensori, yaitu aroma ekstrak biji buah somba, tekstur dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik, yaitu produk dengan dengan perlakuan pelarut ekstrak pH 4 dan penambahan ekstrak biji buah somba 2%. Hasil nilai rata-rata produk, yaitu nilai aroma (3,37); nilai tekstur (3,30) dan nilai kesukaan (3,23).
Somba (Bixa orellana L.) was a plant that can be used as a natural dye. Carotenoid was a natural dye in somba that compose by bixin and norbixin. Bixin was soluble in polar solvent, and norbixin was soluble in non-polar solvent. The extraction of somba seeds fruit used water as a solvent agent, which was expected to enhance the colour of papaya candied. Synthetic dye was still used in papaya candied. Natural dye was an alternative to replace synthetic dye. This research aimed to: 1. Determine the effect of solvent pH of somba seeds fruit extract against the sensory properties of papaya candied. 2. Determine the effect of somba seeds fruit extract concentration against the sensory properties of papaya candied. 3. Determine the interaction of the solvent pH and somba seeds fruit extract concentration against the sensory properties of papaya candied. The research used a randomized block design (RBD) that arranged in a factorial with 3 replication. The tested factors were pH solvent that consist of 4 (P1), 7 (P2), 10 (P3), and concentration of somba seeds fruit extract, that consist of 1% (K1), 2% (K2), and 3% (K3). The observed variables included sensory variables, such as somba seeds fruit aroma, texture, and preferences. The result of this research showed that the best treatment was the combination of P1K2, a treatment with pH 4 and the addition of somba seeds fruit extract 2%. This combination treatment resulted 3.37 in aroma value, 3.30 in texture value, and 3.23 in preferences value.
119284907C1A009124SKRIPSI
EFISIENSI EKONOMI DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN GULA SEMUT
(Studi Kasus Kelompok Usaha Bersama ”Sari Bumi” Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga)

Penelitian ini berjudul ”EFISIENSI EKONOMI DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN GULA SEMUT (Studi Kasus Kelompok Usaha Bersama ”Sari Bumi” Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya tingkat efisiensi ekonomi dan tingkat kesejahteraan pengrajin gula semut. Dengan menggunakan metode analisis pendekatan rasio penerimaan dan biaya (R/C) untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usaha pengrajin gula semut. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga pengrajin gula semut dapat diketahui dengan cara membandingkan antara pendapatan peranggota keluarga dengan besarnya KHL Kabupaten Purbalingga Bulan Desember Tahun 2012 sebesar Rp 1.050.489,-.
Penelitian ini menggunakan data primer, dari perhitungan tingkat efisiensi dengan menggunakan analisis Return Cost untuk Ratio (R/C) maka dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat efisiensi usaha pengrajin gula semut sebesar 1,65 hal ini menunjukan bahwa usaha pengrajin gula semut sudah efisien dan menguntungkan. Pendapatan pengrajin gula semut secara rata-rata belum dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) wilayah Purbalingga untuk periode Bulan Desember 2012. Rasio antara pendapatan peranggota keluarga dan KHL menunjukan hasil kurang dari 1.
Agar kegiatan usaha pengrajin gula semut semakin efisien maka pengrajin gula semut sebaiknya menekan biaya produksi tanpa mengurangi produksi yang dihasilkan. Misalnya dengan mengganti bahan bakar dari kayu bakar menjadi serbuk gergajian karena harga serbuk gergajian lebih murah dari kayu bakar dan panas yang dihasilkan juga lebih tahan lama.
Pendapatan pengrajin gula semut harus ditingkatkan agar dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak. Peningkatkan pendapatan tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gula semut, mengadakan diversifikasi produk dari gula semut menjadi gula jahe , atau dengan membuat kemasan yang menarik sehingga harga gula semut lebih meningkat.



This research is entitled "ECONOMIC EFFICIENCY AND WELFARE LEVEL OF GRANULAR SUGAR CRAFTSMEN (Case Study of Joint Businesses Groups of "Sari Bumi" in Bojong, Mrebet Sub-district, Purbalingga)". The purpose of this study to analyze level of economic efficiency and welfare level of granular sugar craftsmen. This study used a analysis method approach and return cost ratio (R/C) to know level of economic efficiency of granular sugar craftsmen. By research the welfare level of granular sugar craftsmen's family can be determined by comparing between income in each family with KHL in Purbalingga December 2012 for Rp 1,050,489,-.
This study used primary data, from the calculation of efficiency level by using analytical Return Cost Ratio (R/C), it known that the average of efficiency level granular sugar craftsmen is 1.65. It shows that businesses of granular sugar craftsmen are efficient and profitable. Unfortunately, the income of granular sugar craftsmen did not reach the average of the standards of Living Needs in Purbalingga regency for the period of December 2012. The ratio between family income and KHL in each family members showed the results are less than 1.
In order to business operations of granular sugar craftsmen more efficient, granular sugar craftsmen should press production costs without reducing the output. For example, by replaced the fuel from firewood into sawdust because price is cheaper than firewood and the heat produced is also more durable.
Income of granular sugar craftsmen should be improved in order to reach the standards of Living Needs. Increasing income can be done by improving the quality and quantity of granular sugar production, hold a diversified product from granular sugar to ginger sugar, or with creating attractive packaging so it can increase the price of granular sugar.
119294893A1M008027DETEKSI SIKLAMAT DAN ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENGGUNAANNYA PADA JAMU GENDONG DI KELURAHAN PURWOKERTO WETAN
KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR
Siklamat diduga berpotensi karsinogenik jika terkonversi menjadi cyclohexyamine di dalam saluran pencernaan.Penelitian ini mengkaji tentang kandungan siklamat pada jamu gendong di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur dan faktor yang mempengaruhi penggunaan siklamat pada jamu gendong. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeteksi kandungan pemanis buatan siklamat pada jamu gendong di Kelurahan Purwokerto Wetan; 2) menganalisis faktor penyebab penggunaan siklamat pada jamu gendong di Kelurahan Purwokerto Wetan.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu survei dan uji laboratorium. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan kuisioner untuk memperoleh data. Banyaknya pedagang yang diwawancarai ditentukan dengan menggunakan rumus Sanjana dengan tingkat kesalahan 5% (N=21, n=16). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kandungan siklamat pada jamu gendong, tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan pedagang jamu gendong.Hasil penelitian ini menunjukkan 50% pedagang jamu gendong di Kelurahan Purwokerto Wetan menggunakan siklamat lebih dari 1000 mg/L. Faktor yang menyebabkan penggunaan siklamat adalah penghematan biaya produksi. Tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan pedagang jamu gendong bukan merupakan faktor penyebab penggunaan siklamat pada jamu gendong di Kelurahan Purwokerto Wetan.Cyclamate suspected carcinogenic potentially if converted be cyclohexyamine in the digestive track.This research study about contentment of cyclamate in “jamu gendong” in Purwokerto Wetan Village and factors that affected the use of cyclamate in “jamu gendong”. The aims of this research are 1) to detect contentment of cyclamate in “jamu gendong” in Purwokerto Wetan Village 2) to analyze factors that affected the use of cyclamate in “jamu gendong”. The research conducted in two stage, these stages were survey method and laboratory test.The research used simple random sampling method and questionnaire to got data from the sellers. The number of seller who were interviewed was decided by Sanjana method with the error level of 5% (N=21, n=16). The variables were contentment of cyclamate in “jamu gendong”, sellers’s knowledge level, sellers’s education level and sellers’s income level. The research showed 50% of “jamu gendong” sellers positive used of cyclamate more than the maximum ISO (250-1000 mg / L). Factor that affected the use of cyclamate is economizing cost production. Sellers’s knowledge, sellers’s education level and sellers’s income level weren’t factors that affected the use of cyclamate.
119304894D1E009019PENGUJIAN BAHAN PAKAN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI SECARA IN VITRO DITINJAU DARI KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASARPenelitian berjudul Pengujian Bahan Pakan Bungkil Biji Jarak Fermentasi Secara In Vitro Ditinjau dari Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar telah dilaksanakan pada 10 Desember 2012 sampai 10 Januari 2013. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah bungkil bji jarak, bakteri Lactobacillus acidophyllus dan Bifidobacterium bifidum serta cairan rumen sapi potong. Metode penelitian dilakukan eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R0 = bungkil biji jarak tanpa fermentasi, R1= bungkil biji jarak fermentasi dengan Lactobacillus acidophyllus, R2= bungkil biji jarak fermentasi dengan Bifidobacterium bifidum, R3= bungkil biji jarak fermentasi dengan Lactobacillus acidophyllus dan Bifidobacterium bifidum. Peubah yang diamati adalah kecernaan protein kasar dan serat kasar serta dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji orthogonal kontras dengan set kontras: 1). R0 vs R1R2R3, 2). R1 vs R2, dan 3). R1R2 vs R3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bungkil biji jarak yang difermentasi dengan bakteri asam laktat berpengaruh secara nyata (P<0,01) menurunkan tingkat kecernaan protein kasar dan serat kasar. Penurunan nilai kecernaan menunjukkan bahwa bakteri asam laktat dapat memproteksi protein dalam bungkil biji jarak sehingga dapat lolos dari degradasi mikroba rumen dan dapat digunakan sebagai protein by pass. Hasil uji lanjut orthogonal kontras menunjukkan bahwa perlakuan R0 berbeda nyata terhadap R1, R2, dan R3. Hal ini menandakan bahwa penggunaan bakteri asam laktat mempengaruhi tingkat kecernaan di rumen. Uji orthogonal kontras dengan set kontras R1 vs R2, dan R1R2 vs R3 tidak menunjukkan perbedaan, yang artinya jenis bakteri asam laktat tidak mempengaruhi tingkat kecernaan protein kasar dan serat kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bungkil biji jarak fermentasi dengan bakteri asam laktat (Lactobacillus acidophyllus dan Bifidobacterium bifidum) menurunkan tingkat kecernaan protein kasar dan serat kasar. Akan tetapi, tidak menurunkan kualitasnya sebagai bahan pakan sumber protein.A research entitled The Test of Fermented Jatropha curcas L. Seed Meal by In Vitro Viewed from Crude Protein and Crude Fiber Digestion. This research was held from December 10th 2012 until January 10th 2013. The materials of this research were Jatropha curcas L. seed meal, MRSB media, molasses, Lactobacillus acidophyllus dan Bifidobacterium bifidum bacteria starter and rumen fluid of beef cattle. The research method was experimental by in vitro using completely randomized design (CRD). The treatments were R0= Jatropha curcas L. seed meal without fermentation, R1= fermented of Jatropha curcas L. seed meal with Lactobacillus acidophyllus, R2= fermented of Jatropha curcas L. seed meal with Bifidobacterium bifidum, R3= fermented of Jatropha curcas L. seed meal with combination of Lactobacillus acidophyllus and Bifidobacterium bifidum. The variables observed were crude protein and crude fiber digestibility, data were analyzed using analysis of variance and followed by orthogonal contrasts of which contrast set were: 1). R0 vs R1R2R3, 2). R1 vs R2, dan 3). R1R2 vs R3. The results showed that the values of crude protein digestion were 81.63%; 74.61%; 70.75%; 75.10%. The values of fiber digestion were 74.39%; 60.52%; 58.16; 59.25. These results showed that the use of fermented Jatropha curcas L. seed meal with lactic acid bacteria significantly reduced (P<0.01) the crude protein and crude fiber digestibility. This reduced digestibility showed that lactic acid bacteria can protect the protein in the Jatropha curcas L. seed meal so that passed by rumen degradation and can be used as a protein by pass. Orthogonal contrast test results showed that the treatment R0 were significantly different from R1, R2, dan R3. It showed that the use of lactic acid bacteria in fermentation affect the level of digestibility. Orthogonal test with contrast set R1 vs R2, and R1R2 vs R3 were not different, which meant that the type of lactic acid bacteria did not affect the level of digestibility. The conclusion of this research is the fermented Jatropha curcas L. seed meal significantly reduces the crude protein and crude fiber digestibility, but it does not reduce the quality of feed as a source of protein.
119314895C1A009072FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN PERAJIN DAN ANALISIS KONTRIBUSINYA TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP LAYAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, curahan waktu kerja, usia, pengalaman bekerja, dan tingkat pendidikan baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap pendapatan perajin tempurung kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan dan akan dapat ditemukan juga besarnya kontribusi pendapatan perajin tempurung kelapa terhadap pendapatan rumah tangga serta tingkat kesejahteraan rumah tangga perajin tempurung kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan melalui standar pemenuhan kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Purbalingga tahun 2012.
Jumlah responden sebanyak 38 di mana seluruh populasi sebanyak 38 orang perajin. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda (double log model) serta analisis tabulasi.
Berdasarkan analisis regresi berganda menggunakan double log model diperoleh bahwa variabel modal, curahan waktu kerja, dan tingkat pendidikan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perajin, sedangkan variabel usia dan pengalaman bekerja secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan perajin. Hasil pengujian secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel modal, curahan waktu kerja, usia, pengalaman bekerja, dan tingkat pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perajin tempurung kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga.
Ditemukan pula bahwa persentase kontribusi pendapatan perajin tempurung kelapa terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 74,46 persen atau dapat dikatakan kontribusinya besar. Rata-rata pendapatan rumah tangga perajin tempurung kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan belum memenuhi standar kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Purbalingga Tahun 2012.
This study aimed to determine the effect of capital, working time, age, work experience, and education level either partially or jointly toward income of coconut shell craftsmen in Purbalingga Wetan Village and will be found also the income contribution of coconut shell craftsmen on household income and household prosperity level coconut shell craftsmen in Purbalingga Wetan Village through a decent standard of living needs (KHL) Purbalingga in 2012.
The number of respondents were 38 which the entire population of as many as 38 craftsmen. Data were collected by census method. Data analysis method is used multiple regression (double log model) and tabulation analysis.
Based on multiple regression analysis using the double log models obtained that the variable capital, working time, and education level is partially positive and significant effect on income craftsman, while the variables age and work experience partially positive but not significant effect on income craftsman. The test results taken together states that the variables which are capital, working time, age, work experience, and education level are jointly significant effect on the income of coconut shell craftsmen in Purbalingga Wetan Village, Purbalingga district, Purbalingga Regency.
It was also found that the percentage contribution of coconut shell craftsmen income on household income by 74,46 percent or can be said as a great contribution. The average household income of coconut shell craftsmen in Purbalingga Wetan village heven’t fulfill the needs of decent living standard (KHL) yet of Purbalingga 2012.
119324896A1M008013PENGARUH pH PELARUT DAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA MANISAN PEPAYAPepaya (Carica papaya L.) merupakan jenis buah tropis yang mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Buah ini pada umumnya dikonsumsi langsung dalam kondisi segar. Buah pepaya dapat diolah menjadi berbagai macam makanan salah satunya adalah manisan pepaya. Manisan pepaya adalah jenis makanan yang terbuat dari buah pepaya yang diawetkan dengan gula kemudian dikeringkan. Manisan pepaya yang beredar di pasaran masih banyak menggunakan pewarna sintetis. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alami. Salah satu sumber pewarna alami adalah buah somba (Bixa orellana L.) karena mengandung pewarna alami karotenoid yaitu bixin dan norbixin. Karotenoid bixin larut dalam senyawa polar dan norbixin larut dalam senyawa non polar, sehingga diharapkan dapat memperbaiki warna pada manisan pepaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui pengaruh pH pelarut ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia manisan pepaya; 2). Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia manisan pepaya; 3). Mengetahui pengaruh interaksi antara pH pelarut dan konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia manisan pepaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu interaksi kombinasi pH pelarut ekstrak biji buah somba dengan konsentrasi ekstrak yang ditambahkan yaitu pH pelarut (P) yang terdiri dari 3 taraf: 4 (P1), 7 (P2), 10 (P3) dan konsentrasi ekstrak biji buah somba (K) yang ditambahkan terdiri dari 3 taraf yaitu 1% (K1), 2% (K2) dan 3% (K3). Variabel yang diamati meliputi variabel fisik yaitu tekstur sedangkan variabel kimia yaitu kadar air dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik yaitu produk dengan kode sampel (P2K3) dengan menggunakan pH pelarut 7 dan penambahan konsentrasi ekstrak sebanyak 3%. Hasil nilai rata-rata produk memiliki tekstur 0,276 mm/dtk; kadar air 56,570% dan vitamin C; 2,523%.Papaya (Carica papaya L.) is a kind of tropical fruit that easly found throughout in Indonesia. This fruit is generally consumed directly in fresh condition. Papaya can be processed into a variety of food one of is candied papaya. Candied papaya is a type of food made from papaya fruit preserved with sugar and then dried. Synthetic dyes still used in candied papaya. Natural dyes is one alternative to solve the problem to replace synthetic dyes. Somba fruit (Bixa orellana L.) is one source of natural dyes, because they contain the natural colour carotenoids bixin and norbixin. Carotenoids bixin soluble in polar solvent, but norbixin soluble in non-polar solvent, which is expected to improve the colour of candied papaya. The purpose of this research was to: 1) Determine effect the pH of solvent to extraction somba seeds fruit against physical and chemical properties of candied papaya; 2) Determine the effect of concentration somba seeds fruit extract to the physical and chemical properties of candied papaya; 3) Determine the effect of interaction between the pH of solvent and concentration of somba seeds fruit extract to the physical and chemical properties of candied papaya. This research used a randomized block design (RBD) that arranged in a factorial with 3 replications. The various the pH of solvent (P) that tested consist of 3 levels i.e. 4 (P1), 7 (P2), 10 (P3) and the concentration of somba seeds fruit extract (K) is consist 3 levels i.e. 1 % (K1), 2 % (K2), 3 % (K3). The variables observed include physical variable texture and the chemical variables, water content and vitamin C. The results of research showed that the best treatment is the product sample coded (P2K3), which using the pH of solvent 7 which concentration 3 % of somba seeds fruit extract. This product have value texture 0.276 mm/sec; 56.570% water content and vitamin C; 2.523 mg/g respectifely.
119334899E1A109093ANALISIS TENTANG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH (Studi Di Kabupaten Banyumas)Penelitian ini mengambil judul “Analisis Tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Studi Di Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah di Kabupaten Banyumas
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif atau legal research, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivistis. Konsep ini mengungkapkan,bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Konsep ini, hukum melihat sebagai system normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Spesifikasi Penelitian yang digunakan adalah Preskriptifyaitu ilmu hukum mempelajari tujuan hukum, nilai-nilai keadilan, validitas aturan hukum, konsep-konsep hukum, dan norma-norma hukum.Sebagai ilmu terapan ilmu hukum menetapkan standar prosedur, ketentuan-ketentuan, rambu-rambu dalam melaksanakan aturan hukum.Bahan Hukum yang digunakan adalah bahan hukum sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, doktrin, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah di Kabupaten Banyumas adalah sebagai penerapan(implementasi) tuntutan globalisasi yang sudah seharusnyalebih memberdayakan daerah dengan cara diberikankewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertanggungjawab oleh Pemerintah Pusat. Terutama dalam mengatur, memanfaatkan danmenggali sumber-sumber potensi yang ada di daerah Kabupaten Banyumas.
Kebijakan otonomi daerah di Kabupaten Banyumas telah mengalami proses pemberdayaan yang optimal. Kemampuan prakarsa dan kreativitas pemerintah daerah telah terpacu, sehingga kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di daerah sudah semakin kuat. Hal tersebut dapat dilihat dari naiknya tingkat minat masyarakat untuk menginvestasikan usahanya di Kabupaten Banyumas, hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan industri menurut sektor dan tenaga kerja yang meningkat. Dengan ditingkatkannya pelayanan publik dan kemandirian telah berdampak pada kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat luas di Kabupaten Banyumas. Hal tersebut dapat dilihat dari pendapatan daerah Kabupaten Banyumas tahun anggaran 2011 yang mencapai 1.556.112.767.963 rupiah setelah mengalami perubahan. Anggaran yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar 196.042.981.692 rupiah, dana perimbangan sebesar 989.968.827.652 rupiah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 370.100.958.619 rupiah. Artinya Pendapatan Asli daerah setelah berlakunya otonomi condong daerah meningkat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga guna meningkatkan kemandirian daerah yang berwawasan.
key word
119344900F1D008009RELASI PEMERINTAH DAERAH DENGAN AKTOR NON
PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL
MENENGAH (UKM) BATIK DI KABUPATEN CIREBON
Penelitian ini membahas tentang peran pemerintah daerah dan aktor non pemerintah dalam pengembangan UKM batik dan membahas tentang relasi pemerintah daerah dengan aktor non pemerintah dalam pengembangan UKM batik di Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi hubungan diantara governance stakeholders, yaitu pemerintahan, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah daerah dalam pengembangan UKM batik diwakili oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dalam pelaksanaannya, Disperindag berpedoman kepada amanah Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Cirebon Nomor 10 Tahun 2002 dan sejalan dengan Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi) dinas. Peran Disperindag dalam pengembangan UKM batik diejawantahkan ke dalam bentuk program pembinaan. Sedangkan aktor non pemerintah dalam pengembangan UKM batik diwakili oleh Koperasi Batik Budi Tresna. Pengembangan UKM batik oleh Koperasi Batik Budi Tresna dijalankan sesuai dengan tujuan pendirian koperasi batik yaitu membantu kendala-kendala usaha yang dihadapi oleh pengrajin batik di Desa Trusmi. Relasi Disperindag dengan Koperasi Batik Budi Tresna masih memiliki kekurangan di berbagai sisi. Pengembangan UKM batik oleh Disperindag masih ketergantungan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sehingga berimbas kepada kualitas hasil dari program pembinaan. Sedangkan pengembangan UKM batik oleh Koperasi Batik Budi Tresna memiliki kelemahan jaringan kepada pihak berkepentingan, seperti pemerintah daerah, perbankan, dan BUMN, salah satunya dalam hal bantuan modal usaha yang terhambat dengan sistem agunan dan bunga tinggi. Jadi, relasi Disperindag dengan Koperasi Batik Budi Tresna dalam pengembangan UKM batik bersifat formalistik. Artinya, kerjasama yang terjalin selama ini belum maksimal, terutama di dalam peningkatan pemasaran batik dan memperhatikan kesejahteraan pengrajin batik.This study entitled “Relation Of Local Government With Non-Governmental Actors In The Development Of Batik Small and Medium businesses (UKM batik) In Cirebon District.” The aims of study was to understand the role of local government and non-governmental actors in the development of UKM batik in Cirebon District and know the relation of local government with non-governmental actors in the development of UKM batik in Cirebon District.
This study used the qualitative research methods through case study approaches, with purposive sampling as a technique of selecting informants. Data was collected through direct observation, depth interviews, and documentation. Data analysis methods used are interactive analysis methods including data collection, data reduction, and conclusion.
The results of this study indicate that there has been relationship between governance stakeholders: the government, private sectors, and society in the development of UKM batik in Cirebon district. Government represented by the service of industry and commerce (Disperindag) Cirebon District. Disperindag role in the development of UKM batik embioded in the form of coaching programs. Implementation of coaching programs to business actors, including batik artisans, handled by industry sector of Disperindag, particulary ILMEA section (Metal Industry, Machine, Electronics, and Various). For UKM batik into the category of various industry. This is line with their roles, responsibilities, and functions (Tupoksi) of Disperindag. Whereas, non governmental actors represented by Koperasi batik Budi Tresna. Koperasi Batik Budi Tresna role in the development of UKM batik done with reference to the original purpose of the establishment of koperasi batik is to help busniess constraints faced by batik artisans in Trusmi Village.
Relation of Disperindag with Koperasi Batik Budi Tresna in the development of UKM batik still have shortcomings. On the side of Disperindag, guidance to the batik artisans are not free from dependence budget so affected to not achieve the desired quality of the coaching programs. Whereas, on the side of Koperasi Batik Budi Tresna have limitations on the network. As for example, in lending venture capital assistance to local government, banking, and state owned enterprises (BUMN) which collided with the system of collateral with high interest.
119354901H1F008029Geologi dan Studi Alterasi - Mineralisasi Daerah Citeluk dan Sekitarnya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, BantenDaerah penelitian merupakan daerah eksplorasi PT. Aneka Tambang Tbk. Unit Geomin – Cibaliung, yang secara administratif berada di daerah Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan geomorfologi, yaitu: Satuan Perbukitan Endapan Piroklastik Batuhideung, Satuan Perbukitan Karst Citeluk, Satuan Perbukitan Aliran Lava Tugu, dan Satuan Dataran Pantai Sindangkerta. Tahapan geomorfik yang berkembang adalah muda – dewasa (peralihan). Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 5 (lima) satuan batuan berumur Miosen Tengah hingga Resen. Secara berturut – turut dari tua ke muda, yaitu: Satuan Lava Andesit, Satuan Tuf, Satuan Intrusi Andesit, Satuan Batugamping, dan Satuan Endapan Pantai. Struktur geologi daerah penelitian terdiri atas Sesar Batuhideung dan Sesar Citeluk Barat yang berarah relatif barat laut – tenggara, terbentuk pada umur Miosen Akhir. Serta Sesar Citeluk Timur yang berarah relatif utara – selatan, terbentuk pada umur Pliosen – Pleistosen.
Zona alterasi daerah penelitian yang berkembang berupa Zona Kuarsa ± Epidot setara dengan Zona Propilitik, Zona Illit ± Haloisit ± Dikit setara dengan Zona Argilik, dan Zona Klorit ± Zeolit ± Kuarsa setara dengan Zona Sub Propilitik. Mineralisasi terdiri atas veinlet kuarsa dan veinlet kalsit. Mineral sulfida yang hadir berupa pirit. Berdasarkan hasil analisis assay kimia dari sampel batuan (rock outcrop, core, float) dan sampel soil didapatkan kadar rata – rata Au 0,02 ppm – 0,12 ppm, Ag 3,12 ppm – 6,00 ppm, Cu 24,00 ppm – 59,00 ppm, Pb 6,00 ppm – 24,00 ppm, Zn 64,63 ppm – 256,00 ppm, As 29,00 ppm – 62,00 ppm, Sb 4,00 ppm – 5,00 ppm, dan Hg 5,00 ppm – 14,00 ppm. Daerah penelitian dapat digolongkan kedalam endapan epitermal sulfida rendah.
Research area is an exploration area of PT. Aneka Tambang Tbk. Unit Geomin – Cibaliung, administratively located in Citeluk area, Cibitung District, Pandeglang Regency, Banten.
Geomorphology of research area divided into 4 (four) geomorphology units, those units are Batuhideung Pyroclastic Deposits Hills Unit, Citeluk Karst Hills Unit, Tugu Lava Flow Hills Unit, and Sindangkerta Shore Plain Unit. Geomorphic stages research area is young – mature (transition). Stratigraphy of research area divided into 5 (five) Middle Miocene to Recent lithological units. Those units are Andesitic Lava Unit, Tuff Unit, Andesite Intrusion Unit, Limestone Unit, and Shore Deposits Unit. Geological structure of research area consists of Batuhideung Fault and West Citeluk Fault relative trending northwest – southeast, formed in Late Miocene. East Citeluk Fault relative trending north – south, formed in Pliosen – Pleistosen.
Alteration zones of research area consists of Quartz ± Epidote Zone (Propyllitic Zone), Illite ± Halloysite ± Dickite Zone (Argillic Zone), and Chlorite ± Zeolite ± Quartz Zone (Sub Propyllitic Zone). Mineralization consists of quartz veinlet and calcite veinlet. Sulphide minerals consists of pyrite. Based on the analysis of chemical assay data from rock sample (rock outcrop, core, float) and soil sample are Au 0,02 ppm – 0,12 ppm, Ag 3,12 ppm – 6,00 ppm, Cu 24,00 ppm – 59,00 ppm, Pb 6,00 ppm – 24,00 ppm, Zn 64,63 ppm – 256,00 ppm, As 29,00 ppm – 62,00 ppm, Sb 4,00 ppm – 5,00 ppm, and Hg 5,00 ppm – 14,00 ppm. Research area can be classified into low sulphidation epithermal deposits.
119364902F1C008027MAKNA SIMBOLIK BUDAYA COWONGAN
(RITUAL TURUN HUJAN PADA MASYARAKAT DESA PLANA KECAMATAN SOMGEDE KABUPATEN BANYUMAS)
Budaya cowongan merupakan salah satu ritual turun hujan yang ada di Banyumas, lebih tepatnya di Desa Plana Kecamatan Somagede. Cowongan dianggap masyarakat sebagai bentuk permintaan, permohonan atau biasa disebut penyuwunan (permohonan) kepada bidadari. Masyarakat mempercayai bahwa melalui cowongan, maka hujan akan datang.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemaknaan simbolik terhadap tradisi ritual cowongan di Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Ketiganya dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif, yang dikaji pula dengan menggunakan validitas data yaitu triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa cowongan dilakukan guna meminta hujan. Para pelaku cowongan memaknai cowongan sebagai simbol permohonan dan bukti pengabdian mereka terhadap peninggalan budaya para leluhur. Mereka menjalani ritual cowongan dengan ikhlas, niat yang tulus dan tanpa paksaan karena cowongan merupakan hal yang keramat. Selain berupa tradisi ritual yang bertujuan untuk mendatangkan hujan, terdapat juga aktivitas seni di dalamnya. Pesan verbal dan non verbal terlihat jelas. Eksistensi cowongan tidak hanya tergantung pada kesolidan pemainnya, akan tetapi masyarakat juga berpengaruh.
Cowongan culture is one of the rainfalls ritual at Banyumas, more precisely on the Plana Village kecamatan Somagede. Cowongan regarded as a form of demand, request or called penyuwunan to angel. Society believes that through Cowongan, the rain will come.
The purpose of this study is to determine the symbolic meaning of the ritual tradition in the Plana village kecamatan Somagede kabupaten Banyumas. The research method that used is a qualitative research method that produces descriptive data with symbolic interactionism approach. Techniques data collection which used were interviews, observation, and documentation. Interview, observation, and documentation were analyzed by using interactive analysis model, which also examined with validity of data by using the triangulation of sources and techniques.
The results of this study revealed that cowongan conducted to ask for rain. The perpetrators cowongan interpret a cowongan as a symbol of an application and proof of their devotion to the cultural heritage of the ancestors. They undergo ritual cowongan sincere, sincere and without coercion because cowongan is sacred. otherwise to tradition in the form of ritual that aims to bring rain, there are also arts activities inside it. Verbal and non-verbal messages pins. Cowongan existence depends not only on players solidity, but also affect the community.
119374903H1F007024GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN PENGARUH PERCEPATAN GEMPABUMI PADA TANAH RESIDUAL HASIL PELAPUKAN BREKSI DI DAERAH KARANGENDEP DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAHLokasi penelitian berada pada Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Posisi geografis daerah ini 109º09’50” BT-109º12’32” BT dan 7º27’10” LS-7º30’50” LS. Penelitian ini berupa pemetaan geologi dengan studi khusus analisis kestabilan lereng dengan pengaruh percepatan gempabumi.. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi daerah penelitian yang dibagi menjadi empat satuan geomorfologi, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Karangendep, Satuan Punggungan Homoklin Karangendep Satuan Lembah Antiklin Karangendep, dan Satuan Dataran Denudasional Karangendep. Satuan stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan batuan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir-Batulempung, Satuan Breksi, Satuan Batupasir, dan Satuan Aluvial. Satuan Batupasir-Batulempung diendapkan di lingkungan batial tengah pada umur Miosen Atas. Satuan Breksi terendapkan pada umur Pliosen dengan lingkungan pengendapan batial atas. Satuan Breksi diendapkan selaras di atas Satuan Batupasir-Batulempung. Satuan Batupasir berumur Pliosen dengan lingkungan pengendapan batial atas hingga neritik, diendapkan selaras di atas Satuan Breksi. Struktur geologi pada daerah penelitian terdiri dari struktur lipatan dan sesar. Struktur lipatannya adalah Antiklin Karangendep, sedangkan sesarnya adalah Sesar Mengiri Sawangan. Percepatan gempabumi yang dihasilkan dari gempabumi dapat mempengaruhi kestabilan lereng. Percepatan tersebut dapat menurunkan nilai faktor keamanan. Analisis dilakukan pada daerah Karangendep yang memiliki lereng curam serta terdapat beberapa longsoran. Berdasarkan hasil analsis yang dilakukan, kondisi lereng daerah penelitian secara umum termasuk kedalam kondisi stabil berdasarkan grafik kestabilan lereng. Namun banyak lereng yang menjadi tidak stabil apabila ditambahkan dengan gempabumi dengan percepatan 0,2g dan 0,3g. Penurunan tersebut sebesar 57% dan 81%. Adapun titik lereng yang berada di atas garis batas kritis namun tidak terjadi longsor. Hal tersebut dapat terjadi karena di lereng tersebut banyak ditumbuhi vegetasi yang dapat menguatkan lereng. Selain itu kondisi tanah yang dekat dengan batuan dasar juga dapat menguatkan lereng.Study site is located at Patikraja District, Banyumas Regency, Central Java Province. Geographical position of the area is 109 º 09'50 "longitude-109 º 12'32" longitude and 7 ° 27'10 "latitude-7 º 30'50" latitude. The special study of this mapping is slope stability analysis with the effect of peak ground acceleration (PGA). Study area has a geological structure geomorphological research area is divided into four units of geomorphology, they are Anticline Ridge Karangendep Unit, Homoklin Ridge Karangendep Unit, Valley Anticline Karangendep Unit, and Denudasional Plain Karangendep Unit. Stratigraphic units of the study area was divided into four lithologies from the young to the old Sandstone-Claystone Units, Breccia Unit, Sandstone Unit and Alluvial Unit. Sandstone-Claystone units deposited in the middle batial the Upper Miocene age. Breccia unit sedimented in the Pliocene age at batial depositional environment. Breccia unit deposited aligned over Sandstone-Claystone units. Sandstones Unit with Pliocene age and depositional environment top batial to neritik, deposited aligned above Breccia Unit. Geological structure of the study area consists of a structural fold and faults. The fold is Karangendep Anticline Fold, while fault is Sawangan Left Slip Fault. Peak ground acceleration resulting from the earthquake could affect the stability of slopes. The acceleration can reduce the value of the safety factor. Analysis was performed on areas that have steep slopes at Karangendep and there are several avalanches. Based on the results of your analysis is carried out, the condition of the slopes of study area is generally included in stable condition based on chart slope stability. But many slopes become unstable when added to the peak ground with acceleration 0.2g and 0.3g. The decrease by 57% and 81%. There are point of the slope above the critical boundary line but not landslides. This can occur because the slopes overgrown with vegetation that can reinforce the slope. Besides being close to the soil conditions can also strengthen the bedrock slopes.
119384904A1M008010ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF FORMALIN DALAM
MI BASAH YANG DIJUAL PEDAGANG DI PASAR WAGE
PURWOKERTO
Mi basah dalam pembuatannya tidak mengalami proses pengeringan sehingga banyak mengandung air
yang menyebabkan umur simpannya sangatlah pendek, karena air dapat dijadikan media tumbuh kembang
mikroba seperti mikroba pembusuk. Oleh karena itu ada sebagian produsen mi atau penjual mi yang
menambahkan pengawet, antara lain formalin yang sebenarnya bukan diperuntukkan untuk makanan, oleh
karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mendeteksi adanya formalin dalam mi basah pada penjual di Pasar
Wage, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeteksi ada tidaknya formalin pada mi basah yang
dijual di Pasar Wage, Purwokerto. (2) Menghitung kandungan formalin pada mi basah yang dijual di Pasar
Wage, Purwokerto (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pedagang menjual mi basah berformalin di
Pasar Wage, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Variabel yang diamati dalam
penelitian ini adalah kandungan formalin pada mi basah, tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan dan motivasi
ekonomi penjual mi basah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5 dari 11 sampel mi basah positif
mengandung formalin, dengan kandungan formalin antara 6,51 sampai 12,01 ppm. Faktor yang mempengaruhi
pedagang di Pasar Wage, Purwokerto menjual mi basah berformalin adalah motivasi ekonomi.
In the production of wet noodle there was no drying process, so the wet noodle had a high level of
water content, consequently it made the wet noodle was suitable for microorganism growth which made the wet
noodle had a short shelf life. Therefore, some of the wet noodle producers or sellers added a preservative, such
as formalin which was not a food grade preservative. Therefore a research needed to be done to detect the
presence of formalin in wet noodle in Pasar Wage, Purwokerto. This research aimed to : (1). Detect the
presence of formalin in wet noodle in Pasar Wage, Purwokerto. (2). Measure the level of formalin in wet noodle
in Pasar Wage, Purwokerto. (3). Determine the factors that cause the sellers sold the formalin wet noodle in
Pasar Wage, Purwokerto. Survey method was used in this research. The observed variables were the level of
formalin in wet noodle, knowledge level, education level, and economic motivation level of wet noodle sellers.
Results of the experiment showed there were 5 of 11 wet noodle samples contained formalin wtthe level of
formalin between 6,51 to 12,01 ppm. Economic motivation of sellers was the factor that caused formalin wet
noodle was sold in Pasar Wage, Purwokerto.
119394906E1A008176“ KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI KETERANGAN SAKSI YANG DITOLAK TERDAKWA DIPERSIDANGAN DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 99/Pid.B/2010/PNBANYUMAS).”Tujuan untuk mengetahui kekuatan pembuktian alat bukti keterangan saksi yang ditolak terdakwa di persidangan pada Putusan Nomor : 99/Pid.B/2010/PN Banyumas. yang terdakwa bernama AP, SP dan K dan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian bagi korban. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif.

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas. Jenis data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh data dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini diambil dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan studi dokumen.

Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa disini merupakan nilai dari kesaksian suatu keterangan saksi yang ditolak terdakwa tetap menjadikan alat bukti yang sah didasarkan pada suatu keterangan saksilah dinyatakan di depan persidangan dan disertai dengan penyumpahan terlebih dahulu, sesuai dengan Pasal 185 ayat (1) dan Pasal 160 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yakni keterangan saksi yaitu keterangan yang dinyatakan di persidangan dan haruslah disumpah dan pembuktiannya selalu diarahkan kepada pembuktian, sehingga tersangka dapat dituntut kemudian dipidana. Oleh karena itu dalam tahap pembuktian diharapkan bisa difungsikan secara maksimal. sedangkan permasalahan yang berikutnya tentang pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian bagi korban, melihat unsur yang terdapat pada Pasal 183 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yakni cukup dengan 2 alat bukti yang sah terdapat pada Pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, serta alat-alat bukti yang diajukan oleh Majelis Hakim sudah memenuhi asas pembuktian tersebut disertai pertimbangan-pertimbangan yuridis maupun non yuridis sehingga menimbulkan keyakinan hakim telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian korban S yang dilakukan oleh para Terdakwa AP, SP dan K.

Implikasi teoritis penelitian ini adalah memberi masukan ilmu pengetahuan dalam ilmu hukum khususnya yang berkaitan dengan nilai dari kesaksian suatu keterangan saksi yang ditolak terdakwa dan menambah referensi sebagai bahan acuan bagi penelitian yang akan datang. Implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkaitan dengan adanya penolakan terhdap keterangan saksi dan permasalahannya dalam persidangan, termasuk aparat penegak hukum di Pengadilan Negeri Banyumas.

Kata Kunci : Ditolak Terdakwa dan Penganiayaan
ABSTRACT
Purpose to determine the probative force of evidence which denied defendant's testimony at the hearing on the Decision Number: 99/Pid.B/2010/PN Banyumas. the defendants named AP, SP and K and legal reasoning of judges in imposing criminal acts of persecution resulting in death for the victim. This research is a descriptive normative law
The approach taken in this study is a qualitative approach. Research sites in the District Court (PN) Banyumas. Type of data used is primary data and secondary data. To obtain the data and information related to this study were drawn from primary data source and secondary data sources. Data was collected through interviews and document research.
Analysis of data using qualitative data analysis with interactive models. Based on the results of this study showed that here is the value of the testimony of a witness who refused the defendant still make valid evidence based on the information stated in the trial saksilah and accompanied by swearing in advance, in accordance with Article 185 paragraph (1) and Article (160) paragraph (3) Act No. 8 of 1981 on Criminal Procedure which witness testimony that stated at the hearing and must be sworn and the proof is always directed to the evidence, so that the suspect could be charged and then convicted. By because it in the stage of evidentiary is expected could be functioned basis maximal. while the next issue of the legal reasoning of judges in imposing criminal acts of persecution resulting in death of the victim, saw the elements contained in Article 183 of Law No. 8 of 1981 on Criminal Procedure which is enough with 2 valid evidence contained in Article 184 of Law Law No. 8 of 1981 on criminal Procedure, as well as the evidence presented by the panel of judges has met the evidentiary basis with consideration of judicial and non-judicial considerations giving rise to the belief judge criminal acts of persecution has occurred that caused the victim's death made ​​S by the defendant AP, SP and K.
Theoretical implication of this study is to provide input of science in the science of law, especially with regard to the value of the testimony of a witness who refused the defendant and add reference as a reference for future studies. The practical implication is the result of this study can be used by people associated with the rejection of witnesses and issues in the trial, including law enforcement officials in Banyumas District Court.


119404908A1M008026PENGARUH pH PELARUT DAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORI VELVA PEPAYA NANASSomba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Pigmen yang terkandung dalam somba adalah karotenoid yang tersusun atas bixin yang dapat larut dalam minyak dan norbixin yang larut dalam air. Pada penelitian ini untuk ekstraksi biji buah somba menggunakan pelarut air. Ekstrak biji buah somba yang dihasilkan digunakan sebagai pewarna tambahan alami pada produk velva pepaya nanas. Tujuan penelitian adalah 1). Mengetahui pengaruh pengaturan pH pelarut ekstrak biji buah somba terhadap sifat kimia dan sensori velva pepaya nanas; 2). Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat kimia dan sensori velva pepaya nanas; 3). Mengetahui pengaruh interaksi pengaturan pH pelarut dan konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat kimia dan sensori velva pepaya nanas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah pH pelarut (P) yang terdiri dari pH 4 (P1), pH 7 (P2) dan pH 10 (P3) serta penambahan ekstrak biji buah somba (C) dengan konsentrasi 1% b/v (C1), 2% b/v (C2) dan 3% b/v (C3) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu P1C1, merupakan perlakuan pH pelarut 4 dan penambahan ekstrak biji buah somba 1%. Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan nilai rata-rata vitamin C 73,62 mg/ml; nilai pH 4,33; nilai kesukaan 3,73.Somba (Bixa orellana L.) is a plant that can be used as a natural colorant. Pigment contained in somba is composed of bixin that oil-soluble and water-soluble norbixin. In this research somba fruit for seeds extraction using water solvent. Somba fruit seed extract produced is used as a natural additional colorant on product papaya-pineapple velva. The research objective were 1). Determine the effect of solvent pH adjustment somba fruit seeds extract against chemical and sensory properties of papaya pineapple Velva; 2). Determine the effect of concentration addition somba fruit seeds extract against chemical and sensory properties of papaya-pineapple velva; 3). Determine the effect of combination of solvent pH and concentration somba fruit seed extract against chemical and sensory properties of papaya-pineapple velva. This research used an experimental method with a randomized block design (RBD). Factor tested were solvent pH (P) consisting of pH 4 (P1), pH 7 (P2) and pH 10 (P3) and the addition of somba fruit seeds extract (C) with a concentration of 1% w / v (C1), 2% w / v (C2) and 3% w / v (C3) to obtain 9 treatment combinations. Each treatment was repeated 3 times to obtain 27 experimental units. The best treatment is a sample with code P1C1,that a solvent pH 4 treatment and the addition of fruit seeds extract somba 1%. This treatment results vitamin C contents 73.62 mg / ml; pH values 4.33; preference value 3.73.